Revisi Skripsi Pengumpulan Skripsi
4.2 Deskripsi Data
4.2.1 Deskripsi Data Hasil Penelitian
Deskripsi data penelitian merupakan penjelasan mengenai “data yang telah didapatkan” selama proses penelitian di lapangan. Dalam penelitian ini mengenai Kepemimpinan Yang Melayani HJ Ratu Tatu Chasanah Sebagai Bupati Kabupaten Serang Periode 2016-2021 (studi kasus pelayanan publik bidang perlindungan perempuan dan anak) menggunakan jenis dan analisis data menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam pendekatan kualitatif maka data yang diperoleh berbentuk kata dan kalimat berdasarkan hasil wawancara dengan informan penelitian, observasi lapangan serta studi dokumentasi yang relavan dengan fokus penelitian.
Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dengan sejumlah informan penelitian yang memiliki informasi terkait permasalahan yang sedang diteliti. Selain wawancara pengumpulan data juga dilakukan melalui observasi langsung ke lokasi penelitian serta dokumentasi. Data tersebut merupakan data – data yang berkaitan dengan hal yang diteliti. Hasil pengumpulan data – data tersebut kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif sehingga data – data tersebut dapat menghasilkan suatu pemahaman untuk mendeskripsikan hasil penelitian.
Data yang diperoleh dari hasil penelitian lapangan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dilakukan pengkodingan data untuk mendapatkan tema dan pola serta diberi kode-kode pada aspek tertentu
berdasarkan jawaban-jawaban yang sama dan berkaitan dengan pembahasan permasalahan penelitian serta dilakukan kategorisasi. Dalam menyusun jawaban penelitian, untuk mempermudah peneliti dalam melakukan pengkodingan, peneliti memberikan kode pada aspek tertentu, yaitu:
a. Kode Q menunjukkan daftar pertanyaan.
b. Kode , , , , dan seterusnya menunjukkan daftar urutan pertanyaan.
c. Kode I menunjukkan informan.
d. Kode , dan seterusnya menunjukkan daftar informan yang menjadi narasumber yang terlibat dalam Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak
e. Kode P menunjukkan Peneliti.
Setelah pembuatan koding pada tahap pengkodingan data, langkah selanjutnya adalah membaca keseluruhan data, dimaksudkan untuk menunjukkan bagaimana deskripsi dan tema-tema ini akan disajikan kembali dalam narasi/laporan kualitatif. Pendekatan yang paling populer adalah dengan menerapkan pendekatan naratif dalam menyampaikan hasil analisis. Selanjutnya menginterpretasi atahu memaknai data, mengajukan pertanyaan seperti “bagaimana pelayanan publik yang ada di Kabupaten Serang” akan membantu peneliti mengungkap esensi dari suatu gagasan. Interpretasi juga bisa berupa makna yang berasal dari perbandingan antara hasil penelitian dengan informasi yang berasal dari literatur atahu teori. Dalam hal ini,
peneliti menegaskan apakah hasil penelitiannya membenarkan atahu justru menyengkal informasi sebelumnya. Interpretasi/pemaknaan ini juga bisa berupa pertanyaan-pertanyaan baru yang perlu dijawab selanjutnya, pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari data dan analisis, dan buka dari hasil ramalan peneliti.
Selanjutnya dengan triangulasi yaitu proses check dan recheck antara sumber data dengan sumber data lainnya. Setelah semua proses analisis data telah dilakukan peneliti dapat melakukan penyimpulan akhir. Kesimpulan akhir dapat diambil ketika peneliti telah merasa bahwa data penelitian sudah jenuh atahu redundant, yakni ketika informasi yang disampaikan oleh narasumber satu dan lainnya hanya menambah jumlah informasi dan tidak menghasilkan informasi yang berbeda
4.2.2 Deskripsi Informan
Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive
(bertujuan). Informan yang telah ditentukan peneliti adalah semua pihak yang terlibat dalam Kepemimpinan Hj. Ratu Tatu Chasanah sebagai Bupati Serang (studi kasus pelayanan publik bidang perlindungan dan anak) Dengan adanya klarifikasi key informan dan secondary informan yang peneliti lakukan bisa mempermudah dalam mencari data yang dibutuhkan peneliti sesuai dengan latar belakang jabatan dari informan tersebut.
