BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Deskripsi Hasil Penelitian
4.3.1 Struktur Modal Perusahaan Kimia dan Farmasi
Struktur modal adalah kombinasi hutang dan ekuitas dalam struktur keuangan jangka panjang perusahaan. Struktur modal perusahaan kimia dan farmasi yang digunakan dalam penelitian ini yang dihitung dengan persamaan Debt to Equity Ratio dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.1 Struktur Modal (DER) Perusahaan Kimia dan Farmasi
No Perusahaan Debt to Equity Ratio
2006 2007 2008
1 PT. AKR Corporindo Tbk. 0.15 0.32 0.45
2 PT. Budi Acid Jaya Tbk. 1.91 0.65 0.60
3 PT. Colorpak Indonesia Tbk. 0.05 0.06 0.06
4 PT. Eterindo Wahana Tama Tbk. 0.26 0.10 0.14
5 PT. Lautan Luas Tbk. 0.56 0.14 0.83
6 PT. Polysindo Eka Perkasa Tbk. -0.14 -0.12 -0.10
7 PT. Sorini Agro Asia Corporindo Tbk. 0.13 0.13 0.14
8 PT. Unggul Indah Cahaya Tbk. 0.71 0.18 0.50
9
PT. Bristol-Myers Squibb Indonesia
Tbk. 0.14 0.11 0.07
10 PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk. 0.14 0.05 0.04
11 PT. Indofarma (Persero) Tbk. 0.10 0.11 0.12
12 PT. Kalbe Farma Tbk. 0.14 0.11 0.03
13 PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. 0.04 0.05 0.05
14 PT. Merck Tbk. 0.03 0.03 0.03
15 PT. Pyridam Farma Tbk. 0.06 0.06 0.06
16 PT. Schering-Plough Indonesia Tbk. -4.57 4.74 2.29
17 PT. Tempo Scan Pacific Tbk. 0.04 0.05 0.05
rata-rata -0.01 0.40 0.32
Sumber : data diolah (lampiran 1)
Pada tabel 4.1 diatas terlihat bahwa rata-rata DER (Debt to Equity Ratio) perusahaan kimia dan farmasi selama tahun penelitian, yang terendah adalah pada tahun 2006 yaitu sebesar -0,01. Perusahaan yang memiliki DER terendah pada tahun 2006 adalah PT. Schering-Plough Indonesia Tbk (kelompok industri farmasi) sebesar -4,57 dan perusahaan yang memiliki DER tertinggi pada tahun 2006 adalah PT. Budi Acid Jaya Tbk (kelompok indutri kimia) sebesar 1,91.
Pada tahun 2007 perusahaan yang memiliki DER terendah adalah PT. Merck Tbk (kelompok industri farmasi) sebesar 0,03 dan perusahaan yang memiliki DER
tertinggi adalah PT. Schering-Plough Indonesia Tbk (kelompok industri farmasi) sebesar 4,74.
Pada tahun 2008 perusahaan yang memiliki DER terendah adalah PT. Polysindo Eka Perkasa Tbk (kelompok industri kimia) sebesar -0,10 dan perusahaan yang memiliki DER tertinggi adalah PT. Schering-Plough Indonesia Tbk (kelompok industri farmasi) sebesar 2,29.
4.3.2 Profitabilitas Perusahaan Kimia dan Farmasi
Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dari kegiatan atau usaha yang dilakukan perusahaan, sebagai hasil pendapatan bersih setelah dikurangi beban-beban. Profitabilitas perusahaan kimia dan farmasi yang digunakan dalam penelitian ini yang dihitung dengan persamaan Net Profit Margin Ratio dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.2 Profitabilitas (NPM) Perusahaan Kimia dan Farmasi
No Perusahaan Net Profit Margin Ratio
2006 2007 2008
1 PT. AKR Corporindo Tbk. 0.03 0.03 0.02
2 PT. Budi Acid Jaya Tbk. 0.02 0.03 0.02
3 PT. Colorpak Indonesia Tbk. 0.03 0.03 0.04
4 PT. Eterindo Wahana Tama Tbk. 0.03 0.02 0.86
5 PT. Lautan Luas Tbk. 0.01 0.03 0.03
6 PT. Polysindo Eka Perkasa Tbk. -0.01 -0.24 -0.61
7 PT. Sorini Agro Asia Corporindo Tbk. 0.03 0.09 0.10
8 PT. Unggul Indah Cahaya Tbk. 0.00 0.01 0.01
9
PT. Bristol-Myers Squibb Indonesia
Tbk. 0.18 0.20 0.26
10 PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk. 0.09 0.10 0.12
12 PT. Kalbe Farma Tbk. 0.11 0.10 0.09
13 PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. 0.02 0.02 0.02
14 PT. Merck Tbk. 0.18 0.16 0.15
15 PT. Pyridam Farma Tbk. 0.03 0.02 0.02
16 PT. Schering-Plough Indonesia Tbk. -0.02 0.02 0.03
17 PT. Tempo Scan Pacific Tbk. 0.10 0.09 0.09
rata-rata 0.05 0.04 0.07
Sumber : Data diolah (lampiran 2)
Pada tabel 4.2 diatas terlihat bahwa rata-rata NPM (Net Profit Margin Ratio) perusahaan kimia dan farmasi selama tahun penelitian yang terendah adalah pada tahun 2007 yaitu sebesar 0,04.
