BAB IV. ANALISA DATA DAN INTERPRETASI
B. Hasil Penelitian
3. Deskripsi Data Penelitian
Berdasarkan deskripsi data penelitian dapat dilakukan pengelompokan yang mengacu pada kriteria kategorisasi. Azwar (2005) menyatakan bahwa kategorisasi ini didasarkan pada asumsi bahwa skor subjek penelitian terdistribusi normal. Kriterianya terbagi atas tiga kategori, yaitu: rendah, sedang, dan tinggi.
Pengkategorisasian tiga jenjang ini merupakan pengkategorisasian minimal yang digunakan peneliti. Resiko kesalahan yang cukup besar bagi skor-skor yang terletak di sekitar mean kelompok akan dihadapi apabila hanya dilakukan pengkategorisasian dalam dua jenjang (misalnya tinggi dan rendah). Pengkategorisasian tiga jenjang ini digunakan untuk menghindari resiko kesalahan yang cukup besar dan untuk keefisienan. Kriteria kategorisasi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan norma kategorisasi sebagai berikut (Azwar, 2005):
X < (µ - 1,0 σ) rendah (µ - 1,0 σ) ≤ X < (µ + 1,0 σ) sedang (µ + 1,0 σ) ≤X tinggi
Peneliti, dalam penelitian ini, mengkategorikan data penelitian berdasarkan mean hipotetik dan mean empirik. Mean hipotetik untuk melihat posisi relatif individu berdasarkan norma skor idealnya skala, sedangkan berdasarkan mean
empirik untuk melihat posisi relatif individu berdasarkan norma skor dari subjek penelitian.
a. Variabel Dukungan Sosial
Jumlah aitem yang digunakan untuk mengungkap dukungan sosial adalah sebanyak 30 aitem dengan format skala Likert dalam tiga alternatif pilihan jawaban. Hasil perhitungan mean empirik dan mean hipotetik disajikan dalam tabel 12 berikut:
Tabel 12. Skor Empirik dan Skor Hipotetik Dukungan Sosial
Variabel Skor Empirik Skor Hipotetik
Min Maks Mean SD Min Maks Mean SD
Penyesuaian Diri
24 57 43,02 8,83 0 60 30 10
Berdasarkan tabel 12 diperoleh mean empirik skala dukungan sosial adalah X¯ = 43,02 dengan standard deviasi empirik = 8,83 dan mean hipotetiknya adalah µ = 30 dengan standard deviasi hipotetik = 10. Hasil perbandingan antara mean empirik dan mean hipotetik menunjukkan mean empirik lebih besar dari pada mean hipotetik (X¯ > µ), yang berarti secara umum penyesuaian diri subjek penelitian lebih tinggi menurut standar skala yang dibuat oleh peneliti.
Sebagian besar (70,97 %) dukungan sosial subjek penelitian terletak pada kategorisasi tinggi dalam pengkategorisasian skor dukungan sosial berdasarkan mean hipotetik, yang dapat dilihat pada tabel 13.
Tabel 13. Kategorisasi Dukungan Sosial Berdasarkan Mean Hipotetik
Kriteria Kriteria Jenjang
Kategori Frekuensi Persentase
(%) Penyesuaian Diri X < 20 Rendah 0 0 20 ≤ X < 40 Sedang 18 29,03 40 ≤ X Tinggi 44 70,97
Berdasarkan tabel 13 diketahui bahwa subjek penelitian yang tergolong ke dalam kategori rendah ada 0 %, subjek penelitian yang tergolong ke dalam kategori sedang ada 29,03 %, dan subjek penelitian yang tergolong ke dalam kategori tinggi ada 70,97 %.
b. Variabel Penyesuaian Diri
Jumlah aitem yang digunakan untuk mengungkap penyesuaian diri adalah sebanyak 30 aitem dengan format skala Likert dalam tiga alternatif pilihan jawaban. Hasil perhitungan mean empirik dan mean hipotetik disajikan dalam tabel 14berikut:
Tabel 14. Skor Empirik dan Skor Hipotetik Penyesuaian Diri
Variabel Skor Empirik Skor Hipotetik
Min Maks Mean SD Min Maks Mean SD
Penyesuaian Diri
30 58 47,89 7,80 0 60 30 10
Berdasarkan tabel 14 diperoleh mean empirik skala penyesuaian diri adalah X¯ = 47,89 dengan standard deviasi empirik = 7,80 dan mean hipotetiknya adalah µ= 30 dengan standard deviasi hipotetik = 10. Hasil perbandingan antara mean empirik dan mean hipotetik menunjukkan mean empirik lebih besar dari pada mean hipotetik (X¯ > µ), yang berarti secara umum penyesuaian diri subjek penelitian lebih tinggi menurut standar skala yang dibuat oleh peneliti.
Sebagian besar (82,26 %) penyesuaian diri subjek penelitian terletak pada kategorisasi tinggi dalam pengkategorisasian skor penyesuaian diri berdasarkan mean hipotetik, yang dapat dilihat pada tabel 15.
