• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Deskripsi Data Hasil Penelitian

Penelitian ini dimulai pada tanggal 21 Maret 2016 sampai dengan 3

April 2016. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan masing-

masing siklus terdiri dari 2 kali tindakan. Penelitian dilaksanakan sesuai

dengan jadwal pembelajaran IPS dalam satu minggu dua kali, yaitu setiap

hari Kamis dan Jumat yang berlangsung selama 4x35 menit. Subyek

penelitian adalah sisa kelas 5 B SD Negeri Tegalpanggung. Penelitian

yang dilaksanakan pada setiap siklus memiliki empat buah komponen,

Berikut ini adalah deskripsi pelaksanaan pembelajaran IPS melalui metode

pembelajaran Time Token di SD Negeri Tegalpanggung.

Materi pokok yang digunakan, yaitu Peristiwa Pertempuran !0

November dan Peristiwa Serangan Umum 1 Maret. Standar

Kompetensinya, yaitu Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat

dalam mempersiapkan dan mempertahankan Indonesia dengan satu

Kompetensi Dasar yaitu Menghargai perjuangan para tokoh dalam

mempertahankan kemerdekaan. Materi pertama diselesaikan dalam waktu

1 siklus ( 2 kali tindakan ) dengan alokasi waktu masing-masing 2x35

menit (4x2 jam pelajaran) dan materi kedua diseelesaikan dalam waktu

satu siklus ( 2 kali tindakan ) dengan alokasi waktu masing-masing 2x35

menit ( 4x2 jam pelajaran ). Proses penelitian tindakan secara sistematis

dapat dideskripsikan sebagai berikut.

a. Siklus 1

1) Perencanaan Tindakan

Pada tahap perencanaan dimulai dari penemuan masalah yang

terjadi di lapangan dengan cara mengamati proses pembelajaran dan

hasilnya, kemudian merancang tindakan yang akan dilakukan.

Setelah diadakan pengamatan langkah selanjutnya adalah sebagai

berikut :

a) Membuat instrumen pembelajaran yang terdiri dari satuan

pelajaran dan skenario pembelajaran untuk siklus I

c) Menyiapkan media pembelajaran yang diperlukan dalam siklus 1

d) Menyiapkan lembar observasi lembar untuk mengamati proses

keaktifan siswa dan pelaksanaan metode pembelajaran.

2) Pelaksanaan Tindakan

Perencanaan yang telah dibuat pada tahap sebelumnya akan

dilaksanakan pada tahap ini. Perencanaan yang dibuat harus bersifat

fleksibel dan terbuka terhadap perubahan-perubahan dalam

pelaksanaannya. Dengan kata lain pelaksanaan bersifat dinamis.

Siklus pertama dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan

alokasi waktu selama 4 jam pelajaran, yaitu pada tanggal 24 Maret

2016 dan 25 Maret 2016. Adapun pelaksanaan yang dilakukan

adalah sebagai berikut.

a) Pertemuan 1

(1) Langkah pertama metode Time Token guru menyampaikan

tujuan pembelajaran yang akan dipelajari pada hari ini yaitu

Pertempuran 10 November Surabaya. Sebelum

menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu

Pertempuran 10 November Surabaya guru melakukan

apersepsi pembelajaran dengan melakukan tanya jawab

dengan siswa seperti kapan Indonesia memperingati hari

pahlawan? dan Kota apakah yang dijuluki sebagai kota

pahlawan di Indonesia?. Penyampaian tujuan pembelajaran

di papan tulis yang terdapat didepan kelas disertai ucapan

lisan dari guru.

(2) Langkah kedua dalam pembelajaran dengan menggunakan

metode Time Token guru mempersiapkan siswa untuk

kegiatan diskusi dengan cara mengkondisikan siswa untuk

melaksanakan kegiatan diskusi. Siswa diminta duduk teratur

di tempat duduknya sendiri-sendiri. Guru menyampaikan

akan melaksanakan diskusi tentang Pertempuran 10

November sehingga siswa diminta membaca materi terlebih

dahulu yang terdapat dalam lks yang dimiliki oleh siswa

selama 15 menit. Akan tetapi ada beberapa siswa yang

enggan untuk membaca lks dan memilih bercanda dengan

temannya, guru menegur siswa yang tidak mau membaca.

(3) Langkah ketiga dalam pembelajaran dengan menggunakan

metode Time Token guru membagikan kupon berbicara

kepada setiap siswa, dimana setiap siswa masing-masing

mendapatkan 2 buah kupon. Guru menjelaskan kegunaan

kupon yaitu sebagai alat tukar kepada siswa dengan waktu

berbicara yaitu kurang lebih 15-30 detik setiap kuponnya.

