• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

E. Deskripsi Fokus Penelitian

Adapun sub-sub fokus dari fokus penelitian “Responsivitas Aparat Desa Dalam Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Di Desa Taeng Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa”, adalah :

1. Kemampuan Merespon Masyarakat

Setiap masyarakat memiliki karakter yang berbeda-beda, maka dari itu sebagai aparat desa dalam penyaluran nantuan langsung tunai harus

mengetahuim bagaimana agar dapat

bersikap dan berkomunikasi dengan baik dan sopan terhadap masyarakat yang ada di Desa Taeng kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.

2. Kecepatan Melayani

Pelayanan yang cepat dimaksudkan dengan meliputi kesigapan dan ketulusan apparat desa dalam menjawab pertanyaan atau permintaan dari masyarakat.

3. Ketepatan Melayani

Pelayanan dengan tepat yaitu dalam melayani jangan sampai terjadi kesalahan baik dalam hal pekerjaan maupun pembicaraan, dalam artian ini pelayanan yang diberikan oleh petugas harus sesuai dengan keinginan masyarakat.

4. Kecermatan Melayani Kecermatan

Dalam memberikan pelayanan perlu diperhatikan supaya tidak terjadi kesalahan yang bisa merugikan masyarakat. Pelayanan dengan cermat yaitu petugas selalu fokus dan sungguh-sungguh dalam melakukan penyampaian pelayanan serta dalam melayani kebutuhan masyarakat.

5. Ketepatan waktu pelayanan

Maksud dari pelayanan dengan waktu yang tepat yaitu petugas dalam melayani masyarakat diharapkan pelaksanaan pelayanannya dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan.

6. Kemampuan Menaggapi Keluhan

Setiap pimpinan unit penyelenggara pelayanan publik wajib dalam menyelesaikan setiap laporan atau pengaduan maupun keluhan masyarakat mengenai ketidakpuasan dalam pemberian pelayanan sesuai dengan kewenangannya. Hal ini dilakukan agar supaya pelanggan dapat

33 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Lokasi

Waktu penelitian yang dibutuhkan pada penelitian ini kurang lebih selama 2 (dua) bulan 17 Februari – Maret 2022. Lokasi penelitian ini berada di kantor Desa Taeng karena peneliti melihat bagaimana reponsivitas pelayanan aparat Desa dalam penyalur BLT di kantor Desa Taeng

B. Jenis Dan Tipe Penelitian

Jenis penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif dengan alasan karena penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitatif.

Penelitian kualitatif bisa dipahami sebagai prosedur riset yang memanfaatkan data deskriptif, berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang dapat diamati. Penelitian kualitatif dilakukan untuk menjelaskan dan menganalisis fenomena, peristiwa, dinamika sosial, sikap kepercayaan, dan persepsi seseorang atau kelompok terhadap sesuatu. Maka, proses penelitian kualitatif dimulai dengan menyusun asumsi dasar dan aturan berpikir yang akan digunakan dalam penelitian. Data yang dikumpulkan dalam riset.

Adapun jenis penelitian ini adalah deskriptif untuk memberikan gambaran secara jelas mengenai masalah yang diteliti berdasarkan penggalaman yang telah dialami informan. Masalah yang terkait peran pemerintah daerah dalam responsivitas pelayan penyaluran bantuan BLT di Desa Taeng

C. Informan

Informan penelitian ini akan diwawancarai untuk mendapatkan jawaban berkaitan dengan Responsivitas Pelayanan Aparat Desa Dalam Penyaluran Bantuan Langsung Tunai di desa Taeng, adapun informan dalam penelitian berjumlah orang, yaitu sebagai berikut:

Informan Jumlah

Sekrtaris Desa Taeng 1

Staf 1

Masyrakat Desa Taeng Penerima BLT 3

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, menggunakan:

1. Observasi

Observasi dapat diartikan sebagai salah satu teknik pengumpulan data yang sifatnya lebih spesifik dibanding teknik lainnya.

