• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Deskripsi Hasil Penelitian

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dalam pembelajaran IPS yang dilakukan di kelas V SD Negeri Kuwaderan 2, dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus pertama penelitian ini dilakukan dalam dua pertemuan. Setiap pertemuan dilakukan dalam 2 jam pelajaran (2x35 menit). Pada siklus kedua penelitian juga dilakukan dalam dua pertemuan. Setiap pertemuannya dilakukan selama 2 jam pelajaran (2x35 menit).

68

Siklus pertama dimulai pada tanggal 13 Maret 2017 dan 20 Maret 2017. Pertemuan kedua seharusnya dilakukan pada tanggal 15 Maret 2017, akan tetapi karena sekolah memiliki acara sehingga penelitian pada pertemuan kedua diundur pada tanggal 20 Maret 2017. Sedangkan untuk siklus kedua dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2017 dan 27 Maret 2017. Prosedur penelitian tindakan kelas ini pada setiap siklusnya memilki empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

1. Deskripsi Penelitian Siklus I

Tindakan pada siklus I dilakukan dalam 2 kali pertemuan (2x70 menit). Adapun tahap-tahap dalam siklus I ialah sebagai berikut.

a. Perencanaan Tindakan

Setelah peneliti menemukan permasalahan utama tentang kondisi siswa di kelas V SD Negeri Kuwaderan 2, persiapan yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut:

1) Menyusun Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dilaksanakan untuk pembelajaran IPS. Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran ini di awali dengan penentuan waktu pelaksanaan tindakan serta Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang dilakukan oleh peneliti bersama guru kelas. Standar Kompetensi yang dipilih ialah Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dalam masyarakat dalam mempersiapkan kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sedangkan Kompetensi Dasar yang dipilih ialah Kompetensi Dasar 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh pejuang

69

dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Penyususnan rencana pelaksanaan pembelajaran dilakukan oleh peneliti bersama guru kelas. RPP yang dibuat sebanyak 2 buah yang digunakan untuk 2 pertemuan. Setiap RPP menerapkan metode pembelajaran mind mapping.

2) Berdiskusi dengan guru tentang langkah-langkah atau cara pembelajaran menggunkan metode mind mapping.

3) Menyiapkan sumber belajar, lembar kerja siswa, alat, dan media pembelajaran mind mapping. Sumber belajar yang digunakan dalam siklus I adalah buku BSE IPS. Materi pokok yang disampaikan dalam pertemuan pertama adalah upaya persiapan kemerdekaan Indonesia. Sedangkan pada pertemuan kedua adalah tokoh-tokoh pejuang persiapan kemerdekaan serta sikap menghargai jasa tokoh pejuang persiapan kemerdekaan. Pada pertemuan pertama media dan alat yang digunakan adalah poster tahapan kemerdekaan Indonesia, alat tulis, dan papan tulis. Sedangkan pada pertemuan kedua menggunakan media dan alat berupa gambar tokoh-tokoh pejuang persiapan kemerdekaan Indonesia serta peranannya, alat tulis dan papan tulis.

4) Menyusun instrumen observasi dan tes dalam pembelajaran IPS. Peneliti bersama guru kelas menyusun intrumen berupa tes hasil belajar kognitif. Tes hasil belajar tersebut di laksanakan pada akhir siklus. Instrumen tes terdiri dari soal pilihan ganda sebanyak 20 butir soal. Selain instrumen tes hasil belajar kognitif, juga terdapat instrumen observasi. Instrumen observasi yang dibuat ada dua, intrumen observasi untuk siswa dan instrumen observasi untuk guru. Instrumen

70

observasi siswa digunakan untuk mengobservasi kegiatan siswa saat mengikuti pembelajaran sudah menerapkan metode mind mapping atau belum. Begitu pula untuk lembar observasi guru digunakan untuk mengobservasi sejauh mana guru menerapkan metode mind mapping.

b. Tindakan Siklus I

Pelaksanaan tindakan merupakan penerapan dari rencana tindakan yang telah dibuat sebelumnya. Pelaksanaan tindakan ini mengacu pada rencana pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode mind mapping yang telah disusun. Siklus I dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2017 dan 20 Maret 2017. Pelaksana tindakan dalam penelitian ini adalah wali kelas V SD Negeri Kuwaderan 2. Sedangkan peneliti melakukan observasi atau sebagai observer terhadap pelaksanaan pembelajaran.