Siswa diberi penjelasa juga setelah siswa berbicara siswa

memberikan salah satu kuponnya kepada guru. Guru mulai

melakukan kegiatan diskusi dengan siswa. Guru memberikan

siswa. Masa waktu yang dibutuhkan siswa untuk menjawab

pertanyaan beragam antara 10-30 detik. Durasi jawaban

siswa yang beragam tergantung dari pertanyaan yang

diberikan guru. Pertanyaa guru yang beragam mulai dari

pertanyaan yang membutuhkan jawaban beserta penjelasan

ada juga pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban

singkat.

(4) Langkah keempat dalam kegiatan pembelajaran dengan

menggunakan metode Time Token setiap siswa yang telah

selesai berbicara harus menyerahan salah satu kupon yang

dimiliki siswa kepada guru. Siswa menjawab pertanyaan,

memberikan tanggapan, memberikan pendapat atau

menyampaikan pernyataan secara bergantian dengan siswa

lainnya. Guru tidak hanya memfokuskan pada salah satu atau

sekelompok siswa saja. Guru berusaha adil dengan

memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk

berbicara. Siswa yang baru saja berbicara tidak

diperbolehkan berbicara kembali dikesempatan selanjutnya,

akan tetapi harus menunggu giliran teman yang lain untuk

berbicara. Beberapa siswa ada yang tidak mau bersabar

menunggu gilirannya, akan tetapi ada salah satu siswa yang

(5) Langkah kelima dari pembelajaran menggunakan metode

Time Token siswa yang telah habis kuponnya tidak

diperbolehkan untuk berbicara lagi. Sebaliknya siswa yang

masih memiliki kupon harus menghabiskan kupon yang

dimiliki siswa. Pada pertemuan pertama ada beberapa siswa

yang telah menghabiskan kuponnya akan tetapi ada juga

siswa yang masih memiliki kupon baik yang masih memiliki

1 kupon maupun yang memiliki 2 kupon. Siswa yang telah

menghabiskan kuponnya tidak diperbolehkan untuk berbicara

lagi, sementara bagi siswa yang masih memiliki kupon

diminta untuk menghabiskan kupon. Pada pertemuan pertama

ini kegiatan diskusi terpotong karena jam pembelajaran telah

berakhir sehingga guru dan peneliti merencakan melanjutkan

kegiatan diskusi untuk dilanjutkan pada pertemuan

berikutnya.

(6) Siswa juga membaca materi yang terdapat dalam lembar

materi yang berupa lks siswa, sebagian siswa juga ada yang

mencatat materi yang dirasa siswa penting. Guru memberikan

pertanyaan selama kegiatan pembelajaran yang ditujukan

untuk mengetes kemampuan siswa akan kepemahaman

materi pembelajaran. Siswa saling bergantian menjawab dan

memberikan pendapat kepada guru. Siswa yang menjawab

yang dimiliki oleh siswa. Siswa yang telah habis kuponnya

tidak diperbolehkan untuk berbicara lagi. Siswa berbicara

masing-masing dalam rentang waktu 5-30 detik. Guru

mengakhiri kegiatan pembelajaran karena waktu

pembelajaran telah selesai.

b) Pertemuan 2

Pada pertemuan kedua yang hanya melanjutkan

pembelajaran pada pertemuan ssebelumnya sehingga langkah

pembelajaran yang dilakukan oleh guru hanya terletak pada

beberapa langkah yaitu

(1) langkah pertama dalam pembelajaran dengan meggunakan

metode Time Token guru menyampaikan tujuan

pembelajaran kembali yaitu Pertempuran 10 November

Surabaya yang tetap dilaksanakan oleh guru untuk

mengingatkan kembali tujuan pembelajaran yang akan

dicapai oleh siswa pada pembelajaran pada hari ini.

(2) Langkah kedua pada pembelajaran dengan metode Time

Token guru mengkondisikan siswa untuk kegiatan diskusi tetap dilaksanakan oleh guru dengan tetap menata siswa

sesuai tempat duduk siswa masing-masing.

(3) Langkah keempat dari metode pembelajaran Time Token

siswa kembali melaksanakan diskusi dengan siswa bergantian

berbicara harus menyerahkan kupon yang dimilikinya

sebagai alat penukar waktu untuk berbicara. Guru kembali

melakukan diskusi dengan siswa. Siswa menjawab

pertanyaan yang diberikan guru, menyampaikan pendapatnya

ataupun pernyataan yang sesuai dengan materi pembelajaran

yang dipelajari.