Melakukan pengamatan langsung di lokasi penelitian secara berulang terhadap suatu objek pengamatan pada tempat yang sama ataupun berbeda. Observasi difokuskan pada pengamatan langsung

terhadap responsivitas pelayanan aparat Desa dalam penyaluran bantuan langsung tunai

2. Wawancara

Wawancara yaitu pengambilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada seseorang responden, caranya adalah dengan bercakap-cakap secara tatap muka. Pada penelitian ini wawancara akan dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara. Pada penelitian ini wawancara akan dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara. Pada penelitian ini, penulis akan melakukan wawancara kepada pemerintah dan beberapa masyarakat Di Desa Taeng yaitu Sekretaris Desa Taeng, Staf kantor Desa Taeng, dan juga masyarakat Desa Taeng Penerima BLT 3. Dokumentasi

Dokumentasi suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data merupakan proses mencari dan menyusun data yang di kumpulkan sehingga data tersebut dapat ditemukan kesimpulan dan dijadikan sebagai bahan informasi yang dapat dipahami diri sendiri maupun orang lain. Sedangkan teknik analisis data kualitatif bersifat induktif yaitu data yang diperoleh yang dikembangkan melalui pola hubungan tertentu atau menjadi hipotesis. Analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan

berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh, aktivitas tersebut berupa reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.

1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data mencari dan mengumpulkan data yang diperlukan, dilakukan terhadap berbagai jenis dan bentuk data yang ditemukan dilapangan lalu di catat.

2. Reduksi Data

Data identifikasi satuan yaitu bagaian terkecil yang ditemukan dalam data yang memiliki makna bila dikaitkan dengan focus dan masalah penelitian, kemudian memberikan kode pada setiap satuan agar dapat ditelusuri dari mana sumber data sehingga peneliti dapat menarik kesimpualanaya, proses reduksi dapat dilakuakan dengan mengumpulkan data dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian dipilih dan dikelompokan berdasarkan kemiripan.

3. Penyajian Data

Penyajian data pengumpulan informasi terusan yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.

Dalam hal ini data yang sudah dikatagorikan berikutnya diorganisasikan sebagai bahan kajian data. Kemudian secara keseluruhanaya sebagai gambarkan dan sebagai penentu dari aspek yang diteliti.

4. Vertivikasi Data

Langkah selanjtnya yang sangatlah penting adalah vertifikasi data atau kesimpulan. Penarikan kesimpulan hanyalah sebagaian dari suatu kegiatan dari selama kongfigurasi yang utuh

F. Teknik Pengabsahan Data

Teknik pengabsahan data memuat teknik untuk pengabsahan data penelitian kualitatif meliputi uji credibility (validitas internal) , transferability (validitas eksternal), dependability (reliabilitas), dan confirmability (obyektifitas). Teknik lainnya dengan berbagai uji tetap diperbolehkan selama memiliki referensi yang jelas.

38

BAB IV PEMBAHASAN

Pada bab IV ini peneliti akan memaparkan hasil penelitian yang dilakukan terkait judul Responsivitas Aparat Desa Dalam Penyaluran Bantuan Langusung Tunai Di Desa Taeng Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Peneliti juga akan memaparkan Profil lokasi penelitiannya. Pada bab IV ini peneliti akan memaparkan hasil penelitian yang dilakukan terkait judul Responsivitas Aparat Desa Dalam Penyaluran Bantuan Langusung Tunai Di Desa Taeng Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Peneliti juga akan memaparkan Profil lokasi penelitiannya.

A. Deskripsi Objek Peneltian 1. Letak Geografis Desa Taeng

Pada awalnya Desa Taeng merupakan sebuah dusun dalam wilayah Desa Bontoala yang terletak di sebelah utara berbatas dengan sungai Je’neberang. Pada saat itu Desa Bontoala adalah sebuah desa yang cukup luas, walaupun telah mengalami beberapa pemekaran. Dusun Taeng pada saat itu merupakan pusat pemerintahan Desa karena kantor desa berada di dusun Taeng.

