Deskripsi hasil penelitian ini merupakan rumusan keseluruhan sumber yang di peroleh peneliti di lapangan selama kegiatan penelitian berlangsung. Melalui proses wawancara, observasi, dan dokumentasi.
wancara di laksanakan dengan 6 orang informan yang memiliki kontribusi dan tolak ukur sebagai masyarakat yang menerapkan langsung nilai keadilan di Desa Pusat Damai. Wawancara sebagai bagian dari proses pengumpulan data di lakukan oleh peneliti adalah melalukan komunikasi langsung kepada responden berkaitan dengan waktu dan tempat pelaksanaan wawancara di laksanakan wawancara di sesuikan degan kesediaan responden untuk mengadakan wawancara.
Adapun yang di jadikan informan dalam wawancara yang di lakukan peneliti adalah:
1. Kepala Desa Ibu Margareta Eta/Bpk Siprianus,A.Md 2. Ketua Adat sekaligus Kepala dusun Bpk Iskandar 3. Ketua RT 06 Bpk Sedimanus
4. Ketua RT 07 Bpk Saiban 5. Bpk Ujang (Masyarakat) 1. Deskripsi Hasil Wawancara
Paparan deskripsi hasil penelitian yang di bawah ini merupakan hasil perumusan dari sumber bukti yang di peroleh dari hasil wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Wawancara di laksanakan dengan 06 narasumber yang bertempat tinggal di Desa Pusat Damai. Data-data yang peneliti kumpulkan atau dapatkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang sudah terkumpul maka dapat dideskripsikan berdasarkan fokus masalah yang dirumuskan sebelum penelitian ini dilaksanakan.Diskripsi data erat kaitannya dengan reduksi data menurut Sugiyono (2014: 92) mereduksi data bearti merangkum, memlilih hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya serta membuang hal yang tidak diperlukan.
Semua hasil wawancara penelitian ini diuraikan berdasarkan fokus pertanyaan penelitian sebagai berikut:
a. Wujud nilai keadilan sosial di Desa Pusat Damai Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau
Masyarakat adalah hubungan satu orang atau sekelompok orang-orang yang hidup secara mengelompok maupun individu yang berinteraksi satu sama lain saling mempengaruhi menimbulkan perubahan sosial dalam kehidupan. Perwujudan dari sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia diwujudkan melalui kegiatan sehari-hari yang dilakukan masyarkat. Setiap warga harus mengembangkan sikap kekeluargaan, kerjasama, kerja keras, peduli sesama, dan adil terhadap sesama warganya. Sikap suka memberikan pertolongan kepada orang ini perlu diajarkan sejak usia dini agar dapat berdiri sendiri dan dengan sikap yang demikian ia tidak menggunakan hak miliknya untuk usaha-usaha yang bersifat semena-mena terhadap orang lain, tidak melakukan hal hal yang bersifat pemborosan, dan hal-hal lain yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, Menurut Wijajja (Dian susanti, 2013:18) perwujudan pengakuan pancasila yaikni:
Pacasila membagkitkan kesadaran akan dirinya atas pengembangan tangung jawab pribadi terhadap kehidupan masyarakat dan sebaliknya, setra menimbulkan kesadaran dan kemauan untuk senatiasa dapat mengendalikan diri dan kepentingan, agar tercipta keseimbangan, keselarasan dan keserasian kehidupan masyarakat atas dasar kesadaran hukum yang berlaku. Hukum, perilaku manusia dan masyarakat haruslah di tunjukan atau terpusat pada perwujudan nilai-nilai luhur pancasila, sehingga baik manusia maupun masyarakat sikap dan perilaku timbul atas dorongan sebagai kesadaran hukum untuk mewujudkan kehidupan sejahtera dan bahagia dengan di landasi oleh nilai-nilai luhur pancasila dari segala implikasinya.
Nilai pancasila digali oleh nilai-nilai luhur nenek moyang bangsa Indonesia termasuk nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merapakan nilai-nilai yang menjadi acuan untuk bangsa Indonesia setiap perbuatan manusia harus sesuai dengan nilai-nilai pancasila tersebut. Hal
ini juga di sebutkan oleh Ibu Margareta Eta 38 tahun, selaku Kepala Desa Pusat Damai, wawancara ini dilakukan pada hari Senin 11 Febuari 2019 jam 9 :45 wib Beliau mengatakan bahwa :
Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ini merupakan nilai yang sebenarnya harus ada dalam suatu masyarakat karna penerapanya sangat penting untuk kesejahtraan masyarakat.