1) Pertemuan 1 (2x35 menit)

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari senin, 13 Maret 2017 pukul 09.30 sampai 10.40 atau 70 menit. Pertemuan pertama membahas materi usaha persiapan kemerdekaan Indonesia. Kegiatan pembelajaran pertemuan pertama adalah sebagai berikut.

a) Kegiatan Awal

Pembelajaran pada pertemuan pertama ini dilakukan setelah jam istirahat pertama, sehingga kegiatan tidak diawali dengan berdoa serta absensi siswa. Akan tetapi kegiatan diawali dengan mengecek kesiapan belajar siswa. Siswa sudah siap dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, ketika bel masuk berbunyi, siswa

71

langsung masuk ke kelas sehingga ketika guru datang para siswa sudah siap di dalam kelas. Hanya saja siswa masih banyak yang mengobrol dan tidak berada dalam tempat duduk masing-masing.

Kegiatan dilanjutkan dengan apersepsi. Apersepsi yang dilakukan ialah dengan menyanyakan persiapan-persiapan apa yang dilakukan oleh para siswa untuk mengikuti lomba pramuka, “Apa yang kalian persiapkan untuk mengikuti lomba pramuka tingkat karisidenan minggu depan?” beberapa siswa memberikan jawaban dengan berlatih sungguh-sungguh. Ada juga yang menjawab “berdoa dengan tekun”. Guru memberikan respon terhadap jawaban siswa dengan membenarkan jawaban tersebut. Kemudian guru memberikan pernyataan “Begitu pula dengan bangsa Indonesia. Dalam mencapai kemerdekaannya, bangsa Indonesia juga melakukan persiapan-persiapan. Adakah yang tau persiapan apa yang dilakukan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaannnya?”. Beberapa siswa menjawab “berperang bu”, ada juga yang menjawab “melakukan perjanji an-perjanjian bu” akan tetapi banyak siswa yang tidak menjawab atau diam saja. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang materi yang akan dipelajari yaitu persiapan kemerdekaan Indonesia.

b) Kegiatan Inti

Setelah mendapatkan penjelasan dari guru tentang materi yang akan dipelajari. Siswa dengan sigap membuka buku paket mereka. Guru meminta para siswa untuk memperhatikan ke depan. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang upaya-upaya yang dilakukan bangsa Indonesia dalam mempersiapkan

72

kemerdekaannya. Guru menjelaskan materi dengan menggunakan bagan upaya persiapan kemerdekaan Indonesia yang telah dipersiapkan. Dalam bagan tersebut berisi upaya-upaya persiapan kemerdekaan yaitu janji kemerdekaan dari Jepang, sidang BPUPKI, berita kekalahan Jepang, Rengasdengklok, penyusunan teks proklamasi, dan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Ketika guru memberika penjelasan terlihat ada dua siswa yang asik mengobrol. Melihat kejadian tersebut guru memberikan teguran dan pertanyaan kepada siswa tersebut tentang janji kemerdekaan dari Jepang, kedua siswa tersebut tidak bisa menjawab. Mereka kemudian memperhatikan penjelasan dari guru.

Setelah guru selesai memberikan penjelasan materi, siswa diminta membaca kembali materi agar lebih jelas. Guru juga mempersilahkan kepada siswa untuk bertanya apabila ada materi yang tidak dimengerti. Dalam kegitan ini sebagian besar siswa terlihat belum membaca materi. Guru juga tidak mengingatkan siswa untuk membaca materi.

Siswa dibagikan kertas putih tanpa garis berukuran A3, kertas ini digunakan sebagai media dalam membuat mind mapping. Pada hari sebelumnya siswa diberitahukan untuk membawa pewarna serta alat tulis sendiri-sendiri. Akan tetapi masih banyak siswa yang tidak membawa dengan alasan lupa. Karena sebagian besar tidak membawa pewarna, akhirnya siswa saling pinjam meminjam alat tulis. Hal ini menyebabkan kelas menjadi gaduh karena siswa berjalan-jalan untuk meminjam pewarnanya. Selain itu ketika meminjam alat tulis siswa juga saling mengobrol, sehingga kelas terlihat tidak tenang.

