• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Data Hasil Penelitian

Dalam dokumen A Choiril Anwar NIM: (Halaman 59-64)

zOù=Ïèø9$#;M»y_u‘yŠ

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Hasil Penelitian

1. Tahapan Penelitian Dan Hasil Penelitian

Untuk mengetahui keefektifan penerapan metode pembelajaran

guided discovery terhadap hasil belajar kimia materi ikatan kimia peserta

didik di MAN Lasem Rembang, maka penulis melakukan analisa data secara kuantitatif. Penelitian ini menggunakan pembelajaran eksperimen, subyek penelitiannya dibedakan menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen (X1) diberi perlakuan yaitu pembelajaran kimia materi ikatan kimia menggunakan metode pembelajaran guided discovery dan kelas kontrol (X2) diberi pembelajaran kimia materi ikatan kimia tidak menggunakan metode pembelajaran guided discovery.

Sebelum diberikan perlakuan kelas eksperimen dan kelas kontrol harus mempunyai kemampuan awal yang sama untuk mengetahui bahwa tidak ada perbedaan kemampuan awal yang signifikan terhadap kedua kelas diadakan uji kesamaan dua variansi yang disebut uji homogenitas. Kegiatan penelitian ini dilakukan dari tanggal 18 Oktober sampai dengan 6 November 2010. Secara rinci tahapan proses penelitian dan data yang dihasilkan dapat dipaparkan sebagi berikut.

a. Pretest dan data nilai Pretest 1) Kelas eksperimen

Sebelum kegiatan belajar mengajar, dalam kelas eksperimen (X1) dilakukan pretest. Pretest adalah tes yang diberikan sebelum pengajran dimulai dan bertujuan untuk mengetahui sampai dimana penguasaaan peseta didik terhadap materi yang akan diajarkan. Pretest disini bertujuan untuk mengetahui penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang akan diajarkan dan sebagai data awal untuk mengetahui

kondisi awal sampel. Adapun data nilai pretest dapat dilihat pada Lampiran 11.

2) Kelas kontrol

Seperti dalam kelas eksperimen, kelas kontrol (X2) juga dilaksanakan pretest, pelaksanaan pretest dalam kelas kontrol ini juga mempuyai tujuan yang sama seperti pretest yang dilaksanakan pada kelas eksperimen. Adapun data nilai pretest dapat dilihat pada Lampiran 11.

b. Proses atau Treatment (Perlakuan) 1) Kelas eksperimen

Sebagaimana disebutkan bahwa peneliti menggunakan kelas eksperimen yaitu kelas yang pembelajaranya mengunakan metode Guided Discovery. Pembelajaran Guided Discovery proses mental dimana siswa mengasimilasikan sesuatu konsep atau sesuatu prinsip. Peran pendidik mengarahkan kepada peserta didik menggunakan proses mental tersebut misalnya, mengamati, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan dan sebagainya. Didalam pembelajaran Guided Discovery pada kelas eksperimen (X1) materi pokok ikatan kimia diantaranya dijabarkan sebagai berikut.

a. Kegiatan Pendahuluan

Guru menyamapaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan metode Guided Discovery

b. Kegiatan Inti

Guru menjelaskan kepada peserta didik materi tentang ikatan kima sebagai pengantar, selanjutnya guru melaksanakan pembelajaran sesuai tahapan metode pembelajaran berdasarkan masalah sebagai berikut.

1) Mengorentasikan peserta didik pada suatu masalah yang berkaitan dengan materi ikatan kimia

Guru mengajukan suatu masalah atau fenomena yang berkaiatan dengan kehidupan sehari-hari pada materi ikatan kimia, serta memotivasi peserta didik untuk terlibat dalam proses pemecahan masalah.

2) Mengorganisir peserta didik dalam pembelajaran

Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok secara bervariasi, masing-masing kelompok beranggotakan 6-7 orang. pembagian kelompok dilakukan oleh guru sendiri dengan melihat hasil belajar peserta didik pada materi struktur atom dan sistem periodik.

3) Membantu menguraikan atau menjelaskan hasil pemecahan masalah

Peserta didik dibantu untuk menjelaskan atau menguraikan hasil pemecahan masalah ketika mendapatkan suatu penemuan yang dilakukan setiap kelompok.

