• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2. Deskripsi Hasil Penelitian

handling sip, dan power yang luar biasa. ”Kalau mau style pilihlah kedua model ini”. Inilah perumpamaan yang ada saat itu. Pada tahun 2001 diluncurkan YZS 1000, ini adalah versi Road bike. dengan model yang sama menggunakan enginenya R1. Dan sampai saat ini, Yamaha selalu mengeluarkan motor-motor terbaiknya.

4.2. Deskripsi Hasil Penelitian 4.2.1. Gambaran Umum

Lokasi penelitian ini berada di wilayah desa Keboan Anom, adapun alasan peneliti memilih lokasi tersebut adalah sebagai berikut : a. Penduduknya terdiri dari berbagai strata baik ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan yang beraneka ragam.

b. Sebagian besar penduduknya melakukan konsumsi yang sangat tinggi. c. Wilayah tersebut merupakan tempat yang strategis dalam melakukan aktivitas pembelian sepeda motor.

d. Tingkat pembelian konsumen yang cenderung tinggi sebab dilokasi tersebut mendukung sekali dalam melakukan pembelian akan suau produk.

45

4.2.2. Analisis Statistik Deskriptif

Gambaran statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran jawaban responden berdasarkan hasil penyebaran kuesioner terhadap unsur-unsur yang ada pada setiap variabel.

4.2.3. Deskripsi Karakteristik Responden

Data mengenai responden dapat diketahui melalui jawaban responden dari pernyataan-pernyataan yang diajukan di dalam kuesioner yang telah diberikan atau disebar oleh peneliti. Dari jawaban-jawaban tersebut dari responden diketahui hal-hal seperti dibawah ini :

a. Jenis Kelamin Responden

Dari 90 responden yang menjawab kuesioner yang telah diberikan dapat diketahui jenis kelamin dari responden yakni pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.1. Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis kelamin Jumlah Prosentase (%)

1 Laki-laki 81 90

2 Perempuan 9 10

Total 100 100%

Sumber : Data Diolah

46

Berdasarkan data tabel diatas mayoritas yang datang ke dealer adalah laki-laki dikarenakan kebanyakan laki-laki yang mengerti soal motor.

b. Usia Responden

Dari 90 responden yang mengisi kuesioner yang telah diberikan oleh peneliti dapat diketahui usia para responden yakni pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.2. Karakteristik Berdasarkan Usia

No Usia Jumlah Prosentase (%)

1 17-25 tahun 27 30

2 26-45 tahun 63 70

Total 90 100 %

Sumber : Data Diolah

Berdasarkan data tabel di atas menunjukan usia yang paling banyak datang ke dealer Yamaha Yes Gedangan adalah antara usia 26-45 tahun di karenakan di usia tersebut sudah bekerja.

c. Pekerjaan Responden

Dari 90 responden yang menjawab kuesioner yang telah diberikan oleh peneliti dapat diketahui pekerjaan masing- masing para responden yakni pada tabel dibawah ini.

47

Tabel 4.3. Karakteristik Berdasarkan Pekerjaan

No Pekerjaan Jumlah Prosentase ( % )

1 Pegawai Swasta 36 40

2 Pegawai Negeri 27 30

4 Pelajar 18 20

3 Wirausaha 9 10

TOTAL 90 100

Sumber : Data Diolah

Berdasarkan data tabel di atas menunjukan lebih banyak Pegawai swasta yang datang pada dealer Yamaha Yes Gedanngan. Karena untuk kebutuhan dalam keluarga atau usahanya.

4.2.4. Deskripsi Hasil Penelitian Iklan

Iklan adalah pesan dari produk, jasa atau ide yang disampaikan kepada masyarakat melalui suatu media yang di arahkan untuk menarik konsumen. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa adalah pesan yang disampaikan kepada masyarakat melalui bantuan media, menyinggung media promosi, promosi dapat dilakukan melalui bantuan media-media publik, seperti radio, televisi, dan media cetak (Rhenald Kasali, 2000). Berikut indikator dari Iklan :

48

X 1.1 Bintang Iklan X 1.2 Gambar dan Warna X 1.3 Slogan

Berikut ini rekapitulasi jawaban responden pada variabel Iklan (X1) : Tabel 4.4. : Distribusi Frekuensi Pada Variabel Iklan (X1)

Sumber : Data Olahan.

