• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DESKRIPSI, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Analisis Data

2. Deskripsi Hasil Intervensi Siklus I

Berikut peneliti sajikan deskripsi hasil intervensi siklus I dalam upaya meningkatkan keterampilan ibadah shalat melalui metode demonstrasi siswa kelas III SDN Cipicung 05 Kabupaten Bogor, yang dibagi menjadi dua pertemuan.

a. Siklus I Pertemuan Pertama 1) Perencanaan

Siklus I dilakukan 2 kali pertemuan, untuk melakukan persiapan dan pembuatan perencanaan. Perencanaan yang dilaksanakan berdasarkan yang sudah dibuat oleh peneliti yang meliputi: (1) rencana pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013, (2) buku paket pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas III (3) lembar observasi pengamatan (4) dan instrument penilaian.

2) Pelaksanaan

Siklus I pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 5 Mei 2014 tepatnya pada pukul 07.30 - 09.25. Usai upacara bendera bel masuk berbunyi dan para siswa berbaris di depan kelas dipimpin oleh ketua kelas, kemudian para siswa masuk ke kelas, para siswa berdo’a dan menyiapkan diri untuk mengikuti pelajaran. Tidak lama kemudian guru mengucapkan salam, mengabsensi siswa, serta mengkondisikan suasana kelas agar mereka dapat belajar dengan tenang. Sebelum menjelaskan tentang materi yang akan disampaikam, guru menyampaikan tujuan dari pembelajaran yang hendak dicapai melalui penggunaan metode demonstrasi. Tujuannya agar siswa dapat meningkatkan keterampilan ibadah shalat dengan tepat sesuai dengan syariat Islam.

Setelah guru menjelaskan tentang tujuan pembelajaran, kemudian guru menjelaskan materi pelakasnaan ibadah shalat yang sesuai dengan syariat Islam. Guru menjelaskan kepada siswa tentang pentingnya pelaksanaan ibadah shalat bagi setiap muslim sedini mungkin, dan berusaha semaksimal mungkin untuk selalu melaksanakan dan jangan sampai meninggalkannya, sehingga menjadi kebiasaan dan kebutuhan serta tanpa beban dalam melaksanakanna dikemudian hari.

Dalam melaksanakan materi pelaksanaan ibadah shalat, setelah guru menerangkan tentang kewajiban siswa dalam melaksanakan ibadah shalat, maka langkah selanjutnya adalah guru memberikan/mendemonstrasikan gerakan-gerakan dalam shalat. Sebelumnya guru mengajarkan beberapa niat shalat wajib, diantaranya shalat subuh, zuhur dan shalat magrib. Hal tersebut dipilih karena perbedaan jumlah dalam rakaat shalat.

Kemudian guru menyuruh siswa untuk menghafalkan niat ketiga shalat tersebut. Kemudian guru memberikan contoh cara takbiratulikhram, sampai dengan salam. Cara pengajaran praktik keterampilan ibadah shalat ini dilakukan secara berulang-ulang di hadapan siswa. Siswa memperhatikan setiap gerakan-gerakan dalam shalat yang diperagakan guru, sambil melihat, siswa juga ada beberapa yang berinisiatif langsung mengikuti gerakan guru. Setelah beberapa lama, maka guru memanggil siswa secara acak untuk mempraktikkan atau mendemonstrasikan gerakan keterampilan ibadah shalat secara individu dihadapan para teman-tamannya yang telah dicontohkan oleh guru sebelumnya. Siswa dipanggil secara bergiliran dengan niat shalat yang berbeda.

Setelah selesai, guru mengadakan tanya jawab seputar pelajaran yang telah dipelajari hari ini, guru menanyakan kepada siswa mulai dari niat shalat, sampai dengan salam dalam ibadah shalat. Guru memberikan siswa untuk bertanya jika ada permasalahan atau materi yang belum dipahami oleh siswa, pelajaran ditutup dengan kesimpulan dan salam.

3) Observasi

Dalam penelitian ini observasi atau pengamatan berlangsung selama proses pembelajaran. Observaasi dilakukan oleh teman sejawat dalam hal ini yaitu wali kelas III SDN Cipicung 05, dengan panduan observasi yang telah ditetapkan oleh peneliti berdasarkan indikator-indikator yang telah dibahas

sebelumya. Teman sejawat selaku observer mengamati dan mencatat hal-hal yang muncul selama tindakan berlangsung yang dilakukan oleh peneliti, guna memberikan masukan dan hasil penelitian yang telah dilakukan selama proses belajar berlangsung.

