BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Deskripsi hasil penelitian
Pada bab ini, mendeskripsikan hasil penelitian yang dilakukan oleh
peneliti selama dilapangan yang akan dideskripsikan melalui Teori Nine Step of
Strategic Public Relation dan 7C, sebagaimana akan diuraikan sebagai berikut
. I. Mengidentifikasi Problem Public Relations
Menganalisis situasi mencakup penilaian terhadap opini, sikap, dan
perilaku pihak-pihak yang terkait yang dapat mempengaruhi tindakan dan
kebijakan organisasi.
1.Analisis Situasi
Dalam suatu organisasi keberadaan humas sangatlah penting. Humas
sebagai fungsi komunikasi yakni menyampaikan informasi kepada
khalayak luas. Salah satu aktivitas Public Relations yang dilakukan adalah
Media Relations dalam upaya meraih dukungan publik.
Menjalin hubungan baik dengan media atau biasa disebut dengan
media relations perlu didukung oleh sumber daya yang profesional, baik
dari segi humas maupun media.
Humas dan media sama–sama saling membutuhkan, humas
membutuhkan media untuk publikasi sedangkan media membutuhkan
humas untuk mendapatkan informasi terkait organisasi yang kemudian
akan diberitakan. Media pada dasarnya membutuhkan informasi yang tepat
Media dalam hal ini wartawan. Menurut Roland E.Worseley, Wartawan adalah orang yang beraktivitas mengumpulkan, menulis, menafsirkan, memproses dan menyebarkan informasi umum secara sistematis untuk diterbitkan pada surat kabar, majalah dan disiarkan stasiun siaran tertentu.
Dalam suatu perusahaan perlunya membina hubungan baik dengan
para wartawan (media). Hal tersebut berfungsi untuk mendukung
keefektifan pemberitaan. Namun sebagai humas dalam menjalankan
hubungan baik dengan para wartawan harus memperhatikan prinsip umum
dalam rangka menciptakan hubungan pers yang baik.
Bandara juga menyediakan ruang press room kepada wartawan.
Press room ini sebagai tempat untuk mengadakan kegiatan yang
berhubungan dengan media seperti saat konferensi pers maupun pada saat
menyelenggarakan press release. Selain itu pihak humas welcome terhadap
para wartawan yang datang untuk mencari berita terkait bandara, ataupun
sekedar ngobrol. Karena pada prinsipnya sama-sama butuh antara
perusahaan dengan media.
Hal inipun dikatakan oleh Informan 5 Mba Iffa Latifah Zulfa selaku
Staf Protokol Bandara Soekarno-Hatta menyatakan bahwa
“Di Bandara Soekarno-Hatta kita saling bekerjasama dengan media
karena kita sama–sama saling membutuhkan, media membutuhkan berita, Angkasa Pura II membutuhkan pemberitaan. Jika ada yang ingin ditanyakan, diberitakan ataupun wartawan mencari bahan untuk berita, pasti akan kita fasilitasi, kita menerima dengan baik, agar hubungan yang terjalin juga baik misalnya selama ini kita welcome terhadap wartawan jadi kapanpun wartawan ke kantor, ingin mencari berita, mencari bahan pemberitaan kita selalu ada, biasanya mereka (wartawan) berkumpul di press room. Di Bandara Soekarno-Hatta ada yang namanya press room disana para
wartawan berkumpul untuk mencari berita maupun ketika kita ingin memberitakan, mengadakan press conference” ( Iffa Latifah Zulfa,
Staf Protokol Bandara Soekarno-Hatta )
Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjalin kerjasama dengan
beberapa media, baik media lokal maupun media nasional. Hal tersebut
dapat dilihat dari ungkapan informan 2, Bapak Yaser Khalex selaku Junior
Manager Humas dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta, menerangkan
bahwa bandara bekerjasama dengan media lokal dan nasional, seperti
media-media sekitar Tangerang, karena media-media nasional juga
memiliki perwakilannya di Tangerang, tidak hanya media cetak namun juga
media televisi juga menjalin kerjasama.
“Tidak ada media khusus kita menjalin kerjasama, kita bekerjasama dengan media-media yang ada di sekitar wilayah Tangerang karena banyak juga media-media nasional yang memiliki perwakilan di Tangerang, serta ada juga banyak media lokal yang memang membutuhkan berita terkait bandar udara. Termasuk nasional, karena media nasional juga memiliki perwakilannya di Tangerang, seperti Indosiar memiliki kontributor di Tangerang ,kemudian rata-rata tv nasional memiliki perwakilan disini” (Yaser Khalex, Junior
Manager Humas dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta)
Ada sekitar 60 wartawan yang tergabung dalam pokja Tangerang.