Penjelasan dari tabel 4.4 di atas adalah : 1. Indikator X 1.1

Pilihan jawaban terbanyak adalah skor 3 dan 5 yaitu sebanyak 71,1%. Hal ini berarti 71,1% responden menyetujui bahwa Bintang iklan Yamaha Jupiter sudah di kenal oleh konsumen.

2. Indikator X 1.2

Pilihan jawaban terbanyak adalah skor 4 dan 5 yaitu sebanyak 78,9%. Hal ini berarti 78,9% responden menyetujui bahwa Gambar dan Warna Yamaha

NO Keterangan Skor Jawaban Total

1 2 3 4 5

1 Bintang iklan Yamaha Jupiter sudah di kenal oleh konsumen

0 4 28 22 36 90

0% 4,4% 31,1% 24,4% 40% 100,0% 2 Gambar dan Warna Yamaha

Jupiter mampu membuat konsumen tertarik

0 1 18 42 29 90

0% 1,1% 20,0% 46,7% 32,2 %

100,0% 3 Slogan Yamaha Jupiter

mudah diingat konsumen

2 9 22 30 27 90

49

3. Indikator X 1.3

Pilihan jawaban terbanyak adalah skor 4 dan 5 yaitu sebanyak 63,3%. Hal ini berarti 63,3% responden menyetujui bahwa Slogan Yamaha Jupiter mudah diingat konsumen.

Citra Merek (X2)

Menurut Kotler (2001:225) citra merek adalah serangkaian keyakinan atau kepercayaan yang dipegang konsumen terhadap produk tertentu. Indikator dari variabel ini adalah :

X 2.1 Kualitas Merek

X 2.2 Kemudahan Dalam Memperoleh Produk

X 2.3 Merek Mudah dikenali, dapat diingat dan kemasan yang menarik Berikut ini rekapitulasi jawaban responden pada variabel Citra Merek (X2):

Tabel 4.5. : Distribusi Frekuensi Pada Variabel Citra Merek (X2)

Sumber : Data Olahan.

NO Keterangan Skor Jawaban Total

1 2 3 4 5

1 Konsumen mengenal merek atau produk Yamaha Jupiter

0 0 29 20 41 90

0 % 0% 32,2% 22,2% 45,6% 100,0% 2 Untuk mendapatkan

produk Yamaha Jupiter tersedia di dealer Yamaha

0 0 40 25 25 90

0% 0% 44,4% 27,8% 27,8% 100,0% 3 Merek Yamaha Jupiter

sudah terpercaya dan memenuhi harapan konsumen

0 0 15 28 47 90

0% 0% 16,7% 31,1% 52,2% 100,0%

50

Penjelasan dari tabel 4.5 di atas adalah : 1. Indikator X 2.1

Pilihan jawaban terbanyak adalah skor 3 dan 5 yaitu sebanyak 77,8%. Hal ini berarti 77,8% responden menyetujui bahwa Konsumen mengenal merek atau produk Yamaha Jupiter.

2. Indikator X 2.2

Pilihan jawaban terbanyak adalah skor 3 dan 4 yaitu sebanyak 72,2%. Hal ini berarti 72,2% responden menyetujui bahwa Untuk mendapatkan produk Yamaha Jupiter tersedia di dealer Yamaha.

3. Indikator X 2.3

Pilihan jawaban terbanyak adalah skor 4 dan 5 yaitu sebanyak 83,3%. Hal ini berarti 83,3% responden menyetujui bahwa Merek Yamaha Jupiter sudah terpercaya dan memenuhi harapan konsumen.

