Kondisi Akhir
METODE PENELITIAN
A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Hasil Belajar Siklus 1
a. Tahap Perencanaan
Pada tahap ini peneliti melakukan diskusi awal dengan kepala sekolah serta guru mata pelajaran sosiologi, sebelum menyusun rencana pembelajaran, peneliti melakukan identifikasi masalah dengan kerja sama guru bidang studi pelajaran sosiologi setelah itu menelaah kurikulum tingkat satuan pendidikan adapun standar kompetensi yang akan dicapai melalui kegiatan.
Pembelajaran melalui strategi pembelajaran ekspositori selanjutnya setelah peneliti mengetahui masalah langkah-langkah yang akan digunakan pada tindakan siklus I. peneliti kemudian membuat RPP pada materi yang telah di pilih sebelumnya dengan mengunakan strategi pembelajaran ekspositori. Selanjutnya peneliti juga menyiapkan referensi yang relevan demi
kelancaran dalam peneliti antara lain, lembar observasi dan alat evaluasi. Selain itu peneliti juga merancang membuat tes hasil belajar siklus 1
b. Pelaksanaan Tindakan
Pada siklus I berdasarkan hasil pembelajaran dengan observasi diperoleh bahwa penelitian pada:
Pertemuan Ke - I
Pada awal pertemuan peneliti membuka pelajaran dengan memperkenalakan diri dan memberikan penjelasan mengenai maksud dan tujuan diadakannya penelitian di MA. Ma’Arif Banyorang Kab. Bantaeng agar siswa tidak bingung dengan kehadiran peneliti. Setelah itu peneliti akan memberikan rangsangan kepada siswa dengan mengulas kembali materi pelajaran sebelumnya yang berhubungan dengan materi Pengendalian Sosial, disamping itu peneliti melakukan proses tanya jawab dengan siswa yang berkaitan dengan materi yang di bahas agar siswa lebih siap menghadapi bahan pelajaran dan mempunyai rasa ingin tahu yang kuat terhadap materi yang dibahas. Kegiatan pendahuluan tersebut diikuti dengan kegiatan inti.
Dalam kegiatan ini siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang kurang dipahami siswa. Sedangkan guru menyatukan kerangka berpikir siswa dengan menjelaskan bagian-bagian yang penting. Dalam kegitan pengamatan belajar, diharapkan siswa dapat menggunakan pengetahuan awal untuk membangun pengetahuan baru. Pada kegiatan pengamatan yang lebih penting siswa mengalami proses induksi sehingga siswa dapat membangun makna belajar, kesan memori atau ingatannya.
Pada saat kegiatan inti guru menjelaskan materi tentang pengendalian sosial sosial (peohala), dimana guru memberi menyampaikan tentang tujuan pembelajaran dan memeberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan gagasan dalam menjawab dan menanggap pertanyaan. Melalui berbagai tehnik bertanya guru harus dapat menumbuhkan keberanian siswa agar dapat menjelaskan berbagai argument yang meyakinkan.
Guru juga memotivasi siswa agar aktif bertanya, mengajukan pendapat dan menjawab pertanyaan dari guru dan teman sendiri. Selain itu guru berkeliling dari satu siswa ke siswa yang lain untuk memberi bimbingan dan arahan kepada mereka yang masih belum paham pada materi. Hal ini siswa merasa diperhatikan sehingga keaktifan mereka meningkat.
Kegiatan akhir dari pertemuan ini, siswa dan guru menyimpulkan materi pembelajaran. Guru menutup pembelajaran diberikan tugas individu untuk mencari informasi mengenai pengendalian sosial yang ada pada masyarakat.
Pertemuan Ke -II
Pada pertemuan ke II, Pada pertemuan kedua, kegiatan yang dilakukan yaitu mengabsen siswa dan menyiapkan siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar, kemudian peneliti mengondisikan siswa pada posisi siap belajar, peneliti menyampaikan materi secara langsung atau cerama dan Tanya jawab untuk mengungkap pengalaman apa saja yang telah di miliki siswa yang di anggap relevan dengan tema yang dikaji, peneliti menyajikan persoalan yang harus dipecahkan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, peneliti mengajak siswa untuk memecahkan persoalan yang dihadapi, peneliti membimbing
siswa agar dapat menyimpulkan pelajaran, peneliti memberikan tugas-tugas yang sesuai dengan pokok bahasan.
Setelah itu guru dan siswa menyimpulkan hasil pemecahan masalah besama-sama, kemudian menutup pelajaran dengan tepat waktukegiatan awal ketua kelas menyiapkan kelas, guru melakukan pengecekan siswa dengan mengabsen dari jumlah total 15 orang siswa, semua siswa hadir pada pertemuan ini.