Dimana dalam forum tersebut meliputi media cetak, online, elektronik, tv
dan radio. Biasanya ketika ada pemberitaan accidentaly maupun yang
bersifat ceremonial pihak bandara pun juga bekerjasama dengan para
wartawan tersebut. Sebagaimana diungkap oleh Informan 5 Mba Iffa Latifah
Zulfa
“untuk kerjasama dengan media, Bandara menjalin hubungan dengan kumpulan wartawan yang bekerja di Tangerang yang
disebut Pokja. Di pojka ini ada sekitar 60 wartawan yang tergabung baik itu cetak, online, tv dan radio semuanya ada disana” (Iffa Latifah Zulfa, Staf Protokol Bandara
Soekarno-Hatta)
Selain itu Mba Iffa Latifah Zulfa juga menambahkan dalam forum
tersebut tergabung beberapa media lokal maupun nasional selain itu ada
wartawan yang bekerja di kementrian maupun BUMN.
“yang tergabung di forum itu banyak misalnya ada metro tv, tvone, Jawa pos, Sindo, Satelit News, bisnis, hampir semua media massa. Selain pokja Tangerang ini ada juga wartawan yang kerjanya di daerah kementrian perhubungan, serta kementrian BUMN biasanya kalau dari pokja Tangerang ini cukup mengakomodir kepentingan perusahaan” (Iffa Latifah Zulfa, Staf Protokol Bandara
MEDIA CETAK DAN MEDIA ONLINE
NO Media Cetak Media Online
1 Indopos LENTERA NEWS BANTEN HITS
2 Kompas KABAR6.COM BANTENRAYA.COM
3 Koran Tempo BERITATRANS TRIBUNNEWS.COM
4 Media Indonesia OKEZONE.COM METROTVNEWS.COM
5 Pos Kota ANTARANEWS JAKARTA POST
6 Rakyat Merdeka VIVANEWS SATELIT NEWS
7 Republika BERITASATU.COM JURNAL
TANGERANG.COM 8 Suara Pembaruan LIPUTAN6.COM BANTENPOSNEWS
9 Jakarta Post JURNAS SENTANA ONLINE
10
Koran Sindo MERDEKA.COM TANGERANGPOS.COM
11 Satelit News DETIK.COM TANGERANGNEWS.COM
12 Tangerang Express INDOPOS.COM POSKOTANEWS.COM 13 Jakarta Globe REPUBLIKA.CO.ID HARIANTANGERANG.COM 14 Koran Jakarta SINDONEWS.COM PORTALTANGERANG.COM
15 TEMPO.CO NEWS MEDIA.COM
16 KOMPAS.COM
Publik khususnya pembaca saat ini membutuhkan informasi
sebagaimana dikemukakan oleh informan 7, Mas Tri selaku pengguna jasa
dan sebagai pembaca mengatakan bahwa pentingnya media massa saat ini
karena pembaca itu sangat membutuhkan informasi
“ Menurut saya media massa saat ini sangat penting, peran media sangat besar khususnya dalam menyebarkan informasi, karena saat ini kita sangat membutuhkan informasi, dengan membaca berita kita akan memahami apa yang terjadi sebenarnya dan mengetahui bagaimana perkembangan misalnya seperti bandara, kita sebagai pengguna jasa harus mengetahui apa saja yang dilakukan bandara seperti apa peningkatannya terkait dengan fasilitas-fasilitas disana” (Tri, Pengguna Jasa)
Selain itu ditambahkan pula oleh informan 6, Mas Ressa selaku
pengguna jasa dan pembaca mengatakan bahwa dengan adanya media
massa informasi dapat cepat sampai ke pembaca, seperti yang terjadi saat
ini kemajuan teknologi dapat mendukung dalam penyebaran informasi.