Pada tahun 2006 perusahaan yang memiliki NPM terendah adalah PT. Schering-Plough Indonesia Tbk (kelompok industri farmasi) sebesar -0,02 dan perusahaan yang memiliki NPM tertinggi adalah PT. Bristol-Myers Squibb Indonesia Tbk (kelompok industri farmasi) dan PT. Merck Tbk (kelompok industri farmasi) sebesar 0,18.
Pada tahun 2007 perusahaan yang memiliki NPM terendah adalah PT. Polysindo Eka Perkasa Tbk (kelompok industri kimia) sebesar -0,24 sedangkan perusahaan yang memiliki NPM tertinggi adalah PT. Bristol-Myers Squibb Indonesia Tbk (kelompok industri farmasi) sebesar 0,20.
Pada tahun 2008 perusahaan yang memiliki NPM terendah adalah PT. Polysindo Eka Perkasa Tbk (kelompok industri kimia) sebesar -0,61 sedangkan perusahaan yang memiliki NPM tertinggi adalah PT. Eterindo Wahana Tama Tbk (kelompok industri kimia) sebesar 0,86.
4.3.3 Capital Expenditure Perusahaan Kimia dan Farmasi
Capital expenditure adalah pengeluaran modal yang dilakukan oleh perusahaan dengan harapan bahwa pengeluaran tersebut akan memberikan manfaat atau hasil untuk jangka waktu lebih dari satu tahun. Capital expenditure yang digunakan dalam penelitian ini yang dihitung menggunakan persamaan capital expenditure ratio dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.3 Capital Expenditure Perusahaan Kimia dan Farmasi
No Perusahaan
Capital Expenditure Ratio
2006 2007 2008
1 PT. AKR Corporindo Tbk. 0.08 0.09 0.18
2 PT. Budi Acid Jaya Tbk. 0.06 0.11 0.10
3 PT. Colorpak Indonesia Tbk. -0.01 0.05 0.02
4 PT. Eterindo Wahana Tama Tbk. 0.00 0.00 0.06
5 PT. Lautan Luas Tbk. 0.03 -0.22 0.24
6 PT. Polysindo Eka Perkasa Tbk. -0.10 -0.10 -0.10
7 PT. Sorini Agro Asia Corporindo Tbk. 0.03 0.02 0.09
8 PT. Unggul Indah Cahaya Tbk. -0.05 0.00 -0.01
9
PT. Bristol-Myers Squibb Indonesia
Tbk. 0.04 0.04 0.01
10 PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk. -0.01 0.04 0.04
11 PT. Indofarma (Persero) Tbk. -0.01 -0.01 0.01
12 PT. Kalbe Farma Tbk. 0.04 0.03 0.02
13 PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. -0.01 -0.01 0.00
14 PT. Merck Tbk. 0.00 0.00 0.02
15 PT. Pyridam Farma Tbk. 0.01 0.00 -0.03
16 PT. Schering-Plough Indonesia Tbk. 0.07 0.02 0.01
17 PT. Tempo Scan Pacific Tbk. 0.01 0.00 0.01
Rata-rata 0.01 0.00 0.04
Pada tabel 4.3 diatas dapat dilihat bahwa rata-rata capital expenditure ratio pada perusahaan kimia dan farmasi yang terendah adalah pada tahun 2007 yaitu sebesar 0.
