Saldo per 31 Desember 2015 Rp 93.459.968.725 Tabel 42
per 31 Desember 2015 adalah sebesar US$.1,697,085.86
Pemberlakuan Aplikasi SAIBA (Sistem Aplikasi Akuntansi Instansi Basis Akrual)
F.5. PEMBERLAKUAN APLIKASI SAIBA (SISTEM AKUNTANSI INSTANSI BERBASIS AKRUAL)
Berdasarkan Surat Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Nomor S-6496/PB/2014 tanggal 6 Oktober 2014 perihal Penggunaan Aplikasi Sistem Akuntansi Instansi Basis Akrual (SAIBA) untuk Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga Berbasis Akrual pada tahun 2015, maka dalam rangka persiapan penerapan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) basis akrual secara penuh, Kementerian Keuangan (Kemkeu) terus mengembangkan Aplikasi SAIBA yang diperuntukkan bagi seluruh K/L agar dapat diterapkan pada Laporan Keuangan tahun 2015.
Kemkeu dalam upaya pengembangan dan perbaikan aplikasi SAIBA tersebut, telah menetapkan beberapa K/L sebagai Pilot Project atas pengunaan aplikasi dimaksud, termasuk diantaranya adalah Kementerian Luar Negeri.
Sehubungan dengan hal tersebut, Kemkeu dan Kemlu telah melaksanakan serangkaian uji coba dan pembahasan atas penggunaan aplikasi SAIBA dalam penyusunan Laporan Keuangan Basis Akrual, diantaranya adalah:
1)
Sumber Daya ManusiaProses penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan Kementerian Luar Negeri telah dilakukan dalam tiga kelompok utama, yaitu:
a)
Penyiapan SDM Tingkat Kementeriani)
Pelatihan Awal SAP Berbasis Akrual (SAIBA), tanggal 24 – 28 Agustus 2014 di Kementerian Keuangan.ii)
Pelatihan Intenal SAP Berbasis Akrual (SAIBA) di Lingkungan Biro Keuangan, Kemlu, tanggal 25 – 27 September 2014.iii)
Pelatihan Master Trainer SAP Berbasis Akrual (SAIBA) dilingkungan Kemlu, pada tanggal 02-22 November 2014 di Pusdiklat Kementerian Keuangan.
b)
Penyiapan SDM Tingkat Satker Pusati)
Pelatihan Intenal SAP Berbasis Akrual (SAIBA) di Lingkungan Satker Pusat Tahap I, tanggal 09 – 11 Oktober 2014.ii)
Pelatihan Intenal SAP Berbasis Akrual (SAIBA) di Lingkungan Satker Pusat Tahap II, tanggal 25 - 27 November 2014.c)
Penyiapan SDM Tingkat Satker Perwakilan RIi)
Sosialisasi SAP Berbasis Akrual (SAIBA) di Lingkungan Satker Perwakilan RI, pada Januari 2015, yang menggunakan fasilitas video conference.ii)
Bimbingan Teknis SAP Berbasis Akrual (SAIBA) bagi Satker Perwakilan RI pada sepuluh kawasan di luar negeri (Kawasan Asia Selatan+ASEAN, Kaw. Asia Timur+ASEAN, Kaw. Asia Pasifik, Kaw. Afrika, Kaw. Timur Tengah, Kaw. Amerika Utara, Kaw. Amerika Selatan, Kaw. Eropa Barat, Kaw. Eropa Tengah dan Kaw. Eropa Timur) yang dilaksanakan secara bertahap dari tanggal 25 Oktober – 30 November 2015.2)
Sarana dan PrasaranaProses penyiapan sarana dan prasarana di lingkungan Kementerian Luar Negeri telah dilakukan dalam dua aspek utama yaitu, yaitu:
a)
Penyiapan Hardware (Perangkat Keras)Secara umum, kesiapan hardware untuk SAP Berbasis Akrual dan SAIBA di lingkungan Kementerian Luar Negeri sejalan dengan upaya implementasi Master Plan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kemlu yang telah dicanangkan sejak tahun 2011. b). Penyiapan Software (Perangkat Lunak)
Proses persiapan software lebih difokuskan kepada ujicoba serta kompatibilitas aplikasi SAIBA yang dikeluarkan oleh Kemkeu:
i)
Pilot Project (uji coba) Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Akrual Semester I TA 2014 dengan aplikasi SAIBA, tanggal 13 – 16 November 2014 di Jakarta. Uji coba dilakukan pada 2 (dua) Satker yaitu Sekretariat Jenderal (Setjen) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin.ii)
Pembahasan Akun-akun Neraca (akun-akun Akrual) pada Aplikasi SAIBA pada Satker Perwakilan RI di Luar Negeri, pada bulan Mei 2015.iii)
Penyusunan pedoman manual jurnal aplikasi SAIBA untuk Satker Perwakilan RI, yang dilakukan secara kontinu dari bulan Agustus – Oktober 2015 antara Kemlu dan Kemkeu.77
-3)
Helpdesk SAP Berbasis AkrualSecara informal Bagian Perhitungan Anggaran, Biro Keuangan, Sekretariat Jenderal, Kementerian Luar Negeri telah menjadi satuan Helpdesk atas SAP Berbasis Akrual. Ini mengingat belum adanya pembentukan atau penunjukan secara formal bagi pelaksanaan tugas dan fungsi dari helpdesk dimaksud.
