BAB IV DESKRIPSI, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
B. Analisis Data
3. Deskripsi Hasil Intervensi Siklus II
1) Perencanaan
Dalam perencanaan siklus II ini, peneliti telah menyiapkan perencanaan yang akan nantinya digunakan pada saat penelitian tindakan di kelas, antara lain membuat evaluasi permasalahan pada siklus sebelumya dan menemukan solusi pada siklus/pertemuan tindakan selanjutnya, membuat RPP pada pokok pelaksanaan ibadah shalat fadhu dengan penggunaan metode pembelajaran demonstrasi yang lebih efektif, menyiapkan lembar pengamatan dan format tes praktik langsung keterampilan ibadah shalat siswa. 2) Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran siklus II pertemuan pertama di kelas III SDN Cipicung 05 dilaksanakan pada hari Senin tanggal 19 Mei 2014, dilaksanakan setelah upacara bendera, guru mengatur siswa berbaris dibantu oleh ketua kelas, masuk kelas secara teratur,
duduk dibangu masing-masing, berdoa, dan mengucapkan salam. Kemudian guru mengabsensi siswa, dan mengkondisikan siswa agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan tertib. Sesuai dengan RPP yang dibuat peneliti, guru melakukan tanya jawab ringan seputar pelajaran materi pelaksanaan ibadah shalat, tidak lupa guru mengingatkan bahwa akan pentingnya melaksanakan ibadah shalat bagi setiap muslim, sehingga akan menambah siswa dalam melaksanakan ibadah shalat.
Tahap selanjutnya guru menanyakan seputar bacaan-bacaan shalat kepada para siswa, siswa dengan antusian menjawab semua pertanyaan-pertanyaan guru. Selanjutnya guru mendemonstrasikan pelaksanaan ibadah shalat magrib. Guru mendemonstrasikan pelaksanaan ibadah shalat maghrib mulai dari niat sampai dengan salam. Siswa memperhatikan dengan seksama, kemudian guru menyuruh beberapa siswa untuk tampil ke depan dan mempraktikkan apa yang sudah dicontohkan oleh guru. Ada yang bertindak sebagai imam dan yang lainnya sebagai makmum.
Setelah selesai, guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok yang terdiri 6-7 siswa yang heterogen setiap kelompoknya. Setiap kelompok salah satunya dijadikan imam dan yang lain menjadi makmum. Setiap kelompok siswa secara bergiliran tampil di depan kelas. Pelajaran ditutup dengan Tanya jawab seputar materi yang telah disampaikan, ditutup dengan kesimpulan dan salam.
3) Observasi
Dari pengamatan aktivitas peserta didik yang terjadi selama proses belajar mengajar pada siklus II pertemuan pertama ini sudah mengalami peningkatan dari pada siklus I yaitu siswa semakin baik dalam melaksanakan praktik atau keterampilan ibadah shalat. Hal tersebut dapat dilihat dari sudah banyaknya para siswa yang hafal niat-niat shalat fardhu, gerakan-gerakan shalat yang sudah semakin
baik dan bacaan-bacaan shalat yang sudah semakin hafal. Kesesuai antara gerakan dan bacaannyapun sudah terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya, hanya ada beberapa siswa yang belum hafal benar bacaan shalat yang dinilai panjang oleh peneliti, seperti bacaan doa iftitah, namun hal tersebut sangat diwajarkan, namun untuk rukun-rukun shalat sudah jauh lebih dikuasai oleh para siswa.
4) Refleksi
Dari hasil pengamatan langsung yang dilakukan peneliti dan observer, dapat diperoleh bahwa adanya peningkatan setelah diadakannya perbaikan perencanaan dan pelaksanaan tindakan dalam upaya meningkatkan keterampilan ibadah shalat melalui metode demonstrasi. Hal tersebut dapat dilihat dari semangatnya siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi pelaksanaan ibadah shalat fardhu. Namun demikian terdapat beberapa siswa yang masih belum focus seperti masih ada yang bercanda atau berbicara dengan rekannya selama pembelajaran berlangsung, dan masih ada siswa yang belum hafal pada suatu bacaan dalam gerakan shalat. Namun hal tersebut sudah jauh lebih baik dari pertemuan sebelumnya. Untuk itu diperlukan upaya seperti permodelan agar siswa lebih fokus dalam proses pembelajaran menggunakan metode demonstrasi pada pertemuan selanjutnya.
b. Siklus II Pertamuan Kedua 1) Perencanaan
Dalam perencanaan siklus II pertemuan kedua ini, peneliti telah menyiapkan perencanaan yang digunakan pada saat penelitian tindakan di kelas, antara lain:
(a) Membuat point permasalahan pada pertemuan sebelumya dan menemukan solusi pada siklus/pertemuan tindakan selanjutnya
(b) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada pokok pelaksanaan ibadah shalat fadhu dengan penggunaan metode pembelajaran demonstrasi yang lebih efektif.
(c) Menyiapkan bahan, buku materi ajar, dan poster/gambar dalam upaya mendukung proses pembelajaran.
(d) Menyiapkan lembar pengamatan dan format tes praktik langsung keterampilan ibadah shalat siswa.
2) Pelaksanaan
Setelah adanya upaya perbaikan pada siklus dan pertemuan sebelumnya, maka dalam pelaksanaan kali ini peneliti berfokus pada upaya pencapaian tujuan pelaksanaan ketuntasan nilai minimal siswa dalam pelaksanaan keterampilan ibadah shalat. Setelah kondisi kelas dinyatakan kondusif untuk proses belajar mengajar, langkah selanjutnya adalah guru mengadakan tanya jawab ringan kepada siswa tentang pelajaran yang telah dipelajari, menanyakan bacaan-bacaan dan gerakan-gerakan shalat, sesekali siswa diperintahkan maju secara individu untuk mempraktikkan pelaksanaan ibadah shalat secara lengkap. Bila terdapat kesalahan, maka rekannya yang lebih tahu akan memberitahukan kepada temannya, sehingga suasana kelas terlihat lebih aktif.
