BAB II Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota
2.4 Job Description
Kadis (Kepala dinas) pada dinas perizinan kota medan dalam kegiatan memiliki fungsi serta tanggung jawab mendukung Wali Kota dalam hal ini pelaksaan kerja pemerintahan dalam urusan aspek investasi ataupun penanaman modal serta PTSP.
Dalam menjalankan fungsi serta tanggung jawabnya, Kadis menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:
1. Perumusan kebijakan urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu.
2. Pelaksanaan kebijakan urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu
3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu.
4. Pelaksanaan administrasi dinas sesuai dengan lingkup tugasnya.
5. Pelaksanaan tugas pembantuan berdasarkan atas peraturan perundangundangan, dan
6. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Wali Kota terkait dengan tugas dan fungsinya.
Untuk melaksanakan tugas dan fungsi kepala dinas dibantu oleh :
1. Sekretaris, membawahkan:
a. Subbag umum;
b. Subbag pegawai; dan
c. Subbag pendapatan dan pengeluaran keuangan.
2. Bidang manajemen data, persiapan, serta peningkatan:
a. Divisi manajemen data serta data;
b. Divisi persiapan; serta
c. Divisi memberdayakan bisnis 3. Bidang periklanan :
a. Divisi peningkatan periklanan;
b. Divisi pengoperasian periklanan; serta c. Divisi fasilitas serta infrastruktur periklanan.
4. Bidang penanganan realisasi investasi, laporan kebijakan, serta pemberitahuan fasilitas:
a. Divisi pengontrolan serta membina realisasi investasi;
b. Divisi laporan serta fasilittas edukasi; dan
c. Divisi starttegi, deregulasi, konseling, serta jadwal:
5. Bidang jasa perizinan bisnis serta bukti jadwal:
a. Divisi jasa izin provokasi;
b. Divisi jasa izin bisnis; serta c. Divisi jasa bukti jawdal.
6. Bidang perizinan tata kota, perhubungan, serta pemukiman:
a. Divisi perizinan tata kota serta pengembangan;
b. Divisi perizinan perhubungan; serta c. Divisi perizinan pemukiman.
7. Bidang perizinan kesehatan, ketenagakerjaan serta perizinan yang lain:
15
a. Divisi perizinan tenaga medis;
b. Divisi perizinan fasilitas medis; serta c. Divisi kepegawaian dan lain.
8. Kelompok Teknisi.
9. UPT.
Kelompok jabatan fungsional dan pelaksana.
2. Sekretariat
Kepaniteraan (sekretariat) melambangkan pekerja di dinas tersebut yang diketuai seorang sekretaris, merupakan jabatan tertinggi kedua serta berkewajiban terhadap Kadis. Sekretariat memiliki tanggung jawab menjalankan setengah kerja Dinas lingkup kesekretariatan yang melingkupi manajemen umum, kepegawaian, finansial, serta penyusunan rencana dan akomodasi pengarahan pembuatan prosedur serta pengoperasian tugas.
Saat menjalankan kerjanya sekretariat menjalankan perannya, dengan sesuai rencana:
a. Pengaturan rencana serta aktivitas secretariat dan berlandaskan agenda Umum daerah, RENSTRA (Rencana Strategis) serta RENJA (Rencana Kerja) terlaksanannya searah dalam persiapan yang bedasarkan kaidah yang berlaku:
b. Implementasi pembentukan suatu kebijakan, SOP serta standart yang lain dalam membantu menyukseskan kegiatan serta kegiatan sekretaris dalam menjalanka kinerja semaksimal mungkin supaya terselenggarnya secara tepat waktu dan aman sesuai dengan peraturan yang berlaku;
c. Pengarahan dalam pembentukan rumusan kebijakan, agenda kegiatan dan urusan pada bagian sekretaris sesuai dengan kinerja yang berlaku pada dinas tersebut dan berdasarkan peraturan yang berlaku yang melandasi kegiatan tersebut;
d. Pemberian kegiatan, pembelajaran, masukkan, meberikan reward dan punishment kepada pegawai yang memberikan kinerja yang baik dalam ruang lingkup kesekretariatan berlandaskan peraturan yang berlaku untuk mensukseskan kegiatan dan tugas pegawai;
e. Penerapan jasa manajemen sekretariat dalam cakupan manajemen umum, finasial, penggarapan jadwal kegiatann yang melingkupi kepegawaian, kajian tenang hukum, peletakan berkas, penempatan dokumen, alat-alat, kebutuhan, serta hubungan sosial terhadap lembaga penyajian supaya pelayanan terarah dan terukur sesuai dengan waktu;
f. Menyelenggarakan survey kepada rakyat terhadap penyajian jasa yang telah diberikan lembaga bedasarkan aturan yang berlaku;
g. Pelaksanaan kebijakan lainnya bedasarkan peraturan perundang-undangan;
h. Pengontrolan, penilaian, serta evaluasi dalam lingkup kesekretariatan melingkupi bagian factor penerapan, faktor penerapan formulasi kebijakan, unsur menjalankan kegiatan, serta komponen yang lain bedasarkan aturan yang berlaku;
i. Pengajuan informasi data dari menjalankan perkerjaan buat jadi bahan tanggung jawab terhadap Kadis; serta
17
j. Menjalakan kerjanya yang lain yang telah diberi oleh Kadis dalam hal ini kewajibannnya serta kegunaanya.
