• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1.2. Deskripsi Hasil Penelitian

Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari wawancara pasien di Instalasi Rawat Jalan Departemen Neurology di RSUP. HAM Medan.

Jumlah pasien yang didapatkan sebanyak 62 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitin ini dilakukan dari bulan September sampai Oktober 2016.

5.1.2.1. Demografi Pasien Stroke

Demografi pasien pasca serangan stroke dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 5.1. Demografi Pasien Stroke

Frekuensi (n) Persentase (%)

Jenis kelamin Laki-laki 36 58%

Faktor resiko Dengan faktor resiko 51 82%

Tanpa faktor resiko 11 18%

Pasien stroke umur < 40 tahun sebanyak 2 pasien (3%), umur 41-60 tahun sebanyak 43 pasien (70%), dan umur > 60 tahun sebanyak 17 pasien (27%). Pasien stroke iskmik sebanyak 50 pasien (81%) dan stroke hemoragik sebanyak 12 pasien (19%).

Pasien dengan lesi di hemisfer kanan sebanyak 22 pasien (35.5%) dan pasien dengan lesi di hemisfer kiri sebanyak 40 pasien (64.5%). Pasien stroke dengan faktor resiko hipertensi atau diabetes mellitus sebanyak 51 pasien (82%) dan pasien stroke tanpa faktor resiko hipertensi atau diabetes mellitus sebanyak 11 pasien (18%). Pasien stroke dengan pendidikan terkahir SD sebanyak 4 pasien (6%), SMP sebanyak 18

pasien (29%), SMA sebanyak 26 pasien (42%), dan Sarjana sebanyak 14 pasien (23%).

5.1.2.2. Gambaran Fungsi Kognitif Berdasarkan Jenis Stroke

Data gambaran fungsi kognitif dengan jenis stroke dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5.2. Gambaran Fungsi Kognitif Berdasarkan Jenis Stroke Gangguan Kognitif (n%) Jenis Stroke Stroke Iskemik 50

81%

Stroke Hemoragik 12 19%

Total 62

Berdasarkan Tabel 5.2. dengan menggunakan skor MoCA-Ina didapatkan pasien pasca stroke dengan tipe iskemik yang mengalami gangguan kognitif sebanyak 50 pasien (81%). Sedangkan pada pasien pasca stroke tipe hemoragik sebanyak 12 pasien (19%) yang mengalami gangguan kognitif.

5.1.2.3. Gambaran Fungsi Kognitif Berdasarkan Letak Lesi

Data gambaran fungsi kognitif dengan letak lesi dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5.3. Gambaran Fungsi Kognitif Berdasarkan Letak Lesi Gangguan Kognitif Letak Lesi Hemisfer Kanan 22

35.5%

Hemisfer Kiri 40 64.5%

Total 62

Berdasarkan Tabel 5.3. gambaran fungsi kognitif berdasarkan letak lesi didapatkan pasien pasca stroke dengan letak lesi di hemisfer kanan mengalami gangguan kognitif sebanyak 22 pasien (35.5%). Sedangkan pada pasien pasca stroke dengan letak lesi di hemisfer kiri yang mengalami gangguan kognitif sebanyak 40 pasien (64.5%).

5.1.2.4. Gambaran Fungsi Kognitif Berdasarkan Faktor Resiko Hipertensi atau Diabetes

Data gambaran kognitif berdasarkan faktor resiko hipertensi dan atau diabetes mellitus adalah sebagai berikut:

Tabel 5.4. Gambaran Fungsi Kognitif Berdasarkan Faktor Resiko Hipertensi atau Diabetes Mellitus

Gangguan Kognitif (n%) Riwayat Ada faktor resiko 51

82%

Tanpa faktor resiko

11

18%

Total 62

Berdasarkan Tabel 5.4. data diatas didapatkan pasien paska stroke dengan faktor resiko hipertensi atau diabetes mellitus mengalami gangguan kognitif sebanyak 51 pasien (82%). Sedangkan pasien paska stroke tanpa faktor resiko yang mengalami gangguan kognitif sebanyak 11 pasien (18%).

5.1.2.5. Gambaran Fungsi Kognitif dengan Tingkat Pendidikan

Data gambaran fungsi kognitif dengan tingkat pendidikan sebagai berikut:

Tabel 5.5. Gambaran Fungsi Kognitif dengan Tingkat Pendidikan Gangguan Kognitif (n%)

Berdasarkan Tabel 5.5. gambaran fungsi kognitif berdasarkan tingkat pendidikan didapatkan pasien pasca stroke dengan pendidikan terakhir SD yang mengalami gangguan kognitif sebanyak 4 pasien (6%), SMP 18 pasien (29%), SMA 26 pasien (42%), dan Sarjana sebanyak 14 pasien (23%).

