UNIVERSITAS PROF.DR.MOSTOPO (BERAGAMA) FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
SKRIPSI
STRATEGI MEDIA RELATIONS HUMAS DALAM
PENCITRAAN BANDARA INTERNASIONAL
SOEKARNO-HATTA
Diajukan oleh
Nama : CINDYA YUNITA PRATIWI NIM : 2011-41-198
Konsentrasi : Hubungan Masyarakat ( Humas )
Untuk memenuhi sebagian dari syarat guna mencapai gelar Sarjana Ilmu Komunikasi
Program Studi Ilmu Komunikasi Jakarta
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya serta kemudahannya dalam proses penyelesaian skripsi ini dengan baik dan tepat waktunya, skripsi ini berjudul “ Strategi Media Relation Humas dalam pencitraan Bandara Internasional Soekarno – Hatta “.Skripsi ini sebagai salah satu syarat guna mencapai gelar Sarjana Strata 1 (S1) Fakultas Ilmu Komunikasi di Universitas Prof.DR.Moestopo (Beragama).
Dalam penulisan skripsi ini penulis ingin mengetahui bagaimana strategi media relations yang dijalankan oleh humas Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Penulis menyadari bahwa di dalam penulisan skripsi ini jauh dari kesempurnaan, masih terdapat adanya kesalahan dan kekurangan dalam penulisan, maka dari itu penulis mengharapkan saran dari pembaca untuk menyempurnakan skripsi ini.
Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan perkembangan Ilmu Komunikasi, khususnya yang berkaitan dengan bidang studi Hubungan Masyarakat (Humas).
Jakarta, Februari 2015
ii
UCAPAN TERIMAKASIH
Segala Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang maha pengasih dan penyayang atas berkat dan rahmat-Nya sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Berbagai hambatan yang penulis hadapi dalam penulisan skripsi ini terasa sirna berkat adanya dorongan serta dukungan dari berbagai pihak, baik dari segi moril maupun materil. Mungkin penulis belum dapat membalas kebaikan itu semua, oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terimakasih atas segala dukungan dan semangat dalam penyelesaian skripsi ini :
1. Kedua orang tua penulis, Papa Kosasih dan Mama Dwi Yuliastuti yang telah memberikan dukungan yang tiada henti baik dalam bentuk kasih sayang, doa maupun materil, serta Adikku Widya yang selalu bersama telah menemani dan memberikan semangat.
2. Bapak Dr. H. Sunarto, M.Si selaku Rektor Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama).
3. Bapak Dr. Hanafi Murtani, MM selaku Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama).
4. Bapak Drs.Freddy Richardo,M.Si selaku Kepala konsentrasi Humas Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama) dan pembimbing I, dan Bapak Drs.H. Sugijono, MM selaku Pembimbing II teimakasih atas segala bimbingan, nasehat, ilmu serta dukungan dan kesempatan waktu yang diberikan untuk membimbing penulis selama ini sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
5. Seluruh Dosen Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama), terimakasih penulis ucapkan atas segala ilmu, pengetahuan, teori serta keterampilan yang telah diberikan selama ini, bekal yang sangat bermanfaat dan berguna untuk
iii
masa depan penulis, serta bimbingan dan dukungan kepada penulis, memotivasi hingga menyelesaikan skripsi tepat pada waktunya.
6. Para staf bagian Tata Usaha, Akademik, bagian Keuangan serta Perpustakaan atas segala Informasi yang berkaitan dengan jalannya perkuliahan, sehingga memudahkan penulis dalam menyelesaikan segala urusan yang berkaitan dengan perkuliahan hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
7. Bapak Yudis Tiawan, Mas Yaser Khlaex, Mas Taraas Arshayoena, Mba Dewa Deasy Walda, Mba Iffah,Mas Randy, Mba Indah, Mas Ganecha selaku humas perusahaan yang telah menyempatkan waktunya menjadi narasumber serta memberikan kesempatan untuk meneliti.
8. Kakak-kakak senior Universitas Prof.DR.Moestopo (Beragama) terutama Kak Nugroho, Ario, Setyo, Gio, Tiara yang memberikan nasehat, bimbingan ndan motivasi untuk terus berjuang melewati masa-masa perkuliahan hingga akhirnya sekarang bisa mengikuti jejak kalian.
9. Teman-teman seperjuangan Angkatan 2011 Universitas Prof.DR. Moestopo (Beragama),Johan, Andra, Ulfa, Kahfi, Anjani, Doni, yang selalu member semangat menuntut ilmu bersama di dalam kelas, dan praktik maupun berjuang dalam penyelesaian skripsi.
