Gambaran Umum Daerah Penelitian.
Kotamadya Medan merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia. Kota Medan adalah ibukota Propinsi Sumtera Utara yang memiliki koordinat 20.271 – 20.471 LU dan 980,351 – 980,441 BT. Dengan ketinggian 2,5M – 37,5M di atas permukaan laut dan beriklim tropis dengan suhu minimum antara 23,00C – 24,10C dan suhu maksimum 30,60C – 33,10C. Kelembaban udaranya berkisar antara 78-82%, kecepatan angin rata-rata sebesar 0,42m/sec. Kota medan yang memiliki keanekaragaman suku dan budaya ini juga merupakan salah satu barometer di bidang keamanan dan ketertiban di Indonesia. Kota Medan memiliki penduduk yang sangat banyak. Data BPS 2010 memperlihatkan bahwa jumlah penduduk Kota Medan sebesar 2.097.610 jiwa. Dengan perincian 1.036.926 jiwa laki-laki dan 1.060.684 jiwa wanita. Kota Medan memiliki 20 Kecamatan.
Persebaran penduduk di Kota Medan juga sangat padat. Menurut data BPS 2010, kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk yang paling tinggi adalah Kecamatan Medan Perjuangan. Dengan kepadatan 22,819. Kepadatan penduduk Kota Medan dapat terlihat jelas pada Tabel 4.
Tabel 4. Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2010
Kecamatan Luas (Km²) Kepadatan
Medan Tuntungan 20.68 80,942 3,914 Medan Johor 14.58 123,851 8,495 Medan Amplas 11.19 113,143 10,111 Medan Denai 9.05 141,395 15,624 Medan Area 5.52 96,544 17,490 Medan Kota 5.27 72,580 13,772 Medan Maimun 2.98 39,581 13,282 Medan Polonia 9.01 52,794 5,859 Medan Baru 5.84 39,516 6,766 Medan Selayang 12.81 98,317 7,675 Medan Sunggal 15.44 112,744 7,302 Medan Helvetia 13.16 144,257 10,962 Medan Petisah 6.82 61,749 9,054 Medan Barat 5.33 70,771 13,278 Medan Timur 7.76 108,633 13,999 Medan Perjuangan 4.09 93,328 22,819 Medan Tembung 7.99 133,579 16,718 Medan Deli 20.84 166,793 8,004 Medan Labuhan 36.67 111,173 3,032 Medan Marelan 23.82 140,414 5,895 Medan Belawan 26.25 95,506 3,638 Total 265.10 2,097,610 7,913 Sumber : BPS 2011
Penelitian dilakukan di Pasar Sentral Kecamatan Medan Perjuangan. Secara fisik kecamatan Medan Baru terletak di wilayah barat daya dengan mempunyai batas wilayah, sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kec. Medan Tembung dan Kec Medan Timur
Sebelah Selatan : Kec. Medan Area dan Kab. Karo Sebelah Barat : Kec. Medan Timur
Sebelah Timur : Kec. Medan Tembung
Kecamatan Medan Perjuangan dengan jumlah penduduk 105.702 jiwa yang tersebar di 9 kelurahan seperti tertera pada tabel 5 berikut:
Tabel 5. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Dirinci Menurut Kelurahan Di Kecamatan Medan Perjuangan Tahun 2010
Sumber : BPS 2011
Deskripsi Lokasi Pasar
Kecamatan Medan Perjuangan memiliki Pasar Tradisional yang terletak di Kelurahan Pandau Hilir , yaitu : Perusahaan Daerah Pasar Sentral tepatnya yang berada di Jalan Sutomo dan Jalan Veteran yang berada di pinggir jalan raya dimana dilakukan penelitian ini.
Pasar Sentral adalah salah satu dari 56 pasar tradisional yang ada di kota Medan. Adapun jenis barang yang dijual terdiri dari bahan-bahan pokok seperti sembako, sayur-sayuran, ikan, daging, bumbu dan rempah, barang kelontong, makanan, minuman, buah-buahan sampai pada kebutuhan sandang seperti pakaian, tas, sepatu, perhiasan, barang pecah belah, dan sebagainya.
Pada mulanya usul mendirikan pasar sentral yang dkelola pemeintah diterima dengan bulat pada sidang gementaraad pada tanggal 29 April 1929 . Pembangunan pun dilaksanakan pada tanggal 2 April 1931, namun karena krisis ekonomi pembangunan baru selesai pada tanggal 21 Desember 1932.
