• Tidak ada hasil yang ditemukan

PAPARAN DATA HASIL PENELITIAN A. Uji Coba Instrumen Penelitian

B. Deskripsi Data

Hasil penelitian yang dilaksanakan di kelas VI SD Muhammadiyah Semester 1 tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan desaian eksperimen dengan menggunakan model PBL untuk mengetahui efektifitas meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada pelajaran matematika materi bilangan bulat, subyek penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah awal yang sama berdasarkan hasil pre-test.

Kelas eksperimen adalah kelas VI B berjumlah 30 siswa dan kelas kontrol adalah kelas VI A yang berjumlah 32 siswa, akan tetapi dalam pelaksanaannya adalah data yang berubah dari data awal karena ada siswa yang menjadi subyek penelitian tidak dapat dikumpulkan datanya.hal ini terjadi pada kelas kontrol, ada

satu siswa yang tidak hadir pada saat pre-tes dan pos test sehingga kelas kontrol hanya 31 siswa yang diikuti dalam analisis.

Data penelitian ini terdiri dari nilai awal kemampuan pemecahan masalah dan nilai akhir kemampuan pemecahan masalah serta peningkatan data nilai awal dan akhir (Glan Score). Nilai awal kemampuan pemecahan masalah diperoleh dari hasil pre-test dan nilai akhir kemampuan pemecahan masalah diperoleh dari hasil

post-test sedangkan (glan score) diperoleh dari selisih hasil post-test dasn pre-test

kemampuan pemecahan masalah ini diukut dengan instrument tes berjumlah 15 butir soal terdiri dari 10 butir soal pilihan ganda 5 butir soal uraian objektif (butir soal sudah memenuhi persyaratan validitas, reliabelitas, daya pembeda dan taraf kesukaran, rincian data uji coba instrument terdapat di ampiran 12).

Untuk mengukur nilai kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika dilihat dari ketuntasan siswa dari hasil pre-test yang dibandingkan dengan kriteria ketuntasan minimum (KKM) SD Muhammadiyah sebesar 60. Nilai siswa yang lebih dari atau sama dengan 60 memiliki kategori tuntas, sedangkan nilai siswa yang kurang dari 60 memiliki kategoritidak tuntas.

Adapaun gambaran nilai kemampuan pemecahan masalah dalam penelitian adalah sebagai berikut:

1. Data awal kemampuan pemecahan masalah (pre-test)

Pre-test dilakukan untuk mengetahui nilai awal kemampuan siswa dalam

memecahkan masalah matematika materi bilangan bulat, seberapa besar kemampuan siswa dalam memecahkan masalah terdapat materi yang akan

dipelajari. Pre-test dilaksanakan sebelum pemberian perlakuan di kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu pada hari yang telah ditentukan.

Berdasarkan hasil analisis data pre-test kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan bantuan perangkat lunak SPSS version 22 for windows dihasil pre-test sebaran nilai awal kemampuan pemecahan masalah sebagai berikut:

Table 4.9 seberapa data pre-test kemampuan pemecahan masalah Kelas N Minimum Maximum Mean Std. deviation Eksperimen 30 28.89 57.78 41.33 8.14133

Kontrol 31 28.89 57.78 41.86 8.52755

Dilihat dari table 4.9 menunjukkan rata-rata (mean) kelas eksperimen sebesar 41,33 berada pada kategori rendah, begitu juga mean pada kelas kontrol sebesar 41,86 berada pada kategori rendah. Hal ini disimpulkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai kemampuan yang sama dalam memecahkan masalah matematika materi bilangan bulat.

Adapun distribusi nilai awal kemampuan pemecahan masalah siswa pada pelajaran matematika pada kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sebagai berikut:

Tabel, 4.10 Distribusi Frekuensi Nilai Pre-test kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen dan kelas kontrol

Nilai Kualifikasi Ketuntasan

Kelas

Total

E K

f % f % f %

80-100 Sangat tinggi Tuntas 0 0 0 0 0 0

60-80 Tinggi Tuntas 0 0 0 0 0 0

40-59 Rendah Tidak Tuntas 19 63,33 19 61,29 38 62,29 ≤ 39 Sangat Rendah Tidask Tuntas 11 36,67 12 38,71 23 37,71