Khususnya di Desa Pusat Damai ini nilai keadilannya menurut saya pribadi sedikit banyak sudah menerapkan karna yang saya lihat masyarakat Desa sebagian besar sudah saling menghargai dan menjunjung tinggi nilai gotong-royong.
Terkait dengan nilai keadilan di Desa Pusat Damai seperti yang diuraikan oleh Bpk Iskandar 45 tahun, selaku Kepala Adat sekaligus Kepala Dusun, wawancara ini dilakukan pada hari Senin 11 Febuari 2019 jam 10 :45 wib Beliau mengatakan bahwa :
Salah satu bentuk kegiatan yang saya ketahui yang di lakukan di Desa Pusat Damai adalah gotong-royong pembagunan jalan dan saling membantu jika ada warga yang kesulitan dengan cara pembagian beras untuk rakyat yang kurang mampu dan yang terakhir adalah ronda malam.
Hal ini senada juga dikatakan oleh Bpk Sedimanus 43 tahun, selaku Ketua RT 06, wawancara ini dilakukan pada hari selasa 12 Febuari 2019 jam 9:30 wib mengatakan bahwa
Dengan adanya program-program yang dilaksanakan dapat membentuk nilai keadilan di Desa ini Dapat mengembangkan nilai keadilan
Berkaitan dengan wujud sila keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia yang di terapkan di Desa Pusat Damai maka Bpk Saiban 51 tahun selaku Ketua RT 07 wawancara ini di lakukan pada hari selasa 12 Febuari 2019 jam 11:01
Penanaman nilai sila keadilan memang sudah di terapkan tetapi masih banyak agota masyarakat yang tidak menerapkannya, hal ini terjadi karna adanya tuntutan kebutuhan yang tinggi jadi mereka lebih mengutamakan pekerjaannya di bandingkan mengikuti kegiatan-kegiatan seperti pembagian beras dan kegiatan lain yang tujuannya mengembangkan nilai keadilan di desa ini
Hal ini senada juga dikatakan oleh Bpk Ujang 43 tahun, sebagai masyarakat di Desa Pusat Damai, wawancara ini dilakukan pad hari selasa 12 Febuari jam 2019 jam 1:30 wib mengatakan bahwa
Penanaman nilai keadilan mungkin belum bisa di katakan maksimal meskipun sudah banyak kegiatan-kegiatan yang di adakan tetapi masih ada saja masyarakat yang kurang peduli dan kurang partisipasinya.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah di lakukan dengan anggota kepengurusan Desa Pusat Damai sekaligus masyarakat Desa Pusat Damai bahwa wujud nilai keadilan sosial di Desa Pusat Damai bisa di katagorikan baik karna sudah ada beberapa kegiatan yang bertujuan untuk keadilan masyarakat, tetapi masih ada masyarakat yang kurang berpartisipasi dengan kegiatan seperti pembagian beras untuk warga yang kurang mampu, ronda malam, gotong-royong pembuatan jalan, gotong-royong pembuatan jalan ke lahan sawit pribadi warga dan gotong-royong saat ada hajatan atau acara pernikahan
b. Bagaimana Cerminan sikap keadilan sosial di Desa Pusat Damai Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau
Adil adalah pengakuan dan perlakuan seimbang antara hak dan kewajiban serta tidak berat sebelah kepada warganya dan bertujuan mensejahtrakan rakyatnya sedangkan cerminan dari sikap keadilan adalah cara pandang masyarakat tentang keadilan dan penerapannya untuk diri sendiri dan orang lain. Sedangkan sikap Menurut Syah (Hadi rianto,2016 : 89) Menyatakan bahwa sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon (response tendency) dengan cara yang relative tepat terhadap suatu subjek. Sedangkan Cerminan yang di maksud di sini adalah cara memperlakukan diri sendiri dan orang lain dalam sebuah keadilan setelah adil terhadap diri sendiri tentunya masyarakat juga harus bisa adil terhadap orang lain. Ini lah yang menjadi salah satu masalah keadilan yang terjadi saat ini Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Bpk
Iskandar, 45 tahun, selaku selaku Kepala Adat sekaligus Kepala Dusun, wawancara ini dilakukan pada hari Senin 11 Febuari 2019 jam 10 :45 wib Beliau mengatakan bahwa:
Sikap adil terhadap diri sendiri dan tidak adil terhadap orang lain biasanya terjadi karna adanya kurang pahamnya tentang hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain ataupun karna timbulnya sifat iri dan dengki mungkin ingin memperkaya diri sendiri.
