• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Data Prestasi Belajar Matematika Pra Tindakan

Subjek dalam penelitian ini berjumlah dua orang siswa kelas II, sebelum dilaksanakan tindakan, terlebih dahulu dilakukan tes untuk mengetahui prestasi belajar subjek dalam pelajaran matematika atau biasa disebut dengan kemampuan awal sebelum tindakan. Kemampuan awal

56

sebelum tindakan dilakukan dengan memberikan tes prestasi belajar matematika yang terdiri dari 20 soal berupa mengelompokan bangunan datar sederhana dan menyebutkan jenis-jenis bangun datar sederhan. Tindakan awal ini di lakukan satu hari pada tanggal 1 Juni 2015 (Senin). Gambar awal prestasi belajar matematika siswa dapat dilihat pada tabel 8.

Tabel 8. Nilai Prestasi Belajar bangun datar siswa Tunagrahita Ringan Kelas II Pra Tindakan

No Nama Subjek Total Skor Soal Total Skor yang Dicapai Persentase Pencapaian % 1 DH 25 12 48% 2 MP 25 11 44%

Tabel 8. Menunjukan bahwa skor terendah diperoleh DH dengan skor 44% dan Skor tertinggi di raih oleh DH dengan skor 48%. Berdasarkan pengamatan guru dan peneliti prestasi belajar subjek masih kurang. Hal ini dapat dilihat dari jawaban subjek yang kurang tepat. Skor subjek tersebut juga menunjukan bahwa hasil prestasi belajar matematika belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan yaitu 65%. Berikut ini adalah gambaran prestasi belajar matematika subjek dalam penelitian ini :

a. Subjek I (DH)

Prestasi belajar matematika DH sebelum tindakan termasuk dalam kriteria cukup. DH mampu mengenal bangun datar sederhana dalam soal tes prestasi belajar matematika pra tindakan dengan mandiri, namun jika dilihat dari hasil tes dalam menjawab soal DH kurang teliti hal ini terbukti

57

ada beberapa soal dan tidak dikerjakan. Subjek masih kesulitan dalam membedakan bentuk bangun datar. Subjek masih salah dalam menyebutkan dan mengelompokan bangun datar sederhana, DH sesekali bertanya kepada guru untuk soal yang dirasa sulit. Saat disuruh menyebutkan kembali dari awal dan sesuai dengan materi mengenal bangun datar hal ini di karenakan subjek belum terbiasa untuk melakukannya. Namun setelah dibimbing guru subjek mampu mengelompokan sedikit demi sedikit, meskipun masih salah dalam pengelompokan. Konsentrasi subjek sebelum tindakan dilakukan juga masih kurang, subjek terkadang sering memainkan pensil dalam mengerjakan soal sehingga tidak terpusat pada tes yang dikerjakannya, subjek juga terkesan ingin buru-buru bermain. Pada saat pembelajaran berlangsung subjek sering mudahberalih perhatian, hal ini Nampak ketika pada saat guru bertanya subjek malah asik memainkan tempat pensil yang ada didepannya. Secara umum prestasi belajar matematika subjek termasuk katagori cukup. Namun tetap belum memenuhi standar ketuntasan belajar matematika. Data hasil prestasi belajar matematika subek sebelum tindakan dapat dilihat di bawah ini :

Nilai siswa =

x %

=

x %

= 48%

58 b. Subjek II (MP)

Prestasi belajar MP dalam pembelajaran matematika termasuk kategori cukup. Dilihat dari hasil pekerjaan subjek masih mengalami kesulitan dalam menjawab soal. Subjek kesulitan ketika menjawab soal yang berkaitan dengan pengelompokan bentuk. Dalam mengenal bangun datar sederhana soal tes pra tindakan terkadang masih dibantu guru, perhatian subjek sering kali beralih, subjek sering mengeluh jika sudah tidak bisa mengerjakan soal, terkadang mengakatakan “bu niki pripun ngeh”, subjek juga nampak cemburu ketika saat guru membimbing teman yang lain subjek dengan nada cemburunya mengatakan “ah bu guru ki lek uwis to”, sehingga subjek tidak fokus dalam mengerjakan soal dan menunggu bantuan dari gurunya. Begitu juga ketika disuruh untuk menyebutkan bentuk-bentuk bangun datar subjek tidak mau dengan alas an malu, setelah dibujuk guru subjek akhirnya mau. Dalam menyebutkan atau mengelompokan masih dibimbing guru untuk menyebutkan dan mengelompokan. Secara umum prestasi belajar matematika dalam kategori cukup dan belum sesuai dengan kriteria ketuntasan belajar. Data hasil prestasi belajar matematika sebelum tindakan dapat dilihat sebagai berikut:

Nilai siswa

x %

x %

59

Lebih jelasnya mengenai hasil prestasi belajar matematika siswa tunagrahita ringan kelas II sebelum tindakan dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 6. Diagram Prestasi Belajar bangun datar Siswa Tunagrahita Ringan kelas II Pra Tindakan