4) Inventarisasi PNBP
Proses inventarisasi PNBP di lingkungan Kementerian Luar Negeri telah dilaksanakan dalam beberapa tahapan yaitu:
a). Rapat Pembahasan Penyusunan Petunjuk Teknis Akuntansi Penerimaan Negara Bukan Pajak Kementerian Luar Negeri (Juknis PNBP Kemlu), tanggal 20 - 21 Agustus 2015.
b). Penyelesaian Draft Petunjuk Teknis Akuntansi Penerimaan Negara Bukan Pajak Kementerian Luar Negeri (Juknis PNBP Kemlu), tanggal 28 - 30 September 2015.
Dari berbagai persiapan tersebut, dapat diidentifikasi dan diusulkan beberapa perbaikan yang harus dilakukan pada aplikasi SAIBA agar proses penyusunan LK basis akrual di lingkungan Kementerian Luar Negeri dapat menghasilkan laporan yang akurat dan akuntabel, sebagaimana yang terlampir dalam surat nomor 12350/KU/06/2015/20 tanggal 17 Juni 2015 perihal Permintaan Fasilitasi Transaksi Satker Kementerian Luar Negeri pada Aplikasi SAIBA.
Namun demikian, sampai dengan Laporan Keuangan Kemlu Per 31 Desember TA 2015 Audited ini disusun, aplikasi SAIBA 2.8, SIMAK BMN 514 dan Persediaan 513 tersebut masih belum dapat diterapkan secara sempurna karena pada saat dilakukan penggabungan data dari aplikasi SIMAK BMN ke aplikasi SAIBA, masih terjadi selisih angka.
Penyajian Belanja Akrual Periode TA 2015
F.6. PENYAJIAN BELANJA AKRUAL PERIODE TA 2015
Belanja Akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dari peristiwa lainnya pada saat hak dan atau kewajiban timbul. Nilai Belanja Akrual yang disajikan dalam sisi kewajiban di Neraca sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP).
Nilai Belanja Akrual Kementerian Luar Negeri yang disajikan dalam Laporan Keuangan Kementerian Luar Negeri Tahun Anggaran 2015 telah disesuaikan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 270/PMK.05/2014 Tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual Pada Pemerintah Pusat.
Berdasarkan PMK tersebut, maka penyajian/penyesuaian akun akrual di Periode Tahun 2015 akan mencakup akun-akun:
1. Pendapatan Diterima Di Muka
2. Pendapatan yang Masih Harus Diterima
3. Beban Dibayar di Muka
4. Beban Yang masih Harus Dibayar 5. Penyisihan Piutang Tak Tertagih
6. Penyusutan 7. Persediaan
8. Kas Di Bendahara Penerimaan
9. Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran
10. Koreksi Antar Beban
11. Reklasifikasi Aset
Namun demikian, mengingat urgensinya maka Kementerian Luar Negeri juga melakukan penyajian/penyesuaian akun akrual pada akun Kas Besi Satker Perwakilan RI di Luar Negeri.
Beban Pusat Persekot Resmi Kementerian Luar Negeri
F.7. BPPR (BEBAN PUSAT PERSEKOT RESMI) KEMENTERIAN LUAR NEGERI
Beban Pusat Persekot Resmi adalah pinjaman resmi kepada Home Staff yang anggarannya berasal dari DIPA Sekretariat Jenderal Pusat.
BPPR diberikan kepada pejabat-pejabat Home Staff yang ditempatkan pada Perwakilan RI di Luar Negeri atau dipindahkan dari suatu Perwakilan RI ke Perwakilan RI lain di luar negeri. Pemberian pinjaman tersebut dimaksudkan untuk memberi kelayakan hidup pada Home Staff di masa awal penempatan di luar negeri yang dapat digunakan untuk membeli keperluan dalam rangka membantu penyesuaian diri dengan tempat baru di Perwakilan.