Pada tahun 2006 perusahaan yang memiliki capital expenditure ratio terendah adalah PT. Polysindo Eka Perkasa Tbk (kelompok industri kimia) sebesar -0,10 sedangkan perusahaan yang memiliki capital expenditure ratio tertinggi adalah PT. AKR Corporindo Tbk (kelompok industri kimia) sebesar 0,08.
Pada tahun 2007 perusahaan yang memiliki capital expenditure ratio terendah adalah PT. Lautan Luas Tbk (kelompok industri kimia) sebesar -0,22 sedangkan perusahaan yang memiliki capital expenditure ratio tertinggi adalah PT. Budi Acid Jaya Tbk (kelompok industri kimia) sebesar 0,11.
Pada tahun 2008 perusahaan yang memiliki capital expenditure ratio terendah adalah PT. Polysindo Eka Perkasa Tbk (kelompok industri kimia) sebesar -0,10 sedangkan perusahaan yang memiliki capital expenditure ratio tertinggi adalah PT. Lautan Luas Tbk (kelompok industri kimia) sebesar 0,24.
4.3.4 Firm Size Perusahaan Kimia dan Farmasi
Firm size adalah ukuran yang menunjukkan besar atau kecilnya kekayaan (asset) yang dimiliki suatu perusahaan. Firm size yang digunakan dalam penelitian ini yang diukur dengan Ln total aktiva dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.4 Firm Size (Ln total aktiva) Perusahaan Kimia dan Farmasi
No Perusahaan Ln Total Asset
2006 2007 2008
1 PT. AKR Corporindo Tbk. 14.68 15.07 15.40
2 PT. Budi Acid Jaya Tbk. 13.74 14.21 14.35
3 PT. Colorpak Indonesia Tbk. 11.80 12.03 12.46
4 PT. Eterindo Wahana Tama Tbk. 13.15 12.99 12.94
5 PT. Lautan Luas Tbk. 14.42 14.57 15.07
6 PT. Polysindo Eka Perkasa Tbk. 15.58 15.51 15.41
7 PT. Sorini Agro Asia Corporindo Tbk. 13.37 13.64 13.92
8 PT. Unggul Indah Cahaya Tbk. 14.83 14.78 14.95
9
PT. Bristol-Myers Squibb Indonesia
Tbk. 12.24 12.33 12.59
10 PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk. 13.23 13.24 13.37
11 PT. Indofarma (Persero) Tbk. 13.44 13.82 13.78
12 PT. Kalbe Farma Tbk. 15.35 15.45 15.56
13 PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. 14.05 14.14 14.18
14 PT. Merck Tbk. 12.55 12.71 12.83
15 PT. Pyridam Farma Tbk. 11.33 11.46 11.50
16 PT. Schering-Plough Indonesia Tbk. 11.50 11.76 12.20
17 PT. Tempo Scan Pacific Tbk. 14.72 14.84 14.90
Rata-rata 13.53 13.68 13.85
Sumber : Data diolah (lampiran 4)
Pada tabel 4.4 diatas terlihat bahwa firm size (Ln total asset) perusahaan kimia dan farmasi terendah adalah pada tahun 2006 yaitu sebesar 13,53.
Pada tahun 2006 perusahaan yang memiliki firm size (Ln total asset) terendah adalah PT. Pyridam Farma Tbk (kelompok industri farmasi) sebesar 11,33 sedangkan perusahaan yang memiliki firm size (Ln total asset) tertinggi adalah PT. Polysindo Eka Perkasa Tbk (kelompok industri kimia) sebesar 15,58.
Pada tahun 2007 perusahaan yang memiliki firm size (Ln total asset) terendah adalah PT. Pyridam Farma Tbk (kelompok industri farmasi) sebesar 11,46 sedangkan
perusahaan yang memiliki firm size (Ln total asset) tertinggi adalah PT. Polysindo Eka Perkasa Tbk (kelompok industri kimia) sebesar 15,51.
Pada tahun 2008 perusahaan yang memiliki firm size (Ln total asset) terendah adalah PT. Pyridam Farma Tbk (kelompok industri farmasi) sebesar 11,50 sedangkan perusahaan yang memiliki firm size (Ln total asset) tertinggi adalah PT. Kalbe Farma Tbk (kelompok industri farmasi) sebesar 15,56.