Hal ini senada juga dikatakan oleh Bpk Sedimanus 43 tahun, selaku Ketua RT 06, wawancara ini dilakukan pada hari selasa 12 Febuari 2019 jam 9:30 wib mengatakan bahwa:
Masyarakat yang tidak memahami keadilan khususnya untuk orang lain maka sebaiknya di ingatkan terlebih dahulu kemudian di awasi tindakannya.
Berkaitan dengan sila keadilan sosial kepada diri sendiri dan orang lain di masyarakat maka Ibu Margareta Eta 38 tahun, selaku Kepala Desa Pusat Damai, wawancara ini dilakukan pada hari Senin 11 Febuari 2019 jam 9 :45 wib Beliau mengatakan bahwa :
Permasalahan seperti ini biasanya di sini di selesaikan dengan hukum adat atau secara kekeluargaan tetapi jika tidak bisa di selesaikan dengan baik akan di serahkan pada pihak yang berwajib.
Hal ini senada juga dikatakan oleh Bpk Ujang 43 tahun, selaku masyarakat Desa Pusat Damai, wawancara ini dilakukan pada hari selasa 12 Febuari 2019 jam 9:30 wib mengatakan bahwa:
Cara yang dapat membuat masyarakat adil adalah kesadaran dari perorangan masyarakat Pusat Damai, yang kemudian di contoh masyarakat lain yang kemudian dapat menjadi panutan masyarakat desa ini.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah di lakukan dengan agota kepengurusan Desa Pusat Damai sekaligus masyarakat Desa Pusat Damai bahwa cerminan dari sikap keadilan sosial di Desa Pusat Damai adalah aggota masyarakat sendiri hal ini dapat terlaksana dengan baik jika masyarakat paham dan berprilaku seimbang terhadap hak dan kewajiban baik untuk diri sendiri maupun orang lain, agar kedepanya masyarakat lainnya yang kurang memahami tentang
menanaman sikap keadilan keadian akan mencontoh perbuatan individu-individu lain yang menerapkan yang kemudian menjadi sebuah contoh cerminan keadilan.
c. Faktor apa saja yang mempengaruhi sikap keadilan sosial di Desa Pusat Damai Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau.
Dalam proses implementasi nilai sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia masyarakat memerlukan dukungan dan sosialisasi dari masyarakat lain untuk bersama-sama menjunjung nilai keadilan dan menanamkan Nilai keadilan sosial dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial ataupun tidak yang menceminkan nilai yang ada dalam butir-butir sila keadilan sosial memang tidak mudah karna ada beberapa faktor yang peneliti temukan di masyarakat yang menyebabkan kurang terlaksananya nilai keadilan tetapi ada juga sebagian masyarakat yang ikut serta dalam mengimplementasikan nilai keadilan
Dalam mewujudkan keadilan dalam suatu masyarakat merupakan unsur utama, mendasar dan sekaligus unsur yang rumit, hal ini terjadi karna prinsip keadilan di dalamnya terdapat makna perlindungan hak, persamaan derajat dan kedudukan.
Adapun prinsip-prinsip keadilan dalam kehidupan nyata Menurut John rawls (Koerniatmanto Soetopwrawiro, 2010: 231)
a. Setiap warga masyarakat yang bersangkutan menerima konsep umum yang sama tentang keadilan, dan konsep tersebut di mengerti secara luas.
b. Masyarakat tersebut secara kosisten merealisasikan konsep umum tersebut di dalam lembaga-lembaga kemasyarakatannya.
c. Setiap warga memiliki rasa keadilan yang efektif, yang menuntun mereka kepada kehendak untuk menyelengarakan keadilan yang mereka perlukan itu.
