NO BENTUK SIMBOL FUNGSI DAN MAKNA SIMBOL
1
Gambar 4.10 Tungkot
Tungkot (tongkat). Sepotong bambu (rotan kayu dan sebagainya) yang agak panjang (untuk menopang atau pegangan ketika berjalan,menyokong dan sebagainya). (Kbbi.web.id)
a) FUNGSI
Tungkot berfungsi untuk membantu ompung berjalan , dan menopang tubuh yang sudah renta. Tungkot ini diberikan dengan maksut agar walaupun semua anak sudah memiliki rumah tangga masing-masing dan sudah jauh dari orangtua tungkot yang diberikan bisa menjadi pengganti anak untuk menuntun kemanapun orangtua melangkah.
b) MAKNA
Makna simbol tungkot secara adat berisi harapan agar orang yang di berikan tungkot diberikan kekuatan dan umur yang panjang karena biasanya orang yang diberikan tungkot adalah seseorang yang secara fisik sudah dianggap lemah dan tua.
Dalam konteks upacara adata sulang-sulang pahompu tongkat memiliki makna sangat dalam yaitu berupa simbolis ungkapan terimakasih dan syukur anak kepada orangtua yang telah membesarkan,melindungi dan mendidik mereka di masa mudanya hingga memiliki keturunan. Tungkot diberikan dengan harapan agar orangtua memaafkan segala kesalahan yang pernah dilakukan dan tetap membimbing dan menasehati anak dalam segala kelalaian. Tungkot yang dipakai adalah tongkat yang terbuat dari kayu yang dilapisi lapisan berupa cincin yang terbuat dari perak/emas.
2
Gambar 4.11 Bajut dan isi bajut
Bajut adalah benda yang terbuat dari anyaman yang dibentuk seperti sebuah wadah yang didalamnya berisi seperangkat bahan untuk marnapuran (bersirih) seperti hapur (kapur sirih),
a) FUNGSI
Bajut diberikan kepada tutua dengan maksut agar tempat sirih seadanya yang selama ini digunakan oleh tutua diganti dengan bajut hundul yang lebih baik dan tidak mudah menumpahkan isi dari dalam bajut tersebut. Hal ini diberikan karena orangtua yang sudah pikun dan suka rerean (tidak sengaja menjatuhkan dan meletakkan suatu barang) sehingga diberikan tempat sirih yang mudah dibawa dan memiliki warna batak yaitu hitam, putih dan merah. bajut hundul sebenarnya baru muncul dewasa ini pada upacra adat sulang-sulang pahompu pada jaman dahulu jenis bajut yang digunakan adakah bajut biasa seperti bajut yang terletak di dalam bajut hundul pada contoh gambar 4.11 dan tidak memiliki bola pompom.
b) MAKNA
Makna simbol bajut secara adat ini berisi harapan agar orang yang menerima bajut memiliki kelengkapan hidup dan kebahagiaan seperti
demban (sirih), pining buah pinang), gambir, timbahou (tembakau)
lengkapnya bahan yang terdapat dalam bajut, dan memiliki hidup yang serasa dengan cita rasa yang sama dengan ketika dimakan dimana pertama kali dikunyah akan menghasilkan rasa pedas dan pahit tetapi setelah lama dikunyah akan terasa manis. Dalam konteks upacara adat sulang-sulang pahompubajut yang akan diberikan kepada tutua tidak hanya diisi dengan sirih, gambir, kapur dan tembakau, tetapi di isi juga dengan kaca kecil untuk bercermin ,sisir kutu ,saputangan untuk menghapus air liur karena mengunyah sirih, kulit pinang yang kering yang bisa dimanfaatkan untuk menggosok gigi (manggusgus ipon), Bajut yang diberikan serta dilengkapi sedemikian rupa ini sebagai bentuk suka cita anak kepada orang tua yang sudah sayur matua dan membalas budi orang tua yang selama ini telah membingbing dan membesarkan hingga bisa mencari nafkah sendiri. Dan bisa mandiri membina keluarga.