5.1.2.6. Tabulasi Silang Gambaran Fungsi Kognitif dengan Jenis Stroke

Data tabulasi silang gambaran fungsi kognitif dengan jenis stroke sebagai berikut:

Tabel 5.6. Tabulasi Silang Gambaran Fungsi Kognitif dengan Jenis Stroke

Tipe Stroke Total

Total 50 12 62

Normal 23 5 28

37% 8% 45%

Total 50 12 62

Berdasarkan Tabel 5.6. data tabulasi silang gambaran fungsi kognitif dengan jenis stroke didapatkan pada pengukuran visuospasial bahwa pasien pasca stroke dengan jenis iskemik yg mengalami gangguan sebanyak 50 pasien (81%) dan pada pasien stroke tipe hemoragik yang mengalami gangguan sebanyak 12 pasien (19%). Dari tabel diatas pada pengukuran penamaan, pada pasien stroke iskemik didapatkan sebanyak 9 pasien (15%) mengalami gangguan penamaan dan 41 pasien (66%) lainnya normal sedangkan pada pasien stroke hemoragik sebanyak 2 pasien(3%) mengalami gangguan penamaan dan 10 pasien (16%) lainnya normal. Pada pengukuran atensi, pasien stroke iskmeik yang mengalami gangguan atensi sebanyak 46 pasien (75%) dan yang normal sebanyak 4 pasien (6%), sedangkan pada pasien stroke hemoragik yang mengalami gangguan atensi sebanyak 12 pasien (19%). Pada pengukuran bahasa, didapatkan 50 pasien (81%) stroke iskemik dan 12 pasien (19%) stroke hemoragik mengalami gangguan bahasa.

Pada pengukuran abstraksi, didapatkan pasien stroke iskemik sebanyak 50 pasien (81%) dan 12 pasien (19%) stroke hemoragik mengalami gangguan berbahasa.

Pengukuran delayed recall, didapatkan pada stroke iskemik sebanyak 42 pasien (67%) mengalami gangguan dan 8 pasien (17%) lainnya normal, sedangkan pada pasien stroke hemoragik didapatkan sebanyak 11 pasien (18%) mengalami gangguan dan 1 pasien (2%) normal. Pada pengukuran orientasi, pada stroke iskemik didapatkan sebnayak 27 pasien (44%) mengalami disorientasi dan 23 pasien (37%) lainnya normal, sedangkan pada stroke hemoragik didapatkan sebanyak 7 pasien (11%) yang mengalami disorientasi dan 5 pasien (8%) lainnya normal.

5.1.2.7. Tabulasi Silang Gambaran Fungsi Kognitif dengan Letak Lesi

Data tabulasi silang gambaran fungsi kognitif dengan letak lesi adalah sebagai berikut:

Tabel 5.7. Tabulasi Silang Gambaran Fungsi Kognitif dengan Letak Lesi

Letak Lesi Total

Hemisfer Kanan Hemisfer Kiri

Visuospasial Gangguan 22 40 62

Normal 0 0 0

Berdasarkan Tabel 5.7. tabulasi silang gambaran fungsi kognitif dengan letak lesi didapatkan data pada pasien stroke dengan lesi di hemisfer kanan yang mengalami gangguan visuospasial 22 pasien (35.5%); gangguan penamaan sebanyak 7 pasien (11%) dan normal 15 pasien (24%); gangguan atensi 20 pasien (32%) dan normal 2 pasien (3%); gangguan bahasa 22 pasien (35.5%); gangguan abstraksi 22 pasien (35.5%); gangguan delayed recall sebanyak 20 pasien (32%) dan yang normal 2 pasien (3%); gangguan orientasi sebanyak 25 pasien (41%) dan normal 15 pasien (24%).

Pada pasien pasca stroke dengan lesi di hemisfer kiri yang mengalami gangguan visuospasial 40 pasien (64.5%); gangguan penamaan sebanyak 4 pasien (7%) dan normal 36 pasien (58%); gangguan atensi 38 pasien (62%) dan normal 2 pasien (3%);

gangguan bahasa 40 pasien (64.5%); gangguan abstraksi 40 pasien (64.5%);

gangguan delayed recall sebanyak 33 pasien (53%) dan yang normal 7 pasien (12%);

gangguan orientasi sebanyak 20 pasien (32%) dan normal 2 pasien (3%).

