BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
2. Deskriftif Variabel
Deskriftif persentase hasil penelitian setiap variable dengan tanggapan responden adalah sebagai berikut:
Sangat Tidak Setuju (STS) : Nilai 1 Tidak Setuju (TS) : Nilai 2 Netral (N) : Nilai 3 Setuju (S) : Nilai 4 Sangat Setuju (SS) : Nilai 5
a. Gaya Kepemimpinan Demokratis Sebagai Variable X1
Gaya kepemimpinan demokratis menempatkan manusia sebagai faktor terpenting dalam kepemimpinannya dan mengutamakan orientasi hubungan dengan anggota organisasinya. Tanggapan dari pegawai PT. Indosat, Tbk. Divisi Regional Wilayah Barat Medan dari gaya kepemimpinan demokratis sebagai variabel X1 adalah sebagai berikut:
Tabel 4.2
Komposisi pernyataan Responden Terhadap Gaya Kepemimpinan Demokratis (X1) Item Pernyataan Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju
Netral Setuju Sangat Setuju Total F (Responden/ orang) Total % F % F % F % F % F % 1 0 0 1 2 3 7 14 32 26 59 44 100 2 0 0 0 0 1 2 19 43 24 55 44 100 3 0 0 0 0 1 2 17 38 26 60 44 100
Sumber: Hasil Penelitian (diolah), 2008.
Berdasarkan Tabel 4.2 dapat dilihat bahwa:
1. Pernyataan pimpinan yang senang menerima saran, pendapat, dan kritikan-kritikan dari bawahannya, menyatakan sangat tidak setuju tidak ada, 2 % responden menyatakan tidak setuju, 7 % responden menyatakan netral, 32 % responden menyatakan setuju, 59 % responden menyatakan sangat setuju.
2. Pernyataan pimpinan yang selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi, menyatakan sangat tidak setuju dan tidak setuju tidak ada, 2 % responden menyatakan netral, 43 % responden menyatakan setuju, 55 % responden menyatakan sangat setuju.
3. Pernyataan pimpinan yang lebih mengutamakan kerjasama dalam usaha mencapai tujuan, menyatakan sangat tidak setuju dan tidak setuju tidak ada, 2 % responden menyatakan netral, 38 % responden menyatakan setuju, 60 % responden menyatakan sangat setuju.
b. Gaya Kepemimpinan Otoriter Sebagai Variabel X2
Gaya kepemimpinan ini menghimpun sejumlah perilaku atau gaya kepemimpinan yang bersifat terpusat kepada pemimpin (sentaralistik) sebagai satu-satunya penentu, penguasa, dan pengendali anggota organisasi dan kegiatannya dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. Tanggapan dari pegawai PT. Indosat, Tbk. Divisi Regional Wilayah Barat Medan dari gaya kepemimpinan otoriter sebagai variabel X2 adalah sebagai berikut:
Tabel 4.3
Komposisi Pernyataan Responden Terhadap Gaya Kepemimpinan Otoriter (X2) Item Pernyataan Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju
Netral Setuju Sangat Setuju Total F (Responden/ orang) Total % F % F % F % F % F % 4 18 41 17 39 4 9 4 9 1 2 44 100 5 19 44 16 36 7 16 2 4 0 0 44 100 6 24 54 17 39 3 7 0 0 0 0 44 100
Sumber: Hasil Penelitian (diolah), 2008.
Berdasarkan Tabel 4.3 dapat dilihat bahwa:
1. Pernyataan pimpinan yang mengidentifikasi tujuan pribadi dengan tujuan organisasi menyatakan sangat tidak setuju 41 % orang, 39 % responden menyatakan tidak setuju, 9 % responden menyatakan netral, 9 % responden menyatakan setuju, 2 % responden menyatakan sangat setuju.
2. Pernyataan pimpinan yang terlalu bergantung pada kekuasaan formalnya menyatakan sangat tidak setuju 44 % orang, 36 % responden menyatakan tidak setuju, 16 % responden menyatakan netral, 4 % responden menyatakan setuju, responden menyatakan sangat setuju tidak ada.
