HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Data
Data penelitian yang dianalisis berupa tuturan lisan antaranggota keluarga pedagang yang berdagang di Pasar Besar Beringharjo, Yogyakarta dengan jangka waktu selama bulan April−Mei 2013. Data diambil berdasarkan peristiwa tutur dan fenomena kebahasaan yang tidak santun. Data yang terkumpul berjumlah 68 tuturan. 68 tuturan tersebut diambil peneliti karena sudah mewakili sebagai data kualitatif. Tuturan tersebut dengan rincian dan persentase sebagai berikut.
Tabel 1
Jumlah Data Tuturan berdasarkan Kategori Ketidaksantunan
No Kategori Ketidaksantunan Jumlah Data
1 Melanggar Norma 4
2 Mengancam Muka Sepihak 11
3 Melecehkan Muka 23
4 Menghilangkan Muka 20
5 Menimbulkan Konflik 10
JUMLAH 68
Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa jumlah data tuturan terbanyak adalah kategori ketidaksantunan berbahasa yang melecehkan muka, yaitu berjumlah 23 tuturan dari 68 tuturan. Selanjutnya, ketidaksantunan berbahasa
yang menghilangkan muka berjumlah 20 tuturan. Ketidaksantunan berbahasa yang mengancam muka sepihak menempati posisi ketiga dengan jumlah tuturan sebanyak 11 tuturan. Kemudian, ketidaksantunan yang menimbulkan konflik berjumlah 10 tuturan. Ketidaksantunan berbahasa yang melanggar norma merupakan kategori ketidaksantunan yang paling sedikit dibandingkan kategori ketidaksantunan yang lain, yaitu berjumlah 4 tuturan dari keseluruhan tuturan. Selanjutnya, setiap kategori memiliki makna ketidaksantunan yang menjadi subkategori ketidaksantunan. Berikut adalah persentase jumlah data tuturan berdasarkan subkategori ketidaksantunan.
Tabel 2
Persentase Jumlah Data Tuturan berdasarkan Subkategori Ketidaksantunan
No. Kategori Ketidasantunan Subkategori Ketidaksantunan Jumlah % Tuturan M en o la k M en en ta n g K es al M em er in ta h M en y in d ir M em p er in g at k an M en g ej ek M en g an ca m M er em eh k an 1 Melanggar Norma 1 3 0 0 0 0 0 0 0 4 5,88 2 Mengancam Muka Sepihak 0 0 2 1 5 2 0 1 0 11 16,18 3 Melecehkan Muka 1 1 6 0 9 4 2 0 0 23 33,82 4 Menghilangkan Muka 0 0 2 0 9 3 4 0 2 20 29,41 5 Menimbulkan Konflik 0 0 4 0 0 2 1 3 0 10 14,7 JUMLAH 2 4 14 1 23 11 7 4 2 68 - Persentase Tuturan (%) 2,9 4 5 ,8 8 2 0 ,5 8 1 ,4 7 3 3 ,8 2 1 6 ,1 7 1 0 , 2 9 5 ,8 8 2 ,9 4 - 100
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa dari keseluruhan tuturan yang berjumlah 68 tuturan, tuturan dalam subkategori menyindir menempati persentase tertinggi, yaitu 33,82 % dari 100 %. Selanjutnya, dengan persentase yang cukup jauh dari subkategori menyindir, tuturan dalam subkategori kesal menempati urutan kedua dengan tingkat persentase 20,58 %. Kemudian, disusul oleh tuturan yang termasuk dalam subkategori memperingatkan dengan tingkat persentase 16,17 % dan tuturan dalam subkategori mengejek dengan tingkat persentase 10,29 %. Sementara, tuturan dalam subkategori menentang dan mengancam memiliki tingkat persentase yang sama, yaitu 5,88 %. Tuturan dalam subkategori menolak dan meremehkan memiliki tingkat persentase yang sama, yaitu 2,94 %. Tuturan dalam subkategori memerintah menempati tingkat persentase terendah, yaitu 1,47 % dari 100 %.
Berikut ini adalah deskripsi lebih lanjut mengenai tuturan tidak santun yang telah diklasifikan ke dalam setiap kategori ketidaksantunan berbahasa menurut para ahli. Tuturan tersebut disajikan beserta kode dan subkategori dari setiap tuturan tersebut.
