BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Deskripsi Hasil
Penelitian ini menghasilkan gambaran atas definisi Homoseksualitas menurut
kaum remaja dan dewasa awal, sumber informasi homoseksualitas, faktor
penyebab terbentuknya homoseksualitas, mengungkap sikap masyarakat
Indonesia terhadap Homoseksualitas dari pandangan kaum remaja dan dewasa
awal, faktor pembentuk persepsi terhadap Homoseksualitas dan perkembangan
homoseksualitas di Indonesia.
1. Definisi Homoseksualitas
Definisi homoseksualitas menurut remaja dan dewasa awal secara garis
besar terbagi menjadi tiga macam yakni Relasi, Aktifitas seksual, dan
Penyimpangan.
36
Kategori dalam Definisi Homoseksualitas
Relasi Aktifitas
seksual
Penyimpanga
n
Pernikahan
sesama
jenis
Pacaran
dengan
sesama
jenis
Menyukai
sesama
jenis
Aktifitas
seksual
sesama
jenis
Sebuah
ketidaknormala
n
Penyimpangan
perilaku
Penyimpangan
hubungan
seksual
Kategori Relasi berisikan topik topik mengenai pernikahan sesama jenis,
pacaran dengan sesama jenis, dan menyukai sesama jenis.
“Pertama kali aku tau SD, pertama kali tau SD tu laki laki menikah dengan laki laki udah itu, sampe situ.” (F, FG1, 46-48)
“Kalo homoseksual aku tau..tapi taunya Cuma laki laki pacaran sama laki laki gitu..” (B, FG3, 39-40)
“Homoseksual itu suka sesama jenis..cewek cowok ya istilahnya homo..” (B, FG2, 71-72)
Kategori berikutnya didalam Definisi Homoseksualitas adalah Aktifitas
37
“
Eeemm..kalo G denger kata homo itu yang terlintas di pikiran pertama kali itu mungkin ada kata “nyilit” “konyil konyil konco nyilit” (G, FG1, 192-194)Kategori ketiga didalam Definisi Homoseksualitas adalah
Penyimpangan. Homoseksualitas diartikan sebagai sebuah penyimpangan
perilaku atau penyimpangan hubungan seksual.
“Oke..aku A, emmm..pertama kali aku, yang terlintas di pikiranku kalo denger kata homoseksual itu pertama aku mikirnya itu tidak normal, jadi terlepas dari...apa ya..terlepas dari perilaku dan sebagainya itu menganggap kalo pikiranku kalo cowok cowok itu mikir kalo “wah itu berarti nggak normal”... (A, FG1, 281-286)
“..apa namanya.. penyimpangan kalo hubungan seksual gitu..entah itu dosa apa nggak kan aku nggak tau..” (A, FG1, 297-299)
2. Sumber Informasi Homoseksualitas
Terkait dengan sumber informasi, ada tiga macam sumber yang
memberikan informasi mengenai Homoseksualitas kepada remaja dan
dewasa awal. Ketiga macam sumber informasi ini terdiri dari media,
pengalaman pribadi, dan dari interaksi dengan orang lain.
Tabel V
Kategori dalam Sumber Informasi Homoseksualitas
Media Pengalaman
pribadi
Interaksi
dengan
orang lain
38
Majalah
Televisi
Homoseksual
Sekolah
Guyonan
Media yang menjadi sumber informasi mengenai homoseksualitas
meliputi Internet, Majalah, dan Televisi.
“Kalo dari aku ini dari pengalaman SMP, SMP itu saya coba coba buka situs porno..itu kan banyak kategori, nah terus saya itu kan penasaran kan dulu tu..ehmm ada situs biseks, terus homoseksual, dan yang lain.. ini tuh apa, buka oh ternyata cowok sama cowok ada juga yang kayak gitu.” (G, FG1, 65-69)
“
Nah itu pada saat SMP itu kan yaa..internet kan sudah mulai ada nah itu liat dari internet gitu..dan ya kalo kita buka situs bokep sih enggak sih..maksudnya eemm pada saat itu ya kayak ada sebuah artikel kesehatan atau apa gitu yang membahas hubungan sesama jenis.” (E, FG1, 110-114)“Kalo aku dari baca baca di majalah gitu..”
