Hasil Penelitian dan Pembahasan
DESKRIPSI BATUAN
1. No. Urut : 1
2. Warna : Putih
3. Jenis Batuan : Batuan Metamorfisme Regional 4. Struktur : Non Foliasi (Granulose)
5. Tekstur : Granoblastik 6. Komposisi Mineral : Kuarsa 7. Nama Batuan : Kuarsit 8. Gambar :
Pembahasan :
Batu Kuarsit pada hasil praktikum memiliki kenampakan warna putih, dengan tekstur pada batu Kuarsit ini ialah Granoblastik, struktur batuannya Non- Foliasi, dengan komposisi mineral yang terkandung dalam batu Kuarsit ini ialah mineral kuarsa. Komposisi mineral pada batu Kuarsit terdapat mineral – mineral kuarsa (40%) sebagai pembentuk utama batuannya. Pada batu Kuarsit memiliki petrogenesa batuannya merupakan batuan metamorf ini terdiri dari kuarsa yang terbentuk dari batuan asal batu psir kuarsa umumnya terjadi pada metamorfisme regional.
Komposisi dari kuarsit adalah kuarsa yang mengalami metamorphose regional, batuan ini mengalami kristalisasi pda suhu 8000 C dan pada tkanan 5,5 kilobar.Kuarsit terbentuk dari batuan sedimrn yang banyak mengandung mineral kuarsa seperti graywack, jasper, flint dan lain-lain. Dalam keadaan belum diolah kuarsit dimanfaatkan sebagai agregat bahan bangunan, sedangkan setelah diolah dengan persyaratan tertentu dapat dimanfaatkan seperti mineral kuarsa antara lain untuk pembuatan bata refraktori, bahan abrasiv, industri gelas, kramik dan lain- lain.
Kuarsit (dari Jerman Quarzit) adalah batuan metamorf yang keras yang semula batu pasir. Sandstone diubah menjadi kuarsit melalui pemanasan dan tekanan biasanya berkaitan dengan kompresi tektonik dalam orogenic ikat 24 Petrologi batuan metamorf pinggang. Kuarsit murni biasanya putih menjadi abu- abu, meskipun quartzites sering terjadi dalam berbagai nuansa pink dan merah karena jumlah yang
bervariasi oksida besi (Fe2O3).
Warna lain, seperti kuning dan oranye, yang disebabkan oleh kotoran mineral lainnya. Ketika batu pasir adalah bermetamorfosis ke kuarsit, kuarsa individu butir recrystallize bersama dengan mantan bahan penyemenan untuk membentuk mosaik yang saling kristal kuarsa. Sebagian besar atau semua asli tekstur dan struktur sedimen dari batu pasir yang akan terhapus oleh metamorphism. Minor jumlah mantan bahan penyemenan, oksida besi, karbonat dan tanah liat, sering bermigrasi selama rekristalisasi dan metamorfosis. Ini menyebabkan coretan dan lensa untuk membentuk dalam kuarsit. Kuarsit sangat resisten terhadap pelapukan kimia dan sering bentuk dan tahan puncak bukit pegunungan. Hampir murni kadar silika menyediakan batu kecil untuk membentuk tanah dari dan oleh karena itu kuarsit punggung sering telanjang atau hanya ditutupi dengan tanah yang sangat tipis dan sedikit vegetasi.
