• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Daerah Penelitian

Deskripsi daerah penelitian menggambarkan keadaan daerah penelitian ditinjau dari keadaan fisik dan keadaan non fisik. Setiap daerah memiliki deskripsi yang berbeda-beda. Keadaan fisik yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah letak dan batas, luas daerah penelitian, penggunaan lahan, iklim di daerah penelitian. Pembahasan ini akan membantu melihat kondisi fisik di daerah penelitian yang melatarbelakangi kegiatan penduduk, khususnya pada industri kulit. Keadaan non fisik yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah keadaan penduduk yang meliputi jumlah, kepadatan dan penyebaran penduduk, komposisi penduduk menurut mata pencaharian dan komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan.

a. Kondisi Fisik

Desa Selosari Terletak di Pinggiran Kecamatan Magetan dan berada pada ketinggian antara 314 sampai dengan 481 meter di atas permukaan laut. Letak Kecamatan Magetan berada pada LS 70 37’ 15,1” BT 1110 17’ 56,4”

dan LS 7 0 40’ 13,8” BT 1110 21’ 57,6” .

Secara administratif Kecamatan Magetan berbatasan dengan :

a. Sebelah Utara : Kecamatan Panekan b. Sebelah Timur : Kecamatan Sukomoro c. Sebelah Selatan : Kecamatan Ngariboyo

d. Sebelah Barat : Kecamatan Panekan dan Kecamatan Sidorejo

Penggunaan lahan adalah penggunaan utama dari suatu lahan, bagaimana lahan tersebut dimanfaatkan saat ini dan penggunaan lahan di Kecamatan Magetan akan mengalami perubahan dari waktu ke waktu secara alami maupun pengaruh manusia. Dengan melihat bentuk penggunaan lahan

commit to user

suatu daerah maka dapat diketahui aktivitas manusia di daerah tersebut untuk memenuhi hidupnya. Penggunaan lahan di Kecamatan Magetan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2. Penggunaan Lahan di Kecamatan Magetan Tahun 2011

No Penggunaan Lahan Luas (Ha)

1 Sawah 1.289,00

2 Bukan Sawah (tegal, pekarangan)

33,56

3 Lainnya (permukiman, jalan, kuburan)

818,68

Jumlah 2.141,24

Sumber : Kecamatan Magetan Dalam Angka 2011

Dari tabel diatas dapat diketahui penggunaan lahan sebagai berikut untuk usaha pertanian berupa sawah seluas 1.289,00 Ha, tegal/pekarangan seluas 33,56 Ha.

Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa daerah penelitian masih ada sebagian penduduk yang bekerja di sektor pertanian sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk sektor industri atau permukiman, jalan, kuburan menempati area seluas 818,68 Ha. Penjelasan masing-masing lahan akan diuraikan sebagai berikut :

1. Sawah

Lahan sawah di Kecamatan Magetan diusahakan pada daerah yang landai hingga berombak, luas lahan ini adalah 1.289.00 Ha adalah jenis sawah irigasi dan mampu panen 3 kali setahun. Sawah jenis ini terdapat di seluruh daerah Kecamatan Magetan. Dengan lahan pertanian yang cukup luas, menjadikan Kecamatan Magetan memiliki potensi yang besar sebagai daerah produksi pangan selain sebagai pusat kegiatan ekonomi dan jasa yang telah mulai berkembang di Kecamatan Magetan.

commit to user 2. Tegal/ pekarangan

Lahan ini tersebar di seluruh Kecamatan Magetan dengan luas 33,56 Ha, lahan ini terdiri dari bermacam-macam bangunan seperti, perumahan industri, perkantoran serta sekolahan dan bangunan industri di sentra industri kulit di Kecamatan Magetan. Secara umum setiap rumah atau tempat tinggal akan memiliki lahan pekarangan meskipun dengan luasan yang terbatas, yang dimanfaatkan sebagai taman atau sebagai sarana untuk memperindah tampilan rumah atau tempat tinggal. Dengan perkembangan Kecamatan Magetan yang cukup cepat mengakibatkan semakin berkurangnya lahan untuk pekarangan rumah. Permukiman yang padat serta kebutuhan tempat tinggal yang tinggi mengakibatkan lahan yang ada dimanfaatkan semaksimal mungkin sebagai permukiman.

