Deskripsi Daerah Penelitian
Daerah penelitian yaitu Desa Dalu Sepuluh B Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, dengan luas wilayah ± 415 Ha. Jumlah penduduk di Desa Dalu Sepuluh B sebanyak 6.398 jiwa. Desa Dalu Sepuluh B terdiri dari 10 dusun dan berjarak ± 25 km dari Ibukota Provinsi Sumatera Utara, yakni Medan dan± 8 km dari Ibukota Kecamatan Tanjung Morawa. Dilihat dari jarak antar desa dengan Kota Medan maka dapat diasumsikan bahwa desa tersebut dengan mudah dapat menyalurkan hasil produksinya.
Desa Dalu Sepuluh B memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut :
- Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Penara Kebun Kecamatan Tanjung Morawa dan Desa Tumpatan Nibung Kecamatan Batang Kuis - Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Dalu Sepuluh A dan Desa
Wonosari Kecamatan Tanjung Morawa
- Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Wonosari Kecamatan Tanjung Morawa
- Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Dalu Sepuluh A Kecamatan Tanjung Morawa dan Desa Tumpatan Nibung Kecamatan Batang Kuis
Keadaan Penduduk
Penduduk Desa Dalu Sepuluh B berjumlah 5.976 jiwa meliputi 3.067 jiwa laki-laki dan 2.900 jiwa perempuan, dengan jumlah rumah tangga sebanyak 1.563 KK. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2. Distribusi Penduduk Menurut Kelompok Umur di desa Dalu Sepuluh B Tahun 2010
Kelompok Umur
(Tahun) Jumlah (Jiwa) Jumlah (%)
0-14 14-54 >55 1415 3582 979 23,67 59,93 16,38 Jumlah 5.976 100 %
Sumber :Kantor Kepala Desa Dalu Sepuluh B 2010
Dari tabel 2 di atas dapat dilihat jumlah produsen sampel terbesar berada pada kelompok usia produktif (umur 14-54 tahun) dengan jumlah 3.582 orang atau 59,93% dan yang terkecil pada kelompok umur >55 tahun dengan jumlah 979 orang atau 16,38%.
Mata pencaharian penduduk di Desa Dalu Sepuluh B beraneka pekerjaan dan lebih jelasnya dapat dilihat tabel di bawah ini :
Tabel 3. Distribusi Penduduk Menurut Jenis Mata Pencaharian di Desa Dalu Sepuluh B Tahun 2009
No. Uraian Jumlah Penduduk (Jiwa) Persentase
(%) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Karyawan PNS/TNI Polri Guru Wiraswasta Buruh Petani Pegawai Lainnya 225 41 16 64 992 1.390 150 498 6,66 1,21 0,47 1,89 29,38 41,17 4,44 14,75 Jumlah 3.376 100 %
Tabel 3 menunjukkan bahwa penduduk di daerah penelitian memiliki beragam pekerjaan. Sebagai karyawan sebanyak 225 jiwa (6,66%), PNS/TNI Polri sebanyak 41 jiwa (1,21%), Guru sebanyak 16 jiwa (0,47%), Wiraswasta sebanyak 64 jiwa (1,89%), Buruh sebanyak 992 jiwa (29.38%), Petani sebanyak 1.390 jiwa (41,17%), Pegawai sebanyak 150 jiwa (4,44%), dan mata pencaharian lainnya yaitu gabungan dari berbagai macam pekerjaan sebesar 498 jiwa (14,75%). Pengolah emping melinjo masuk ke dalam kelompok petani, dikategorikan kelompok petani karena mereka menanam sendiri tanaman melinjo dan mengolah sendiri hasilnya menjadi emping.