(4) Sesuai langkah pembelajaran metode Time Token pada

langkah kelima dari metode pembelajaran Time Token siswa

yang telah habis kuponnya tidak diperbolehkan untuk

berbicara lagi, siswa yang masih memiliki kupon harus

berbicara sampai semua kuponnya habis. Berdasarkan

langkah kelima dari metode Time Token tersebut maka siswa

yang terlibat diskusi pada pertemuan kedua ini adalah siswa

yang masih memiliki sisa kupon pada pertemuan pertama.

Pertemuan kedua diakhiri ketika guru merasa penyampaian

materi telah selesai, walaupun masih terdapat beberapa siswa

yang masih memegang kupon.

Pada pertemuan kedua ini terdapat langkah pembelajaran

dalam metode Time Token yang tidak nampak yaitu pada langkah

ke 3 yaitu siswa dibagikan kupon dengan masing-masing siswa

diberikan 2 buah kupon, hal tersebut dikarenakan pada pertemuan

kedua ini hanya melanjutkan kegiatan pembelajaran pada

Pada siklus pertama dalam 2 pertemuan guru telah

menjalankan langkah-langkah pembelajaran Time Token sesuai

dengan langkah yang telah ditentukan. Guru telah berhasil

menerapkan metode Time Token akan tetapi masih ada beberapa

kekurangan yang dilakukan oleh guru seperti guru kurang jelas

dalam menjelaskan fungsi dan kegunaan kupon dalam

pembelajaran Time Token kepada siswa, hal tersebut

mengakibatkan beberapa siswa mengalami kebingungan dalam

mengikuti kegiatan pembelajaran pada awal-awal pembelajaran,

namun siswa mulai memahami ketika pembelajaran berlangsung.

Selain itu dalam kegiatan diskusi pertanyaan yang diberikan oleh

guru terhadap siswa ada beberapa pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban singkat seperti pertanyaan “Ya atau Tidak” atau pertanyaan yang hanya membutuhkan satu jawaban pasti. Siswa dalam berbicara juga dipengaruhi oleh pertanyaan

guru sehingga lama durasi berbicara siswa ada yang masih kurang

dari 15 detik sesuai dengan aturan dalam metode Time Token

tersebut.

Aktivitas belajar siswa juga dapat dikatakan lumayan akan

tetapi masih terdapat beberapa kekurangan dalam beberapa aspek

seperti pada aspek visual dimana masih banyak siswa yang

enggan untuk membaca materi dengan alasan beragam ketika

ketinggalan atau tidak dibawa oleh siswa. Dalam aspek oral juga

kurang karena sebagian siswa masih bingung dalam kegiatan

pembelajaran dengan metode Time Token dan juga beberapa

siswa masih malu dalam berbicara didepan banyak orang dan

ketidaktahuan siswa akan materi yang dipelajari karena tidak

membaca materi terlebih dahulu. Kekurangan juga ditemukan

pada aspek listening dimana siswa tidak atau kurang menghargai

temannya ketika temannya sedang berbicara, ketika ada teman

yang berbicara beberapa siswa tidak mendengarkan dan ramai

berbicara sendiri bersama temannya.

3) Observasi

Kegiatan observasi atau pengamatan ini merupakan tahapan

kegiatan mengamatu jalannya proses pembelajaran. Pelaksanaan

pengamatan yang dilakukan meliputi pengamatan terhadap metode

pembelajaran dan pengamatan terhadap keaktifan siswa. Kegiatan

pengamatan ini dilakukan bersama dengan pelaksanaan tindakan,

dikarenakan yang diamati merupakan segala sesuatu yang terjadi

selama proses tindakan berlangsung. Pengamatan ini dilakukan oleh

teman peneliti yang sudah diberikan penjelasan mengenai proses

pembelajaran yang akan menjadi fokus dalam penelitian ini.

