• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Data

Berdasarkan data yang diperoleh dari alat pengumpul data, dapat dijelaskan deskripsi data yakni nilai minimum, maksimum, rerata, dan standar deviasi mengenai tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, intensitas panataran dan pelatihan, beban kerja guru serta penguasaan bahan ajar. Deskripsi data penelitian tersebut adalah sebagai berikut:

a. Tingkat pendidikan

Tingkat pendidikan responden umumnya adalah tingkat sarjana (S-1) bidang ekonomi seperti ditunjukkan pada Tabel 4.1.

4.1. Tingkat Pendidikan Responden

Jenjang Pendidikan Jumlah (orang) Persen (%)

D-3 4 10,3 S-1 35 89,7 Sumber: Hasil penelitian, diolah

Jurusan atau jenis pendidikan guru SMA bidang studi ekonomi di Kota Magelang tidak seluruhnya berlatarbelakang ekonomi seperti dapat dilihat pada Tabel 4.2.

4.2. Jenis Pendidikan Responden

Jenis Pendidikan Jumlah (orang) Persen (%)

Ekonomi/Akuntansi 34 87

Tata Negara 1 2,5

Tarbiyah 1 2,5

Tata Buku 2 5,5

IPS 1 2,5 Sumber: Hasil penelitian, diolah

Lama waktu pendidikan yang digunakan sebagai acuan adalah untuk D-I = 13 tahun, D-II = 14 tahun, D-III = 15 tahun, dan tingkat S-1 = S-16 tahun.

Lama yang ditempuh responden untuk menyelesaikan pendidikannya adalah seperti terdapat pada Tabel 4.3.

4.3. Lama Waktu yang Ditempuh Responden untuk Menyelesaikan Pendidikan

Lama Pendidikan (Tahun)

Jumlah (orang) Persen (%)

15 12 30,8 17 26 66,7 19 1 2,5 Sumber: Hasil penelitian, diolah

Data tersebut memperlihatkan bahwa responden yang mampu menyelesaikan pendidikan melebihi batas waktu yang ditentukan cukup banyak atau lebih dominan yakni 26 orang atau sebesar 66,7%. Hal ini memperlihatkan bahwa sebagian responden memiliki kendala atau hambatan pada saat menyelesaikan studi.

b. Pengalaman mengajar

Berdasarkan data penelitian dapat digambarkan mengenai pengalaman mengajar guru dilihat dari lama waktu (tahun) mengajar seperti terdapat pada Tabel 4.4.

4.4. Pengalaman Mengajar Responden

Pengalaman Mengajar (tahun)

Jumlah (orang) Persen (%)

10 5 12,8

11-20 22 56,4 21-30 8 20,6

31 4 10,2

Sumber: Hasil penelitian, diolah

Data tersebut memperlihatkan bahwa responden telah memiliki pengalaman mengajar yang tergolong lama. Hal itu dapat dilihat dari waktu responden menjalankan profesi guru sudah tergolong lama.

c. Intensitas penataran dan pelatihan

Intensitas penataran dan pelatihan responden dilihat dari satuan jam. Berdasarkan data penelitian dapat diketahui intensitas penataran dan pelatihan responden seperti terdapat pada Tabel 4.5.

4.5. Intensitas Penataran dan Pelatihan Responden

Intensitas Penataran dan pelatihan (jam)

Jumlah (orang) Persen (%)

100 7 17,9 101 - 200 6 15,4 201 – 400 5 12,8 401 – 600 3 7,7 601 – 800 12 30,8 801 6 15,4

Sumber: Hasil penelitian, diolah

Data Tabel 4.5 memperlihatkan bahwa intensitas penataran dan pelatihan yang diikuti responden tergolong tinggi yakni antara 601 – 800 jam oleh sebanyak 12 responden atau sebesar 30,8 persen. Jenis dan materi penataran dan pelatihan yang diikuti responden selama ini di antaranya:

1) Diklat akuntansi tingkat nasional oleh LPMP Malang. 2) PKG akuntansi penyelenggara Dikmanjur Jawa Tengah. 3) Pembelajaran akuntansi oleh pendidikan luar sekolah. 4) Pengenalan KBK oleh Diknas.

5) Penlok matematika oleh P dan K. 6) Diklat wakil kepala sekolah.

7) Penataran ekonomi oleh wilayah P dan K. 8) Pelatihan akuntansi oleh wilayah P dan K. 9) Pelatihan bahasa Inggris languace

10) Pelatihan komputer.

