• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilaukan, penulis memberikan saran sebagai berikut :

1. Bagi Sekolah

Sebaiknya sekolah memfasilitasi guru untuk mengembangkan metode dan media pembelajaran yang bervariatif, inovatif dan kreatif terutama pada kelas rendah.

2. Bagi Guru

Guru dapat menciptakan pembelajaran yang hidup dan menyenangkan, misalnya menggunakan media pembelajaran yang mengkonkritkan hal-hal yang bersifat abstrak, sehingga kelas menjadi kondusif dan siswa paham dengan materi yang disampaikan. Dalam melaksanakan proses belajar mengajar materi menyimak cerita anak dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, guru sebaiknya menggunakan variasi media pembelajaran, sehingga pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan dengan media wayang sumpit.

3. Bagi Siswa

Agar siswa dapat lebih rajin dalam belajar dan berfikir konkrit. Serta siswa agar jangan malu untuk bertanya jika saat dijelaskan guru saat pembelajaran belum paham.

DAFTAR PUSTAKA

Achmad, Sri Wintala. 2015. Buku Induk Mahir Bahasa dan Sastra Indonesia. Yogyakarta: Araska.

Arief S. Sadiman, dkk. 2006. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Arikunto, Suharsimi dkk. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Badudu, J.S. 1979. Kamus Ungkapan Bahasa Indonesia. Bandung: Pustaka Setia.

Budiamin, Amin & Setiawati. 2009. Bimbingan Konseling. Jakarta: Departemen Agama RI.

Darmadi, Kaswan & Rita Nirbaya. 2008. Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdiknas.

Daryanto. 2015. Media Pembelajaran. Bandung: Satu Nusa.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2011. Psikologi Belajar. Salatiga: STAIN.

Hairunnisa, Anita. 2010. Kreasi Mainan Unik dan Lucu. Bandung: Ruang Kata.

Hamalik, Oemar. 2010. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Hermawan, Herry. 2012. Menyimak Keterampilan Berkomunikasi Yang Terabaikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sriyanti, Lilik. 2013. Psikologi Belajar. Yogjakarta: Ombak.

Sukiman. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pedagogia.

Suwandi, Sarwiji. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Depdiknas.

Thobroni, M. 2015. Belajar dan Pembelajaran Teori dan Praktik. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Udin, S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Usman, Basyiruddin dan Asnawir. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat P.

Zain, Aswan dan Syaiful Djamarah. 1997. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Wulandari, Ratna. 2015. Pengaruh Kegunaan Media Wayang Terhadap

Keterampilan Menyimak Cerita Siswa Kelas II B SD Negeri Kasongan Bantul Yogyakarta. Yogyakarta: UNY.

Wulansari, Dewi Ayu. 2012. Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar

Mendengarkan Dongeng Melalui Media Wayang Kartun Pada Siswa Kelas II SD Negeri 01 Penakir Pemalang. Semarang: UNNES.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SIKLUS I Sekolah : MI Miftahul Huda 01 Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : III/Genap

Materi Pokok : Cerita Anak Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit A. Standar Kompetensi

Memahami penjelasan tentang petunjuk dan cerita anak yang dilisankan. B. Kompetensi Dasar

Mengomentari tokoh-tokoh cerita anak yang disampaikan secara lisan. C. Indikator

1. Menyebutkan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita anak. 2. Menjelaskan rangkaian sebab akibat yang dialami tokoh.

3. Memberikan tanggapan terhadap watak tokoh-tokoh dalam cerita anak. 4. Menceritakan kembali cerita dengan menggunakan kalimat sendiri. D. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa mampu 1. Mendengarkan cerita yang dibacakan guru

2. Menyebutkan tokoh dalam cerita dengan kata atau kalimat yang sederhana 3. Menentukan rangkaian sebab akibat yang dialami tokoh dalam cerita. 4. Menceritakan kembali isi dongeng dengan kalimat sendiri

E. Materi Pembelajaran Dengarkan dongeng berikut !

Keong Emas

Di sebuah desa yang terletak di pinggir hutan hidup seorang janda dan anak lelakinya. Pekerjaan sehari-hari janda itu ialah mencari kayu bakar di hutan untuk dijual di pasar yang ada di desa itu. Anaknya yang bernama Joko Lelono, pekerjaan sehari-harinya mencari ikan disungai yang mengalir tak jauh dari rumahnya.