Kuarsit adalah batu dekoratif dan dapat digunakan untuk menutupi dinding, seperti atap genteng, sebagai lantai, dan anak tangga. Hancur kuarsit kadangkadang
digunakan dalam pembangunan jalan dan rel kereta api pemberat. Kuarsit kemurnian tinggi digunakan untuk memproduksi ferrosilicon, industri pasir silika, silikon karbida logam dan silikon. Deskripsi dari komposisi mineralnya antara lain:
Mineral kuarsa dengan warna yang dimiliki yaitu putih mengkilap, kilapny vitreous, dan kekerasannya 7, pecahannya conchoidal, belahannya tidak dapat terlihat dengan jelas,system Kristal yang dimiliki oleh mineral kuarsa yaitu trigonal atau hexagonal, termasuk kedalam kelompok mineral Silicates ; Tectosilicates ; Silica group. Quartz adalah paling banyak kedua mineral di Bumi kerak benua, setelah feldspar. Ini terdiri dari kerangka kontinu SiO 4 silikon - oksigen tetrahedra, dengan setiap oksigen yang dibagi antara dua tetrahedra, memberikan formula keseluruhan SiO 2.Pada suhu dan tekanan permukaan, kuarsa adalah bentuk paling stabil silikon dioksida. Kuarsa akan tetap stabil sampai 25 Petrologi batuan metamorf dengan 573 ° C pada 1 kilobar tekanan.Ketika tekanan meningkat temperatur di mana kuarsa akan kehilangan stabilitas juga meningkat.
Kegunaan kuarsit secara umum, sebagai bahan , pembuatan refraktor, bahan penggosok, untuk industry gelas, keramik, bahan bangunan sebagai agregat lantai dan dinding. Kuarsit menjadipopuler sebagai batu dimensi dalam industry kontruksi. Penggunaan kuarsit sebagai batu hias kontruksi bangunan tumbuh setiap tahunnya. Kuarsit di poles salah satu permukaaanya datar digunakaan untuk menutupi dinding. Sebagai alas lantai da anak tangga. Kuarsit juga digunakan untuk tingkat kecil, seperti batu hancur. Digunakan dalam kontruksi jalan dan perbaikan. Popularitas kuarsit seperti dimensi dalam kontruksi tumbuh secara dramatis setiap tahun . ni adalah batu menarik dengan daya tahan besar dan tekstur unik.
4.2.2 Form Deskripsi & Pembahasan Batuan Metamorf 2
3. Jenis Batuan : Batuan Metamorfisme Thermal 4. Struktur : Non Foliasi (granulose)
5. Tekstur : Granoblastik 6. Komposisi Mineral : Kalsit 7. Nama Batuan : Marmer 8. Gambar :
Pembahasan :
Batu Marmer pada hasil praktikum memiliki kenampakan warna putih, dengan tekstur pada batu Marmer ini ialah Gronoblastik, struktur batuannya Non- Foliasi, dengan komposisi mineral yang terkandung dalam batu Marmer ini ialah mineral kalsit (30%). Komposisi mineral pada batu Marmer ini terdapat mineral – mineral kuarsa.
Pada batu Marmer memiliki petrogenesa batuannya merupakan batuan marmer ini terbentuk dari kristal – kristal kalsit yang merupakan proses metamorfisme pada batu gamping. Batuan ini padat, kompak dan massive, dapat terjadi karena metamorfosa kontak / regional.
Marmer merupakan jenis batuan metamorfosa yang dihasilkan dari metamorfosa kontak atau regional dari jenis batu gamping. warna asli marmer adalah putih tapi karena terdapat mineral pengotor yang justru membuat marmer menjadi menarik. Mineral-mineral pengotor itu antara lain adalah grafit, pyrite, dan ilmenit.
Batuan metamorf ini termasuk tipe metamorf kontak dengan sifat kimia kalkaris. Beberapa yang dimiliki oleh marmer ini antara lain wananya putih tulang sampai kekuning – kuningan tanpa adanya bintik – bintik. Dibawah mikroskop dengan pembesaran 15 kali terdapat campuran warna – warni mineral asesoris. Komposisi utamanya adalah kalsit (CaCO3) dengan sedikit kuarsa dan pirit serta gravit sehingga variasi warna marmer sangat ditentikan oleh adanya mineral asesorisnya. Tempat terbentuknya di daerah Italia, turki, Amerika Serikat, dan Cekoslovakia.
Di Indonesia banyak dijumpai disemua pegunungan kapur tulungagung, Blitar, trenggalek, Ponorogo, Malang Selatan, dan Padalarang (jawa barat). Kegunaan marmer adalah sebagai bahan bangunan, serta sebagai sumber hara kalsium dan magnesium. Marmer adalah batuan metamorf non foliated dihasilkan dari metamorphism kapur, sebagian besar terdiri dari kalsit (suatu bentuk kristal kalsium karbonat, CaCO3).
