• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Data Penelitian

1. Data tentang Strategi Pemasaran yang diterapkan oleh Telkomsel Distribution Center cabang Batusangkar

Berdasarkan wawancara di lapangan, dalam penerapan strategi pemasaran di Telkomsel Distribution Centersudah sesuai dengan metode atau strategi pemasaran secara umum. Berikut penjelasan Qadri Akbar selaku Manajer Telkomsel Distribution Center Batusangkar terkait pertanyaan “Strategi apakah yang diterapkan oleh pihak TDC terkait Penjualan Kartu Perdana Telkomsel setelah adanya regulasi terkait registrasi kartu perdana”.

“Untuk pengguna yang kita bidik yaitu semua kalangan baik itu para remaja, ataupun orang dewasa. Dalam memasarkan produk kami menggunakan konsep bauran pemasaran yaitu berdasarkan produk, harga, promosi, dan lokasi. Terkait regulasi sih tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap pernjualan kartu perdana, setelah adanya regulasi registrasi pun kami tetap melakukan strategi yang sama dengan distribusi yang sama yaitu 1 kali atau 2 kali seminggu ke semua pelanggan tetap kami”.

Selain itu juga lathifah menuturkan :

“Tujuan pemerintah mengeluarkan peraturan dengan adanya registrasi kartu perdana tentu memiliki dampak baik maupun negatif, dampak positif dengan adanya registrasi kartu perdana / SIM dapat mencegah kejadian SIBER (kejahatan). Perilaku pakai-buang akan kartu mulai menghilang, dan pengguna akan lebih setia pada 1 kartu SIM. Sedangkan untuk dampak negatif bagi kami distributor tentu produksi kartu perdana berkurang. Namun, distributor dalam menghadapi hal tersebut salah satunya yaitu produksi kartu perdana paket lebih ditingkatkan dengan menghadirkan voucher internet telkomsel sehingga masyarakat tidak perlu mengganti kartu lagi”.

Dari hasil wawancara dengan kedua informan diatas dapat disimpulkan bahwa untuk strategi pemasaran yang dipakai masih tetap sama dengan sebelum adanya registrasi, hanya perbedaan itu berdampak negatif terhadap produksi kartu perdana, tetapi dialokasikan ke kartu paket dengan cara menghadirkan voucher internet telkomsel.

Dipandu oleh strategi pemasaran tentang bauran pemasaran yang terdiri dari produk (product), harga (price), promosi (promotion), dan tempat (place).Dari data tersebut di atas dapat dimaknai bahwa strategi pemasaran TDC cabang batusangkar adalah sebagai berikut :

a. Produk (Product)

Strategi produk yang dilakukan oleh Telkomsel Distribution Center adalah produk-produk yang berkualitas dan terjangkau untuk semua lapisan masyarakat.

1. Berikut pertanyaan yang penulis ajukan terkait strategi produk TDC : Apa saja jenis jenis produk yang ditawarkan?

2. Apa saja keunggulan produk di bandingkan dengan produk lainya?

Dalam menentukan produknya bapak Qadri mengatakan :

“Untuk jenis-jenis produk yang kami jual yaitu M-Kios atau kios pulsa, kartu perdana, dan kartu paket. Keunggulan produk kami dibandingkan dengan produk lainnya yaitu cakupan sinyal ada dimana-mana, mudah untuk mendapatkan kartu perdana”. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa produk-produk yang dijual oleh Telkomsel Distribution Centeryaitu M-Kios, kartu perdana, dan kartu paket. Dimana keunggulan-keunggulan dari setiap produk yaitu cakupan sinyal yang ada dimana-mana, serta mudah di dapatkan.

Berdasarkan hasil di lapangan melalui wawancara pada responden didapatkan bahwa :

“untuk kartu perdana ada 3 jenis, yang pertama ada kartu halo. Kartu Haloadalah kartu pasca bayar (bayar tagihan setelah pemakaian satu bulan). Perbedaan kartu halo dengan simpati dan kartu AS adalah cara pembayarannya, simpati dan kartu as dengan cara membeli pulsa sedangkan kartu halo digunakan untuk membayar tagihan setelah pemakaian. Jadi kelebihan kartu halo jaringan luas, lebih stabil, paket internet lebih murah, tidak khawatir kehabisan pulsa, pembayaran tagihan mudah, bisa diatur limit pemakaian, sedangkan kekurangannya kartu tidak tersedia di konter-konter karena hanya ada di grapari telkomsel.