4.1.1 Melanggar Norma
Ketidaksantunan berbahasa yang melanggar norma mengarah pada penggunaan ketidaksantunan berbahasa oleh penutur yang secara normatif dianggap negatif karena melanggar norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat atau norma-norma yang telah disepakati dalam keluarga. Berikut tuturan yang termasuk dalam kategori tuturan yang melanggar norma.
Tabel 3 Melanggar Norma
No Tuturan Kode Subkategori
1. Halah, mbok mengko ah, Bu. A1 Menolak
2. Halah, ngopo lho, aturan opo ngono kuwi. A2
Menentang 3. Bentar lagi ya, Bu, wong masih jam segini
kok!
A3 4. Halah, ora sinau, aku yo iso kok. A4
4.1.2 Mengancam Muka Sepihak
Ketidaksantunan berbahasa yang mengancam muka sepihak mengarah pada penggunaan ketidaksantunan berbahasa oleh penutur yang memiliki maksud mengancam muka mitra tutur secara sepihak, sehingga mitra tutur merasa tersingsung. Namun, penutur tidak menyadari bahwa tuturan menyinggung perasaan mitra tutur. Berikut tuturan yang termasuk dalam kategori tuturan yang mengancam muka sepihak.
Tabel 4
Mengancam Muka Sepihak
No Tuturan Kode Subkategori
1. Opo. Wong kowe ngentekke wedang e kung kok.
B1
Kesal 2. Sayur e endi bu? Emoh mangan aku nek
gak enek sayur e.
B2
3. Wes, nek wes takon gek lungo! B3 Memerintah 4. Haduh, Mbaknya nih sibuk banget sih,
mbok sini lho!
B4
Menyindir
5. Kae po karo Mbak e wae? B5
6. Waduh, silakan janjian lho, Masnya pasti bisa kalo janjian kayak gini.
B6 7. Kowe nitip helm eneng pajakke lho. Wani
bayar piro sebulan?
8. Endi jatahku be, gopek gopek? B11 9. Lho, itu kan tanggung jawabmu, itu
tugasmu.
B7
Memperingatkan 10. Lah, yo kuwi ngge pengeling-eling nek
maghrib ki kudu mandek!
B8 11. Awas nek kowe reneh meneh, tak jiwit
kowe. Utang lho kowe!
B10 Mengancam
4.1.3 Melecehkan Muka
Ketidaksantunan berbahasa yang melecehkan muka mengarah pada bentuk ketidaksantunan oleh penutur yang memiliki maksud menyinggung perasaan mitra tutur. Berikut adalah tuturan yang termasuk dalam kategori tuturan yang melecehkan muka.
Tabel 5 Melecehkan Muka
No Tuturan Kode Subkategori
1. Heh, sepatu ne endi kuwi? C1
Kesal 2. Heh heh heh, kono neng sekolah wae! C2
3. Heh, kuping e endi, kene tak andani! C4 4. Ganti to pak, aku ki ra seneng bal!!! C9 5. Ah, kok aku terus sih Mbak sing mbok
takok i?
C10 6. Dasar bakul iwak, digoleki nengdi-nengdi
ra ketemu, jedule neng kene.
C22 7. Wong ra sekolah kok njaluk susu. C3
Menyindir 8. Ben, mengko neng wetenge ben eneng
gambare.
C5 9. Heh, flashdisc-mu tu banyak banget
virusnya, gudang virus ya?
C6 10. Wes tuwo neng cilik yo, Mbak. C12 11. Biasalah nek orang tua kayak gitu, Mbak,
biasalah ibu-ibu.
C13 12. Kowe ki keentekan obat, kono ngombe obat
sek ben ra edan!
13. Kuwi mbok dijamuni disek ben bapakmu rodo mari leh edan!
C16 14. Iyo kuwi, nek mikir ora mangan sego, tapi
mangane rokok.
C17 15. Mlaku ki yo mlaku wae, ra sah meleng
mripate!