Pada suatu hari, ketika Joko Lelono pergi memancing ikan di sungai. Hingga sehari penuh, tak satu pun ikan yang mau menyentuh kailnya.

“Ah… malang benar nasibku hari ini. Hampir petang, tapi tak satu pun ikan yang kudapat,” kata Joko Lelono dalam hati. “Sebaiknya aku pulang saja daripada nanti kelamaan di jalan. Kasihan ibu, pasti menunggu di rumah,” batin Joko Lelono.

Ketika mengemasi peralatannya, tiba-tiba ia melihat sebuah benda kuning keemasan yang bergerak-gerak menuju ke arahnya. Ia mengamati benda itu. Ternyata, seekor keong emas. Dipungutnya binatang itu dan dimasukkan ke tempat ikan. Joko pun kemudian pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, keong emas itu dimasukkan ke tempayan. Joko berkata kepada ibunya bahwa hari ini ia hanya mendapat seekor keong emas. Ibunya pun maklum akan hal itu.

Keesokan harinya, si ibu dan anaknya itu kembali menekuni pekerjaan sehari-hari masing-masing. Si ibu berangkat mencari kayu bakar, sedangkan Joko Lelono mencari ikan di sungai. Ketika pulang sore harinya, mereka terkejut oleh hidangan lezat yang telah tersaji di atas meja makan.

“Joko, apakah kamu tadi yang memasaknya?” tanya ibu itu.

“Tidak, Bu. Setelah ibu berangkat itu, aku juga segera berangkat ke sungai,“ jawab Joko Lelono.

“Jadi, siapa yang memasak makanan sebanyak ini?” tanya si ibu tak mengerti.

“Bu, karena hidangan ini masih hangat dan kelihatannya disiapkan untuk kita, bagaimana kalau kita santap bersama?” ajak Joko Lelono.

“Baik juga usulmu,” kata ibu.

Akhirnya, malam itu mereka menyantap makanan yang lezat dan setelah itu tertidur pulas, kejadian tersebut terulang sampai beberapa kali. Oleh karena penasaran, suatu hari mereka berangkat bekerja, tetapi tidak langsung beranjak pergi. Mereka mengintip dahulu ke dalam rumah. Joko Lelono dan ibunya ingin tahu, siapa yang telah berbaik hati memasakkan untuk mereka.

Sungguh, kejadian menakjubkan. Dari tempayan tempat tinggal keong emas itu muncul seorang putri yang sangat cantik. Ia turun dari tempayan. Putri itu kemudian mulai membersihkan rumah dan memasak. Melihat hal itu, Joko Lelono dan ibunya segera membuka pintu. Mendengar pintu dibuka, sang putrid segera berlari kea rah tempayan. Namun, ia kalah cepat dengan Joko Lelono yang segera memecah tempayan itu. Sang putri pun tak dapat lagi menjelma menjadi keong emas. Sebenarnya, sang putri itu adalah Galuh Candra Kirana, yang tak lain ialah istri Panji Asmara Bangun.

Melihat Galuh Candra Kirana, Joko Lelono pun memeluk sang putrid itu erat-erat karena dialah yang selama ini dicari-carinya. Joko Lelono sebenarnya bukan anak kandung janda itu. Ia adalah Panji Asmara Bangun yang hidup menumpang pada seorang janda dalam perjalanannya mencari Putri Candra Kirana.

Oleh karena kebaikan sang janda yang telah mempertemukan mereka, ia diajak kembali ke kerajaan dan menjadi pelayan setianya. Akhirnya, mereka pun hidup bahagia di kerajaan.