Pada siklus tindakan I pertemuan 1, terlihat hasil dari penggunaan metode demonstrasi dalam meningkatkan keterampilan ibadah shalat siswa kelas III masih jauh dari yang diharapkan peneliti. Hal tersebut dapat dilihat dari pencapaian indikator seperti: ketepatan gerakan shalat, ketepatan bacaan shalat, dan kesesuain bacaan dengan gerakan shalat.

Dari hasil observaasi diketahui bahwa masih banyak siswa yang kurang tepat dalam melakukan gerakan shalat, baik dari takbiratul ikhram, ruku’, sujud dan gerakan lainnya. Dalam hal ketepatan bacaan shalat juga masih banyak siswa yang kurang hafal dan salah dalam membaca bacaan-bacaan dalam shalat, serta kesesuai bacaan dengan gerakan shalat masih ada beberapa siswa yang keliru semisal bacaan ruku dan sujud yang tertukar bacaannya. Dari hasil tersebut maka diperlukan adanya refleksi dan evaluasi untuk melakukan pembenahan atau perbaikan pada pertemuan selanjutnya.

4) Refleksi

Refleksi dalam PTK adalah upaya untuk mengkaji apa yang telah terjadi dan/atau tidak terjadi, apa yang telah dihasilkan atau yang belum berhasil dituntaskan dengan tindakan perbaikan yang telah dilakukan. Hasil refleksi itu digunakan untuk menetapkan langkah lebih lanjut, upaya mencapai tujuan PTK.

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan pada siklus I pertemuan pertama, terdapat masalah-masalah yang terjadi selama proses belajar mengajar berlangsung. Sebagai bahan rencana perbaikan untuk pembelajaran selanjutnya maka diadakan refleksi untuk tindakan pada siklus I dengan

berdiskusi dengan teman sejawat (observer). Kendala tersebut di antaranya, ketika pertemuan pertama, metode demonstrasi terfokus hanya pada guru dan siswa kurang mendapatkan peranan atau kesempatan dalam mempraktikkan secara langsung, dan hanya beberapa siswa saja secara individu, untuk itu diperlukan pembenahan rencana pembelajaran dan metode demonstrasi yang lebih terbimbing, sehingga proses dan tujuan pembelajaran dapat lebih optimal dalam pertemuan yang akan datang.

b. Siklus I Pertemuan Kedua 1) Perencanaan

Untuk rencana tindakan kelas pada siklus I pertemuan kedua ini terdiri dari berapa rencana tindakan, yaitu: membuat dan menentukan rencana materi pelajaran mempraktikkan shalat fardhu sesuai kurikulum 2013, menentukan metode pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi, menyiapkan RPP, mengembangkan skenario pembelajaran, meyiapkan lembar observasi pantaun kegiatan siswa, membuat kelompok belajar praktik shalat, dan menyiapkan format evaluasi berupa lembar penilaian tes praktek ibadah shalat.

2) Pelaksanaan

Pada pelaksanaan siklus I pertemuan kedua tentang upaya meningkatkan keterampilan ibadah shalat melalui metode demonstrasi siswa kelas III di SDN Cipicung 05 Kabupaten Bogor, guru sebagai peneliti telah mempersiapkan alat dan bahan dalam proses pembelajaran di kelas. Langkah awal adalah guru berdoa sebelum belajar, mengkondisikan kelas dan siswa serta melihat kesiapan siswa untuk belajar. Kemudian guru mengabsensi siswa dan menerangkan kembali pelajaran/materi yang telah lalu agar siswa kembali ingat dengan pelajaran yang telah dipelajari sebelumya. Sebagai pembukaan awal, guru memberikan

pertanyaan-pertanyaan ringan seputar shalat wajib, dalam hal ini shalat subuh, zuhur dan shalat magrib.