Pertemuan Ke - III
Pada pertemuan ini, guru mengabsen siswa yang hadir dan yang siap mengikuti pelajaran. Sebelum memulai kembali atau melanjutkan materi tentang masalah sosial maka guru kembali memberikan apersepsi atau ingin mengetahui apakah siswa masih mengingat materi yang di ajarkan pada pertemuan sebelumnya dalam pemecahan masalah atau biasa juga memberi penguatan dalam materi sebelumnya. Dalam hal ini siswa kembali diberikan materi dan mengetahui pengendalian social yang terjadi pada masyarakat dalam mengaitkan pada kehidupannya sehari-hari dan dapat mengaplikasikannya pada kehidupanya siswa.
Kemudian guru memberikan kesempatan bertanya yang belum dipahami sebelum menutup pelajaran, namun siswa tidak ada lagi yang menanyakan materi, yang artinya bahwa siswa telah memahami materi dengan jelas. Gurupun menyampaikan kepada siswa bahwa pertemuan berikutnya melakukan ulangan harian untuk mengetahui pemahaman siswa dan untuk mengetahui keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori
Pertemuan Ke IV
Pada pertemuan keempat dilaksanakan evaluasi siklus I. Pada pertemuan ini, kegiatan yang dilakukan yaitu Siswa diminta untuk menyiapkan kelas, Guru mengabsen siswa dan kemudian menjelaskan tujuan melakukan ulangan harian. Guru membagikan soal ulangan harian dan Siswa mengerjakan soal yang telah dibagikan oleh guru kemudian siswa mengumpulkan hasil kerja yang telah dikerjakan untuk dinilai.
Evaluasi atau ulangan harian dilakukan ini untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa pada materi yang di ajarkan yaitu tentang pengendalian sosial (peohala) sesuai dengan bagian-bagianya. Setelah ulangan harian ini guru mengumpulkan jawabannya yang kemudian siswa dan guru membahas pertanyaan-pertanyaan yang telah diujikan dalam ulangan harian. Sehingga siswa tau sejauh mana siswa memahami materi yang diajarkan
Akhir dari pertemuan ini, guru mengingatkan kepada siswa untuk mempersiapkan diri dalam mempelajari materi selanjutnya dan mengakhiri pertemuan terakhir pada Siklus I dengan mengucapkan salam.
c. Tahap Hasil Observasi dan Evaluasi
Deskripsi hasil observasi dan evaluasi aktifitas siswa selama proses belajar mengajar berlangsung adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1 Keaktifan Siswa padaSiklus I
No. Komponen yang diamati
Siklus I
1 2 3 Rata-rata %
1
Banyaknya siswa yang hadir pada saat proses pembelajaran berlangsung.
14 15 12 13,6 90,6 %
2 Siswa yang memperhatikan
penjelasan guru. 7 10 10 9 60 %
3
Siswa yang melakukan kegiatan lain pada saat pembahasan materi pembelajaran.
3 2 2 2,3 15,3 %
4 Siswa yang aktif dalam proses
pembelajaran. 3 2 4 3 6,6 %
5 Siswa yang mengajukan pertanyaan
terkait materi yang diajarkan. 2 2 4 2,6 17,3 %
6
Siswa yang menjawab pertanyaan berupa kesimpulan dari materi yang diajarkan.
2 2 4 2,6 17,3 %
7 Siswa yang masih butuh bimbingan 9 9 5 7,6 50,6 %
8 Siswa yang masih pasif 3 3 3 3 20 %
Berdasarkan tabel 2.1 diperoleh data bahwa siklus I dari 15 siswa. Siswa yang hadir pada saat kegiatan pembelajaran sebanyak 90,6%, yang menyimak penjelasan guru atau pengarahan guru 60%, yang melakukan aktivitas negative selama proses pembelajaran (main-main, ribut, dll) mencapai 15,3%, siswa yang aktif dalam pembelajaran 6,6%, Siswa yang mengajukan pertanyaan terkait materi yang diajarkan mencapai 17,3% Siswa yang menjawab pertanyaan berupa kesimpulan dari materi yang diajarkan.17,3% ,
yang masih perlu bimbingan mencapai 50,6%, dan yang masih pasif dalam pembelajaran mencapai 20% siswa.
Pada siklus ini dilaksanakan hasil tes belajar yang berbentuk ulangan harian setelah selesai penyajian materi untuk siklus I. Adapun hasil analisis skor hasil belajar siswa setelah diterapkan startegi pembelajara ekspositori dapat dilihat pada table 2.2 berikut:
Table 2.2 Statistik Skor Hasil Tes Siswa Pada Siklus I
Statistik Nilai statistic
Objek 15 Skor Ideal 100 Skor Rata-rata 61,5 Skor Tertinggi 82 Skor Terendah 50 Rentang Skor 32 Standar deviasi 9,85
Dari Tabel 2.2 menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar sosiologi setelah diterapkan strategil pembelajaran ekspositori pada siswa kelas X MA. Ma’Arif Banyorang Kabupaten Bantaeng adalah 61,5 dari skor ideal yang
mungkin dicapai adalah 100. Sedangkan secara individual skor yang dicapai siswa pada penerapan ini tersebar dengan skor tertinggi 82 dan skor terendah 50 dari skor tertinggi yang mungkin dicapai 100 dan skor terendah yang mungkin dicapai 0, dengan rentang skor 32.