(Cerita Rakyat dari Jawa Tengah) F. Metode Pembelajaran

1. Ceramah 2. Penugasan 3. Demontrasi 4. Tanya jawab

5. Cerita (dengan menggunakan media pembelajaran wayang sumpit) G. Langkah-langkah Pembelajaran

1. Kegiatan Awal/Pendahuluan :

a. Guru memberi salam kepada siswa

b. Guru mengajak siswa berdoa bersama yang dipimpin oleh salah seorang siswa dengan penuh khidmat.

c. Guru bertanya: “Apa kabar anak-anak?” d. Guru mengabsen kehadiran siswa

2. Kegiatan Inti Eksplorasi

a. Guru meminta siswa untuk mendengarkan pengarahan dari guru.

b. Guru bertanya “Apakah kalian pernah mendengar cerita Keong Emas?”.

c. Kemudian guru meminta siswa untuk membuka buku paket Bahasa Indonesia mengenai cerita Keong Emas.

d. Siswa diminta untuk membaca sebentar.

e. Lalu guru bertanya “apakah sudah paham tentang cerita yang kalian baca? Elaborasi

a. Sebelum guru menceritakan, siswa diminta untuk menyimak dengan baik.

b. Kemudian guru bercerita menggunakan media wayang sumpit untuk memudahkan siswa memahami jalan cerita.

c. Siswa menyebutkan karakter atau sifat yang terdapat dalam tokoh.

d. Guru membiasakan siswa untuk menyimak, membaca dan menulis dan berbicara.. e. Guru memberi tugas baik lisan maupun tertulis.

f. Guru memberikan kesempatan siswa untuk berfikir dalam menyelesaikan tugas. Konfirmasi

a. Guru memberikan umpan balik yang positif dan menguatkan dalam bentuk lisan maupun tulisan.

b. Guru memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi.

c. Guru berfungsi sebagai narasumber, membantu menyelesaikan masalah dan memberi motivasi siswa yang belum berpatisipasi aktif.

3. Penutup

a. Guru menyimpulkan tentang hasil pembelajaran hari ini. b. Penegasan terhadap pembelajaran hari ini.

c. Guru menutup pelajaran dengan berdoa dan salam. H. Sumber/Alat dan Bahan

1. Sumber

a. Nirbaya, Rita dan Kaswan Darmadi. 2008. Bahasa Indonesia. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

b. Hairunnisa, Anita. 2010. Kreasi Mainan Unik dan Lucu. Bandung: Ruang Kata. 2. Alat dan Bahan

a. Gambar d. Karton bekas

b. Sumpit Bekas e. Lem

c. Selotip f. Gunting

I. Soal

1. Apa judul cerita di atas tadi?

2. Siapa saja pelaku yang ada dalam dongeng tersebut? 3. Sebutkan sifat-sifat pelaku dalam dongeng tersebut? 4. Apakah pekerjaan sehari-hari Joko Lelono?

5. Siapakah nama asli Keong Emas?

6. Dimanakah Joko Lelono memelihara Keong Emas?

7. Joko Lelono tinggal di desa di pinggir hutan dengan siapa? 8. Cerita Keong Emas berasal dari?

9. Apa pesan yang dapat diambil dari cerita keong emas? 10.Sukakah kamu dengan cerita Keong Emas?

H. Jawaban 1 Keong Emas

2 Ibu (seorang janda), Joko Lelono (Panji Asmara Bangun), dan Keong Mas ( Putri Candra Kirana).

3 - Ibu : Baik, perhatian, penyabar, tidak mudah menyerah dan ingin tahu. - Joko : Patuh, sabar, tidak mudah putus asa, penasaran dan baik.

