• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Desain penelitian merupakan rancangan utama penelitian yang menyatakan metode dan prosedur – prosedur yang digunakan oleh peneliti dalam pemilihan, pengumpulan, dan analisis data. Desain penelitian akan berguna bagi semua pihak yang terlibat dalam proses penelitian, karena langkah dalam melakukan penelitian mengacu kepada desain penelitian yang telah dibuat.

Definisi operasional memberikan penjelasan tentang implementasi dari tipe konseptual yang bersifat teknis, sehingga pelaksanaan penelitian menjadi lebih jelas dan mudah diukur dengan menguraikan setiap variabel. Hal ini untuk memberikan gambaran dari desain penelitian guna mengetahui suatu kerangka acuan dan memandang teori yang diajukan melalui pendugaan pengujian hipotesis dan mengetahui aspek profesionalisme, kepuasan kerja dan budaya kerja terhadap kinerja pegawai. Definisi operasional variabel penelitian dan nilai hasil ukur adalah sebagai berikut:

1) Kinerja dapat dipandang sebagai proses maupun hasil pekerjaan atau suatu proses tentang bagaimana pekerjaan berlangsung untuk mencapai hasil kerja termasuk hasil pekerjaan itu sendiri. Kinerja pegawai secara individu dapat diukur dari segi kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas, dan kemandirian.

2) Profesionalisme adalah kemampuan untuk menjalankan tugas dan menyelenggarakan pelayanan publik dengan mutu tinggi, tepat waktu, dan

Universitas

prosedur yang sederhana. Konsep profesionalisme dalam diri aparat diukur dari segi kreatifitas, inovasi dan responsifitas.

3) Kepuasan kerja merupakan respons emosional terhadap berbagai segi pekerjaan seseorang dan merupakan variabel tergantung utama karena dua alasan, yaitu: (1) menunjukkan hubungan dengan faktor kinerja dan (2) merupakan preferensi nilai yang dipegang banyak peneliti perilaku organisasi. Kepuasan kerja diukur dari jenis pekerjaan yang secara mental menantang, imbalan yang pantas, kondisi kerja yang mendukung, dan rekan sekerja yang mendukung.

4) Budaya organisasi adalah suatu pola asumsi dasar yang dimiliki oleh anggota organisasi yang berisi nilai-nilai, norma-norma dan kebiasaan yang dapat memengaruhi pemikiran, pembicaraan, tingkah laku, dan cara kerja karyawan dalam bekerja sehari-hari. Budaya organisasi diukur melalui pelaksanaan tugas dengan baik dan tuntas, tindakan untuk mencapai hasil lebih baik, dan berbuat terbaik untuk organisasi.

Proses penelitian secara umum dapat disimpulkan sebagai berikut: Sugiyono (2012)

1) Sumber masalah

Dalam penelitian ini, masalah penelitian yang penulis rumuskan adalah: bagaimanakah pengaruh profesionalisme, kepuasan pegawai, dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta, sedangkan hipotesis kerjanya adalah kinerja pegawai Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan

Universitas

Samudera Jakarta. Pegawai yang memiliki profesionalisme, kepuasan kerja dan budaya organisasi yang baik maka akan menghasilkan kinerja yang baik pula.

2) Perumusan masalah

Rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan dicari jawabannya melalui pengumpulan data. Proses penemuan masalah merupakan tahap penelitian yang paling sulit karena tujuan penelitian ini adalah menjawab masalah penelitian sehingga suatu penelitian tidak dapat dilakukan dengan baik jika masalahnya tidak dirumuskan secara jelas. Rumusan masalah atau pertanyaan penelitian akan mempengaruhi pelaksanaan tahap selanjutnya didalam tahap penelitian. Pada penelitian ini masalah-masalah dirumuskan melalui suatu pertanyaan, yang akan diuji dengan cara menguji hipotesis.

3) Konsep dan teori yang relevan dan penemuan yang relevan

Rumusan masalah yang sifatnya sementara (berhipotesis) dapat dijawab peneliti dengan membaca referensi teoritis yang relevan dengan masalah dan berfikir. Selain itu penemuan penelitian sebelumnya yang relevan juga dapat digunakan sebagai bahan untuk memberikan jawaban sementara terhadap masalah penelitian (hipotesis). Telaah teoritis mempunyai tujuan untuk menyusun kerangka teoritis yang menjadi dasar untuk menjawab masalah atau pertanyaan penelitian yang merupakan tahap penelitian dengan menguji terpenuhinya kriteria pengetahuan yang rasional.