3. Lain-lain

Lahan yang mempunyai luas 818,68 Ha, dimanfaatkan penduduk untuk pemukiman, jalan dan kuburan. Kebutuhan lahan akan permukiman sangatlah tinggi, berbeda dengan kebutuhan akan lahan kuburan yang sangat rendah. Semakin berkurangnya lahan pertanian dan pekarangan dari waktu ke waktu mengindikasikan bahwa Kecamatan Magetan telah menjadi pusat kegiatan ekonomi dan jasa, serta mampu menarik setiap pelaku kegiatan ekonomi dan jasa untuk bertempat tinggal di wilayah terdekat. Sehingga dapat dipastikan kebutuhan lahan akan permukiman akan terus meningkat seiring perkembangan kegiatan ekonomi dan jasa di Kecamatan Magetan.

b. Kondisi Penduduk a. Jumlah Penduduk

Merupakan jumlah keseluruhan penduduk dalam suatu wilayah yang mencakup penduduk laki-laki maupun perempuan yang menetap dan tercatat sebagai penduduk wilayah tersebut.

Berdasarkan data statistik dari Badan Pusat Statistik Kecamatan Magetan bahwa jumlah penduduk se-Kecamatan Magetan sebagai berikut :

commit to user

Tabel 3. Banyaknya Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelurahan/Desa Akhir Tahun 2010

Sumber : Kecamatan Magetan Dalam Angka 2011

Berdasarkan diagram diatas dapat diketahui bahwa jumlah penduduk kecamatan magetan secara keseluruhan terbagi dalam 14 desa/kelurahan dan masing-masing memiliki jumlah penduduk yang relatif sama. Untuk desa/kelurahan Selosari, Tambakrejo, dan tawanganom memiliki jumlah penduduk yang lebih banyak dibanding desa/kelurahan yang lain. Sehingga untuk daerah ini akan sangat mudah untuk mendapatkan tenaga kerja dan merupakan daerah pemasaran yang baik. Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk yang menetap dalam suatu luasan wilayah tertentu, biasanya satuan yang digunakan adalah Km2. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan satuan 1 Km2 untuk mengetahui kepadatan penduduk di Kecamatan Magetan Tahun 2011 Dengan kata lain kita dapat mengetahui berapa banyaknya penduduk dalam wilayah seluas 1 Km2 di Kecamatan Magetan Tahun 2011.

Kelurahan/Desa Penduduk Laki-Laki (Jiwa) Perempuan (Jiwa) Jumlah (Jiwa) Ringinagung 1.537 1.619 3.156 Candirejo 1.277 1.273 2.550 Selosari 2.890 3.155 6.045 Magetan 1.579 1.736 3.315 Buluketo 962 1.050 2.012 Mangkujayan 907 1.074 1.981 Tambakrejo 694 755 1.449 Tambran 1.005 1.062 2.067 Kebonagung 792 1.048 1.840 Kepolorejo 2.977 3.317 6.294 Tawanganom 3.046 3.285 6.331 Sukowinangun 2.273 2.479 4.752 Baron 1.411 1.431 2.842 Purwosari 1.419 1.709 3.128 Jumlah 22.769 24.993 47.762

commit to user

Menururt Badan Pusat Statistik Kecamatan Magetan Tahun 2011 kepadatan penduduk di Kecamatan Magetan Tahun 2011 adalah 2.231 jiwa/Km2. Kepadatan penduduk dalam suatu wilayah dapat diketahui melalui perhitungan jumlah penduduk dibagi dengan luas wilayah.