Loyalitas Konsumen (Y)

Menurut Kotler (2002:25) loyalitas konsumen adalah sebagai sikap konsumen terhadap suatu produk / merek yang diwujudkan dengan membeli terus menerus produk yang sama sepanjang waktu yang merupakan hasil dari pembelajaran dimana produk dapat memuaskan kebutuhannya. Indikator dari variabel ini adalah :

51

Y3 Menyampaikan informasi yang positif tentang produk tersebut kepada orang lain.

Berikut ini rekapitulasi jawaban responden pada variabel Loyalitas Konsumen (Y):

Tabel 4.6. : Distribusi Frekuensi Pada Variabel Loyalitas Konsumen (Y)

Sumber : Data Olahan

Penjelasan dari tabel 4.6 di atas adalah : 1.Indikator Y1

Pilihan jawaban terbanyak adalah skor 3 dan 4 yaitu sebanyak 65,5%. Hal ini berarti 65,5% responden menyetujui bahwa Membeli produk tanpa memperhatikan harga.

2.Indikator Y2

Pilihan jawaban terbanyak adalah skor 4 dan 5 yaitu sebanyak 82,2%. Hal ini berarti 82,2% responden menyetujui bahwa Tetap melakukan pembelian produk tanpa memperhatikan pesaing

NO Keterangan Skor Jawaban Total

1 2 3 4 5

1 Membeli produk tanpa memperhatikan harga

1 5 31 28 25 90

1,1 % 5,6% 34,4% 31,1% 27,8% 100,0% 2 Tetap melakukan

pembelian produk tanpa memperhatikan pesaing

0 2 14 39 35 90

0% 2,2% 15,4% 43,3% 38,9% 100,0% 3 Konsumen menyampaikan

informasi yang positif mengenai Yamaha Jupiter kepada orang lain

2 13 20 34 21 90

2,2% 14,4 %

22,2% 37,8% 23,3% 100,0%

52

3. Indikator Y3

Pilihan jawaban terbanyak adalah skor 4 dan 5 yaitu sebanyak 61,1%. Hal ini berarti 61,1% responden menyetujui bahwa Konsumen menyampaikan informasi yang positif mengenai Yamaha Jupiter kepada orang lain.

4.2.5. Analisis Data Uji Outlier

Outlier adalah observasi atau data yang memiliki karakteristik unik yang terlihat sangat berbeda jauh dari observasi-observasi lainnya dan muncul dalam bentuk nilai ekstrim untuk sebuah variabel tunggal atau variabel kombinasi atau mutivariat (Hair, 1998). Evaluasi terhadap outlier multivariate (antar variabel) perlu dilakukan sebab walaupun data yang dianalisis menunjukkan tidak ada outliers pada tingkat univariate, tetapi observasi itu dapat menjadi outliers bila sudah saling dikombinasikan. Jarak antara Mahalanobis untuk tiap-tiap observasi dapat dihitung dan akan menunjukkan sebuah observasi dari rata-rata semua variabel dalam sebuah ruang multidimensional (Hair.dkk, 1998; Tabachnick & Fidel, 1996). Uji terhadap outliers multivariate dilakukan dengan menggunakan jarak Mahalanobis pada tingkat p < 1%. Jarak Mahalanobis itu dievaluasi dengan menggunakan χ² (chi kuadrat) pada derajat bebas sebesar jumlah variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil uji outlier tampak pada tabel berikut :

53

Sumber : Data Diolah

Nilai Mahal. Distance Maximum data yaitu 19,959 lebih kecil dari Nilai Maksimum Mahal. Distance outlier 27,877 yang berarti data tersebut tidak terdapat outlier, oleh karena itu data ini mempunyai kualitas yang baik dan dapat dilanjutkan untuk diolah lebih lanjut.

4.2.6. Analisis Data Uji Validitas

Validitas menyangkut tingkat akurasi yang dicapai oleh sebuah indikator dalam menilai sesuatu atau akuratnya pengukuran atas apa yang seharusnya diukur, karena indikator multidimensi, maka uji validitas dari setiap latent variable / construct akan diuji dengan melihat loading factor

Tabel 4.7. Outlier Residuals Statisticsa Minimum Maximum Mean Std.