(B, FG2, 36)“Tivi! Terus dari cerita temen juga pernah ngomongin homo...” (A, FG3,
32)Pengalaman pribadi remaja dan dewasa awal meliputi pengetahuan
mengenai homoseksualitas yang didapatkan dari teman yang homoseksual
dan dari sekolah.
“
..tapi untuk SMA ada dua sampe tiga orang yang eeemm berani mengatakan bahwa saya ini lesbi, saya ini eeemm...open lah” (E, FG1, 102-104)“Maksudnya bukan aku yang homo..pengalaman maksudnya mengalami sendiri punya kenalan yang homo gitu loh..ah..” (A, FG2, 33 -35)
“Kalo homoseksual itu laki laki berhubungan dengan laki laki itu pernah dikasi tau dulu sama guru agama pas jelasin yang di alkitab itu..udah tapi itu thok..” (A, FG3, 133-135)
39
Informasi yang didapatkan dari interaksi dengan orang lain meliputi
pengalaman tetangga dan guyonan dengan teman sebaya.
“
Dari temen ya kayak tadi..dari gojekan gitu” (D, FG4, 28)“Katanya tetangga saya dia itu homo, terus saya bertanya “homo itu apa
to?” sama tetangga saya gitu..dia bilang itu dia suka anu..cowok..” (C, FG1, 161-163).3. Faktor Penyebab Homoseksualitas
Terkait dengan Faktor Penyebab Homoseksualitas secara garis besar
dapat dikelompokkan menjadi dua kategori menjadi Faktor Internal dan
Faktor Eksternal.
Tabel VI
Kategori dalam Faktor Penyebab Homoseksualitas
Faktor
Internal
Faktor Eksternal
Hormonal
Genetik
Pemenuhan
kebutuhan diri
Pengalaman
traumatik
Kesalahan pola asuh
Pengaruh
lingkungan sosial
40
“..itu tadi ada pemikiran bahwa sebenernya cewek sama cowok pun, cewek punya sisi feminim cowok juga punya sisi feminim..jadi ya mungkin ada kemungkinan kalo cowok dia punya sisi feminimnya lebih gede dari sisi maskulinnya..jadi ya dia menganggap dirinya feminim jadi dia jadinya lebih menyukai orang carinya yang maskulin..” (D, FG1, 356-362)
“Ya dari lahir sudah bakat homo..aku nggak tau sih tapi..” (A, FG3, 85)
“
Misalnya bapaknya homo tapi nikah sama cewek..ntar anaknya juga homo..bisa jadi..ya nggak selalu sih” (D, FG4, 133-135)“menurutku kenapa orang bisa jadi homoseksual menurutku karena pemenuhan kebutuhan... mungkin aja dia itu memang ndak dapet apa yang dia cari gitu lho..dalam dirinya sendiri dia menginginkan suatu hal dan selama ini dia itu nggak dapet itu, sehingga dia tetep tidak merasa nyaman” (A, FG1, 433-434, 437-441).
Sedangkan Faktor Eksternal terbagi atas pengalaman traumatik,
kesalahan pola asuh, dan pengaruh lingkungan sosial.
“
..menurut pendapat mas E itu tuh mungkin disebabkan eeemm ada trauma di masa lampau..mungkin ketika misalnya emm aku berpacaran dengan seorang wanita, seorang lelaki berpacaran dengan seorang wanita dan dia emm disakiti oleh wanita dan mungkin dia mendapatkan trauma..trauma masa lampau dan mungkin teman wanita itu tidak bisa membahagiakan dia, mungkin menurut dia “oh aku udah dikecewakan wanita kenapa nggak coba sama seorang laki”...” (E, FG1, 346-352)“Kalo aku sih itu mungkin karena orangtuanya..emmm gimana ya, kayak anak cowok nih nah dia gak punya figur seorang ayah gitu nah akhirnya kurang kasih sayang dari sosok laki laki..dia jadi nyari kasih sayang laki laki gitu tapi dalam wujud pacar..” (D, FG2, 188-192)
“..satu itu ada kayak yang binan..dia Cuma lingkungannya aja kayak ngerasa kalo homoseks itu keren..jadi dia ikut-ikutan aja.” (C, FG1, 483 -485).
