• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN

C. Deskripsi dan Analisis Data

61

Program kerja Rohis dan Hasil wawancara dengan Pembina Rohis SMP Negeri I Ciputat, Bapak Isa S.Pd.

Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan beberapa tekhnik yang diantaranya tekhnik angket dan observasi. Observasi yang penulis lakukan adalah untuk mengetahui kondisi di sekolah baik itu keadaan gedung, guru-guru, siswa, terutama keadaan sarana dan prasarana hal ini dilakukan untuk mendapatkan data-data yang lebih akurat. Adapun angket yang penulis buat adalah angket tertutup sebanyak 20 item yang berbentuk pilihan ganda yang harus di jawab oleh siswa dengan memberikan tanda silang dan disebarkan kepada 40 orang siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Ciputat. Yang beralamat di Jl. Cireundeu raya No. 2 Kec. Ciputat Kabupaten Tanggerang.

Kemudian hasil angket yang telah dikumpulkan kedalam bentuk presentasi dan di olah, kemudian dapat di peroleh kesimpulan, hal ini dapat di lihat dan dijelaskan dalam analisis secara keseluruhan. Adapun hasil angket yang telah dijawab oleh siswa akan ditabulasikan hasilnya sebagai berikut :

Tabel-tabel berikut berisi tentang aspek pelaksanaan sholat berjamaah yang dilakukan oleh siswa SMP Negeri 1 Ciputat. Tabel-tabel berikut mewakili 5 item pertanyaan yang diajukan pada aspek pelaksanaan sholat berjamaah.

Tabel 5

Pelaksanaan shalat 5 waktu berjamaah

No Alternatif Jawaban F P(%) Selalu 1 2,5% Sering 4 10% Kadang-Kadang 35 87,5% 1 Tidak Pernah - Jumlah 40 100%

Dari data di atas, responden yang menjawab selalu adalah sebanyak 2,5%, sering: 10%, kadang-kadang: 87,5%, dan tidak pernah 0% Hal ini menunjukkan bahwa siswa dalam kesehariannya kadang-kadang melaksanakan sholat 5 waktu berjamaah dan sebagian yang lainpun tetap rajin melaksanakan sholat wajib tetapi tidak secara berjamaah dan tidak ada seorangpun yang menyatakan tidak pernah melaksanakan sholat 5 waktu secara berjamaah.

Ketaatan beribadah salah satunya dapat ditunjukkan dengan ketaatan manusia dalam menjalankan perintah-Nya, salah satunya yaitu sholat wajib secara berjamaah . Tabel 5 diatas yang menunjukkan hasil angket yang telah dijawab oleh siswa pada item no 1, dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakn sholat wajib berjamaah masih dapat dikatakan kurang dapat dilaksanakan dengan baik.

Jawaban agak berbeda ketika mereka ditanya tentang pemahaman bacaan sholat, 40% responden menjawab selalu memahami bacaan sholat, sementara 26% responden menjawab sering, dan 35% responden menjawab kadang-kadang, dan tidak ada seorangpun dari jawaban responden yang menjawab tidak pernah memahami bacaan sholat. Hal ini menunjukkan bahwa banyak siswa yang memahami bacaan sholat. Lebih jelasnya data tentang hal tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 6

Pemahaman bacaan shalat

No Alternatif Jawaban F P(%) Selalu 16 40% Sering 10 26% Kadang-Kadang 14 35% 2 Tidak Pernah - -

Jumlah 40 100%

Selanjutnya tabel 7 berikut ini memaparkan data tentang pelaksanaan sholat dzuhur berjamaah yang dilaksanakan di sekolah.

Tabel 7

Pelaksanaan sholat dzuhur berjamaah di sekolah

No Alternatif Jawaban F P(%) Selalu 16 40% Sering 9 22.5% Kadang-Kadang 14 35% 3 Tidak Pernah 1 2,5% Jumlah 40 100%

Tabel di atas, menunjukkan 40% siswa SMP Negeri 1 Ciputat selalu melaksanakan sholat dzuhur secara berjamaah di sekolah, sementara 22,5% menjawab sering melaksanakan sholat dzuhur berjamah, dan 35% menjawab kadang-kadang melaksanakan sholat dzuhur berjamaah, serta 2,5% siswa yang menjawab tidak pernah melaksanakan sholat dzuhur berjamaah. Dari data diatas menunjukan bahwa banyak siswa yang selalu melaksanakan sholat dzuhur secara berjamaah disekolah.