Hal ini secara luas digunakan untuk patung, sebagai bahan bangunan, dan dalam banyak aplikasi lain. Marmer adalah batuan metamorf yang dihasilkan dari regional atau, jarang, hubungi metamorphism dari batuan sedimen karbonat (baik batu kapur atau dolomit) atau yang lebih tua metamorphism dari marmer. Proses malihan ini menyebabkan rekristalisasi lengkap dari batu asli menjadi mosaik yang saling kalsit, aragonite dan / atau dolomit kristal. Suhu dan tekanan yang diperlukan untuk membentuk marmer biasanya menghancurkan setiap fosil dan tekstur sedimen hadir di batu asli.
Marmer putih adalah hasil yang sangat murni metamorphism kapur. Karakteristik swirls dan vena dari banyak varietas marmer berwarna biasanya disebabkan oleh berbagai mineral kotoran seperti tanah liat, lumpur, pasir, besi oksida, atau certa yang awalnya hadir sebagai biji-bijian atau lapisan dalam batu kapur. Warna hijau sering disebabkan oleh berbelit-belit yang dihasilkan dari batu kapur magnesium awalnya tinggi atau silika dolostone dengan kotoran. Berbagai kotoran telah dimobilisasi dan recrystallized oleh tekanan dan panas dari metamorphism. Marmer putih itu berharga untuk penggunaannya di patung sejak zaman klasik. Preferensi ini harus dilakukan dengan kelembutan dan relatif
bias kalsit memungkinkan cahaya untuk menembus beberapa milimeter ke dalam batu sebelum tersebar ke luar, sehingga karakteristik "lilin" pandangan yang memberikan "kehidupan" kepada patung-patung marmer tubuh manusia. Tidak berwarna atau berwarna terang kelereng sumber yang sangat murni kalsium karbonat, yang digunakan dalam berbagai industri. Tanah halus marmer atau kalsium karbonat bubuk adalah komponen kertas, dan produk produk konsumen seperti pasta gigi, plastik, dan cat. Ground kalsium karbonat dapat dibuat dari batu kapur, kapur, dan marmer; sekitar tiga-perempat dari kalsium karbonat tanah di seluruh dunia adalah terbuat dari marmer. Tanah kalsium karbonat digunakan sebagai lapisan pigmen untuk kertas karena kecerahan yang tinggi dan sebagai pengisi kertas karena memperkuat lembaran dan menanamkan kecerahan tinggi. Tanah kalsium karbonat digunakan dalam produk konsumen seperti bahan tambahan makanan, dalam pasta gigi, dan sebagai pengisi inert dalam bentuk pil. Digunakan dalam plastik karena menanamkan kekakuan, dampak kekuatan, stabilitas dimensi, dan konduktivitas termal. Digunakan dalam cat karena pengisi yang baik dan professional, memiliki kecerahan tinggi, dan tahan cuaca. Namun, pertumbuhan permintaan kalsium karbonat tanah dalam dekade terakhir ini kebanyakan karena pigmen dalam lapisan kertas. Kalsium karbonat juga dapat dikurangi di bawah panas tinggi kalsium oksida (juga dikenal sebagai "jeruk nipis"), yang memiliki banyak aplikasi termasuk menjadi komponen utama dari banyak bentuk semen. Marmer yang telah dipoles sangat baik untuk didnding maupun lantai, selain itu juga dapat dibuat sebagai barang hiasan seperti patung ataupun meja.