41
Sikap terhadap Homoseksualitas menurut remaja dan dewasa awal
terbagi menjadi dua kategori. Kedua kategori ini terdiri dari Respon positif
dan Respon negatif.
Tabel VII
Kategori dalam Sikap Terhadap Homoseksualitas
Respon Positif Respon Negatif
Penerimaan
Penghargaan
Stigmatisasi
Sangsi sosial
Kategori respon positif dalam sikap terhadap homoseksualitas terbagi
atas penerimaan dan penghargaan.
“
tapi kalo homoseksual yang feminim feminim gitu malah bisa diajak ngobrol, becanda, cerita..apa ya..enak dan lebih enak cerita sama mereka daripada sama temen cowok atau temen cewek” (G, FG1, 510-514) “sekarang sih karena punya banyak..apa namanya..temen- temen yang suka sesama jenis juga yang suka sharing gitu ya nyaman aja..” (C, FG1, 549-552)“
jadi gini kalo aku sih respek sama dia, aku memaklumi dia kayak gimana..” (A, FG1, 558-559)“
Kalo aku sih sama anak homoseks itu biasanya lebih nyaman, soalnya mereka enak diajak ngomong..curhaaat gosiiip gitu lebih nyambung deh sama anak homoseks..” (A, FG2, 77-79)Kategori respon negatif terdiri dari stigmatisasi dan sangsi sosial oleh
masyarakat.
“...dan dari kecil taunya homo itu jelek, homo itu menakutkan..” (B,
FG1, 607-608)42
“Kalo aku sih ya heran iya, jijik juga, kasian juga gitu loh..” (C, FG2, 92)
“
Eemm..takut..takut menular” (F, FG2, 76)“Iya..kan kayaknya mereka deketin cowok yang normal, naksir cowok normal gitu..ntar lama lama yang normal ini jadi kebawa homo..itu kan nular artinya..” (B, FG4, 91-93)
“..tapi kalo disini itu ntar jadi aib, keluarganya malu pasti..bahkan yang homo itu bisa dipukuli atau dianggep kemasukan yang nggak nggak..” (F, FG2, 216-219)
“Orang orang jadi jijik soalnya menyalahi kodrat..” (E, FG3, 125)
“Kalo ada yang homo terus ketauan gitu biasanya dijauhi..” (C, FG4, 145)
“Iya..diomonginjuga, digosipin..” (B, FG4, 146)
“Diusir sama warga kalo ketahuan homo..” (F, FG4, 147).
5. Faktor Pembentuk Persepsi Terhadap Homoseksualitas
Didalam kategori ini terdapat tiga macam faktor pembentuk persepsi
terhadap Homoseksualitas yaitu Pendidikan, Faktor Agama, dan Tingkat
Prestasi.
Tabel VIII
Kategori dalam Faktor Pembentuk Persepsi Terhadap
Homoseksualitas
Faktor Pembentuk Persepsi Terhadap
Homoseksualitas
Pendidikan Faktor
Agama
Tingkat
Prestasi
43
Pada kategori Pendidikan berisikan topik-topik mengenai pengetahuan
dan pemahaman yang dapat menggeser pandangan negatif terhadap
Homoseksualitas sehingga dapat mengurangi diskriminasi.
“
Ya mungkin karena pendidikan. Jadi mungkin kayak untuk mengatasi supaya tidak terjadi diskriminasi terhadap mereka itu ya dengan memberikan pemahaman yang benar..” (B, FG1, 613-615)“
..kebetulan aku dapet ilmu yang bisa mengubah persepsi jadi mengerti bahwa homo itu juga manusia..mereka juga punya hak untuk hidup, berpendapat, mendapat pengakuan..nah dari situ aku udah open lah..menerima ada temen yang seperti itu, dan saya bandingkan dengan temen yang istilahnya tidak mendapat ilmu yang seperti saya..dia tetap berargumen bahwa gay itu eh homoseksual itu suatu hal yang jelek..negatif...” (G, FG1, 622-629)“Artinya gini, ketakutan itu berarti pertama mungkin dia nggak tau apa apa tentang homoseksual ya akhirnya dia memberikan respon yang berbeda setelah mengetahui..” (A, FG1, 647-650)
Pada kategori Faktor Agama berisikan topik-topik mengenai
pembentukan persepsi mengenai Homoseksualitas yang dipengaruhi oleh
pandangan agama.
