• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

C. Keterbatasan Penelitian

C. Keterbatasan Penelitian

Dalam melakukan penelitian ini, penulis menyadari masih banyak hambatan yang memperlemah hasil penelitian. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor yang mempengaruhi antara lain: adanya keterbatasan waktu dan

hambatan dalam pengumpulan data yang diperlukan. Keterbatasan dan hambatan itu antara lain sebagai berikut:

1. Dalam penelitian ini hanya dibatasi pada tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, intensitas penataran dan pelatihan, beban kerja, sedangkan faktor yang mempengaruhi penguasaan bahan ajar bermacam-macam seperti motivasi berprestasi, kompetensi mengajar, sikap guru dalam proses belajar-mengajar, bakat dan minat, serta faktor fisik (kesehatan, usia).

2. Penelitian ini bersifat studi kasus yaitu penelitian yang mendalami mengenai sesuatu kasus pada suatu unit tertentu, sehingga hanya berlaku pada kasus tersebut, dalam hal ini penelitian hanya berlaku di Kota Magelang.

3. Penulis tidak melacak kebenaran data yang diperoleh dari responden. Apabila responden dalam menjawab kuesioner tidak mengisi sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, maka hasil penelitian ini tentu tidak berlaku secara mutlak.

4. Kuesioner penelitian ini disusun tidak melalui validitas dan reliabilitas isi sehingga dapat memperlemah hasil penelitian. Penulis dalam menyusun soal belum menganalisis tingkat kesukaran soal sehingga tidak diketahui bobot masing-masing soal.

DAFTAR PUSTAKA

Abror, A.R. (1993). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya. Amirin, T.S. (1986). Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta: Rajawali Press. Arikunto, S. (1996). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. ---. (2000). Manajemen Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Departemen Pendidikan Nasional. (2002). Kebijakan Standarisasi Kompetensi

Guru. HTUhttp://www.diknas.go.idUTH.

Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Profil Pendidikan di Kabupaten Bantul. HTUwww.depdiknas.go.idUTH.

Djohar. (2006). Guru, Pendidikan dan Pembinaannya: Penerapannya Dalam Pendidikan dan UU Guru. Yogyakarta: CV. Grafika Indah.

Ekosusilo, M. (2003). “Kontribusi Jenjang Pendidikan, Penataran, dan Kegiatan KKG terhadap Peningkatan Kemampuan Profesional Guru.” Jurnal Ilmu Pendidikan. Jilid 10. Nomor 1. Februari.

Engkoswara. (2004). Mutu pendidikan masih rendah: Belum mampu mendukung kualitas bangsa yang terpuruk. Diambil pada tanggal 27 Februari 2007, dari HTUwww.pikiran-rakyat.comUTH.

Gilarso, T. (2004). Pengantar Ilmu Ekonomi Makro. Yogyakarta: Kanisius. Gimin. (1997). “Intensitas Kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran, Frekuensi

Penataran, Kompetensi Dasar Mengajar, dan Performansi Mengajar.”

Jurnal Ilmu Pendidikan. Jilid 4. Nomor 2. Mei.

Hadi, S. (2001). Metodologi Research 2. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Hamalik, O. (2001). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

---. (2001). Pengembangan Sumber Daya Manusia: Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.

---. (2002). Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Jakarta: Bumi Aksara.

Idris, Z., & Jamal, L. (1992). Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana.

Jalal, F., dan Supriadi, D (Ed). (2001). Reformasi Pendidikan dalam Konteks Otonomi Daerah. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.

Prastiti, T.D. (2003). Hubungan Antara Indeks Prestasi Akademik dan Pengalaman Mengajar dengan Prestasi Kerja Sebagai Guru SD Bagi Lulusan D-II PGSD di Kodya Malang. HTU

www.universitas-terbuka.co.idUTH.

Poerwodarminto. (1999). Kamus Umum Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Balai Pustaka.

Riyanto, Y. (1996). Metode Penelitian Pendidikan, Suatu Tinjauan Dasar. Surabaya: SIC.

Samana. (1994). Profesionalisme Keguruan. Yogyakarta: Kanisius.

Santoso, S. (2003), SPSS Versi 10. Mengolah data statistik secara profesional.

Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Sardiman. (1994). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar: Pedoman Bagi Guru dan Calon Guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Statistik Pendidikan. (2003). Survei Sosial Ekonomi Nasional. Jakarta: CV. Nasional Indah BPS.

Sugiyono. (1997). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Supriadi, D. (1999). Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.

--- (Ed). (2003). Guru di Indonesia: Pendidikan, Pelatihan dan Perjuangannya. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Surachmad, W. (1999). Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode Teknik. Bandung: Tarsito.

Surya, M. (2004). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.

Syah. M. (2000). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Tilaar, H.A.R. (2004). Manajemen Pendidikan Nasional: Kajian Pendidikan Masa Depan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Tjiptono, F., dan Diana, A. (2003). Total Quality Management. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Usman, M.U. (1997). Menjadi Guru Profesional. Edisi 2. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Wardani, I.G.A.K. (1999). “Program Pemberdayaan Guru.” Jurnal Ilmu Pendidikan. Jilid 6. Nomor 4. November.

Zuriah, N. (2006). Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan: Teori-Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Lampiran A

Kuesioner

Kepada:

Yth, Bapak/Ibu Guru di tempat

Dengan Hormat,

Perkenalkan saya adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Program Studi Pendidikan Ekonomi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yang saat ini menyusun skripsi dengan judul “Hubungan antara Tingkat Pendidikan, Pengalaman Mengajar, Intensitas Penataran dan Pelatihan, dan Beban Kerja dengan Penguasaan Bahan Ajar”

Sehubungan dengan kegiatan tersebut, maka dengan penuh harap saya mohon kesedian Bapak/Ibu untuk meluangkan waktu mengisi angket yang tersedia secara jujur dan sungguh-sungguh seperti yang anda alami. Angket yang anda isi hanya untuk kepentingan ilmiah di lingkungan terbatas dan tidak berpengaruh terhadap karier Bapak/Ibu sebagai guru dimasa yang akan datang, jadi rahasia dari pengisian anda akan terjamin.

Atas kesedian dan bantuan Bapak/Ibu dalam pengisian angket ini saya mengucapkan banyak terima kasih.

Hormat saya,

KUESIONER

Petunjuk Pengisian Kuesioner:

1. Petunjuk Umum

a. Bacalah dengan teliti dan seksama semua pernyataan dan pertanyaan. b. Jawablah semua pernyataan dan pertanyaan sesuai dengan pendapat

dan pengalaman anda.

c. Jawaban langsung diberikan pada lembar kuesioner ini. 2. Petunjuk Khusus

a. Kuesioner terbuka:

Berilah tanda silang (X) pada pilihan yang telah tersedia dan mengisi pada kolom jawaban sesuai dengan jawaban anda.

b. Kuesioner tertutup:

Berilah tanda silang (X) pada soal pilihan ganda, maka pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.

A. Data Pribadi Tenaga Edukatif

1. Nama Lengkap: 2. NIP :

3. Jenis Kelamin : Laki-laki/ Perempuan *) 4. Umur :

5. Jabatan dalam sekolah:

Keterangan : * Coret yang tidak perlu

B. Kuesioner Terbuka 1. Tingkat Pendidikan a. D1 b. D2 c. D3 d. S1 pendidikan e. S1 non pendidikan f. Lainnya: ……….

2. Pengalaman Mengajar

Lama Bapak/Ibu mengajar sampai dengan sekarang baik di sekolah ini maupun di sekolah lain adalah………tahun

3. Intensitas Penataran dan Pelatihan

Tabel Panataran dan Pelatihan yang pernah diikuti:

No Materi penataran dan pelatihan Penyelenggara Waktu Pelaksanaan Lama Pelaksanaan/ jam 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 4. Beban Kerja

Jumlah jam mengajar Bapak/Ibu dalam satu minggu pada tahun ajaran ini adalah …………..jam

C. Kuesioner Tertutup

Berikut ini adalah pertanyaan tentang penguasaan bahan ajar yang anda miliki berdasarkan Kurikulum bidang studi ekonomi pada tingkat pendidikan sekolah menengah atas (SMA).

