• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Daerah Penelitian

Kondisi Geografis

Penelitian dilakukan di desa pesisir (Desa Tebing Tinggi, Desa Bagan Kuala dan Desa Pekan Tanjung Beringin) Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai. Adapun kondisi geografis ketiga desa pesisir yang terdapat di Kecamatan Tanjung Beringin adalah sebagai berikut:

a. Desa Tebing Tinggi

Luas Desa Tebing Tinggi yaitu 1620 ha, dimana keadaan alam Desa Tebing Tinggi adalah daratan tinggi dengan ketinggian 5 meter di atas permukaan laut. Adapun batas-batas wilayah Desa Tebing Tinggi adalah:

- sebelah utara : Sungai Bedagai (Desa Bagan Kuala)

- sebelah selatan : Desa Pekan, Pematang Cermai, Pematang Teran - sebelah timur : Kecamatan Bandar Khalifah

- sebelah barat : Desa Pekan Tanjung Beringin

Desa Tebing Tinggi Berjarak 7 km ke ibukota Kecamatan Tanjung Beringin 10 km ke ibukota kabupaten yaitu Sei Rampah dan 55 km ke ibukota propinsi yaitu Medan.

b. Desa Bagan Kuala

Luas Desa Bagan Kuala 420 ha, dimana keadaan alam Desa Bagan Kuala adalah daratan tinggi dengan ketinggian 5 meter di atas permukaan laut. Adapun batas-batas wilayah :

-sebelah utara : Selat Malaka -sebelah selatan : Desa Tebing Tinggi

-sebelah timur : Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu -sebelah barat : Desa Sungai Sarimah, Kecamatan Bandar Khalifah.

Desa Bagan Kuala 8 km ke ibukota Kecamatan Tanjung Beringin,10 km ke ibukota kabupaten yaitu Sei Rampah dan 55 km ke ibukota propinsi yaitu Medan.

c. Desa Pekan Tanjung Beringin

Luas Desa Pekan Tanjung Beringin 330 ha, dimana keadaan alam Desa Pekan Tanjung Beringin adalah dataran tinggi dengan ketingian 5 meter diatas permukaan laut. Adapun batas-batas wilayah desa Pekan Tanjung Beringin adalah:

-sebelah utara : Sungai Bedagai -sebelah selatan : Pematang Cermai -sebelah timur : Tebing Tinggi

-sebelah barat : Kecamatan Sei Rampah

Desa Pekan Tanjung Beringin 1 km ke ibukota Kecamatan Tanjung Beringin, 10 km ke ibukota kabupaten yaitu Sei Rampah dan 55 km ke ibukota

Keadaan Penduduk

a. Desa Tebing Tinggi

Jumlah penduduk di desa ini adalah 5.223 jiwa, terdiri dari 2.528 jiwa laki-laki dan 2.695 jiwa perempuan yang mendiami 1254 rumah tangga. Adapun agama yang dianut didesa ini adalah Islam, Kristen Protestan, Katolik.

Seperti wilayah pesisir lainnya di Indonesia, mata pencaharian utama penduduk Desa Tebing Tinggi adalah sektor pertanian, sub sektor perikanan laut atau nelayan. Komposisi penduduk menurut mata pencaharian dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 4. Komposisi Penduduk Desa Tebing Tinggi Menurut Mata Pencaharian 2009

No. Mata Pencaharian Jumlah (Jiwa) Persentase (%)

1. Nelayan 1.211 56,35 2. Tani 606 28,19 3. Dagang 127 5,90 4. Buruh 192 8,93 5. PNS 13 0,60 Jumlah 2.149 100

Sumber : Kantor Kepala Desa Tebing Tinggi tahun 2009

Dari tabel 4 dapat dilihat bahwa sebanyak 1.211 jiwa atau 56,35% di Desa Tebing Tinggi berprofesi sebagai nelayan, sedangkan bertani sebanyak 606 jiwa atau 28,19%, dagang sebanyak 127 jiwa atau 5,90%, buruh sebanyak 192 jiwa atau 8,93% dan PNS sebanyak 13 jiwa atau 0,60%.

b. Desa Bagan Kuala

Jumlah penduduk didesa ini adalah 1315 jiwa, terdiri dari 670 jiwa laki- laki dan 645 jiwa perempuan yang mendiami 130 rumah tangga. Adapun agama yang dianut di desa ini adalah agama Islam dan Budha..

