BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
Data penelitian ini berasal dari 10 peraturan menteri tentang pendidikan tahun 2014, yakni (1) Peraturan Menteri Nomor 44 tahun 2014 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru Untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa, (2) Peraturan Menteri Nomor 45 tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, (3) Peraturan Menteri Nomor 51 tahun 2014 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru Untuk Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, (4) Peraturan Menteri Nomor 55 tahun 2014 tentang Masa Orientasi Peserta Didik Baru di Sekolah, (5) Peraturan Menteri Nomor 62 tahun 2014 tentang
Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, (6) Peraturan Menteri Nomor 63 tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, (7) Peraturan Menteri Nomor 65 tahun 2014 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru Kurikulum 2013 Kelompok Peminatan Pendidikan Menengah Yang Memenuhi Syarat Kelayakan Untuk Digunakan Dalam Pembelajaran, (8) Peraturan Menteri Nomor 103 tahun 2014 tentang Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, (9) Peraturan Menteri Nomor 105 tahun 2014 tentang Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, dan (10) Peraturan Menteri Nomor 160 tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum tahun 2006 dan Kurikulum 2013.
Objek yang diteliti pada penelitian ini adalah struktur kalimat dan struktur paragraf serta pola pengembangannya. Pada penelitian ini yang termasuk dalam kalimat adalah ayat dan yang termasuk dalam paragraf adalah pasal. Jumlah total paragraf dan kalimat pada penelitian ini adalah 75 paragraf yang meliputi 241 kalimat. Peraturan Menteri Nomor 44 tahun 2014 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru Untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa terdiri dari tiga paragraf yang meliputi 10 kalimat. Peraturan Menteri Nomor 45 tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah terdiri dari delapan paragraf yang meliputi 34 kalimat. Peraturan Menteri Nomor 51 tahun 2014 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru Untuk Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah terdiri dari tiga paragraf yang meliputi 10 kalimat. Peraturan Menteri Nomor 55 tahun 2014 tentang Masa Orientasi Peserta Didik Baru di Sekolah terdiri dari sembilan paragraf yang meliputi 15 kalimat. Peraturan Menteri Nomor 62 tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah terdiri dari 11 paragraf yang meliputi 38 kalimat. Peraturan Menteri Nomor 63 tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah terdiri dari 10 paragraf yang meliputi 34 kalimat. Peraturan Menteri Nomor 65 tahun 2014 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru Kurikulum 2013 Kelompok Peminatan Pendidikan Menengah Yang Memenuhi Syarat Kelayakan Untuk Digunakan Dalam Pembelajaran terdiri dari empat paragraf yang meliputi 14 kalimat. Peraturan Menteri Nomor 103 tahun 2014 tentang Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah terdiri dari tujuh paragraf yang meliputi 51 kalimat. Peraturan Menteri Nomor 105 tahun 2014 tentang Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah terdiri dari 10 paragraf yang meliputi 42 kalimat. Peraturan Menteri Nomor 160 tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum tahun 2006 dan Kurikulum 2013 terdiri dari 10 paragraf yang meliputi 22 kalimat.
B. Analisis Data
Pada bagian ini akan disajikan kalimat dan paragraf yang terdapat dalam 10 peraturan menteri pendidikan tahun 2014 untuk menjawab bagaimana struktur kalimat dan struktur paragraf serta pola pengembangannya. Data dianalisis berdasarkan rumusan masalah yang sudah dibuat.
1. Analisis Struktur Kalimat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2014
Berikut ini disajikan salah satu hasil analisis struktur kalimat pada 10 peraturan menteri pendidikan tahun 2014 tentang Pendidikan.
No. Data Unsur Kalimat Struktur
Kalimat 1. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2014 TENTANG
BUKU TEKS PELAJARAN DAN BUKU PANDUAN
GURU UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR
BIASA
Frasa (tidak mengandung unsur S P O Pel. Ket).
