BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Hasil Penelitian
2. Deskripsi Hasil Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya, penulis dapat mengumpulkan data melalui instrumen tes dan memperoleh hasil belajar berupa nilai peserta didik kelas XI MIA2 MAN 1 Makassar. Berikut ini adalah nilai hasil pretest peserta didik sebelum penerapan metode Targi>b dan Tarhi>b, seperti pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.1 Nilai Pretest Kelas XI MIA2
NO. NAMA NILAI
1 ADINDA PUTRI 60
11 DWI MAGHFIRAH USLIYANTI 62
12 FARAH ARSIFA MEIDIARSIH 78
13 FARAH FITRIA R. 80
14 FARAH NURAHMANYNA SARI 75
15 FITRI DIANI JABIR 79
23 NAFSAH MUTHMAINNAH SAHAL 62
24 NAYLA ADELIA 75
35 SHIDDIQ MUFADDHAL AKBAR 55
36 ST. FANHI RATU LUTF 78
37 SITTI AULIA SIJAYA 70
38 SUCI RAMADHANI 70
Sumber data: Nilai Pretest kelas XI MIA2
Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa nilai terendah pretest
67
tanpa penerapan metode Targi>b dan Tarhi>b pada proses pembelajaran adalah 50, dan nilai tertingginya adalah 80.
c) Membuat Tabel Distribusi Frekuensi
Untuk membuat tabel distribusi frekuensi digunakan langkah-langkah sebagai berikut:
a) Menentukan banyak kelas interval K = 1 + 3,3 log n
R = Data terbesar - Data terkecil R = 80 - 50
R = 30
c) Menghitung panjang kelas P = 𝑅
𝐾
P = 30
6
P = 5
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Hasil Pretest
Interval Frekuensi
Sumber data: Hasil Pretest Kelas XI MIA2
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa distribusi frekuensi tertinggi hasil
belajar peserta didik berada pada interval 75-79 dengan frekuensi 11 sedangkan frekuensi terendah ada pada interval 50-54 dan 55-59 dengan frekuensi 2.
d) Menghitung Nilai Rata-rata
Tebel 4.3 Distribusi Tabel Penolong untuk Menghitung Nilai Rata-rata Pretest Interval Frekuensi (Fi) Titik Tengah (Xi) Fi . Xi
Sumber data: Hasil nilai dari pretest kelas XI MIA2
Untuk menghitung rata-rata dari data tersebut maka dapat menggunakan rumus berikut sebagai berikut:
Rata-rata (𝑋̅) = ∑ 𝑓𝑖 𝑥𝑖
∑ 𝑓𝑖 = 2706
38 = 71,21
Berdasarkan hasil perhitungan diatas diperoleh skor hasil belajar Fikih pada pokok bahasan peradilan Islam peserta didik kelas XI MIA2 MAN 1 Makassar setelah dilakukan pretest 71,21 dengan skor minumum 50 dan skor maksimum 80.
e) Menghitung Standar Deviasi
Tabel 4.4 Standar Deviasi Pretest
Interval (Fi) (Xi) (Xi)2 Fi . Xi Fi . Xi2
69
Tabel 4.5 Kategori Tingkat Penguasaan Materi pada Pretest Tingkat
kategori sangat rendah, 2 orang peserta didik atau sekitar 5,26% peserta didik berada pada kategori rendah, 19 orang peserta didik atau sekitar 50% peserta didik berada pada kategori sedang, dan 17 orang peserta didik atau sekitar 44,73% peserta didik berada pada kategori tinggi, dan 0 orang peserta didik atau sekitar 0% peserta didik berada pada kategori sangat tinggi.
Dari data di atas dapat dilihat bahwa presentase terbanyak pada hasil pretest berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengusaan materi sebelum metode pembelajaran Targi>b dan Tarhi>b diterapkan pada pembelajaran Fikih belum ada peningkatan.
3. Deskripsi Hasil Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Fikih di MAN 1 Makassar setelah Penerapan Metode Targi>b dan Tarhi>b.