73

Siswa dibagikan lembar kerja siswa. Dalam lembar kerja siswa tersebut berisi langkah-langkah dalam membuat mind mapping. Siswa dibimbing peneliti serta guru dalam pembuatan mind mapping ini. Hal ini dilakukan karena sebelumnya guru belum pernah menerapkan metode ini, sehingga peneliti juga membantu dalam membimbing siswa. Salah satu siswa diminta membacakan langkah-langkah membuat mind mapping. Sementara siswa yang lain menyimaknya. Pembuatan mind mapping ini diawali dengan menentukan topik utama. Siswa dibimbing guru untuk menentukan topik utamanya. Guru bertanya “Berdasarkan materi yang sudah ibu jelaskan, apakah topik utamanya?”. Siswa mencari topik utama dengan membaca buku. Salah satu siswa menjawab “Kemerdekaan Indonesia bu”, guru memberikan tanggapan “masih kurang tepat, ayo yang lain jangan hanya diam”. siswa kedua menjawab “persiapan kemerdekaan Indonesia”. Guru memberikan tanggapan “ya benar sekali topik utamanya adalah Persiapan Kemerdekaan Indonesia”. Dalam menentukan topik utama ini masih banyak siswa yang belum tahu, sehingga guru perlu memberikan bimbingan.

Siswa menuliskan topik utama di tengah kertas. Siswa menambahkan gambar untuk menghiasi tulisan topik utama tersebut. Ada yang menggambarkan bom, bendera merah putih, kapal perang dan lain-lain. Kemudian siswa menentukan sub topik dari topik utama yang sudah ditentukan. Dalam menentukan sub topik ini masih bnayak siswa yang tidak bisa dan membutuhkan bimbingan dari guru. Dari seluruh siswa masih ada 75% yang belum bisa

74

menentukan sub topik. Akan tetapi siswa sudah bisa dalam membuat garis-garis penghubung antara topik utama dengan sub topik.

Langkah selanjutnya ialah menyisipkan gambar atau simbol yang sesuai dengan sub topik yang digunakan. Selanjutnya siswa menentukan dan menuliskan sub-sub topik yang dihubungkan dengan sub topik sebelumnya. Sebagian siswa sudah mulai bisa menentukan sub-sub topik dari sub topik. Mind mapping kemudian dihias menggunakan warna-warna yang berbeda serta ditambahkan gambar serta simbol yang berhubungan dengan sub-sub topik. Ada anak yang menggambarkan wajah tokoh dan lain-lain.

Siswa secara acak diminta mempresentasikan hasil mind map yang telah dibuat di depan kelas. Dalam mempresentasikan hasil mind map tidak dilakukan oleh semua siswa dikarenakan keterbatasan waktu. Sehingga hanya beberapa siswa saja yang mempresentasikannya.

c) Kegiatan Penutup

Kegiatan akhir pada siklus I pertemuan 1 ialah siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan materi yang telah di pelajari. Pada kegiatan ini masih ada beberapa anak yang mengobrol dan tidak memperhatikan kegiatan menyimpulkan materi. Akan tetapi guru tidak memberi peringatan kepada siswa yang mengobrol. Setelah menyimpulkan materi siswa diberikan kesempatan oleh guru untuk menanyakan materi yang belum dipahami. Guru juga memberikan tugas kepada siswa untuk membaca materi tentang tokoh-tokoh pejuang persiapan kemerdekaan Indonesia serta sikap menghargai jasa pahlawan.

75 2) Pertemuan ke-2 (2x35 menit)

Pertemuan kedua pada siklus I dilaksanakan pada hari Senin tanggal 20 Maret 2017 pukul 09.30-10.40. Pada pertemuan ini materi pokok yang dibahas adalah Tokoh-tokoh pejuang persiapan kemerdekaan dan sikap menghargai pahlawan.