F
2. DENGAN RAHMAT
TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN
DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Ket. Alat MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN K-S
REPUBLIK INDONESIA S
3. Menimbang: a. bahwa dalam rangka melaksanaka n ketentuan Pasal 43 ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Tim Penilai Buku telah melakukan penilaian kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan buku teks pelajaran dan buku panduan guru untuk digunakan dalam (DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA) (Ket. Alat) (MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA) (S) Menimbang P
bahwa dalam rangka… di
Sekolah Menengah Atas Luar Biasa;
O
bahwa dalam rangka… tentang Standar Nasional Pendidikan,
Ket. Tempat Tim Penilai Buku
S
telah melakukan P
penilaian kelayakan isi,… di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa;
O
(K)-(S)-P- O
pembelajara n di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa;
(DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA) (Ket. Alat) (MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA) (S) (Menimbang) (P) bahwa berdasarkan pertimbangan… Sekolah
Menengah Atas Luar Biasa; O
bahwa berdasarkan
pertimbangan… pada huruf a, Ket. Sebab perlu menetapkan P Peraturan Menteri Pendidikan… Menengah
Atas Luar Biasa; O (K)-(S)-(P)- O K-P-O Mengingat: 1. Undang- undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik (DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA) (Ket. Alat) (MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA) (S) Mengingat P
Undang-undang Nomor… Indonesia Nomor 4301);
Indonesia tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); O 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41 , Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahanatas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410);
(DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA) (Ket. Alat) (MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA) (S) (Mengingat) (P)
Peraturan Pemerintah Nomor
19 Tahun 2005… Indonesia
Nomor 5410); O
(K)-(S)-(P)-O
3. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2014;
(DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA) (Ket. Alat) (MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA) (S) (Mengingat) (P)
Peraturan Presiden Nomor
47 Tahun 2009… Nomor 13
Tahun 2014; O
4. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara, serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2014;
(DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA) (Ket. Alat) (MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA) (S) (Mengingat) (P)
Peraturan Presiden Nomor
24 Tahun 2010… Nomor 14
Tahun 2014; O
(K)-(S)-(P)-O
5. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009
mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 8/P Tahun 2014;
(DENGAN RAHMAT TUHAN
YANG MAHA ESA) (Ket. Alat) (MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA) (S) (Mengingat) (P)
Keputusan Presiden Nomor
84/P Tahun 2009… Nomor
8/P Tahun 2014; O
(K)-(S)-(P)-O
6. Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan;
(DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA) (Ket. Alat) (MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA) (S) (Mengingat) (P) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan... Kompetensi Lulusan; O (K)-(S)-(P)-O
7. Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor64 Tahun 2013 tentang Standar Isi;
(DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA) (Ket. Alat) (MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA) (S) (Mengingat) (P) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan… tentang Standar Isi; O (K)-(S)-(P)-O MEMUTUSKAN: Menetapkan: PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG BUKU TEKS PELAJARAN DAN BUKU PANDUAN GURU UNTUK
SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA.
(DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA) (Ket. Alat) (MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA) (S) MEMUTUSKAN P Menetapkan PERATURAN MENTERI
… ATAS LUAR BIASA.
O
(K)-(S)-P-O
4. Pasal 1
(1) Menetapkan Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru sebagai buku siswa dan buku guru yang layak
digunakan dalam
pembelajaran di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa.
Menetapkan P
Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru sebagai buku siswa dan buku gur u yang layak digunakan dalam pembelajaran di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa. O
Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru
S
sebagai buku siswa dan buku guru yang layak digunakan dalam pembelajaran
P
P-O
di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa.
Ket. Tempat 5. (2) Buku Teks Pelajaran
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
(2) Buku Teks Pelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
S
tercantum P
dalam Lampiran I yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Ket. Tempat
S-P-K
6. (3) Buku Panduan Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
(3) Buku Panduan Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
S
tercantum P
dalam Lampiran II yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Ket. Tempat
S-P-K
7. Pasal 2
Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Peraturan ini S
mulai berlaku P
pada tanggal diundangkan. Ket. Waktu
S-P-K
8. Agar setiap orang
mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan Peraturan
Menteri ini dengan
penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Agar setiap orang mengetahuinya Ket. Tujuan memerintahkan P Pengundangan Peraturan Menteri ini O dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ket. Cara
2. Analisis Struktur Dan Pola Pengembangan Paragraf Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Tahun 2014
Berikut ini disajikan salah satu hasil analisis struktur dan pola pengembangan paragraf pada 10 Peraturan Menteri Pendidikan tentang pendidikan tahun 2014.
a. Paragraf I
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 44 TAHUN 2014 TENTANG
BUKU TEKS PELAJARAN DAN BUKU PANDUAN GURU UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK
INDONESIA 9. Ditetapkan di Jakarta pada
tanggal 9 Juni 2014, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Ditetapkan P
di Jakarta pada tanggal 9 Juni 2014, Ket. Tempat Menteri Pendidikan...Indonesia. Pelengkap P-K-Pel.