Berikut ini adalah nilai hasil posttest peserta didik setelah penerapan metode Targi>b dan Tarhi>b, seperti pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.6 Nilai Posttest Kelas XI MIA2
N
O NAMA NILAI
1 ADINDA PUTRI 81
2 AIDAN RAY 80
3 AINUN NURUL LATIFAH 81
4 AINUN TRI PARADIBA 84
5 AISYAH AMIR 95
6 ANDI FADHIIL AQIILAH 81
7 ANDI DIAN MAHARANI 88
8 ANNISA ZULQAIDAH 82
9 ARQAM SYARKAWI 95
10 AWALUDDIN 74
11 DWI MAGHFIRAH USLIYANTI 84
12 FARAH ARSIFA MEIDIARSIH 84
13 FARAH FITRIA R. 92
14 FARAH NURAHMANYNA SARI 82
15 FITRI DIANI JABIR 82
71
23 NAFSAH MUTHMAINNAH SAHAL 91
24 NAYLA ADELIA 94
35 SHIDDIQ MUFADDHAL AKBAR 85
36 ST. FANHI RATU LUTF 92
37 SITTI AULIA SIJAYA 84
38 SUCI RAMADHANI 94
Sumber data: Nilai Posttest Kelas MIA2
Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa nilai terendah posttest kelas XI MIA2 setelah penerapan metode Targi>b dan Tarhi>b pada proses pembelajaran adalah 74, dan nilai tertingginya adalah 95.
a. Membuat tabel distribusi frekuensi
Untuk membuat tabel distribusi frekuensi digunakan langkah-langkah sebagai berikut:
a) Menentukan banyak kelas interval K = 1 + 3,3 log n
K = 1 + 3,3 log 30 K = 1 + 3,3 (1,579) K = 1 + 3,3 (1,58)
K = 6,214 dibulatkan menjadi 6 b) Menentukan rentang kelas
R = Data terbesar - data terkecil R = 95 - 74
R = 21
c) Menghitung panjang kelas P = 𝑅
𝐾
P = 21
6
P = 3,5 dibulatkan menjadi 4
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Hasil Posttets
Interval Frekuensi (Fi)
74 – 77 78 - 81 82 - 85 86 - 89 90 - 93 94 – 97
4 11 12 1 5 5
Jumlah 38
Dari tabel distribusi frekuensi hasil belajar diatas, menunjukkan bahwa distribusi frekuensi tertinggi hasil belajar peserta didik berada pada interval 82-85 dengan frekuensi 12 sedangkang frekuensi terendah pada interval 86-89 dengan frekuensi 1.
b. Menghitung Nilai Rata-rata
Tabel 4.8 Pistribusi Tabel Penolong Untuk Menghitung Nilai Rata-rata Posttest Interval Frekuensi (Fi) Titik tengah (Xi) Fi . Xi
74 - 77 4 75,5 302
73
Berdasarkan tabel di atas, maka nilai rata-rata posttest adalah:
Rata-rata (𝑋̅) = ∑ 𝑓𝑖 𝑥𝑖
∑ 𝑓𝑖 = 3201
38 = 84,23
Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh nilai rata-rata hasil belajar Fikih peserta didik kelas XI MIA2 MAN 1 Makassar adalah 84,23.
c. Menghitung Standar Deviasi
Tabel 4.9 Standar Deviasi Posttest
Interval (Fi) (Xi) (Xi)2 Fi . Xi Fi . Xi2
SD = 6,29
Jika hasil belajar peserta didik dikelompokkan dalam kategori sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, sangat tinggi akan diperoleh frekuensi dan persentase setelah dilakukan posttest dimana dimasukkan kedalam kategori kelompok sebagai berikut:
Tabel 4.10 Kategori Tingkat Penguasaan Materi pada Posttest Tingkat
Penguasaan Kategori
Posttest
Frekuensi Persentase (%)
0 – 39 Sangat rendah 0 0
40 – 54 Rendah 0 0
55 – 74 Sedang 1 2,63
75 – 89 Tinggi 27 71,05
90 – 100 Sangat tinngi 10 26,31
Jumlah 38 99,99%
P = 𝑓
𝑛 x 100%
P = 0
38 x 100% = 0%
P = 0
38 x 100% = 0%
P = 1
38 x 100% = 2,63%
P = 27
38 x 100% = 71,05%
P =10
38 x 100% = 26,31%
Berdasarkan tabel diatas maka dapat diketahui bahwa hasil belajar peserta peserta didik menunjukkan 0 orang peserta didik atau sekitar 0% peserta didik berada pada kategori sangat rendah, 0 orang peserta didik atau sekitar 0% peserta didik berada pada kategori rendah, 1 orang peserta didik atau sekitar 2,63% peserta didik berada pada kategori sedang, dan 27 orang peserta didik atau sekitar 71,05% peserta didik berada pada kategori tinggi, dan 10 orang peserta didik atau sekitar 26,31%
75
peserta didik berada pada kategori sangat tinggi.