Jawaban yang hampir sama juga diberikan responden ketika ditanya tentang pelaksanaan sholat ashar berjamaah di sekolah, 42% responden menjawab selalu melaksanakan sholat ashar berjamaah di sekolah, 22% menjawab sering melaksanakan sholat ashar berjamaah di sekolah, sementara 32,5% responden lain menjawab kadang-kadang melaksanakan sholat ashar berjamaah di sekolah dan 2,5%

tidak pernah melaksanakan sholat ashar berjamaah di sekolah. Dengan demikian dapat disimpulkan siswa yang melaksanakan sholat ashar berjamaah di sekolah cukup banyak. Data tersebut lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 8

Pelaksanaan shalat ashar berjamaah di sekolah

No Alternatif Jawaban F P(%) Selalu 17 42% Sering 9 22% Kadang-Kadang 13 32,5% 4 Tidak Pernah 1 2,5% Jumlah 40 100%

Dalam program jangka panjang Rohis ada pembinaan dalam melaksanakan puasa bulan ramadhan. Maka pada tabel 4.9 memaparkan tentang pelaksanaan puasa bulan ramadhan yang dilakukan siswa SMP Negeri 1 Ciputat.

Tabel 9

Pelaksanaan puasa Ramadhan

No Alternatif Jawaban F P(%) Selalu 23 57,5% Sering 9 22,5% Kadang-Kadang 8 20% 5 Tidak Pernah - - Jumlah 40 100%

Pelaksanaan puasa bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap muslim, jawaban siswa ketika ditanya tentang pelaksanaan puasa di bulan ramadhan, diperoleh kesimpulan bahwa 55% dari 100% siswa SMP Negeri 1 Ciputat setiap bulan Ramadhan tiba, mereka selalu melaksanakan puasa dan 22,5% menjawab

sering melaksanakan puasa bulan ramadhan, 20% menjawab kadang-kadang dan 0% menjawab tidak pernah meninggalkan puasa Ramadhan. Hal ini menunjukkan bahwa ketaatan beribadah siswa dalam melaksanakan puasa Ramadhan sangat baik.

Selanjutnya pada tabel – tabel berisi tentang aspek pelaksanaan sholat sunnah yang dilakukan siswa SMP Negei 1 Ciputat, tabel-tabel berikut mewakili 3 item pertanyaan yang diajukan pada aspek pelaksanaan sholat sunnah.

Tabel 10

Pelaksanaan shalat dhuha

No Alternatif Jawaban F P(%) Selalu - - Sering 2 5% Kadang-Kadang 14 35% 6 Tidak Pernah 24 60% Jumlah 40 100%

Ketika diajukan pernyataan tentang pelaksanaan shalat sunnah dhuha, sebagian besar siswa menyatakan tidak pernah melaksanakan sholat sunah dhuha (60%), sebagian besar lagi menyatakan kadang-kadang melaksanakan sholat sunnah dhuha (35%), sebagian kecil menyatakan sering melaksanakan sholat sunnah dhuha (5%). Dan tidak seorangpun yang menyatakan selalu melaksanakan sholat sunnah dhuha. Dengan demikain dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa SMP Negeri 1 Ciputat tidak melaksanakan sholat sunnah dhuha baik di sekolah maupun di rumah.

Jawaban yang hampir sama juga diberikan ketika responden ditanya tentang pelaksanaan sholat sunnah qobliah (sholat sunnah yang dilakukan sebelum sholat fardu), 50% responden menjawab kadang-kadang melaksanakan sholat sunnah

qobilah, 45% responden menjawab tidak pernah melaksanakan sholat sunnah qobliayah, dan hanya 2,5% responden yang menjawab selalu dan sering dalam melaksanakan sholat sunnah qobliyah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seebagian besar mereka tidak melaksanakan sholat sunnah qobliyah. Hal ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 11

Pelaksanaan shalat sunnah qobliyah

No Alternatif Jawaban F P(%) Selalu 1 2,5% Sering 1 2,5% Kadang-Kadang 20 50% 7 Tidak Pernah 18 45% Jumlah 40 100%

Begitu juga ketika responden ditanya tentang pelaksanaan sholat sunnah ba’diyah (sholat sunnah yang dilakukan setelah sholat fardhu), bahwa sebagian besar siswa menyatakan tidak pernah melaksanakan sholat sunnah ba’diyah (60%), sebagian besar lagi menyatakan kadang-kadang melaksanakan sholat sunnah ba’diyah (40%), dan tidak ada seorangpun yang menyatakan selalu dan sering melaksanakan shalat sunnah ba’diyah. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar mereka tidak melaksanakan sholat sunnah ba’diyah. Lebih rinci dapat dilihat pada data tabel 4.12.