11) Penataran/pelatihan guru bantu oleh balai penataran guru Semarang. 12) Instruktur ekonomi type A tingkat nasional oleh P3G IPS Malang. 13) Instruktur akuntansi tingkat nasional oleh Direktorat Dikmen. 14) Accounting teacher training oleh proyek swasta.

15) Pelatihan pembuatan sibalus oleh Diknas. 16) Pengenalan kurikulum 2000

d. Beban kerja

Beban kerja guru dilihat dari jam mengajar yang dimiliki setiap minggu. Berdasarkan Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang mengatur beban kerja guru pada Pasal 35 yang berisi 3 ayat dijelaskan bahwa guru mengajar idealnya pada satu kelas saja dengan jumlah jamnya sebanyak 12 jam pada setiap minggunya. Berdasarkan data penelitian dapat dijelaskan beban kerja responden seperti terdapat pada Tabel 4.6.

4.6. Beban Kerja Responden

Beban Kerja (jam) Jumlah (orang) Persen (%)

10 3 7,7

11 - 20 14 35,9 21 – 30 22 56,4 Sumber: Hasil penelitian, diolah

Data Tabel 4.6 memperlihatkan bahwa responden memiliki beban kerja yang berat yakni melebihi jam ideal yang ditetapkan dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Hal itu ditunjukkan jumlah responden sebanyak 22 orang atau sebesar 56,4 persen memiliki beban kerja antara 21-30 jam setiap minggu.

e. Penguasaan bahan ajar

Penguasaan bahan ajar oleh responden dapat diketahui dari hasil jawaban pada pengisian kuesioner. Tinggi rendahnya penguasaan bahan ajar oleh responden mengacu pada lima kategori yang dikemukakan Suharsimi Arikunto (1996) yang digolongkan berdasarkan PAP II sebagai berikut: 1) 80 – 100 = sangat menguasai 2) 66 – 79 = menguasai 3) 56 – 65 = cukup menguasai 4) 40 – 55 = kurang menguasai 5) 30 – 39 = tidak menguasai

Pola penilaian yang digunakan untuk mengetahui penguasaan bahan ajar adalah dengan memberikan nilai satu (1) pada jawaban benar dan nol (0) pada jawaban salah. Kuesioner penguasaan bahan ajar terdiri dari 30 item atau butir soal. Untuk mencari skor atau nilai jawaban responden, digunakan rumus tanpa denda sebagai berikut:

Keterangan:

yang dihitung hanya yang betul, sementara soal yang tidak dikerjakan atau jawaban salah dinilai 0.

Sementara untuk mengubah skor menjadi nilai dengan standar 100 digunakan rumus sebagai berikut:

% 100 X Total Skor Skor

Dengan menggunakan formulasi skor tanpa denda tersebut diperoleh skor penguasaan bahan ajar. Berdasarkan kategori yang digunakan untuk mengetahui penguasaan bahan ajar responden, dapat diketahui seperti terdapat pada pada Tabel 4.7.

4.7. Penguasaan Responden Terhadap Bahan Ajar

Bobot Kategori Jumlah (orang) Persen (%)

80 – 100 Sangat menguasai 16 41 66 – 79 Menguasai 14 35,9 56 – 65 Cukup menguasai 3 7,7 40 – 55 Kurang menguasai 5 12,9 30 – 39 Tidak menguasai 1 2,5 Sumber: Hasil penelitian, diolah

Data Tabel 4.7 memperlihatkan bahwa penguasaan responden terhadap bahan ajar tergolong baik. Hal itu ditunjukkan jumlah responden pada kategori sangat menguasai lebih dominan yakni sebesar 41 persen disusul pada kategori menguasai yakni sebesar 35,9 persen.

2. Uji Asumsi

Sebelum melakukan uji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi untuk mengetahui ada tidaknya penyimpangan data yang telah diperoleh. Uji asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas dan linearitas.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya sebaran atau distribusi data yang diperoleh. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 11.0 dengan teknik

kolmogorove-smirnov test. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa data pada variabel tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, intensitas penataran dan pelatihan, beban kerja, dan penguasaan bahan ajar berdistribusi normal. Hal ini ditunjukkan dengan nilai KS-Z dan nilai p yang lebih besar dari 0,05 seperti pada Tabel 4.8.

