BAB 11 TINJAUAN PUSTAKA
D. Deskripsi Fokus Penelitian
1. Inovasi pemerintah merupakan suatu hal yang penting dalam mencapai keunggulan konpetitif. Tanpa inovasi,pemerintah tidak dapat merubah suatu hal dan apabila inovasi tidaklah muncul maka perubahan akan mati.
Perusahan yang melakukan inovasi secara terus-menerus akan dapat Inovasi pemerintah
1. Efektivitas 2. Pembaruan 3. 3. Tingkat perubahan
Upaya pemerintah daerah dalam pelayanan kesehatan 24 Jam
1. Aturan 2. fasilitas
Kepuasan Masyarakat
mendominasi pasar, dengan kreasi, model dan penampilan produk yang baru. Pada akhirnya dengan strategi inovasi akan memunculkan keunikan produk yang baru. Pada akhirnya dengan strategi inovasi akan memnculkan keunikan produk yang sulit di tiru pesaingan
2. Efektivitasadalah perubahan yang dinilai secara objektif dan berbagai kepentingan dalam organisasi atau perubahan dalam suatu wilayah yang ditemukan
3. Pembaruan, inovasi menghasilkan suatu yang baru 4. Tingkat perubahan, perubahan yang dihasilkan
5. Upaya pemerintah dalam pelayanan kesehatan 24 jamUntuk menjamin akses penduduk terhadap pelayanan kesehatan selama 24 jam, Pemerintah melaksanakan berbagai upaya pemeliharaan pelayanan kesehatan pada masyarakat,dan untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat dan menjadi sangat penting untuk dilaksanakan dalam pelayanan kesehatan untuk mensejahterakan masyarakat.
6. Kepuasan masyarakat Kepuasan masyarakat yang dimaksud adalah pemberian layanan oleh suatu instansi kepada masyarakat untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sehingga masyarakat merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Waktu Dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini sudah terlaksanakandenganwaktu 2 (dua) bulan di Kabupaten Bantaeng,dengan tujuan untuk menegtahui bentuk inovasi pemerintah dalam pelayanan kesehatan 24 jam Di Kabupaten Bantaeng.
B. Jenis Dan Tipe Penelitian 1. Jenis penelitian
Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objektif tentang bentuk inovasi pemerintah dalam pelayanan kesehatan 24 jam Di Kabupaten Bantaeng.
2. Tipe Penelitian
Tipe penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang suatu bentuk penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang inovasi pemerintah dalam pelayanan kesehatan 24 jam Di Kabupaten Bantaeng.
C. Sumber Data
a. Data Primer adalah data yang diperoleh dari Responden dengan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti.
2 43
b. Data Sekunder adalah data yang di ambil atau bersumber dari dokumen laporan, peraturan-peraturan yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti.
D. Informan Penelitian
1. Staf kantor Dinas Kesehatan =2 orang 2. Pegawai RSUD Anwar Makkatutu =3 orang
3. Tokoh Masyarakat =2 orang
4. Masyarakat pengguna layanan =2 orang
Jumlah = 9 orang
E. Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi
Yaitu teknik pengumpulan data yang di gunakan melalui observasi langsung atas pengamatan langsung terhadap obyek yang di teliti.Observasi ini digunakan sebagai metode kriterium artinya observasi digunakan sebagai alat penguji kebenaran dan kemantapan terhadap suatu data yang telah diperoleh saat wawancara. Observasi dilakukan dengan cara pengamatan atau pemusatan perhatian terhadap obyek penelitian dengan pengamatan lebih banyak menggunakan penglihatan. Obserpasi di lakukan pada saat melaksanakan penelitian yaitu pada saat pembagikan angket dan wawancara kepada kariawan dan masyarakat yang mengurus inovasi pemerintah dalam pelayanan keseatan 24 jam di kabupaten bantaeng.
2. Wawancara
Yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab terhadap responden untuk memperoleh data yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Yang menjadi nara sumber dalam wawancara ini yaitu kepala badan, karyawan bidang imformasi pengaduan dan masyarakat yang mengurus di Kantor dinas kesehatan di Kabupaten Bantaeng.
3. Dokumentasi
Dokumentasi dari asal katanya dokumen, artinya barang-barang tertulis.Dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya.
F. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah langkah selanjutnya untuk mengelola data dimana data yang diperoleh, dikerjakan dan dimanfaatkan sedemikian rupa untuk menyimpulkan persoalan yang diajukan dalam menyusun hasil penelitian.Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif.Dalam model ini terdapat 3 (tiga) komponen pokok.Menurut Huberman dalam (Sugiono : 2012) ketiga komponen tersebut yaitu :
1. Reduksi data merupakan komponen pertama analisis data yang mempertegas, memperpendek, membuat fokus, membangun hal yang tidak penting dan mengatur data sedemikian rupa sehingga kesimpulan penelitian dapat dilakukan.
2. Sajian data merupakan suatu rakitan informasi yang memungkinkan kesimpulan secara singkat dapat berarti cerita sistematis dan logs agar makna peristiwanya menjadi lebih mudah dipahami.
3. Penarikan kesimpulan dalam awal pengumpulan data, peneliti sudah harus mulai mengerti apa arti dari hal-hal yang ditemui dengan mencatat peraturan-peraturan sebab akibat dan berbagai proporsi sehingga penarikan kesimpulan dapat dipertanggung jawabkan.
G. Teknik Pengabsahan Data
Validitas data sangat mendukung hasil akhir penelitian, oleh karena itu diperlukan teknik untuk memeriksa keabsahan data.Keabsahan data dalam penelitian ini diperiksa dengan menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi bermakna silang yakni mengadakan pengecekan akan kebenaran data yang akan dikumpulkan dari sumber data dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang lain serta pengecekan pada waktu yang berbeda.
a. Triangulasi sumber
Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek pada data sumber lain yang telah diperoleh sebelumnya.
b. Triangulasi metode
Triangulasi metode bermakna data yang diperoleh dari satu sumber dengan menggunakan metode atau teknik tertentu, diuji keakuratan atau ketidak akuratan.
c. Triangulasi waktu
Triangulasi waktu yang dilakukan disini dengan menguji kredibilitas data yang dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lainnya dalam waktu dan situasi yang berbeda.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Objek Penelitian
1. Luas wilayah kabupaten Bantaeng
Kabupaten Bantaeng berjarak 125 km kearah selatan dari Makassar, Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan. Luas wilayahnya mencapai 395,83 Km2, terbagi atas 8 kecamatan serta 46 desa dan 21 kelurahan. Kabupaten Bantaeng luasnya mencapai 0,63% dari luas Sulawesi Selatan. Pada tahun 2006, jumlah penduduk 170.057 jiwa dengan rincian Laki-laki sebanyak 82.605 jiwa dan perempuan 87.452 jiwa.Pada bagian utara daerah ini terdapat dataran tinggi yang meliputi pegunungan Lompobattang, sedangkan di bagian selatan membujur dari barat ke timur terdapat dataran rendah yang meliputi pesisir pantai dan persawahan.Pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Bantaeng diarahkan agar pelayanan kesehatan meningkat lebih luas, lebih merata, terjangkau oleh lapisan masyarakat.
2. PelayananKesehatan Kabupaten Bantaeng
Inovasi Layanan Kesehatan Salah satu inovasi Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam bidang kesehatan adalah pembentukan Brigade Siaga Bencana (BSB).BSB bukan hanya beroperasi di Kabupaten Bantaeng, tetapi juga menjangkau kabupaten tetangga yang memerlukan bantuan evakuasi bencana kebakaran. Sejak dibentuk awal Desember 2009 hingga posisi Juni 2011, jumlah pasien mencapai 2.557 orang atau jika dirata-ratakan sebanyak 134 pasien setiap bulan.
48
Adapun sarana pelayanan kesehatan di Kabupaten Bantaeng berdasarkan data tahun 2006 telah tersedia berupa rumah sakit umum sebanyak 1 buah, puskesmas /pustu 34 buah, puskesmas keliling 13 buah, balai pengobatan 2 buah dan 25 polindes. Jumlah dokter praktek sebanyak 26 orang, bidang desa 52 orang, apotik 5 buah dan toko obat sebanyak 17 buah. Disamping itu di Kabupaten Bantaeng jumlah tenaga kesehatan pada tahun 2006 sebanyak 239 orang (Bantaeng.go.id).Pemerintah Kabupaten Bantaeng terus memperhatikan pelayanan kesehatan masyarakatnya dengan membangun rumah sakit. Kabupaten Bantaeng memiliki Rumah Sakit Prof. dr. Anwar Makkatutu yang akan menjadi pusat penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah (kardio) di wilayah selatan Sulawesi Selatan yang telah diresmikan pada 8 Agustus 2011 lalu.