a) Kegiatan awal

Pertemuan kedua juga tidak diawali dengan berdoa serta presensi karena pembelajaran di pertemuan kedua ini dilakukan sehabis istirahat. Tidak jauh beda dengan pertemuan pertama, dalam pertemuan kedua ini setelah mendengar bel masuk siswa langsung kembali ke kelas. Sesampainya guru di kelas siswa langsung duduk di tempat duduk masing-masing dan siap mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa mendengarkan apersepsi yang dilakukan oleh guru. Apersepsi yang dilakukan ilah dengan menanyakan materi pada pertemuan sebelumnya “Sebutkan usaha-usaha yang dilakukan dalam persiapan kemerdekaan Indonesia?”. Siswa secara serempak menjawab “janji kemerdekaan dari Jepang, Sidang BPUPKI, berita kekalahan Jepang, peristiwa Rengasdengklok, dan penyusunan teks proklamasi”. Lalu guru menegaskan “benar sekali, dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia terdapat peristiwa janji kemerdekaan dari Jepang, sidang BPUPKI yang membahas tentang dasar negara, peristiwa bom di kota Nagasaki dan kota Hirosima yang akhirnya menyebabkan Jepang menyerah kepada Sekutu, lalu dilanjutkan dengan peristiwa Rengasdengklok dimana Ir. Soekarno dan Drs Moh. Hatta di amankan ke kota Rengasdengklok agar tidak

76

terpengaruh Jepang, serta peristiwa perumusan teks Proklamasi yang dilakukan di rumah Laksamana Tadashi Maeda”. Kemudian siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang materi yang akan dipelajari yaitu tokoh-tokoh dalam persiapan kemerdekaan Indonesia serta sikap dalam menghargai pahlawan persiapan kemerdekaan.

b) Kegiatan inti

Kegiatan inti diawali dengan bernyanyi bersama. Lagu yang dinyanyikan diciptakan oleh guru. Lagu tersebut berisi tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan beserta perannya dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Dengan adanya kegiatan bernyanyi ini diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar siswa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang materi tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Dalam kegiatan ini siswa dan guru juga melakukan tanya jawab tentang peran dari setiap tokoh pejuang dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia. Siswa diberikan pertanyaan oleh guru “Bagaimana peran Fatmawati dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia?”. Siswa secara serempak menjawab “Penjahit bendera merah putih”. Guru memberikan tanggapan terhadap jawaban siswa “ya benar sekali, ibu Fatmawati merupakan penjahit bendera merah putih atau sang saka merah putih”. Selain itu siswa juga diberikan pertanyaan tentang sikap meghargai jasa pahlawan pejuang persiapan kemerdekaan Indonesia. Siswa diberikan ertanyaan “Bagaimana sikap kita sebagai pelajar untuk menghargai jasa-jasa para pahlawan persiapan kemerdekaan Indonesia?”. Siswa pertama menjawab “Rajin

77

belajar” siswa kedua menjawab “berziarah ke makam pahlawan-pahlawan”. Guru memberikan tanggapan terhadap jawaban siswa “iya benar sekali, kalian sebagai pelajar dapat belajar dengan giat, berziarah ke makam pahlawan, mendoakan pahlawan yang telah gugur dan lain-lain utuk menghargai jasa-jasanya dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia”.

Selanjutnya siswa membaca kembali materi yang telah dijelaskan oleh guru. Siswa membaca dengan disiplin. Sebagian besar siswa sudah melakukan kegiatan ini dengan tenang. Akan tetapi masih ada siswa yang bergurau dan tidak membaca materi. Hal ini menyebabkan kelas menjadi gaduh karena siswa-siswa tersebut mengobrol. Melihat kejadian tersebut guru tidak meminta siswa-siswa tersebut untuk diam. Setelah selesai membaca materi, siswa membentuk kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4 siswa. Siswa memilih anggota kelompoknya sendiri. Terlihat beberapa siswa susah untuk menemukan kelompok.

Setiap kelompok mendapatkan lembar kerja siswa dan dua lembar kertas A3 putih tanpa garis yang digunakan sebagai media membuat mind mapping. Setiap kelompok membawa pewarna sendiri-sendiri yang pada pertemuan sebelumnya telah ditugaskan oleh guru. Setiap kelompok kemudian berdiskusi memnuat mind mapping mereka.