Namun setelah kepemimpinan Abd. Rahim Alauddin Kr. Kulle berakhir dan dilanjutkan oleh Sangkala Dg. Ngawing sebagai Kepala Desa terpilih pada saat itu, maka pusat pemerintahan Desa Bontoala berpindah ke Bontomajannang, dengan membangun kantor Desa baru. Setelah

kepemimpinan Sangkala Dg. Ngawing berjalan beberapa tahun muncullah gagasan dari para tokoh pemuda dan tokoh masyarakat untuk membentuk Desa Tersendiri.

Setelah melalui beberapa proses maka pada tahun 1999 berdirilah sebuah desa baru dari hasil pemekaran Desa Bontoala dan disepakatilah Taeng sebagai nama Desa baru tersebut. Sebagai Kepala Desa Persiapan yang baru maka ditunjuklah AR. Yasin Alauddin Kr. Ngaseng sebagai Kepala Desa Persiapan Taeng, dan hanya berjalan ±1 tahun, disebabkan beliau wafat pada tahun 2000. Sebagai pelaksana tugas dalam kekosongan pada saat itu, maka Sekretaris Desa mengambil alih segala tugas-tugas kepala Desa sampai tahun 2001.

Berdasarkan hasil musyawarah LKMD Desa Bontoala, maka disepakatilah Nurdin Yasin sebagai Kepala Desa Persiapan Taeng pada tahun 2001. Selanjutnya pada tahun 2007 Desa Persiapan Taeng menjadi Desa Defenitif dan sekaligus pemilihan Kepala Desa I dan Nurdin Yasin Dg. Nyikko sebagai kepala Desa Taeng.

Gambar 4.1 Peta Lokasi Desa Taeng

Desa Taeng adalah salah satu desa di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Orbitasi dan waktu tempuh dari ibukota Kecamatan ± 3 km dengan waktu tempuh 5 menit dan dari ibukota kabupaten 4 km dengan waktu tempuh 7 menit.

Batas-batas administratif pemerintahan Desa Taeng Kecamatan Pallangga sebagai berikut :

Batas Wilayah :

a. Utara : Sungai Je’neberang

b. Selatan : Desa Kanjilo Kec. Barombong

c. Barat : Desa Tamannyeleng Kec. Barombong d. Timur : Desa Bontoala

Dilihat dari topografinya dan kontur tanah, Desa Taeng secara umum berupa daerah datar yang berada pada ketinggian ± 4 m di atas permukaan laut (sebagai areal pemukiman, persawahan, perkebunan), dengan luas wilayah 2,27 Km². Sedangkan letak koordinat Desa Taeng 5˚11' 46,52'' LS 119˚ 26' 02.09'' BT, dengan kemiringan 2–5 ˚.

Secara administrasi Desa Taeng terdiri dari 2 Dusun, yakni Dusun Taeng dan Dusun Gantarang. Untuk Dusun Taeng terdiri dari 8 RW dan 20 RT sedangkan dan Dusun Gantarang tediri dari 7 RW dan 18 RT.

2. Kondisi Demografis Desa Taeng

Dalam penentuan suatu kebijakan aspek yang tidak kalah penting adalah aspek demografis. Jumlah penduduk dapat sebagai penentu arah

kebijakan kegiatan Desa, mengingat bahwa aset Desa ini, memiliki peran ganda sebagai subyek maupun obyek kegiatan.

a. Penduduk

Desa Taeng mempunyai Jumlah Penduduk 9.137 Jiwa, dengan KK 2.086 yang tersebar dalam 2 wilayah dusun yakni Dusun Taeng dan Dusun Gantarang. Di mana jumlah penduduk laki-laki sebesar 4.508 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebesar 4.629 jiwa.

Selengkapnya dapat dilihat seperti tabel berikut.

