• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

A. Deskripsi Data

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2016 sampai dengan bulan April 2016. Subjek penelitian ini adalah guru-guru SMK Kristen di Kabupaten Klaten. Kuesioner yang dibagikan kepada guru sebagai responden penelitian sebanyak 172 kuesioner. Jumlah kuesioner yang diisi dengan lengkap oleh responden sebanyak 142. Dengan demikian response

rate pengembalian kuesioner sebesar 82,6%. Berikut disajikan deskripsi

data penelitian:

1. Deskripsi Data Responden a. Asal Sekolah

Distribusi frekuensi jumlah guru berdasarkan asal sekolah disajikan dalam tabel di bawah ini.

Tabel 4.1

Distribusi Frekuensi Jumlah Guru Berdasarkan Asal Sekolah

No Nama Sekolah Frekuensi Persentase

1 SMK Kristen 1Klaten 40 28,2% 2 SMK Kristen 2 Klaten 22 15,5% 3 SMK Kristen 4 Klaten 12 8,5% 4 SMK Kristen 5 Klaten 35 24,6% 5 SMK Kristen 3 Pedan Klaten 23 16,2% 6 SMK Kristen Petra Karangdowo

Klaten 10 7%

Tabel 4.1 menunjukkan bahwa jumlah guru yang menjadi responden dalam penelitian adalah 142 guru. Rinciannya sebagai berikut: 40 guru (28,2%) dari SMK Kristen 1 Klaten, 22 guru (15,5%) dari SMK Kristen 2 Klaten, 12 guru (8,5%) dari SMK Kristen 4 Klaten, 35 guru (24,6%) dari SMK Kristen 5 Klaten, 23 guru (16,2%) dari SMK Kristen 3 Pedan dan 10 guru (7%) dari SMK Petra Karangdowo.

b. Status Sekolah

Status sekolah tempat penelitian dilakukan, disajikan dalam tabel berikut ini.

Tabel 4.2

Status Sekolah Tempat Penelitian

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa ke enam sekolah berstatus swasta.

No Nama Sekolah Status

1 SMK Kristen 1Klaten Swasta 2 SMK Kristen 2 Klaten Swasta 3 SMK Kristen 4 Klaten Swasta 4 SMK Kristen 5 Klaten Swasta 5 SMK Kristen 3 Pedan Klaten Swasta 6 SMK Kristen Petra Karangdowo Klaten Swasta

c. Jenis Kelamin

Distribusi frekuensi jumlah guru berdasarkan jenis kelamin disajikan dalam tabel dibawah ini.

Tabel 4.3

Distribusi Frekuensi Jumlah Guru Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

1 Laki-laki 74 52,1%

2 Perempuan 68 47,9%

Jumlah 142 100%

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa jumlah responden penelitian ini sebanyak 142 guru dengan rincian 68 (47,9%) guru berjenis kelamin laki-laki dan 74 (52,1%) guru berjenis kelamin perempuan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki dengan persentase 52,1%.

d. Usia

Usia responden diklasifikasikan menjadi tiga yaitu usia muda, sedang, dan tua dengan rentang menggunakan patokan rumus Strugess.

Tabel 4.4

Distribusi Frekuensi Jumlah Guru Berdasarkan Usia

No Usia Rentang usia Frekuensi Persentase

1 Muda 23-34 Tahun 24 16,9% 2 Sedang 35-46 Tahun 52 36,6% 3 Tua 47-58 Tahun 66 64,5%

Jumlah 142 100%

Tabel 4.4 menunjukkan bahwa jumlah responden penelitian ini sebanyak 142 guru terdiri dari usia muda sebanyak 24 (16,9%), usia sedang sebanyak 52 (36,6%) dan usia tua sebanyak 66 (64,5%).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden penelitian ini memiliki usia dengan kategori tua yaitu 64,5%.

e. Pengalaman Mengajar

Pengalaman mengajar responden diklasifikasikan menjadi tiga yaitu kurang berpengalaman, cukup berpengalaman dan sangat berpengalaman dengan rentang menggunakan patokan rumus Strugess.

Tabel 4.5

Distribusi Frekuensi Jumlah Guru Berdasarkan Pengalaman Mengajar No Pengalaman Mengajar Rentang Pengalaman Mengajar Frekuensi Persentase 1 Kurang Berpengalaman 1-12 Tahun 51 35,9% 2 Cukup Berpengalaman 13-24 Tahun 56 39,4% 3 Sangat Berpengalaman 25-36 Tahun 35 24,7% Jumlah 142 100%

Tabel 4.5 menunjukkan sebanyak 142 guru memiliki pengalaman mengajar yang bervariasi, yaitu: sebanyak 51 (35,9%) guru kurang berpengalaman, sebanyak 56 (39,4%) guru cukup berpengalaman dan sebanyak 35 (24,7%) guru sangat berpengalaman. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden penelitian ini memiliki cukup pengalaman dalam mengajar.

f. Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan responden diklasifikasikan menjadi tiga yaitu DIII, SI, dan S2.

Tabel 4.6

Distribusi Frekuensi Jumlah Guru Berdasarkan Tingkat Pendidikan

No Tingkat Pendidikan Frekuensi Persentase

1 DIII 15 10,6%

2 S1 125 88%

3 S2 2 1,4%

Jumlah 142 100%

Tabel 4.6 menunjukkan sebanyak 142 guru memiliki tingkat pendidikan yang berbeda-beda, sebanyak 15 (10,6%) guru berpendidikan DIII, sebanyak 125 (88%) guru berpendidikan S1 dan sebanyak 2 (1,4%) guru berpendidikan S2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden penelitian ini memiliki tingkat pendidikan S1.