Tabel 12

Melaksanakan sholat sunnah ba’diyah

No Alternatif Jawaban F P(%)

Selalu - -

Sering - -

8

Tidak Pernah 24 60%

Jumlah 40 100%

Berikutnya pada tabel 13 berikut ini memaparkan data tentang mendengarkan ceramah agama sebelum solat Zhuhur/sholat Jum’at.

Tabel 13

Mendengarkan ceramah agama sebelum sholat dzuhur/jum’at

No Alternatif Jawaban F P(%) Selalu 8 20% Sering 8 20% Kadang-Kadang 22 55% 9 Tidak Pernah 2 5% Jumlah 40 100%

Ceramah keagamaan sangat berpengaruh bagi siapa saja yang mendengarkannya. Ketika diajukan pernyataan tentang pelaksanaan mendengarkan ceramah keagamaan sebelum shalat dzhur/jum’at, sebagian besar siswa kadang-kadang mengikuti ceramah agama sebelum melaksanakan shalat dzuhur dan jum'at, dengan presentase sebesar 55%, siswa yang menjawab selalu sebanyak 20%, siswa yang menjawab sering sebanyak 20%, dan yang menjawab tidak pernah mendengarkan ceramah sebelum shalat sebanyak 5%.

Banyaknya siswa yang kadang-kadang mendengarkan ceramah sebelum shalat dipengaruhi oleh singkatnya waktu untuk mengerjakan shalat sehingga siswa merasa malas untuk mengikuti ceramah, lebih memilih untuk menggunakan waktu luang hanya untuk bermain dan jajan sambil menunggu waktu shalat tiba.

Dalam penyampaian isi ceramah agama tentunya banyak hal yang dirasakan oleh jamaah yang mendengarkannya, kadang rasa ingin terus mendengarkan karena materinya menarik, kadang pula rasa jenuh yang dirasakan karena materinya membosankan. Pada tabel di bawah ini menjelaskan lebih rinci jawaban responden ketika ditanya tentang rasa bosan terhadap materi ceramah agama.

Tabel 14

Rasa bosan saat mendengarkan ceramah agama

No Alternatif Jawaban F P(%) Selalu 8 20% Sering 11 27% Kadang-Kadang 19 47,5% 10 Tidak Pernah 2 5% Jumlah 40 100%

Sebagian besar siswa kadang-kadang merasa bosan saat mendengarkan ceramah agama, sedangkan 20% siswa merasa selalu bosan ketika mereka harus mendengarkan ceramah agama. Minimnya siswa yang tidak pernah bosan mendengarkan ceramah agama menunjukan kurangnya siswa dalam memahami pentingnya pendidikan agama dan ini juga dipengaruhi oleh penyampaian ceramah yang tidak menarik perhatian siswa.

Materi ceramah yang disampaikan sangat menetukan bagi jamaah yang mendengarkannya, jika materi itu menyentuh dan menarik perhatian pendengar maka apa yang disampaikan penceramah akan dilaksanakan dan diamalakan, berikut jawaban respoden ketika ditanya tentang pengamalan nilai-nilai ajaran agama islam dari isi ceramah agama.

Tabel 15

Pengamalan nilai-nilai ajaran Islam dari ceramah agama

No Alternatif Jawaban F P(%) Selalu 6 15% Sering 6 15% Kadang-Kadang 28 70% 11 Tidak Pernah - - Jumlah 40 100%

Siswa yang selalu mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dari ceramah agama yang diselenggararakan di sekolah ini sebanyak 15%, yang sering mengamalkannya sebanyak 15%, yang menjawab kadang-kadang mengamalkannya sebanyak 70% dan tidak ada satupun siswa yang tidak pernah mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dengan presentase 0%.

Dari hasil di atas, diketahui bahwa sebagian besar siswa kadang-kadang mengamalkan ajaran Islam dari ceramah agama yang mereka ikuti dan hanya sebagian kecil yang selalu dan sering mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam di SMP Negeri I ciputat ini.

Selanjutnya pada tabel 16 berikut ini memaparkan data tentang kegiatan membaca Al-Qur’an yang dilakukan oleh siswa di rumah.