Tabel 4.1

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

Dusun Jenis kelamin

Sumber data : kantor Desa Taeng

Dari tabel tersebut di atas dapat dilihat bahwa jumlah penduduk perempuan lebih besar dari jumlah penduduk laki-laki atau atau ada sekitar 50.66 % dari total penduduk.

3. Gambaran Umum Desa Taeng a. Profil Kantor

Nama : Kantor Desa Taeng

Alamat : Desa Taeng Kec. Pallangga Kab. Gowa, Katangka, Sulawesi Selatan, Indonesia 92161

Sosial Media : facebook.com/178754126041676 Website : https://demosid.karyabangun.co.id/

b. Pemerintahan Desa

Kepala Desa mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Kepala Desa mempunyai fungsi :

1) Memimpin penyelenggaraan Pemerintah Desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama BPD

2) Mengajukan rancangan Peraturan Desa

3) Menetapkan Peraturan Desa yang telah mendapat persetujuan bersama BPD Menyusun dan mengajukan rancangan Peraturan Desa mengenai APBDes untuk dibahas dan ditetapkan bersama BPD

4) Membina kehidupan masyarakat Desa 5) Membina Perekonomian Desa

6) Mengkoordinasikan pembangunan desa secara partisipatif Tabel 4.2

Struktur Pemerintahan

No Nama Jabatan

1 H. Nurdin Yasin Kepala Desa 2 Muh. Kasim, SH Sekretaris Desa 3 M. Putra Aditama Kaur Umum

4 Nurseha, SE Kasi Pemerintahan

5 Muhammad Nur, S.Sos Kasi Kesra 6 Siti Nur Khadijah,. S.IP Kaur Keuangan

7 Sardiah Kaur Administrasai

Sumber data : kantor Desa Taeng

Pusat Pemerintahan Desa Taeng bertempat di Dusun Taeng, dan telah memiliki gedung Kantor dan aula pertemuan. Namun lahan yang dipakai statusnya masih hak pakai, sehingga untuk merenovasi bangunan kantor terkendala dalam hal staus tanah yang ditempati. Di kantor Desa Taeng telah dilengkapi dengan mobiler berupa meja, kursi, lemari , papan potensi, dan komputer.

Pelayanan ke Masyarakat dilaksanakan setiap hari jam kerja kadang kala ada juga penduduk yang datang pada sore atau malam hari. Namun masih perlu peningkatan kapasitas SDM. Peningkatan kapasitas yang dimaksud adalah menyangkut tugas dan fungsinya masing-masing antara lain : keterampilan adminitrasi, pengoperasian komputer, dan teknik pelayanan tugas kepada masyarakat.

44

B. Hasil Penelitian

Responsivitas sebagai salah satu indikator dalam pelayanan publik yang berkaitan dengan daya tanggap aparatur negara terhadap kebutuhan masyarakat yang membutuhkan pelayanan sebagaimana yang diatur dalam perundang-undangan

Responsivitas pelayanan publik sangat diperlukan, karena sebagai bukti kemapuan organisasi publik untuk menyediakan sesuatu yang menjadi tuntutan seluruh rakyat disuatu negara. Maka dari itu reponsivitas merupakan cara yang efisien untuk mengatur urusan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat baik ditingkat pusat maupun tingkat daerah atau lokal.

Responsivitas Aparat Desa Dalam Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Di Desa Taeng, merujuk pasa indikator yaitu :

1. Kemampuan merespon masyarakat 2. Kecepatan melayani

3. Ketepatan melayani 4. Kecermatan melayani 5. Ketepatan waktu melayani

6. Kemampuan menanggapi keluhan

Inilah yang menjadi dasar Responsivitas Aparat Desa Dalam Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Di Desa Taeng, peneliti mendapatkan hasil sesuai dengan teknik pengumpulan data yang telah dilaksanakan, berikut dipaparkan secara rinci. Responsivitas Aparat Desa Dalam Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Di Desa Taeng merujuk pada indikator :