- Keong Mas (Putri) : Baik hati. 4 Mencari ikan di Sungai

5 Putri Candra Kirana 6 Di tempayan

7 Ibunya (mbok Rondo) 8 Jawa Tengah

9 Jangan mudah putus asa, selalu berbuat baik/tolong menolong sesama makhluk hidup. 10 Iya, saya suka.

J. Penilaian

No. Nama Siswa Soal Nilai

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Alfiana Aura Satriany √ √ - √ - √ √ √ √ √ 80 2 Andika Wahyu Rohimin √ √ - √ √ - √ √ - √ 70 3 Daffa Seta Pradana √ - - √ √ √ √ √ - √ 70 4 Devani Bunga Salsabila √ √ - - - √ √ √ √ √ 70 5 Dewi Nawang Wulan - - - - 6 Dewi Ratih Zakiatul Utfiah √ √ √ √ - √ √ √ - √ 80 7 Fatih Subhan Maulana √ √ - √ - √ √ √ √ √ 80

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU SIKLUS I

Nama Guru : Nur Faizah, S.Pd.I

Satuan Pendidikan : MI Miftahul Huda Sumberejo 01 Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester : III/Genap Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Materi Pokok : Cerita Anak

Hari/Tanggal : Senin, 08 Mei 2017

Petunjuk Pengisian : Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai

No Aspek yang diamati Skala Partisipasi

A B C D

Kemampuan Guru Membuka Pelajaran

1 Memeriksa kemampuan siswa 

2 Memberi motivasi awal 

3 Memberikan apresiasi (kaitan materi yang sebelumnya dengan materi yang akan disampaikan)

4 Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan diberikan

Sikap Guru Dalam Proses Pembelajaran

5 Kejelasan artikulasi 

6 Variasi gerakan badan tidak mengganggu perhatian siswa

Penguasaan Bahan Belajar (materi pelajaran)

8 Bahan belajar disajikan sesuai langkah-langkah yang direncanakan di RPP yakni dengan menerapkan penggunaan media wayang sumpit

9 Kejelasan dalam menjelaskan bahan belajar (bercerita)

10 Kejelasan dalam memberikan cerita 

Kegiatan Belajar Mengajar (proses pembelajaran)

11 Penyajian bahan pelajaran sesuai dengan tujuan atau indikator yang telah ditetapkan

12 Memilih keterampilan mengatur siswa saat penerapan media wayang sumpit ketika bercerita

13 Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan media wayang sumpit

14 Melaksanakan proses pembelajaran dengan penerapan media wayang sumpit

15 Ketepatan dalam penggunaan alokasi waktu yang disediakan

Pemanfaatan Media Pembelajaran dan Sumber Belajar

16 Menggunakan media secara efektif dan efisien

17 Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media 

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar !

1. Apa judul cerita tadi?

2. Siapa saja pelaku yang ada dalam dongeng tersebut?

3. Sebutkan sifat-sifat pelaku dalam dongeng tersebut!

4. Apakah pekerjaan sehari-hari Joko Lelono?

5. Siapakah nama asli keong mas?

6. Dimanakah Joko Lelono memelihara keong mas?

7. Joko Lelono tinggal di desa di pinggir hutan dengan siapa?

8. Cerita keong emas berasal dari?

9. Pesan apa yang dapat di ambil dari cerita tersebut?

10. Sukakah kamu dengan cerita Keong Emas?

Nama :

Kelas :

Jawaban :

1 Keong Emas

2 Ibu (seorang janda), Joko Lelono (Panji Asmara Bangun), dan Keong Mas ( Putri Candra Kirana).

3 - Ibu : Baik, perhatian, penyabar, tidak mudah menyerah dan ingin tahu. - Joko : Patuh, sabar, tidak mudah putus asa, penasaran dan baik.