d. Hasil Belajar Siswa
Data hasil belajar siklus I diperoleh melalui ulangan harian yang dilaksanakan setelah tiga kali pertemuan belajar mengajar. Adapun distribusi, frekuensi dan presentase hasil belajar sosiologi siswa sebagai berikut:
Tabel 2.3 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Siklus I
Interval Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)
0 – 34 Sangat rendah 0 0 35 – 54 Rendah 1 6,7 55 - 64 Sedang 12 80 65 - 74 Tinggi 0 13,3 85 – 100 Sangat tinggi 2 0
Jumlah 15
100
Berdasarkan table 2.3 di atas, dapat dikemukakan bahwa pada siklus pertama ini menunjukkan bahwa dari 15 siswa kelas X MA. Ma’Arif Banyorang Kabupaten Bantaeng yang diajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran ekspositori secara umum penguasaan siswa terhadap materi pengendalian sosial (peohala) pada siklus I belum sepenuhnya maksimal. Hal ini terlihat bahwa siswa yang memperoleh nilai pada kategori sangat rendah 0 orang dengan persentase 0%, siswa yang berada pada kategori rendah 1 orang dengan persentase 6,7%, siswa yang berada pada kategori sedang 12 orang dengan persentase 80%, sedangkan siswa yang berada pada kategori tinggi dan sangat tinggi tidak ada, data hasil belajar ini menjadi salah satu bahan refleksi untuk pelaksanaan siklus II.
Berdasarkan data hasil belajar dari siklus I akan mengalami peningkatan walaupun masih ada siswa sebagian yang masi membutuhkan bimbingan guru. Berikut ini adalah gambar grafik batang dari hasil belajar dari siklus I.
100- 90 - Ket: : Rendah 80 - : Sedang : Sangat Tinggi 70 - 60 - 50 - 40 - 30 - 20 - 10 - 0 - R (1) S (12) ST (2)
Gambar 4.1. Grafik batang nilai hasil belajar sosiologi pada siklus I.
Berdasarkan data hasil belajar dari siklus I akan mengalami peningkatan walaupun masih ada siswa sebagian yang masih membutuhkan bimbingan guru.
e. Hasil Refleksi Siklus I
Berdasarkan hasil observasi yang menjadi rekaman pelaksanaan tindakan pada siklus I dapat dipaparkan perubahan-perubahan sikap yang terjadi di dalam realisasi tindakan yang ada terhadap proses aktivitas belajar di kelas selama kegiatan berlangsung. Sejak pertemuan pada minggu pertama sikap siswa masih menunjang kurang antusias dalam mengikuti pelajaran bahkan sebagian besar kurang motivasi mengikuti pembelajaran dan bersosialisasi dengan guru.
Namun setelah kegiatan berlangsung sampai minggu terakhir siklus I sudah nampak perubahan yang terjadi, hal ini ditunjukkan dengan minimnya siswa melakukan kegiatan yang tidak berhubungan dengan kegiatan proses belajar mengajar. Siswa menunjukkan antusias untuk mengikuti pelajaran, di dalam mengerjakan soal tugas yang diberikan sudah nampak kemandirian.
Kendala utama dalam pelaksanaan siklus I karena kurangnya minat siswa dalam mempelajari sosiologi dan kurangnya proses sosialisasi dengan guru dan teman-temanya. Oleh karena itu perlu upaya selanjutnya untuk memperbaikinya. Namun diakhir siklus ini interaksi siswa mulai meningkat terhadap penggunaan strategi pembelajaran ekspositori yang menunjukkan memberikan perubahan positif, hal ini dilihat dari refleksi dimana mereka mulai menyukai strategi pembelajaran ekspositori, aktifitas yang dibentuk dalam strategi pembelajaran ekspositori mereka anggap sebagai wadah melatih diri untuk menyimak dengan baik sehingga belajar menyenangkan dan akan meningkatkan motivasi, produktivitas. Selain itu, siswa dapat mandiri dalam memahami isi materi yang dipelajari tanpa harus mencari bahan materi karena guru sebagai salah satu sumber informasi sudah menyiapkan pokok permaslahan yang akan dibahas.
Hasil refleksi tersebut menjadi dasar acuan dilanjutkan pelaksanaan tindakan ke siklus II dengan mengupayakan perbaikan melalui pembelajaran dengan strategi pembelajaran ekspositori, menekankan kepada siswa menggunakan materi pelajaran yang telah dibaca untuk memecahkan masalah-masalah yang ada dengan berinteraksi dan saling percaya, terbuka dan rileks
diantara guru dan siswa yang lain dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh dan memberi masukan diantara mereka untuk mengembangkan pengetahuan, sikap, nilai, dan moral serta keterampilan yang ingin dikembangkan dalam pelajaran.