Dalam menjalankan kewajibannya, Sekretaris membawahkan 3 Sub Bagian meliputi SubBab Umum, SubBab Kepegawaian dan SubBab pendapatan dan pengeluaran Keuangan.
3. Bidang Pengolahan Data, Perencanaan dan Pengembangan
Bidang Pengolahan Data, Perencanaan dan Pengembangan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang, dan Kepala Bidang dalam menjalankan tugas, wewenang serta tanggung jawabnya bertanggungjawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris.
Tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) dari Kepala Bidang Pengolahan Data, Perencanaan dan Pengembangan adalah sebagai berikut :
a. Mengkoordinasikan perencanaan program, kegiatan dan pelaksaan perencanaan program kegiatan bidang dengan mempedomani Rencana Umum Kota, Rencana Strategis (ReSentra) dan dan Rencana Kerja (RenJa) Dinas demi terlaksananya sinergitas perencanaan dan pengembangan bedasarkan peraturan dan perundang-undangan;
b. Melaksanakan penyusunan bahan-bahan kebijakan, menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan standar lainnya dalam ruang lingkup bidang untuk dengan tujuan demi terselenggaranya aktivitas dan tugas secara optimal dengan mempedomani ketentuan dan peraturan yang berlaku.
c. Menyediakan segala fasilitas, melaksanakan supervisi dan dalam penyatuan pelaksanaan tugas bidang meliputi perumusan kebijakan, menghimpun bahan informasi rencana program kegiatan, termasuk Standar Operasional Prosedur (SOP) dan standar lainnya di ruang lingkup Dinas untuk terselenggaranya tugas dan kegiatan yang mempedomani pertaturan dan perundang undangan;
d. Pendistribusian tugas kerja kepada bawahan secara jelas, melakukan pembimbingan, melakukan penilaian, memberikan penghargaan, penegakan dan pemrosesan kedisiplinan pegawai dengan memberikan (reward and punishment) di ruang lingkup bidang dengan mempedomani ketentuan serta peraturan yang berlaku untuk kelancaran tugas;
e. Melaksanakan dalam penyusunan konsep kebijakan, pedoman, dan petunjuk teknis mengenai pengolahan data dan sistem informasi perizinan;
f. Pengkoordinasian semua berkaitan dengan data yang sesuai dengan peraturan berlaku dan kebijakan yang berkaitan bukti dalam melaksanakan perizinan;
g. Pengoordinasian tujuan dan alur dalam melaksanakan membuat surat perizinan dengan mempedomani segala ketentuan dan aturan yang berlaku meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat untuk membuat surat perizinan;
h. Melakukan Penyusunan bahan petunjuk teknis dalam pengembangan penanaman modal yang bekerjasama dengan bidang terkait;
19
i. Melakukan penyusunan bahan pembuatan peta wilayah potensi investasi raung lingkup kota bedasarkan ketetuan dan aturan serta perundang-undangan;
j. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas untuk pembuktian atas tugas yang diselesaikan kepada Pihak lain; dan
k. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas terkait dengan tugas dan fungsinya.