- Keong Mas (Putri) : Baik hati. 4 Mencari ikan di Sungai

5 Putri Candra Kirana 6 Di tempayan

7 Ibunya (mbok Rondo) 8 Jawa Tengah

9 Jangan mudah putus asa, selalu berbuat baik/tolong menolong sesama makhluk hidup. 10 Iya, saya suka.

DAFTAR HASIL BELAJAR SISWA KELAS III

MATERI MENYIMAK CERITA ANAK BAHASA INDONESIA MI MIFTAHUL HUDA SUMBEREJO 01

SIKLUS I

No Nama KKM Nilai Keterangan

1 A. A. S 70 80 Tuntas 2 A .W. R. 70 70 Tuntas 3 D. S. P. 70 70 Tuntas 4 D. B. S. 70 70 Tuntas 5 D. N. W. 70 40 Belum Tuntas 6 D. R. Z. U. 70 80 Tuntas 7 F. S. M. 70 80 Tuntas 8 F. S. N. A. 70 80 Tuntas 9 F. T. A. 70 60 Belum Tuntas 10 M. F. H. 70 100 Tuntas 11 M. F. 70 50 Belum Tuntas 12 M. I. A. 70 90 Tuntas 13 M. S.H. 70 70 Tuntas 14 N.W. S. 70 60 Belum Tuntas 15 N. N. S. 70 80 Tuntas 16 S.G. R. 70 80 Tuntas 17 S.H. P. 70 60 Belum Tuntas 18 Z.P.F. 70 60 Belum Tuntas Jumlah 1240

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SIKLUS II Sekolah : MI Miftahul Huda 01 Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : III/Genap

Materi Pokok : Cerita Anak Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit A. Standar Kompetensi

Memahami penjelasan tentang petunjuk dan cerita anak yang dilisankan. B. Kompetensi Dasar

Mengomentari tokoh-tokoh cerita anak yang disampaikan secara lisan. C. Indikator

1. Mendengar dengan seksama cerita yang disampaikan secara lisan. 2. Menuliskan tokoh-tokoh cerita beserta watak atau sifatnya.

3. Memberikan tanggapan terhadap tokoh-tokoh dalam cerita secara lisan. D. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa mampu 1. Mendengarkan cerita yang dibacakan guru

2. Mencatat tokoh-tokoh dalam cerita dengan kata atau kalimat yang sederhana 3. Memberikan tanggapan terhadap tokoh-tokoh dalam cerita secara lisan. E. Materi Pembelajaran

Dengarkan dongeng berikut !

Batu Menangis (Cerita Rakyat Kalimantan)

Darmi memandangi wajahnya lewat cermin yang tergantung di dinding kamarnya. “Ah aku memang jelita,” katanya. “Lebih pantas bagiku untuk tinggal di istana raja daripada di gubuk reot seperti ini.”

Matanya memandang ke sekeliling ruangan. Hanya selembar kasur yang tidak empuk tempat dia tidur yang mengisi ruangan itu. Tidak ada meja hias yang sangat dia dambakan. Bahkan lemari untuk pakaian pun hanya sebuah peti bekas. Darmi mengeluh dalam hati.

Darmi memang bukan anak orang kaya. Ibunya hanya seorang janda miskin. Untuk menghidupi mereka berdua, ibunya bekerja membanting tulang dari pagi hingga malam. Pekerjaan apapun dia lakukan. Mencari kayu bakar di hutan, menyabit rumput untuk pakan kambing tetangga, mencucikan baju orang lain, apapun dia kerjakan untuk bisa memperoleh upah. Sebaliknya Darmi adalah anak yang manja. Sedikit pun dia tidak iba melihat ibunya bekerja keras sepanjang hari. Bahkan dengan teganya dia memaksa ibunya untuk memberinya uang jika ada sesuatu yang ingin dibelinya.

“Ibu, ayo berikan uang padaku! Besok akan ada pesta di desa sebelah, aku harus pergi Bajuku sudah using semua, “katanya.

“Nak, kemarin kan kau baru beli baju baru. Pakailah yang itu saja. Lagipula, uang ibu hanya cukup untuk makan kita dua hari. Nanti kalau kau pakai untuk membeli baju, kita tidak bisa makan nak!” kata ibnya mengiba.

“ Alah itukan urusan ibu buat cari uang lagi. Baju yang kemarin itu kan sudah aku pakai, malu dong pakai baju yang itu-itu lagi. Nanti apa kata orang! Sudahlah ayo berikan uangnya sekarang!” kata Darmi dengan kasar.

Terpaksa sang ibu memberikan uang yang diminta anaknya itu. Dia memang sangat sayang pada anak semata wayangnya itu.

Begitulah, hari demi hari sang ibu semakin tua dan menderita. Sementara Darmi yang dikaruniai wajah yang cantik semakin boros. Kerjaannya hanya menghabiskan uang untuk membeli baju-baju bagus, alat-alat kosmetik yang mahal dan pergi ke pesta-pesta untuk memamerkan kecantikannya.