Gambar 6. menunjukan bahwa persentase skor yang diperoleh subjek DH yaitu 48% sementara MP memperoleh persentase skor yaitu 44%. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti dan guru, diketahui bahwa prestasi belajar matematika dalam mengenal istilah bentuk bangun datar sederhana siswa termasuk katagori kurang dan cukup. Hal ini dapat dilihat dari hasil jawaban pada tes prestasi belajar matematika pada bagian pengelompokan dan menyebutkan bangun datar sederhana dengan mandiri yang tidak mampu dijawab lebih dari 25%. Skor yang ditunjukan dua subjek juga menunjukan bahwa prestasi belajar matematika dalam mengenal istilah bangun datar sederhana belum memenuhi kriteria keberhasilan yang ditentukan sebesar 65%

48% 44% 42% 43% 44% 45% 46% 47% 48% 49% DH MP persentase pencapaian

60 C. Deskripsi Pelaksanaan Tindakan Siklus I

Kegiatan pada siklus I terdiri dari 2 kali pertemuan, 1 pertemuan @35 menit pelajaran. Tindakan yang dilakukan meliputih kegiatan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tindakan yang dilakukan adalah pelaksanaan peningkatan prestasi belajar matematika dengan media paper clay “Mengenal Bangun Datar Sederhana”.

1. Perencanaan

(tertilis di BAB III halaman 38) 2. Pelaksanaan Tindakan Siklus I

Tahap kedua dari penelitian ini adalah pelaksanaan tindakan yang merupakan implementasi isi rancangan tindakan. Pada pelaksanaan tindakan ini terjadi pembagian kerja antara peneliti dan guru kolaborasi. Guru memberi tindakan dalam pembelajaran dan peneliti melakukan pengamatan. Pelaksanaan tindakan menggunakan media paper clay dilakukan secara berturut-turut sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati., yaitu 2 kali pertemuan. Pelaksanaan pemeblajaran menggunakan media paper clay dilakukan dalam setting kelas II SLB C berjumlah 2 orang siswa. Ruang kelas II dijadikan tempat pembelajaran dikarenakan di ruang kelas cukup nyaman untuk pembelajaran, terdapat meja dan kursi yang kosong, banyak sinar yang masuk, tidak pengap dan tidak berantakan. Adapun langkah-langkah pelaksanaan tindakan dengan menggunakan media paper clay adalah sebagai berikut :

61 a. Pertemuan Pertama Siklus I

Pelaksanaan tindakan pertama dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1) Kegiatan Awal/Pembuka

a) Apersepsi : pernahkah kamu memperhatikan papan tulis, roda sepeda, bentuk apakah benda itu?

b) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu pentingnya mengelompokan bangun datar sederhana salah satu fungsinya mengenal papan tulis dan roda sepeda

2) Kegiatan Inti

a) Siswa diperkenalkan media paper clay (kertas Koran, lem voc, mangkuk yang berisi air, saringan, karton pelapis atau pembentuk pola)

b) Siswa mencoba menggunakan media paper clay

c) Guru memberikan contoh membuat bangun datar media paper clay

d) Siswa menirukan contoh guru contoh membuat bangun datar menggunakan media Paper Clay.

e) Guru memberi soal bentuk bangun datar untuk dibuat dengan media Paper Clay

f) Siswa membuat bangun datar persegi menggunakan media Paper Clay.

62

g) Siswa membuat bangun datar persegi panjang menggunakan media Paper Clay.

h) Siswa membuat bangun datar segi tiga menggunakan media Paper Clay.

i) Siswa membuat bangun datar lingkaran menggunakan media Paper Clay.

3) Kegiatan akhir

a) Siswa bersama guru mengevaluasi pembelajaran mengelompokkan bangun datar sederhana menggunakan media Paper Clay tentang kesulitan yang dialami.

b) Siswa bersama guru berkolaborasi mengemasi kembali peralatan yang telah digunakan.

b. Pertemuan Kedua Siklus I 1) Kegiatan Awal/Pembuka

a) Guru meminta siswa membuat bangun datar persegi, persegi panjang, segi tiga dan lingkaran.

b) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu menyebutkan bangun datar sederhana

2) kegiatan Inti

a) Siswa mengenal media Paper Clay.

b) Guru memberi contoh soal menyebutkan bangun datar yang telah dibuat siswa.

63

c) Siswa menirukan contoh guru menyelesaikan soal menyebutkan bangun datar yang telah dibuat siswa. d) Guru memberikan soal jenis-jenis bangun datar sederhana. e) Siswa menyebutkan bangun datar persegi.

f) Siswa menyebutkan bangun datar persegi panjang. g) Siswa menyebutkan bangun datar segi tiga.

h) Siswa menyebutkan bangun datar lingkaran 3) Kegiatan Akhir

a) Siswa bersama guru mengevaluasi pembelajaran menyebutkan bangun datar sederhana.

b) Siswa bersama guru berkolaborasi mengemasi kembali peralatan yang telah digunakan.