1. Jika kebutuhan manusia yang beraneka ragam dapat dipenuhi dengan merasakan adanya kepuasan dari alat pemuas kebutuhan yang ada, maka manusia telah mencapai……

A. Ketentraman B. Kebahagian C. Kekayaan D. Kemakmuran E. Kedamaian

2. Untuk dapat meningkatkan jumlah produksi antara lain dapat dilakukan dengan cara:

1. memperluas atau membuka pabrik baru 2. menggunakan bibit unggul

3. menggunakan mesin-mesin baru yang kapasitasnya lebih besar 4. menambah bahan baku dan menambah jumlah karyawan

Dari usaha meningkatkan produksi di atas yang termasuk dalam cara intensifikasi adalah…….. A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 3 D. 2 dan 4 E. 3 dan 4

3. Matrik biaya produksi perusahaan roti:

No A B C

1. Tepung Cetakan Upah

2. Kompor Telur Oven

3. Gula Transpor Margarin Yang termasuk biaya tetap adalah…….

A. A1,B1,dan C1 B. A2,B1,danC2 C. A2,B2,danC2 D. A3,B2,danC3 E. A3,B3,danC3 4. Diketahui:

Total Revenue (TR) = 200Q, sedang Total Cost (TC) = 2 juta +100Q. Jika Q = 30.000 unit, maka besarnya laba/rugi produsen adalah……. A. Laba Rp 1.000.000,00

B. Rugi Rp 1.000.000,00 C. Rugi Rp 5.000.000,00

D. Laba Rp 6.000.000,00 E. Laba Rp 11.000.000,00

5. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh rumah tangga konsumen adalah……. A. Memproduksi barang dan jasa

B. Menyediakan faktor-faktor produksi C. Menggunakan sarana produksi D. Melakukan pembelian barang modal E. Melakukan kegiatan ekspor impor

6. Fungsi produksi bagi produsen adalah untuk……… A. Memperbanyak faktor produksi

B. Memperkecil faktor produksi

C. Memperbanyak salah satu dari faktor produksi D. Memperkecil salah satu dari faktor produksi E. Mengkombinasikan faktor-faktor produksi

7. Pada saat harga Rp 150,00, jumlah barang yang diperjualbelikan sebesar 120 unit. Dan pada saat harga Rp 200,00, jumlah yang diperjualbelikan sebesar 100 unit.

Dari data tersebut, maka fungsi penawarannya adalah……. A. Qs = 180 + 0,4 p

B. Qs = 180 – 0,4 p C. Qs = 180 – 2 p D. Qs = 180 - 4 p E. Qs = 180 + 4 p

8. Pada harga Rp 1.500,00 jumlah barang yang diminta 400 unit. Setelah harga naik menjadi Rp 1.650,00 jumlah barang yang diminta 350 unit. Barang tersebut mempunyai elastisitas permintaan yang…….

A. elastis B. inelastis C. uniter

D. elastis sempurna E. inelatis sempurna

9. Perhatikan tabel berikut ini!

A B 1. sebagai sumber informasi bagi

pemerintah

2. perkiraan perubahan pendapatan riil

3. pembanding kemakmuran antar wilayah

1. perbandingan kemajuan ekonomi antar negara

2. sebagai sumber penerimaan negara 3. taksiran ukuran tentang nilai barang

dan jasa

Dari tabel di atas yang merupakan manfaat mempelajari pendapatan nasional adalah……. A. A1,A2,danB1 B. A2,B3,danB2 C. A3,B1,dan B3 D. A3,B2,danB3 E. A2,A3,danB2

10.Bank Dunia mengklasifikasikan suatu Negara sebagai Negara dengan tingkat ketimpangan distribusi pendapatan rendah apabila …..

A. Kelompok 10 % penduduk terkaya pengeluarannya kurang dari 5 % dari keseluruhan pengeluarannya

B. Kelompok 10 % penduduk terkaya pengeluarannya 5 – 10 % dari keseluruhan pengeluarannya

C. Kelompok 40 % penduduk termiskin pengeluarannya lebih dari 17 % dari keseluruhan pengeluarannya

D. Kelompok 40 % penduduk termiskin pengeluarannya 12 – 17 % dari keseluruhan pengeluarannya

E. Kelompok 40 % penduduk termiskin pengeluarannya kurang dari 12 % dari keseluruhan pengeluarannya

11.Jika para petani setelah musim penyiangan lewat menganggur sampai musim panen, maka keadaan tersebut dinamakan……..