Suatu hari Darmi meminta ibunya untuk membelikannya bedak di pasar. Tapi ibunya tidak tahu bedak apa yang dimaksud.

“Sebaiknya kau ikut saja ibu ke pasar, jadi kau bisa memilih sendiri,” kata ibunya.

“Ih, aku malu berjalan bersama ibu. Apa kata orang nanti. Darmi yang jelita berjalan dengan seorang nenek yang kumuh,”katanya sambil mencibir.

“Ya sudah kalau kau malu berjalan bersamaku. Ibu akan berjalan di belakangmu,” ujar ibunya dengan sedih.

“Baiklah, ibu janji ya! Selama perjalanan ibu tidak boleh berjalan di sampingku dan tidak boleh berbicara padaku!”katanya.

Ibunya hanya memandang anaknya dengan sedih lalu mengiyakan.

Akhirnya mereka pun berjalan beriringan. Sangat ganjil kelihatannya. Darmi terlihat sangat cantik dengan baju merah mudanya yang terlihat mahal dan dibelakangnya ibunya yang sudah bungkuk memakai baju lusuh yang penuh tambalan. Di tengah jalan Darmi bertemu dengan teman-temannya dari desa tetangga yang menyapanya.

“Hai Darmi, mau pergi kemana kau?”sapa mereka. “Aku mau ke pasar,” jawab Darmi.

“Oh, siapa nenek yang dibelakangmu itu? Ibumu?”tanya mereka.

“Oh bukan! Bukan!. Mana mungkin ibuku sejelek itu. Dia itu Cuma pembantuku.” Sahut Darmi cepat-cepat.

Betapa hancur hati ibunya mendengar anak kesayangannya tidak mau mengakui sebagai ibunya sendiri. Ditahannya rasa dukanya di dalam hati. Namun, kejadian itu berulang terus menerus sepanjang perjalanan mereka. Semakin lama hati si ibu semakin hancur. Akhirnya dia tidak tahan lagi menahan kesedihannya. Sambil bercucuran air mata dia menegur anaknya.

“Wahai anakku sebegitu malukah kau mengakui aku sebagai ibumu? Aku yang melahirkanmu ke dunia ini. Apakah ini balasanmu pada ibumu yang menyayangimu?”

Darmi menoleh dan berkata, “Hah, aku tidak minta dilahirkan oleh ibu yang miskin sepertimu. Aku tidak pantas menjadi anak ibu. Lihatlah wajah ibu! Jelek, keriput dan lusuh! Ibu lebih pantas jadi pembantuku daripada jadi ibuku!

Usai mengucapkan kata-kata kasar tersebut Darmi dengan angkuh kembali meneruskan langkahnya.

Dengan bercucuran air mata ibunya mengadukan dukanya kepada Tuhan. Wajahnya menengadah ke langit dari mulutnya keluarlah kutukan, “Oh Tuhanku! Hamba tidak sanggup

lagi menahan rasa sedih di hatiku. Tolong hukumlah anak hamba yang durhaka. Berilah dia hukuman yang setimpal!”

Tiba-tiba langit berubah mendung dan kilat menyambar-nyambar diiringi Guntur yang menggelegar. Darmi ketakutan dan hendak berlari ke arah ibunya. Namun dia merasa kakinya begitu berat. Ketika dia memandang ke bawah dilihatnya kakinya telah menjadi batu, lalu kini betisnya, pahanya, dan terus naik ke atas. Darmi ketakutan, dia berteriak meminta pertolongan pada ibunya. Tapi, ibunya hanya memandangnya dengan berderai air mata.