Kepala Bidang Pengolahan data, Perencanaan dan Pengembangan dalam melaksanakan tugas dan fungsi membawahi 3 seksi sebagai berikut :
a. Seksi Pengolahan Data
b. Seksi Perencanaan, dan
c. Seksi Pemberdayaan Usaha.
4. Bidang Promosi Penanaman Modal
Bidang Promosi Penanaman Modal dipimpin oleh seorang kepala Bidang, dengan tugas pokok melaksanakan promosi penanaman modal, yang dalam melaksanakan tugas, wewenang dan tanggung jawabnya bertanggung jawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris.
Dalam melaksanakan tugas pokok Bidang Promosi Penanaman Modal menyelenggarakan fungsi dengan rincian sebagai berikut :
a. Merencanakan program kerja dan kegiatan Bidang dengan mempedomani Rencana Umum Kota, Rencana Strategis (RensTra) dan Rencana Kerja (RenJa) Dinas demi terlaksananya sinergitas perencanaan dengan
mempedomani dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
b. Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dan standar lainnya dalam ruang lingkup Bidang untuk terselenggaranya aktivitas dan tugas secara optimal dengan bedasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
c. Pendistribusian tugas yang jelas dan tepat, melakukan pembimbingan, penilaian, memberikan penghargaan dan melakukan penegakan atau pemrosesan kedisiplinan pegawai (reward and punishment) dalam raung lingkup bidang dengan mempedomani peraturan dan perundang undangan yang berlaku demi kelancaran tugas;
d. Melakukan Koordinasi dalam penyusunan petunjuk teknis dalam ruang lingkup promosi penanaman modal;
e. Melakukan Koordinasi dalam penyusunan bahan pengembangan promosi penanaman modal;
f. Malakukan dalam pelaksanaan penyususnan laporan kinerja program bidang promosi penanaman modal;
g. Melaksanakan penyususnan dan pengembangan kebijakan/strategi promosi penanaman modal lingkup kota;
h. Mejalankan perencanaan kegiatan promosi penanaman modal di dalam dan luar negeri;
i. Menjalankan kegiatan promosi penanaman modal di dalam dan luar negeri;
21
j. Melaksankan dan menjalankan penyelenggaran promosi penanaman modal ruang lingkup Kota;
k. Melakukan penyusunan bahan, menyediakan sarana dan prasarana promosi penanaman modal;
l. Melaksanakan dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban kepada atasan; dan
m. Melaksanakan fungsi dan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas terkait dengan tugas dan fungsinya.
Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal dalam melaksanakan tugas dan fungsi dibantu 3 (tiga) seksi yang merupakan bawahnya, yang terdiri dari
a. Seksi pengembangan promosi penanaman modal
b. Seksi pelakanaan promosi penanaman modal, dan
c. Seksi sarana dan prasarana penanaman modal.
5. Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan
Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan dipimpin oleh seorang kepala Bidang, dengan tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas dalam ruang lingkup Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan. Dan dalam melaksakan tugas, wewenang dan tanggung jawabnya Kepala Bidang bertanggung jawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris.