10. Diundangkan di Jakarta pada tanggal 20 Juni 2014 Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Amir Syamsudin, berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 853.
Diundangkan P
di Jakarta pada tanggal 20 Juni 2014
Ket. Tempat
Menteri Hukum… Tahun 2014 Nomor 853.
Pelengkap
Menimbang: a. bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 43 ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Tim Penilai Buku telah melakukan penilaian kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan buku teks pelajaran dan buku panduan guru untuk digunakan dalam pembelajaran di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa;
Mengingat: 1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41 , Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahanatas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410);
3. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2014;
4. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara, serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2014;
mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 8/P Tahun 2014;
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan;
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor64 Tahun 2013 tentang Standar Isi;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan: PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN TENTANG BUKU TEKS PELAJARAN DAN BUKU PANDUAN GURU UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA.
1) Struktur Paragraf:
a) Kalimat topik: Dengan… Pendidikan Dasar dan Menengah.
2) Pola Pengembangan:
a) Pemerincian: gagasan pada paragraf tersebut menerangkan dengan jelas dan rinci peraturan-peraturan yang menjadi bahan pertimbangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk merumuskan Peraturan Menteri Nomor 44 Tahun 2014.
1) Struktur Paragraf:
a) Kalimat topik:
Menetapkan Buku Teks Pelajaran… Atas Luar Biasa.
b) Kalimat pengembang:
(1) Buku Teks Pelajaran… tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
(2) Buku Panduan Guru sebagaimana… tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
2) Pola Pengembangan:
a) Pemerincian: gagasan pada paragraf tersebut menerangkan dengan jelas dan rinci kepada pembaca tentang buku teks pelajaran dan buku panduan guru untuk sekolah menengah atas luar biasa yang dimaksud pada peraturan menteri ini.
Pasal 1
(1) Menetapkan Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru sebagai buku siswa dan buku guru yang layak digunakan dalam pembelajaran di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa.
(2) Buku Teks Pelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
(3) Buku Panduan Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
b) Paragraf III
AMIR SYAMSUDIN
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2014 NOMOR 853
1) Struktur Paragraf:
a) Kalimat pengembang:
(1) Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
(2) Kalimat pengembang: Agar setiap orang… Republik Indonesia. (3) Kalimat pengembang: Ditetapkan di … Republik Indonesia.
(4) Kalimat pengembang: Diundangkan di … NOMOR 853.
2) Pola Pengembangan:
a) Pemerincian: gagasan pada paragraf tersebut ini menerangkan dengan jelas dan rinci kepada pembaca bahwa kapan berlakunya peraturan ini,
Pasal 2
Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan PeraturanMenteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Juni 2014
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,
Diundangkan di Jakarta pada tanggal 20 Juni 2014
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
menteri pendidikan memerintahkan dan menetapkan pengundangan ini, dan menteri hukum dan HAM mengundangkannya.
C. Pembahasan
Tujuan penelitian berjudul Struktur Kalimat, Struktur Paragraf, dan Pola
Pengembangan Paragraf dalam Wacana Perundang-Undangan Tentang Pendidikan Tahun 2014 adalah untuk mendeskripsikan struktur kalimat dan
struktur paragraf serta pola pengembangan pada 10 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2014 tentang Pendidikan. Berikut disajikan pembahasan hasil analisis data.