No. Kelurahan Laki-laki (Jiwa)
Perempuan
(Jiwa) Jumlah (jiwa) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pandau Hilir Sei Kera Hulu Pahlawan Sei Kera Hilir I Sei Kera Hilir II Sidorame Timur Sidorame Barat II Sidorame Barat I Tegal Rejo 4.584 5.474 5.033 5.932 4.513 6.485 4.818 5.633 9.280 4.883 5.865 5.140 6.175 4.789 6.592 4.864 5.893 9.749 9.476 11.339 10.173 12.107 9.302 13.077 9.682 11.526 19.020 Total 51.752 53.950 105.702
Pusat Pasar dibuka pertama kalinya pada 1 Maret 1933 kompleks pasar dibagi kepada empat gedung. Pada tahun-tahun awal kios-kios Pusat Pasar tidak banyak ditempati pedagang karena keadaan ekonomi1942 ongkos penyewaan kios diturunkan hingga semurah-murahnya dan jumlah pembayaran disesuaikan dengan kemampuan penyewa. Pada tahun 1971 dua dari empat bangunan pasar habis terbakar. Lalu pada tahun 1978 dua bangunan yang tersisa juga terbakar. Akibatnya para pemilik kios terpaksa menggelar dagangannya di jalanan di sekitar daerah tersebut untuk dapat tetap berjualan. Pemerintah kemudian membangun bangunan baru yang bertingkat sebagai pengganti bangunan lama yang terbakar. Pada saat yang sama, bangunan yang baru tersebut juga membuat keadaan pasar tertata dengan lebih rapi. Setelah Medan Mall dibangun pada pertengahan 1990-an, kedua bangunan tersebut (Pusat Pasar dan Medan Mall) dihubungkan sehingga pengunjung dapat berpindah bangunan dengan mudah.
Pasar Sentral merupakan salah satu pasar tradisional di kota Medan yang dikelola oleh PD. Pasar/Pajak Kota Medan, yang mana kantor PD. Pasar berada di lantai III Gedung Pasar Petisah. PD. Pajak Kota Medan didirikan dengan tujuan untuk mewujudkan dan meningkatkan pelayanan umum kepada masyarakat dengan penyediaan sarana pasar, disamping itu juga menunjang kebijaksanaan umum Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penataan Pasar secara teratur yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana tempat berjualan perlu dilakukan melihat potensi perkembangan pasar yang cukup besar. Maka PD Pasar Kota Medan merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi hal tersebut dan sebagai fasilisator bagi para pedagang. PD Pasar Kota Medan sebagai
pemegang mandat yang diberikan oleh Pemerintah Kota Medan untuk melaksanakan Peraturan Daerah Kota Medan No. 8 Tahun 2001 dan Keputusan Walikota Medan No. 28 Tahun 2001.
Karakteristik Pedagang Sayuran
Pedagang disini dibedakan menjadi 2 yaitu wanita pedagang sayuran dan pria pedagang sayuran. Karakteristik pedagang sayuran dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
1. Karakteristik Sosial : Umur, pengalaman, lokasi berdagang, jumlah tanggungan, dan pendidikan.
2. Karakteristik Ekonomi : Modal, dan Pendapatan.
Karakteristik Sosial Ekonomi Wanita dan Pria Pedagang Sayur Mayur Adapun karakteristik sosial ekonomi wanita dan pria pedagang sayuran yang menjadi responden penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 6 .
Tabel 6. Karakteristik Sosial Ekonomi Wanita dan Pria Pedagang Sayur Mayur
No Uraian
Wanita Pria
Range Rataan Range Rataan
1 Umur (Tahun) 32-60 47 34-45 39 2 Lama Berdagang (Tahun) 5-30 20 10-20 14 3 Jumlah Tanggungan (Jiwa) 1-6 3 2-5 3 4 Pendidikan (Tahun) 6-12 9 9-12 12 5 Lama Berumah Tangga (Tahun) 12-35 24 10-15 12 6 Modal/bulan (Rp) 22.800.000 - 258.000.000 135.090.000 29.100.000 - 188.700.000 98.800.000 7 Pendapatan/bulan (Rp) 4.073.000 - 79.091.833 37.9532.236 963722 - 54.035.458 23,126,094
1. Umur
Umur adalah usia responden yang diukur mulai dari responden lahir sampai penelitian ini dilakukan. Usia akan mempengaruhi seseorang dalam melakukan sesuatu kegiatan. Umur rata-rata wanita sebagai sampel adalah 47 tahun dengan range 32 – 60 tahun, sementara umur rata-rata pria sampel adalah 39 tahun dengan range 34 – 45 tahun.