“Karena adanya media massa maka informasi(berita) dapat cepat sampai ke pembaca seperti saat ini didukung oleh kemajuan teknologi yang memudahkan kita dalam mendapatkan berita, biasanya orang membaca berita melalui koran namun sekarang berita dapat didapatkan dengan mudah hanya dengan mengakses internet seperti saat ini banyak yang bermunculan media online”
(Ressa, Pengguna Jasa)
Sehingga perlunya humas dalam menyampaikan informasi didukung
oleh media menjadi efektif dalam memberitakan bandara agar sampai kepada
2. Analisis Organisasi
Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa kebandarudaraan. Memiliki visi yaitu “Menjadi pengelola bandar udara kelas dunia yang terkemuka dan professional” dalam
mewujudkan visi tersebut perlu didukung oleh misi dimana misinya adalah
1. Mengelola jasa bandar udara kelas dunia dengan mengutamakan
tingkat keselamatan, keamanan, dan kenyamanan untuk meningkatkan
kepuasan pelanggan
2. Mengembangkan SDM dan budaya Perusahaan yang berkinerja tinggi
dengan menerapkan sistem manajemen kelas dunia
3. Mengoptimalkan strategi pertumbuhan bisnis secara menguntungkan
untuk meningkatkan nilai pemegang saham serta meningkatkan
kesejahteraan karyawan dan pemangku kepentingan lainnya
4. Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan mitra usaha
dan mitra kerja serta mengembangkan secara sinergis dalam pengelolaan
jasa bandar udara
5. Memberikan nilai tambah yang optimal bagi masyarakat dan lingkungan
Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan informan 2, Bapak Yaser Khalex
selaku Junior Manager Humas dan Protokol menyatakan
“Visi dan Misi PT. Angkasa Pura II adalah menjadi pengelola bandar udara kelas dunia yang terkemuka dan profesional. Sedangkan misinya adalah Mengelola jasa bandar udara kelas dunia dengan mengutamakan tingkat keselamatan, keamanan, dan kenyamanan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Kemudian dari sisi SDM, mengembangkan SDM dan budaya Perusahaan yang berkinerja tinggi dengan menerapkan sistem manajemen kelas dunia. mengoptimalkan strategi pertumbuhan bisnis secara menguntungkan untuk meningkatkan nilai pemegang saham serta meningkatkan kesejahteraan karyawan dan pemangku kepentingan lainnya kemudianMenjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan mitra usaha dan mitra kerja serta mengembangkan secara sinergis dalam pengelolaan jasa bandar udara serta memberikan nilai tambah yang optimal bagi masyarakat dan lingkungan” (Yaser Khalex,
Junior Manager Humas dan Protokol)
Salah satu yang mendukung dalam terlaksana visi dan misi perusahaan tersebut yaitu unit humas. Sebagaimana dikatakan oleh Yudis Tiawan, Manager
Humas dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta
“Visi humas harus mendukung dengan visi korporat, perusahaan
menginginkan menjadi world class bagaimana humas mengarahkan dan mempengaruhi karyawan agar bersikap dan meyakini agar bisa manjadi world class” (Yudis Tiawan, Manager Humas dan Protokol
Bandara Soekarno-Hatta)
Segala yang berkaitan dengan Bandara biasanya diinformasikan oleh
Humas Bandara. Humas merupakan unit yang terletak di Kantor Cabang
Utama tepatnya di Gedung 601 Bandara Internasional Soekarno Hatta dimana
unit ini bertanggung jawab terhadap Senior General Manager sedangkan
secara fungsinya humas menjalin hubungan baik kedalam maupun keluar dan
sebagai saluran komunikasi. Hal tersebut diperkuat oleh Informan 3, Mba
Dewa Deasy Walda selaku Staf Humas Bandara Soekarno-Hatta menyatakan
“Humas bandara Soekarno Hatta adalah unit yang dibawahi oleh manager humas dan protocol secara struktur, memang bertanggung jawab langsung kepada Senior General Manager, jadi tidak dibawahi
oleh deputi bidang manapun kira-kira seperti itu kalau secara struktur, secara fungsi sama seperti fungsi-fungsi humas di perusahaan lainnya menjadi saluran informasi dari dalam keluar maupun dari luar ke dalam.” (Dewa Deasy Walda, Staf Humas Bandara
Soekarno-Hatta)
Humas bandara juga melakukan hubungan kedalam dan keluar. Hal
tersebut seperti berhubungan baik dengan para pekerja media (pers), masyarakat
luas dan juga para karyawan. Sebagaimana dikatakan oleh informan 4, Mas
Taraas Arshayoena selaku Staf Humas Bandara Soekarno-Hatta menyatakan
bahwa
“Humas Bandara Soekarno-Hatta sama seperti yang lain, berhubungan dengan media, dalam hal ini pers (pekerja media), kemudian yang kedua hubungannya dengan masyarakat, komunitas, dan ketiga dengan karyawan”(Taraas Arshayoena, Staf Humas
Bandara Soekarno-Hatta)
Sebagaimana definisi menurut Rex F Harlow, Humas itu sebagai
fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan baik dan
bermanfaat antara organisasi dengan publik yang mempengaruhi kesuksesan
atau kegagalan organisasi tersebut. Hal ini berkaitan dengan pembentukan citra,
tidak hanya melakukan hubungan internal dengan karyawan namun praktisi
Public Relations juga melakukan hubungan eksternal dengan masyarakat.