Adapun rincian hasil observasi proses pembelajaran siklus I,

a) Pengamatan terhadap metode pembelajaran Time Token

Dalam observasi terhadap metode pembelajaran Time Token

ini guru sudah memenuhi semua indikator yang telah diterapkan,

juga dapat diartikan bahwa skenario pembelajaran siklus I telah

berjalan dengan lancar. Observer memberikan catatan bahwa

walaupun indikator telah berhasil dicapai akan tetapi guru masih

dirasa kurang maksimal dalam menjalankan metode pembelajaran

menggunakan metode Time Token karena guru masih terburu-

buru dalam menerapkan langkah-langkah pembelajaran terutama

saat menjelaskan fungsi kupon kepada siswa sehingga siswa

merasa kebingungan, observer memberikan saran kepada guru

dalam melaksanaan pembelajaran tidak tergesa-gesa agar siswa

tidak merasa kebingungan. Siswa tertarik dan antusias dengan

pembelajaran menggunakan metode Time Token karena

sebelumnya metode tersebut belum pernah dilaksanakan dalam

kegiatan pembelajaran.

b) Pengamatan terhadap keaktifan siswa

Berdasarkan hasil pengamatan terhaap keaktifan siswa pada

siklus I, menunjukan bahwa siswa telah berusaha untuk aktif

dalam kegiatan pembelajaran. Berikut perolehan masing-masing

Tabel 6. Hasil Pengamatan Aktivitas Belajar Siswa Siklus I No

.

Indikator Aspek yang diamati Skor Ya Tida k % 1. Visual activities Siswa membaca materi pelajaran 15 7 68,2 2. Oral activities

Siswa aktif bertanya 16 6 72,7

Siswa aktif menjawab pertanyaan

15 7 68,2

Siswa aktif dalam memberi saran dan tanggapan

15 7 68,2

Siswa aktif dalam diskusi kelompok 14 8 63,6 3. Listening activities Siswa mendengarkan/memp erhatikan penjelasan guru 14 8 63,6 Siswa mendengarkan /memperhatikan diskusi kelompok 14 8 63,6 4. Writing activities

Siswa mencatat point- point penting pelajaran 13 9 59,1 Siswa meringkas materi pelajaran 18 4 81,8 5. Mental activities Siswa memecahkan soal 18 4 81,8 Siswa menganalisis materi pelajaran 17 5 77,3 6. Emotion al activities

Siswa merasa senang mengikuti pelajaran 19 3 86,3 Siswa bersemangat dalam mengikuti pelajaran 20 2 90,9

Angka diatas diperoleh dari hasil pengamatan berdasarkan

jumlah siswa yang memenuhi aspek yang telah ditentukan

kemudian dibandingkan dengan jumlah siswa keseluruhan dan

yang diteliti apakah sudah sesuai dengan kriteria keberhasilan

yaitu 75% siswa yang telah memenuhi kriteria dari jumlah

keseluruhan siswa.

Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan pada saat

kegiatan pembelajaran kemudian dihitung pada masing-masing

indikator dengan mencari rata-rata dari setiap indikatornya jumlah

dari keseluruhan aspek kemudian dibandingkan dengan jumlah

aspek per indikator maka akan diperoleh hasil setiap indikatornya

yaitu sebesar :

Tabel 7. Aktivitas Belajar Siswa Siklus I

NO Indikator Skor 1 Visual activities 68,2 % 2 Oral activities 68,2 % 3 Listening activities 63,6 % 4 Writting activities 70,4% 5 Mental activities 79,5 % 6 Emotional activities 88,6 %

Jadi besarnya persentase aktivitas belajar siswa siklus I

berdasarkan pada perhitungan dari masing-masing aspek maka

diperoleh bahwa ada beberapa indikator yang masih belom tuntas

yakni sebesar 75% antara lain visual activities yang masih terletak

diangka 68,2%, oral activities yang masih terletak di angka

68,2%, listening activities yang menjadi indikator yang paling

rendah yaitu sebesar 63,6%, writting activitie yang masih terletah

diangka 70,4%. Sedangkan dua indikator telah memenuhi nilai

ketuntasan adalah mentakl activites yang memperoleh skoe 79,5%

dan juga emotional activities yang memperoleh skor tertinggi

yaitu sebesar 88,6%.

Untuk memperoleh rata-rata aktivitas belajar siswa maka

angka perolehan masing-masing indikator dijumlahkan kemudian

dibandingkan dengan jumlah aspek yang diteliti yaitu 6 aspek

maka diperoleh rata-rata aktivitas belajar siswa adalah sebesar

74,6%, namun tingkat aktivitas belajar siswa masih belom

memenuhi kriteria keberhasilan yang telah ditentukan yaitu

sebesar 75% sehingga diperlukan pembelajaran siklus II.