Deviation N Predicted Value 27.84 62.30 45.51 8.065 90 Std. Predicted Value -2.191 2.081 .000 1.000 90 Standard Error of Predicted Value 5.209 12.717 8.624 1.412 90 Adjusted Predicted Value 28.04 67.55 45.56 8.817 90 Residual -44.299 43.389 .000 24.851 90 Std. Residual -1.690 1.655 .000 .948 90 Stud. Residual -1.761 1.748 -.001 1.006 90 Deleted Residual -48.092 48.560 -.048 28.025 90 Stud. Deleted Residual -1.785 1.771 -.002 1.011 90

Mahal. Distance 2.527 19.959 8.900 3.291 90

Cook's Distance .000 .054 .013 .013 90

Centered Leverage

Value .028 .224 .100 .037 90

a. Dependent Variable: No.

54

dari hubungan antara setiap observed variable dan latent variable. Hasil analisis tampak pada tabel di bawah ini.

First Order (Model Pengukuran Indikator dengan Variabel)

Variabel dengan indikator reflektif yaitu perluasan merk pada dasarnya merupakan hubungan korelasi indikator ke variabel , maka cara menilainya adalah dengan melihat nilai koefisien regresi dan signifikansi dari koefisien regresi tersebut. Jadi dilihat nilai Outer Weights masing-masing indikator dan nilai signifikansinya

Outer Weights (Mean, STDEV, T- Values)

Tabel 4.8. Outer Weights (Mean, STDEV, T-Values)

Loading Factor (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Standard Error (STERR) T Statistics (|O/STERR|) X1.1 <- IKLAN -0.597023 0.082122 0.559329 0.559329 1.067392 X1.2 <- IKLAN -0.258882 0.175559 0.453159 0.453159 0.571282 X1.3 <- IKLAN 0.667687 0.365014 0.515378 0.515378 1.295529 X2.1 <- CITRA MEREK 0.411029 0.303658 0.288698 0.288698 1.423736 X2.2 <- CITRA MEREK 0.414633 0.290644 0.301584 0.301584 1.374851 X2.3 <- CITRA MEREK 0.258955 0.239027 0.255654 0.255654 1.012913 Y1 <- LOYALITAS KONSUMEN -0.031024 0.221887 0.411179 0.411179 0.075451 Y2 <- LOYALITAS KONSUMEN 0.859449 0.241470 0.649858 0.649858 1.322518 Y3 <- LOYALITAS

55

Validitas Indikator : diukur dari Nilai Factor Weights dari variable ke indikatornya lebih besar dari 0,5 dan atau nilai T-Statistic lebih besar dari 1,96 (nilai Z pada α = 0,05). Factor Weights merupakan korelasi antara indikator dengan variabel, jika lebih besar dari 0,5 maka korelasi disebut valid dan jika nilai T-Statistic lebih besar dari 1,96 maka korelasinya disebut signifikan.

Berdasarkan pada tabel outer loading di atas, maka pada indikator feflektif yaitu Iklan, Citra Merek dan Loyalitas Konsumen, tidak seluruh indicator memiliki factorweights (original sample estimate) lebih besar dari 0,50 dan atau signifikan (Nilai T-Statistic lebih dari nilai Z α = 0,05 (5%) = 1,96 ), sebagian besar indikator memiliki nilai factor weights dibawah 0,50 antara lain X1,1 X1,2, X2.1, X2.2, X2.3, Y1 dan Y3 atau bisa dikatakan hasil estimasi belum memenuhi Convergen vailidity atau validitasnya kurang baik.