Adapun informan-informan yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1 Daftar Informan
No Informan Status Informan Keterangan Jenis
Kelamin Usia
Kode Informan
1 Dra. Iin Adillah, M.Si
Kepala Bidang Perlindungan
Perempuan dan Anak Kabupaten Serang Key Informan P 50th 2 Hj.Ratu Annisa M, SH Ketua P2TP2A Kabupaten Serang Key Informan P 56th 3 Suheri,S.Pd. M.Si Anggota P2TP2A Kabupaten Serang (dari DINSOS) Secondary Informan L 51th
4 Cecep Purama Asri
Anggota P2TP2A Kabupaten Serang (dari LPA Kab.Serang) Secondary Informan L 27th
5 Citra Ayu Civilia
Anggota P2TP2A Kabupaten Serang (dari unit PPA Polres Serang) Secondary Informan P 24th 6 Dr. Iis Istifaiyatuddianah Anggota P2TP2A Kabupaten Serang (dari RSUD) Secondary Informan P 46th
7 H. Dada Suhada Anggota DPRD Kabupaten Serang Secondary Informan L 52th 8 Saati Sauqoh,S.Pd,M.Si Ketua P2TP2A Kecamtan Kibin Secondary Informan P 48th I8
9 Badriyah Masyarakat Kibin Secondary
Informan P 32th I9
10 Oom Mukaromah Masyarakat Kibin Secondary
Informan P 40th I10
4.2.3 Temuan Lapangan
Temuan lapangan ini merupakan penjelasan dari data hasil penelitian. Data ini didapat dari hasil penelitian dengan menggunakan teknik analisa data kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori Servant
Leadership Greenleaf (2003) menggunakan 10 dimensi untuk membantu
menentukan kepemimpinan yang efektif menurut Greenleaf yaitu: 1. Mendengarkan
Kabupaten Serang adalah salahsatu daerah di Provinsi Banten yang dipimpin oleh perempuan, Hj. Ratu Tatu Chasanah, SE, M.Ak. sebagai pemimpin beliau dikenal ramah terhadap bawahannya baik instansi atahu lembaga yang ada di Kabupaten Serang. Ktritik dan saran adalah salahsatu hal yang penting dalam sebuah kepemimpinan, oleh karena itu pemimpin harus mendengarkan apa yang menjadi keluh kesah atahu permasalahan yang terjadi pada bawahan atahu masyarakat yang di pimpinnya. Pemimpin harus memberikan akses untuk seseorang memberikan kritik dan saran nya, begitu pun yang di lakukan oleh Bupati Kabupaten Serang.
Dalam hal perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Serang, Bupati Kabupaten Serang termasuk pemimpin yang dapat mendengarkan keluhan yang di alami oleh bawahan sehingga terjalin hubungan yang singkron dalam menjalankan sebuah tanggung jawabnya. hubungan kordinasi Bupati Serang dengan OPD dan lembaga terkait sangat baik sehingga kasus-kasus kekerasan perempuan dan anak dapat ditanggulangi dengan baik atas
kerjasama pemimpin dan bawahan. Bupati juga beberapa kali mengadakan pertemuan untuk menerima beberapa kasus berat yang sedang dihadapi para bawahan.
Dalam dimensi pertama ini, peneliti membaginya ke dalam 2 sub dimensi terkait dimensi mendengarkan, yaitu memberikan akses untuk pegawai dan masyarakat menyampaikan pendapat serta dapat mendengarkan pendapat pegawai dan masyarakat.