2. Deskripsi Data Penelitian a. Deskripsi kompetensi guru

Data kompetensi guru dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 4.7

Deskripsi Kompetensi Guru

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Kompetensi 142 158 354 292.18 27.217 Valid N (listwise) 142

Data tersebut kemudian diinterpretasikan ke dalam penilaian kualitatif yang kriterianya ditentukan berdasarkan PAP II, sebagai berikut :

Tabel 4.8

Interpretasi Kompetensi Guru

Berdasarkan perhitungan statistik deskriptif pada Tabel 4.7 diketahui bahwa skor terendah sebesar 158 skor tertinggi sebesar 354 diketahui bahwa nilai mean sebesar 292,18 (terletak pada rentang skor 262-304). Pada Tabel 4.8 menunjukkan distribusi frekuensi data terbanyak terdapat pada rentang 262-304 yaitu 101 guru atau 71%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar guru di SMK Kristen Klaten dikategorikan memiliki kompetensi yang baik.

No Interval

Skor Frekuensi Persentase Interpretasi

1 305-360 35 25% Sangat Baik 2 262-304 101 71% Baik 3 233-261 3 2% Cukup Baik 4 204-232 1 1% Tidak Baik 5 72-203 2 1% Sangat Tidak Baik

b. Deskripsi kompetensi per dimensi

Data kompetensi guru per dimensi dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 4.9

Deskripsi Kompetensi Guru Per Dimensi

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

k.pedagogik 142 72 166 137.56 13.118 k.kepribadian 142 21 65 54.85 6.422 k.sosial 142 19 45 37.13 4.228 k.profesional 142 39 80 62.63 6.480 Valid N (listwise) 142

Data tersebut kemudian diinterpretasikan ke dalam penilaian kualitatif yang kriterianya ditentukan berdasarkan PAP II, sebagai berikut :

1. Kompetensi Pedagogik

Interpretasi tentang kompetensi pedagogik disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.10

Interpretasi Kompetensi Pedagogik Guru

No Interval Skor Frekuensi Persentase Interpretasi 1 144-170 42 30% Sangat Baik

2 124-143 92 65% Baik

3 110-123 5 4% Cukup Baik 4 97-109 1 1% Tidak Baik 5 34-96 2 1% Sangat Tidak Baik

Berdasarkan perhitungan statistik deskriptif pada Tabel 4.9 diketahui bahwa skor terendah variabel kompetensi pedagogik sebesar 72 skor tertinggi sebesar 166 dan nilai mean sebesar 137,56 (terletak pada rentang skor 124-143). Pada Tabel 4.10 menunjukkan distribusi frekuensi data terbanyak terdapat pada rentang 124-143 yaitu 92 guru atau 65%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar guru di SMK Kristen Klaten dikategorikan memiliki kompetensi pedagogik yang baik.

2. Kompetensi Kepribadian

Interpretasi tentang kompetensi kepribadian disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.11

Interpretasi Kompetensi Kepribadian Guru

No Interval Skor Frekuensi Persentase Interpretasi

1 55-65 79 56% Sangat Baik

2 47-54 54 38% Baik

3 42-46 6 4% Cukup Baik

4 77-41 1 1% Tidak Baik

5 14-36 2 1% Sangat Tidak Baik Total 142 100%

Berdasarkan perhitungan statistik deskriptif pada Tabel 4.9 diketahui bahwa skor terendah variabel kompetensi sebesar 21, skor tertinggi sebesar 70, dan nilai mean sebesar 54,85 dibulatkan menjadi 55 (terletak pada rentang skor 55-65). Pada Tabel 4.11 menunjukkan distribusi frekuensi data terbanyak terdapat pada rentang 55-65 yaitu

79 guru atau 56%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar guru di SMK Kristen Klaten dikategorikan memiliki kompetensi kepribadian yang sangat baik.

3. Kompetensi Sosial

Interpretasi tentang kompetensi sosial disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.12

Interpretasi Kompetensi Sosial Guru

No Interval Skor Frekuensi Persentase Interpretasi

1 38-45 64 45% Sangat Baik

2 33-37 65 46% Baik

3 29-32 10 7% Cukup Baik

4 26-28 0 0% Tidak Baik

5 9-26 3 2% Sangat Tidak Baik Total 142 100%

Berdasarkan perhitungan statistik deskriptif pada Tabel 4.9 diketahui bahwa skor terendah variabel kompetensi sosial sebesar 19, skor tertinggi sebesar 45, dan mean sebesar 37,13 (dibulatkan ke bawah menjadi 37, terletak pada rentang skor 33-37). Pada Tabel 4.12 menunjukkan distribusi frekuensi data terbanyak terdapat pada rentang 33-37 yaitu 65 guru atau 46 %. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar guru di SMK Kristen Klaten dikategorikan memiliki kompetensi sosial yang baik.

4. Kompetensi Profesional

Interpretasi tentang kompetensi profesional disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.13

Interpretasi Kompetensi Profesional Guru

No Interval Skor Frekuensi Persentase Interpretasi

1 68-80 30 21% Sangat Baik

2 58-67 90 63% Baik

3 52-57 17 12% Cukup Baik

4 45-51 4 3% Tidak Baik

5 16-44 1 1% Sangat Tidak Baik Total 142 100%

Berdasarkan perhitungan statistik deskriptif pada Tabel 4.9 diketahui bahwa skor terendah variabel kompetensi profesional sebesar 39, skor tertinggi sebesar 80, dan nilai mean sebesar 62,63 (terletak pada rentang skor 58- 67). Pada Tabel 4.13 menunjukkan distribusi frekuensi data terbanyak terdapat pada rentang 58-67 yaitu 90 guru atau 63%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar guru di SMK Kristen Klaten dikategorikan memiliki kompetensi profesional yang baik.

Dokumen terkait