Tabel 4. Luas dan Kepadatan Penduduk Per Km2 Menurut Kelurahan/Desa Tahun 2011 Kelurahan/Desa Luas (Km2) Presentase dari Luas Kecamatan (%) Jumlah Penduduk (Jiwa) Kepadatan Penduduk Per Km2 Ringinagung 1,7236 8,05 3.156 1.831 Candirejo 1,3152 6,14 2.550 1.939 Selosari 1,7125 8,00 6.045 3.530 Magetan 0,8651 4,04 3.315 3.832 Buluketo 0,8423 3,93 2.012 2.389 Mangkujayan 1,1073 5,17 1.981 1.789 Tambakrejo 1,4112 6,59 1.449 1.027 Tambran 1,0130 4,73 2.067 2.040 Kebonagung 0,6867 3,21 1.840 2.679 Kepolorejo 1,1860 5,54 6.294 5.307 Tawanganom 2,7932 13,04 6.331 2.267 Sukowinangun 1,5408 7,20 4.752 3.084 Baron 2,2220 10,38 2.842 1.279 Purwosari 2,9935 13,98 3.128 1.045 Jumlah 21,4124 100,00 47.762 34.038

Sumber : Kecamatan Magetan Dalam Angka 2011

Berdasarkan diagram diatas dapat diketahui bahwa desa/kelurahan Kepolorejo memiliki tingkat kepadatan yang paling tinggi dibandingkan dengan desa/kelurahan lain di Kecamatan Magetan, yaitu 15,59% dari keseluruhan wilayah Kecamatan Magetan. Hal ini disebabkan karena Desa/Kelurahan Kepolorejo merupakan daerah permukiman yang cukup padat di Kecamatan Magetan. Terdapat perumahan-perumahan rakyat dan

commit to user

banyaknya gang-gang sempit yang mengindikasikan bahwa terdapat banyak tempat tinggal penduduk di dalamnya.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik Kecamatan Magetan diketahui bahwa jumlah Penduduk Kecamatan Magetan Tahun 2011 menurut umur dan jenis kelamin adalah sebagai berikut :

Tabel 5. Jumlah Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kecamatan Magetan No Kelompok Umur (Tahun) Laki-Laki (Jiwa) Perempuan (Jiwa) Jumlah (Jiwa) 1 0 – 4 1.540 1.565 3.105 2 5 – 9 1.475 1.501 2.976 3 10 – 14 1.576 1.577 3.153 4 15 – 19 1.727 1.708 3.435 5 20 – 24 1.979 1.953 3.932 6 25 – 29 2.311 2.144 4.455 7 30 – 34 1.518 1.533 3.051 8 35 – 39 1.487 1.701 3.188 9 40 – 44 1.466 1.773 3.239 10 45 – 49 1.598 1.911 3.509 11 50 – 54 1.544 1.802 3.346 12 55 – 59 1.406 1.506 2.912 13 60 – 64 1.033 1.198 2.231 14 65 – 69 806 974 1.780 15 70 – 74 611 930 1.541 16 75 – Keatas 692 1.217 1.909 Jumlah 22.769 24.993 47.762

Sumber : Kecamatan Magetan Dalam Angka 2011

Berdasarkan data tersebut dapat dihitung angka ketergantungan penduduk (dependent ratio) penduduk Se-Kecamatan Magetan Tahun 2011. Rasio beban tanggungan berarti perbandingan jumlah penduduk dibawah usia 15 tahun dan diatas 65 tahun terhadap jumlah penduduk yang berusia 15-64 tahun. Berdasarkan data komposisi penduduk menurut

commit to user

umur dapat diketahui rasio beban tanggungan. Berdasar tabel diatas dapat diketahui bahwa proporsi penduduk usia 0-14 tahun berjumlah 9.234 dan penduduk yang berusia diatas 65 tahun berjumlah 5.230. Kelompok penduduk usia 0-14 tahun dan kelompok usia lebih dari 65 tahun adalah kelompok usia non produktif, sedangkan kelompok penduduk usia 15-64 tahun berjumlah 33.298. sebagai penduduk usia produktif, dengan mengetahui rasio beban tanggungan penduduk se-Kecamatan Magetan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

𝐷𝑅= 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘𝑢𝑠𝑖𝑎𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑓 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘𝑢𝑠𝑖𝑎𝑛𝑜𝑛𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑓 ×𝑘 = 𝑃(15−64) 𝑃 0−14 +𝑃(65+ ) ×𝑘 = 33.298 9.234 + 5.230 × 100 = 230,21 (𝑑𝑖𝑏𝑢𝑙𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 230) Dimana :

DR : Dependency Ratio (angka Ketergantungan)

P (15 – 64) : Penduduk usia 15 – 64 Tahun.