a. Memberikan akses untuk pegawai dan masyarakat menyampaikan pendapat
Dalam sub dimensi pertama, telah di lakukan wawancara dengan I1, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Serang (Key
Informan), sehingga pertanyaan pertama perihal kesempatan pegawai dan
masyarakat menyampaikan masyarakat (Q1) akan dideskripsikan berikut;
“Iya, kami tidak kesulitan untuk menyampaikan pendapat atahu
bertemu dengan Bupati jadi keluhan atahu pendapat yang kami miliki
tersampaikan.” (13 September 2018, 10:00 WIB)
Hal yang sama juga diterangkan oleh I2 yang menjabat sebagai Ketua P2TP2A Kabupaten Serang, yakni sebagai berikut;
“Iya, menyampaikan pendapat dalam hal pendapat atahu memberikan
laporan laporan tentang kasus yang sedang kami tangani jadi kayanya kita tidak punya kesulitan untuk menyampaikan pendapat
dengan Bupati” (17 September 2018, 10:30 WIB)
Dalam wawancara yang dilakukan oleh peneliti, I3 sebagai anggota P2TP2A dari DINSOS juga menerangkan hal serupa, sebagai berikut;
“ tentu saja, karena kita juga berdiskusi” (18 September 2018, 13:00 WIB)
Adapun I4 yang menjabat sebagai anggota P2TP2A dari LPA menyampaikan hal yang mendukung jawaban jawaban sebelumnya sebagai berikut:
“Iya, biasanya di rapat rapat besar kalau dengan beliau” (18
September 2018, 14:30 WIB)
Hal yang sama juga disampaikan oleh I5 sebagai anggota P2TP2A dari unit PPA Polres Serang, yaitu sebagai berikut;
“iya,, selama saya kerjasama dengan P2TP2A yang saya liat Bupati
memberikan kesempatan kita untuk menyampaikan pendapat” (19
September 2018, 13:00 WIB)
Pernyataan serupa juga dikemukakan oleh I6 yang merupakan anggota P2TP2A dari pihak RSUD Kabupaten Serang, sebagai berikut;
“Ini saya jawabnya saya sebagai anggota P2TP2A ya , kalau selama
saya kerjasama di bidang ini Bupati memberi kesempatan di rapat”
(20 September 2018, 09:00 WIB)
Hal ini juga dibenarkan oleh I7 yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Serang menyatakan hal berikut;
“iya , sudah pasti kalau itu, dia tidak mungkin kerja sendirian ” (20
September 2018, 13:00 wib)
Sebagai I8 yang merupakan Ketua P2TP2A Kecamatan Kibin, informan menyatakan sebagai berikut;
“Kalau untuk P2TP2A tingkat Kecamatan secara hierarki hanya
berkodinasi dengan pihak P2TP2A tingkat Kabupaten, jadi kalau
langsung ke Bupati itu bukan hak kita .” (18 september 2018 , 13:00
Adapun pernyataan dari I9 yang merupakan masyarakat Kibin menyatakan bahwa;
“tidak pernah ada Bupati ke sini ” (18 September 2018, 15:00 wib)
Adapun pernyataan dari I10 yang merupakan masyarakat Kibin juga menyatakan bahwa;
“kurang tahu kalau itu, kita kalau apa apa lapornya ke Kecamatan melalui ibu Ikoh” (19 September 2018, 10:00 wib)
Dalam sub dimensi pertama, telah dilakukan wawancara dengan I1 , Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DKBPPPA (Key
Informan), sehingga pertanyaan kedua perihal dimana pegawai dan
masyarakat bisa menyampaikan pendapat (Q2) akan dideskripsikan sebagai berikut;
“Biasanya di kantor Bupati atahu apabila ada hal yang harus
ditindak secara cepat tapi ibu tidak ada di kantor kami bisa menghubungi ibu Bupati via telefon.” (13 September 2018, 10:00 WIB)
Adapun jawaban serupa disampaikan oleh I2 sebagai Ketua P2TP2A, sebagai berikut;
“Selama ini bisa lewat WA kalau misalkan ada laporan laporan mingguan bulanan itu kita komunikasikan ke Bupati kalau untuk hal hal yang ringan ya, kalau ada satu kasus yang berat kita adakan