Second Order (Model Pengukuran Variabel dengan Indikator)

Model pengukuran indikator pada variabel Iklan dan Citra Merek adalah reflektif, maka model pengukurannya dengan melihat pada tabel outer loading :

56

Outer Loadings Outer (Mean, STDEV, T-Values) Tabel 4.9. Outer Loadings

Factor Loading (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Standard Error (STERR) T Statistics (|O/STERR|) X1.1 <- IKLAN -0.597023 0.082122 0.559329 0.559329 1.067392 X1.2 <- IKLAN -0.258882 0.175559 0.453159 0.453159 0.571282 X1.3 <- IKLAN 0.667687 0.365014 0.515378 0.515378 1.295529 X2.1 <- CITRA MEREK 0.411029 0.303658 0.288698 0.288698 1.423736 X2.2 <- CITRA MEREK 0.414633 0.290644 0.301584 0.301584 1.374851 X2.3 <- CITRA MEREK 0.258955 0.239027 0.255654 0.255654 1.012913 Y1 <- LOYALITAS KONSUMEN -0.031024 0.221887 0.411179 0.411179 0.075451 Y2 <- LOYALITAS KONSUMEN 0.859449 0.241470 0.649858 0.649858 1.322518 Y3 <- LOYALITAS KONSUMEN -0.388111 0.099856 0.462003 0.462003 0.840062

Sumber : Data Diolah

Validitas Indikator : diukur dari Nilai Factor Loading dari variable ke indikatornya lebih besar dari 0,5 dan atau nilai T-Statistic lebih besar dari 1,96

57

dengan variabel, jika lebih besar dari 0,5 maka korelasi disebut valid dan jika nilai T-Statistic lebih besar dari 1,96 maka korelasinya disebut signifikan.

Berdasarkan pada tabel outer loading di atas, maka pada indikator feflektif yaitu Iklan, Citra Merek dan Loyalitas Konsumen, tidak seluruh indicator memiliki loading factor (original sample estimate) lebih besar dari 0,50 dan atau signifikan (Nilai T-Statistic lebih dari nilai Z α = 0,05 (5%) = 1,96 ), sebagian besar indikator memiliki nilai factor loading dibawah 0,50 antara lain X1,1 X1,2, X2.1, X2.2, X2.3, Y1 dan Y3 atau bisa dikatakan hasil estimasi belum memenuhi Convergen vailidity atau validitasnya kurang baik.

Sedangkan indikator X1.3 dan Y2 memiliki loading factor (original sample estimate) lebih besar dari 0,50 dan atau signifikan (Nilai T-Statistic lebih dari nilai Z α = 0,05 (5%) = 1,96 ) bisa dikatakan hasil estimasi telah memenuhi Convergen vailidity atau validitasnya baik.

Average Variance Extracted (AVE)

Discriminant Validity pada indikator refleksif dapat dilihat pada cross-loading cara lain untuk menilai discriminant validity dilakukan dengan cara membamndingkan square root of average variance extracted (AVE) untuk setiap variabel dengan nilai korelasi antara variabel. Model mempunyai discriminant validity yang tinggi jika akar AVE untuk setiap variabel lebih besar dari korelasi antara konstruk (Ghozali, 2008). Jika nilai akar AVE lebih tinggi daripada korelasi antar variabel yang lain, maka dapat di katakan hasil ini menunjukkan bahwa discriminant validity yang tinggi.

58

Tabel 4.10. AVE (Average Variance Extracted)

Sumber : Data Diolah

Model Pengukuran berikutnya adalah nilai Avarage Variance Extracted (AVE) , yaitu nilai menunjukkan besarnya varian indikator yang dikandung oleh variabel latennya. Konvergen Nilai AVE lebih besar 0,5 juga menunjukkan kecukupan validitas yang baik bagi variabel laten. Pada variabelindikator reflektif dapat dilihat dari nilai Avarage variance extracted (AVE) untuk setiap konstruk (variabel). Dipersyaratkan model yang baik apabila nilai AVE masing-masing konstruk lebih besar dari 0,5. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai AVE untuk konstruk (variabel) Iklan dan Loyalitas Konsumen memiliki nilai dibawah 0,5 sehingga dikatakan kurang valid, sedangkan konstruk (variabel) Citra Merek memiliki nilai diatas 0,5 atau dikatakan valid.

