• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum Daerah penelitian

a. Luas dan letak geografis daerah penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang, dilakukan di dua desa yaitu Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang. Desa Namoriam berada pada ketinggian 30 meter di atas permukaan laut dengan temperatur 230 C – 270 C. Luas wilayah 660 ha dan keadaan topografi datar, jarak desa dengan pusat kecamatan 3,5 km dan dari ibukota kecamatan 23,5 km.

Adapun batas-batas wilayah Desa Namoriam adalah sebagai berikut : - Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Tiang Layar

- Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Durin Simbelang

- Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Tiang layar dan Desa Durin Simbelang

-

Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Durin Tonggal

Desa Durin Simbelang merupakan salah satu desa swakarya, yang berada pada ketinggian 30 meter di atas permukaan laut. Desa ini memiliki temperatur 230C – 270C. Luas wilayah 389,42 ha. Adapun batas-batas wilayah Desa Durin Simbelang adalah sebagai berikut :

- Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Pertampilen dan Desa Namoriam - Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Tiang Layar

- Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Durin Tonggal dan Desa Sugau - Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Tiang Layar dan Desa Namoriam

b. Keadaan penduduk

Jumlah penduduk Desa Namoriam sebanyak 1.542 jiwa. Di desa ini jumlah penduduk laki-laki lebih sedikit dibanding jumlah penduduk perempuan dengan total kepala keluarga 409 KK. Di Desa Durin Simbelang terdapat 2.820 jiwa, dengan jumlah rumah tangga sebanyak 627 RT. Komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3. Komposisi penduduk menurut jenis kelamin di Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang tahun 2009

No. Jenis Kelamin

Desa Namoriam Desa Durin Simbelang Jumlah (orang) Persentase (%) Jumlah (orang) Persentase (%) 1 Laki - laki 745 48.31 1,408 49.93 2 Perempuan 797 51.69 1,412 50.07 Total 1,542 100.00 2,820 100.00

Sumber : kantor kepala desa setempat.

Pada umumnya, penduduk di kedua desa merupakan petani, yaitu lebih dari 90 % dari jumlah total penduduk yang ada. Komposisi penduduk berdasarkan pekerjaan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4. Komposisi penduduk menurut pekerjaan di Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang tahun 2009

No. Pekerjaan

Desa Namoriam Desa Durin Simbelang Jumlah (orang) Persentase (%) Jumlah (orang) Persentase (%) 1 Petani 1,501 97.34 2,753 97.62 2 Pegawai Negeri 14 0.91 18 0.64 3 ABRI 6 0.39 4 0.14 4 Wiraswasta 21 1.36 45 1.60 Total 1,542 100.00 2,820 100.00

c. Penggunaan lahan

Sebagian besar lahan Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang digunakan untuk areal perladangan/tanah kering. Sebagian kecil digunakan untuk pekarangan rumah dan kebutuhan lainnya. Pola penggunaan lahan untuk kedua desa ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5. Komposisi penggunaan lahan di Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang tahun 2009

No Jenis Penggunaan Lahan

Desa Namoriam Desa Durin Simbelang Luas (ha) Persentase (%) Luas (ha) Persentase (%)

1 Bangunan 9.5 1.44 5.99 1.54 2 Lahan Pertanian Sawah 120 18.18 130 33.38 Ladang 325 49.24 133 34.15 Tegalan 195 29.55 110 28.25 Kolam 1 0.15 1.5 0.39 3 Lain-lainnya 9.5 1.44 8.93 2.29 Total 660 100.00 389.42 100.00

Sumber : kantor kepala desa setempat

Pada Desa Naoriam penggunaan lahan pertanian untuk perladangan lebih banyak digunakan yaitu sebesar 325 ha. Sedangkan pada Desa Durin Simbelang sebesar 133 ha.

d. Sarana dan prasarana

Sarana dan Prasarana sangat menunjang pembangunan masyarakat desa. Bila sarana dan prasarana baik, maka pembangunan desa dan masyarakat akan semakin baik pula. Hal ini dapat dilihat dari jenis-jenis fasilitas umum yang telah tersedia baik fasilitas perumahan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, maupun fasilitas peribadatan. Kedua desa ini telah dapat dicapai dengan kendaraan umum

karena letaknya yang berada di pinggir jalan besar. Secara umum sarana dan prasarana Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6. Sarana dan prasarana yang ada di Desa Namoriam dan Desa Durin

Simbelang tahun 2009

No. Sarana Desa Namoriam Desa Durin Simbelang

1 Sarana Ibadah Mesjid (unit) 1 1 Gereja (unit) 4 1 2 Sarana Kesehatan

Rumah Sakit (unit) 0 1

Posyandu (unit) 1 1 3 Sarana Pendidikan SD (unit) 0 1 SMP (unit) 0 0 SMA (unit) 0 0

Sumber : kantor kepala desa setempat

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sarana ibadah telah dapat dikatakan baik pada kedua desa ini, dimana pada setiap desa setidaknya telah tersedia mesjid dan gereja. Sarana pendidikan dan kesehatan yang ada di kedua desa tersebut kurang untuk mendukung kesejahteraan penduduk. Terutama sarana pendidikan untuk anak – anak yang ada di desa tersebut.

