• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Data Penelitian

Dari 150 skala yang disebarkan, skala yang kembali ke tangan peneliti

dan dapat diproses lebih lanjut adalah 130 buah. Analisis karakteristik

subyek penelitian digunakan untuk memperoleh gambaran tentang

karakteristik subyek penelitian. Berikut rangkuman karakteristik subyek

penelitian tersebut :

Dalam penelitian ini, usia subyek penelitian dikelompokkan

menjadi lima kelompok umur, seperti yang tercantum pada tabel berikut

ini:

Tabel 5

Karakteristik Subyek Berdasarkan Usia

Usia Jumlah Persentase

18-19 tahun 50 38,46 % 20-21 tahun 49 37,69 % 22-23 tahun 26 20 % 24-25 tahun 4 3,08 % 26-27 tahun 1 0,77 % Total 130 100 %

Berdasarkan tabel tersebut, dapat dilihat bahwa sebagian besar

subyek penelitian berusia 18-19 tahun, yaitu sebanyak 50 orang atau

sebesar 38,46 %. Selanjutnya, subyek yang berusia 20-21 tahun ada

sebanyak 49 orang atau sebesar 37,69 %. Sebanyak 26 o rang atau 20

% su byek ya ng beru sia 22-23 tahun. Ha n ya ada 4 o ran g atau

sebesar 3, 08 % subyek yan g be rusia 24 -2 5 tahun dan 1 ora ng

atau sebesar 0, 77 % sub yek yan g ber usia 26- 27 tahun.

b. Jenis Kelamin

Berdasarkan jenis kelamin, subyek penelitian dalam penelitian

ini dibedakan menjadi perempuan dan laki-laki. Jumlah subyek berdasarkan

jenis kelamin ditunjukkan oleh tabel berikut :

Tabel 6

Karakteristik Subyek Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Persentase

Perempuan 65 50 %

Laki-laki 65 50 %

Total 130 100 %

Berdasarkan tabel tersebut, dapat dilihat bahwa jumlah subyek

perempuan dan laki-laki seimbang, yaitu 65 orang atau sebesar 50 %.

c. Fakultas

Dalam penelitian ini, jenis fakultas dikelompokkan menjadi empat,

yaitu fakultas Psikologi, Farmasi, MIPA, dan Teknik. Hal ini disebabkan

oleh pengumpulan data penelitian dilakukan di kampus III Paingan.

Berikut adalah rangkuman data tersebut :

Tabel 7

Karakteristik Subyek Berdasarkan Fakultas

Fakultas Jumlah Persentase

Psikologi 43 33, 1 % Farmasi 39 30 % MIPA 13 10 % Teknik 35 26, 9 % Total 130 100 %

Berdasarkan tabel tersebut, dapat dilihat bahwa sebagian besar

subyek berasal dari fakultas Psikologi, yaitu sebanyak 43 orang atau

sebesar 33,1 %. Selanjutnya, subyek yang berasal dari fakultas

berjumlah 35 orang atau sebesar 26,9 % berasal dari fakultas Teknik.

Subyek yang memiliki presentase terendah yaitu 10 % atau 13 orang

adalah subyek yang berasal dari fakultas MIPA.

d. Durasi Hubungan Pacaran

Berdasarkan durasi hubungan pacaran, subyek penelitian dalam

penelitian ini dikelompokkan menjadi tiga macam, seperti yang tercantum

pada tabel di bawah ini :

Tabel 8

Karakteristik Subyek Berdasarkan Durasi Hubungan Pacaran Durasi Hubungan Jumlah Persentase

0-6 bulan 44 33,85 %

>6 bulan-1 tahun 19 14,62 %

>1 tahun 67 51,54 %

Total 130 100 %

Berdasarkan tabel tersebut, dapat dilihat bahwa sebagian besar

subyek memiliki durasi hubungan pacaran lebih dari 1 tahun, yaitu

sebanyak 67 orang atau sebesar 51,54 %. Subyek yang telah

berpacaran antara 0 hingga 6 bulan berjumlah 44 orang atau sebesar

33,85 %. Presentase terkecil adalah 14,62 % atau sebanyak 19 orang

menjalani hubungan pacaran selama lebih dari 6 bulan hingga 1

tahun.