Humas atau Public Relations menurut Rex F. Harlow, Public Relation adalah fungsi manajemen tertentu yang membantu membangun dan menjaga lini komunikasi, pemahaman bersama, penerimaan mutual dan kerjasama antara organisasi dan publiknya, PR melibatkan manajemen problem atau manajemen isu , PR membantu manajemen agar tetap responsif dan mendapatkan informasi terkini tentang opini publik.
3. Analisis publik
Selama ini persepsi publik terhadap bandara adalah positif, hal tersebut
sebagaimana dikemukakan oleh informan 1 Bapak Yudis Tiawan selaku
Manager Humas dan Protokol menyatakan bahwa
“sejauh ini ada pengukuran, ada measurement. Pengukurannya dari segi media sejauh ini sangat positif ”. (Yudis Tiawan, Manager
Humas dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta)
Publik selama ini menginginkan pelayanan terbaik, Untuk mendukung
hal tersebut perlu adanya peningkatan pelayanan dan perlunya peran media
untuk memberitakan bentuk peningkatan tersebut.
Seperti yang diungkap oleh informan 7, Mas Tri selaku pengguna jasa
mengungkapkan selama ini pelayanan yang diterima baik.
“menurut saya fine-fine saja, sejauh ini pelayanan yang saya terima
masih baik-baik saja, terus memberikan pelayanan yang terbaik” (Tri ,
Pengguna Jasa)
Untuk mendukung hal tersebut perlu adanya peningkatan pelayanan dan
perlunya peran media untuk memberitakan bentuk peningkatan tersebut. Yang
harus diperhatikan adalah dari segi pelayanannya, sebagaimana dikatakan oleh
informan 6, Mas Tri selaku pengguna jasa mengatakan
“masalah pelayanannya ya sebenarnya sudah bagus terus lebih diperketat pengawasannya agar konsumen tidak ada yang melakukan keluhan terutama tamu kita dari mancanegara, kita sebagai tuan rumahnya di Bandara Internasional kita, harus memberikan pelayanan terbaik.” ( Tri, pengguna jasa).
2. Perencanaan dan Pemrograman
Langkah keempat : menentukan sasaran dan tujuan
Pada tahap ini, humas menyusun program yang dapat mendukung
pencitraan Bandara Soekarno-Hatta, kegiatan tersebut diantaranya yaitu
program pencitraan dan Program komunikasi pencitraan. Program
pencitraan ini diantaranya yaitu peningkatan fasilitas dan pelayanan serta
Sumber Daya Manusia. Sedangkan Komunikasi pencitraannya yaitu
mengkomunikasikan kegiatan tersebut melalui kegiatan media relations.