5.1.2.8. Tabulasi Silang Gambaran Fungsi Kognitif dengan Faktor Resiko Hipertensi atau Diabetes Mellitus

Data tabulasi silang gambaran fungsi kognitif dengan faktor resiko hipertensi atau diabetes mellitus adalah sebagai berikut:

Tabel 5.8. Tabulasi Silang Gambaran Fungsi Kognitif dengan Faktor Resiko Hipertensi atau Diabetes Mellitus

Abstraksi Gangguan 51 11 62 stroke dengan faktor resiko hipertensi atau diabetes mellitus didapatkan data yang mengalami gangguan visuospasial 51 pasien (82%); gangguan penamaan sebanyak 8 pasien (13%) dan normal 43 pasien (69%); gangguan atensi 48 pasien (78%) dan normal 3 pasien (4%); gangguan bahasa 51 pasien (82%); gangguan abstraksi 51 pasien (82%); gangguan delayed recall sebanyak 43 pasien (69%) dan yang normal 8 pasien (13%); gangguan orientasi sebanyak 29 pasien (47%) dan normal 22 pasien (35%).

Sedangkan tabulasi silang gambaran fungsi kognitif dengan pasien pasca stroke tanpa faktor resiko hipertensi atau diabetes mellitus yang mengalami gangguan visuospasial 11 pasien (18%); gangguan penamaan sebanyak 3 pasien (5%) dan normal 8 pasien (13%); gangguan atensi 10 pasien (16%) dan normal 1 pasien (2%);

gangguan bahasa 11 pasien (18%); gangguan abstraksi 11 pasien (18%); gangguan delayed recall sebanyak 10 pasien (16%) dan yang normal 1 pasien (2%); gangguan orientasi sebanyak 5 pasien (8%) dan normal 6 pasien (10%).

5.1.2.9. Tabulasi Silang Gambaran Fungsi Kognitif dengan Tingkat Pendidikan Data tabulasi silang antara gambaran fungsi kognitif dengan tingkat pendidikan adalah sebagai berikut:

Tabel 5.9. Tabulasi Silang Gambaran Fungsi Kognitif dengan Tingkat Pendidikan

Normal 0 0 0 0 0 tingkat pendidikan didapatkan data yaitu pada pasien pasca stroke pendidikan terakhir tingat SD yang mengalami gangguan visuospasial sebanyak 4 pasien (6%);

gangguan penamaan sebnyak 1 pasien (2%) dan normal 3 pasien (5%); gangguan atensi sebanyak 4 pasien (6%); ganguan bahasa sebanyak 4 pasien (6%); gangguan abstraksi sebanyak 4 pasien(6%); gangguan delayed recall sebanyak 4 opasien (6%);

dan gangguan orientasi sebanyak 4 pasien(6%).

Pada pasien stroke dengan pendidikan terakhir SMP didapatkan gangguan visuospasial sebanyak 18 pasien (29%); gangguan penamaan sebanyak 3 pasien (5%)

dan normal 15 pasien (24%); gangguan atensi sebanyak 17 pasien (28%) dan normal visuospasial sebanyak 26 pasien (42%); gangguan penamaan sebanyak 4 pasien (6%) dan normal 22 pasien (35%); gangguan atensi sebanyak 25 pasien (41%) dan normal 1 pasien (1.5%); gangguan bahasa sebanyak 26 pasien (42%); gangguan abstraksi sebanyak 26 pasien (42%); gangguan delayed recall sebanyak 21 pasien (34%) dan normal 5 pasien (9%); gangguan orientasi sebanyak 13 pasien (22% ) dan normal 13 pasien (21%).

Pada pasien stroke dengan pendidikan terakhir Sarjana didapatkan gangguan visuospasial sebanyak 14 pasien (23%); gangguan penamaan sebanyak 3 pasien (5%) dan normal 11 pasien (8%); gangguan atensi sebanyak 12 pasien (19%) dan normal 2 pasien (3%); gangguan bahasa sebanyak 14 pasien (23%); gangguan abstraksi pasien. Didapatkan sebanyak 50 pasien (81%) merupakan pasien stroke iskemik dan 12 pasien (19%) merupakan stroke hemoragik. Hal ini sesuai dengan penelitian Widyastuti (2014) dimana didapatkan prevalensi pasien dengan stroke iskemik (70%) lebih banyak dari pasien stroke hemoragik (30%).17 Hal yang sama juga didapatkan pada penelitian Solang (2014) dimana didapatkan pasien stroke iskemik sebanyak 29 pasien (97%) dan stroke hemoragik hanya 1 pasien (3%).18

Dokumen terkait