Tabel 16

Kegiatan membaca al-qur’an di rumah

No Alternatif Jawaban F P(%) Selalu 3 7,5 Sering 8 20% Kadang-Kadang 29 72,5% 12 Tidak Pernah - - Jumlah 40 100%

Membaca Al-quran adalah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan di SMPN I Ciputat, walaupun demikian masih banyak siswa yang tidak membacanya di rumah, ini bisa terlihat dari jawaban siswa yang menjawab kadang-kadang membaca Alquran di rumah sebanyak 72,5%, siswa yang menjawab sering sebanyak 20%, siswa yang menjawab selalu melaksanakannya sebesar 7,5%. Dan tidak ada yang menjawab tidak pernah membaca Al-quran dirumahnya dengan presentase 0%.

Jawaban yang hampir sama diberikan responden ketika ditanya tentang keikut sertaan dalam pelatihan bacaan Al-Qura’an yang dilaksanakan di sekolah. Sebagian siswa yang menjawab kadang-kadang mengikuti kegiatan pelatihan bacaan Al-Qur’an yang dilaksanakan di sekolah sebanyak 32, 5%, siswa yang menjawab selalu mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 17,5%, siswa yang menjawab sering sebanyak 15% dan siswa yang menjawab tidak pernah sebanyak 5 %. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar siswa kadang-kadang mengikuti pelatihan bacaan Al-Quran baik di rumah ataupun kegiatan pelatihan yang diadakan di sekolah. Dalam hal ini, hanya sebagian kecil dari siswa SMP Negeri I yang selalu mengikuti pelatihan bacaan Al-quran dengan presentase 17,5 %, sebagaimana dapat diamati pada tabel berikut :

Tabel 17

Pelatihan bacaan Al-qur’an di sekolah

No Alternatif Jawaban F P(%) Selalu 7 17,5% Sering 6 15% Kadang-Kadang 25 32,5% 13 Tidak Pernah 2 5%

Jumlah 40 100%

Begitu juga ketika disodori pernyataan ketika membaca Al-Qur’an, memahami isi kandungannya, jawaban responden tidak begitu berbeda dengan kegitan membaca Al-Quran di rumah dan di sekolah. 2,5 % Siswa SMPN I menjawab selalu memahami isi kandungan Al-quran, 15% menjawab sering melakukannya, 75% menjawab kadang-kadang dan 7,5% menjawab tidak pernah memahami isi kandungan Al-Quran., ini diketahui bahwa 75 % siswa kadang-kadang mampu memahami isi kandungan Al-qur'an sedangkan sebagian kecil siswa tidak memahaminya. Sebagaimana tergambar jelas pada tabel 18.

Tabel 18

Pemahaman Isi kandungan Al-Qur’an

No Alternatif Jawaban F P(%) Selalu 1 2,5% Sering 6 15% Kadang-Kadang 30 75% 14 Tidak Pernah 3 7,5% Jumlah 40 100%

Tabel-tabel berikut berisi tentang aspek pembiasaan berinfak dan bershodaqoh yang dlakukan oleh siswa SMP Negeri 1 Ciputat. Tabel-tabel berikut mewakili 2 item pertanyaan yang diajukan pada aspek pembiasaan berinfaq dan bershodaqoh.

Tabel 19

Pemberian sumbangan pada teman yang kena musibah

No Alternatif Jawaban F P(%) Selalu 15 37,5% Sering 15 37,5% Kadang-Kadang 9 22,5% 15 Tidak Pernah 1 2,5% Jumlah 40 100%

Sebagian besar siswa menjawab selalu memberi sumbangan pada teman yang terkena musibah dengan presentase sebanyak 37,5% dan yang sering memberi sebanyak 37.5% sedangkan 22,5% menjawab kadang-kadang memberikan sumbangan dan 2,5 % menjawab tidak pernah memberi sumbangan pada teman yang kena musibah. Ini berarti sebagian besar siswa selalu menyisihkan sebagian dari uang jajannya untuk diberikan pada teman yang kena musibah.

Tabel 20

Shodaqoh pada kotak amal setiap hari jum’at No Alternatif Jawaban F P(%) Selalu 8 20% Sering 8 20% Kadang-Kadang 23 57,5% 16 Tidak Pernah 1 2,5% Jumlah 40 100%

Sebanyak 20% siswa menjawab selalu memberikan shodaqoh pada kotak amal setiap hari jum'at. 20% menjawab sering, 57,5% menjawab kadang-kadang dan

yang menjawab tidak pernah ada memberi shadaqoh pada kotak amal setiap hari jum'at sebanyak 2,5%. Hal ini membuktikan bahwasanya sebagian kecil siswa selalu dan sering memberikan shodaqoh pada kotak amal setiap hari jum'at, dan sebagian besar lagi siswa kadang-kadang memberikan shadaqoh dengan presentase 57,5 %.