10. Teman-teman semua Ka Sandy, Ka Roby, Ka Fauzi, Reza, Andhys, Fadil, Edi, Try, Fajar, Ian yang selalu support
Serta semua pihak yang sudah banyak membantu sehingga tidak disebutkan satu persatu. Penulis menyadari tulisan ini masih jauh dari sempurna dan memiliki banyak kekurangan, oleh karena itu saran dari semua pihak sangat diharapkan untuk kesempurnaan penulisan skripsi ini. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.
iv
DAFTAR ISI Surat Pernyataan Orisinal skripsi Tanda Persetujuan skripsi Tanda Pengesahan skripsi Kata Pengantar………... i Ucapan Terimakasih ……….. ii Daftar isi………... iv Abstrak……… vi BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang………. 1 B.Pembatasan Masalah……….. 7 C.Rumusan masalah……….. 8 D.Tujuan Penelitian……… 8 E. Kegunaan penelitian………. 9
BAB II KAJIAN LITERATUR DAN KERANGKA PEMIKIRAN A.Penelitian Sejenis………. 11 B.Kerangka Teori a.Komunikasi………. 19 b.Public Relations……….. 21 c.Media Relations……….. 33 d.Citra……… 44 C.Kerangka Pemikiran……….. 46
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.Jenis/format Penelitian……….. 49
v
B. Paradigma Penelitian………. 50
C. Objek dan Subjek penelitian……… 52
D. Teknik Pengumpulan Data……… 52
E. Teknik Analisis Data……….. 54
F. Triangulasi ………. 56
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.Deskripsi Objek dan Subjek penelitian ………. 58
B. Deskripsi hasil penelitian………... 68
C. Analisis hasil penelitian dan pembahasan……… 103
BAB V PENUTUP A.Kesimpulan ………... 113
B.Saran……….……… 114
Lampiran
Surat Penelitian Perusahaan
Pemberitaan
vi
UNIVERSITAS PROF.DR.MOESTOPO ( BERAGAMA) FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
KONSENTRASI HUBUNGAN MASYARAKAT
ABSTRAK
Nama : Cindya Yunita Pratiwi
NIM : 2011-41-198
Konsentrasi : Hubungan Masyarakat
Judul Skripsi : Strategi Media Relations Humas dalam Pencitraan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Jumlah isi : V Bab / 115 Halaman
Bibliografi : 33 buku / 3 website
Pembimbing : 1.Drs. Freddy Richardo, M.Si
2.Drs. H. Sugijono, MM
Penelitian ini berjudul “Strategi Media Relations Humas dalam pencitraan Bandara Internasional Soekarno-Hatta”. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya humas menjalankan kegiatan media relations karena hal ini mendukung dalam mempublikasikan kegiatan maupun kebijakan perusahaan kepada masyarakat khususnya para pengguna jasa bandara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi media relations yang dijalankan oleh humas dalam pencitraan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Teori yang digunakan meliputi Teori Komunikasi, Public Relations, Media Relations, dan Citra. Peneliti melakukan penelitian di unit humas Gedung 601 Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.
vii
Kegiatan penelitian yang dilakukan meliputi kegiatan observasi, wawancara mendalam serta melakukan studi dokumen maupun literatur. Fokus penelitian yaitu pada salah satu kegiatan humas yang dijalankan yaitu media relations.
Menjalin hubungan baik dengan media sangatlah penting, karena antara humas dan media saling membutuhkan, bagi humas ini sebagai sarana untuk menyebarkan informasi dan hal ini juga dapat membangun reputasi. Ketika ada pemberitaan negatif, humas dapat melakukan klarifikasi. Selama ini humas Bandara Internasional Soekarno-Hatta bekerjasama dengan media lokal maupun nasional baik cetak, elektronik maupun online.
Kesimpulan dalam penelitian ini strategi media relations sangat penting bagi humas dalam membentuk pencitraan, karena media relations merupakan sarana humas dalam mempublikasikan kegiatan maupun kebijakan perusahaan agar diketahui masyarakat dalam bentuk pemberitaan. Dengan adanya pemberitaan tersebut nantinya akan membentuk citra perusahaan.
viii
UNIVERSITY OF PROF.DR .MOESTOPO ( BERAGAMA) COMMUNICATION FACULTY
MAJOR OF PUBLIC RELATION
ABSTRACT
Name : Cindya Yunita Pratiwi
NIM : 2011-41-198 Major : Public Relations
Research title : Media Relation Strategy Of Public Relations for Imaging Soekarno - Hatta International Airport
Content : V Bab / 115 page
Bibliography : 33 Book / 3 website
Adviser lecturer : 1.Drs. Freddy Richardo, M.Si
2.Drs. H. Sugijono, MM
Research title’s about “Media Relation Strategy Of Public Relations for imaging of Soekarno-Hatta International Airport”. Background of research’s Public Relations use Media relations as media for publications about activity and company policies to the public especially the users of airport services. The purpose research is to know how media relations strategy for imaging of Soekarno-Hatta International Airport.