Keberhasilan Bantaeng meraih sederet prestasi karena pola hidup bersih dan sehat telah dikembangkan pada tingkat kecamatan hingga desa dengan membentuk Pokja Sehat.Kepedulian pola hidup sehat warganya ditingkatkan melalui sosialisasi karena pemerintah setempat telah memahami dengan baik perintah konstitusi.Dalam Undang-Undang Dasar 1945 pada Pasal 28 huruf (h) sudah dijelaskan tentang Kesehatan dan Undamg-Undang.No.23/2010 bahwa tiap individu, keluarga dan masyarakat berhak untuk mendapatkan perlindungan dan pelayanan kesehatan, untuk itu Negara bertanggungjawab untuk memenuhi kebutuhan hak hidup sehat setiap warganya.
Untuk melaksanakan amanat konstitusi tersebut, Pemkab Bantaeng telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) sebagai tindaklanjut dari pelaksanaan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 huruf (h) dan Undang-Undang.
No.23/2010.Pemkab Bantaeng dibawah kepemimpinan HM Nurdin Abdullah telah membentuk Tim khusus untuk menanggulangi masalah kesehatan di wilayahnya. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, Dr. Hj Takudaeng MKes, hal-hal yang diatur dalam Perda adalah pengalokasian dana untuk obat generik dan obat paten dalam konteks pelayanan kesehatan kesehatan 24 jam.
3. Visi Dan Misi Dinas Kesehatan a. Visi
Tercapainya iklim investasi dan terdepan dalam pelayanan kesehatan b. Misi
1) Meningkatkan iklim investasi yang kondusif sesuai dengan tata kelolah pemerintahan yang baik.
2) Meujudkan repormasi birokrasi melalaui pelayanan kesehatan yang mudah, dan pasti
3) Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana menunjang pelayanan kesehatan dan sumber daya aparatur yang provesional, tegas, dan berkualitas.
4. Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng a. Kepala dinas
b. Sekretaris dinas
Kepala sub bagian umum dan kepagawaian
Kepala sub bagian keuangan
c. Kepala bidang bina kesehatan keluarga dan gizi
Kepala seksi kesehatan keluarga
Kepala seksi gizi masyarakat
Kepala seksi promosi kesehatan
d. Kepala bidang paleyanan kesehatan dasar dan sarana kesehatan
Kepala seksi sarana kesehatan dasar
Kepala seksi sarana kesehatan rujukan, sarana puskesmas dan jaringan
Kepala seksi UKS, kesehatan remaja dan UKG e. Kepala bidang bina pblp
Kepala seksi pengendalian penyakit maenular dan tidak menular
Kepala seksi penyehatan lingkungan dan pembinaan peran serta masyarakat
Kepala seksi promo kesehatan
f. Kepala bidang pelayanan pembekalan kesehatan
Kepala seksi obat dan pembekalan kesehatan
Kepala seksi akreditasi perizinan dan obat khas Indonesian
Kepala seksi pengendaliandan pengawasan obat, makanan dan minuman serta kosmetik.
g. UPTD
h. Kelompok jabatan fungsional.
B. Inovasi Pemerintah Dalam Pelayanan Kesehatan 24 Jam Di Kabupaten Bantaeng
Inovasi pemerintah daerah untuk mengupayakan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakatnya atau mencapai kemakmuran dan kesejateraan bagi masyarakat dan daerahnya inovasi program yang terbukti mampu membawa kemajuan bagi sebuah daerah yang sebelumnya terbelakang menjadi daerah yang maju secara ekonomi dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.Di Indonesia istilah inovasi dalam konteks penyelanggaraan pemerintah mulai mengemukakan terutama sejak diberlakukannya kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah tahun 2001 jumlah daerah giat mengembangkan inovasi dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan perbaikan iklim ekonomi.dan ada pun undang-undang.Khusus tentang inovasi telah ada landasan hukumnya dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Bertajuk Inovasi Daerah. Dari Pasal 386 hingga Pasal 390 Undang-Undang 23/2014.Inovasi yang dimaksud dalam Pasal 386 adalah semua bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Bentuk pembaharuan antara lain penerapan hasil ilmu pengetahuan dan teknologi dan temuan baru dalam penyelenggaraan pemerintahan.
inovasi pemerintah (1). Efektivitas (2). Pembaharuan (3). Tingkat perubahan.