“
negaranya agama itu masih kuat, sedangkan kalo menurut agama ini tuh dilarang..” (G, FG1, 692-694)“untuk agama mayoritas pun kan itu haram ya homoseksual..” (G, FG1, 721-722)
“...
soalnya aneh itu menyalahi kodratnya sebagai manusia lho itu..dilarang agama..” (C, FG2, 97-99)“
Yaaa..kayak itu tadi kan disini orangnya agamanya kuat nah homo itu jelas dilarang agama jadi nggak bisa sama kayak diluar negeri yang bebas, cuek..disini masih kaku, masih kuat pakem agama...” (B, FG2, 104-107)“
Ya jijik sih..itu ya kayak katanya dia tadi itu, anu..ya dilarang agama..di agama kan ada hukumannya buat orang homoseksual itu..dikutuk satu kota soalnya homo semua” (E, FG4, 75-77).44
Kategori Tingkat Prestasi berisikan tema-tema yang berisikan tentang
tingkat prestasi kaum Homoseksual yang dapat mempengaruhi
pembentukan persepsi terhadap homoseksualitas.
“..konteksnya misalanya artis ya, atau pemain band..misalnya “oh dia
itu homo lho” lah tapi ketika ada posisinya pemain band yang kayak gitu, pemain gitar handal yang gitu yang emang berprestasi eee masalah ini nggak ada urusannya..” (F, FG1, 519-523)“
kalo untuk perasaan mungkin aku setuju dengan yang diomongin mas F, mau dia homoseksual pun ketika dia mempunyai sebuah kebanggan itu akan bisa sangat respek...” (E, FG1, 578-581)6. Perkembangan Homoseksualitas di Indonesia
Pada kategori Perkembangan Homoseksualitas di Indonesia menurut
remaja dan dewasa awal terdapat beberapa argumen yang berbeda.
Berikut ini adalah beberapa pandangan remaja dan dewasa awal yang
menganggap bahwa Perkembangan Homoseksualitas di Indonesia
berkembang kearah yang positif.
“
..perkembangannya mungkin sampai saat ini itu lebih luas dan itu lebih produktif.” (F, Fg1, 671-672)“..kalo sekarang itu kayaknya udah terbuka ya..nah itu kan udah mulai dia mengekspos dirinya..” (C, FG1, 684-686)
“
Tapi itu kayaknya makin kesini mulai anu kok.. apa.. menerima gitu di Indonesia , buktinya sekarang makin banyak di mall gitu mereka mereka..eeemm si kaum homo ini pada ngumpul, nongkrong..itu kan tempat umum dan rame orang, berarti kan mereka udah mulai menunjukkan diri gitu..” (D, FG2, 123-128)45
“
..terus kalo di kota besar kayaknya kelompok homoseksual gitu semakin eksis, ya itu tadi suka nongkrong di mall apa di bioskop..” (C, FG2, 142-144)Beberapa pandangan remaja dan dewasa awal yang menganggap bahwa
Perkembangan Homoseksualitas di Indonesia masih belum berkembang
kearah yang baik.
“
..kalo perkembangan homoseksual di Indonesia sih menurutku masih sangat kurang, mungkin untuk di beberapa kota yang sudah maju secara pendidikan mungkin memang sudah bisa diterima..tapi di pelosok pelosok desa ternyata ada salah seorang warga desanya yang..eeh..penyuka sesama jenis mungkin itu akan mendapat sangsi sosial yang lumayan besar.” (E, FG1, 703-708)“..susah diterima masyarakat umum soalnya yang kayak gitu tu sensitif isunya..” (C, FG2, 213-214)