Use Communication Theory, Public Relations, Media Relations and Image Theory. The location research in Public Relations Unit located In 601 Built Branch Office Soekarno-Hatta Airport. Writer use qualitative methods, data collected through observation, depth interview and also study document and literature. Focus research to a activity of Public Relations is Media Relations.
ix
Describe about how Public Relations of Soekarno-Hatta International Airport to built good relationship with media, because between Public Relations and media have mutual need. How Public Relations’s way to create a harmonious relationship with media. It’s so important for a company cause beside as publications a information related policies and activities company to public, it’s also can built reputation. When there’s bad news, Public Relations can clarified it. During this, Public Relations cooperate with local and national media, both newspaper, electronic and online.
Conclusion of this Research’s Media Relations Strategy so important to built image, because Media Relations as public relations media to publicity about activity and company policies in order to know society in news of Soekarno-Hatta International Airport. Later, it will establish a corporate image.
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bandar Udara merupakan sarana yang digunakan untuk memfasilitasi
para penumpang yang ingin berpergian menggunakan transportasi udara. PT.
Angkasa Pura II merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
yang bergerak dibidang jasa kebandarudaraan di Indonesia. Mengelola
berbagai bandara, salah satunya adalah Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang berlokasi di Tangerang
telah menunjukan perkembangan dari tahun ke tahun . Hal itu nampak jelas
dari adanya penambahan beberapa fasilitas yang menunjang pelayanan
terhadap konsumen. Hal tersebut terus diupayakan oleh perusahaan dalam
meningkatkan kenyamanan dan kepuasan bagi para pengguna jasa
kebandarudaraan.
Dalam setiap kegiatannya Bandara Internasional Soekarno-Hatta
berhubungan dengan media. Media merupakan sarana yang tepat bagi Humas
untuk memberitakan maupun memberi informasi tentang segala kegiatan yang
berhubungan dengan perusahaan. Namun tidak jarang Humas harus
menghadapi segala pemberitaan bad news di media yang dapat menurunkan
Pemberitaan di media memang tidak selamanya selalu baik.
Terkadang ketika suatu perusahaan sedang diberitakan berita yang buruk
(bad news) namun hal ini merupakan berita yang baik (good news) bagi
media. Humas memerlukan langkah yang tepat, guna mempertahankan citra
perusahaan.
Mempublikasikan informasi yang berkaitan dengan organisasi
bukanlah hal mudah. Dibutuhkan suatu strategi tertentu dan juga
upaya-upaya kongkrit dalam menjalin hubungan baik antara organisasi dengan
media massa atau biasa disebut dengan Media Relations.
Menurut Frank Jefkins (2000:98), Media Relations merupakan usaha
untuk pencapaian publikasi atau penyiaran yang maksimum atas suatu
pesan atau informasi humas dalam rangka menciptakan pengetahuan dan
pemahaman bagi khalayak dari organisasi atau perusahaan yang
bersangkutan.
Jefkins menjelaskan mengenai target media relations adalah
pencapaian publikasi atau penyiaran maksimal atas informasi organisasi.
Publikasi yang maksimal tidak hanya dari sisi jumlah media yang memuat,
melainkan juga penyampaian informasi yang lengkap serta berada di posisi
yang strategis atau mudah dibaca, didengar atau ditonton oleh pemirsa.
Menurut Kamus Webster, Publikasi atau publisitas adalah informasi
baik dalam bentuk berita, artikel atau karangan khas ( human interest ) yang
untuk menceritakan kepada masyarakat luas tentang produk atau jasa atau
yang berkaitan dengan suatu perusahaan atau organisasi (Rachmadi:1992)
Menurutnya, publisitas dapat menghasilkan image. Publisitas biasanya
dilakukan melalui hubungan dengan pers (media cetak, radio, televisi dan
film). Informasi yang disampaikan oleh humas kepada pers sebagai bahan
publikasi haruslah bersifat yang sesungguhnya dan mengandung nilai berita
( menyangkut kepentingan umum).