Berdasarkan jenis hubungan, subyek penelitian dalam

penelitian ini dibedakan menjadi subyek yang memiliki hubungan pacaran

jarak jauh dan jarak dekat. Rangkuman subyek berdasarkan jenis hubungan

ditunjukkan oleh tabel berikut :

Tabel 9

Karakteristik Subyek Berdasarkan Jenis Hubungan

Jenis Hubungan Jumlah Persentase

Jarak Jauh 35 26, 9 %

Jarak Dekat 95 73,1 %

Total 130 100 %

Berdasarkan tabel tersebut, dapat dilihat bahwa sebagian besar subyek

menjalani hubungan jarak dekat dengan pacarnya, yaitu sebanyak 95 orang

atau sebesar 73,1 %. Di sisi lain, subyek yang berpacaran jarak jauh adalah

sebanyak 35 orang atau sebesar 26,9 %.

f. Frekuensi Pacaran (berapa kali pernah pacaran)

Dalam penelitian ini, frekuensi pacaran dikelompokkan menjadi

tiga, yaitu :

Tabel 10

Karakteristik Subyek Berdasarkan Frekuensi Pacaran Frekuensi Pacaran Jumlah Persentase

1-3 kali 71 54, 6 %

4-6 kali 39 30 %

>6 kali 20 15, 4 %

Rangkuman subyek penelitian di atas menunjukkan sebagian besar

subyek pernah berpacaran antara 1 hingga 3 kali, yaitu sebanyak 71 orang

atau sebesar 54,6 %. Sebanyak 39 orang atau sebesar 30 % subyek pernah

menjalin hubungan dengan lawan jenis antara 4-6 kali. Subyek yang pernah

berpacaran lebih dari 6 kali ada sebanyak 20 orang atau sebesar 15,4 %.

g. Kategorisasi Norma

Cara menentukan norma dalam penelitian ini adalah dengan

menetapkan suatu kriteria kategorisasi. Cara ini didasari oleh suatu asumsi

bahwa skor populasi subyek terdistribusi secara normal (Azwar, 1993).

Distribusi normal terbagi atas enam bagian atau enam satuan deviasi

standar. Tiga bagian berada di sebelah kiri mean dan tiga bagian berada di

sebelah kanan mean.

Skor yang berada di antara -0,5 x dan + 0,5 x ditentukan sebagai

kategori sedang, skor antara +0,5 x dan +1,5 x sebagai kategori tinggi,

skor di atas +1,5 x sebagai kategori sangat tinggi. Skor di antara -1,5 x dan

– 0,5 x sebagai kategori rendah, dan skor di bawah -1,5 x sebagai kategori

sangat rendah (Azwar, 1993).

1) Tingkat Kecemburuan

Dalam skala kecemburuan, skor minimal yang dapat diperoleh

oleh subyek penelitian adalah 41 dan skor maksimal adalah 164.

Selisih antara skor minimal dan skor maksimal adalah 123. Rentangan

20,5. Adapun nilai x dalam penelitian ini adalah 20,5. Dari kategori

tersebut, maka peneliti memperoleh lima kelompok subyek seperti

yang tertera dalam tabel di bawah ini:

Tabel 11

Kategorisasi Tingkat Kecemburuan

Skor Kategori X ≤ 72 Sangat Rendah 72 < X ≤ 92 Rendah 92 < X ≤ 113 Sedang 113 < X ≤ 133 Tinggi X > 133 Sangat Tinggi

2) Tingkat Kepercayaan Diri

Dalam skala kepercayaan diri, skor minimal yang dapat

diperoleh oleh subyek penelitian adalah 49 dan skor maksimal adalah

196. Selisih antara skor minimal dan skor maksimal adalah 147.

Rentangan angka 147 itu dibagi dalam satuan deviasi standar sebesar

147/6 = 24,5. Adapun nilai x dalam penelitian ini adalah 24,5. Dari

kategori tersebut, maka peneliti memperoleh lima kelompok subyek

seperti yang tertera dalam tabel di bawah ini:

Tabel 12

Kategorisasi Tingkat Kepercayaan Diri

Skor Kategori X ≤ 86 Sangat Rendah 86 < X ≤ 110 Rendah 110 < X ≤ 135 Sedang 135 < X ≤ 160 Tinggi X > 160 Sangat Tinggi

Tabel 13

Mean Teoritik dan Empirik

Variabel Mean Teoritik Mean Empirik

Tingkat Kecemburuan 102,5 95,22

Durasi Hubungan Pacaran - 8,18

Tingkat Kepercayaan Diri 122,5 143,97

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa mean empirik

variabel tingkat kecemburuan (95,22) lebih rendah daripada mean

teoritiknya (102,5). Mean teoritik ini diperoleh dari penjumlahan skor

minimal (41) dan skor maksimal (164) yaitu sebesar 205, lalu dibagi 2.

Secara rerata, subyek yang diteliti memiliki tingkat kecemburuan yang

tergolong sedang.

Mean empirik tingkat kepercayaan diri (143,97) lebih tinggi

daripada mean teoritiknya (122,5). Mean teoritik ini diperoleh dari

penjumlahan skor minimal (49) dan skor maksimal (196) yaitu sebesar

245, lalu dibagi 2. Secara rerata, subyek yang diteliti memiliki tingkat

kepercayaan diri yang tergolong tinggi. Mengenai variabel durasi

hubungan pacaran, mean empiriknya adalah 8,18. Secara rerata,

subyek yang diteliti telah menjalani hubungan berpacaran antara 6

bulan hingga 1 tahun.

2. Analisis Data

Dokumen terkait