1. Kemampuan Merespon Masyarakat

Kemampuan merespon diartikan sebagai kemampuan pegawai/aparat Desa Taeng dalam merespon/menjawab/menanggapi kebutuhan atau kepentingan administrasi khususnya dalam penyaluran bantuan langsung tunai yang diajukan oleh masyarakat. Dalam melihat kemampuan merespon Pegawai/aparat ada penilaian yang disusun oleh peneliti yaitu sikap pelayan aparat Desa dalam mengahadapi masyarakat yang memiliki karakter, usia dan latar belakang yang berbeda, usaha yang dilakukan pegawai dalam memuaskan masyarakat.

Berikut adalah hasil wawancara bersama Bapak sekretaris Desa Taeng mengenai kemampuan merespon Aparat Desa/ Pegawai :

“saya pikir baik yaa, bantuan langsung tunai atau bantuan sosial lainnyadari tahun 2020 sampai sekarang, khususnya bantuan langsung tunai di 2022 masih ada. Untuk proses penyalurannya respon masyarakat sangat luar bias”

“ Ketika ada masyarakat yang datang melaporkan keluhan terhadap pelayanan yang diberikan, yang pertama yang kami lakukan adalah 3S seyum , sapa dan salam. Dan mempersilahkan masyarakat tersebut.” (wawancara penelitian dengan MK tanggal 6 Juli 2022)

“ SOP tentang bantuan langsung tunai itu ada dituangkan dalam bentuk Perdes penerima BLT (KPM)”

Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan merespon aparat Desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memiliki karakter, usia dan latar belakang yang berbeda langka petama yang aparat Desa dalam merespon masyarakat yang ingin melakukan pengurusan administrasi maupun dalan Penyaluran bantuan langsung tunai, menerapkan 3S (senyum, salam, sapa) sebelum

memberikan pelayanan kepada masyarakat. Terkait SOP penyaluran bantuan langsung dituangkan dalam Perdes penerima BLT (KPM)

Selanjutnya adalah hasil wawancara bersama Ibu Kasih Kesejatraan di Desa Taeng mengenai kemampuan merespon Aparat desa/

pegawai :

“ kami sebagai aparat Desa yang melayani masyarakat alhamdulillah tidak ada kesulitan, baik itu pelayanan sehari-hari maupun bantuan-bantuan sosial lainnya, khususnya Bantuan Langsung Tunai ini respon masyarakat sangatlah baik”

(wawancara Penelitian dengan ibu MG tanggal 25 Juli 2022 ) Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan merespon aparat Desa kepada masyarakat yang menerima pelayanan baik dari pelayanan administrasi maupun dalam penyaluran bantuan langsung tunai mendapatkan respon baik dari masyarakat terkait cara merespon yang aparat Desa lakukan.

Selanjutnya adalah hasil wawancara bersama Masyarakat Penerima bantuan langsung tunai di Desa Taeng mengenai kemampuan merespon Aparat Desa/ Pegawai :

“ Respon aparat Desa sangat baik, baik itu saat saya menggurus surat atau saat mau menggambil bantuan langsung tunai”

(wawancara penelitian dengan Ibu Munarti tanggal 25 Juli 2022) Selanjutnya adalah hasil wawancara bersama Masyarakat Penerima bantuan langsung tunai di Desa Taeng mengenai kemampuan merespon Aparat Desa/ Pegawai :

“ Baik ji caranya merespon aparat Desa di kantor Desa Taeng kalau datang ini masyarakat mau ambil blt biasa sebelum disalurkan itu blt dikasih masukan tentang pemanfaatan blt”

(Wawancara dengan masyarakat penerima blt 22 agustus 2022)

Selanjutnya adalah hasil wawancara bersama Masyarakat Penerima bantuan langsung tunai di Desa Taeng mengenai kemampuan merespon Aparat Desa/ Pegawai :

“ Kalau responnya aparat Desa baik, mereka mengarahkan kami (masyarakat) kalau ada yang mau diurus, kalau terkait repon aparat Desa saat penyaluran sangat baik”