Untuk menjalankan tugas, pokok dan fungsinya (Tupoksi) sesuai dengan standarnya Bagian yang mengatur dalam investasi, laporan, prosedur, serta pelaporan bantuan dalam menyelenggarakan perannya terperinci sebagai berikut :
1. Melaksanakan perencanaan program kerja dan kegiatan Bidang dengan mempedomani Rencana Umum Kota, Rencana Strategis (RenSentra) dan Rencana Kerja (RenJa) Dinas demi terlaksananya sinergitas kinerja yang baik berdasarkan peraturan dan ketentuan yang berlaku.;
2. Menetapkan dan menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan standar lainnya dalam lingkup Bidang untuk terselenggaranya aktivitas dan tugas secara optimal dan berdasarkan peraturan dan Ketentuan yyang berlaku.;
3. Mendistribusikan tugas kepada bawahan, memberikan bimbingan dan arahan, memberikan penilaian, memberikan penghargaan dan menegakan serta memproses kedisplinan pegawai (reward and punishment) dalam raung lingkup Bidang dengan mempedomani segala peraturan dan ketentuan yang berlaku demi kelancaran tugas Bidang;
4. Menyusun dan melaksanakan petunjuk teknis dalam raung lingkup Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan;
5. Melaksanakan pengendalian kerja secara Administrasi dan tehnis, menghimpun dan menindak lanjuti pengaduan, menjalankan segala kebijakan dan menyampaikan pelaporan layanan penanaman modal;
23
6. Melakukan pemantauan terhadap realisasi penanaman modal berdasarkan sektor usaha dan wilayah;
7. Memberikan pembinaan, sosialisasi dan memfasilitasi dalam penyelesaian permasalahan penanaman modal;
8. Melaksanakan pengawasan kepatuhan dan menjalankan kewajiban dalam Bidang penanaman modal dalam kegiatan usaha dengan mempedomani segala ketentuan dan peraturan yang berlaku;
9. Melaksanakan penyusunan data, bahan dan informasi dalam penetapan pemberian fasilitas/insentif di bidang penanaman modal lingkup Kota dengan mempedomani segala kententuan dan peraturan yang berlaku;
10. Melaksanakan penyusunan dan menyampaikan laporan kinerja program Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan kepada atasan sesuai dengan kurun waktu yang ditentukan;
11. Melakukan pengendalian,evaluasi dan penilaian lingkup Bidang meliputi unsur pelaksanaan perencanaan, unsur pelaksanaan perumusan kebijakan, unsur pelaksanaan tugas, dan unsur-unsur lainnya dengan mempedomani dan berdasarkan peraturan perundang-undangan;
12. Penyampaian laporan hasil pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban kepada atasan; dan
13. Melaksanakan tugas dan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas terkait dengan tugas dan fungsinya;
Kepala Bidang Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan dalam melaksanakan tugas dan fungsi dibantu 3 (tiga) seksi yang merupakan bawahnya, yang terdiri dari
a. Seksi Pemantauan dan Pembinaan Pelaksanaan Penanaman Modal,
b. Seksi Pengaduan dan Informasi Layanan, dan
c. Seksi Kebijakan, Deregulasi, Penyuluhan, dan Peningkatan Layanan.
6. Bidang Pelayanan Perizinan Usaha dan Tanda Daftar
Pada bagian jasa atas Perizinan bisnis serta bukti jadi dan melambangkan kinerja terhadap instansi yang diketuai seorang Kabid, serta pada bidang ini memiliki pertanggungjawaban terhadap Kadis melalui perantar sekretariat.
1. Pada bagian yang memberikan layanan atas perizinan usaha serta bukti jadi memiliki tupoksi menjalankan setengah urusan dinas dalam ruang lingkup layanan perizinan dalam hal bisnis apapun
2. Untuk menjalankan tupoksinya dalam hal standart operasionalnya atas layanan izin mendirikan bisnis serta bukti jadi melaksanakan kinerjanya sesuai dengan arahan.
a. Pembuatan agenda kegiatan serta aktivitas divisi yang mana berlandaskan agenda kegiatan kerja, RENSTRA serta RENJA intansi supaya terealisasinya semua kegiatan tersebut sesuai dengan perarutan yang berlaku;
25
b. Pengesahan SOP beserta kinerja yang lain dalam cakupan divisi buat menjamin terselenggarannya kegiatan serta kinerjanya dapat semaksimal mungkin serta berlandaskan peraturan yang berlaku ; c. Pembagian kerja, edukasi, evaluasi, hadiah serta penegasan atau
pemeriksaan ketaantan karyawan untuk memberikan hadiah serta penghargaan apapun dalam cakupan divisi yang berlandaskan peraturan yang berlaku.;
d. Pengarahan pembentukan rancangan prosedur, landasan , serta arahan mengenai kerja atas layanan perizinan dalam ruang yang mencakup perizinan sebagimana standart kinerjanya diatur;
e. Pengarahan pemeriksaan atas manajemen serta arahan mengenai layanan dalam hal perizinan sebagimana standart kinerjanya diatur;
f. Pengarahan publikasi serta pembagian laporan perizinan yang mencakup perizinan sebagimana standart kinerjanya diatur
g. Menjalankan pengarahan pada sector layanan perizinan yang mencakup perizinan sebagimana standart kinerjanya diatur dalam perda yang berkaitan terhadap perizinan.