Sarana dan Prasarana
Adapun sarana dan prasarana yang terdapat di Desa Dalu Sepuluh B dapat dilihat pada tabel 4 di bawah ini :
Tabel 4. Sarana dan Prasarana di Desa Dalu Sepuluh B
No. Sarana dan Prasarana Jumlah (Unit)
1. Transportasi a. Sepeda 700 b. Becak 4 c. Roda 2 365 d. Roda 3 6 e. Roda 4 17 2. Jalan a. Aspal 7 km b. Sirtu 15 km
3. Pekan (Selasa dan Kamis) 1
Sumber : BPS dan Kantor Kepala Desa Dalu Sepuluh B
Dari tabel 4 dapat dilihat bahwa sarana dan prasarana di Desa Dalu Sepuluh B yaitu sarana transportasi sudah termasuk lengkap yang terdiri dari sepeda, becak, roda 2, roda 3, dan roda 4 juga sudah ada di desa Dalu Sepuluh B ini. Kondisi jalan di desa Dalu Sepuluh B juga sudah tidak tanah lagi, jalan aspal
sepanjang 7 km dan jalan sirtu sepanjang 15 km. Terdapat 1 pekan yang ada pada hari selasa dan kamis saja, tetapi pengolah tidak menjual emping melinjo di pekan ini karena pada umumnya mereka menjualnya ke pasar-pasar di Medan. Di Desa Dalu Sepuluh B tidak ada terdapat terminal.
Karakteristik Sampel
Produsen Sampel (Pengolah Emping Melinjo)
Pengolah emping melinjo merupakan pengolah yang melakukan usaha secara perumah tangga, yaitu termasuk industri rumah tangga. Pengolahan, penjemuran dan penyimpanan dilakukan di pekarangan rumah masing-masing. Pengolah emping melinjo di Desa Dalu Sepuluh B menjual hasil produksinya ke pedagang pengecer di Kota Medan. Adapun karakteristik produsen dalam penelitian ini meliputi umur, lama pendidikan, jumlah tanggungan, pengalaman berusaha dan volume pengolahan. Karakteristik produsen sampel dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 5. Karakteristik Produsen Sampel
No. Uraian Satuan Range Rataan
1. Umur Tahun 25-61 41
2. Pengalaman Tahun 2-50 15
3. Pendidikan Tahun 4-12 6
4. Jumlah Tanggungan Orang 0-4 1
5. Produksi Kilogram/bln 30-120 65,5
Sumber :Analisis Data (Lampiran 1)
Dari tabel 5 dapat diketahui rata-rata umur produsen sampel di Desa Dalu Sepuluh B adalah 41 tahun, menunjukkan bahwa produsen sampel masih tergolong dalam usia yang produktif. Berdasarkan lampiran 1 diketahui bahwa umur pengolah adalah 60 tahun dan sudah bekerja selama 50 tahun, berarti petani
tersebut sudah mulai bekerja sejak umur 10 tahun. Rata-rata pengalaman produsen sampel adalah 15 tahun, sudah cukup lama di usahakan di Desa Dalu Sepuluh B. Rata-rata lama pendidikan produsen sampel di Desa Dalu Sepuluh B adalah 6 tahun atau lulus SD, hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan produsen sampel masih tergolong rendah. Setiap produsen sampel memiliki jumlah tanggungan rata-rata sebanyak 1 orang dengan rata-rata produksi per bulan yang dihasilkan produsen sampel adalah 65,5 kg.
Pedagang Sampel
Pedagang Pengumpul
Pedagang pengumpul desa dalam penelitian ini adalah para pedagang yang membeli emping dari petani pengolah untuk mengumpulkan emping melinjo saja tanpa mengantar atau membawanya ke pedagang lain. Sedangkan pedagang perantara (agen) adalah orang yang mengantar emping melinjo dari satu pedagang ke pedagang yang lain. Biasanya para pedagang pengumpul desa ini membeli emping melinjo langsung dari produsen (pengolah) dan ada juga dari sesama pedagang pengumpul untuk di jual ke pedagang perantara (agen) dan ke pedagang pengecer. Ada juga pedagang pengumpul yang sekaligus berperan sebagai pedagang perantara (agen) dan langsung membawa emping melinjo ke pasar di Medan. Pedagang pengumpul menjual empingnya ke pedagang perantara dan pedagang pengecer di Pasar Gambir dan Pasar Simpang Limun. Jumlah pedagang pengumpul yang ada di Desa Dalu Sepuluh B yang diketahui dari sampel pengolah emping melinjo adalah sebanyak 7 pedagang pengumpul. Karakteristik pedagang pengumpul emping melinjo dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 6. Karakteristik Pedagang Pengumpul
No. Uraian Satuan Range Rataan
1. Umur Tahun 33-60 45,28
2. Pendidikan Tahun 6-12 9,42
3. Pengalaman Tahun 3-30 14,71
4. Volume Penjualan Kilogram/bln 100-400 224,28
Sumber :Analisis Data (Lampiran 2)
Dari tabel 6 dapat dilihat bahwa rata-rata umur pedagang pengumpul adalah 45 tahun dengan interval 33-60 tahun. Rata-rata lama pendidikan adalah 9 tahun atau lulus SMP. Rata-rata pengalaman sebagai pedagang pengumpul adalah 14,71 tahun dengan interval 3-30 tahun dan volume penjualan pedagang pengumpul adalah 224,28 kg dengan interval 100-400 kg per bulannya.
