• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

B. Pembahasan Hasil Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Pre-Experimental Design desain one group pretest-posttest design. Sesuai dengan namanya desain ini hanya meneliti satu kelompok didalamnya terdapat pretest sebelum adanya treatment kemudian hasilnya akan diketahui lebih akurat melalui posttest setelah dilakukannya treatment.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis baik secara deskriptif maupun inferensial menunjukkan adanya peningkatan. Hasil perhitungan yaitu

thitung > ttabel (1,74 > 1,66). Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak. Hal ini pun berarti penerapan metode targi>b dan tarhi>b efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Fikih di MAN 1 Makassar.

Lembar Observasi Peserta Didik

No Aspek Pengamatan

Skor 1 2 3 4

79

1 Peserta didik hadir dalam proses belajar mengajar √ 2 Peserta didik melakukan aktivitas lain saat kegiatan belajar

mengajar berlangsung √

3 Peserta didik aktif terhadap materi pembelajaran √

4 Peserta didik mengajukan pertanyaan √

5 Peserta didik menghargai pendapat, ide, dan saran dari

peserta didik yang lain √

6 Peserta didik aktif menjawab pertanyaan √

7 Peserta didik memberi tanggapan √

8 Peserta didik menyimpulkan materi √

Berdasarkan tabel di atas dapat dinyatakan bahwa :

Kehadiran peserta didik mulai dari pertemuan pertama sampai pertemuan terakhir menempati skor 4 (100%).

1. Peserta didik yang melakukan aktifitas lain saat kegiatan belajar mengajar berlangsung menempati skor 1 (30%).

2. Peserta didik yang aktif terhadap materi pembelajaran dari pertemuan pertama sampai pertemuan terakhir menempati skor 3 (80%).

3. Peserta didik yang mengajukan pertanyaan dari pertemuan pertama sampai pertemuan terakhir menempati skor 2 (60%).

4. Peserta didik yang menghargai pendapat, ide dan saran dari peserta didik yang lain menempati skor 4 (100%).

5. Peserta didik yang aktif menjawab pertanyaan dari pertemuan pertama sampai pertemuan terakhir menempati skor 2 (60%).

6. Peserta didik yang memberikan tanggapan dari pertemuan pertama sampai pertemuan terakhir menempati skor 1 (30%).

7. Peserta didik yang mampu menyimpulkan materi dari pertemuan pertama sampai pertemuan terakhir menempati skor 3 (80%).

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data tentang efektivitas penerapan metode targi>b dan tarhi>b pada pembelajaran Fikih untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di MAN 1 Makassar, maka akhirnya dapat disimpulkan bahwa:

1. Hasil belajar Fikih pada pokok bahasan peradilan Islam kelas XI MIA2 MAN 1 Makassar sebelum penerapan metode Targi>b dan Tarhi>b diperoleh nilai rata-rata adalah 71,21 dari 38 orang peserta didik.

2. Hasil belajar Fikih pada pokok bahasan peradilan Islam kelas XI MIA2 MAN 1 Makassar setelah penerapan metode Targi>b dan Tarhi>b diperoleh nilai rata-rata adalah 84,23 dari 38 orang peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar peserta didik setelah metode Targi>b dan Tarhi>b diterapkan.

3. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis baik secara deskriptif maupun inferensial menunjukkan adanya peningkatan. Hasil perhitungan yaitu thitung >

ttabel (1,74 > 1,66). Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan menerima H1. Dengan demikian keputusan pengujian ini adalah menolak H0. Hal ini berarti penerapan metode Targi>b dan Tarhi>b efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Fikih pada kelas XI MIA2 di MAN 1 Makassar.

B. Saran Penelitian

1. Kepada guru fikih di MAN 1 Makassar dalam pembelajaran pendidikan agama

81

Islam disarankan untuk mengoptimalkan potensi peserta didik, baik afektif maupun intelektual.