A. Open unemployment B. Employment

C. Under employment D. Disquised employment E. Full employment

12.Di bawah ini merupakan langkah-langkah yang bersifat sektoral untuk mendorong perluasan kesempatan kerja, kecuali……

A. Pembangunan industri

B. Pemilihan teknologi tepat guna

C. Pembangunan pariwisata dan perdagangan D. Kebijakan perpajakan

E. Pembangunan pertanian

13.Prinsip penyusunan APBN berdasarkan aspek pendapatan antara lain:

1. intensifikasi penerimaan anggaran dalam jumlah dan kecepatan penyetoran 2. intensifikasi penagihan dan pemungutan piutang negara, sewa, atas

penggunaan barang milik negara

3. semaksimal mungkin menggunakan hasil produksi dalam negeri dengan memperhatikan kemampuan maksimal

4. penuntutan ganti rugi atas kerugian yang diderita oleh negara dan denda yang telah dijanjikan

Pernyataan di atas yang benar adalah……. A. 1 dan 2

B. 2 dan 3 C. 3 dan 4 D. 2, 3, dan 4 E. 1, 2, dan 4

14.Jumlah penerimaan tahun 2000 adalah Rp 219.603,8 milliar, dan jumlah pengeluaran adalah Rp 219.603,8 milliar. Tahun berikutnya baik peneriman dan pengeluaran naik sebesar 11,9%. Kebijakan anggaran yang demikian disebut…….

A. Defisit B. Surplus C. Berimbang

D. Surplus dan dinamis E. Berimbang dan dinamis

15.Apabila pemerintah menggunakan hasil pemungutan pajaknya untuk kepentingan pembangunan sarana-sarana sosial, maka pemerintah sebenarnya telah menjalankan salah satu fungsi pajak yaitu…….

A. Fungsi distribusi B. Fungsi stabilisasi C. Fungsi alokasi D. Fungsi usaha E. Fungsi sosial

16.Kebijakan fiskal pemerintah dapat dilakukan melalui……. A. Penurunan tingkat bunga

B. Penurunan pajak pendapatan C. Penghapusan bunga kredit

D. Penambahan jumlah uang beredar E. Penjualan obligasi negara

17.Diketahui

Jumlah uang yang beredar (M) = Rp 1.400,00 jumlah barang yang diperdagangkan (T) = 350, dan tingkat harga umum (P) = Rp 24,00. Berdasarkan rumus Irving Fisher, kecepatan peredaran uang adalah…….

A. 1,5 B. 3 C. 4 D. 6

E. 13,5

18.Perhatikan tabel berikut ini!

Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5

Perjanjian Kebiasaan Kenegaraan Klaim Internal value Bernilai penuh Uang kartal Kuantitas Transaksi Persediaan Kas Pendapatan Transaksi Berjaga-jaga Spekulasi Pendapatan Suku Bunga Harga Barang Fasilitas Kredit

Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah uang beredar dalam masyarakat adalah A. Tabel 1 B. Tabel 2 C. Tabel 3 D. Tabel 4 E. Tabel 5

19.Berikut ini adalah tugas dari Bank Indonesia selaku bank sentral, kecuali …… A. Sebagai penyedia dana terakhir pada bank dalam BLBI

B. Menghimpun dana dan menyalurkan kepada masyarakat C. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter D. Mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran E. Mengatur dan mengawasi bank-bank lainnya

20.Pernyataan berikut yang merupakan kebaikan dan keburukan kredit : 1. meningkatkan produktivitas modal

2. memperlancar transaksi tukar menukar 3. mendorong timbulnya spekulasi 4. mendorong orang berkonsumsi tinggi 5. menimbulkan konsumerisme

Yang merupakan kebaikan kredit adalah……. A. 1 dan 2

B. 1 dan 3 C. 2 dan 4 D. 3 dan 5

E. 4 dan 5

21.Perhatikan tabel berikut ini!