Jumlah 30 100 31 100 61 100

Dari table 4.10 di atas diketahui bahwa kemampuan pemecahan masalah baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol mayoritas berada pada kategori rendah yaitu sebanyak 19 siswa 31 siswa (62,29%). Analisis deskriptif terhadap data kemampuan pemecahan masalah dari hasil pre-test kelas eksperimen mayoritas berada pada kategori rendah yaitu sebanyak 19 siswa dari 30 siswa (63,33%), sedangkan pada kelas kontrol juga mayoritas berapa pada kategori rendah (61,29%). Tingkat ketuntasan siswa kelas semua nilai awal kemampuan pemecahan masalah siswa belum mencapai angka 60 atau di bawah KKM. (83)

Bahwa kelas mayoritas kemampuan memecahkan masalah siswa pada pelasjaran matematika berapa pada kategori rendah. Adapun nilai pre-test kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematika materi bilangan bulat perbandingan dan skala di kelas eksperimen dan kelas kontrol secara rinci terdapat di lampiran 16 dan 17.

2. Data akhir kemampuan pemecahan masalah (post-test)

Post-test dilakukan untuk mengetahui nilai akhir kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika materi bilangan bulat perbandingan, seberapa besar kemampuan siswa dalam memecahkan masalah terhadap materi yang akan disajikan. Post-test dilaksanakan setelah pemberian perlakuan di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pelaksanaan pre-test baik kelas eksperimen dan kelas kontrol dilaksanakan dengan bantuan perangkat lunak SPSS version 22 for windows dihasilkan data sebaran nialai post-test kemampuan pemecahan masalah sebagai berikut:

Table 4.11 Sebaran Data Post-test Kemampuan Pemecahan Masalah Kelas Eksperimrn dan Kelas Kontrol

Kelas N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Eksperimen 30 33.33 80.00 61.77 8.76655

Kontrol 31 28.89 71.11 50.96 11.98067

Dilihat dari table 4.11 menunjukkan rerata (mean) kelas eksperimen sebesar 61,77 berada pada kategori tinggi, sedangkan mean pada kelas kontrol sebesar 44,07 berada pada kategori rendah, adapun distribusi nilai akhir kemampuan pemecahan masalah siswa pada pelajaran matematika pada kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sebagai berikut:

Tabel 4.12 Distribusi Nilai Past-test Kemampuan Pemecahan Masalah Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Nilai Kualifikasi Ketuntasan

Kelas

Total

E K

f % f % f %

80 –

100 Sangat Tinggi Tuntas 2 6,67 0 0 2 3,28 60 – 79 Tinggi Tuntas 19 63,33 9 29,03 28 45,90 40 – 59 Rendah Tidak Tuntas 8 26,67 17 54,84 25 40,98 < 39 Ssangat Rendah Tidak Tuntas 1 3,33 5 16,13 6 9,84 Jumlah 30 100 31 100 61 100

(Sumber: Modifikasi dari Ajib, dkk, 2015:41 dan KKM SD Muhammadiyah 1)

Dari table 4.12 di atas diketahui bahwa kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen mayoritas berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 19 siswa dari 30 siswa kelas eksperimen (63,33%), sedangkan pada kelas kontrol mayoritas berada pada kategori rendah yaitu 17 siswa dari 31 kelas kontrol (54,84%). Tingkat ketuntasan siswa kelas eksperimen yang diukur dari KKM SD Muhammadiyah bahwa 21 siswa dinyatakan tuntas, (di atas KKM 85).

Adapun nilai post-test kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matemtika materi pecahan pecahan sub-materi perbandingan dan skala di kelas eksperimen dan kelas kontrol secara rinci terdapat di lampiran 16 dan 17.

3. Data Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah (Gain Score)

Gain score diperoleh dari selisih kemampuan pemecahan masalah siswa

pada post-test dan pre-test. Data gain score pada kelas eksperimen dan kontrol disajikan sebagai berikut:

Table 4.13 Sebaran Data Gain Score Kemampuan Pemecahan Masalah kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Eksperimen 30 2.22 31.12 20.44 8.17789

Kontrol 31 -6.67 24.45 9.10 7.89607

Dari table sebaran data gain score di atas diketahui bahwa ada perbedaan

mean kelas eksperimen adalah 20,44 dan kelas kontrol 9,10. Adapun rincian

perolehan gain score kelas eksperimen dan kontrol dapat dilihat di lampiran 16 dan 17.

Dokumen terkait