Salah satu siswa diminta untuk membacakan langkah-langkah membuat mind mapping yang tertulis di lembar kerja siswa. Langkah pertama dalam membuat mind mapping ialah menentukan topik utama yang kemudian ditulis di tengah-tengah kertas. Pada pertemuan kedua ini sebagian besar siswa sudah

78

mampu menentukan topik utama dan menulisnya di tengah-tengah kertas. Dari tulisan topik utama tersebut siswa juga sudah mampu menambahkan gambar atau simbol-simbol. Setelah menuliskan topik utama, langkah berikutnya ialah menentukan sub topik. Sebagian kelompok sudah mampu mennetukan sub topik untuktopok utama yang telah mereka tentukan. Mereka juga menambahkan simbol untuk sub topik yang telah mereka tentukan. Langkah selanjutnya menentukan sub-sub topik dari sub topik. Sebagian besar kelompok sudah mampu menentukan sub-sub topik mereka. Setiap anggota kelompok saling berbagi tugas, sehingga tidak ada siswa yang menganggur karena setiap siswa mendapatkan tugas masing-masing. Langkah terakhir ialah menghias mind map menggunakan warna-warna yang beragam sehingga mind map lebih menarik. Selanjutnya setiap kelompok mempresentasikan hasil mind mapping yang telah mereka buat di depan kelas. Kelompok lain memberikan tanggapan berupa pertanyaan, saran, atau kritikan untuk kelompok yang presentasi. Dalam kegiatan ini masing-masing kelompok belum memberikan saran atau kritikan serta pertanyan untuk kelompok yang presentasi.

c) Kegiatan penutup

Kegiatan pertama yang dilakukan dalam kegiatan penutup ialah siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Selanjutnya siswa dibagikan soal post-tes siklus I. Siswa mengerjakan lembar post-tes secara individu. Siswa terlihat serius dalam mengerjakan lembar post-tes ini. Post-tes dilakukan selama 10 menit. Setelah selesai mengerjakan lembar post-tes siswa

79

mendengarkan tugas dari guru yaitu mempelajari materi usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia. Kegiatan diakhiri dengan salam dari guru, kemudian siswa keluar kelas untuk istirahat kedua.

c. Pengamatan atau Observasi 1) Pertemuan 1

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti selama pembelajaran pertemuan pertama, pada aspek kesiapan mengikuti pembelajaran sudah baik, ketika bel masuk berbunyi siswa langsung masuk ke kelas dan ketika guru memasuki kelas siswa langsung duduk ke bangku masing-masing hanya saja ada 5 siswa yang saling mengobrol dan tidak menyiapkan diri untuk mengikuti pembelajaran. Setelah duduk di temapt masing-masing, siswa langsung membuka buku IPS mereka. Setelah itu ketika guru memberikan apersepsi, siswa dengan tenang mendengarkan, akan tetapi ada dua anak laki-laki yang malah asik mengobrol, guru kemudian memberikan pertanyaan kepada dua anak tersebut.

Pada aspek kedua, mendengarkan penjelasan materi dari guru. Siswa berkonsentrasi mendengarkan materi yang diberikan oleh guru, dalam sela-sela mendengarkan penjelasan juga diadakan tanya jawab mengenai materi tersebut. Guru melakukan tanya jawab untuk menarik perhatian siswa agar tidak mengobrol dengan temannya. Akan tetapi masih terlihat salah satu siswa mengajak teman semejanya untuk mengobrol, guru lalu menegur siswa tersebut dan memberikan pertanyaan, nampak sekali siswa tersebut tidak mendengarkan penjelasan dari

80

guru karena siswa tersebut tidak dapat menjawab pertanyaan yang diberikan, padahal guru sudah menjelaskan materi untuk pertanyaannya.

Aspek ketiga, membaca materi serta mempelajarinya. Sebelum siswa membuat mind map, siswa diberikan waktu untuk membaca serta mempelajari materi yang telah di sampaikan oleh guru dan sekaligus sebagai materi untuk membuat mind mapping. Siswa sudah konsentrasi dalam mempelajarinya. pada menit-enit terakhir sudah ada beberapa siswa yang selesai mempelajari materi dan membuat kegaduhan, sehingga membuat siswa lain jadi tidak berkonsentrasi dalam mempelajari materinya.