Pedagang Perantara
Pedagang perantara atau yang disebut dengan agen adalah orang yang datang ke Desa Dalu Sepuluh B untuk membeli emping melinjo kepada pedagang pengumpul yang berada di Desa ini juga kemudian menjualnya ke pedagang pengecer. Tetapi ada juga pedagang perantara yang juga sebagai pedagang pengecer, yaitu orang yang membeli emping melinjo ke pedagang pengumpul di desa kemudian pedagang perantara tersebut langsung menjual sendiri empingnya ke pasar di Medan. Pasar yang dituju adalah Pasar Gambir, Pasar Simpang Limun dan Pasar Sambu. Jumlah pedagang perantara yang ditemukan pada saat penelitiann adalah sebanyak 5 pedagang. Adapun karakteristik pedagang perantara yang tidak sebagai pedagang pengecer juga adalah sebagai berikut :
Tabel 7. Karakteristik Pedagang Perantara
No. Uraian Satuan Range Rataan
1. Umur Tahun 44-53 48
2. Pendidikan Tahun 6-12 7,8
3. Pengalaman Tahun 10-30 19
4. Volume Penjualan Kilogram/bln 160-240 200
Sumber :Analisis Data (Lampiran 3)
Dari tabel 7 dapat dilihat bahwa rata-rata umur pedagang perantara adalah 48 tahun dengan interval 44-53 tahun. Rata-rata lama pendidikan adalah 8 tahun atau lulus SD. Rata-rata pengalaman sebagai pedagang perantara adalah 19 tahun dengan interval 10-30 tahun dan volume penjualan pedagang perantara adalah 200 kg dengan interval 160-240 kg per bulan.
Pedagang Pengecer
Pedagang pengecer adalah pedagang yang membeli emping melinjo baik langsung dari pedagang pengumpul maupun dari pedagang perantara. Pedagang pengecer emping melinjo banyak dijumpai di Pasar Tradisional seperti Pasar Gambir di Tembung, Pasar Sentral (Sambu) dan di Pasar Simpang Limun. Pedagang pengecer emping melinjo menjual emping melinjo langsung kepada konsumen dalam jumlah yang relatif sedikit. Rata-rata mereka membeli emping melinjo antara 80-320 kg perbulannya. Adapun karakteristik pedagang pengecer adalah sebagai berikut :
Tabel 8. Karakteristik Pedagang Pengecer
No. Uraian Satuan Range Rataan
1. Umur Tahun 33-52 42,45
2. Pendidikan Tahun 6-16 9,9
3. Pengalaman Tahun 10-23 14,54
4. Volume Penjualan Kilogram/bln 80-320 152,73
Dari tabel 8 dapat dilihat bahwa rata-rata umur pedagang pengecer adalah 42 tahun dengan interval 33-52 tahun.Rata-rata lama pendidikan adalah 9 tahun dengan interval 6-16. Rata-rata pengalaman sebagai pedagang pengecer adalah 14 tahun dengan interval 10-23 tahun dan volume penjualan pedagang pengecer adalah 152,73 kg dengan interval 80-320 kg per bulan.