1. Pembahasan Struktur Kalimat
Berdasarkan hasil analisis data telah ditemukan kalimat sebanyak 176 kalimat. Dari analisis data yang ditemukan, diketahui bahwa 10 wacana Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2014 tentang pendidikan mempunyai 12 struktur kalimat, yaitu K-S-P-O, P-O1-O2-O3-O4-
O5-O6-O7, P; P-O, S-P-K, K-P-O-K, P-K-Pel., K-S-P, S-P-Pel., S-P, K-P-Pel.-
P-K-K, K-S-P-O, S-P-O, S-P-O-P-K, dan S-P-Pel.-K.
Pada Peraturan Menteri ini terdapat kalimat majemuk kompleks. Struktur kalimat majemuk kompleks berstruktur K-S-P-O, P-O1-O2-O3-O4-O5-O6-O7, P;
P-O atau yang mempunyai objek lebih dari satu. Pada peraturan ini ditemukan ada 10 kalimat yang berstruktur K-S-P-O, P-O1-O2-O3-O4-O5-O6-O7, P; P-O. Salah satu kalimat majemuk kompleks yang mempunyai struktur kalimat K-S-P- O, P-O1-O2-O3-O4-O5-O6-O7, P; P-O adalah sebagai berikut.
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 44 TAHUN 2014 TENTANG
BUKU TEKS PELAJARAN DAN BUKU PANDUAN GURU UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK
INDONESIA
Menimbang: a. bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 43 ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Tim Penilai Buku telah melakukan penilaian kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan buku teks pelajaran dan buku panduan guru untuk digunakan dalam pembelajaran di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa; Mengingat: 1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41 , Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahanatas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410);
3. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2014;
4. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara, serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2014;
5. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009
mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 8/P Tahun 2014;
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan;
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan: PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN TENTANG BUKU TEKS PELAJARAN DAN BUKU PANDUAN GURU UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA.
Kalimat di atas berstruktur K-S-P-O, P-O1-O2-O3-O4-O5-O6-O7, P; P-O. Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa menduduki fungsi sebagai
Keterangan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menduduki fungsi sebagai subjek. Menimbang sebagai predikat. Kata Bahwa sebagai konjungsi penjelasan yang menjelaskan predikat transitif dan diletakkan pada sebelum fungsi objek. Selain struktur tersebut, Kalimat juga mengandung (K)–(S)-P;P-
O pada Memutuskan Menetapkan: PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG BUKU TEKS PELAJARAN DAN BUKU PANDUAN GURU UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA. Kalimat tersebut menyatakan hubungan penjumlahan dengan penanda konjungsi dan. Struktur serupa ditemukan pula sembilan kalimat lain dalam lampiran pada I.B.1, I.C.1, I.D.1, I.E.1, I.F.1, I.G.1, I.H.1, I.I.1, dan I.J.1.
Pada dasarnya, para pembuat hukum tidak pernah memperhatikan struktur kalimat ketika menulis peraturan menteri. Kalimat yang mempunyai struktur yang banyak bertujuan untuk memperjelas maksud yang ingin disampaikan oleh pembuat hukum sehingga orang yang membacanya menjadi jelas dan paham. Sedangkan adanya struktur kalimat yang sedikit dianggap tidak perlu ada penjelasan lagi dan kalimat tersebut sudah cukup menjelaskan apa yang dimaksud oleh pembuat hukum. Hal ini membuktikan bahwa bahasa hukum mempunyai ciri bahasa yang singkat dan padat (dalam lampiran Transkrip dan Coding Hasil Wawancara Dengan Praktisi Hukum, PH16).
Pada penelitian ini diketahui bahwa peraturan menteri ini lebih dominan menggunakan kalimat berstruktur S-P-K. tujuan, tempat, dan cara untuk mengungkapkan pernyataan-pernyataan yang penting diketahui oleh semua orang dalam peraturan menteri ini. Misalnya,
Pasal 2
Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2014)
Subjek kalimat di atas adalah Peraturan ini. Kalimat ini mempunyai predikat frase verbal, predikatnya adalah mulai berlaku kemudian diikuti oleh keterangan waktu pada tanggal diundangkan. Agar tidak menimbulkan multitafsir, maka dipilihlah kalimat berstruktur S-P-K yang digunakan oleh pembuat hukum untuk memberitahukan pada pembaca tujuan dari peraturan ini dikeluarkan. Selain keterangan tujuan, peraturan perundang-undangan juga menggunakan keterangan cara, keterangan alat, keterangan sebab, keterangan pengecualian, keterangan tempat, dan keterangan waktu. Hal ini terjadi agar tujuan dari dikeluarkannya peraturan perundang-undangan dapat tercapai (dalam lampiran Transkrip dan Coding Hasil Wawancara Dengan Praktisi Hukum, PH17).