pertemuan dengan Bupati biasanya di pendopo “ (17 September 2018,
10:30 WIB)
Dalam wawancara yang dilakukan peneliti ,I3 sebagai anggota P2TP2A dari DINSOS juga menerangkan hal serupa, sebagai berikut;
“Di rapat rapat kita juga punya grup WA nya jadi walaupun lagi
tidak ada forum juga kita tetap bisa berkomunikasi “ (18 September
2018, 13:00 WIB)
Adapun I4 yang menjabat sebagai anggota P2TP2A dari LPA menyampaikan hal yang sama;
”Biasanya kalau rapat di pendopo tapi saya jarang ikut” (18
September 2018 , 14:30 WIB)
Pernyataan serupa juga dikemukakan oleh I5 yang merupakan anggota P2TP2A dari unit PPA Polres Serang, yakni sebagai berikut;
“Biasanya di rapat ya yang saya alami sendiri selama saya terlibat
dalam bidang ini” (19 September 2018, 13:00 WIB)
Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh I6 sebagai anggota P2TP2A dari pihak RSUD, yakni sebagai berikut;
“Di rapat , kalau rapat nya yang mimpin itu Bupati pasti kita di sana
saling berbagi pendapat tentang kasus yang sedang kita bahas “ (20
September 2018 , 09:00 WIB)
Hal ini juga dibenarkan oleh I7 yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Serang menyatakan hal berikut;
“sekarang udah canggih bisa via chat, tapi efektifnya di rapat , dia sibuk pasti” (20 September 2018, 13:00 wib)
Sebagai I8 yang merupakan Ketua P2TP2A Kecamatan Kibin, informan menyatakan sebagai berikut;
“ Kalau sekedar menyampaikan pendapat saya sampaikannya ke
anggota P2TP2A yang di Kabupaten ya,kadang saya ke kantor P2TP2A nya atahu saya komunikasi terlebih dahulu dengan neng
Adapun pernyataan dari I9 yang merupakan masyarakat Kibin menyatakan bahwa;
“kurang tahu , yang saya tahu orang Kecamatan mengadakan acara itu di aula desa lalu ibu ikoh kalau sedang di pengajian juga suka ngobrol
memberi arahan untuk menjaga dengan baik anak anak kita” (25
September 2018, 15:00 wib)
Adapun pernyataan dari I10 yang merupakan masyarakat Kibin juga menyatakan bahwa;
“ke bu ikoh yang memang sudah tanggung jawab beliau dalam ranah ini” (26September 2018, 10:00 wib)
Dalam sub dimensi pertama, telah dilakukan wawancara dengan I1 , Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DKBPPPA (Key Informan), sehingga pertanyaan ketiga perihal waktu yang diberikan untuk pegawai dan masyarakat menyampaikan pendapat (Q3) akan dideskripsikan sebagai berikut;
“Jika kami ingin menyampaikan pendapat dengan Bupati kami
menghubungi sekprinya terlebih dahulu kira-kira di hari apa kami bisa bertemu akan tetapi jika ada kasus yang berat dan harus segera diselesaikan ibu selalu menyempatkan waktu untuk menerima laporan
kami melalui telefon” (13 September 2018, 10:00 WIB)
Adapun jawaban serupa disampaikan oleh I2 sebagai Ketua P2TP2A , yakni sebagai berikut;
“Kalau untuk via WA Bupati welcome saja yang tadi saya bilang kalau Bupati sibuk yaa kita bisa menyampaikannya via WA kalau pun harus bertemu untuk membicarakan kasus yang lumayan besar
pertemuan akan dijadwalkan oleh Bupati” (17 September 2018, 10:30
Dalam wawancara yang dilakukan oleh peneliti, I3 sebagai anggota P2TP2A dari DINSOS menerangkan hal serupa, yakni sebagai berikut;
“Kalau resminya ketika rapat , hanya yang tadi saya bilang itu via
WA jadi bisa kapan saja” (18 September 2018, 13:00 WIB)
Adapun I4 yang menjabat sebagai anggota P2TP2A dari LPA menyampaikan bahwa;
”Saat rapat dan di grup chat P2TP2A” (18 September 2018, 14:30