Universitas

4) Pengajuan hipotesis

Dari rumusan tersebut maka penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian yang bermaksud menguji hipotesis. Dalam penelitian ini untuk membuktikan hipotesis yang telah dibuat maka dilakukan dua analisis yang masing-masing menggunakan persamaan linier sederhana dan linier berganda. Analisa dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan variabel-variabel yang diperlukan. Adapun variabel-variabel-variabel-variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini dapat sebagai berikut:

a) Variabel bebas (Xi), yaitu: X1 = profesionalisme X2 = kepuasan kerja X3 = budaya organisasi

b) Variabel terikat (Y), yaitu: kinerja pegawai

Skala pengukuran yang diperlukan dalam penelitian ini adalah Skala

Likert. Menurut Sugiono (2012), Skala likert digunakan untuk mengukur

sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Jawaban setiap penggunaan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai dengan negatif, yang dapat berupa kata-kata untuk keperluan analisis kuantitatif. Nilai dan pembobotan dari skala pembobotan Skala Likert adalah sebagai berikut:

- Nilai 5 untuk jawaban sangat setuju - Nilai 4 untuk jawaban setuju - Nilai 3 untuk jawaban cukup - Nilai 2 untuk jawaban tidak setuju

- Nilai 1 untuk jawaban sangat tidak setuju

Universitas

4) Kisi-kisi kuesioner

Penyusunan kuesioner (instrumen penelitian) yang dikaitkan dengan faktor-faktor pada variabel bebas X1, X2, X3 dan Y dapat dilakukan setelah terlebih dahulu membuat kisi-kisi. Kisi-kisi dibuat dalam kolom-kolom isian merupakan operasionalisasi variabel penelitian yang terdiri dari: variabel, indikator, dan jumlah pernyataan.

Tabel 3.1 Operasionalisasi variabel

Definisi

Variabel Dimensi Indikator Jumlah

Kinerja (Sujono, 2005)

Kualitas Hasil pekerjaan yang dilakukan mendekati sempurna atau

memenuhi tujuan yang diharapkan dari pekerjaan tersebut

9

Kuantitas Jumlah yang dihasilkan atau jumlah aktivitas yang dapat diselesaikan

Ketepatan waktu

dapat menyelesaikan pada waktu yang telah

ditetapkan serta

memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas yang lain Keefektifan Pemanfaatan secara

maksimal sumber daya yang ada pada organisasi untuk meningkatkan keuntungan dan mengurangi kerugian

Universitas

Definisi

Variabel Dimensi Indikator Jumlah

Kemandirian dapat melaksanakan kerja tanpa bantuan guna menghindari hasil yang merugikan Profesionalisme (Siagian, 2000) Kreatifitas - Kemampuan menerapkan ilmu - Kemampuan menyelesaikan tugas - Kemampuan menyelesaikan masalah 12

Inovasi - Penguasaan ilmu bersifat intektual

- Penguasaan ilmu pengetahuan Responsifitas - Tanggung jawab,

menghormati nilai sosial, jujur/bisa dipercaya dan terbuka pada kritik Kepuasan Kerja (Robin, 2001 dalam Wibowo, 2007) Kerja yang secara mental menantang - Keleluasan bekerja - Kesempatan

mengerjakan tugas yang beraneka ragam 14 Imbalan yang pantas - Pendapatan yang memadai dengan kontribusi yang diberikan. Rekan kerja yang mendukung

- Kebijakan pimpinan adil - Rekan kerja menghargai

hasil kerja

- Kesempatan berinteraksi dengan rekan kerja

Universitas

Definisi

Variabel Dimensi Indikator Jumlah

Kondisi kerja yang

mendukung

- Peralatan sarana dan prasarana di lingkungan kerja yang memadai - Keamanan dan kesehatan

di lingkungan kerja - Budaya Organisasi Melaksanakan tugas dengan baik dan tuntas