4.2.3 Form Deskripsi & Pembahasan Batuan Metamorf 3
DESKRIPSI BATUAN
1. No. Urut : 3
2. Warna : Hitam , abu-abu
3. Jenis Batuan : Batuan Metamorfisme Regional 4. Struktur : Foliasi (Schistose)
5. Tekstur : Lepidoblastik
8. Gambar :
Pembahasan :
Sekismika dihasilkan oleh metamorfosa regional dengan tingkat lebih tinggi dibandingkan phyllite, mempunyai foliasi dan kristalin. Ummnya berbutir lebih kasar dari slate dan phyllite tetapi lebih halus dari gneias. Foliasi tersebut terbentuk oleh kristal-kristal berbentuk lempeng (play) dan kristal-kristal prismatik.
Mineral-mineral berbentuk lempengan tersebut antara lain : chlorite, sericite, muscovite, biotite, dan tolc, sedangkan mineral-mineral prismatik adalah actinolite, kyanite, hornblede, staurolite, dan silimanite. Kadang-kadang schist hanya terdiri dari satu macam mineral saja, contohnya talc schist, tetapi pada umumnya terdiri dari dua atau lebih mineral seperti calcite – sericalcite – albite schist.
Sekis sering mengandung mineral-mineral yang bersifat antara lempengan dan pragmatik (flaky nor prismatic), tetapi equigracular seperti misalnya : garnet dan feldspar, yang biasanya bertekstur porphyroblastic. Batuan-batuan scihist dapat pula berasal dari gabbro, basalt, ultrabasin, tuff, shale dan sandstone. Jika beberapa “ teksture asli batuan asal” masih ada, akibat tekanan yang kuat, maka batuan disebut, metabasalt, metagabbro dan sebagainya. Kegunaan dan manfaat batu Sekis
salah satu komponen penting dalam pembuatan kondensator dan kapasitor dalam industri elektronika.
4.2.4 Form Deskripsi & Pembahasan Batuan Metamorf 4
DESKRIPSI BATUAN
1. No. Urut : 4
2. Warna : Abu-abu, hijau
3. Jenis Batuan : Batuan Metamorfisme Regional 4. Struktur : Foliasi (gneissic)
5. Tekstur : Granoblastik 6. Komposisi Mineral : Mika, feldspar 7. Nama Batuan : Gneiss
8. Gambar :
Pembahasan :
Gneiss adalah typical dari jenis batuan metamorf, batuan ini terbentuk pada saat batuan sedimen atau batuan beku yang terpendam pada tempat yang dalam mengalami tekanan dan temperatur yang tinggi. Hampir dari semua jejak jejak asli batuan ( termasuk kandungan fosil) dan bentuk bentuk struktur lapisan ( seperti layering dan ripple marks) menjadi hilang akibat dari mineral-mineral
goresan yang tersusun dari mineral mineral seperti hornblende yang tidak terdapat pada batuan batuan sediment.
Pada batuan gneiss, kurang dari 50 persen dari mineral mineral menjadi mempunyai bentuk bentuk penjajaran yang tipis dan terlipat pada lapisan-lapisan. Kita dapat melihat bahwasannya tidak seperti pada batuan schist yang mempunyai pensejajaran mineral yang sangat kuat, batuan gneiss tidak retak atau hancur sepanjang bidang dari pensejajaran mineral tersebut, dan terbentuk urat-urat yang tebal yang terdiri dari butiran-butiran mineral di dalam batuan tersebut, hal ini tidak seperti kebanyakan bentuk bentuk perlapisan yang terdapat pada batuan schist. Dengan proses metamorfosa lebih lanjut batuan gneiss dapat berubah menjadi magmatite dan akhirnya terkristalisasi secara total menjadi batuan granit.
Meskipun batuan ini terubah secara alamiah, gneiss dapat mengekalkan bukti terjadinya proses geokimia di dalam sejarah pembentukannya, khususnya pada mineral mineral seperti zircon yang bertolak belakang dengan proses metamorfosa itu sendiri. Batuan batuan keras yang berumur tua seperti pada batuan gneiss yang berasal dari bagian barat Greenland, Isotop atom karbon dari batuan tersebut menunjukkan bahwasannya ada kehidupan pada masa batuan tersebut terbentuk , yaitu sekitar 4 millyar tahun yang lalu.