3
Gambar 4.12 Duda-duda
Duda-duda adalah Sebuah wadah kecil berbentuk menye-rupai pipa, sebelah sisinya tertutup dan sebelah terbuka, dan memiliki penumbuk yang menyerupai obeng terbuat dari perak/emas (namun sekarang hanya dilapisi replika emas)
a) FUNGSI
Duda-duda digunakan untuk melumat/ menghaluskan sirih sebelum dimasukkan kedalam mulut agar lebih mudah untuk dikunyah oleh tutua. Selain itu juga dapat menghindari luka pada gusi yang tidak lagi memiliki gigi akibat mengunyah sesuatu yang terlalu keras.
b) MAKNA
Makna simbol duda-duda secara adat berisi harapan agar orang yang menerima duda-duda marmalas uhur (bersuka cita) dan dengan bantuan duda-duda yang diberikan diharapkan sipenerima bisa tetap merasakan rasa napuran walaupun gigi sudah tidak kuat lagi. Dalam konteks sulang-sulang pahompu simbol ini diberikan sebagai wujud kasih anak kepada orangtua agar tutua tetap bisa merasakan demban yang selama ini selalu menjadi lalapan tutua di sela-sela pekerjaannya. (orang yang sudah terbiasa memakan sirih akan merasapahit saat tidak memakannya dalam sehari)
4
Gambar 4.13 Duit logam dan Boras tenger
a) FUNGSI
Duit logam yang ditaburkan kepada cucu, anak dan kerabat yang hadir digunakan sebagai media pembagian rezeki yang dilakukan dengan cara ditaburkan ke semua pejuru agar semua memiliki kesempatan untuk mendapatkan rezeki tersebut.
Boras tenger adalah simbol adat yang di letakkan diatas kepala memiliki fungsi yang lebih mengarah kepada spiritual yang bermaksut agar roh yang melekat pada jiwa dapat senantiasa tenang, tidak mudah goyah dan tidak mudah dipengaruhi oleh kekuatan roh luar yang tak ber-raga. Boras yang dihoraskan bermaksut untuk mengaminkan (meharapkan yang baik) memiliki fungsi yang sama dengan boras yang diletakkan ke kepala namun sebagai mediasi, boras tersebut di tebarkan agar mengenai seluruh anggota adat yang ada.
Duit logam adalah alat tukar/ standar pengukur nilai yang sah (kesatuan hitungan), yang dikeluarkan oleh pemerintah yang terbuat dari bahan logam.
b) MAKNA
Makna simbol duit perak secara adat berisi harapan agar memiliki keteguhan hati serta selalu awas terhadap hal yang buruk yang ada di sekitar. Dalam konteks upacara adat sulang-sulang pahompu etnik simalungun simbol duit perak ini ditaburkan sebagai bentuk suka cita ompung/tutua untuk pelaksanaan adat yang telah dilakukan. Membagi rezeki kepada cucu/cicit.
Masyarakat Simalungun percaya bahwa duit logam yang ditaburkan bukan sembarang duit karena barangsiapa yang berhasil memperoleh banyak duit yang ditabur, maka rezeki yang akan didapat akan semakin berlimpah juga.
5
Gambar 4.14 Untei mungkur
Untei mungkur (jeruk purut) adalah tumbuhan yang termasuk keluarga citrus, pada ketiak daun
a) FUNGSI
Untei memiliki dua fungsi dalam upacara adat sulang-sulang pahompu (1) simbol adat yang berfungsi untuk membersihkan tubuh dari penyakit dan kotoran, untei yang dimandikan (untei pangir) yang dicampur dengan lada, garam ,daun bawang (hosayasitolu-tolu) sangat bermanfaat untuk kesehatan. (2) Air jeruk yang diminum diyakini memiliki khasiat untuk kesehatan dan Menjaga kekebalan tubuh dan mengembalikan kesegaran tubuh (pajorgit angkula). Demikian pula dengan
b)MAKNA
Makna simbol untei mungkursecara adat adalah berisi harapan agar orang yang memandikan atau meminum sari buahnya diberikan kesehatan, kebugaran dan jauh dari segala makhluk jahat yang mengganggu jiwa dan tubuh. Dalam konteks upacara adat sulang-sulang pahompu untei mungkur yang sering digunakan untuk marpangir ini memiliki makna agar tubuh
terdapat duri bentuknya lonjong, berbau harum, kulit buah untuk mem-bumbui ikan dan mengandung banyak minyak asiri citrus.
orangtua yang dimandikan dengan jeruk purut kembali tegap, kembali bugar dan segala penyakit dan roh-roh jahat yang menempel di tubuh terbawa oleh basuhan air jeruk dan air jeruk yang diminum menghalau segala penyakit yang ada dalam tubuh.