(Wawancara dengan masyarakat penerima blt 22 agustus 2022) Berdasarka hasil wawancara di atas dapat disimpulkan kemampuan merespon aparat Desa kepada masyarakat terkait penyaluran bantuan langsung tunai sudah baik, dilihat dari hasil wawancara dengan masyarakat penerima bantuan. Dalam melakukan pelayanan administrasi, aparat Desa selalu merespon dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Adapun repson aparat Desa taeng kepada masyarkat penerima bantuan atau KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dari 3 (Tiga) tahun terakhir, berikut tabel jumlah penerima bantuan dari 3 tahun terakhir :

Tabel 4.3

Jumlah Penerima BLT di Desa Taeng

NO TAHUN

Sumber data : kantor Desa Taeng

Untuk jumlah penerima bantuan di tahun 2022 lebih banyak di bandingkan dengan tahun sebelumnya yang dimana tahun sebelumnya hanya 110 penerima BLT. Dalan hal ini ada beberapa masyarkat yang baru menerima bantuan, ada beberapa yang belum vaksin di karenakan adanya keraguan terhadap keamanan vaksin. Terkait permasalah masyarakat penerima BLT yang belum melakukan vaksin, aparat Desa memberikan jangka waktu kepada masyarkat penerima bantuan untuk melakukan vaksin terlebih dahulu di puskesmas terdekat.

2. Kecepatan Melayani

Indikator ini merupakan kesigapan aparat Desa dalam melayani masyarakat. Aparat Desa yang melakukan pelayanan dengan cepat dapat dilihat dari kesigapannya. Kesigapan ini ditunjukan dengan adanya petugas yang antusias dalam segere melayani pasien yang membutuhkan bantuan

Berikut adalah hasil wawancara bersama Bapak sekretaris Desa Taeng mengenai kecepatan Melayani Aparat Desa/ pegawai :

“Seperti yang saya katakan tadi pelayanan yang diberikan untuk masyarakat tidak boleh lebih dari 5 menit, baik pelayanan masyarakat itu yang perlu itu 3 S” (wawancara penelitian dengan MK tanggal 6 Juli 2022)

Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa menekankan pelayanan pelayanan 5 menit dalam pengurusan surat-surat atau pelayanan administrasi lainnya

Selanjutnya adalah hasil wawancara bersama Ibu Kasih Kesejatraan di Desa Taeng mengenai kecepatan Melayani :

“Seperti yang kemarin Pak Sekdes katakan pelayanan masyarakat tidak boleh lebih dari 5 (Lima) menit untuk pelayanan masyarakat.

Khususnya untuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai sebelum melakukan penyaluran BLT kami aparat Desa memeriksa kembali nama-nama penerima bantuan” (wawancara Penelitian dengan ibu MG tanggal 25 Juli 2022 )

Dari hasil wawancara diatas dengan salah satu aparat Desa yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat baik itu dari segi pelayanan administrasi maupun pengurusan sura-surat, aparat Desa dengan cepat mengerjakannya. Dalam penyaluran bantuann langsung tunai aparat Desa memeriksa kembali nama-nama yang menerima sebelum di salurkan kepada masyarakat.

Selanjutnya adalah hasil wawancara bersama Masyarakat Penerima bantuan langsung tunai di Desa Taeng mengenai kecepatan melayani Aparat Desa/ pegawai :

“ kecekatan dalam merespon keluhan atau kebutuhan kami (masyarakat) sangat baik, saat mengurus surat-surat dikantor Desa aparat Desa sangat sigap memberikan pelayanan terkait kebutuhan yang saya perlukan” (wawancara penelitian dengan Ibu Munarti tanggal 25 Juli 2022)

Selanjutnya adalah hasil wawancara bersama Masyarakat Penerima bantuan langsung tunai di Desa Taeng mengenai kecepatan melayani Aparat Desa/ pegawai :