Gneiss adalah batuan matemorf dengan kristal-kristal yang kasar, biasanya berlapis-lapis akibat pemisahan mineral-mineral yang berbeda sehingga membentuk foliasi sekunder yang kasar. Terbentuk pada tempat yang dalam dan pada tingkat metamorfise, yang tinggi bersama-sama dengan struktur pegunungan lipatan. Pada prinsipnya gneiss berasal dari batuan beku silllicaous seperti granit, monozit kwarsa, syenite, dan granodiorit, tetapi dapat juga dari rhyolit, tuff, arkosa dan batu pasir feldspatik. Mineral-mineral utama pada gneis adalah kwarsa dan feldspat, sedangkan mineral-mineral yang lain adalah, biotite, horblende dan augite. Warna bervariasi tergantung pada warna mineral dominan yang ada. Pelapisan disini dihasilkan oleh pergantian warna-warna mineral yang terang dan gelap atau oleh perbedaan ukuran butir dengan pelapisan yang tebal dan kasar ataupun tipis. Sering mengandung mineral-mineral metamorf yang lain seperti
induknya) adalah sari batuan mafic tertentu, mungkin greiss tersebut dapat berkembang manjadi serpentine olivin, augite, horblede dan biotite. Jika bahan beku (sebagian bahan induknya) dapat dikenal maka nama batuan dapat ditentukan seperti misalnya : gabbro gneiss, syenite gneiss ataupun granite gneiss. Gneiss yang berasal dari batuan sedimen, contohnya : quatzite gneiss conglomerate gneiss, politic gneiss (dari sedimen clay) dan calc gueniss (dari cilliceous limetone dan dolomite) gneiss yang berbentuk oleh penerobosan mineral-mineral batuan beku kedalam folisasi akan menghasilkan campuran batuan dalam bentuk dike yang tipis dari material-material quartzfeldspathic. Ini disebut “injection” gneiss. Batuan ini tersebar luas dan mungkin menempati bagian terbesar dari tipe gneiss lainnya. Batu Gneiss atau genes banyak digunakan dan manfaatkan untuk membuat barang kerajinan seperti asbak, jambangan bunga dan patung.
4.2.5 Form Deskripsi & Pembahasan Batuan Metamorf 5
DESKRIPSI BATUAN
1. No. Urut : 5
2. Warna : Abu-abu, hijau
3. Jenis Batuan : Batuan Metamorfisme Regional 4. Struktur : Non Foliasi (Liniasi)
5. Tekstur : Granoblastik 6. Komposisi Mineral : Serpentine 7. Nama Batuan : Serpentinit 8. Gambar :
Pembahasan :
Serpentinit, batuan yang terdiri atas satu atau lebih mineral serpentine dimana mineral ini dibentuk oleh proses serpentinisasi (serpentinization). Serpentinisasi adalah proses proses metamorfosis temperatur rendah yang menyertakan tekanan dan air, sedikit silica mafic dan batuan ultramafic teroksidasi dan ter-hidrolize dengan air menjadi serpentinit. Asal Batuan beku basa , bewarna Hijau terang / gelap, Ukuran butir Medium grained, Struktur Non foliasi, Komposisi Serpentine, Ciri khas Kilap berminyak dan lebih keras dibanding kuku jari
Metamorf yang terbentuk dari mineral serpentin akibat perubahan basalt dasar laut yang bertekanan tinggi pada temperatur rendah. Mineral serpentin tergolong dalam kelas mineral Silikat yaituPhyllosilicates. Batuan Serpentinit sering digunakan untuk batu hias dan dipakai untuk industri mineral. Batuan ini banyak ditemukan di negara Swedia, Italia, Rusia, di wilayah California, dan pertambangan Norberg.