Tabel –tabel berikut memuat data-data tentang aspek peringatan hari-hari besar Islam , terdiri dari 2 item pernyataan. Jawaban dari setiap pernyataan dimuat pada satu tabel sehingga satu tabel mewakili satu pernyataan.

Tabel 21

Perayaan Hari Besar Islam di sekolah

No Alternatif Jawaban F P(%) Selalu 8 20% Sering 8 20% Kadang-Kadang 24 60% 17 Tidak Pernah - - Jumlah 40 100%

Perayaan hari-hari besar Islam selalu dinantikan oleh Umat Islam, dengan memperingatinya, Seorang manusia telah mengenang dan mengingat peristiwa-peristiwa bersejarah dalam Islam, siswa yang menjawab selalu merayakan hari-hari besar Islam disekolah sebanyak 20%, yang menjawab sering sebanyak 20%, kadang-kadang sebanyak 60% dan tidak pernah sebanyak 0%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kadang-kadang merayakan hari-hari besar Islam disekolah, dan hanya 20 % yang selalu dan sering merayakannya.

Tabel 22

Keikutsertaan dalam Perayaan Hari Besar Islam di sekolah

No Alternatif Jawaban F P(%) Selalu 20 50% Sering 10 25% Kadang-Kadang 10 25% 18 Tidak Pernah - - Jumlah 50 100%

Siswa yang memiliki daya kreativitas dan keaktifan dalam merayakan hari-hari besar Islam sebanyak 50 %, terbukti dengan keikutsertaanya dalam setiap perayaan hari-hari besar Islam.dan yang sering aktif dalam merayakannya sebanyak 25% dan yang kadang-kadang ikut serta merayakan hari-hari besar Islam sebanyak 25 %. Dan yang tidak pernah 0%. Hal ini menunjukan kreativitas siswa yang tinggi dan antusiasme siswa dalam merayakan hari-hari besar Islam yang harus selalu didukung oleh para guru untuk menumbuhkan rasa cinta mereka terhadap Islam.

Tabel 23 dan 24 memuat data tentang aspek pengembangan seni budaya Islam yang dilakukan oleh siswa di sekolah.

Tabel 23

Partisipasi dalam kegiatan seni budaya di sekolah

No Alternatif Jawaban F P(%) Selalu 2 5% Sering 5 12,5% Kadang-Kadang 30 7,5% 19 Tidak Pernah 3 7,5% Jumlah 40 100%

Sebanyak 5% siswa SMP Negeri I Ciputat menjawab selalu ikut serta dan berpartisipasi dalam kegiatan seni budaya yang diadakan di sekolah, dan yang menjawab sering sebanyak 12,5%. Sedangkan siswa yang kadang-kadang berpartisipasi dalam kegiatan seni budaya sebanyak 7.5% dan yang menjawab tidak pernah sebanyak 7,5%. Hal ini menunjukan bahwa kegiatan seni budaya yang diadakan di sekolah menarik perhatian dan minat siswa, terlihat dengan banyaknya siswa yang ikut serta dan berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan seni budaya yang diadakan di sekolah.

Tabel 24

Respon terhadap kegiatan marawis dan rebana di sekolah

No Alternatif Jawaban F P(%) Selalu 17 42% Sering 5 12% Kadang-Kadang 15 37,5% 20 Tidak Pernah 3 7,5% Jumlah 40 100%

Respon siswa terhadap kegiatan marawis dan rebana yang diselenggarakan disekolah amat baik, hal ini terbukti dengan banyaknya siswa yang menjawab selalu mengikuti kegiatan marawis dan rebana disekolah sebanyak 42%, yang menjawab sering sebanyak 12% dan yang menjawab kadang-kadang sebanyak 37,5% sedangkan yang tidak pernah mengikuti kegiatan marawis dan rebana disekolah sebanyak 7,5%.

Hal ini menunjukan bahwa tingkat antusiasme siswa terhadap pegadaan kegiatan seni budaya khususnya maarwis dan rebana amtlah baik, terlihat dengan

banyaknya siswa yang selalu mengikuti kegiatan marawis dan rebana disekolah. Marawis dan rebana adalah dua kegiatan seni budaya yang baru diselenggarakan disekolah ini, kegiatan ini menumbuhkan keterampilan siswa dalam memainkan alat musik padang pasir yang dapat menambah kecintaan mereka terhadap Islam.

Dokumen terkait