6
Gambar 4.15 Demban
a) FUNGSI
Fungsi demban sesuai dengan konteksnya :
a. Demban yang dimakan berfungsi sebagai obat dari berbagai macam penyakit, seperti sakit gigi, luka, dan penyakit lainnya.
b. Demban yang di surduk (diserahkan dengan cara memuhun) adalah untuk meminta ijin dan meminta maaf
c. Demban yang dijadikan sebagai media untuk mengundang b) MAKNA
Makna simbol dembansecara adat adalah sebagai lambang damai sejahtra. Makna demban pada etnik simalungun sangat luas cakupannya
Demban (sirih) adalah tumbuhan merambat di pohon lain daunnya berasa agak pedas biasa dikunyah bersama dengan pinang kapur gambir dan sebagainya.
yaitu untuk menyampaikan maaf, memohon restu, perdamaian, mengundang, dan lainnya.
Dalam konteks upacara adat sulang-sulang pahompu simbol sirih adalah berisi harapan agar suasana acara dapat berjalan dengan lancar dan hikmat, demban tangan-tangan yang diberikan memiliki makna untuk saling menerima, saling memaafkan dan penghormatan (parsantabian)
7
Gambar 4.16 Tilam
a) FUNGSI
Tilam berfungsi agar ompung/ tutua dapat duduk dengan nyaman sepanjang berlangsungnya upacara adat. Tilam diserahkan kepada ompung/tutua agar kelak ketika sudah waktunya tiba kembali kepada sang khalik tilam tersebut akan dijadikan alas tempat berbaring (NB: dalam arti positif budaya, bukan berarti mengharapkan ompung/tutua cepat meninggal).
Amak bontar (tikar putih) yang dijadikan alas duduk ompung/tutua adalah berfungsi sebagai penghangat tambahan. Karena bahan alami dari
Tilam adalah alas tidur yang terbuat dari kain atau plastik berisi kapuk , karet, busa,kapas.
amak yang memang dapat memberika kehangatan dan kenyamanan dibanding dengan tikar lainnya yang terbuat dari karet.
b) MAKNA
Makna simbol tilam adalah berisi umum agar orang yang duduk, tidur di atas tilam dapat istirahat dengan nyaman dan aman. Pada konteks upacara adat sulang-sulang pahompu etnik simalungun tilam ini memiliki makna agarorang yang duduk diatas tilam tersebut merasa tenang, bahagia nyaaman (tenang pangahapan).
8
Gambar 4.17 Gotong
Sejenis penutup kepala Simalungun (yang diperuntuk-kan bagi laki-laki yang menikah) yang terbuat dari kain berwarna coklat tua bercorak
a) FUNGSI
Gotong adalah simbol adat yang digunakan sebagai penutup kepala oleh laki-laki yang sudah menikah. Fungsinya adalah untuk menghalau segala sesuatu yang bisa menggangu kepala dari penyakit, juga menghalau dari panas terik, hujan dan sebagainya. Gotong yang dipakai seseorang menandakan bahwa orang tersebut sudah memiliki sebuah tanggung jawab atas keluarga dan adat. Tanggung jawab tersebut harus diemban oleh laki-laki untuk senantiasa menyayangi keluarga , mendidik anak, menafkahi dan melindungi keluarga.
b) MAKNA
Makna simbol gotong secara adat memiliki makna kebersahajaan bagi etnik Simalungun, seseorang yang menerima atau memakai gotong adalah orang yang sudah pantas menjadi seorang pemimpin, baik dalam masyarakat atau keluarga.
9
Gambar 4.18 Bulang
Penutup kepala Simalungun (yang diperuntuk-kan bagi wanita yang telah menikah) terbuat dari hiousuri-suri yang di dilipat sedemikian rupa seperti tanduk dan setiap sisinya terdapat rambu
a) FUNGSI
Bulang berfungsi sebagai penutup kepala perempuan. Fungsinya adalah untuk menghalau segala sesuatu yang bisa menggangu kepala dari penyakit, juga menghalau dari panas terik, hujan dan sebagainya. Selain itu juga sebagai penanda identitas wanita Simalungun.
b) MAKNA
Makna simbol bulang secara adat memiliki makna tanggung jawab bagi etnik simalungun, seseorang yang menerima atau memakai bulang adalah orang yang sudah mampu mengurus sebuah keluarga.Bulang yang dipakai seseorang menandakan bahwa orang tersebut sudah memiliki sebuah tanggung jawap atas keluarga dan adat. Tanggung jawab tersebut harus diemban oleh perempuan untuk senantiasa menyayangi keluarga, mendidik anak, dan siap siaga melengkapi kebutuhan keluarga.