Tabel menunjukkan tentang kebijakan pemerintah di bidang ekonomi adalah sebagai berikut: A B C 1. menaikkan tingkat suku bunga 2. melakukan pembatasan import

3. menaikkan tarif pajak

1. menaikkan pendapatan masyarakat

2. melaksanakan politik pasar terbuka

3. kebijakan kredit selektif

1. menetapkan harga maksimum 2. mempermudah

pemberian kredit 3. menetapkan cash ratio

Kebijakan pemerintah di bidang moneter yang dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar adalah…….

A. A1,B1,danC1

B. A1,B2,danC3

C. A3,B3,danC2

D. A2,B3,danC1

E. A3,B2,danC1

22.Berikut ini adalah kebijaksanaan untuk menanggulangi inflasi kecuali

meningkatkan …..

A. Tingkat bunga tabungan B. Reserve requirement C. Pemberian kredit D. Penerimaan pajak

E. Penjualan obligasi pemerintah

23.Dalam teori perdagangan internasional, pertukaran masih mungkin dilakukan dan menguntungkan walaupun pada kedua jenis barang dan Negara lain mempunyai kelemahan mutlak pada kedua jenis barang. Teori tersebut dikemukakan oleh…….

A. John Stuart Mill B. David Ricardo

C. Thomas Robert Maltus D. John Baptist Say

E. Adam Smith

24.Perdagangan bebas yang diberlakukan di negara-negara ASEAN melalui AFTA sejak tahun 2003 berupaya untuk menghilangkan proteksi masing-masing negara yang berupa …….

A. Kuota impor

B. Tarif dan bea masuk yang tinggi C. Pelarangan impor

D. Politik dumping E. Subsidi

25.Diketahui fungsi permintaan Q = 17 – 0,10 P, sedangkan fungsi biaya total TC = 5Q² + 20 Q + 180, laba maksimum yang diperoleh perusahaan tersebut adalah …… A. Rp. 120,00 B. Rp 155,00 C. Rp 180,00 D. Rp 195,00 E. Rp 250,00

26.Diketahui C = 3000 + 0,75 Y dimana C = konsumsi, dan Y = pendapatan. Apabila pada saat itu diadakan pertambahan investasi sebesar Rp. 1.000.000,00 maka pendapatan akan bertambah dengan …….

A. Rp 750.000,00 B. Rp 1.050.000,00 C. Rp 1.750.000,00 D. Rp 4.000.000,00 E. Rp 7.500.000,00

27.Berikut ini adalah ciri-ciri pasar persaingan sempurna, kecuali ……. A. Barang yang diperdagangkan bersifat homogen

B. Jumlah pembeli dan penjual banyak C. Adanya campur tangan pemerintah D. Penjual bebas untuk keluar industri

28.Tabel harga rata-rata 5 jenis buah-buahan dan jumlah dalam kilogram yang terjual.

Jenis buah Tahun 2002 (Po) Tahun 2003 (Pn) Qo Qn Mangga Apel Jeruk Nanas Melon 3500 3000 2000 1800 1300 3900 2900 2500 1800 1300 560 440 300 200 150 500 650 350 180 200

Berdasarkan data di atas besar indeks harga menurut laspeyer tahun 2003 adalah …… A. 107,44% B. 106,44% C. 105,44% D. 104,44% E. 103,44%

29.Ciri utama system ekonomi nasional (demkrasi ekonomi Indonesia) adalah …..

A. Sector swasta menguasai perekonomian dengan bantuan dari pemerintah B. Pemerintah menguasai sector-sektor ekonomi penting bersama koperasi C. Sector usaha koperasi dan sector swasta sebagai kekuatan ekonomi rakyat D. Pemerintah mendominasi penuh semua kegiatan ekonomi agar tidak

dimonopoli swasta

E. Rakyat memegang peranan aktif dalam kegiatan ekonomi dan pemerintah sebagai perencana, pembimbing, dan pengawas

30.Berdasarkan struktur produksi, Indonesia tergolong negara semi industri karena sector industri hanya menyumbang……..