Aspek keempat, aspek keempat ini sudah masuk dalam pembuatan mind mapping, di aspek ini siswa harus mampu menentukan topik utama yang akan diletakkan di tengah-tengah kertas. Dalam aspek ini masih banyak siswa yang tidak bisa menentukan topik utama. Sehingga guru perlu memberikan bimbingan dalam menentukan topik utama. Akan tetapi ada juga siswa yang sudah mampu menentukan topik utama walaupun tanpa bimbingan guru. Cara yang digunakan guru dalam membimbing ialah dengan memancing siswa melalui pertanyaan-pertanyaan. Sehingga siswa menemukan sendiri topik utama yang di maksud dalam materi.

Aspek kelima adalah menyisipkan simbol atau gambar yang sesuai dengan topik utama yang telah ditentukan. Siswa dalam aspek ini masih banyak yang belum bisa menyisipkan gambar atau simbol. Siswa masih belum bisa menentukan simbol atau gambar yang tepat dengan kata pada topik utamanya.

81

Siswa juga belum mendapatkan bimbingan dari guru untuk menyisipkan gambar atau simbol.

Aspek keenam yaitu mampu memilih dan menggunakan warna-warna yang beragam dan menarik untuk menuliskan atau menggambarkan mind map-nya. Pada aspek memilih dan menggunakan warna yang beragam dan menarik, siswa sudah sangat bagus. Siswa-siswa sudah menggunakan berbagai macam warna untuk setiap tulisan. Selain itu ketika berganti sub tema mereka juga sudah menggunakan warna yang berbeda. Mind mapping yang siswa buat menjadi lebih indah dan mudah untuk dibaca.

Aspek ketujuh adalah menentukan sub topik dan sub-sub topik. Pada pertemuan pertama ini siswa masih banyak yang tidak bisa menentukan sub topik dan sub-sub topik. Siswa masih belum bisa menentukan mana yang merupakan inti materi yang digunakan sebagai sub topik serta mana yang bukan isi inti materi. Untuk itu guru masih harus membimbing siswa.

Aspek kedelapan adalah menyisipkan simbol atau gambar yang sesuai dengan sub topik dan sub-sub topik. Dalam pertemuan pertama ini, siswa belum banyak yang menambahkan gambar atau simbol dalam mind map yang telah mereka buat. Ketika membuat mind map ini siswa saling pinjam memminjam pewarna sehingga waktu yang digunakan masih kurang, hal ini membuat siswa tidak sempat untuk menambahkan gambar atau simbol.

82 2) Pertemuan 2

Observasi yang dilakukan oleh peneliti selama pembelajaran pada pertemuan kedua, terlihat pada aspek kesiapan belajar sudah meningkat dibandingkan pada pertemuan pertama. Siswa ketika masuk ke kelas langsung duduk di tempat duduk masing-masing walau masih ada siswa yang mengobrol dengan suara lambat. Sementara siswa yang lain sudah sigap menyiapkan sumber belajar berupa buku paket BSE. Ketika guru memasuki kelas, siswa sudah duduk rapi di tempat duduk masing-masing. Guru juga sudah siap dengan materi yang akan diajarkan. Guru sudah menyiapkan sebuah lagu yang berisi tokoh pejuang persiapan kemerdekaan beserta peranannya.

Aspek kedua yaitu mendengarkan penjelasan materi dari guru. Siswa mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan oleh guru dengan tenang. Ketika ada materi yang tidak dimengerti, siswa juga mau bertanya kepada guru. Sebelum memberikan penjelasan materi, siswa diajak bernyanyi sebuah lagu yang telah disiapkan sebelumnya. Lagu tersebut berisi tokoh pejuang kemerdekaan dan peranannya.

Aspek ketiga, membaca materi serta mempelajarinya. setelah siswa selesai mendengarkan penjelasan dari guru, siswa kemudian membaca kembali materi yang telah dijelaskan secara individu. Waktu yang diberikan untuk membaca kurang lebih 10 menit. Dalam aspek ini, siswa sudah melaksanakannya dengan baik. Akan tetapi ada 4 siswa ketika telah selesai membaca, mereka malah mengobrol dengan teman semejanya, sehingga menggangu siswa yang lain.

83

Aspek keempat, aspek keempat yaitu siswa harus mampu menentukan topik utama yang akan diletakkan di tengah-tengah kertas. Dalam pertemuan

Dokumen terkait