Adapun pendapat menurut Ibu Margareta Eta 43 tahun, sebagai Kepala Desa di Pusat Damai, wawancara ini dilakukan pada hari selasa 11 Febuari jam 2019 jam 9:45 wib mengatakan bahwa:
Faktor penunjang keadilan sosial adalah pahamnya masyarakat tentang hak dan kewajiban, sedangkan faktor penghambatnya adalah kurang sadarnya terhadap keadilan
Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Bpk Iskandar, 45 tahun, selaku selaku Kepala Adat sekaligus Kepala Dusun, wawancara ini dilakukan pada hari Senin 11 Febuari 2019 jam 10 :45 wib Beliau mengatakan bahwa:
Faktor penunjang dari keadilan menurut saya adalah saling menghargai dan tingkatkan sikap kekeluargaan masyarakat Desa Pusat Damai, sedangkan faktor penghambatnya adalah kurang sadarnya masyarakat akan keadilan
Pendapat lain menurut Bpk Ujang 43 tahun, sebagai masyarakat di Desa Pusat Damai, wawancara ini dilakukan pada hari selasa 12 Febuari jam 2019 jam 1:30 wib mengatakan bahwa:
Faktor penghambat adanya keadilan adalah, adanya sifat tidak menghargai satu sama lain dan hanya mementingkan diri sendiri atau egois, sedangkan faktor pendukung lainnya adalah masyarakat harus sadar akan hak dan kewajibanya dengan begitu menurut saya seseorang paham mana hak orang lain yang mana juga hak diri sendiri.
Adapun beberapa faktor penghambat dan pendukung dari sikap adil kepada diri sendiri dan orang lain menurut Bpk Saiban 51 tahun selaku Ketua RT 07 wawancara ini di lakukan pada hari selasa 12 Febuari 2019 jam 11:01 beliau mengatakan bahwa:
Faktor penghambat adanya keadilan adalah kurangnya kesadaran dalam diri masyarakat untuk bersikap adil terhadap sesama, sedangkan faktor pendukungnya musyawarah yang baik antar warga masyarakat dan terciptanya rasa kekeluargaan antar masyarakat.
Hal ini senada juga dikatakan oleh Bpk Sedimanus 43 tahun, selaku Ketua RT 06, wawancara ini dilakukan pada hari selasa 12 Febuari 2019 jam 9:30 wib mengatakan bahwa:
Faktor penunjang dari keadilan salah satunya adalah pahamnya masyarakat tentang keadilan tersebut sedangkan faktor
penghambatnya adalah kesadaran dari masyarakat Desa Pusat Damai.
Berkaitan dengan faktor penanaman nilai keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia adapun faktor lainnya menurut Bpk Saiban 51 tahun selaku Ketua RT 07 wawancara ini di lakukan pada hari selasa 12 Febuari 2019 jam 11:01
Penanaman nilai sila keadilan memang sudah di terapkan tetapi masih banyak agota masyarakat yang tidak menerapkannya, hal ini terjadi karna adanya tuntutan kebutuhan yang tinggi jadi mereka lebih mengutamakan pekerjaannya di bandingkan mengikuti kegiatan-kegiatan seperti pembagian beras dan kegiatan lain yang tujuannya mengembangkan nilai keadilan di desa ini.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah di lakukan dengan aggota kepengurusan Desa Pusat Damai sekaligus masyarakat Desa Pusat Damai bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi sikap keadilan sosial di Desa Pusat Damai di bagi menjadi dua yaitu faktor penunjang dan penghambat. Faktor penunjang dari nilai keadilan adalah masyarakat saling menghargai satu sama lain menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan kesadaran akan hak dan kewajiban dan yang terakhir gunakan musyawarah yang baik antar warga masyarakat. Faktor penghambat adanya keadilan adalah kurangnya kesadaran warga tentang rasa kepedulian terhadap orang lain, dan juga tuntutan kebutuhan yang tinggi jadi mereka lebih mengutamakan pekerjaannya di bandingkan mengikuti kegiatan-kegiatan seperti pembagian beras untuk warga yang tidak mampu, ronda malam, Gotong-royong pembuatan jalan, royong pembuatan jalan ke lahan-lahan sawit pribadi warga, gotong-royong saat ada hajatan atau acara pernikahan yang bertujuan untuk pengembangan nilai keadilan sosial di Desa Pusat Damai