H. Deskripsi Analisis Data
I. Deskripitif Hasil Penelitian
Berdasarkan analisa dari data hasil penelitian, dengan langkah mencari data, menganalisa data kemudian menginterpreasikan, mengenai Komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu, bagaimana perkembangan suku dayak losarang jika dilihat dari fertilitas keturunan asli kepala Suku Dayak. Maka diperoleh hasil penelitian sebagai berikut :
1. Ketua dan pengikut Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu tidak memiliki kesadaran untuk belajar dan mementingkan pendidikan formal, mereka hanya berprinsip kepada ajaran sejarah alam.
Nama Cucu
Jenis
Kelamin Tanggal Lahir Pendidikan L P
Nyi Dewi Arang 23 Juli 1996 SMA
Mustika Ratu Belum Sekolah
Sri Penganten 24 Mei 1998 SMA
Gumilang Sari Belum Sekolah
Dewi Sabda Pengasih 24 Febuari 2006 SD
Sri Dewi Oktaviani Belum Sekolah
Lintang SMP
Vina Belum Sekolah
Dewi Rohani SMP
Ayu S SMP
Putri Ayu Belum Sekolah
2. Data fertilitas keturunan asli yang hidup dari keluarga kepala suku dayak dari pertumbuhan jumlah cukup pesat dan mayoritas berjenis kelamin perempuan.
3. Cucu dari kepala suku dayak bersekolah dan mengaji di Dai An – Nur dan bergaul seperti masyarakat biasa
4. Dalam perkembangannya Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu yang dilihat dari data fertilitas mengalami perbaikan mutu atau kualitas anak, dari tingkat pendidikan,pekerjaan dan pengamatan akan pandangan hidup yang sudah modern dan mengikuti perkembangan zaman
5. Ajaran pada komunitas ini adalah Ngajirasa, ajaran yang diakui sebagai jalan menuju pemurnian diri, mendidik setiap pengikutnya untuk
mengendalikan diri dari “Tiga TA” (harta, tahta dan wanita). Bagi
komunitas ini, anggota yang telah menikah kemudian suami harus sepenuhnya mengabdikan diri pada keluarga.
6. Dinas Pendidikan kabupaten Indramayu memandang kelompok masyarakat komunitas Suku Dayak Losarang dalam aktifitas kehidupannya sangat berlawanan dengan program pemerintah, khususnya program wajib belajar 9 tahun termasuk sedang mempersiapkan program wajib belajar 12 tahun. Maka komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu tidak menganjurkan dan mementingkan pendidikan sikap kelompok aliran kepercayaan yang dipimpin oleh sdr Takmad yang tidak mengharuskan anaknya bersekolah dengan alasan banyak orang pintar tapi tidak benar.
7. Dinas Pemuda, Olah Raga, Budaya dan Pariwisata kabupaten Indramayu memandang kelompok masyarakat Komunitas Suku Dayak Losarang dalam aktifitas kehidupannya ternyata sangat berlawanan dengan kebudayaan asli Indramayu
8. Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan kabupaten Indramayu memandang Komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu adalah komunitas yang tidak sejalan dengan visi dan misi Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan kabupaten Indramayu. Misalnya masyarakat wajib
memiliki identitas diri seperti KTP, KK, Akta Kelahiran. Namun komunitas ini tidak memilikinya.
9. Kantor Kuwu Kabupaten Indramayu memandang Komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu terbentuk karena adanya pemikiran dari Sdr Takmad, yang bisa hilang ketika ia sudah tiada lagi.
Jadi secara keseluruhan dapat disimpulkan berdasarkan hasil pengamatan data, observasi dan wawancara bahwa perkembangan komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu jika dilihat atau dikaji dari fertilitas keturunan asli Kepala Suku Dayak mengalami kemajuan seperti tingkat pendidikan dan pandangan hidup mereka yang sudah maju dan modern.
Dari data yang ada anak keturunan ketua Komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu memiliki kesadaran akan pendidikan dan memilih untuk hidup seperti layaknya masyarakat biasa. Komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu yang merupakan generasi penerus bangsa mengembangkan jati dirinya berbeda-beda.
Upaya yang dilakukan komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu dalam mengembangkan jati dirinya ialah dengan mengembangkan dan menjaga alam dan kemurnian ajaran ngaji rasa. Mereka merupakan kelompok aliran kebatinan atau lazim disebut aliran kepercayaan yang menganggap bahwa kewajiban sebagai warga negara adalah menjadi masyarakat yang bermartabat, harus menjaga kerukunan antar sesama, menciptakan lingkungan yang aman, tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan hukum negara seperti mencuri, merampok ataupun mabuk – mabukan.
Prinsip dari Komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu tidak akan membuat KTP sebelum kolom agama dihapuskan,karena itu sebuah bentuk diskriminasi terhadap pemikiran mereka, menurut mereka semua agama baik dan yang terpenting mampu menjaga alam, dan tidak melakukan hal – hal yang negatif.
Jika dilihat dari tingkat pendidikan ketua serta pengikutnya Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu sangat rendah dan masih berpikir seperti orang primitif yang bergantung pada alam, mereka tidak memiiki motivasi untuk melakukan pendidikan, alasan mereka banyak orang berpendidikan namun belum benar dan merugikan orang lain. Namun mereka tidak pernah melarang keturunan mereka untuk tidak bersekolah karena pribadi seseorang ditentukan oleh dirinya sendiri.