4.2.7. Analisis Data Uji Reliabilitas

Seperti telah dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa Cronbach’s Alpha ini digunakan untuk mengestimasi reliabiltas setiap skala (variabel atau observasi indikator). Sementara itu item to total correlation

AVE

CITRA MEREK 0.834205

IKLAN 0.389870

59

yang dihasilkan (Purwanto, 2002). Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.11. Composite Reliability

Composite

Reliability

CITRA MEREK 0.937654

IKLAN 0.005468

LOYALITAS KONSUMEN 0.029899 Sumber : Data Diolah

Reliabilitas konstruk yang diukur dengan nilai composite reliability, konstruk reliabel jika nilai composite reliability di atas 0,70 maka indikator disebut konsisten dalam mengukur variabel latennya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konstruk (variable) Citra Merek memiliki nilai composite reliability lebih besar dari 0,7. Sehingga reliabel. Sedang variabel Iklan dan Loyalitas Konsumen memiliki nilai composite reliability lebih kecil dari 0,7 sehingga reliabilitanya rendah.

4.2.8. Model Struktural

Pengujian terhadap model struktural dilakukan dengan melihat nilai R-Square yang merupakan uji goodness-fit model.Pengujian inner model dapat dilihat dari nilai R-square pada persamaan antar variabel latent. Nilai R2 menjelaskan seberapa besar variabel eksogen (independen /

60

bebas) pada model mampu menerangkan variabel endogen (dependen / terikat). Tabel 4.12. R Square R Square CITRA MEREK IKLAN LOYALITAS KONSUMEN 0.080087 Sumber : Data Diolah

Nilai R2 = 1- (1-0.080087) = 0,919913. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa model mampu menjelaskan fenomena Loyalitas Konsumen sebesar 8,0087%. Sedangkan sisanya (91,9913%) dijelaskan oleh variabel lain (selain Citra Merek dan Iklan) yang belum masuk ke dalam model dan error. Artinya Variabel Loyalitas Konsumen dipengaruhi oleh Citra Merek dan Iklan sebesar 8,0087% sedang sebesar 91,9913% dipengaruhi oleh variabel selain Citra Merek dan Iklan.

61

4.2.9. Analisis Data Uji Kausalitas

Berikut ini gambar keseluruhan dari hasil perhitungan software Smart PLS sebagai berikut :

Gambar 4.2. : Output PLS

62

4.3. Analisis Data Uji Hipotesis

Tabel 4.13. Result For Inner Weights

Path Coefficient (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Standard Error (STERR) T Statistics (|O/STERR|) CITRA MEREK -> LOYALITAS KONSUMEN -0.229697 -0.035088 0.258937 0.258937 0.887077 IKLAN -> LOYALITAS KONSUMEN -0.162886 -0.250600 0.156959 0.156959 1.037756

Sumber : Data Diolah

1. Citra Merek berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen dengan koefisien path sebesar -0.229697 tidak dapat diterima dimana nilai T-Statistic = 0.887077 lebih kecil dari nilai Z α = 0,05 (5%) = 1,96 , maka hasilnya adalah Tidak Signifikan (Negatif).

63

2. Iklan berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen dengan koefisien path sebesar

-0,162886 tidak dapat diterima dimana nilai T-Statistic = 1,037756 lebih kecil dari nilai Z α = 0,05 (5%) = 1,96 , maka hasilnya adalah Tidak Signifikan (Negatif)

4.3.1 Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka pembahasan masing-masing hipotesis adalah sebagai berikut :

1. Pengaruh Iklan terhadap Loyalitas Konsumen

Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan didapatkan bahwa Iklan yang di lakukan oleh Yamaha tidak berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen. Hal ini tidak sesuai dengan teori (Rhenald Kasali, 2000) iklan adalah pesan dari produk, jasa atau ide yang disampaikan kepada masyarakat melalui suatu media yang diarahkan untuk menarik konsumen. Konsumen yang tertarik dengan iklan yang disajikan, memiliki sikap positif terhadap suatu produk, mau dan ingin membeli produk tersebut serta diharapkan konsumen dapat menjadi pembeli yang potensial. Pada penelitian yang telah dilakukan bahwa variable Iklan tidak bepengaruh terhadap Loyalitas konsumen. Kondisi hasil objek penelitian menunjukkan bahwa Bintang Iklan, Gambar dan Warna belum mampu untuk mempengaruhi Loyalitas Konsumen motor Yamaha Jupiter. Hal ini menunjukkan meskipun tidak menggunakan Bintang

64

Iklan,Slogan, Gambar dan Warna konsumen sudah mengetahui motor Yamaha Jupiter.