Mineral Serpentin mengandung chrysotile yaitu mineral serpentin yang mengkristal membentuk serat tipis yang panjang. Mineral serpentin memiliki beberapa senyawa kimia antara lain:
Antigorite; (Mg, Fe)3 Si2 O5 (OH)4 Clinochrysotile; Mg3 Si2 O5 (OH)4 Lizardite; Mg3 Si2 O5 (OH)4 Orthochrysotile; Mg3 Si2 O5 (OH)4 Parachrysotile; (Mg,Fe)3 Si2 O5 (OH)4
Mineral utama : serpentin, mineral tambahan : mineral bijih, mineral sisa : olivin, piroksen. Warna : hijau terang – hijau kekuningan. Struktur : masif, kadang- kadang terdapat struktur sisa dari peridotit. Tekstur : lamelar, selular, tekstur sisa dari piroksen (bastit). Metamorfosa : regional.
4.2.6 Form Deskripsi & Pembahasan Batuan Metamorf 6
DESKRIPSI BATUAN
1. No. Urut : 6
2. Warna : Abu-abu, hijau , coklat
3. Jenis Batuan : Batuan Metamorfisme Regional 4. Struktur : Foliasi (Slaty-Schistose)
5. Tekstur : Lepidoblastik 6. Komposisi Mineral : Mika, kuarsa 7. Nama Batuan : Filit
8. Gambar :
Pembahasan :
Batu Filit terbentuk dari derajat metamorfisme lebih tinggi dari slate, dimana lembar mika sudah cukup besar untuk dapat dilihat secara megaskopis, memberikan belahan Phylitic berkilap sutra pecahan – pecahannya.
Batu Filit Merupakan batuan metamorf yang terbentuk dari metamorfisme batuanshale dan merupakan proses lanjutan metamorfosisme batu Slate. Batu Filit adalah batuan metamorphic berbutir halus yang terbentuk pada temperature dan tekanan lebih tinggi disbandingkan dengan slate, tetapi pada temperatur dan tekanan yang lebih rendah dibanding dengan sekis. Batu metamorf filit umumnya tersusun atas kuarsa, sericite mica dan klorit.
dengan komposisi mineral yang terkandung dalam batu Filit ini ialah mineral pipih (30%). Komposisi mineral pada batu Filit ini terdapat mineral – mineral pipih yang sangat luas. Pada batu Filit memiliki petrogenesa batuannya merupakan batu Filit terbebtuk dari derajat metamorfisme lebih tinggi dari slate, dimana lembar mika sudah cukup besar untuk dapat dilihat secara megaskopis, memberikan belahan phylitic, berkilap sutra pecahan – pecahannya.
Nama batuan metamorf ini adalah Phyllite yang termasuk tipe batuan metamorf secara regional dengan sifat kimia pelitik. Komposisi mineral yang terkandung di dalamnya berupa kuarsa, serisit, mika, khlorit, albit, grafit dan kadang – kadang dijumpai adanya garnet dan khloritoid. Warna batuan metamorf tersebut pada umumnya terang, kelabu perak dan kadang – kadang kehijau – hijauan.
Pada umumnya banyak di jumpai dipegunungan Alpen, Skotlandia, Inggris, Belgia, Australia, Jerman, Cekoslavia, Irlandia Utara. Untuk di daerah Indonesia batuan metamorf ini belu banyak diketahui dan di perkirakan terdapat banyak di daerah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan maupun Kalimantan Timur serta hampir semua pulau irian jaya. Kegunaan dari batuan metamorf ini sebagian besar untuk perhiasan dan bahan bangunan berupa bahan lantai dan dinding. Phyllite adalah jenis batuan metamorf foliated terutama terdiri dari kuarsa, sericite mika, dan klorit; batu mewakili gradasi di tingkat metamorphism antara batu tulis dan mika schist. Menit kristal grafit, sericite, atau menanamkan klorit sutra, kadang-kadang kilau keemasan ke permukaan belahan dada (atau schistosity).