4) Refleksi

Refleksi digunakan untuk menganalisis apakah tindakan siklus

I telah berhasil atau masih kurang, sehingga dapat menjadi auan

dalam melakukan tindakan siklus berikutnya. Ada kekurangan dalam

a) Guru kurang menjelaskan dengan seksama fungsi dari kupon

yang dibagikan kepada siswa

b) Durasi berbicara siswa beberapa kali kurang dikarenakan

pertanyaan guru hanya membutuhkan jawaban singkat

c) Kurang fokusnya perhatian siswa dalam mengikuti kegiatan

pembelajaran selama kegiatan pembelajaran berlangsung

b. Siklus II

1) Perencanaan Tindakan

Hasil refleksi siklus I digunakan untuk memperbaiki

pembelajaran siklus II, maka tindakan perbaikan yang diperlukan

adalah :

a) Guru menjelaskan kembali cara kerja kupon yang digunakan

dalam metode pembelajaran Time Token kepada siswa.

b) Guru membuat catatan daftar pertanyaan yang akan diberikan

kepada siswa sehingga mengurangi kemungkinan jawaban

singkat yang diberikan siswa

c) Untuk lebih menarik perhatian siswa sehingga siswa mau

mendengarkan terhadap materi maka dipilih media film

Serangan Umum 1 Maret sesuai materi yang akan diajarkan

Pelaksanaan siklus II ini berdasarkan hasil refleksi pada siklus

I yang menunjukan belum tercapainya target atau standar minimal

jumlah seluruh siswa dari seluruh aspek ada beberapa aspek yang

belom memenuhi kriteria keberhasilan.

Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan ini adalah

menyusun instrumen-instrumen yang akan digunakan dalam

kegiatan penelitian tindakan dan refleksi siklus I. Perencanaan yang

dilakukan pada siklus II adalah sebagai berikut:

a) Perencanaan tindakan dimulai dengan mempersiapkan materi

yang akan disampaikan dan akan diberikan dalam kegiatan

pembelajaran dengan materi Serangan Umum 1 Maret.

b) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang akan

digunakan sebagai acuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran.

c) Mempersiapkan film Serangan Umum 1 Maret (Janur Kuning)

sebagai media penyampaian materi dan menyediakan kupon

bicara bagi siswa

d) Menyediakan lembar observasi

2) Pelaksanaan Tindakan

Siklus kedua dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan

alokasi waktu 4 jam pelajaran, yaitu pada tanggal 31 Maret 2016 dan

1 April 2016. Adapum pelaksanaan yang dilakukan adalah sebagai

berikut:

a) Pertemuan 1

(1) Langkah pertama dalam kegiatan pembelajaran yang

tujuan pembelajaran yang akan dipelajari pada

pembelajaran hari ini yaitu Serangan Umum 1 Maret. Guru

menyampaikan tujuan pembelajaran dengan cara

menuliskan dipapan tulis dan juga penyampaian lisan

didepan kelas.

(2) Setelah itu langkah kedua dari kegiatan pembelajaran

dengan menggunakan metode Time Token guru

mengkondisikan siswa untuk melaksanakan kegiatan

diskusi. Guru meminta siswa untuk duduk sesuai tempat

duduknya sendiri-sendiri, selain itu guru memisah tempat

duduk siswa yang pada siklus 1 berbicara sendiri dengan

temannya yang diajak berbicara sehingga suasana menjadi

lebih kondusif dalam kegiatan pembelajaran. Guru juga

memposisikan siswa yang pasif ketika berdiskusi untuk

duduk dibarisan depan. Untuk melaksanakan kegiatan

diskusi guru mempersiapkan media berupa film Serangan

Umum 1 Maret yang dimaksudkan untuk mengantisipasi

kebosanan siswa dalam membaca materi.

(3) Langkah selanjutnya atau langkah ketiga dari metode Time

Token siswa dibagikan kupon dengan waktu berbicara

kurang lebih 15-30 detik durasinya. Setiap siswa masing-

masing diberikan 2 buah kupon. Ketika selesai membagikan

ketika siswa akan berbicara terlebih dahulu mengangkat

tangannya kemudian ditunjuk oleh guru, siswa berbicara

setelah selesai berbicara siswa diminta memberikan salah

satu kupon yang dimilikinya untuk menukar waktu yang

telah diberikan guru kepada siswa untuk berbicara. Masing-

masing siswa menerima kupon yang diberikan oleh guru

sebanyak 2 kupon masing-masing siswa.