h. Menjalankan pengontrolan dalam layanan perizininan lingkup perizinan sebagimana standart kinerjanya diatur;
i. Pengontrolan, pengamatan, penilaian dalam divisi yang mencakup berbagai hal yang mencakup dalam menjalankan persiapan, menjalankan strategi, menjalankan kerja, serta hal yang lain yang mana
diarahin seorang sekretairat yang mana arahan ini berlandaskan peraturan yang berlaku;
j. Penyajian masukkan atas kinerja dalam menjalankan fungsinya untuk meberikan tanggung jawab terhadap atasan;
k. Menjalankan kegiatan lain dalam pemberian kerja oleh Kadis mengenai tupoksinya.
Dalam menjalankan tuposinya, bagian layanan atas perizinan bisnis serta tanda jadi membawahin 3 divisi yang mana mencakup divisi pelayanan izin masalah, divisi pelayanan izin bisnis, serta pelayanan atas tanda jadi.
7. Bidang Perizinan Tata Ruang, Perhubungan dan Lingkup Hidup
Pada bagian atas perizinan tata kota, transportasi, serta lingkungan hidup menjadikan berbagai komponen terhadap instansi yang diketuai oleh Kabid, yang mana juga dibawah serta tanggungjawab kerja terhadap Kadis dengan perantara sekretariat.
1. Bagian izin atas tata kota, transportasi, serta mencakup bagian kemasyaratan yang memiliki tupoksi menjalankan setengah dari kerja instansi lingkup izin atas tata kota serta pengembangan, tranportasi, bagian kemasyarakatan.
2. Pada saat menjalankan tuposinya sebagaimana dimaksud bagian atas izin tata kota, tranportasi, serta bagian kemasyarakatan menjalankan kinerjanya sebagai berikut:
a. Persiapan skedul serta pekerjaan bagian dalam hal menghayati persiapan umum kota, RENSTRA serta RENJA dinas terhadap
27
terlaksanakannya persiapan tersebut yang berlandaskan aturan perundangundangan;
b. Penerapan SOP serta sandart lain dalam ruang yang mencakup bagian supaya terselenggarannya kegiatan serta kinerja yang sangat maksimal serta berlandaskan aturan yang berlaku dalam berbagai hal seperti pembagian kerja, edukasi, evaluasi, hadiah serta penegakan untuk ketaatan karyawan dalam ruang lingkup dalam hal ini mencakup kepegawaiaan tentang kinerja karyawan yang berlandaskan peraturan yang berlaku.;
c. Pengarahan untuk mempublikasikan serta pembagian atas layanan perizinan tata beserta pengembangan, transportasi, layanan masyarakat;
d. Menjalankan arahan untuk pengoptimalan layanan atas tata kota serta pengembangan, transportasi, serta bagian kemasyarakatan;
e. Pemberian informasi atas kinerja yang telah dilaksanakan untuk tanggung jawab terhadap atasan ; serta
f. Dalam implementasinya yang berbeda mengenai tupoksinya yang telah diberikan oleh Kadis .
Dalam menjalankan tuposinya, bagian atas izin tata kota, trasnportasi, serta bagian kemasyarakatan membawahi 3 divisi dalam hal ini divisi tata kota serta pengembangan, divisi atas izin transportasi (perhubungan), serta divisi layanan izin bagian kemasyarakatan.
8. Bidang Perizinan Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Perizinan Lainnya
Pada bagian atas izin kesehatan, kepegawaian, serta izin atas yang lain dalam hal ini merupakan bagian instansi yang diketui seorang Kabid, dan juga dikepalai sera bertanggung jawab terhadap Kadis melalui perantara sekretariat.
1. Bagian atas izin medis, kepegawaian, serta izin atas yang lain memiliki tupoksi dalam menjalankan setengah kegiatan dari instansi dalam lingkup izin medis, kepegawaian, serta berbagai macam surat izin.