Pinjaman BPPR tersebut diatur dalam SK Menlu No. SP/4/PLN/66 tanggal 23 Februari 1966 tentang Pemberian Uang Muka Tunjangan Luar Negeri Kepada Pejabat Yang Ditempatkan di Luar Negeri sebagaimana juga diatur dalam Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor: 2/PB/2013 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di Perwakilan RI di Luar Negeri, SK Menlu No. SP/6/PLN/66 tanggal 28 Februari 1966 tentang Pemberian Uang Muka Atas Sewa Rumah Atau Uang Jaminan Sewa Rumah, dan SK Menlu No. KU/SK.026 A/III/92/02 tanggal 31 Maret 1992 tentang Perubahan Jumlah Uang Persekot Pembelian Mobil Pribadi. Tata cara pengembalian BPPR dimulai 2 (dua) bulan setelah BPPR diberikan dan dicicil 20 kali sesuai dengan jenis persekot resmi.
Beban Pusat Perjalanan Dinas Kementerian Luar Negeri
F.8. BEBAN PUSAT PERJALANAN DINAS (BPJ) KEMENTERIAN LUAR NEGERI
Beban Pusat Perjalanan Dinas adalah biaya resmi yang diberikan kepada Home Staff Kementerian Luar Negeri yang anggarannya berasal dari DIPA Sekretariat Jenderal Pusat dalam rangka proses perjalanan mutasi/pindah, terutama biaya terkait tiket dan 2 bulan penampungan hotel (akomodasi). Dalam pelaksanaan proses mutasi, biaya perjalanan kepulangan atau kepindahan antar perwakilan (cross posting) Home Staff dibebankan terlebih dahulu kepada Satker Perwakilan, untuk kemudian dimintakan penggantian ke Pusat. Hal ini diinformasikan ke Perwakilan melalui Berita Sekjen Kemlu No.R-04366/KEMLU/120604 tanggal 4 Juni 2012 bahwa pembayaran lumpsum tiket mutasi one way untuk mutasi penarikan
79
-pegawai dibayarkan di Perwakilan sebagai BPJ dan dapat dimintakan penggantiannya ke Pusat merujuk Peraturan Menteri Keuangan No.97/PMK.05/2010.
Mekanisme Pencairan Anggaran Kementerian Luar Negeri
F.9. MEKANISME PENCAIRAN ANGGARAN KEMENTERIAN LUAR NEGERI
Proses pencairan Uang Persediaan (UP) perdana untuk Satker Perwakilan dimulai dengan pengajuan SPM-UP Perwakilan oleh Sekretariat Jenderal c.q. Biro Keuangan ke KPPN. KPPN menyetujuinya dengan menerbitkan SP2D, untuk kemudian UP dikirim sesuai SP2D yang terbit. Adapun Satker Pusat mengajukan SPM-UP perdana dan dilakukan langsung ke KPPN untuk mendapatkan persetujuan dan penerimaan UP perdana.
Dalam penggunaan Uang Persediaan sebagai Belanja, Perwakilan mempunyai kewajiban setiap bulan untuk membuat SPP dan SPTB sebagai pertanggungjawaban UP dan dikirim ke Biro Keuangan. SPTB ditandatangani oleh KPA, PPK dan BPKRT. Setelah SPP dan SPTB mencapai nilai revolving, Biro Keuangan mengajukan SPM atas dasar SPP yang dibuat Perwakilan ke KPPN untuk mendapatkan penggantian UP. KPPN akan menerbitkan SP2D dan pencairan UP revolving dilakukan oleh Biro Keuangan. Biro Keuangan kemudian mengirimkan UP revolving ke Perwakilan.Satker Pusat melakukan pertanggungjawaban atas SPP dan SPM yang telah terserap 75 persen atau lebih setiap triwulan pada tahun berjalan. Dari SPP dan SPM yang diajukan tersebut, KPPN akan mengirimkan penggantian UP sesuai dengan anggaran yang telah terserap.
Setiap bulan pada tahun anggaran berjalan, Satker Pusat secara mandiri melakukan rekonsiliasi serapan Anggaran Belanja dengan Kementerian Keuangan c.q. KPPN untuk menghitung realisasi Belanja yang telah dipertanggungjawabkan. Adapun Satker Perwakilan RI di Luar Negeri sampai saat ini masih diwakilkan oleh Biro Keuangan untuk melakukan rekonsiliasi serapan Anggaran Belanja dengan KPPN. Mekanisme Pencairan Anggaran Kementerian Luar Negeri digambarkan di bawah ini:Status Tanah Kementerian Luar Negeri di Cijantung dan Cibubur
F.10.