Saat bandara berkeinginan adanya publikasi, maka pimpinan akan
menugaskan Public Relations untuk menghubungi media dan mengundang
mereka saat acara yang dimaksud diselenggarakan. Maka dari itu biasanya
Public Relations membuat program media relations rutin setiap tahunnya.
Hubungan media relation yang efektif adalah hubungan yang memberikan
benefit atau keuntungan bagi keduanya, media mendapatkan informasi dan
disisi yang lain perusahaan tercapai tujuan dalam menyebarkan informasi
kepada publik melalui media massa.
Media relations tidak hanya terkait dengan kepentingan sepihak,
organisasi saja atau media massa saja, melainkan kedua pihak memiliki
kepentingan yang sama, saling berhubungan dan bekerjasama. Dalam hal
ini, perusahaan atau praktisi Public Relations harus benar-benar memahami
kepentingan-kepentingan perusahaan media, wartawan dan insan-insan
Menurut Roland E. Worseley, Wartawan adalah orang yang
beraktivitas mengumpulkan, menulis, menafsirkan, memproses dan
menyebarkan informasi umum secara sistematis untuk diterbitkan pada surat
kabar, majalah dan disiarkan stasiun siaran tertentu.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai Bandar Udara yang tidak
terlepas dari pemberitaan di media massa. Beragam pemberitaan di media
menginformasikan baik dari segi pemberitaan positif maupun negatif.
Pemberitaan tersebut biasanya berkaitan dengan permasalahan bandara. Jika
hal itu tidak segera diatasi maka dapat mempengaruhi citra bandara.
Permasalahan di bandara menyangkut tiga hal, yaitu segi pelayanan,
kemanan dan keselamatan. Segi pelayanan biasanya menyangkut
permasalahan fasilitas seperti kebersihan toilet, adanya calo, taksi gelap,
sedangkan segi keamanan seperti pencurian barang maupun premanisme, segi
keselamatan yang menyangkut pengamanan terhadap barang-barang
berbahaya seperti senjata api, bom maupun senjata tajam.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan salah satu bandar
udara yang selalu sibuk di Indonesia. Biasanya menjelang hari besar maupun
liburan akhir tahun, terjadi peningkatan penumpang, sehingga hal ini dapat
memunculkan berbagai permasalahan. Transportasi udara memang lebih
banyak dipilih karena dinilai lebih cepat dan efisien dalam segi waktu. Ketika
bandara dipadati oleh penumpang yang akan berpergian menggunakan
yang menawarkan tiket secara illegal serta adanya penawaran taksi tanpa
argo atau biasa dikenal taksi gelap masih tidak dapat dipungkiri dan masih
ditemukan di bandara. Hal ini dapat menimbulkan keresahan para pengguna
jasa transportasi udara. Selain itu dari faktor kebersihan bandara hal
sederhana saja dari kebersihan toilet juga juga menjadi perhatian.
Public Relations atau Humas sebagai fungsi komunikasi yakni
menyampaikan informasi kepada khalayak luas. Aktivitas PR dalam
organisasi sangat beragam, salah satu aktivitas Public Relations yang
dilakukan adalah Media Relations dalam upaya meraih dukungan publik.
Media Relations merupakan suatu bentuk menjalin hubungan baik dengan
pihak media massa dalam bentuk hubungan antara organisasi dengan
wartawan.
Menurut Frank Jefkins (1991:92) dalam bukunya Public Relations,
menyebutkan bahwa Definition of Press Relations. The role of press
Relatons is to achieve maximum publication or broadcasting of PR Information in order to create knowledge and understanding. Batasan
Jefkins mengenai peranan hubungan pers adalah untuk memperoleh
pemuatan atau penyiaran secara maksimal tentang informasi PR yang
disampaikan untuk memberikan pengetahuan dan menciptakan pengertian
publiknya.
Media dan Humas merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan.
Media membutuhkan informasi dari Humas tentang perusahaan. Humas
yang berkaitan dengan perusahaan. Dalam hal ini media juga dibutuhkan
humas disaat akan memberikan informasi kepada khalayak luas atau
mengklarifikasi suatu masalah.
Suatu perusahaan memang tidak terlepas dari pencitraan, citra yang
baik akan menghasilkan image yang baik pula di masyarakat. Pencitraan
merupakan suatu hal yang sangat penting, setiap perusahaan menginginkan
citra yang positif dimata masyarakat. Banyak hal yang menyebabkan citra
naik dan turun, itu biasanya berkaitan dengan kinerja perusahaan kurang
baik sehingga menyebabkan produk atau jasa yang dihasilkan kurang
memuaskan. Maka dari itu perusahaan membutuhkan peran Public Relations
untuk membangun citra positif perusahaan.