Phyllite terbentuk dari metamorphism terus dari batu tulis. The protolith (atau orangtua batu) untuk phyllite adalah sebuah batu tulis. Konstituennya mineral platy lebih besar daripada yang ada di batu tulis tetapi tidak terlihat dengan mata telanjang. Phyllites dikatakan memiliki "phyllitic tekstur" dan biasanya diklasifikasikan sebagai memiliki nilai rendah di daerah fasies metamorf. Phyllite memiliki fissility baik (kecenderungan untuk membagi menjadi lembaran) dan akan terbentuk di bawah kondisi metamorf derajat rendah. Biasanya Phyllites hitam atau abu-abu. Yang foliation umumnya berkerut atau bergelombang dalam
Mineral Pipih, Mineral kecil, berwarna hitam mengkilat. Kelompok ini m udah dikenali dengan bidang belah yang searah dan mudah dibelah. Dua macam mika yang sering dijumpai dalam batuan adalah biotit K(Mg, Fe)3(Si3Al)O10(OH)2 dan muscovit Kal2(Si3Al)O10(OH)2. Biotit berwarna coklattua sampai hitam yang disebabkan oleh adanya unsur besi (Fe) didalamnya, sedangkan muscovit bening (tidak berwarna) muscoviy berasal dari kata muscovy yang merupakan istilah lama untuk Rusia. Dahulu Rusia terkenal sebagai penghasil lembaran – lembaran muscovit yang lebar, dapat dipergunakan sebagai kaca jendela.
Filit berwarna hitam terdapat pada dinding sungai yang terjal. Batuan ini terbentuk selama proses penunjaman serta merupakan batuan metamorf berderajat rendah. Proses tektonik dan deformasi lebih lanjut berupa patahan geser searah aliran sungai, membentuk lipatan-lipatan kecil serta struktur gores garis pada batuan filit. Ditemukan di Bayat, klaten.
Filit berkaitan dengan perkembangan aktivitas metamorfik yaitu baliknya temperatur atau bertambah besarnya rekristalisasi maka slate berubah menjadi filit. Filit secara dominan tersusun dari mineral-mineral kelompok mika seperti: mika, maricite, dan chlorite. Batuan ini lebih kasar daripada slate, tetapi ada batas yang tegas antara keduanya baik dalam hal ukuran butir maupun kandungan mineralnya. Mineral-mineral seperti muscovit, mika, sericite, dan cholite terdapat dalam jumlah yang besar. Mineral-mineral asesore dalam jumlah yang sedikit antara lain megnetit, hematit, graphite, dan tourmaline. Filit disebut pula sericite phllite, chlorite phyllite atau sericite phyllite. Warna dari putih perak, merah sampai kehijau-hijauan. Sifat dalam (tenacery) : brittle dan sering mempunyai pegangan halus hingga agak kasar. Filit dihasilkan oleh metamorfose regional tingkat rendah terutama dari mineral clay, shall, dan juga tuff dan tuffacous sedimen.
Keguanaan dan manfaat batu filit antara lain adalah sebagai bahan isolator/isolasi elektrik dan bahan bangunan. Batu filik merupakan bahan isolator yang baik dan tahan terhadap api. Sebagai bahan bangunan, biasanya batu filitik di gunakan sebagau bahan interior dan exterior untuk lantai dan dinding serta untuk bahan atap.
DESKRIPSI BATUAN
1. No. Urut : 7
2. Warna : Abu-abu Kehitaman
3. Jenis Batuan : Batuan Metamorfisme Kontak 4. Struktur : Non foliasi (Hornfelsik) 5. Tekstur : Granoblastik
6. Komposisi Mineral : Kuarsa, Mika 7. Nama Batuan : Hornfels 8. Gambar :
Pembahasan :
Hornfels ( Jerman , yang berarti "hornstone," setelah sering hubungan dengan glasial "puncak" tanduk di Alps, menjadi batu yang sangat keras dan dengan demikian lebih mungkin untuk menolak tindakan glasial dan tanduk berbentuk seperti bentuk puncak Matterhorn ) adalah kelompok peruntukan untuk serangkaian metamorf kontak batuan yang telah dipanggang dan indurated oleh panas mengganggu massa beku dan telah diberikan besar, keras, splintery, dan dalam beberapa kasus yang sangat tangguh dan tahan lama. Ditemukan di