Karakteristik sampel a. Petani

Petani sampel merupakan petani yang mengusahakan belimbing di lahan pertaniannya. Petani sampel yang diteliti di daerah penelitan diperoleh sebanyak 30 orang. Adapun karakteristik petani dalam penelitian ini meliputi umur, pengalaman, pendidikan dan jumlah tanggungan. Karakteristik petani sampel dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 7. Karakteristik petani sampel di daerah penelitian tahun 2009

No. Uraian Satuan Desa Namoriam

Desa Durin Simbelang Range Rataan Range Rataan

1 Umur Tahun 27-64 42.53 28-60 43.07

2 Pengalaman Tahun 1-30 14.00 3-30 14.87

3 Pendidikan Tahun 6-15 10.40 6-15 8.80

4 Jumlah tanggungan Jiwa 0-5 2.61 0-7 3.20

5 Luas lahan ha 0.3-1 0.63 0.4-1 0.54

Sumber : analisis data primer (lampiran 1)

Rataan petani sampel Desa Namoriam berumur 42,53 tahun, sedangkan di Desa Durin Simbelang 43,07 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa petani sampel pada kedua desa rata – rata berusia produktif untuk melakukan usaha tani. Rata – rata pengalaman sebesar 14,00 tahun di Desa Namoriam dan 14,87 tahun di Desa Durin Simbelang.

Tingkat pendidikan petani Desa Namoriam senilai 10,40 namun di Desa Durin Simbelang 8,80. Hal ini menunjukkan bahwa petani sampel di Desa Namoriam telah menempuh pendidikan rata – rata hingga selesai SMP. Petani Desa Durin Simbelang rata – rata mencapai pendidikan selesai SD. Tingkat pendidikan ini mempengaruhi cara berpikir dan berusaha tani. Dengan rataan jumlah tanggungan sebanyak 2 orang di Desa Namoriam dan 3 orang di Desa Durin Simbelang.

b. Pedagang pengumpul

Pedagang pengumpul merupakan pedagang yang membeli langsung belimbing ke petani dan menjualnya kepada pedagang besar. Pedagang sampel yang diteliti diperoleh dengan bertanya pada petani kemana belimbing tersebut dijual. Adapun karakteristik pedagang pengumpul dalam penelitian ini meliputi

umur, pengalaman, dan pendidikan. Karakteristik sampel pedagang pengumpul dapat dilihat pada tabel di bawah :

Tabel 8. Sampel pedagang pengumpul di daerah penelitian tahun 2009

No. Uraian Satuan Range Rataan

1. Umur Tahun 35-46 42,8

2. Pengalaman Tahun 12-20 16

3. Pendidikan Tahun 6-12 9,6

Sumber : analisis data primer (lampiran 2)

Dari tabel 8 dapat dilihat bahwa rataan umur pedagang pengumpul adalah 42,8 tahun, yang berarti pedagang berada di usia produktif. Dan pengalaman berdagang selama rataan 16 tahun, dengan rataan pendidikan 9,6 yang menunjukkan pedagang pengumpul telah menempuh pendidikan SMP.

c. Pedagang besar

Pedagang besar merupakan pedagang yang membeli belimbing dari pedagang pengumpul dalam jumlah yang relatif lebih banyak, dan menjualnya kepada pedagang pengecer. Adapun karakteristik pedagang besar dalam penelitian ini meliputi umur, pengalaman, dan pendidikan. Karakteristik sampel pedagang besar dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 9. Karakteristik pedagang besar di daerah penelitian tahun 2009

No. Uraian Satuan Range Rataan

1. Umur Tahun 47-55 51

2. Pengalaman Tahun 20-22 21

3. Pendidikan Tahun 6-12 10,5

Sumber : analisis data primer (lampiran 3)

Dari tabel 9 dapat dilihat bahwa rataan umur pedagang besar adalah 51 tahun, yang berarti pedagang berada di usia produktif. Dan pengalaman berdagang selama rataan 21 tahun, dengan rataan pendidikan 10,5 yang menunjukkan pedagang besar telah menempuh pendidikan SMP.

d. Pedagang pengecer

Pedagang pengecer merupakan pedagang yang membeli belimbing dari pedagang besar dalam jumlah yang relatif sedikit, dan menjualnya kepada konsumen. Adapun karakteristik pedagang pengecer dalam penelitian ini meliputi umur, pengalaman, dan pendidikan. Karakteristik sampel pedagang besar dapat dilihat pada tabel 10 dibawah ini.

Tabel 10. Karakteristik pedagang pengecer di daerah penelitian tahun 2009

No. Uraian Satuan Range Rataan

1. Umur Tahun 37-60 46,85

2. Pengalaman Tahun 5-30 15,65

3. Pendidikan Tahun 6-12 9,36

Sumber : analisis data primer (lampiran 4)

Dari tabel dapat dilihat bahwa rata – rata pedagang pengecer berusia 46,85 tahun, yang berarti pedagang berada di usia produktif. Dan pengalaman berdagang selama rataan 15,65 tahun, dengan rataan pendidikan 9,36 yang menunjukkan rataan pendidikan pedagang pengecer menempuh pendidikan SMP.

Dokumen terkait