Demikian halnya inovasi pemerintah dalam pelayanan di KabupatenBantaeng yang akan dideskripsikan melalui beberapa indikator di atas yang tampak berikut ini:
1. Aspek Efektivitas Dalam Inovasi Pemerintah Daerah
Efektivitas adalah perubahan yang dinilai secara objektif dan berbagai kepentingan dalam perubahan suatu wilayah yang ditemukan,dan menunjukan sampai beberapa jauh mencapai tujuan yang lebih dahulu ditentukan atau sebarapa jauh target kualitas, dan waktu yang telah dicapai oleh pemerintah yang mana target
sudah ditentukan terlebih dahulu dan selalu berusaha melakukan peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.Inovasi di bidang pelayanan publik merupakan ide kreatif teknologi atau cara baru dalam teknologi pelayanan atau memperbarui yang sudah ada di bidang teknologi pelayanan atau menciptakan terobosan atau penyederhanaan di bidang peraturan pemerintah daerah.
Dari penjelasan diatas, Sebagaimana hasil wawancara yang lakukan dengan staf dinas kesehatan Kabupaten Bantaeng menyatakan bahwa:.
“...Menurut saya dalam melakukan perubahan Inovasi dalam pelayanan publik tentunya harus menghasilkan bentuk pelayanan yang baik dan lebih efektif dan efisien hal tersebut dapat terlihat dari terdapatnya call center layanan kesehatan 24 jam, ambulans serta dokter keluarga yang siap sedia menolong masyarakat kapanpun dibutuhkan. BSB melakukan kegiatan terpadu layanan kesehatan gratis dengan melibatkan 20 dokter, delapan perawat dan ditunjang lima unit ambulance hingga ke pelosok desa.sebagai pemerintah memeberikan kebijakan dalam pembentukan Brigade Siaga Bencana untuk mengatasi kondisi masyarakat yang memerlukan perawatan namun terkendala transportasi, terutama pada malam hari. Kemudian PKK bersama Bupati Bantaeng mengupayakan pembentukan layanan kesehatan 24 jam yang tak hanya melakukan layanan terhadap kecelakaan, namun juga masyarakat yang menderita penyakit, meski berada di pelosok desa. ”(wawancara Penulis, AM 02Oktober 2015) Dari hasil wawancara diatas penulis dapat simpulkan bahwa dalam melakukan perubahan dalam pelayanan kesehatan terutama dalam pelayanan kesehatan 24 jam harus lebih efektif lagi agar masyarakat merasa puas dimana pemerintah sudah memberikan atau menyiapkan program pelayanan kesehatan 24 jam dengan adanya BSB yang siap menjemput masyarakat meskipun berada dipelosok desa.
Hal senada yang dikatakan oleh salah satu pegawai RS Anwar makkatutu menyatakan bahwa:
“...pemerintah telahmenyediakan brigade siaga bencana (BSB) untuk pelayanan masyarakat selama 24 jam dengan biaya murah, baik, dan
cepat, Harus mendapatkan pelayanan yang sama dan juga harus diperlakukan dengan sikap yang sopan dan ramah semua orang tanpa terkecuali kaya atau miskin, pejabat, orang biasa, orang desa atau orang kota harus memperlakukan dengan sama dan tidak membeda-bedakan untuk pelayanan kepada masyarakat”(wawancara Penulis dengan, FA 12 oktober 2015)
Dari hasil penelitian diatas penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa inovasi pelayanan kesehatan khususnya di Kabupaten Bantaeng harus lebih di tingkatkan lagi, karena pemerintah sudah menyediakan pelayanan kesehatan 24 jam, serta pemerintah daerah wajib memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakatnya agar masyarakat merasakan kepuasan terhadapa apa yang diberikan oleh pemerintah setempat.
Sedangkan dari hasil wawancara penulis lakukan dengan tokohmasyarakatmenyatakan bahwa:
“...Dalam pelayanan kesehatan 24 jam sudah terlaksana dengan baik dan adanya program yang diberikan oleh pemerintah setempat, kami sebagai masyarakat mengharapkanpelayanan kesehatan dapat ditingkatkan dalam memberikan pelayanan tidak memandang pasien sebagai pusat perhatian Sikap dan tingkah laku dalam memberikan pelayanan keperawatan rasa empati, kepedulian, menghargai orang lain dimana kita masyarakat belum merasa puas terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan”(wawancara penulis dengan,NO 13 Oktober 2015)”.
Dari hasi wawancara diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa, pemerintah sudah menyiapkan pelayanan kesehatan 24 jam, dan sudah terlaksana dengan baik, perawat tidak membeda-bedakan antara yang satu dengan yang lain.