2. Kepada penentu kebijakan dalam bidang pendidikan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam rangka lebih meningkatkan mutu pendidikan di sekolah terkhusus MAN 1 Makassar

3. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penelitian dan penyusunan skripsi ini, jadi diharapkan kepada peneliti lain untuk menyelidiki variabel-variabel yang relevan pada materi dengan situasi dan kondisi yang berbeda sehingga gilirannya nanti akan lahir satu tulisan yang lebih baik, lengkap dan bermutu.

82

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, Cet. II; Jakarta:

Depdikbud, 1996.

Abror, Abd. Rachman. Psikologi Pendidikan, Yogyakarta: PT. Tiara Wacana, 1993.

Ambarjaya, S Beni. Psikologi Pendidikan dan Pengajaran, Yogyakarta: CAPS, 2012.

An-Nahlawi, Abdurrahman. Prinsip-prinsip dan Metode Pendidikan Islam: Dalam Keluarga, di Sekolah dan di Masyarakat. Jakarta: CV Diponegoro P, 2001 Arif, Nur Rahmat. “Penerapan Strategi Pembelajaran Dengan Metode Pemberian

Reward And Punishment Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Peserta Didik Kelas X SMAN 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa”, Skripsi, Makassar: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, 2016.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, Cet. XIII;

Jakarta: Rineka Cipta, 2006.

Armai, Arief. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Cet. 1; Jakarta:

Ciputat Pers, 2002

Ary, Donal. Introduction to Research in Education, Wadswort: Cengage Leaming.

Azzet, Akhmad Muhaimin. Urgensi Pendidikan Karakter di Indonesi, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media 1011.

Baki, A. Nasir. Filsafat Pendidikan Islam, Cet. I; Makassar: Alauddin University Press, 2013.

Metode Pembelajaran Agama Islam, Makassar: Alauddin University Press, 2012.

Darmawati. M, “Pengaruh Pemberian Reward dan Punishment Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik di MTsN Model Makassar”, Skripsi, Makassar:

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, 2015.

Depdiknas, Pedoman Umum Sistem Pengujian Hasil Belajar.

http://www.google.com, 05-08-2017.

Djamarah, Syaiful Bahri. Psikologi Belajar, Cet. II; Jakarta: Rineka Cipta, 2008.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar, Cet. IV;

Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2010.

Fathurrohman, Puput dan M. Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar melalui Penanaman Konsep Umum dan Islami, Bandung: Rafika Aditama, 2007.

Hadi, Sutrisno. Metodologi Research I, (Yogyakarta: Fak. Psikologi UGM, 1989.

H.A. Soenarjo, Al-Qur’an dan Hadis, Jakarta: Yayasan Penyelenggra Penterjemah Al-Qur’an dan Hadis, 1971.

Halimah, Andi Ima. “Penerapan Metode Reward and Punishment Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Peserta didik pada Mata Pelajaran PAI di SMA Hang Tuah Makassar”, Skripsi, Makassar: Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar,2015.

83

Hamalik , Oemar. Proses Belajar Mengajar, Cet. VII; Jakarta: Bumi Aksara, 2008.

Hasbi T.M Ash-Shidqy, Pengantar Hukum Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1996.

Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, Cet. X; Jakarta: Raja Grafindo Rajawali Press, 2012.

Kementrian Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahan, Cet. I;

Bandung: Syaamil Quran, 2012.

Mappasoro. Belajar dan Pembelajaran, Makassar: UNM, 2011.

Nudin, Surhan. “Efektivitas Pemberian Hadiah dan Hukuman Terhadap Motivasi Belajar PAI Peserta Didik Kelas VIII SMP Tunas Dharma Way Galih Lampung Selatan”, Skripsi, Lampung: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung, 2014.

Nur, Uhbiyati. Ilmu Pendidikan Islam, Cet. II; Bandung: Pustaka Setia, 1999.

Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2006.

Rosyadi, Khoirudin. Pendidikan Profetik, Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2004.

Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Cet. V; Jakarta: Rineka Cipta, 2010.

Sudijono, Anas. Pengantar Statistik Pendidikan. Cet. XXVI; Jakarta: Rajawali Pers, 2015.

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Alfabeta, 2013.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Cet. XI; Bandung:

Alfabeta, 2008.

Sukardi, Metodelogi Penelitian Pendidikan, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2003.

Suryabrata, Sumadi. Psikologi Pendidikan, Cet. XII; Jakarta: Raja Grafindo, 2004.

Suwarno, Pengantar Umum Pendidikan, Jakarta: Aksara Baru, 1985.

Syahidin. Menelusuri Metode Pendidikan dalam Al-Qur’an, Cet. I; Bandung:

Alfabeta, 2009.

Syar’i, Ahmad. Filsafat Pendidikan Islam, Cet. I; Jakarta: Pustaka Firdaus, 2005.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1994.

Tiro, Muh. Arif. Dasar-dasar Statistik, Cet. II; Makassar: State University Of Makassar Press, 2000.

Yunus, Ahmad Risal. “Pengaruh Metode Reward dan Punishment Terhadap Peningkatan Motivasi Peserta Didik di MTs AS’ADIYAH PUTRA II SENGKANG”, Skripsi, Makassar: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, 2015.

Yunus, Mahmud. Pokok-pokok Pendidikan dan Pengajaran, Jakarta: PT. Hidakarya Agung, 2006.

Yupid, KBBI, http://www.Google.com, 21-02-2017.

Yusuf Tahar dan Saiful Anwar, Metodologi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1997.

Zakiah Daradjat, Ilmu Jiwa Agama, Yogyakarta, Bulan Bintang, 1993.

85

LAMPIRAN-LAMPIRAN

87

89

91

93

KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN

SEKOLAH : MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 MAKASSAR

KELAS : XI

MATA PELAJARAN : FIQIH

ALOKASI WAKTU : 60 Menit Kompetensi

dasar Indikator Bentuk soal Nomor soal

1.1 Memahami

peradilan dalam Islam Essai 1

2. Menjelaskan fungsi dan unsur-unsur peradilan

peradilan dalam Islam Essai 3

Butir Soal:

1. Jelaskan pengertian peradilan dalam Islam!

2. Jelaskan fungsi dan unsur peradilan dalam Islam!

3. Uraikan hikmah peradilan dalam Islam 4. Jelaskan pengertian:

a) Hakim b) Saksi

5. Sebutkan fungsi dan syarat-syarat menjadi:

a. Hakim b. Saksi

Pedoman Observasi Peserta Didik Hari/Tanggal :

Nama :

Mata Pelajaran : FIKIH

Materi Pokok : Peradilan dalam Islam Tahun Pelajaran : 2018/2019

Kelas/Semester : XI MIA2 / 1 (satu) Petunjuk Pengisian:

Lembar ini diisi oleh obsever untuk menilai sikap peserta didik dalam aktivitas belajarnya. Berilah tanda (√) pada kolom skor sesuai sikap yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut:

4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan.

3 = sering, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakuan.

2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan.

1 = tidek pernah, apabila tidak pernah melakukan.

No Aspek Pengamatan

Skor 1 2 3 4 1 Peserta didik hadir dalam proses belajar mengajar

2 Peserta didik melakukan aktivitas lain saat kegiatan belajar mengajar berlangsung

3 Peserta didik aktif terhadap materi pembelajaran 4 Peserta didik mengajukan pertanyaan

5 Peserta didik menghargai pendapat, ide, dan saran dari peserta didik yang lain

6 Peserta didik aktif menjawab pertanyaan 7 Peserta didik memberi tanggapan

8 Peserta didik menyimpulkan materi

Makassar, Oktober 2019 Observer,

Pedoman Observasi Keterlaksanaan Metode Targi>b dan Tarhi>b

95

Nama Pendidik : Hari/Tanggal :

Kelas/Semester : Pertemuan ke :

Pokok Bahasan : Petunjuk Pengisian:

d) Amati keterlaksanaan metode Targi>b dan Tarhi>b selama pembelajaran berlangsung tanpa mengganggu proses belajar mengajar.

e) Isikan tanda (√) pada kolom yang sesuai dan berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik.