4.8. Hasil Uji Normalitas Variabel-variabel Penelitian

Nilai KSZ dan nilai Variabel

KS-Z Nilai p > 0,05

Keterangan

Tingkat pendidikan 2,511 0,436 Normal Pengalaman mengajar 0,841 0,479 Normal Intensitas penataran dan pelatihan 1,212 0,106 Normal

Beban kerja 0,838 0,484 Normal Penguasaan bahan ajar 0,914 0,374 Normal Sumber: Hasil olah data

Data Tabel 4.8 memperlihatkan bahwa nilai KS-Z dan nilai p

demikian, seluruh data pada variabel-variabel penelitian terdistribusi normal.

b. Uji Linearitas

Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui sifat atau pola hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantung. Pengujian linearitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 11.0 dengan teknik

test of linearity. Hasil uji linearitas memperlihatkan bahwa variabel bebas yaitu tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, intensitas penataran dan pelatihan, beban kerja, dengan penguasaan bahan ajar. Hal ini ditunjukkan dengan nilai FBhitungB dan nilai p yang lebih kecil dari 0,05.

Hasil uji linearitas variabel-variabel penelitian dapat dilihat pada Tabel 4.9.

4.9. Hasil Uji Linearitas Variabel-variabel Penelitian

Nilai Variabel Penelitian FBhitungB Nilai p < 0,05 Keterangan Tingkat pendidikan*Penguasaan bahan ajar 8,862 0,005 Linear Pengalaman mengajar*Penguasaan bahan ajar 22,658 0,000 Linear

Intensitas penataran dan pelatihan*Penguasaan bahan ajar

0,460 0,006 Linear

Beban kerja*Penguasaan bahan ajar

8,175 0,009 Linear

Sumber: Hasil olah data

Data Tabel 4.9 memperlihatkan bahwa variabel-variabel bebas yakni tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, intensitas penataran dan

pelatihan, beban kerja, memiliki hubungan yang linear dengan variabel tergantung yakni penguasaan bahan ajar.

3. Uji Hipotesis

Berdasarkan hasil uji asumsi dapat diketahui bahwa data yang telah diperoleh terdistribusi normal dan memiliki pola hubungan yang linear. Oleh sebab itu, seluruh data dapat digunakan untuk melakukan uji hipotesis. Pengujian hipotesis bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel-variabel bebas yakni tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, intensitas penataran dan pelatihan serta beban kerja dengan variabel tergantung yakni penguasaan bahan ajar baik secara bersama-sama maupun secara individual.

Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji korelasi dan uji regresi ganda. Uji korelasi bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel-variabekl bebas dengan variabel tergantung. Sementara uji regresi ganda digunakan untuk mengetahui hubungan variabel bebas secara bersama-sama serta mengetahui sumbangan efektif dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel tergantung.

Dari uji korelasi yang dilakukan memperlihatkan ada hubungan tingkat pendidikan, pengalaman mengajar dan beban kerja dengan penguasaan bahan ajar. Sementara intensitas penataran dan pelatihan tidak memiliki hubungan dengan penguasaan bahan ajar. Hal itu dapat dilihat dari uji korelasi seperti terdapat pada Tabel 4.10.

Tabel. 4.10. Matriks Korelasional Antarvariabel

Penguasaan Bahan Ajar

r = 0,444 Tingkat pendidikan p = 0,005; p < 0,05 r = 0,496 Pengalaman mengajar p = 0,001; p < 0,05 r = - 0,120

Intensitas penataran dan pelatihan

p = 0,468; p > 0,05 r = 0,410

Beban kerja

p = 0,010; p < 0,05

Hasil analisis memperlihatkan bahwa hubungan atau korelasi (r) antara variabel tingkat pendidikan dengan variabel penguasaan bahan ajar adalah sebesar 0,444 dengan p sebesar 0,005, sehingga p < 0,05, pengalaman mengajar nilai r sebesar 0,496 dengan p sebesar 0,001 sehingga p < 0,05, beban kerja dengan nilai r sebesar 0,410 dengan p sebesar 0,010 < 0,05. Sementara intensitas penataran dan pelatihan memiliki nilai r sebesar – 0,120 dengan p sebesar 0,468 > 0,05. Data ini memperlihatkan ada hubungan positif dan signifikan antara tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, beban kerja dengan penguasaan bahan ajar. Sementara intensitas penataran dan pelatihan tidak memiliki hubungan dengan penguasaan bahan ajar.

Untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantung, dapat dilihat dari uji regresi ganda seperti terdapat pada Tabel 4.11.