2. Pengaruh Citra Merek terhadap Loyalitas Konsumen

Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan didapatkan bahwa Citra Merek yang di lakukan oleh Yamaha tidak berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen. Hal ini tidak sesuai dengan teori (Tybout & Calkins, 2005) : Konsumen sangat jarang hanya melihat dari produk atau jasa itu sendiri, tetapi melihatnya bersama-sama nama merek. Hasilnya, dalam memahami suatu produk atau jasa, persepsi konsumen dibentuk oleh merek. Persepsi konsumen berperan penting dalam pengambilan keputusan pembelian - terutama karena apa yang dipahami oleh konsumen lebih penting daripada realitas sebenarnya. Hal inilah yang membuat merek-merek yang dipandang konsumen sebagai terbaik dalam kategorinya adalah merek-merek yang mendulang keuntungan paling banyak, paling dicari konsumen dan memiliki pelanggan dengan loyalitas tinggi. Demikian pula dengan teori (Schiffman & Kanuk, 2000) : Konsumen cenderung memilih berdasarkan citra merek, terutama ketika konsumen itu tidak memiliki pengalaman dengan produk dalam kategori tertentu yang tidak pernah mereka beli, mereka akan cenderung untuk “percaya” padaproduk dengan nama merek yang terkenal atau favorit. Konsumen sering berpikir bahwa merek yang terkenal merupakan produk

65

promosi sebuah merek mendukung pemahaman mengenai kualitas produk mereka dengan membangun dan mempertahankan citra merek yang positif dalam benak konsumen. Pada penelitian yang telah di lakukan bahwa variable Citra Merek tidak bepengaruh terhadap Loyalitas konsumen.. Kondisi hasil objek penelitian menunjukkan bahwa Kualitas Merek, Kemudahan Dalam Memperoleh Produk, Merek Mudah Dikenali, dapat diingat dan kemasan yang menarik belum mampu untuk mempengaruhi Loyalitas Konsumen motor Yamaha Jupiter. Hal ini menunjukkan meskipun tidak mengetahui Kualitas Merek, Kemudahan Dalam Memperoleh Produk, Merek Mudah Dikenali, dapat diingat dan kemasan yang menarik konsumen sudah mengetahui motor Yamaha Jupiter.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan

Berdasarkan análisis Partial Least Square, maka kesimpulan yang diambil adalah sebagai berikut :

1. Semakin menarik Iklan yang ditayangkan maka belum tentu akan mempengaruhi Loyalitas Konsumen Yamaha Jupiter.

2. Semakin bagus Citra Merek maka belum tentu akan mempengaruhi Loyalitas Konsumen Yamaha Jupiter.

5.2. Saran

Sehubungan dengan permasalahan dari analisa data yang telah disajikan dihasil penelitian, maka dapat dikemukakan beberapa saran yang bermanfaat antara lain :

1. Pihak perusahaan hendaknya lebih meningkatkan slogan, gambar dan warna, bintang iklan agar dapat mempengaruhi konsumen.

2. Perusahaan harus mampu meningkatkan kemudahan dalam memperoleh produk, kualitas merek, merek mudah dikenali, dapat diingat dan kemasan yang menarik sehingga mampu untuk mempengaruhi konsumen.

DAFTAR PUSTAKA

A.B. Susanto dan H. Wijanarko. 2004. Power Branding : Membangun Brand yang Legendari, PT. Mizan Pustaka, Jakarta.

Chin, W. W. (1998), “The partial least squares approach to structural equation modelling”, dalam Modern methods for business research, eds.

Marcoulides,

Chin, W.W., 2000. Partial Least Squares for Researcher : An Overview and Prosentation of Recent Advances Using the PLS approach.