4) Konsep baru dijelaskkan

Guru menyimpulkan persoalan yang diajukan kepada peserta didik, bila ada konsep baru yang perlu ditambahkan, guru dapat menambahkannya sehingga pengertian peserta didik menjadi lebih lengkap.

c. Penutup

Pada akhir pembelajaran guru menyimpulkan hasil pembelajaran matari ikatan kimia yang telah dilakukan dan memberikan soal-soal untuk dikerjakan.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran dengan menggunkan metode

Guided Discovery (penemuan terbimbing) pada kelas

eksperimen (X2) pada materi pokok ikatan kimia berlangsung dengan lancar dan baik, peserta didik tetap fokus pada materi

yang diajarkan dan terlihat lebih bersemangat dan antusias mengikuti pembelajaran.

Peseta didik dilatih untuk bekerjasama dengan kelompoknya ketika penemuakan pada materi ikatan kimia dan guru selalu membimbing kepada peserta didik selalu semangat ketika pembelajaran. Peserta didik saling bekerja sama dalam kelompoknya dan terlibat adanya kekompakan untuk memecahkan masalah pada saat pembelajaran berlangsung. 2) Kelas kontrol

Pembelajaran yang dilakukan pada kelas kontrol (X2) adalah pembelajaran konvensional dengan pembelajaran ceramah. Seorang guru menjelaskan materi pokok ikatan kimia secara urut kepada peserta didik di depan kelas dan memberi waktu peserta didik untuk mencatat. Peserta didik pasif dalam proses pembelajaran dan hanya menerima materi yang disampaikan oleh guru, peserta didik tidak diberi kebebasan dalam berfikir dan mengembangkan konsep yang dipelajari. Peserta didik hanya mendengar dan mencatat informasi dari guru. Kemudian peserta didik diberi soal untuk dikerjakan

Pembelajaran ceramah pada kelas kontrol (X-2) materi ikatan kimia diantaranya dijabarkan sebagai berikut

a. Kegiatan Pendahuluan

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi peserta didik untuk belajar

b. Kegiatan inti

Guru menjelaskma materi pokok ikatan kimia dengan pembelajaran ceramah secara urut kepada peserta didik di depan kelas dan memberikan waktu pada peserta didik untuk mencatat dan memberikan soal-soal untuk dikerjakan

c. Penutup

Pada akhir pembelajaran guru menyimpulkan materi kepada peserta didik yang telah dilakukan dan memberikan PR.

Pada proses pembelajaran kelas kontrol berlangsung satu arah, terkesan monoton, membosankan dan peserta didik pasif dalam proses kegiatan belajar mengajar. Peserta didik lebih banyak berperan sebagai pendengar atau pencatat, dengan hanya mendengarkan ceramah peserta didik tidak diberi kesempatan untuk membangun sendiri pengetahuan tentang fakta, konsep, dan teori yang dipelajari.

c. Postest dan data nilai postest 1) Kelas eksperimen

Posttest dilaksanakan setelah pembelajaran selesai. Posttest adalah tes yang diberikan pada akhir pengajaran untuk

mengetahui samapai dimana pengusaan peserta didik terhadap bahan pengajar (pengetahuan) setelah mengalami suatu kegiatan belajar. Posttest disini bertujuan untuk mengetahui penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang telah diajarkan dan sebagai data akhir untuk mengetahui kondisi sampel. Adapun data nilai postest kelas eksperimen dapat dilihat pada Lampiran 11.

Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar kelas eksperimen

( )

x =77,75. Hal ini menunjukan bahwa kelas eksperimen nilai rata-rata hasil belajar lebih baik yaitu diatas KKM yang telah di tetapkan di sekolah.

2) Kelas kontrol

Seperti dalam kelas eksperimen, kelas kontrol juga dilaksankan postets. Pelaksanaan posttest dalam kelas kontrol juga mempuyai tujuan yang sama seperti postest yang dilaksanakan pada kelas eksperimen. Adapun data nilai postets kelas eksperimen dapat dilihat pada Lampiran 11.

Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar kelas kontrol

( )

x = 69,97 hal ini menunukan bahwa rata-rata hasil belajar yang diperoleh peserta didik pada kelas kontrol kurang maksimal walaupun sudah mencapai nilai KKM yang telah ditetapkan pada sekolah.

Dalam dokumen A Choiril Anwar NIM: (Halaman 59-64)

Dokumen terkait