(4) Langkah keempat dalam pembelajaran dengan

menggunakan metode Time Token siswa yang selesai

berbicara kupon yang dimiliki siswa diserahkan pada guru

salah satu kuponnya. Siswa boleh berbicara lagi setelah

siswa lain bergiliran untuk berbicara. Ketika kegiatan

diskusi guru kembali memberikan pertanyaan yang telah

dimiliki dan disusun oleh guru sebelum kegiatan

pembelajaran berlangsung. Siswa berbicara secara

bergantian dan teratur dimana siswa mengerti kegunaan

kupon setelah siswa berbicara kemudian siswa memberikan

salah satu kupon yang dimilikinya. Durasi berbicara siswa

antara 15-30 detik sesuai dengan aturan yang telah disetujui.

(5) Langkah kelima dari pembelajaran menggunakan metode

Time Token siswa yang telah menghabiskan kuponnya tidak diijinkan untuk berbicara lagi, sedangkan siswa yang masih

kuponnya. Siswa yang telah habis kuponnya berusaha

membantu temannya yang masih memiliki kupon untuk

berbicara. Selama pemutaran film siswa banyak

menyampaikan pertanyaan dan pendapatnya seputar materi

yang terdapat dalam film. Siswa bergiliran dalam berbicara

dan tidak berebut satu sama lain. Pembelajaran dihentikan

karena waktu kegiatan belajar mengajar telah usai, guru dan

peneliti merencanakan untuk melanjutkan pembelajaran

pada pertemuan selanjutnya.

b) Pertemuan 2

Pada pertemuan kedua ini merupakan kelanjutan dari

pertemuan pertama yang belom selesai.

(1) Langkah pertama pembelajaran dengan menggunakan

metode pembelajaran Time Token adalah guru

menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari

pada hari ini, guru tetap melaksanakan langkah pertama

metode Time Token dengan menyampaikan tujuan

pembelajaran yaitu kelanjutan dari pembelajaran

sebelumnya yaitu Serangan Umum 1 Maret. Guru

menyampaikan tujuan pembelajaran tersebut dengan

menuliskan tujuan pembelajaran dipapan tulis dan juga

secara lisan didepan kelas. guru menyampaikan tujuan

penyampaian materi dengan melanjutkan memutar film

Janur Kuning:Serangan Umum 1 Maret. Materi

pembelajaran yang belom selesai pada pertemuan pertama.

(2) Langkah kedua dalam pembelajaran dengan menggunakan

metode Time Token guru mengkondisikan siswa untuk

melaksanakan diskusi. Guru kembali melaksanakan langkah

kedua ini dengan mengkondisikan siswa untuk kembali

melaksanakan diskusi, guru kembali menata tempat duduk

siswa bagi siswa yang ramai dan gemar berbicara bersama

temannya tidak dijadikan satu meja sedangkan bagi siswa

yang masih pasif dalam mengikuti diskusi ditempatkan

dibarisan depan.

(3) Langkah keempat dari pembelajaran dengan menggunakan

metode Time Token siswa yang telah selesai berbicara

memberikan salah satu kupon yang dimilikinya kepada guru

sebagai alat tukar waktu yang diberikan guru untuk

berbicara, siswa diperbolehkan untuk berbicara lagi setelah

siswa lain bergiliran berbicara. Siswa saling bergantian

berbicara tidak berebut satu sama lain, ada siswa yang telah

habis kuponnya mendorong siswa yang masih memiliki

kupon untuk berbicara. Sebagian siswa yang tidak berbicara

mendengarkan siswa lain yang sedang berbicara, akan tetapi

lain ketika siswa lain berpendapat. Siswa sabar menunggu

gilirannya berbicara, guru tidak memilih-milih siswa dan

berlaku adil memberikan kesempatan kepada semua siswa

untuk menyampaikan pendapatnya. Guru mendorong siswa

yang belom pernah berbicara untuk berbicara dengan cara

menawarkan siswa yang pasif untuk menjawab pertanyaan.

(4) Langah kelima dalam pembelajaran dengan metode Time

Token siswa yang telah habis kuponnya tidak diperbolehkan untuk berbicara lagi. Siswa yang masih memiliki kupon

harus berbicara sampai semua kuponnya habis. Siswa yang

diperbolehkan berbicara saat mengikuti diskusi pada

pertemuan kedua ini adalah siswa yang masih memiliki sisa

kupon dari pertemuan pertama. Siswa yang masih memiliki

kupon sisa pada pertemuan pertama saling bergantian

berbicara saat kegiatan diskusi berlangsung. Beberapa siswa

yang sudah habis kuponnya yang tidak diperbolehkan lagi

untuk berbicara terlihat mencatat materi yang didapatkan

Dokumen terkait