No Kegiatan Ya Tidak Keterangan

1 Guru menyampaikan apersepsi

2 Guru membangkitkan minat peserta didik 3 Menghubungkan dengan materi sebelumnya 4 Menyampaikan tujuan pembelajaran

5 Meningkatkan keterlibatan siswa melalui pengalaman belajar

6

Materi pembelajaran dikaitkan dengan situasi kehidupan nyata dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

7 Menguasai materi pelajaran Fiqih 8

Guru memotivasi peserta didik agar dapat mengonstruksi pengetahuannya melalui proses pengamatan dan pengalaman.

9

Guru meminta peserta didik untuk mengamati gambar dan menyimak narasi melalui tayangan power point

10

Guru memotivasi peserta didik untuk aktif dalam bertanya baik antara peserta didik dan guru maupun antara peserta didik dengan peserta didik.

11 Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik

12

Guru memberikan Pujian/penghargaan kepada siswa yang menjawab pertanyaan dengan tepat

13 Guru memberikan Kesempatan kepada siswa untuk bertanya

14 Menggunakan media pembelajaran 15 Guru mengumpulkan informasi tentang

perkembagan belajar yang dilakukan peserta

didik selama proses pembelajaran.

16 Menimbulkan interaksi antara peserta didik 17 Guru membantu kesulitan belajar peserta

didik

18 Menggunakan bahasa yang baik dan benar 19

Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk merefleksi atau

mengingat kembali apa yang telah dipelajari 20 Guru memberikan penguatan, sekaligus

mengajak siswa untuk menyimpulkan materi

Makassar, Oktober 2019 Observer,

97 SILABUS

Sekolah : MAN 1 Makassar

Mata Pelajaran : FIQIH

Kelas/Semester : XI MIA/1(Ganjil) Kompetensi Inti

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2. Menunjukkan dan mengamalkanperilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai) santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, tehnologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar

 Menjelaskan hikmah

99

b. Menjelaskan

101

Peradilan  Membaca literatur yang berkaitan

103

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar Kelas/Semester : XI/I (Ganjil)

Mata Pelajaran : Fikih

Topik : Peradilan dalam Islam

Alokasi Waktu : 2 × 45 Menit (2 × Pertemuan) A. Kompetensi inti

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedur) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi dasar

1.2 Meyakini syariat Islam tentang hukum peradilan Islam

1.3 Menunjukkan sikap adil dan tanggungjawab dalam penerapan materi peradilan Islam

1.4 Menjelaskan ketentuan Allah tentang peradilan Islam dan hikmahnya 1.5 Menunjukkan contoh penerapan ketentuan Islam tentang peradilan Islam C. Indikator pencapaian kompetensi

a) Menjelaskan pengertian peradilan dalam Islam

b) Mengklasifikasikan dasar hukum dan perlunya peradilan dalam Islam c) Menjelaskan tugas fungsi peradilan dalam Islam

d) Menjelaskan unsur-unsur peradilan dalam Islam e) Menjelaskan pengertian dan fungsi hakim

f) Menjelaskan pengertian saksi dan syarat-syarat menjadi saksi g) Menjelaskan hikmah peradilan dalam Islam

h) Menunjukkan ketentuan Islam tentang peradilan D. Metode dan pendekatan pembelajaran

1. Pendekatan : scientific

2. Metode : Targi>b dan Tarhi>b, ceramah, diskusi dan Tanya jawab E. Media, alat dan sumber pembelajaran

1. Buku pendidikan agama islam fikih madrasah aliyah kelas XI kurikulum 2013 2. Al-Qur’an

F. Kegiatan pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Alokasi

waktu Pendahuluan a) Guru membuka pembelajaran dengan salam dan

berdoa bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat.