C18
16. Opo, kowe ki arep ngopo? C7
Mengejek 17. Zaman koyo ngene kok ra ndwe HP. C19
18. Yo, kono kowe wae, wong aku rung adus kok!
C8 Menentang 19. Halah, ojo ojo, nang omah wae, jeh cilik!!! C11 Menolak 20. Kuwi yo ra neng kono, opo-opo kok mung
utah!!!
C14
Memperingatkan 21. Gak ada liburan, kalo libur kamu mau bayar
semesteran pake apa?
C20 22. Pokoknya jangan dikasih, nanti buat
macem-macem, wong masih SMP gitu udah minta yang macem-macem!
C21
23. Heh, sana belajar! Nonton terus. C23
4.1.4 Menghilangkan Muka
Ketidaksantunan berbahasa yang menghilangkan muka mengarah pada bentuk penggunaan ketidaksantunan berbahasa oleh penutur yang memiliki maksud mempermalukan mitra tutur dengan membuat mitra tutur kehilangan muka di depan orang banyak. Berikut tuturan yang termasuk dalam kategori tuturan yang menghilangkan muka.
Tabel 6
Menghilangkan Muka
No Tuturan Kode Subkategori
1. La yo mboh, mbok umurmu dewe kok tekok.
D1
Mengejek 2. Halah, Mbok, kowe ki ra bener tenan. D4
4. Wo la yo kuwi, suwi-suwi raine dadi rai gembus.
D12 5. Kamu tu harusnya lebih rajin, nilaimu tu
malu-maluin!
D3
Memperingatkan 6. Wes, ojo kakean leh ngomong, ndak
kewengen!
D6 7. Uwes, ayo balek, ngopo kowe neng kene? D20 8. Kuwi ki mbiyen kantoran lho mbak, saiki
malah mung bakul.
D5
Menyindir 9. Ya kakaknya, Mbak. Nek kakaknya tu
sabar Mbak, yang ini main terus.
D8 10. Lah, kok bingung-bingung lho Mbak!
Disiapin ora e?
D9 11. Weh, kok koyo wong londo kowe
panganane roti. Koyo londo ndeso!
D10 12. Mau dikasih apa kok tanya-tanya gitu? D11 13. Pacare Ari ki akeh banget. Koleksi kok.
Mbok golek seng jilbaban kono lho.
D14 14. Kowe ki saiki lemu, kok pede tenan
ngengge klambi ukuran S koyo ngono.
D15 15. Heh, udah nambah belum itu tinggimu? D16 16. Yo kwi, Mbak, wong lanang ki mripate ra
dienggu.
D19 17. Ah, kowe ki nek diperintah mung nggawe
gelo.
D13
Kesal 18. Pokoknya aku mau di UIN aja, gak mau di
UNS.
D18 19. Kowe ki mbok mengko wae nek arep
nonton, aku disek.
D2
Meremehkan
20. Lah, mboh mbiyen. D17
4.1.5 Menimbulkan Konflik
Ketidaksantunan berbahasa yang menimbulkan konflik mengarah pada penggunaan ketidaksantunan berbahasa secara sembrono dan memiliki maksud untuk menyinggung mitra tutur yang akhirnya menimbulkan adanya konflik antara penutur dan mitra tutur. Berikut tuturan yang termasuk dalam kategori tuturan yang menimbulkan konflik.
Tabel 7
Menimbulkan Konflik
No Tuturan Kode Subkategori
1. Adek!!! Heh, tak masukke kamar tak kunci kapok kowe!
E1
Mengancam 2. Opo to kowe ki mas, tak andakke ibu kowe
nyenggol-nyenggol.
E3 3. Kamu mau kuliah apa enggak, kalo gak
manut aturan gak usah kuliah terserah, hidup sendiri, cari uang sendiri.
E9
4. Halah, ibu ki silit, silit!!! E2 Mengejek 5. Pak, kowe opo-opo anak ditukukke. Ngono
kuwi marai tuman.
E5
Memperingatkan 6. Aku juga butuh makan, cepetan!!! E7
7. Halah, ibu ki pelit tenan, ra koyo bapak. E4
Kesal 8. Anak kok bandel, nakal, kurangajar!!! E6
9. Kamu tu gak tau ya aku tu capek, banyak tugas.
E8 10. Enenge koyo ngene. La nek ra percoyo kono
delok dewe! Wong kok ra percoyoan.
E10