WIB)
Hal serupa pun di ungkapkan oleh I5 sebagai anggota P2TP2A dari unit PPA Polres Serang, yakni sebagai berikut;
“yaa waktu di rapat itu saja, tapi kalau keadaan nya urgent biasa nya ibu ketua langsung ngehubungi Bupati lewat WA atahu
konfiramsi ke asistennya”(19 September 2018, 13:00 WIB)
Pernyataan serupa juga dikemukakan oleh I6 yang merupakan anggota P2TP2A dari pihak RSUD, yakni sebagai berikut;
“Ketika rapat pada saat pembahasan kasus, jadi setiap bidang
menyampaikan pendapat sesuai tupoksi masing masing”(20
September 2018, 09:00 WIB)
Hal ini juga dibenarkan oleh I7 yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Serang menyatakan hal berikut;
“waktu pastinya tidak ada, ibaratnya kapan saja ada yang perlu
disampaikan kan tinggal di-wa atahu telepon jika memang perlu respon cepat” (20 Agustus 2018, 13:00 wib)
Sebagai I8 yang merupakan Ketua P2TP2A Kecamatan Kibin, informan menyatakan sebagai berikut;
“Tidak tentu, kalau terkait penyampaian pendapat kalau untuk
laporan baru ada waktu waktu tertentu ” (25 september 2018 , 13:00
wib)
Adapun pernyataan dari I9 yang merupakan masyarakat Kibin menyatakan bahwa;
“mungkin jika ada sesuatu kejadian kita langsung melapor kepada
pihak P2TP2A Kecamatan” (25 September 2018, 15:00 wib)
Adapun pernyataan dari I10 yang merupakan masyarakat Kibin juga menyatakan bahwa;
“kapan saja, petugas P2TP2A selalu ada di Kecamatan” (26
September 2018, 10:00 wib)
Dalam sub dimensi pertama, telah dilakukan wawancara dengan I1 , Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DKBPPPA (Key Informan), sehingga pertanyaan keempat perihal perwakilan Bupati yang biasa menerima dan menyalurkan pendapat (Q4) akan dideskripsikan sebagai berikut;
“Kalau hanya sekedar laporan laporan kasus kami melaporkannya melalaui chat di whatsapp tapi kalau ada kasus yang berat biasanya
ibu langsung yang mengundang kami ke kantor” (13 September 2018
, 10:00 WIB)
Adapun jawaban serupa diungkapkan oleh I2 sebagai Ketua P2TP2A, yakni sebagai berikut;
“Kalau via WA pasti ibu langsung yang nerima kalau untuk bertemu
ya saya ngonteknya sekprinya dia yang punya jadwal ibu tiap
Adapun I3 yang menjabat sebagai anggota P2TP2A dari DINSOS menyampaikan hal yang mendukung jawaban sebelumnya, yakni sebagai berikut;
“Bupati langsung kalau dalam forum rapat kalau WA pun Bupati juga
langsung atahu sekprinya” (18 September 2018 , 13:00 WIB)
Adapun yang dikatakan oleh I4 sebagai anggota P2TP2A dari LPA mengungkapkan bahwa;
“Kurang tahu, yang menghubungi langsung adalah ibu Kabid” (18
September 2018 , 14:30 WIB)
Dalam wawancara yang dilakukan peneliti, I5 sebagai anggota P2TP2A dari unit PPA Polres Serang menerangkan hal berikut;
“terkadang rapat dipimpin langsung oleh Bupati untuk kasus berat”
(19 September 2018, 13:00 wib)
Hal serupa juga diungkapkan oleh I6 yang merupakan anggota P2TP2A dari pihak RSUD, yakni sebagai berikut;
“Kalau lagi rapat ya langsung Bupati, kalau diluar rapat Bupati
menghubungi ibu ketua P2TP2A ”(20 September 2018, 09:00 WIB)
Hal ini juga dibenarkan oleh I7 yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Serang menyatakan hal berikut;
“kami dapat bertemu saat rapat kordinasi atahupun melalui via telefon” (20 Agustus 2018, 13:00 wib)
Sebagai I8 yang merupakan Ketua P2TP2A Kecamatan Kibin, informan menyatakan sebagai berikut;
“Bagi saya P2TP2A Kabupaten itu termasuknya adalah perwakilan Bupati atahu bisa dibilang tangan panjangnyanlah ya, jadi kalau dari