Kecepatan melayani dan menyelesaikan tugas

14

Bertindak mencapai hasil lebih baik

Memahami dan menguasai pekerjaan

Berbuat terbaik untuk

organisasi

Mewujudkan visi dan misi

5) Uji Validitas dan Reliabilitas

Pengujian terhadap instrumen penelitian yang akan digunakan merupakan salah satu kegiatan pengumpulan data. Kegiatan tersebut meliputi dua hal yaitu pengujian validitas dan reliabilitas. Ketepatan pengujian suatu hipotesa tentang hubungan variabel penelitian sangat tergantung pada kualitas data yang dipakai dalam pengujian tersebut. Data penelitian yang didalam proses pengumpulannya seringkali menuntut pembiayaan, waktu dan tenaga yang besar, tidak akan berguna bilamana alat pengukur yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian tersebut tidak memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi.

a) Validitas (Product Moment)

Validitas adalah suatu derajat ketepatan alat ukur penelitian tentang isi atau arti sebenarnya yang diukur. Menurut Sugiyono (2012:121) tentang validitas

Universitas

adalah instrumen dikatakan valid jika instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Jadi suatu instrumen dikatakan valid apabila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti.

Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan korelasi pearson (Product

Moment Pearson). Uji validitas ini perlu dilakukan guna mengetahui apakah alat

ukur yang telah disusun benar-benar mengukur apa yang perlu diukur. Uji validitas dimaksudkan sebagai ukuran seberapa cermat suatu uji melakukan fungsi sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Pengukuran ini digunakan karena penyusunan angket penelitian ini dilakukan dengan mendasarkan atas konstruksi teoritik masing-masing variabel penelitian. Kemudian dari variabel penelitian tersebut dicari indikatornya, selanjutnya dijabarkan pada setiap item dalam kuesioner.

Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas konstruk

(Construct Validity). Menurut Jack R. Fraenkel (dalam Siregar 2010:163)

validitas konstruk merupakan yang terluas cakupannya dibanding dengan validitas lainnya, karena melibatkan banyak prosedur termasuk validitas isi dan validitas kriteria. Uji Validitas digunakan rumus korelasi Product Moment sebagai berikut: (Arikunto, 1993 dalam Sambas dan Abdurahman, 2007:31)

 

  2 2 2 2) ( ) ( ) ( ) ( ) )( ( ) ( Y Y n X X n Y X XY n rxy ………. (1) Dimana: rxy = koefisien korelasi suatu butir/item

N = jumlah subyek X = skor suatu butir/item Y = skor total

Universitas

Pengujian validitas dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang dirancang dalam bentuk kuesioner benar-benar dapat menjalankan fungsinya. Seperti telah dijelaskan pada metodologi penelitian bahwa untuk menguji valid tidaknya suatu alat ukur digunakan pendekatan secara statistika, yaitu melalui nilai koefisien korelasi skor butir pernyataan dengan skor totalnya. Apabila koefisien korelasi butir pernyataan dengan skor total item lainnya > 0,30 maka pernyataan tersebut dinyatakan valid. Jika terdapat nilai korelasi hasilnya < 0,30 maka item pertanyaan tidak valid dan harus dibuang, kemudian diuji kembali validitas keseluruhannya. Jika seluruh pertanyaan sudah valid maka pengujian dilanjutkan dengan reliabilitas.

2) Reliabilitas

Setelah melakukan pengujian validitas butir pertanyaan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji reliabilitas untuk menguji kehandalan atau kepercayaan alat pengungkapan dari data. Reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Apabila suatu alat ukur telah dinyatakan valid maka selanjutnya reliabilitas alat ukur tersebut diuji. Reliabilitas adalah derajat ketepatan, ketelitian atau akurasi yang ditunjukkan oleh instrumen pengukuran. Suatu variabel dikatakan reliabel bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda (Sugiyono, 2012:121). Variabel disebut reliabel jika nilai korelasi > 0.7 dan jika nilai korelasi < 0.7. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk uji reliabilitas adalah Cronbach’s Alpha dengan rumus : (Arikunto, 1993 dalam Sambas dan Abdurahman, 2007:31)

Universitas

              

2 2 11 1 1 Vt b k k r ...(2) Dimana: r11 = reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

2

Dokumen terkait