2. Untuk menjalankan tupoksiya sebagaimana dimaksud bagian izin medis, Kepegawaian, serta berbagai macam izin lain melakukan kinerjanya sesuai uraian sebagai beriku:
a. Pembuatan agenda kegiatan serta aktivitas divisi yang mana berlandaskan agenda kegiatan kerja, RENSTRA serta RENJA intansi supaya terealisasinya semua kegiatan tersebut sesuai dengan perarutan yang berlaku;
b. Pengesahan SOP dan standart lain yang mencakup dalam bagian supaya terselenggarannya kegiatan serta fungsi secara maksimal beserta didasarin dengan kaidah peraturan yang berlaku;
c. Pembagian kerja, edukasi, evaluasi, hadiah serta penegasan atau pemeriksaan ketaantan karyawan untuk memberikan hadiah serta penghargaan apapun dalam cakupan divisi yang berlandaskan peraturan yang berlaku.;
d. Menjalan kontrol atas layanan izin tenaga kesehatan, pelayanan medis, serta layanan izin atas tenaga kerja serta bagian yang mencakup dalam dunia medis ;
29
e. Pengontrolan, pengawasan, pertimbangan, serta evaluasi yang mencakup berbagai macam bagian seperti implementasi penjadwalan, implementasi aturan yang berlaku, implementasi fungsi, serta berbagai macam praktik sebagaimana di koordinasikan dari sekretariat bedasarkan aturan yang berlaku;
f. Pemberian informasi atas kinerja yang telah dilaksanakan untuk tanggung jawab terhadap atasan ; serta
g. Dalam implementasinya yang berbeda mengenai tupoksinya yang telah diberikan oleh Kadis
Saat menjalankan tuposinya, pada bagian medis, kepegawaian, serta bagian lainnya yang berkaitan dengan kesehatan membawahi 3 divisi yang mana terdiri dari divisi izin petugas medis, divisi izin jasa medis, serta divisi kepegawaian medis yang lain.
9. UPT (Unite Pelaksanaan Teknis)
Dalam pembentukannya sudah memiliki tupoksi kinerjanya sesuai dengan peraturann yang telah ditetapkan.
10. JaFung ( Jabatan Fungsional) dan Pelaksana
JaFung dan Pelaksana memiliki pekerjaan dalam hal ini
menjalankan pekerjaan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang dibutuhkan.
1. JaFung dan Pelaksana sebagaimana yang terdapat dalam perundang-udangan, terdapat dari anggota kerja dan pelaksana yang mana telah diatur dalam peraturann .
2. Pada dinas perizinan dapat ditempatkan pada jabatan tersebut sesuai dengan kebutuhan dalam bidang itu serta tepat menurut peraturan yang berlaku pada dinas perizinan.
3. JaFung (jabatan fungsional) serta pelaksanaan memiliki kerja menjalankan tugas dinas sesuai dengan kebutuhan dan keterampilan pada masing masing biidang yang membutuhkan.
4. Kinerja kelompok diketuai oleh anggota senior yang telah dipercayain amanat sesuai dengan fungsinya.
11. Kelompok Teknis
dapat membentuk Tim Teknis Pelayanan sesuai dengan kebutuhan.
Teknis Pelayanan sebagaimana dimaksud beranggotakan tenaga teknis internal Dinas yang telah ditetapkan dengan Keputusan yang telah diambil oleh seorang Kadis ( kepala dinas) pada dinas perizinan. Berikut peran masing teknis sesuai bagiannya.
1. Teknis Pelayanan sebagaimana yang telah disinggung memiliki hak untuk memberikan rekomendasi perizinan dan nonperizinan sesuai dengan haknya.
2. Dalam melaksanakan kewenangannya Tim Teknis Pelayanan Satu Pintu mempunyai tugas:
a. Meneliti permohonan izin;
b. Mengadakan rapat pembahasan permohonan izin;
c. Melaksanakan peninjauan lokasi/lapangan terhadap permohonan izin apabila diperlukan;
31
d. Melaksanakan proses perizinan, perhitungan retribusi, dan persiapan konsep surat keputusan perizinan dan;
e. Memberikan saran-saran atau pertimbangan-pertimbangan kepada Kepala Bagian perihal kegiaatan – kegaiatan dalam hal ini yang harus dikaji dalam menjalankan pelaksanaan kegiatan tupoksinya melalui bagian seksi yg memonitor dalam hal ini kepala seksi;
f. Penyampaian laporan hasil pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban kepada atasan; dan
g. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas terkait dengan tugas dan fungsinya.