“Ibu, tolong Darmi, bu! Maafkan Darmi. Aku menyesal telah melukai hati ibu. Maafkan aku, bu! Tolong aku!” teriaknya. Ibu Darmi tidak tega melihat anaknya menjadi batu, tapi tidak ada yang bisa dilakukannya. Nasi sudah menjadi bubur. Kutukan yang terucap tidak bisa ditarik kembali. Akhirnya dia hanya bisa memeluk anaknya yang masih memohon ampun dan menangis hingga akhirnya suaranya hilang dan seluruh tubuhnya menjadi batu. F. Metode Pembelajaran

1. Ceramah 2. Penugasan 3. Demontrasi 4. Tanya jawab

5.Cerita (dengan menggunakan media pembelajaran wayang sumpit) G. Langkah-langkah Pembelajaran

1. Kegiatan Awal/Pendahuluan :

a. Guru memberi salam kepada siswa

b. Guru mengajak siswa berdoa bersama yang dipimpin oleh salah seorang siswa dengan penuh khidmat.

c. Guru bertanya: “Apa kabar anak-anak?” d. Guru mengabsen kehadiran siswa

e. Guru memotivasi dan menanyakan pelajaran sebelumnya. f. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari.

2. Kegiatan Inti Eksplorasi

a. Guru meminta siswa untuk mendengarkan pengarahan dari guru.

b. Guru bertanya “Apakah kalian pernah mendengar cerita Batu Menangis?”. c. Siswa diminta menyimak cerita yang akan di dongengkan oleh guru.

Elaborasi

a. Sebelum guru menceritakan, siswa diminta untuk menyimak dengan baik.

b. Kemudian guru bercerita menggunakan media wayang sumpit untuk memudahkan siswa memahami jalan cerita.

c. Siswa menyebutkan karakter atau sifat yang terdapat dalam tokoh. d. Guru memberi tugas baik lisan maupun tertulis.

e. Guru memberikan kesempatan siswa untuk berfikir dalam menyelesaikan tugas. Konfirmasi

a. Guru memberikan umpan balik yang positif dan menguatkan dalam bentuk lisan maupun tulisan.

c. Guru berfungsi sebagai narasumber, membantu menyelesaikan masalah dan memberi motivasi siswa yang belum berpatisipasi aktif.

Penutup

a. Guru menyimpulkan tentang hasil pembelajaran hari ini. b. Penegasan terhadap pembelajaran hari ini.

c. Guru menutup pelajaran dengan berdoa dan salam. H.Sumber/Alat dan Bahan

1.Sumber

a. Nirbaya, Rita dan Kaswan Darmadi. 2008. Bahasa Indonesia. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

b. Mayasti, Ayu. 2010. Kumpulan Legenda Hikayat dan Cerita Rakyat Nusantara. Yogyakarta: Lafal Indonesia.

c. Hairunnisa, Anita. 2010. Kreasi Mainan Unik dan Lucu. Bandung: Ruang Kata.

2.Alat dan Bahan a. .Gambar b. Sumpit Bekas c. Selotip d. Karton bekas e. Lem f. Gunting I. Soal

1. Apa judul cerita di atas ?

2. Siapa saja tokoh dalam cerita tersebut? 3. Di mana latar cerita tersebut?

4. Apa pekerjaannya ibunya Darmi?

5. Bagaimana watak Darmi dalam cerita tersebut?

6. Apakah Darmi suka membantu ibunya? berikan alasannya. 7. Mengapa Darmi tidak mau berjalan bersama ibunya? 8. Di mana Cerita Batu Menangis berasal?

9. Apa yang dilakukan si Ibu setelah mendengar kata-kata kasar dari anaknya? 10. Pelajaran apa yang dapat diambil dari cerita “Batu Menangis”?

H. Jawaban

1. Batu Menangis.

2. Ibu (seorang janda) dan Darmi (anak semata wayang). 3. Di rumah, Pasar, Hutan, Desa.

4. Pencari kayu bakar untuk dijual, menyabit rumput, dan mencuci pakaian tetangga. 5. Durhaka, Pemalas, Pemarah, Boros, Egois

6. Tidak, Darmi tidak suka membantu ibunya. Karena Darmi malas dan pekerjaannya hanya dandan berbelanja, meminta uang kepada ibunya untuk membeli baju-baju baru dan sering ikut berpesta di desa seberang.

Dokumen terkait