Kartu Simpati mengakses internet dengan kuota besar lebih murah, jaringan luas dan lebih stabil, internet berkecepatan tinggi, dan banyak promo internet

Kartu AS hampir sama dengan simpati namun kartu AS lebih ke harga paket untuk SMS, telepon dan streaming video

Kebanyakan yang laku di pasaran yaitu kartu simpati, karena kuota besar dan lebih murah”.

Jadi untuk kartu Simpati paling digemari di pasaran karena selain kuota yang besar nan murah juga kualitas jaringan yang luas, lebih stabil, internet berkecepatan tinggi dan banyak promosi internetnya. TDC menawarkan produk dengan kualitas yang teruji, jadi kepuasan konsumen sudah menjadi prioritas utama dari TDC. b. Harga (Price)

Harga yang diterapkan oleh Telkomsel Distribution Center dapat dikatakan terjangkau dengan melihat kualitas dan fasilitas yang disediakan kepada konsumen. Sebagaimana yang dikatakan oleh bapak Qadri :

“Untuk harga ya itu sudah ditetapkan oleh perusahaan, kami berpatokan terhadap harga itu, untuk harga tertinggi atau terendah juga itu tergantung perusahaan. Untuk harga kartu

paket harganya 25.000 ke-atas dan untuk harga kartu perdana biasanya 10.000 atau 15.000”

Untuk penerapan harga pasar terendah dan tertinggi berikut penjelasan dari Saudari Lathifah:

“Untuk menentukan paket dengan harga terendah atau tertinggi itu terletak pada besarnya internetnya dadang, misalnya yang terendah untuk bulan ini adalah paket 36GB (1GB Flash + 2GB Video Max) 30 hari, semakin kecil kuota internetnya maka harganya juga semakin murah dengan harga lebih kurang Rp.25.000”.

Berdasarkan hasil wawancara berikut kesimpulan yang bisa diambil: Harga telah ditetapkan oleh telkomsel dan untuk harga terendah atau tertinggi itu tergantung situasi pasar. Hal itupun berlaku untuk kartu perdana dan paket. Untuk klasifikasi kartu berdasarkan harganya, telkomsel dalam hal ini pihak Telkomsel Distribution Centermenetapkan harga untuk kartu paket harganya Rp.25.000,. keatas. Dan untuk kartu perdana biasanya Rp.10.000,. atau Rp.15.000,.

c. Promosi (Promotion)

Dalam mempromosikan produknya, saudari lathifah mengungkapkan terkait strategi promosi yang diterapkan oleh pihak TDC:

“Iya, telkomsel menggunakan media Flyer dan Banner, Flyer nantinya akan ada di meja CS, dibawa sales untuk dibagikan di konter-konter, dibagikan ke kampus maupun sekolah. Sedangkan banner nantinya akan dibawa ketika sales melakukan Open TO seperti di lapangan cindua mato, dikampus ataupun di sekolah ditujukan ke siswa/ mahasiswa karena banner lebih berisikan promosi yang lebih murah, sedangkan flyer lebih ke kalangan masyarakat luas namun masih tetap ada promo”.

Bapak Qadri juga mengatakan :

“Untuk promosi kami memakai media sosial, Flyer sama Banner dang seperti Facebook, Instagram, dan media semacam itu”

Berdasarkan hasil wawancara berikut kesimpulan yang bisa penulis ambil : Telkomsel Distribution Centermelakukan kegiatan promosi menggunakan media sosial, flyer dan banner baik itu Facebook, Instagram, dan media-media lainnya.

d. Lokasi (Place)

Berdasarkan pengamatan di Telkomsel Distribution Centerterkait lokasi, lokasi Telkomsel Distribution Centerini sangat strategis yaitu dekat dengan keramaian ( kampus IAIN Batusangkar dan dekat dengan Pasar Batusangkar).

Untuk pola distribusi, bapak Qadri mengungkapkan :

“Untuk wilayah pemasaran kartu, masih di are Kabupaten Tanah Datar. Caranya yaitu dengan melakukan distribusi 1 kali seminggu atau 2 kali seminggu untuk pelanggan tetap”.

Saudari Lathifah juga mengatakan :

“Wilayah pemasaran seluruh Tanah Datar, dengan 13 kecamatan, dimana sales akan dibagi untuk mempertanggungkan wilayahnya nanti apakah di kecamatan tersebut stok kartu telkomsel, M-Kios stabil nanti sales akan mengunjungi 1 kali seminggu wilayah tersebut”.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan strategi lokasi, Telkomsel Distribution Center memilih lokasi yang strategis dan mengenai saluran distribusinya yaitu dengan cara memasok kartu ke semua wilayah pemasaran 1 kali seminggu . selain itu wilayah pemasarannya cukup luas yaitu menjangkau semua daerah yang ada di Kabupaten Tanah Datar.

Dokumen terkait