• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas II Skh Asy-Syifa yang beralamat di jalan Hos Cokrominoto, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Di kelas ini siswanya 3 orang yang terdiri dari dua orang perempuan dan 1 orang laki-laki. Skh

Asy-Syifa merupakan sebuah lembaga pendidikan yang bergerak

menangani dan menaungi anak-anak berkebutuhan khusus. Tidak hanya satu kekhusuan yang

ditangani yakni, siswa autis, down syndrom maupun

tunagrahita. Adapun jenjang pendidikan yang ada di Skh Asy-Syifa yaitu jenjang pendidikan formal yang mencakup tingkat: SDLB, SMPLB DAN SMALB. Skh Asy-Syifa ditingkat SDLB sejumlah 33

siswa, tingkat SMPLB sejumlah 12 siswa, tingkat SMALB

sejumlah 7 siswa, jadi semua jumlah siswa keseluruhan yang ada di Skh Asy-Syifa sebanyak 52 siswa dengan tenaga 11 orang guru.

Adapun visi Skh Asy-Syifa dalam melaksanakan pendidikan

yakni menjadi salah satu lembaga pendidikan terpecaya,kompeten dan terbaik dalam pelayanan pendidikan dan umum. Misinya 1)

memberikan layanan sesuai kebutuhan setiap anak, 2)

mengembangkan potensi setiap anak agar dapat menjadi bekal kehidupan masa depannya, 3) mengembangkan potensi dan sumber daya, 4) mengembangkan metode dan konsep pendidikan.

Secara umum fasilitas gedung dan sarana penunjang kegiatan sekolah khusus di Asy-Syifa masih amat kurang,terdapat 3 ruang kelas dan 1 ruangan aula .dijadikan kelas yang di skat ( pisah dengan pembatas triplek ) dan terbatasnya alat permainan Edukatif

2. Deksripsi khusus

a. Deskripsi khusus dan pra penelitian

sebelum melakukan penelitian, peneliti melihat-lihat sarana

prasarana serta kondisi Skh Asy-Syifa dari mulai ruangan belajar, tempat bermain dan juga permainan Edukatif. Selanjutnya peneliti

mengamati kegiatan yang dilaksanakan mulai dari penyambutan,

pembukaan awal dengan berbaris dan berdo’a sampai pada masuk kelas masing-masing. Akhirnya peneliti menemukan subjek peneliti

dimana terdapat permasalahan yang sangat perlu dilakukan

perbaikan. Sampel penelitian yakni anak usia 6-8 tahun yang

dijadikan penelitian sampel penelitian. Peneliti memulai pra

penelitian tindakan pada kelas II yang berjumlah tiga orang, berikut sampel anak yang dijadikan subjek penelitian sebagai berikut:

Tabel 4.1 Data Sampel Anak

No Nama Anak Usia

1. MU 8 Tahun

2. FA 7 Tahun

3. NA 8 Tahun

Data yang diteliti terkait dengan motorik halus anak Tuna grahita melalui permainan Finger Painting pada kelas II diperoleh

melalui pra tindakan, pada pra tindakan tersebut peneliti

mengumpulkan informasi dan pengumpulan data anak melalui dokumentasi dan observasi langsung dengan guru yang sedang melakukan kegiatan dikelas.

Untuk mengukur kemampuan motorik halus pada kegiatan

pra penelitian, peneliti menggunakan instrumen dengan 18

peryataan yang sesuai dengan meningkatkan motorik halus anak dalam kegiatan belajar dan bermain. Terdapat tiga skala penilaian butir deskriptor pada proses penelitian, apabila semua deskriptor

nampak maka mendapatkan 3, selanjutnya jika nampak 2 dan apabila dalam penilitian tidak ada deskritor yang nampak maka skor 1

Saat observasi hari pertama peneliti melakukan observasi selama 1 kali dalam pra penelitian pada tanggal 27 september tahun 2019. Pada observasi peneliti meminta izin terlebh dahulu kepada pihak sekolah untuk melakukan observasi pada Skh Asy-Syifa. Kegiatan di Skh Asy-Syifa pada umumnya sama seperti sekolah lainnya, pada pagi hari guru menyambut kedatangan siswa, kemudian olahraga ringan berjalan dipimpin guru Dan setelah olahraga anak istirahat, istirahat selesai anak masuk kelas kembali sesuai dengan kelasnya. Kelas II anak diberikan buku cerita pendek tidak diberikan arahan atau aturan bermain sehingga anak berebut buku cerita ada juga berlarian sehingga tidak mengikuti program yang telah dibuat guru. Setelah membaca buku cerita selesai anak merapihkan buku ke rak buku dengan dibantu guru, lalu anak berkumpul dan berdo’a sebelum pulang. Anak bersalaman dengan guru dan pulang kerumah masing-masing.

b. Analisis Gambaran awal pembelajaran di Kelas II

Berdasarkan gambaran awal observasi yang telah

dilaksanakan, dapat di uraikan bahwa kegiatan belajar disajikan dikelas kurang menarik, anak diberikan kembali permainan yang monoton sehingga anak tidak mengikuti program yang telah dibuat guru dalam kegiatan bermain, diperoleh gambaran umum bahwa pengembangan motorik halus anak sangat kurang terutama dalam kegiatan bermain, perlu adanya perbaikan dalam inovasi pada kegiatan bermain seperti dibuat peraturan sebelum bermain, media yang digunakan dapat diinovasikan serta anak diberikan

kesempatan untuk berimajinasi sesuai dengan gagasan yang

dalam kegiatan bermain perlu ditingkatkan dengan memberikan

tindakan berupa berupa permainan yang dapat meningkatkan

motorik halus sesuai dengan perkembangan anak. c. Refleksi gambaran awal pembelajaran

Berdasarkan analisis gambaran awal pembelajaran terlihat

masih banyak yang perlu diadakan perbaikan untuk meningkatkan

motorik halus anak dalam kegiatan bermain. Program kegiatan yang dilakukan dalam meningkatkan motorik halus dalam kegiatan bermain

antara lain melalui permainan Finger Painting melalui permainan

tersebut anak mampu membuat kreasi warna melalui gagasan maupun imajinasi yang dimiliki serta aspek perkembangan motorik halus anak dapat meningkat. Dalam mengetahui kondisi tersebut peneliti melakukan observasi berdasarkan instrumen yang telah dibuat dan divaliadsi oleh pakar. Berdasarkan hasil observasi dan pengumpulan pra tindakan yang dilakukan kelas II yang berjumlah 3 orang, maka hasil motorik halus anak dalam kegiatan bermain pada Skh Asy-Syifa sebagai berikut:

Tabel 4. 2

Data pra tindakan motorik halus dalam kegiatan bermain Finger Painting pada kelas II Skh Asy-Syifa

No Nama Skor %

1 MU 18 33,3%

2 AN 21 38,8%

3 AF 19 35,18%

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa masih banyak anak yang belum berhasil dalam memenuhi aspek motorik halus,

B. Deskripsi Data dan Hasil Intervensi Tindakan

Dokumen terkait