P (0 – 14) : Penduduk usia 0 – 14 Tahun.

P (65 +) : Penduduk usia di atas 65 Tahun.

𝑘 : Bilangan Konstanta besarnya 100

Berdasarkan perhitungan ini dapat disimpulkan bahwa rasio beban tanggungan yang ada di Kecamatan Magetan ada 230 jiwa, berarti tiap 100 orang penduduk Kecamatan Magetan yang produktif menanggung beban ekonomi 230 jiwa yang tidak produktif. Angka tersebut menunjukan bahwa beban tanggunan yang harus dibebankan kepada usia produktif

commit to user

terhadap usia tidak produktif dan kurang produktif , sehingga terasa memberatkan penduduk.

Angka ketergantungan atau angka beban tanggungan penduduk Kecamatan Magetan Tahun 2011 sebesar 230 jiwa ini dapat disimpulkan bahwa di Kecamatan Magetan mempunyai angka ketergantungan yang sangat tinggi dan proporsi penduduk usia non produktif yang lebih banyak dibandingkan penduduk usia produktif.

b. Komposisi Penduduk

Komposisi penduduk adalah suatu gambaran susunan penduduk menurut karakteristik yang sama. Disini penulis hanya membahas tentang komposisi penduduk menurut mata pencaharian dan komposisi penduduk menurut tingkat pendididkan akan disajikan dalam bentuk tabel. Padahal total penduduk di Kecamatan Magetan Tahun 2011 sebesar 47.762 jiwa yang terdiri dari 22.769 jiwa penduduk laki-laki dan 24.993 jiwa penduduk perempuan.

1) Komposisi penduduk menurut mata pencaharian.

Komposisi penduduk menurut mata penaharian sangat berguna untuk memberikan gambaran mengenai jumlah penduduk yang menggantungkan hidupnya pada berbagai macam lapangan pekerjaan dan dapat memeberikan gambaran tentang struktur ekonomi suatu daerah. Komposisi penduduk menurut mata pencaharian dapat dilihat pada tabel.

commit to user

Tabel 6. Komposisi penduduk menurut mata pencaharian Kecamatan Magetan Tahun 2011

No Mata Pencaharian Jiwa

1 Petani 4.811

2 Industri (anyaman, kulit, dan lainnya)

3.992

3 Perdagangan 7.499

4 Jasa (konstruksi, pertambangan dan penggalian, listrik, gas, air, dan lembaga keuangan)

1.067

5 Angkutan dan Komunikasi 378

6 Pegawai Negeri 3.573

7 TNI dan POLRI 977

8 Pegawai Swasta 4.978

9 Lainnya 2.088

Jumlah 29.363

Sumber : Kecamatan Magetan Dalam Angka 2011

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa penduduk Kecamatan Magetan sebagian besar hidup pada sektor Swasta, yaitu sebesar 4.978 jiwa, sedangkan mata pencaharian terkecil adalah pada sektor Angkutan dan Komunikasi sebesar 378 jiwa, sedangkan mata pencaharian di bidang TNI dan POLRI sebesar 977 jiwa.

2) Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin

Pembahasan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin sangat penting karena dapat memberikan gambaran tentang golongan umur produktif dan umur non produktif. Komposisi penduduk menurut umur dapat digunakan untuk mengetahui persebaran penduduk menurut kelompok umur dan beban tanggungan. Dengan demikian komposisi penduduk dapat digunakan sebagai petunjuk atau dasar untuk menyusun beberapa kebijaksanaan pemerintah dimasa mendatang yang berkaitan dengan pendidikan, penyusunan kebijaksanaan penduduk yang berhubungan dengan masalah keluarga berencana dan kebijaksanaan tenaga kerja.

commit to user

Komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin di Kecamatan Magetan Tahun 2011 disajikan dalam tabel berikut ini :