A. Di bawah 10% terhadap PDB

B. Berkisar antara 10 -20 % terhadap PDB C. 20 – 30% terhadap PDB

D. 30 – 40 % terhadap PDB E. Lebih dari 40% terhadap PDB

JAWABAN DAN PEMBAHASAN

1. Jawaban: D

Bahasan: kemakmuran adalah terpenuhinya semua kebutuhan dengan alat pemuas kebutuhan yang ada. Untuk mencapainya dengan keseimbangan antara kebutuhan dengan alat pemuas kebutuhan

2. Jawaban: C

Bahasan: intensifikasi adalah cara perluasan dan peningkatan produksi melalui meningkatkan produktivitas faktor (kemampuan dan daya guna faktor-faktor produksi), misalnya:

¾ Meningkatakan kemampuan tenaga kerja ¾ Menggunakan bibit unggul

¾ Menggunakan mesin baru dengan kapasitas yang lebih besar 3. Jawaban: B

Bahasan: Biaya tetap adalah biaya yang dieluarkan sekali dalam proses produksi dan biasaanya berupa barang-barang tidak habis terpakai walau digunakan berulang-ulang

4. Jawaban: A

Bahasan: TR penerimaan total (TR = P.Q) TC jumlah biaya total (a + b Q) a = TFC (biaya tetap) b = AVC b.Q = TVC (biaya variabel) Laba = TR – TC Diketahui: TR = 200Q TC = 2 juta + 100Q Q = 30000 unit Ditanyakan Laba/Ruginya Maka Laba/Rugi = TR – TC = 200Q – (2 juta + 100Q) = 200 (30000) – (2.000.000 + 100(30000)) = 6.000.000 – (2.000.000 + 3.000.000)

= 6.000.000 – 5.000.000 Laba = 1.000.000

5. Jawaban: B

Bahasan: kegiatan ekonomi yang dilakukan RTK adalah menyediakan sumber-sumber daya atau faktor-faktor produksi untuk dunia usaha, dengan mendapatkan suatu balas jasa atau pendapatan, kemudian membelanjakan pendapatannya itu untuk membeli barang atau jasa konsumsi yang dibayar dengan uang.

6. Jawaban: E

Bahasan: fungsi produksi bagi produsen adalah mengkombinasikan faktor-faktor produksi (input)

Kerja

Alam proses produksi output balas jasa Modal (barang dan jasa) (upah, sewa, bunga, laba)

pengusaha 7. Jawaban: B

Bahasan: Diketahui P1 = 150 P2 = 200 Q1 = 120 Q2 = 100 Ditanya fungsi penawaran

P = a + b Q P Q P Q Q P Q P Q P 4 , 0 180 6000 3000 20 50 6000 50 3000 20 20 120 50 150 120 100 120 150 200 150 = = = + = = 8. Jawaban: A Bahasan: Q P x P Q E = 1400 1500 150 50 x E = − 75 , 3 33 , 0 x E =−

E = -1,2375

Tanda negatif dapat diabaikan karena hanya menunjukkan hubungan yang negatif antara harga barang dengan jumlah barang yang diminta (atau Ed > 1 elastis)

9. Jawaban: A

Bahasan: manfaat membpelajari pendapatan nasional adalah: ¾ Sebagai sumber informasi pemerintah

• data pendapatan masyarakat digunakan oleh pemerintah untuk mengefektifkan kebijakan

• kecenderungan/trend perkembangan pendapatan nasional digunakan untuk mengidentifikasi masalah dan merencanakan program

¾ Untuk mengetahui perubahan pendapatan rill penduduknya ¾ Untuk membandingkan kemajuan ekonomi antar negara 10.Jawaban: C

Bahasan: untuk melihat ketimpangan distribusi pendapatan dilakukan dengan 2 cara:

a. Koefisien gini: memperlihatkan kurva Lorenz (menunjukkan kuantitaif antara persentase penerima pendapatan/ penduduk dengan persentase pendapatan yang benar-benar diperoleh selama misalnya: satu tahun). Dengan patokan nilai koefisien < 0,4 dikatakan tingkat ketimpangan rendah, nilai koefisien 0,4 – 0,5 tingkat ketimpangan sedang, dan nilai koefisien > 0,5 tingkat ketimpangan tinggi.

b. Indicator ketimpangan distribusi pendapatan menurut bank dunia:

1) Tingkat ketimpangan tinggi: kelompok 40% penduduk termiskin pengeluarannya < 12 % dari keseluruhan pengeluaran.