sini cukup ke P2TP2A Kabupaten saja” (25 september 2018 , 13:00 wib)
Adapun pernyataan dari I9 yang merupakan masyarakat Kibin menyatakan bahwa;
“Saya tidak tahu, yang kami tahu kalo ada kejadian yang
mencurigakan langsung dilaporkan ke pihak kecamatan” (25
September 2018, 15:00 wib)
Adapun pernyataan dari I10 yang merupakan masyarakat Kibin juga menyatakan bahwa;
“yang saya tahu hanya petugas p2tp2a Kecamatan yaitu ibu Ikoh dan
Pak Hamami” (26 September 2018, 10:00 wib)
Dalam sub dimensi pertama, telah dilakukan wawancara dengan I1,
Kepala Bidang Perlindungan perempuan dan anak DKBPPPA (Key Informan), sehingga peertanyaan kelima perihal bagaimana cara pegawai atahu masyarakat menyampaikan pendapat (Q5) akan dideskripsikan sebagai berikut;
“Kalau lagi rapat ya langsung Bupati, kalau diluar rapat Bupati
ngonteknya ibu ketua P2TP2A ”(13 September 2018, 10:00 WIB)
Adapun jawaban serupa disampaikan oleh I2 sebagai Ketua P2TP2A,yakni sebagai berikut;
“Kalau kita dari P2TP2A adalah mitra dari DKBP3A jadi otomatis
kita berkordinasi lebih dahulu ke bu kabid apakah hal tersebut harus melibatkan Bupati atahu tidak apakah kesulitan tersebut bisa kita selesaikan atahu tidak jadi sebelum kami menyampaikan pendapat ke Bupati kita komunikasi dulu nih jadi kita bareng bareng ke Bupatinya gitu ” (17 September 2018, 10:30 WIB)
Hal yang sama juga diungkapkan oleh I3 sebagai anggota P2TP2A dari DINSOS, yakni sebagai berikut;
“Kalau di rapat kita perbagian ada waktu masing masing
menyampaikan pendapat atahu bisa juga intrupsi tapi kalau tidak ada rapat dan sifatnya mendesak ya lewat WA tadi atahu telfon” (18
September 2018, 10:00 WIB)
Adapun I4 yang menjabat sebagai anggota P2TP2A dari LPA menyampaikan jawabannya sebagai berikut;
“Kalau sedang berkumpul lalu diskusi dan kordinasi” (18 September
2018, 14:30 WIB)
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh I5 sebagai anggota P2TP2A dari unit PPA Polres Serang, yakni sebagai berikut;
“Di forum resmi seperti rapat tadi” (19 September 2018, 13:00 WIB)
Jawaban yang sama juga dikemukakan oleh I6 yakni anggota P2TP2A dari pihak RSUD Kabupaten Serang, sebagai berikut;
“dengan cara berdiskusi , bertukar pikiran dan saling mengingatkan
satu sama lain” (20 September 2018, 09:00 WIB)
Hal ini juga dibenarkan oleh I7 yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Serang menyatakan hal berikut;
“biasa biasa saja, bicara saja karena kita satu lingkup juga di pendopo ini jadi sering tidak sengaja bertemu” (20 Agustus 2018,
13:00 wib)
Sebagai I8 yang merupakan Ketua P2TP2A Kecamatan Kibin, informan menyatakan sebagai berikut;
“Yang saya tahu, saya hanya menyampaikannya ke P2TP2A
bagaimana, tapi setahu saya Bupati tidak kaku kaku sekali kalau ke
P2TP2A ya” (25 september 2018 , 13:00 wib)
Adapun pernyataan dari I9 yang merupakan masyarakat Kibin menyatakan bahwa;
“Saya punya nomor bu ikoh , kalau tidak kalau ada yang mau lapor ke Kecamatan saya antar ke sana karena lumayan juga ke sana harus
naik motor” (25 September 2018, 15:00 wib)
Adapun pernyataan dari I10 yang merupakan masyarakat Kibin juga menyatakan bahwa;
“ngomong langsung itu ke Kecamatan mencari bu ikoh” (26
September 2018, 10:00 wib)
b.Dapat mendengarkan pendapat pegawai dan masyarakat
Dalam sub dimensi kedua, telah dilakukan wawancara dengan I1 , Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DKBPPPA (Key