Dari data di atas dapat di lihat bahwa presentase terbanyak pada hasil posttest berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat penguasaan materi peserta didik dengan menggunakan metode Targi>b dan Tarhi>b mangalami peningkatan.
4. Efektivitas Penerapan Metode Targi>b dan Tarhi>b pada Pembelajaran Fikih dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik di MAN 1 Makassar
Pada bagian ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang ketiga yaitu apakah penerapan metode Targi>b dan Tarhi>b pada pembelajaran Fikih efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI MIA2 di MAN 1 Makassar. Untuk melakukan analisis dan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan homogenitas karena, merupakan prasyarat untuk melakukan pengujian hipotesis. Disamping sebagai prasyarat pengujian hipotesis, pengujian normalitas dan homogenitas data juga berperan penting dalam menggunakan statistik parametrik ataupun non-parametrik.
a. Uji Normalitas
Sebelum melakukan pengolahan data lebih lanjut dilakukan pengujian prasyarat penelitian, yaitu uji normalitas. Pengujian normalitas dilakukan pada data hasil pretest dan posttest menggunakan uji kolmogorov-Smirnov Test dengan taraf signifikan (α) = 0,05. Uji ini dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS. Data berdistribusi normal jika (sig.) ˃ 0,05. Berikut hasil uji normalitas yang didapatkan.
Tabel 4.11 Uji Normalitas data Pretest dan Posttest
Kelas Pretest Postest
Sig. (2-tailed) 0,078 0,966
Pada tabel diatas nilai signifikan lebih besar dari 𝛼 (0,078 ˃ 0,05) dan 𝛼 (0,966 ˃ 0,05) jadi dapat disimpulkan bahwa data pretest dan posttest berdistribusi normal.
b. Uji Homogenitas Data
Uji prasyarat yang kedua adalah uji homogenitas. Uji homogenitas berguna untuk mengetahui apakah penelitian yang akan dilaksanakan berasal dari populasi yang sama atau bukan. Kriteria pengujian populasi homogen yaitu data bersifat homogen jika angka signifikan (Sig.) ˃ 0,05 dan data tidak homogen jika angka signifikan (Sig.) < 0,05.
Tabel 4.12 Uji Homogenitas Data Pretest dan Posttest Cooperative Script dan Artikulasi Pretest Posttest
(Sig.) 3,81 7,23
Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai signifikan data pretest sebesar 3,81 dan nilai signifikan data posttest sebesar 7,23. Nilai tersebut lebih besar dari pada nilai 𝛼 yang dipilih, yaitu 0,05. Karena nilai signifikan lebih besar dari 𝛼 (3,81 ˃ 0,05) dan 𝛼 (7,23 ˃ 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa data Cooperatiive Script dan artikulasi bersifat homogen.
c. Pengujian Hipotesis
Berdasarkan uji prasyarat analisis statistik, diperoleh bahwa data pretest dan posttest dalam penelitian ini berdistribusi normal. Selanjutnya, melakukan pengujian terhadap hipotesis statistik dengan menggunakan rumus t-test sampel related.
H0: μ1 = μ2
77
H1: μ1 ≠ μ2 Keterangan:
H0: Penerapan metode Targi>b dan Tarhi>b tidak efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Fikih di kelas XI MIA2 di MAN 1 Makassar.
H1: Penerapan metode Targi>b dan Tarhi>b efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Fikih di kelas XI MIA2 di MAN 1 Makassar.
Analisis yang digunakan untuk pengujian hipotesis adalah uji sign (uji t), sebelum dilakukan uji-t telah diketahui rata-rata 1 = 84,23 dan rata-rata 2 = 71,21 variansi sampel pretest ( ) = 6,29 variansi sampel posttest ( ) = 8,504.
Karena varian homogen maka menggunakan rumus polled varians, sehinggah diperoleh nilai dari uji t adalah:
t = x1̅̅̅̅− 𝑥2̅̅̅̅
t = 1,74
Pengolahan data menunjukkan bahwa thitung= 1,74 dan data ttabel dengan α
= 0,05 dan dk = (38+38-2) = 74 adalah 1,66. Karena thitung > ttabel (1,74 ˃ 1,66) maka dapat disimpulkan bahwa H0 di tolak. Hal ini berarti penerapan metode targhi>b dan tarhi>b efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Fikih di MAN 1 Makassar.