Hal senada juga di sampaikan oleh masyarakat pengguna layanan yang menyatakan bahwa:
“...dalam pelayanan kesehatan 24 jam di RS Anwar Makkatutu sudah berjalan dengan baik, Ini terlihat dari rasa kepuasan saya selaku pasien di RS ini.Mereka memberika pelayanan tanpa membede-bedakan
antara orang miskin dan orang mampu.” (Wawancara Penulis,NU10 Oktober 2015).
Dari hasil wawancara diatas penulis dapat memberikan kesimpulan bahwa, dari pelayanan kesehatan sudah berjalan dengan baik, dimana perawat di Rumah Sakit tersebut tidak membede-bedakan antara yang miskin dan orang kaya.
Dari hasi uraian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa, dalam melakukan perubahan dalam pelayanan kesehatan 24 jam harus lebih efektif lagi agar masyarakat merasa puas, dimana pemerintah sudah menyiapkan Brigade Siaga Bencana (BSB) yang siap menjemput masyarakat yang membutuhkan, dan tidak membeda-bedakan satu sama lain dengan melayani pasien.
Berdasarkan observasi yang telah diperoleh dilapangan dalam melalukan perubahan inovasi dalam pelayanan tentunya harus menghasilkan bentuk pelayanan yang baik, dan lebih efektif dan efisien. Hal tersebut dilihat dengan terdapatnya cell canter(BSB) yang tersedia dan dapat melayani masyarakat kapan pun dibutuhkan, secara teoritis menurut Ravlanto efektifitas seberapa baik pekerjaan yang dilakukan dan sejauh mana dihasilkan keluhan sesuai yang diharapkan apabila suatu pekerjaan dapat diselesaikan dengan perencanaan baik dalam waktu maupun biaya makadapat dikatakan efektif. Dan pelayanan kesehatan 24 jam sudah berjalan dengan baik terlihat dari pelayanan yang dilakukan, telah dibenarkan atau diselenggarakan oleh salah satu masyarakat tersebut.
2. AspekPembarauan Dalam Inovasi Pemerintah Daerah
Pembaharuan merupakan sesuatu yang baru atau ide baru yang merupakan segala sesuatu yang diciptakan dan dirasakan sebagai hal yang baru oleh manusia, seseorang, atau bahkan masyarakat sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia atau masyarakat secara umum, Pembaruan dapat juga di katakan sebagai suatu ide atau hal-hal yang barudalam suatu penemuan tertentu dilakukan atau diadakan untuk memecahkan masalah dan mengikuti aturan-aturan yang ada untu mencapai tujuan tersebut,Aparatur pemerintah mengeluarkan SK bupati nomor 1313/440 1.3.8/2010 tentang meningkatkan status dan fungsi sarana dari rawat jalan menjadi rawat inap atau bisa disebut pelayanan kesehatan 24 jam.
Dari penjelasan diatas, Sebagaimana hasil wawancara yang penulis lakukan dengan salah satu staf dinas kesehatan Kabupaten Bantaeng.
“...kita sebagai pemerintah setempat mempunyai undang-undang kesehatan ada permentes yang dikatakan bahwa pelayanan kesehatan dimasyarakat itu 24 jam, berarti kita harus siap menerima keluhan masyarakat tentang kesehatan sehingga kita buka pelayanan 24 jam misalnya ada orang sakit yang sifatnya enerjensi dia mungkin pelayanan sampai jam 14.00 setelah kita buka pelayanan 24 jam bisa menjadi pelayanan secara paripurna atau ada pasien yang datang bukan pada waktu bukan jam kerja sampai jam 14.00 ini untuk masyarakat, singga kami membuka pelayanan kesehatan 24 jam agar masyarakat bias mendapatkan pelayanan kesehatan dan apa yang dikeluarkan oleh pemerintah dapat merasan bentu pelayanannya”(wawancara penulis,RA 02 Oktober 2015).
Dari hasil wawancara diatas penulis dapat simpulkan bahwa dalam perubahan yang dilakukan oleh pemerintah karena dapat memberikan pelayanan 24 jam itu sudah mempunyai peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan masyarakat juga dapat dilayani selama 24 jam.
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu pegawai RSUDyang menyatakan bahwa:
“...Menurut saya kita sebagai pegawai dirumah sakit ini dalammemberikan pelayanan kesehatan 24 jam itu sesuatu yang dapatditerapkan oleh pemerintah dan dapat di lakukan dengan baik mempunyai Undang-undang sehingga sasaran yang dituju kepada kemasyarakat dapat merasa puas pemerintah setempat dapat mejalankan pelayanan kesehatan selama 24 jam(wawancara penulis,SY 03 Oktober 2015).