Di dalam kehidupan manusia pasti akan mengalami perubahan atau perkembangan, baik perubahan yang bersifat nyata atau terlihat seperti fisik, maupun perubahan yang bersifat abstrak atau tidak terlihat seperti perubahan psikologis manusia. Menurut beberapa ahli pendidikan, perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang berasal dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal). Faktor – faktor itulah yang akan menentukan perubahan manusia yang mengarah pada hal – hal positif atau malah sebaliknya mengarah pada perubahan negatif.
Dalam beberapa literatur pendidikan terdapat aliran – aliran yang biasa digunakan oleh beberapa ahli pendidikan sebagai suatu pendekatan dalam menilai faktor – faktor yang mempengaruhi proses perubahan atau perkembangan manusia. Aliran – aliran tersebut diantaranya :
1. Aliran Nativisme
Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor – faktor yang dibawa manusia sejak lahir, pembawaan yang telah terdapat pada waktu dilahirkan itulah memnentukan hasil perkembangannya. Menurut kaum nativisme itu, pendidikan tidak dapat mengubah sifat – sifat pembawaan. Jadi, kalau benar pendapat tersebut, percumalah kita mendidik, atau kata lain pendidikan tidak perlu. Dalam ilmu pendidikan, hal ini disebut pesimisme pedagogis.
2. Aliran Naturalisme
Nature artinya alam atau apa yang di bawa sejak lahir. Hampir senada dengan aliran nativisme, maka aliran ini (naturalisme) berpendapat bahwa pada hakikatnya semua anak (manusia) sejak dilahirkan adalah baik. Bagaimana jika pengaruh itu hasil perkembangannya kemudian sangat ditentukan oleh pendidikan yang diterimanya atau yang mempengaruhinya. Jika pengaruh pendidikan itu baik, akan menjadi baiklah ia, akan tetapi jika pengaruh itu jelek akan jelek pula hasilnya
3. Aliran Emprisme
Aliran Empirisme berpendapat berlawanan dengan kaum nativisme karena berpendapat bahwa dalam perkembangannya anak menjadi manusia dewasa itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya atau oleh pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil.30
Dalam perkembangannya Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu mengalami perubahan secara pemikiran yang terbentuk dalam diri anak keturunannya, itu terlihat dari pendidikan, pekerjaan dan pandangan hidup mereka yang modern dan tidak mengikuti ajaran – ajaran ngaji rasa yang tergolong masih primitif, yang mana terjadi pada keturunan dari ketua Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu itu sendiri. Faktor yang sangat kuat mempengaruhi perubahan pemikiran anak dan cucunya berasal dari lingkungan pergaulan mereka dan tidak ada larangan dari manapun
Menurut Suhana (Anggota Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu), “
Anak saya ingin sekolah sendiri,tanpa dorongan dari siapa pun mungkin karena dia melihat teman – temannya, pada dasarnya anak adalah titipan yang harus diberikan kasih sayang dan dicukupin kebutuhan dan kemauannnya ,namun
30
M. Ngalim Purwanto. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Edisi kedua. (Bandung : PT Remaja Rosda Karya), hal. 59
saya memiliki harapan agar anak saya bisa pintar dan mengejar cita –
citanya.”31
Komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu adalah komunitas yang memiliki pandangan hidup ke arah primitif namun masih mengenal teknologi, sikap mereka terhadap pendidikan sangat kurang, dari segi pekerjaannya pun mereka serabutan, mereka melakukan pekerjaan apapun yang penting atas dasar giat bekerja.
Tetapi di tengah – tengah konsep ngaji rasa atau keprimitifannya, mereka tidak melakukan pemaksaan terhadap keturunannya untuk mengikuti pemikiran dan ajarannya, justru mereka membebaskan, karena seseorang berhak untuk memilih menentukan jalannya sendiri, dalam contohnya mereka tidak memaksa anak untuk tidak bersekolah, baik sekolah formal maupun non formal.
31
Suhana. Wawancara. Anggota Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu. Pada Tanggal 16 Sepetember 2015 Pukul 11.00
72
A. Kesimpulan
Dari hasil analisis kajian fertilitas keturunan asli kepala Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu dalam perkembangannya, menunjukan ada kemajuan dari segi kehidupan, itu dibuktikan dari keturunan takmad yang sadar akan pendidikan formal dan non formal, serta tidak menjadi pengikut aliran komunitas Suku Dayak Losarang . Pada dasarnya Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu mempunyai konsep yang tidak mementingkan akan pendidikan dirinya maupun keturunannya bahkan untuk masa depan sekalipun, karena menurut konsep komunitas ini, seorang manusia bisa berjalan diatas kaki sendiri dan menentukan nasibnya sendiri, yang mana itu sebuah makna dari kata Suku.
Kepala Komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu memiliki pandangan hidup (ideologi) dan pendirian yang kuat, ia bisa menarik banyak pengikut untuk menjalani ajaran, tapi berdasarkan data dan hasil wawancara sejumlah kantor Dinas dan Perangkat desa, anak dan cucunya tidak mengikuti ajaran dari takmad, mereka memiliki pandangan hidup yang normal bahkan cenderung mengikuti perkembangan zaman.
B. Saran
Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh, saran penulis mengenai penelitian ini adalah:
1) Bagi komunitas Suku Dayak Hindu-Budha Bumi Segandu, diharapkan dapat memberi arahan dan motivasi untuk keturunannya agar memiliki pendidikan dan pekerjaan yang baik
2) Bagi masyarakat, diharapkan tidak deskriminasi terhadap komunitas Suku Dayak Hindu-Budha Bumi Segandu karena setiap masyarakat memiliki kepercayaan dan pandangan masing - masing
3) Bagi PEMDA, diharapkan agar mempermudah kepengurusan pencatatan sipil maupun pendidikan bagi anak maupun cucu dari keturunan Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu.
74