“ Saat saya melakukan pengurusan di kantor Desa, respon aparat Desa baik mereka (aparat Desa) langsung memprose seperti pengurusan surat keterangan tidak mampu” (Wawancara dengan masyarakat penerima blt 22 agustus 2022)

(Wawancara dengan masyarakat penerima blt 22 agustus 2022)

Selanjutnya adalah hasil wawancara bersama Masyarakat Penerima bantuan langsung tunai di Desa Taeng mengenai kecepatan melayani Aparat desa/ pegawai dalam penyaluran bantuan langusung tunai :

“ Alhamdulillah cepat, biasa di tanya ki melalui RT/RW dulu bilang besok ada penyaluran di kantor Desa”

(Wawancara dengan masyarakat penerima blt 22 agustus 2022) Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan kecepatan melayani aparat Desa mendapatkan respon baik dari masyarakat yang menerima pelayanan.

Dalam mengukur responsivitas pelayanan publik menurut Zeithaml, dalam Rismawati, dkk 2015 menyatakan bahwa responsivitas adalah kerelaan untuk menolong costomers dan menyelenggarakan pelayanan secara iklas, serta kemauan untuk membantu konsumen bertanggung jawab terhadap mutu pelayanan yang diberikan. Sehingga Aparat Desa Taeng harus mengedepankan standar pelayanan yang berikan kepada masyarakat harus menaggulagi kendal kendal yang terjadi saat pemberian pelayana kepada masyarakat.

NO TAHUN PENYALURAN JUMLAH ANGGARAN

1 2020 33.000.000

2 2021 33.000.000

3 2022 59.400.000

Sumber data : kantor Desa Taeng 3. Ketepatan Melayani

Ketepatan melayani ini merupakan indikator ketiga dari Responsivitas aparat Desa Dalam Penyaluran Bantuan Langsung di Desa Taeng, dimana pada indikator ini mencakup bagaimana ketepatan pelayanan yang di berikan aparat Desa kepada masyarakat.

Berikut adalah hasil wawancara bersama Bapak sekretaris Desa Taeng mengenai Ketepatan Melayani Aparat Desa/ pegawai :

“ Sebagaimana yang kita tau jumlah penduduk di Desa taeng termaksud banyak dengan begitu banyak juga kebutuhan kebutuhan yang mereka butuhkan baik itu dalam mengurus kebutuhan administrasi atapun pelayanan terkait bantuan langsung tunai di kantor Desa Taeng.”

“Dalam memberikan pelayan baik itu dari penyaluran bantuan langsung tunai, ataupun pelayanan administrai lainnya Kami tekankan juga disini tidak boleh lebih dari 5 menit”

“ biasa sebelum memberikan surat, kami bertanya lagi kepada masyarakat terkati data yang diberikan apakah sudah sesuai, sehingga tidak ada kesalahan yang terjadi” (wawancara penelitian dengan MK tanggal 6 Juli 2022)

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan terkait ketepatan melayani aparat Desa yang menerapkan 5 menit dalam pemberian pelayanan dan juga aparat Desa memeriksa kembali data yang masyarakat berikan sehingga tidak terjadinya kesalahan dalam pelayanan

Selanjutnya adalah hasil wawancara bersama Ibu Kasih Kesejahteraan di Desa Taeng mengenai Ketepatan Melayani :

“ khususnya dalam penyaluran bantuan langsung tunai ini kami aparat Desa paling lama dalam melakukan penyaluran bantuan ini selama 3 (tiga) hari, adapun alasannya banyaknya masyarakat yang menerima bantuan, dan ini tidak mungkin dapat diselesaikan

“ khususnya dalam penyaluran bantuan langsung tunai ini kami aparat Desa paling lama dalam melakukan penyaluran bantuan ini selama 3 (tiga) hari, adapun alasannya banyaknya masyarakat yang menerima bantuan, dan ini tidak mungkin dapat diselesaikan

Dokumen terkait