Dari hasil wawancara diatas penulis dapat simpulkan bahwa sudah bejalan dengan baik dan dapat diterapkan oleh pegawai rumah sakit dengan baik dan masyarakatnya dapat merasakan pelayanan tersebut
Hal senada juga disampaikan oleh tokoh masyarakatyang menyatakan bahwa:
“...Menurut saya petugas dalam memberikan pelayanan terutama dalam konsisten waktu dalam melayani saya dengan baik, dengan ketentuan yang berlaku atau keterampilan yang dimiliki petugas kesehatan dalam menyelesaikan pelayanan kepada saya secara sopan dan ramah serta menghargai dan menghormatsaya, kondisi saran dan prasarana pelayanan yang bersih dan teratur sehingga kita sebagai masyarakat dapat merasa nyaman”.(wawancara penulis, NO,13 oktober 2015).
Dari hasil wawancara diatas,penulis dapat smenyimpulkan bahwa, petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama dalam konsisten waktu daam melayani, sopan dan rama terhadap masyarakat, serta sarana dan prasarana yang teratur sehingga masyarakat merasa nyaman.
Dari hasil uraian wawancara diatas,penulis dapat menyimpulkan bahwa, pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan 24 jam pemerintah sudah mempunyai undang-undang atau permenkes, petugas dalam melayani masyarakat sudah
mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah setempat dan masyarakat sudah dilayani dengan baik serta sarana dan prasarananya yang teratur.
Berdasarakan observasi yang telah diperoleh selama dilapangan, pemerintah setempat mempunyai undang-undang kesehatan yang telah ditetapkan untuk melayani masyarakat selama 24 jam, oleh karena itu pegawai atau staf harus siap menerima keluhan masyarakat selama 24 jam. Secara teoritis menurut Lawin tingkat perubahan yang dimaksud perubahan yang direncanakan yaitu suatu usaha sistematik untuk mendesain suatu organisasi dengan cara melakukan perubahan yang tersedia dilingkungan untuk mencapai sasaran yang baru dalam peraturan yang ditetapkan dan petugas dalam pemberian peralatan terutama dalam konsisten waktu dalam melayani masyarakat dan kondisi sarana dan prasarana dengan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah dapat diselenggarakan dengan baik oleh masyarakat.
3. Aspek Tingkat perubahan Dalam Inovasi Pemerintah Daerah
Tingkat perubahan merupakan suatu yang dihasilkan penemuan baru dalam meningkatkan kinerja yang dipicu olehinovasi pemerintah yang didasarkan pada masyarakat atau untuk pelayanan dan mendapatkan peningkatan dari yang sebelummnya, seperti halnya dalam bentuk pelayanan kesehatan pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang pelayanan kesehatan 24 jam dalam pelayanan tersebut pasien yang setiap tahun meningkat pada tahun 2010 jumlah pasien ditangani sebanyak 10.632 penderita, pada tahun 2011 terjadi peningkatan menjadi 17.905 penderita, tahun 2012 terjadi peningkatan menjadi 20.588 penderita, tahun 2013 dan 2014 berjumlah 30.571 penderita, itu dilihat dari berkembangnnya suatu wilayah atau bentuk pelayanannya baik dan
memuaskandari tingkat inovasi yang dilakukan yang di temukan oleh pemerintah yang setiap tahun meningkat karna bentuk pelayanan di Rumah Sakit tersebut efektif dan maksimal.
Dari penjelasan diatas,Sebagaimana hasil wawancara yang lakukan dengan salah satu staf dinas kesehatan Kabupaten Bantaeng.
“...Tingkat perubahan dalam pelayanan kesehatan kesehatan di kabupaten Bantaeng khususnya dalam pelayanan kesehatan 24 jam sangat meningkat karena jumlah pesien yang dilayani setiap tahunnya meningkat, pemerintah Kabupaten Bantaeng sudah mengerluarkan kebijakan tentang pelayanan kesehatan sehingga masyarakat lebih
“...Tingkat perubahan dalam pelayanan kesehatan kesehatan di kabupaten Bantaeng khususnya dalam pelayanan kesehatan 24 jam sangat meningkat karena jumlah pesien yang dilayani setiap tahunnya meningkat, pemerintah Kabupaten Bantaeng sudah mengerluarkan kebijakan tentang pelayanan kesehatan sehingga masyarakat lebih