Bila dirasa siswa sudah cukup dan mulai siap, maka guru memberikan kembali pelajaran yang berkaitan dengan kerampilan ibadah shalat. Tidak lupa guru kembali memberikan nasihat akan pentingnya melaksanakan ibadah shalat bagi setiap muslim. Sehingga akan timbul motivasi dan kesadaran siswa dalam melaksanakan kegiatan ibadah shalat. Setelah itu guru mendemonstrasikan atau mempraktikkan gerakan shalat (Shalat zuhur) dihadapan para siswa secara berulang-ulang, mulai dari niat sampai dengan gerakan dan bacaan salam.

Pada kesempatan kali ini guru membagi siswa di dalam kelas ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan ibadah shalat zuhur. Setiap kelompok terdiri dari siswa laki-laki dan perempuan secara heterogen, yang terdiri atas 6-7 siswa setiap kelompoknya. Setiap kelompok salah satu siswanya dipilih sebagai pemimpin atau imam dalam shalat. Dalam kegiatan ini terlihat beberapa siswa yang masih bingung atau malu untuk mempraktikkan gerakan ibadah dan bacaan shalat, atau kurang bersedia menjadi imam bagi teman-temannya. Guru memberikan bimbingan kepada siswa agar bagi setiap muslim untuk mampu menjadi imam dikemudian hari, sehingga para siswa mau melaksanakan kegiatan praktik shalat secara berjamaah.

Setelah setiap kelompok melakukan praktik shalat zuhur berjamaah, kemudian guru menilai keterampilan pelaksanaan ibadah shalat siswa sesuai dengan lembar penilaian yang telah disiapkan bacaan shalat, dengan criteria penilaian sesuai indicator yaitu, gerakan shalat, bacaan shalat dan kesesuai antara bacaan dan gerakan shalat. Terlihat dari beberapa siswa dalam satu kelompok, masih ada beberapa siswa yang kurang tepat, atau masih belum hafal bacaan shalatnya. Namun secara keseluruhan siswa sudah

mulai hafal dan baik dalam keterampilan shalat dari pertemuan sebelumnya.

3) Observasi

Berdasarkan hasil pengamatan pada pembelajaran pada siklus I pertemuan kedua, terlihat masih beberapa siswa yang canggung, malu atau masih kurang percaya diri dalam mempraktikkan keterampilan ibadah shalat. Namun dari hasil pemantauan sebelumnya terlihat sudah ada beberapa siswa yang sudah mulai baik dan benar bacaan, gerakan, dan kesesuaian antara keduanya.

Tahap berikutnya dari pembelajaran pokok bahasan shalat fardhu dengan menggunakan metode demonstrasi, kemudian peneliti melakukan evaluasi pembelajaran berupa tes praktik shalat shalat dzuhur secara berkelompok. Hal ini dilakukan untuk mengetahui hasil belajar yang telah dilaksanakan. Pada siklus I ini hasil belajar peserta didik yang diperoleh sudah mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan kondisi awal sebelum pelaksanan tindakan, namun masih belum mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan. Hasil belajar yang diperoleh pada siklus I adalah nilai rata-rata 75,3.

Untuk hasil praktik shalat siswa pada siklus I ini bisa dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel IV.2

Hasil Praktik Keterampilan Ibadah Shalat Siklus I No. Nama Siswa Indikator Jumlah Rata-Rata Keterangan A B C 1 AB 73 70 70 213 71.0 Tuntas

2 ACA 70 68 72 210 70.0 Belum Tuntas

3 AKI 68 70 75 213 71.0 Tuntas

4 AW 70 70 75 215 71.7 Tuntas

5 AKH 73 68 75 216 72.0 Tuntas

No. Nama Siswa Indikator Jumlah Rata-Rata Keterangan A B C

7 AMA 70 68 65 203 67.7 Belum Tuntas

8 ASF 67 70 70 207 69.0 Belum Tuntas

9 AUP 60 65 70 195 65.0 Belum Tuntas

10 BF 65 68 70 203 67.7 Belum Tuntas 11 DU 68 70 75 213 71.0 Tuntas 12 DRA 70 75 75 220 73.3 Tuntas 13 DRU 80 80 85 245 81.7 Tuntas 14 EJ 67 70 75 212 70.7 Belum Tuntas 15 FA 75 78 80 233 77.7 Tuntas 16 FZ 68 70 75 213 71.0 Tuntas 17 HA 75 78 80 233 77.7 Tuntas 18 HSA 76 75 85 236 78.7 Tuntas