b) Guru meminta siswa memulai pembelajaran dengan membaca al-quran surah/ayat pilihan (nama surah disesuaikan dengan program

pembiasaan yang sudah ditentukan sebelumnya) c) Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan

mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapian pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.

d) Guru menanyakan kabar siswa

e) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai

f) Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok

10

Inti a. Peserta didik mengamati gambar tentang peradilan Islam yang diperlihatkan guru.

b. Menyimak penjelasan guru tentang peradilan dalam Islam

c. Mengamati dan membaca ketentuan tentang Peradilan dalam Islam

d. Peserta didik bertanya jawab tentang pengertian peradilan dalam Islam (hakim dan saksi)

105

e. Guru membagikan siswa dalam bentuk kelompok, setelah guru membagikan kelompok dan membagikan materi, maka guru menginstruksikan kepada setiap kelompok untuk membaca materi tersebut yang terdapat dalam buku paket

f. Setelah semua siswa membaca semua materi sesuai kelompoknya maka guru mengintruksikan kepada setiap kelompok untuk mendiskusikan poin-poin penting yang terdapat dari sub materi berdasarkan kelompoknya masing- masing.

g. Setelah mendapat poin-poin penting dari sub materi yang telah diskusikan, maka siswa mencoba untuk memahami poin-poin tersebut sesuai dengan pemahaman individu.

h. Peserta didik menyimpulkan materi yang didiskusikan.

i. Peserta didik menjelaskan tentang peradilan dalam Islam

j. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya masing-masing

k. Guru memotivasi siswa untuk menghindari perbuatan penyimpangan

Penutup 1) Guru membuat simpulan tentang materi ajar 2) Guru mengadakan evaluasi

3) Guru menyebutkan materi pelajaran yang akan dipelajari selanjutnya.

4) Bersama-sama menutup pembelajaran dengan membaca doa.

G. Penilaian

1. Teknik/jenis : kuis dan tugas individu

2. Bentuk instrumen : pertanyaan lisan dan tes tertulis 3. Instrumen/soal :

a. Tes uraian.

b. Penugasan.

DOKUMENTASI PENELITIAN

RIWAYAT HIDUP

Nama lengkap Ibrahim Amir, biasa di panggil Ibrahim atau Baim, lahir pada tanggal

107

21 Januari 1994 di Desa Anaraja Kec. Nangapanda Kab. Ende-Flores Provinsi, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ibrahim dalah anak bungsu dari 4 bersaudara terlahir dari buah kasih pasangan Amir Petu dan Siti Hawah. Ibrahim kecil memulai Pendidikan dari taman kanak-kanak RA Al-Ikhlas Rearendu Anaraja pada tahun 2000, setelah itu melanjutkan ke Sekolah Dasar di MIN Anaraja dan lulus pada tahun 2007 Pada tahun yang sama, Ibrahim melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama di MTS Negeri 3 Ende dan lulus pada tahun 2010, dan pada tahun yang sama pula Ibrahim melanjutkan pendidikan di MAN Mbay Kab. Nagekeo dan lulus pada tahun 2013.

Pada tahun 2013 kemudian Ibrahim Amir merantau ke Sulawesi Selatan tepatnya di kota Makassar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan Alhamdulillah Ibrahim di terima masuk dan lulus sebagai mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar pada jenjang strata satu (S1) Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Selama menjalani proses pendidikan ibrahim bergabung dalam organisasi PMII, LDF Al-Uswah dan organisasi daerah IMMEB F-M serta mengemban amanat menjadi ketua umum IF-MF-MEB F-F-M periode 2016 dan setelah mengakhiri masa jabatan ibrahim aktif sebagai penasehat organisasi sampai sekarang.

Dokumen terkait