10
Gambar 4.19 Hiou ragi hotang
Kain tenunan Simalungun yang berwarna hitam di sisi kanan dan kiri lalu dibagian tengah terdapat warna biru dengan corak di sisi lainnya dekat rambu
a) FUNGSI
Hiou berfungsi sebagai simbol adat untuk menghangatkan tubuh, mengahalau dari rasa dingin dan merupakan salah satu identitas etnik simalungun. Sehingga setiap kegiatan adat selalu di iringi dengan adanya hiou.
Pada upacara adat sulang-sulang pahompu hiou ragi hotang akan di lilit di pinggang (iabithon) sebagai penutup bagian bawah tubuh. Sebagian dijadikan sebagai simbol pengikat dengan cara meletakkannya melebar di punggung (isabinghon) kepunggung orang yang diberikan hiou tersebut.
b) MAKNA
Makna simbol hiou ragi hotang secara adat berisi harapan agar orang yang menerimanya memperoleh kehangatan tubuh dan dapat mengikat roh jiwa. Hiou yang isabinghon bermakna agar orang yang terlingkup dalam hiou tersebut tetap bersatu, saling terikat , saling membantu dan menguatkan.
Hiou ragi hotang dalam penyampaiannya seringkali diiringi kata pengantar: on ma hiou ragi hotang, sai hot ma tongon pansarian, hot haganup namadear.(harapan yang berharap agar segala sesuatu yang baik menetap dan berakar kuat).
11
Gambar 4.20 Hiou suri-suri
Hasil tenunan yang berwarna hitam dan memiliki rambu yang panjang
a) FUNGSI
Hiou berfungsi sebagai simbol adat untuk menghangatkan tubuh, mengahalau dari rasa dingin dan merupakan salah satu identitas etnik simalungun. Sehingga setiap kegiatan adat selalu di iringi dengan adanya hiou. Hiou ini sering digunakan sebagai hadang-hadangan (selendang yang disematkan dipundak)
b) MAKNA
Simbol hiou ini memiliki makna bahwa orang yang memakainya adalah seorang yang telah mengemban suatu tanggung jawab baik dalam keluarga maupun masyarakat.
12
Gambar 4.21
Seperangkat pakaian adat untuk ompung laki-laki
Seperangkat pakaian untuk ompung pada
pelaksanaan upacara adat yaitu gotong , jas, dasi,
a) FUNGSI
Pakaian ompung/tutua adalah simbol adat untuk menghangatkan tubuh. Tujuan diberikannya Perangkat pakaian yang digunakan agar tubuh ompung/tutua dibalut dengan pakaian yang bagus dan membuat ompung/tutua lebih bersahaja.
b) MAKNA
Seperangkat pakaian yang akan diusei kepada ompung memiliki makna agar pakaian bersih yang telah dipakai juga memberikan aura positif untuk membersihkan pemikiran dan hati. Kenyamanan tubuh ompung dan kebesehajaan ompung ketika akan melakukan upacara adat.
hiou ragi hotang untuk abit (untuk bagian kaki), suri-suri untuk hadang-hadangandi selempangkan sebelah kanan bahu.
13
Gambar 4.22
Seperangkat pakaian adat untuk ompung perempuan
a) FUNGSI
Pakaian ompung/tutua adalah simbol adat untuk menghangatkan tubuh. Tujuan diberikannya Perangkat pakaian yang digunakan agar tubuh ompung/tutua dibalut dengan pakaian yang bagus dan membuat ompung/tutua lebih bersahaja.
b) MAKNA
Seperangkat pakaian yang akan diusei kepada tutua memiliki makna agar pakaian bersih yang telah dipakai juga memberikan aura positif untuk membersihkan pemikiran dan hati. Kenyamanan tubuh ompung dan kebesehajaan ompung ketika akan melakukan upacara adat.
Seperangkat pakaian untuk tutua pada pelaksanaan upacara adat yaitu bulang kebaya, suri-suri untuk diselempangkan sebelah kanan bahu, suri-suri untuk abit.
14
Gambar 4.23 Mange-mange
Bunga pohon pinang yang akan berubah menjadi buah
a) FUNGSI
Mange-mange berfungsi sebagai penghias penutup kepala. Mange-mange akan di sematkan di bulang dan gotong.
b) MAKNA
Simbol adat mange-mange berisi makna agar kehidupan teratur seperti susunan bunga mange-mange yang tersusun rapi secara alami,rukun serta berbuah.