Pada peraturan menteri ini ditemukan ada 36 kalimat yang mempunyai struktur S-P-K. Struktur serupa ditemukan pula 35 kalimat yang lain dalam lampiran I.A.5, I.A.6, I.B.24, I.B.28, I,C.5, I.C.6, I.C.7, I.D.5, I.D.12, I.E.6, I.E.13, I.E.14, I.E.22, I.E.25, I.F.12, I.F.17, I.F.20, I.F.21, I.F.22, I.F.28, I.F.29, I.F.30, I.F.31, I.G.8, I.H.15, I.H.16, I.H.17, I.H.19, I.H.24, I.H.25, I.I.12, I.I.19, I.I.26, dan I.J.16.
Jumlah kalimat majemuk bertingkat berstruktur K-P-O-K berjumlah 10 kalimat. Berikut disajikan contoh dari kalimat tersebut.
Kalimat yang memiliki struktur K-P-O-K adalah sebagai berikut.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Kalimat di atas termasuk dalam kalimat majemuk bertingkat. Klausa bawahan pada kalimat tersebut adalah Agar setiap orang mengetahuinya. Klausa bawahan pada kalimat tersebut menduduki unsur keterangan tujuan. Klausa utama pada kalimat tersebut terdiri dari predikatnya adalah
memerintahkan, objeknya adalah Pengundangan Peraturan Menteri ini, dan
keterangan cara dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik
Indonesia. Struktur serupa ditemukan pula sembilan kalimat lain dalam
lampiran pada I.B.32, I.C.8, I.D.13, I.E.36, I.F.32, I.G.12, I.H.49, I.I.40, dan I.J.20.
Dalam peraturan menteri ini, terdapat struktur yang tidak mempunyai fungsi subjek, yaitu P-K-Pelengkap. Kalimat yang memiliki struktur P-K-Pel. adalah sebagai berikut.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Juni 2014, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
(Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2014)
Pada kalimat tersebut diawali dengan predikat ditetapkan. Predikat pada kalimat di atas termasuk predikat kata kerja pasif. Diikuti oleh keterangan tempat di Jakarta pada tanggal 9 Juni 2014 dan diakhiri dengan pelengkap
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kalimat tersebut
tidak sebagaimana lazimnya kalimat dalam bahasa Indonesia yang diawali oleh subjek. Hal tersebut terjadi karena struktur kalimat di atas adalah susunan dari format tanda tangan pengesahan dari Peraturan Perundang-Undangan.
Pada peraturan menteri ini ditemukan ada 20 kalimat yang mempunyai struktur P-K-Pelengkap. Struktur serupa ditemukan pula pada 19 kalimat lain dalam lampiran pada I.A.10, I.B.33, I.B.34, I.C.9, I.C.10, I.D.14, I.D.15, I.E.37, I.E.38, I.F.33, I.F.34, I.G.13, I.G.14, I.H.50, I.H.51, I.I.41, I.I.42, I.J.21, dan I.J.22.
Struktur kalimat P-K-Pelengkap tidak sebagaimana lazimnya kalimat dalam bahasa Indonesia karena tidak diawali fungsi subjek. Struktur P-K-Pel. terjadi karena struktur kalimat di atas adalah susunan dari format tanda tangan pengesahan dari Peraturan Perundang-Undangan.
Peraturan menteri ini juga terdapat struktur kalimat S-P-O yang mempunyai jenis kalimat tunggal transitif. Kalimat S-P-O yang merupakan kalimat tunggal transitif adalah sebagai berikut.
Pasal 5
Dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota mengendalikan masa orientasi peserta didik baru menjadi kegiatan yang bermanfaat, bersifat edukatif dan kreatif, bukan mengarah kepada tindakan destruktif dan/atau berbagai kegiatan lain yang merugikan siswa baru baik secara fisik maupun