Tabel 7 . Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kecamatan Magetan Tahun 2011 No Kelompok Umur (Tahun) Laki-Laki (Jiwa) Perempuan (Jiwa) Jumlah (Jiwa) 1 0 – 4 1.540 1.565 3.105 2 5 – 9 1.475 1.501 2.976 3 10 – 14 1.576 1.577 3.153 4 15 – 19 1.727 1.708 3.435 5 20 – 24 1.979 1.953 3.932 6 25 – 29 2.311 2.144 4.455 7 30 – 34 1.518 1.533 3.051 8 35 – 39 1.487 1.701 3.188 9 40 – 44 1.466 1.773 3.239 10 45 – 49 1.598 1.911 3.509 11 50 – 54 1.544 1.802 3.346 12 55 – 59 1.406 1.506 2.912 13 60 – 64 1.033 1.198 2.231 14 65 – 69 806 974 1.780 15 70 – 74 611 930 1.541 16 75 - Keatas 692 1.217 1.909 Jumlah 22.769 24.993 47.762

Sumber : Kecamatan Magetan Dalam Angka 2011

Bila dilihat dari tabel diatas, maka komposisi penduduk menurut jenis kelamin di Kecamatan Magetan antara laki-laki dan perempuan hanya berbeda 2.224 jiwa lebih banyak penduduk perempuan.

Apabila dilihat dari komposisi menurut umur dan pada tabel diatas dapat diketahui besarnya rasio jenis kelamin dengan menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Ida Bagus Mantra (1985) sebagai berikut :

commit to user

𝑅𝑎𝑠𝑖𝑜𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑚𝑖𝑛 =

a

b

× 100

Keterangan :

a = Jumlah penduduk laki-laki

b = Jumlah penduduk perempuan

jadi rasio jenis kelamin

=

22.769

24.993

× 100

= 91,1 (𝑑𝑖𝑏𝑢𝑙𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 91)

Dari rumus tersebut diatas dapat diketahui bahwa rasio jenis kelamin penduduk di Kecamatan Magetan adalah 91. Rasio jenis kelamin merupakan angka perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan di suatu daerah. Penyajian data mengenai sex ratio dapat ditampilkan secara umum atau juga dapat didasarkan kelompok umur tertentu. Sehingga pada tahun 2011 setiap 100 penduduk perempuan di Kecamatan Magetan terdapat 91 penduduk laki-laki.

3) Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

Melihat data komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan dapat memberikan gambaran tentang tingkat pendidikan formal yang telah dijalani oleh penduduk di suatu daerah. Tingkat pendidikan suatu daerah dapat mencerminkan status sosial masyarakatnya. Dengan pendidikan tingi dapat mempengaruhi pola pikir dalam kehidupan masyarakat. Komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan di Kecamatan Magetan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

commit to user

Tabel 8. Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kecamatan Magetan Tahun 2011 No Tingkat Pendidikan Jumlah (Jiwa) 1 Tidak sekolah 14.894 2 Tamat SD 8.217 3 Tamat SLTP 8.972 4 Tamat SLTA 10.271 5 Tamat PT/Akademi 5.270 Jumlah 47.624

Sumber : Kecamatan Magetan Dalam Angka 2011

Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa pendidikan penduduk Kecamatan Magetan cukup tinggi sebanyak 14.894 jiwa Tidak sekolah, 8.217 jiwa tamat SD, 8.972 jiwa tamat SLTP, 10.271 jiwa tamat SLTA, dan 5.270 jiwa tamat PT/Akademi.

Tentang klasifikasi tingkat pendidikan dapat digolongkan menjadi 3 tingkatan, yaitu :

a. Rendah : jumlah penduduk yang tamat SD ke atas kurang dari 30%

b. Sedang : jumlah penduduk yang tamat SD ke atas 30-60% c. Tinggi : jumlah penduduk yang tamat SD ke atas lebih

dari 60%

Menurut kriteria tersebut, maka tingkat pendidikan penduduk di Kecamatan Magetan tergolong dalam tingkat pendidikan Tinggi. Hal ini dapat dilhat dari presentase tamatan SD lebih dari 60% dari keseluruhan presentase penduduk.

commit to user