2) Tingkat ketimpangan sedang: kelompok 40% penduduk termiskin pengeluarannya 12 – 17% dari keseluruhan pengeluaran.

3) Tingkat ketimpangan rendah: kelompok 40% penduduk termiskin pengeluarannya > 17% dari keseluruhan pengeluaran.

11.Jawaban: A Bahasan:

a. Under unemployment (Setengah menganggur) terjadi bila tenaga kerja tidak bekerja secara optimum karena ketiadaan lapangan kerja atau pekerjaan. Atau bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.

b. Open unemployment (pengangguran terbuka) terjadi bela tenaga kerja sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan.

c. Disguised unemployment (pengangguran terselubung) terjadi bila tenaga kerja tidak bekerja secara optimum karena tidak memperoleh pekerjaan yang sesui dengan bakat dan kemampuannya.

12.Jawaban: D

Bahasan: langkah-langkah sektoral untuk mendorong perluasan kesempatan kerja adalah :

a. Pembangunan industri

b. Pemilihan teknologi tepat guna

c. Pembangunan pariwisata dan perdagangan d. Pembanguanan pertanian

13.Jawaban: E

Bahasan: Prinsip penyusunan APBN berdasarkan aspek pendapatan:

a. Intensifikasi penerimaan anggaran dalam hal jumlah dan kecepatan penyetoran

b. Intensifikasi penagihan dan pemunggutan piutang negara. Ex: sewa atas penggunaan barang-barang milik negara

c. Penuntutan ganti rugi atas kerugian yang di derita oleh negara dan denda yang telah dijanjikan

14.Jawaban: E Bahasan:

Tahun Pendapatan Pengeluaran

2000 Rp 219.630,8 Miliar Rp 219.630,8 Miliar 2001 naik 11,9% naik 11,9%

+ Rp 26132,8522 + Rp 26132,8522

Maka dapat dikatakan kebijakan anggaran tersebut adalah “Berimbang”

karena jumlah total pendapatan negara (yang diperkirakan akan masuk) tepat menutup semua pengeluaran yang direncanakan.

“Dinamis” karena adanya kenaikan yang sama baik pada pendapatan dan pengeluaran sesuai dengan tuntutan atau pekembangan ekonomi pada tahuan yang berikutnya.

15.Jawaban: C

Bahasan: Fungsi alokasi kerena hasil dari pemungutan pajak digunakan untuk pembangunan sarana-sarana sosial.

16.Jawaban: B

Bahasan: Kebijakan fiskal adalah kebijaksanaan yang berkaitan dengan penerimaan negara (pajak, dll) dan pengeluaran negara (penghematan anggaran). Kebijaksanaan fiskal tampak dalam APBN.

17.Jawaban: D

Bahasan: Irving Fisher M.V = P. T

1.400 . V = 24 x 350 1.400 V = 8400 V = 6 18.Jawaban: E

Bahasan: faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah uang yang beredar dalam masyarakat adalah pendapatan, tingkat suku bunga, selera masyarakat, harga barang, fasilitas kredit, dan kekayaan yang ingin dimiliki masyarakat.

19.Jawaban: B

Bahasan: Tugas BI selaku bank sentral adalah: a. Menetapkan dan melakukan kebijakan moneter

b. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran c. Mengatur dan mengawasi bank-bank

20.Jawaban: A

Bahasan: Kebaikan kredit adalah sebagai berikut: meningkatakan produktivitas modal, memperlancar transaksi tukar menukar, memajukan peredaran uang