Salah satu peningkatan fasilitasnya seperti yang saat ini dilakukan, bandara, seperti saat ini sedang membuat “Grand Design” yang diwujudkan dalam Aeropolis. Sebagaimana diungkapkan oleh informan
2, Bapak Yaser Khalex selaku Junior Manager Humas dan Protokol
Bandara Soekarno-Hatta terkait pengembangan bandara
“Kita berusaha meningkatkan kapasitas dan pelayanan dan juga memberikan nilai lebih terhadap pengguna jasa misalnya nanti ada grand design, grand design dimana airport tidak hanya menjadi airport seperti biasa tapi sudah menjadi sentral bagi semua kegiatan yang disebut dengan Aeropolis. nanti disini akan ada hotel, ada convention” (Yaser Khalex, Junior Manager Humas
dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta)
Informan 5, Mba Iffa Latifah Zulfa selaku staf protocol juga
menambahkan terkait hal tersebut
“Bandara Soekarno-Hatta sekarang sedang memperbaiki masalah fasilitas, lalu peningkatan kualitas SDM dan fasilitas di bandara. mengenai peningkatan citra ini seperti masalah tampilan bandara, infrastruktur sedang ditingkatkan, teknologi lalu pelayanannya, bandara itu mengutamakan pelayanan karena Angkasa Pura II
bergerak dibidang pelayanan jasa dan pengelola bandara” (Iffa
Latifah Zulfa, staf protokol Bandara Soekarno-Hatta)
Sedangkan yang kedua yaitu melakukan hubungan dengan media,
kegiatan media relations yang dilakukan sebagaimana dikatakan oleh
Bapak Yudis Tiawan selaku Manager Humas dan Protokol Bandara
Soekarno-Hatta menyatakan
“Ada press conference, press release, kami undang juga namanya media tour, kerena they proven by seeing, harus dibuktikan dengan melihat misalnya kami telah membuat perbaikan di Soekarno-Hatta untuk itu di tahun 2013 Soekarno-Hatta mendapat penghargaan sebagai improvement airport in the world ranking ke 4, mereka harus melihat apa saja yang sudah diperbaiki , mereka kami ajak ke terminal, misalnya kita sedang membicarakan airport development, mereka kami undang ke area-area yang dibangun, misalnya stasiun kereta yang sedang dibuat selain itu ada media visit berkunjung” (Yudis Tiawan,
Manager Humas dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta)
Pentingnya melakukan kegiatan media relations bagi humas yaitu
mendukung adanya kegiatan publikasi tentang kegiatan maupun kebijakan
perusahaan kepada para pengguna jasa sebagaimana dikemukakan oleh
informan 2 Bapak Yaser Khalex selaku Junior Manager Humas dan Protokol
menyatakan
“wartawan sebagai mitra strategis kita, karena PR salah satu kegiatannya adalah mensyiarkan kegiatan – kegiatan perusahaan, hal itu menjadi penting.”( Yaser Khalex, Junior Manager Humas dan
Protokol Bandara Soekarno-Hatta)
Hal tersebut juga diperkuat oleh informan 1, Bapak Yudis Tiawan
selaku Manager Humas dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta, bahwa
kegiatan media relations memang sangat penting dilakukan karena erat
“sangat penting bagi humas karena kegiatan humas 70% perlu media
karena hal ini kaitannya dengan publikasi. publikasi itu membentuk persepsi public. persepsi publik ini penting bagi perusahaan agar masyarakat tahu apa yang sedang dilakukan oleh management sebuah korporasi.” (Yudis Tiawan, Manager Humas dan Protokol Bandara
Soekarno-Hatta)
Pentingnya publikasi dalam suatu perusahaan yaitu menyampaikan
kegiatan maupun kebijakan kepada publik sehingga publik dapat memahami
dan mengerti. Publikasi yang maksimal itu tidak hanya dilihat dari jumlah
media yang memuat tetapi juga dapat menyampaikan informasi yang tepat,
lengkap, jelas serta mudah dibaca, didengar maupun ditonton oleh pemirsa.
Sebagaimana menurut Frank Jefkins (2000:98) bahwa media relations
merupakan usaha untuk mencapai publikasi atau penyiaran yang maksimum
atas suatu pesan atau infomasi humas dalam rangka menciptakan
pengetahuan dan pemahaan bagi khalayak dari organisasi atau perusahaan
yang bersangkutan.
Tidak hanya untuk kepentingan sepihak saja namun juga memahami
kepentingan antara humas dan media, sehingga dapat terjadi hubungan
saling kerjasama.
Setiap perusahaan menginginkan citra yang positif , sama seperti halnya Bandara Soekarno-Hatta menginginkan kepercayaan dan citra positif di masyarakat. Sesuai dengan visinya yaitu menjadi pengelola bandara yang professional.
Hal tersebut juga ditambahkan oleh informan 5 Mba Iffa Latifah Zulfa selaku staf Protokol Bandara Soekarno-Hatta
“masalah citra atau image itu besar cakupannya, perusahaan menginginkan citra yang baik” (Iffa Latifah Zulfa, Staf Protokol
Bandara Soekarno-Hatta)
Citra merupakan hal penting dalam sebuah organisasi . Salah satu
fungsi humas yaitu membentuk citra tentunya citra yang positif. Karena citra
yang positif dimata masyarakat, akan memperoleh dukungan dan
kepercayaan terhadap organisasi.