Tabel 4.11. Hasil Uji Regresi Ganda Secara Simultan Variabel Tingkat Pendidikan, Pengalaman Mengajar, Intensitas Penataran dan pelatihan,

Beban Kerja Variabel R RP 2 P Adj.RP 2 P FBhitungB p Tingkat pendidikan Pengalaman mengajar

Intensitas penataran dan pelatihan Beban kerja

0,695 0,483

0,423 7,953 0,000

Sumber: Hasil Penelitian, diolah

Hasil uji tersebut memperlihatkan ada hubungan secara bersama-sama antara tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, intensitas penataran dan pelatihan serta beban kerja dengan penguasaan bahan ajar. Berdasarkan hasil uji simultan diperoleh nilai FBhitung Bsebesar 7,953 (p < 0,01). Nilai Adjusted RP

2

P diperoleh sebesar 0,423 yang artinya sebesar 42,3% penguasaan bahan ajar dalam penelitian ini terkait dengan tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, intensitas penataran dan pelatihan serta beban kerja yang dimiliki guru. Sedangkan sebesar 57,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini diantaranya tingkat kesejahteraan guru, kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, dan lain-lain. Sementara dilihat dari keeratan hubungan antara tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, intensitas penataran dan pelatihan serta beban kerja dengan penguasaan bahan ajar diperoleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,695. Hal ini memperlihatkan ada hubungan yang kuat antara variabel bebas dengan variabel terikat.

Sementara hasil pengujian secara parsial terhadap variabel-variabel bebas diperoleh hasil seperti pada Tabel 4.12.

Tabel 4.12. Hasil Uji t Untuk Setiap Variabel Bebas

Variabel B Parsial

Corelations tBhitungB Sig.

Constanta -10,451 -1,146 0,260

Tingkat pendidikan (X1) 1,436 0,414 2,654 0,012 Pengalaman mengajar (X2) 0,235 0,473 3,133 0,004 Intensitas penataran dan

pelatihan (X3) 1.18E-03 -0,107 -0,630 0,533 Beban kerja (X4) 0,200 0,358 2,237 0,032

Sumber: Analisis data penelitian, diolah

Data Tabel 4.12 memperlihatkan adanya hubungan tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, beban kerja secara individual dengan penguasaan bahan ajar. Hal itu dapat dilihat dari nilai tBhitungB untuk tingkat pendidikan sebesar 2,654 dengan nilai beta sebesar 1,436 (p < 0,05), pengalaman mengajar dengan nilai tBhitungB sebesar 3,133 dengan nilai beta sebesar 0,235 (p < 0,05), beban kerja dengan nilai tBhitungB sebesar 2,237 dengan nilai beta sebesar 0,200 (p < 0,05). Sementara intensitas penataran dan pelatihan tidak memiliki hubungan dengan penguasaan bahan ajar yang ditunjukkan nilai tBhitungB sebesar -0,630 dengan nilai beta sebesar 1.18E-03 (p > 0,05).

Keeratan hubungan secara individual masing-masing variabel bebas yakni tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, beban kerja dengan variabel tergantung yakni penguasaan bahan ajar dapat dilihat dari nilai koefisien korelasinya. Keeratan hubungan antara tingkat pendidikan dengan penguasaan bahan ajar ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,414, pengalaman mengajar sebesar 0,473, dan beban kerja sebesar 0,358.

Keeratan hubungan antara tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, beban kerja dengan variabel tergantung yakni penguasaan bahan ajar dapat dilihat dari korelasi parsial jenjang kedua dan sumbangan efektif masing-masing variabel. Dari hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh sumbangan efektif variabel-variabel bebas seperti pada Tabel 4.13.

Tabel 4.13. Bobot Sumbangan Variabel Bebas dengan Variabel Terikat

Variabel Bebas R SR% SE%

Tingkat pendidikan (X1) 0,444 31,64 15,29 Pengalaman mengajar (X2) 0,496 42,14 20,37 Intensitas penataran & Pelatihan (X3) -0,120 2,07 1,00 Beban kerja (X4) 0,410 24,16 11,68

Sumber: Hasil Olah Data Keterangan:

SE% : Sumbangan Efektif (dalam persen) SR% : Sumbangan Relatif (dalam persen) r dan rP

2

P : Korelasi parsial jenjang kedua

Data Tabel 4.13 menunjukkan bahwa tingkat pendidikan (XB1B) memiliki Sumbangan Relatif sebesar 31,64% dan Sumbangan Efektif sebesar 15,29%, pengalaman mengajar (XB2B) memiliki Sumbangan Relatif sebesar 42,14% dan Sumbangan Efektif sebesar 20,37%, dan beban kerja (XB4B) memiliki Sumbangan Relatif sebesar 24,16% dan Sumbangan Efektif sebesar 11,68%. Berdasarkan data tersebut memperlihatkan bahwa ketiga variabel bebas memiliki hubungan dengan penguasaan bahan ajar. Sumbangan efektif RP

2

P (Tabel 4.11) yaitu 42,3% tidak sama dengan jumlah sumbangan efektif XB1B, XB2B, dan XB4B oleh karena r dihitung dari r parsial jenjang kedua.

Dokumen terkait