Kemudian guru memperlihatkan suatu poster/gambar seseorang yang tengah mempraktikkan ibadah shalat. Dengan adanya poster/gambar ini, siswa lebih semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Guru menanyakan tentang gambar tersebut, dan siswa menanggapi dengan antusias. Terjadi tanya jawab antara guru dan siswa dengan adanya pertunjukkan gambar tersebut, kemudian guru juga menjelaskan gambar tersebut dengan ikut mempraktikkan secara langsung di depan kelas.
3) Observasi
Secara umum, observasi adalah upaya merekam segala peristiwa dan kegiatan yang terjadi selama tindakan perbaikan
berlangsung, dengan menggunakan atau tanpa bantu. Perlu dicatat adalah kadar interpretasi yang terlibat dalam rekaman observasi. Dari hasil observasi tersebut dapat diketahui bahwa telah terjadi perbaikan peningkatan yang signifikan, baik antusias, semangat, dan keaktifan siswa dalam mempraktikkan keterampilan ibadah shalat. Siswa jauh lebih baik lagi pada pertemuan sebelumnya, peningkatan dan keterampilan siswa dalam melaksanakan ibadah shalat siswa lebih baik dan sudah sesuai dengan syariat Islam. 4) Refleksi
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap pengelolaan tindakan yang peneliti lakukan pada siklus II, diperoleh data bahwa kinerja guru sudah optimal. Hal ini dikarenakan guru sudah mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) melalui tahapan-tahapan yang ada dalam pembelajaran dengan metode demonstrasi secara keseluruhan dan sesuai denga waktu yang ditentukan dalam meningkatkan keterampilan ibadah shalat.
Pada siklus II ini hasil belajar peserta didik meningkat bila dibandingkan dengan hasil belajar peserta didik pada siklus sebelumnya yaitu nilai minimal peserta didik adalah 71 dengan ketuntasan belajar rata-rata 76. Untuk hasil dari praktik shalat pada siklus II bisa dilihat pada tabel berikut :
Tabel. IV.3
Hasil Praktik Keterampilan Ibadah Shalat Siklus II No. Nama Siswa Indikator Jumlah Rata-Rata Keterangan A B C 1 AB 75 75 75 225 75.0 Tuntas 2 ACA 73 75 75 223 74.3 Tuntas 3 AKI 72 73 80 225 75.0 Tuntas 4 AW 72 72 78 222 74.0 Tuntas 5 AKH 75 70 78 223 74.3 Tuntas
No. Nama Siswa
Indikator Jumlah Rata-Rata Keterangan 6 ALA 75 70 75 220 73.3 Tuntas 7 AMA 73 70 73 216 72.0 Tuntas 8 ASF 70 72 72 214 71.3 Tuntas 9 AUP 75 75 75 225 75.0 Tuntas 10 BF 75 75 73 223 74.3 Tuntas 11 DU 70 73 80 223 74.3 Tuntas 12 DRA 73 78 78 229 76.3 Tuntas 13 DRU 83 83 85 251 83.7 Tuntas 14 EJ 70 72 78 220 73.3 Tuntas 15 FA 78 80 83 241 80.3 Tuntas 16 FZ 73 73 78 224 74.7 Tuntas 17 HA 78 80 82 240 80.0 Tuntas 18 HSA 85 83 85 253 84.3 Tuntas 19 HWA 75 73 75 223 74.3 Tuntas 20 IS 70 72 75 217 72.3 Tuntas 21 MIN 73 78 73 224 74.7 Tuntas 22 MRF 73 73 78 224 74.7 Tuntas 23 MP 75 73 78 226 75.3 Tuntas 24 MR 78 78 82 238 79.3 Tuntas 25 NA 72 75 78 225 75.0 Tuntas 26 NO 72 70 75 217 72.3 Tuntas 27 OC 75 75 78 228 76.0 Tuntas 28 RA 75 73 75 223 74.3 Tuntas 29 RS 78 83 83 244 81.3 Tuntas 30 SL 78 80 80 238 79.3 Tuntas 31 SR 75 80 85 240 80.0 Tuntas 32 ZA 73 78 83 234 78.0 Tuntas TOTAL 2387 2410 2501 7298 2432.7 Tuntas Rata-rata 74.6 75.3 78.2 96.88 76.0 Tuntas Keterangan Indikator:
(A)Ketepatan dalam gerakan shalat (B)Ketepatan dalam bacaan shalat
(C)Ketepatan gerakan dengan bacaan shalat
Dari hasil observasi tentang praktik pelaksanaan bacaan shalat Kelas III di SDN Cipicung 05 dengan penggunaan metode demonstrasi
di atas dapat disimpulkan bahwa terjadinya peningkatan taraf pencapaian kriteria minimal siswa, hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan siswa yang telah mencapai KKM menjadi 32 siswa atau sebesar 100%, artinya telah terjadi peningkatan 3,8% dari pencapaian pada siklus I. dimana nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus II ini sebesar 76. Dikarenakan dari siklus ini diperoleh kenaikan nilai yang signifikan dimana taraf minimal pencapaian sebesar 80% dari jumlah siswa di kelas, dan telah melampaui nilai kriteria ketuntasan minimal maka peneliti memutuskan untuk tidak melanjutkan pada siklus selanjutnya, karena dianggap telah berhasil dengan tujuan penelitian.