3. Penyataan pimpinan yang dalam tindakannya menggunakan pendekatan yang menganut unsur paksaan dan hukuman menyatakan sangat tidak setuju 54 % orang,
39 % responden menyatakan tidak setuju, 7 % responden menyatakan netral, responden menyatakan setuju dan menyatakan sangat setuju tidak ada.
c. Gaya Kepemimpinan Laissez Faire Sebagai Variabel X3
Gaya kepemimpinan ini pada dasarnya berpandangan bahwa anggota organisasinya mampu mandiri dalam membuat keputusan atau mampu mengurus diri masing-masing, dengan sedikit pengarahan atau pemberian petunjuk dalam merealisasikan tugas pokok masing-masing sebagai bagian dari tugas pokok perusahaan. Tanggapan dari pegawai PT. Indosat, Tbk. Divisi Regional Wilayah Barat Medan dari Gaya Kepemimpinan Laissez Faire sebagai variabel X3 adalah sebagai
berikut:
Tabel 4.4
Komposisi Pernyataan Responden Terhadap Gaya Kepemimpinan Laissez Faire (X3) Item Pernyataan Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju
Netral Setuju Sangat Setuju Total F (Responden/ orang) Total % F % F % F % F % F % 7 22 50 17 39 3 7 1 2 1 2 44 100 8 2 4 1 2 6 13 19 44 16 37 44 100 9 2 4 13 30 19 44 9 20 1 2 44 100
Sumber: Hasil Penelitian (diolah), 2008.
Berdasarkan Tabel 4.4 dapat dilihat bahwa:
1. Pernyataan pimpinan yang membiarkan kelompoknya berbuat semau sendiri menyatakan sangat tidak setuju 50 % orang, 39 % responden menyatakan tidak setuju, 7 % responden menyatakan netral, 2 % responden menyatakan setuju, 2 % responden menyatakan sangat setuju.
2. Pernyataan pimpinan yang berpartisipasi dalam kegiatan kelompok menyatakan sangat tidak setuju 4 % orang, 2 % responden menyatakan tidak setuju, 13 %
responden menyatakan netral, 44 % responden menyatakan setuju, 37 % responden menyatakan sangat setuju.
3. Pernyataan pimpinan yang semua pekerjaan dan tanggungjawab harus dilakukan oleh bawahannya menyatakan sangat tidak setuju 4 % orang, 30 % responden menyatakan tidak setuju, 44 % responden menyatakan netral, 20 % responden menyatakan setuju, 2 % responden menyatakan sangat setuju.
d. Motivasi Kerja Pegawai Sebagai Variabel Y
Motivasi kerja pegawai adalah faktor yang mendorong pegawai melakukan pekerjaannya dengan baik dan melakukan perbuatan-perbuatan yang membuat dirinya menjadi aktif dinamis dapat dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri maupun dari luar diri karyawan tersebut.
Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja pegawai tersebut adalah:
1. Keberhasilan pelaksanaan : Agar seorang bawahan dapat berhasil dalam pelaksanaan pekerjaannya, maka pemimpin harus mempelajari bawahannya dan pekerjaannnya dengan memberikan kesempatan kepadanya agar bawahan dapat berusaha mencapai hasil. Kesempatan tersebut harus sedemikian rupa sehingga orang-orang berkembang sendiri. Selanjutnya agar pemimpin memberi semangat pada para bawahannya sehingga bawahan mau berusaha mengerjakan sesuatu yang dirasa bawahan tidak dapat dikuasainya. Bila bawahan telah berhasil mengerjakan pekerjaannnya, pemimpin harus menyatakan keberhasilan itu.
2. Pengakuan : Sebagai lanjutan dari keberhasilan pelaksanaan pemimpin harus memberi pernyataan pengakuan akan keberhasilan tersebut, pengakuan terhadap keberhasilan bawahan dapat dilakukan dengan langsung menyatakan keberhasilan di
tempat pekerjaannya misalnya dengan memberi surat penghargaan, memberi hadiah berupa uang tunai, memberi medali, memberi kenaikan gaji dan promosi.
3. Tanggung jawab : Memberikan bawahan bekerja sendiri sepanjang pekerjaan itu memungkinkan dan menerapakan prinsip partisipasi.
4. Pengembangan pegawai : Pemimpin dapat memulai dengan melatih bawahannya untuk pekerjaan yang lebih bertanggung jawab. Bila ini sudah dilakukan selanjutnya pemimpin memberi rekomendasi tentang bawahan yang siap untuk pengembangan, untuk menaikkan pangkatnya atau dikirim mengikuti pendidikan atau latihan lanjutan.