Artinya umur rata-rata wanita sampel lebih tinggi daripada pria sampel. Namun masih dalam usia produktif artinya pedagang sampel dari segi fisik potensinya masih kuat.
2. Lama Berdagang
Lama berdagang adalah waktu berdagang mulai dari memulai usaha dagang sampai penelitian ini dilakukan. Lama berdagang akan mempengaruhi seseorang dalam menjalankan usaha dagangnya, karena pengalaman seseorang dalam berdagang akan mempengaruhi pengambilan keputusan dalm menjalankan usaha dagangnya. Lama berdagang rata-rata wanita sampel adalah 20 tahun dengan range 5 – 30 tahun, sementara pria sampel adalah 14 tahun dengan range 10 – 20 tahun. Artinya, pengalaman berdagang wanita sampel lebih tinggi daripada pengalaman berdagang pria sampel. 3. Jumlah Tanggungan
Jumlah tanggungan adalah tanggungan keluarga yang kebutuhannya masih harua ditanggungjawabi oleh sampel. Rata – rata jumlah tanggungan wanita sampel adalah 3 orang dengan range 1 – 6 orang, dan rata – rata jumlah tanggungan pria sampel adalah 3 orang dengan range 2 – 5 orang. Hal ini
menyimpulkan bahwa rata-rata jumlah tanggungan wanita pedagang sayur mayur adalah 3 orang (jiwa).
4. Pendidikan
Pendidikan merupakan faktor yang paling esensial dalam aspek sosial. Karena melalui pendidikan, manusia mampu menambah nilai tawarnya. Pendidikan juga mampu menempatkan manusia menjadi manusia yang sesungguhnya, karena semua ilmu pengetahuan dan informasi dapat diperoleh dari pendidikan.. Rata-rata pendidikan wanita sampel adalah 9 tahun dengan Range 6 – 12, sedangkan rata – rata pendidikan pria sampel adalah 12 tahun dengan range 9 – 12 tahun. Artinya rata – rata tingkat pendidikan pria sampel pria lebih tinggi daripada rata – rata tingkat pendidikan wanita sampel.
5. Lama Berumah Tangga
Lama berumah tangga adalah waktu membangun sebuah keluarga mulai dari menikah sampai penelitain ini dilakukan. Lama berumah tangga dapat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan yang dilakukan dalam menjal;ankan usaha dagangnya. Rata-rata lama berumah tangga wanita sampel adalah 24 tahun dengan range 12 – 35 tahun, sedangkan rata-rata lama berumah tangga pria sampel adalah 12 tahun dengan range 11 – 15 tahun. Ini berarti rata-rata lama berumahtangga wanita sampel lebih tinggi daripada pria sampel. Artinya, wanita sampel sudah tergolong yang sudah matang dalam berkeluarga.
6. Modal
Modal merupakan biaya yang dikeluarkan dalam menjalankan usaha dagangnya. Modal yang besar dapat mempenagruhi pendapatan yang besar pula. Rata-rata modal wanita sampel adalah Rp. 135.090.000 dengan range Rp.22.800.000 – Rp.258.000.000 sedangkan rata-rata modal pria sampel adalah 98.800.000 dengan range Rp.29.100.000 – Rp.188.700.000. Ini berarti rata-rata modal wanita sampel lebih besar daripada rata-rata pria sampel. 7. Pendapatan
Pendapatan adalah penerimaan dikurang dengan biaya produksi. Atau pendapatan adalah hasil yang diperoleh dari usah dagangnnya. Rata-rata pendapatan wanita sampel adalah Rp. 37.9532.236 dengan range Rp.4.073.000 – Rp.79.091.833, sedangkan rata-rata pendapatan pria sampel adalah Rp.23,126,094 dengan range Rp.963722 – Rp.54.035.458. Artinya, rata-rata pendapatan wanita sampel lebih tinggi daripada rata-rata pendapatan pria sampel.