Tabel 15. Kategorisasi Penyesuaian Diri Berdasarkan Mean Hipotetik
Kriteria Kriteria Jenjang
Kategori Frekuensi Persentase
(%) Penyesuaian Diri X < 20 Rendah 0 0 20 ≤ X < 40 Sedang 11 17,74 40 ≤ X Tinggi 51 82,26
Berdasarkan tabel 15 diketahui bahwa subjek penelitian yang tergolong ke dalam kategori tinggi ada 82,26 %, subjek penelitian yang tergolong ke dalam kategori sedang ada 17,74 %, dan subjek penelitian yang tergolong ke dalam kategori rendah ada 0 %.
BAB V
KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN
Bab ini akan menguraikan kesimpulan, diskusi, dan saran-saran sehubungan dengan hasil yang diperoleh dari penelitian. Bagian pertama bab ini akan menjabarkan tentang hasil penelitian, yang akan dilanjutkan dengan pembahasan hasil penelitian yang didapat dari sudut teori maupun penelitian yang ada. Bagian terakhir bab ini akan mengemukakan saran-saran yang mungkin dapat berguna bagi penelitian yang akan datang dengan tema serupa.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa data dan interpretasi data penelitian dapat ditarik kesimpulan mengenai hasil penelitian bahwa:
1. Ada pengaruh dukungan sosial yang signifikan terhadap penyesuaian diri lanjut usia pada karakteristik yang telah ditetapkan.
2. Sumbangan efektif yang diberikan dukungan sosial terhadap penyesuaian diri lanjut usia adalah 60,3 %.
3. Berdasarkan deskripsi data penelitian dukungan sosial, diperoleh mean empirik skala adalah 43,02 dan mean hipotetiknya adalah 30, maka dari perbandingan mean empirik dan hipotetik terlihat bahwa mean empirik lebih besar dari mean hipotetik, yang berarti secara umum dukungan sosial subjek penelitian lebih tinggi menurut standar skala yang dibuat peneliti.
4. Berdasarkan deskripsi data penelitian penyesuaian diri, diperoleh mean empirik skala adalah 47,89 dan mean hipotetiknya adalah 30, maka dari perbandingan mean empirik dan hipotetik terlihat bahwa mean empirik lebih besar dari mean
hipotetik, yang berarti secara umum penyesuaian diri subjek penelitian lebih tinggi menurut standar skala yang dibuat peneliti.
5. Berdasarkan deskripsi data penelitian dukungan sosial, diperoleh bahwa jumlah subjek penelitian terbanyak berada pada kategori tinggi, yaitu sebanyak 70,97 %.
6. Berdasarkan deskripsi data penelitian penyesuaian diri, diperoleh bahwa jumlah subjek penelitian terbanyak berada pada kategori tinggi, yaitu sebanyak 82,26 %.
B. Diskusi
Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap penyesuaian diri lanjut usia. Hipotesis penelitian ini adalah ada pengaruh dukungan sosial terhadap penyesuaian diri lanjut usia. Hasil utama penelitian ini memperlihatkan bahwa hipotesis penelitian diterima, yaitu ada pengaruh dukungan sosial terhadap penyesuaian diri lanjut usia, dimana dengan bertambahnya dukungan sosial, maka akan mempengaruhi bertambahnya penyesuaian diri lanjut usia. Hasil penelitian ini memperkuat apa yang telah dikemukakan oleh Santrock (2002), bahwa interaksi sosial dengan orang lain yang menyediakan dukungan sosial, memberikan kepada lanjut usia suatu pandangan terhadap diri sendiri yang lebih positif dan membuat lanjut usia lebih mampu mengatasi dan pulih dari kejadian krisis yang diakibatkan berbagai perubahan yang dialami lanjut usia, sehingga dapat membantu penyesuaian diri lanjut usia menjadi lebih baik.
Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi (r²), sumbangan efektif variabel dukungan sosial terhadap penyesuaian diri lanjut usia sebesar 60,3 %, sedangkan 39,7 % lainnya menunjukkan besarnya pengaruh keberadaan variabel lainnya yang menyebabkan penyesuaian diri lanjut usia. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan sosial tidak mutlak sebagai sesuatu yang dapat menyebabkan penyesuaian diri lanjut usia, namun dukungan sosial cukup besar mempengaruhi penyesuaian diri lanjut usia. Faktor lain tersebut menurut Schneider (1964), Hurlock (1999), dan Santrock ( 2002) yang turut mempengaruhi penyesuaian diri lanjut usia, ada beberapa yang dikontrol peneliti (seperti: kondisi fisik, penyakit kronis, kondisi ekonomi dan kepemilikan pasangan), dan ada beberapa yang tidak dikontrol peneliti (seperti: kepribadian, edukasi/ pendidikan, agama/ budaya, persiapan menghadadapi masa lanjut usia, pengalaman masa lampau, kepuasan kebutuhan dan kenangan akan persahabatan lama). Hal ini menunjukkan ada begitu banyak faktor lain yang turut mempengaruhi penyesuaian diri lanjut usia. Berdasarkan kategorisasi data hipotetik diperoleh bahwa penyesuaian diri dan dukungan sosial subjek penelitian berada pada ketegori tinggi. Meningkatnya dukungan sosial pada lanjut usia mempengaruhi meningkatnya penyesuaian diri lanjut usia. Menurut Haber & Runyon (1984), manusia adalah makhluk sosial dimana ada saatnya manusia tersebut bergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan fisik, sosial dan emosional. Individu yang dapat menyesuaikan diri dengan baik mungkin disebabkan oleh hubungan dengan orang lain yang bersifat produktif, saling menguntungkan dan memberi dukungan.