21.Jawaban: B

Bahasan: Kebijaksanaan moneter adalah kebijaksanaan pemerintah dalam mengatur jumlah uang yang beredar. Dan dilakukan oleh bank sentral menyangkut penawaran uang (money supply) dan tingkat suku bunga (interest rates). Perubahan jumlah uang beredar itu pada akhirnya akan mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Kebijakan moneter yang dapat mempengaruhi jumlah uang beredar dapat dilakukan dengan cara:

a. Menaikkan tingkat bunga akan mengurangi jumlah uang yang beredar

(kebijakan diskonto)

b. Pasar terbuka akan mengurangi jumlah uang yang beredar (open market policy)

c. Menaikkan atau menurunkan cadangan minimum. Atau dengan kata lain cash ratio yaitu menetapkan perbandingan antara modal dengan jumlah yang dicadangkan untuk kredit.

d. Bank sentral menetapkan batas minimum pemberian kredit kepada nasabah

e. Moral suasion (dorongan moral), hal ini dilakukan dengan cara mempengaruhi lembaga moneter dan individu yang bergerak dalam bidang moneter melalui pidato, pengumuman dan surat edaran, supaya mereka bersikap sesuai dengan yang dikehendaki penguasa moneter.

22.Jawaban: C

Bahasan: untuk menanggulangi inflasi dengan mengurangi jumlah uang yang beredar (tigh money policy) dan meningkatakan penerimaan pajak, kebijaksanaan pemberian kredit justru akan menambah jumlah auang yang beredar.

23.Jawaban: E Bahasan:

Adam Smith: Dalam bukunya “ The Wealth of nation” manfaat keunggulan mutlak dan teori keunggulan komparatif. Keunggulan mutlak suatu negara apabila negara tersebut mampu memproduksi suatu barang dengan biaya yang lebih rendah.

John Stuart Mill: konsep elastisitas penawaran

David Ricardo: keunggulan komparatif, teori sewa tanah, teori upah alami dan teori uang.

Thomas Robert Maltus: pertumbuhan manusia > peningkatan produksi John Babtis Say: karena ada penawaran otomatis akan ada permintaan 24.Jawaban: B

Bahasan: pada tahun 1993 negara-negara ASEAN membentuk AFTA (Asean Free Trade Area) dengan menerapkan system prefensi tariff efektif bersama

(Common Effective Prefferential Tariff / CEPT).

25.Jawaban: A Bahasan: Q = 17 – 0,10 P 0,1 P = 17 –Q P = 170 – 10 Q => TR = P.Q TR = (170 – 10Q). Q TR = 170 Q – 10Q² Ö MR = 170 – 20Q Ö TC = 5Q² + 20Q + 180 Ö MC = 10Q + 20 Laba maksimum MR = MC 170 – 20Q = 10Q + 20 30Q = 150 Q = 5 P = 170 – 10 (5)

= 170 – 50

= 120 => jadi laba maksimum adalah Rp 120,00 26.Jawaban: D Bahasan: C = 3000 + 0,75 Y C = konsumsi Y = pendapatan I = Rp 1.000.000,00 MPC = 0,75 MPS = 0,25 MPS Y I = 25 , 0 000 . 000 . 1 = Y 0,25 Y = 1.000.000 maka Y = Rp 4.000.000,00 27.Jawaban: C

Bahasan: ciri-ciri pasar sempurna:

a. Jenis barang yang diperjualbelikan homogen b. Harga ditentukan oleh pasar

c. Banyak pembeli dan penjual

d. Pembeli/penjual mengetahui benar keadaan pasar 28.Jawaban: A

Bahasan: Indeks harga laspeyer =

∑ ∑ ) ( ) ( Qo x Po Qo x Pn IHL =

+ + + + + + + + ) 150 1300 ( ) 200 1800 ( ) 300 2000 ( ) 440 3000 ( ) 560 3500 ( ) 150 1300 ( ) 200 1800 ( ) 300 2500 ( ) 440 2900 ( ) 560 3900 ( x x x x x x x x x x = 195000 360000 600000 1320000 1960000 195000 360000 750000 1276000 2184000 + + + + + + + + IHL = 100% 4435000 4765000 x = 107,44 %

29.Jawaban: E

Bahasan: Demokrasi ekonomi sebagai dasar pelaksanaan pembangunan dengan ciri-ciri:

a. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan

b. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

c. Bumi, air, dan kekayaan alam di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

d. Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara dipergunakan dengan permufakaatan lemabaga-lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan terhadap kebijakan yang ada pada lembaga-lembaga

Dokumen terkait