Seperti wilayah pesisir lainnya di Indonesia, mata pencaharian utama penduduk Desa Bagan Kuala adalah sektor pertanian, sub sektor perikanan laut atau nelayan. Komposisi penduduk menurut mata pencaharian dapat kita lihat pada tabel 5

Tabel 5. Komposisi Penduduk Desa Bagan Kuala Menurut Mata Pencaharian 2009

No. Mata Pencaharian Jumlah (Jiwa) Persentase (%)

1. Nelayan 155 66,81 2. Tani 13 14,65 3. Dagang 34 5,60 4. Buruh 20 8,62 5. PNS 10 4,31 Jumlah 232 100

Sumber : Kantor Kepala Desa Bagan Kuala tahun 2009

Dari tabel 5 dapat dilihat bahwa sebanyak 155 jiwa atau 66,81% di Desa Bagan Kuala berprofesi sebagai nelayan, sedangkan bertani sebanyak 13 jiwa atau 14,65%, dagang sebanyak 34 jiwa atau 5,60%, buruh sebanyak 20 jiwa atau 8,62% dan PNS sebanyak 10 jiwa atau 4,31%.

c. Desa Pekan Tanjung Beringin

Jumlah penduduk desa ini adalah 13.272 jiwa, terdiri dari 6.633 jiwa laki- laki dan 6.639 jiwa perempuan yang mendiami 2.744 rumah tangga. Adapun agama yang di anut di desa ini adalah agama Islam, Kristen Protestan, Kristen katolik dan Budha.

Seperti wilayah pesisir lainnya di Indonesia, mata pencaharian utama penduduk Desa Pekan Tanjung Beringin adalah sektor pertanian, sub sektor perikanan laut atau nelayan. Komposisi penduduk menurut mata pencaharian dapat dilihat pada tabel 6

Tabel 6. Komposisi Penduduk Desa Pekan Tanjung Beringin Menurut Mata Pencaharian 2009

No. Mata Pencaharian Jumlah (Jiwa) Persentase (%)

1. Nelayan 1.331 56,13 2. Tani 483 20,37 3. Dagang 273 11,51 4. Buruh 132 5,56 5. PNS 121 5,10 6. Pengrajin 31 1,30 jumlah 2.371 100

Sumber : Kantor Kepala Desa Pekan Tanjung Beringin tahun 2009

Dari tabel 6 dapat dilihat bahwa sebanyak 1331 jiwa atau 56,13% di Desa Pekan Tanjung Beringin berprofesi sebagai nelayan, sedangkan bertani sebanyak 483 jiwa atau 20.37%, dagang sebanyak 273 jiwa atau 11.51%, buruh sebanyak 132 jiwa atau 5,56% PNS sebanyak 121 jiwa atau 5,10% dan pengrajin sebanyak 31 jiwa atau 1,30%.

Untuk sarana penghubung atau transportasi yang tersedia di daerah penelitian adalah angkutan umum roda empat, becak motor (bentor) dan angkutan sepeda motor (RBT). Sarana jalan menuju desa sebagian sudah di aspal dan sebagian lagi masih jalan berbatu.

Karakteristik Nelayan Sampel

Yang termasuk nelayan sampel dalam penelitian adalah nelayan yang melakukan usaha penangkapan ikan dengan menggunakan perahu motor (<5 GT) dan perahu tanpa motor. Yang termasuk karakteristik nelayan sampel adalah : umur nelayan dan pengalaman melaut. Karakteristik nelayan dapat kita lihat pada tabel 7

Tabel 7. Karakteristik Nelayan Sampel

No. Uraian Perahu Motor < 5 GT (rataan)

Perahu tanpa motor (rataan)

1. Umur 44 tahun 24 tahun

2. Pengalaman melaut

24 tahun 21 tahun

Sumber : Data Primer Diolah (Lampiran 1a, 1b)

Pengalaman melaut nelayan perahu motor < 5GT rata-rata 24 tahun, sedangkan pengalaman melaut nelayan perahu tanpa motor rata-ratanya 21 tahun. Hal ini menunjukkan pengalaman nelayan cukup baik untuk menangkap ikan dan telah memahami navigasi laut tanpa menggunakan alat navigator yang canggih.

Dokumen terkait