<http://disc- nt.cba.uh.edu/chin/icis2000plstalk.pdf

Durianto, Darmadi, Sugiarto dan Toni Situnjak. 2003. Strategi Menaklukan

Pasar melalui Riset Ekuitas dan Prilaku Merek. Penerbit: PT. Gramedia. Jakarta

Djaslim Saladin, 2003, Manajemen Pemasaran, Bandung: Linda Karya.

Ferdinand, Agusty. 2006. Metode Penelitian Manajemen. Semarang : Badan Penerbit Uiversitas Diponegoro.

Gefen D. 2000. SEM and Regression: guidelines for researchpartice.Communication of AIS. Vol. 4, article 7

Ghozali, Imam. 2008. Analisis Multivariate SPSS. Semarang : BP Undip. Griffin, Jill. 2003. Customer Loyalty. Edisi Revisi dan Terbaru. Penerbit:

Erlangga. Jakarta

http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/2177045-pengertian-loyalitaskonsumen/# ixzz1jvKRD7W8

Joreskog, K. G., dan Wold, H., (1982), The ML and PLS technique for modelling with latent variables: Histor ical and comparative aspects.

Amsterdam, North-Holland.

Kotler, Philip, Gery Amstrong. 1997. Manajemen Pemasaran Analisis,

Perencanaan, Implementasi, dan Pengendalian. Jilid I dan II, Edisi Kedelapan. Salemba Empat. Jakarta

Kotler, Philip. 1997. Manajemen Pemasaran Marketing Manajemen 9e

Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Kontrol Edisi Revisi Jilid 1.Penerbit : PT. Prenhallindo. Jakarta

Kotler, Philip, dan Gery Amstrong. 2001. Dasar-Dasar Pemasaran Edisi Milenium. Penerbit: Prenhallindo. Jakarta

Kotler P. 2002. Manajemen Pemasaran Edisi ke Tujuh. Penerbit: PT. Prenhallindo. Jakarta

Kotler P. 2002. Manajemen Pemasaran, Edisi Milenium Jilid 2. Penerbit: PT. Prenhallindo. Jakarta

Kotler P, Kevin Lane Keller. 2007. Manajemen Pemasaran Edisi Kedua Belas Jilid 1. Penerbit: PT. Indeks. Jakarta

Kuncoro, Mudrajad. 2001. Metode Kualitatif :Teori dan Aplikas untuk Bisnis dan Ekonomi, Edisi I. Yogyakarta : AMPYKPN

Kusuma Dewi, Nila, Andri Gus, dan Yonaldi, Sepris, Pengaruh Iklan, Citra Merek DanKepuasan Konsumen Terhadap Loyalitas KonsumenDalam MenggunakanHand And Body Lotion Di Kota Padang (Studi Kasu Di PT. Unilever Cabang Padang).Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Volume 3, Nomor 2, Mei 2012 ISSN : 2086 - 5031

Ogi Sulistian. 2011. Pengaruh Brand Image Terhadap Loyalitas Pelanggan Rokok Gudang Garam Filter. Kuningan: Fakultas Ekonomi Universitas Kuningan Riduan, 2004. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung :

Alfabeta.

Rahayu N, Sinta. 2009. Pengaruh Kepuasan atas dimensi atribut produk kopi bubuk kiniko terhadap loyalitas pelanggan di kota Padang. Skripsi.FEUNP: Tidak dipublikasikan

Rhenald Khasali. 2000. Manajemen Periklanan. Penerbit: PT. Pustaka Utama Grafitti. Jakarta

Schiffman, L.G., Kanuk, L.L. (2000). Consumers Behavior 7th ed. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.

Shimp, Terence A. 2003. Periklanan Promosi. Penerbit: Erlangga. Jakarta

Stone, M. 1990. Continuum regression: cross-validated sequentially constructed prediction embracing ordinary least squares, partial least squares and principal components regression. Journal of the Royal Statistical Society, Series B (Methodological).

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,

Dokumen terkait