Informan), sehingga pertanyaan pertama perihal apakah Bupati
mendentidakan pendapat pegawai dan masyarakat (Q6) akan dideskripsikan sebagai berikut;
“Alhamdulillah ibu Bupati selalu mendengarkan pendapat yang kami
miliki dalam proses penanganan kasus kasus”(13 September 2018 , 10:00 WIB)
Adapun jawaban serupa disampaikan oleh I2 sebagai Ketua P2TP2A, yakni sebagai berikut;
“ibu sangat mendengarkan keluh kesah kami selama menangani kasus
kebetulan juga saya punya kedekatan pribadi dengan ibu jadi selama ini ya lancar lancar saja” (17 September 2018, 10:30 WIB)
Adapun pendapat dari I3 yang merupakan anggota p2tpa dari DINSOS, yakni sebagai berikut;
“Iya tentu saja karena beliau juga tidak bisa kerja sendiri” (18
September 2018 , 13:00 WIB)
Hal ini juga diterangkan oleh I4 sebagai anggota P2TP2A dari LPA, yakni sebagai berikut;
“Iya mba pas rapat juga ada yang tugasnya nulis pendapat pendapat
kita” (18 September 2018 , 14:30 WIB)
Dalam wawancara yang dilakukan oleh peneliti, I5 sebagai anggota P2TP2A dari unit PPA Polres Serang menerangkan hal serupa, sebagai berikut:
“Sejauh saya berkecimpung dalam P2TP2A ya Bupati menanggapi
pendapat kita” (19 September 2018, 13:00 WIB)
Pernyataan serupa juga dikemukakan oleh I6 yang merupakan anggota P2TP2A dari pihak RSUD Kab. Serang, sebagai berikut;
“Iyaa beliau mendengarkan pendapat kita bahkan keluhan saja
didengerin sama beliau kalau sedang rapat “ (20 September 2018 , 09:00 WIB)
Hal ini juga dibenarkan oleh I7 yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Serang menyatakan hal berikut;
“harusnya iya, sejauh ini kita tidak begitu sering menyampaikan pendapat karena biasanya itu urusan dinas dinas, kita rapat itu kalau
memang ada masalah di undang-undangnya saja” (20 Agustus 2018,
13:00 wib)
Sebagai I8 yang merupakan Ketua P2TP2A Kecamatan Kibin, informan menyatakan sebagai berikut;
“Menurut saya mendengarkan, yaa walaupun saya jarang ya bertemu dengan Bupati tapi untuk di bidang ini tidak ada kendala atahu salah komunikasi dengan beliau, yang artinya Bupati mendengarkan pendapat para tangan panjangnya tersebut” (25 september 2018 , 13:00 wib)
Adapun pernyataan dari I9 yang merupakan masyarakat Kibin menyatakan bahwa;
“Ketemu saja kita tidak pernah ” (25 September 2018, 15:00 wib)
Adapun pernyataan dari I10 yang merupakan masyarakat Kibin juga menyatakan bahwa;
“saya tidak mengetahui apakah pendapat kita sampai hingga
pimpinan” (26 September 2018, 10:00 wib)
Dalam sub dimensi kedua, telah dilakukan wawancara I1 , Kepada Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DKBPPPA (Key Informan),
sehingga pertanyaan ke tujuh tentang dimana pegawai dan masyarakat bisa melihat bahwa pendapatnya sudah disampaikan (Q7) akan dideskripsikan sebagai berikut;
“Kebetulan seringkali kita memberikan pendapat langsung dengan
Bupatinya tidak melalui perantara jadi hubungan kita sangat baik”
(13 September 2018 , 10:00 WIB)
Adapun jawaban yang sama di ungkapkan oleh I2 sebagai Ketua P2TP2A Kabupaten serang, yakni sebagai berikut;
“Seringkali kita memberikan laporan pendapat dan lainnyau
langsung karena kalau via WA langsung diterima dengan ibu kalau pun melalui sekpri pasti kalau ibu udah nerima laporan kami ibu
Adapun jawaban dari I3 sebagai anggota P2TP2A dari DINSOS, yakni sebagai berikut;
“Karena melalui rapat jadi kita melihat langsung apakah pendapat