19 HWA 70 70 65 205 68.3 Belum Tuntas

20 IS 68 68 70 206 68.7 Belum Tuntas 21 MIN 70 75 70 215 71.7 Tuntas 22 MRF 70 70 75 215 71.7 Tuntas 23 MP 72 70 75 217 72.3 Tuntas 24 MR 75 75 80 230 76.7 Tuntas 25 NA 68 72 75 215 71.7 Tuntas 26 NO 70 65 70 205 68.3 Belum Tuntas 27 OC 75 72 72 219 73.0 Tuntas 28 RA 68 70 70 208 69.3 Belum Tuntas 29 RS 75 76 75 226 75.3 Tuntas 30 SL 75 75 75 225 75.0 Tuntas 31 SR 75 78 83 236 78.7 Tuntas 32 ZA 70 75 75 220 73.3 Tuntas TOTAL 2271 2294 2372 6937 2312.3 Tuntas Rata-rata 71 71.7 74.1 62.5 72.3 Tuntas Keterangan Indikator: (A)Ketepatan gerakan shalat (B)Ketepatan bacaan shalat

(C)Ketepatan gerakan dengan bacaan shalat

Dari hasil observasi penilaian tentang kemampuan melafalkan bacaan shalat siswa kelas III SDN Cipicung 05 Kabupaten Bogor di

atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pencapaian nilai rata-rata pada siklus I adalah sebesar 72,3, dengan banyaknya siswa yang mencapai criteria ketuntasan sebanyak 21 orang siswa atau sebesar 69%. Namun walaupun sudah banyak siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (tujuh puluh satu), namun pencapaian prosentase minimal 80% belum tercapai, maka diperlukan adanya proses pembelajaran pada siklus selanjutnya.

Hasil tes yang diperoleh tersebut digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik sebelum dan setelah penerapan pembelajaran dengan metode demonstrasi dalam meningkatkan keterampilan ibadah shalat. Selain itu juga digunakan untuk membangkitkan semangat peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran, karena pembelajaran akan lebih menarik tidak hanya guru yang aktif tetapi siswa juga bisa berperan aktif. Dengan demikian, diharapkan sikap ketergantungan siswa akan guru yang selalu memberi masukan bisa teratasi, karena dengan metode demonstrasi siswa bisa mengamati secara langsung dan bisa menyimpulkan sendiri. Sehingga keaktifan peserta didik dan hasil belajar peserta didik akan meningkat. 4) Refleksi

Berdasarkan hasil penelitian siklus I, kemudian dilakukan refleksi terhadap langkah-langkah yang telah dilaksanakan. Hasil refleksi tersebut adalah sebagai berikut:

1) Guru diharapkan mampu meningkatkan pengelolaan waktu dalam kegiatan pembelajaran materi melaksanakan shalat fardhu, baik berupa bacaan shalat maupun gerakannya yang diterapkan pada siswa kelas III di SDN Cipicung 05 Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, karena kalau tidak diatur sedemikian terencana banyak siswa yang bergurau ketika mendemontrasikan bersama-sama.

2) Dalam penyampaian secara ceramah yang pokok-pokok saja, sehingga bisa lebih banyak waktu ketika melakukan demonstrasi.

3) Guru bersama kolaborator memantau siswa secara terbagi agar siswa tidak ramai ketika melakukan demonstrasi.

4) Setidaknya membutuhkan tempat yang relatif luas ketika melakukan praktik bersama, supaya dalam mempraktikkannya bisa leluasa, tidak terganggu oleh tempat yang kurang kondusif.

5) Untuk mempermudah siswa dalam membantu pemahaman awal pada siklus II, peneliti bersama kolaborator menyusun skenario dalam proses pembelajaran pokok bahasan melaksanakan shalat fardhu khususnya, dibuat kelompok kecil ketika praktik sehingga permasalahannya akan lebih terlihat ketika ada yang merasa kesulitan.

Hasil belajar peserta didik dalam meningkatkan keterampilan ibadah shalat belum mencapai indikator yang ditentukan sehingga perlu dilakukan peningkatan aktivitas belajar di siklus II.

3. Deskripsi Hasil Intervensi Siklus II

Dokumen terkait