Langkah kelima : Memformulasikan strategi kegiatan dan respon
Perusahaan khususnya humas harus memformulasikan strategi
kegiatan dalam menjalin hubungan baik dengan media. Strategi dalam
menjalankan media relations ini sangat beragam salah satunya adalah yang
dikemukakan oleh informan 1, Bapak Yudis Tiawan selaku Manager Humas
dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta, menyatakan bahwa
“Pertama, kami harus sering bertemu dengan mereka (wartawan),
karena kita sangat menyadari bahwa media, jurnalis itu membutuhkan berita dan kami juga membutukan publikasi, jadi harus ada take and give, mereka membutuhkan kami menyiapkan, ketika kita membutuhkan mereka siap membantu, artinya kami dengan mereka harus sinergi, saya selalu bersedia menjadi narasumber kapanpun mereka membutuhkan narasumber, membutuhkan informasi, handphone saya available 24 jam” (Bapak Yudis Tiawan, Manager
Humas dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta)
Hal tersebut juga ditambahkan oleh informan 2, Bapak Yaser Khalex
selaku Junior Manager Humas dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta,
menyatakan bahwa perlunya melibatkan media dalam kegiatan yang
berhubungan dengan publikasi
“Cara menjalin hubungan baiknya adalah melibatkan mereka(wartawan) dalam kegiatan yang membutuhkan publikasi
terkait kebijakan-kebijakan perusahaan untuk diketahui informasinya oleh pengguna jasa.” (Bapak Yaser Khalex, Junior Manager Humas
dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta)
Apabila pemberitaan ada yang tidak sejalan dengan humas, biasanya
pihak humas mengkomunikasikan kepada wartawan.
“Di Indonesia kebebasan mengeluarkan pendapat dijamin, juga
termasuk kebebasan untuk pers. Ada undang-undang pokok pers, ada yang namanya kode etik jurnalistik, ada juga yang namanya keterbukaan informasi publik,semua itu diperlukan kami biasanya menyikapinya dengan persuasi lebih kepada relationship kalau ada mereka yang menulis buruk mengapa menulis seperti ini dan biasanya mereka mengerti dan meminta maaf serta menulis berita dengan versi berbeda”(Bapak Yudis Tiawan, Manager Humas dan Protokol
Bandara Soekarno-Hatta)
Langkah keenam : Penggunaan komunikasi yang efektif
Pesan yang akan diberikan kepada publik harus memiliki sifat
kejelasan, kejelasan disini berarti humas harus memberikan informasi yang
dapat dengan mudah dipahami oleh publik. isi pesan juga tidak berbelit.
Seperti yang dikatakan oleh Mba Dewa Deasy Walda selaku staf humas
Bandara Soekarno-Hatta menyatakan bahwa apabila humas mengadakan
suatu kegiatan, biasanya humas memberikan informasi kepada masyarakat
terkait hal tersebut
“Contohnya kita akan mengadakan kegiatan, untuk mempublikasikan
kepada masyarakat, melalui humas kita akan melakukan publikasi tersebut biasanya melalui press release maupun media lainnya seperti spanduk” (Dewa Deasy Walda, Staf Humas Bandara
Soekarno-Hatta).
Melalui media, akan dijelaskan tentang kebijakan tersebut sehingga dengan
mudah dipahami masyarakat. Berkaitan dengan pemberitaan, jika terdapat
berita yang mengarah ke negatif dan merugikan citra perusahaan, pihak
humas biasanya melakukan klarifikasi dalam bentuk konfrensi pers, jika
pemberitaan yang beredar tidak benar. Dalam hal ini Informan 3 Mba Dewa
Deasy Walda, Staf humas Bandara Internasional Soekarno-Hatta
menambahkan terkait dengan pemberitaan buruk yang beredar di media
massa
“Jika ada pemberitaan yang mengarah kearah negatif, tapi tidak
benar maka akan kita klarifikasi” (Dewa Deasy Walda, Staf
Humas Bandara Soekarno-Hatta)
Mengklarifikasi pemberitaan negatif yang ada di media massa perlu
dilakukan oleh humas, karena jika dibiarkan pemberitaan negatif tersebut
akan berdampak buruk kepada perusahaan seperti penurunan citra dan
kepercayaan masyarakat, maka dari itu diperlukan sikap terbuka dan jujur
terhadap publik.
3. Mengambil langkah dan berkomunikasi
Langkah ketujuh : Memilih taktik komunikasi
Dalam menginformasikan terkait bandara kepada publik biasanya
humas menggunakan beberapa media terkait publikasi, tidak hanya
melalui media cetak namun juga melalui media elektronik hingga media