Tanggapan dari pegawai PT. Indosat, Tbk. Divisi Regional Wilayah Barat Medan dari Motivasi Kerja Pegawai sebagai variabel Y adalah sebagai berikut:
Tabel 4.5
Komposisi Pernyataan Responden Terhadap Motivasi Kerja Pegawai (Y)
Item Pernyataan Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju
Netral Setuju Sangat Setuju Total F (Responden/ orang) Total % F % F % F % F % F % 1 1 2 1 2 3 7 19 44 20 45 44 100 2 0 0 0 0 2 4 19 44 23 52 44 100 3 0 0 0 0 1 2 12 28 31 70 44 100 4 0 0 1 2 3 7 14 32 26 59 44 100 5 0 0 0 0 2 4 15 35 27 61 44 100 6 0 0 1 2 1 2 22 50 20 46 44 100 7 0 0 0 0 1 2 13 29 30 69 44 100 8 0 0 1 2 4 10 19 44 20 46 44 100
Sumber: Hasil Penelitian (diolah), 2008.
Berdasarkan Tabel 4.5 dapat dilihat bahwa:
1. Pemberian keterangan atau penjelasan dari pimpinan kepada bawahan tentang pelaksanaan tugas dan pekerjaan menciptakan iklim kerja yang baik, itu meningkatkan motivasi saya dalam bekerja. Responden yang menyatakan sangat tidak setuju 2 %, responden yang menyatakan tidak setuju 2 %, responden yang
menyatakan netral 7 %, responden yang menyatakan setuju 44 %, dan responden yang menyatakan sangat setuju 45 %.
2. Pemeriksaan yang dilakukan oleh pimpinan terhadap persiapan rencana kerja seluruh pegawai meningkatkan peran serta saya dalam menyusun rencana kerja dan itu memotivasi saya untuk bekerja lebih baik. Responden yang menyatakan sangat tidak setuju dan tidak setuju tidak ada, responden yang menyatakan netral 4 %, responden yang menyatakan setuju 44 %, dan responden yang menyatakan sangat setuju 52 %.
3. Dengan adanya pemberian bonus, uang tunai, dan penghargaan dari pimpinan kepada bawahan yang berprestasi, memotivasi saya untuk bekerja lebih baik dimasa yang datang. Responden yang menyatakan sangat tidak setuju tidak setuju tidak ada, responden yang menyatakan netral 2 %, responden yang menyatakan setuju 28 %, dan responden yang menyatakan sangat setuju 70 %.
4. Dengan adanya pujian dari pimpinan kepada pegawai yang berprestasi, memotivasi saya untuk bekerja lebih baik dimasa yang datang. Responden yang menyatakan sangat tidak setuju tidak ada, responden yang menyatakan tidak setuju 2 %, responden yang menyatakan netral 7 %, responden yang menyatakan setuju 32 %, dan responden yang menyatakan sangat setuju 59 %.
5. Kesungguhan pimpinan dalam melakukan komunikasi dengan pegawai, menambah semangat dan motivasi saya dalam menyelesaikan setiap pekerjaan. Responden yang menyatakan sangat tidak setuju dan tidak setuju tidak ada, responden yang menyatakan netral 4 %, responden yang menyatakan setuju 35 %, dan responden yang menyatakan sangat setuju 61 %.
6. Aturan-aturan dan prosedur kerja secara rinci yang dibuat pimpinan memotivasi saya menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik. Responden yang menyatakan sangat tidak setuju tidak ada, responden yang menyatakan tidak setuju 2 %, responden yang menyatakan netral 2 %, responden yang menyatakan setuju 50 %, dan responden yang menyatakan sangat setuju 46 %.
7. Dengan menaikkan pangkat atau dikirim mengikuti pendidikan dan latihan lanjutan oleh pimpinan kepada pegawai yang berprestasi memotivasi saya untuk bekerja lebih baik. Responden yang menyatakan sangat tidak setuju dan tidak setuju tidak ada, responden yang menyatakan netral 2 %, responden yang menyatakan setuju 29 %, dan responden yang menyatakan sangat setuju 69 %.
8. Dengan dilaksanakannya rapat rutin oleh pimpinan untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan masalah tugas pegawai, meningkatka kemauan saya dalam bekerja. Responden yang menyatakan sangat tidak setuju tidak ada, responden yang menyatakan tidak setuju 2 %, responden yang menyatakan netral 10 %, responden yang menyatakan setuju 44 %, dan responden yang menyatakan sangat setuju 46 %.
B. ANALISIS STATISTIK