Menurut Bill Canton (1990) mengatakan bahwa citra adalah “ image:
the impression, the feeling, the conception which the public has of a company; a concioussly created created impression of an object, person or organization” Citra adalah kesan, perasaan, gambaran diri public terhadap
perusahaan; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu obyek, orang
atau organisasi.
Humas sebagai fungsi manajemen yang membangun dan
mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaaat antara organisasi
dengan publik yang memengaruhi kesuksesan dan kegagalan organisasi tersebut.” (Cutlip, Center, dan Broom). Humas sebagai ujung tombak perusahaan, harus mengambil langkah agar citra perusahaan semakin baik.
Berdasarkan paparan diatas diperlukan strategi media relations yang
tepat agar memudahkan perusahaan dalam menyampaikan informasi kepada
publiknya sekaligus mempertahankan citra baik dari Bandara Internasional
Soekarno-Hatta dan memberikan pemahaman kepada publik melalui
perencanaan yang tepat.
B. Pembatasan Masalah
Masalah adalah suatu keadaan yang bersumber dari hubungan antara
dua faktor atau lebih yang menghasilkan situasi yang menimbulkan tanda
tanya dan dengan sendirinya memerlukan upaya untuk mencari sesuatu
jawaban (Guba,1978:44; Lincoln dan Guba,1985:218; dan Guba Lincoln,
1981:88).
Untuk memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian,
dibutuhkan pembatasan masalah. Pembatasan Masalah merupakan usaha
menetapkan batasan-batasan materi dari penelitian yang akan diteliti.
Batasan ini dibuat dengan tujuan agar dapat mengetahui fakta yang termasuk
dalam masalah penelitian.
Penelitian ini hanya dibatasi pada masalah tentang peran strategi
media relations humas dalam pencitraan Bandara Internasional
C. Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan
jawabannya melalui pengumpulan data. Adapun rumusan masalah
penelitian ini adalah:
“ Bagaimana strategi media relations humas dalam pencitraan Bandara Internasional Soekarno-Hatta?”
D. Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan oleh penulis bertujuan untuk :
1. Mengetahui cara Public Relations Bandara Internasional
Soekarno-Hatta dalam menjalin hubungan baik dengan media
2. Mengetahui kendala yang dihadapi dalam membangun strategi media
relations .
3. Mengetahui strategi Media Relations Humas dalam pencitraan
E. Kegunaan Penelitian
Dari kegunaan penelitian yang penulis lakukan adalah :
1) Manfaat teoritis, dapat memperkaya konsep atau teori yang
mendukung perkembangan ilmu pengetahuan di bidang ilmu
komunikasi khususnya bidang kehumasan yang terkait dengan strategi
yang dilakukan oleh Public Relations untuk menjalin hubungan baik
dengan media
2) Manfaat praktis, dapat memberikan masukan yang berarti bagi
perkembangan di dunia kehumasan, memberikan pengetahuan praktis
tentang humas dan bagaimana kinerja maupun strategi yang humas
lakukan untuk menjaga keeksistensian perusahaan dan bagaimana
10 BAB II
KAJIAN LITERATUR DAN KERANGKA PEMIKIRAN
A. Penelitian Sejenis
Studi yang mengangkat media relations dengan konteks yang peneliti
pilih memang belum dapat dikatakan banyak, namun peneliti berhasil
menemukan beberapa penelitian terdahulu yang dalam penelitiannya
menyinggung tentang media relation.
1). Penelitian thesis yang dilakukan oleh saudara Hasanul Kabri pada tahun
2009 yang memilih lokasi penelitian pada Lembaga Tinggi Negara , DPR RI
Senayan Jakarta dengan judul thesis Strategi Media Relations Lembaga Tinggi
Negara dalam membangun kredibilitas. dengan tujuan penelitian :
1. Mengetahui bagaimana bagian pemberitaan DPR mengelola relasi dengan
media
2. Mengetahui bagaimana bagian pemberitaan DPR mengembangkan strategi
di dalam hubungan dengan media
3. Mengetahui bagaimana bagian pemberitaan DPR mengembangkan
jaringan di dalam hubungan dengan media
Setelah tujuan penelitian dipaparkan diatas maka penulis masuk pada
teori yang dipakai dalam penelitian tersebut, teori yang dipakai adalah teori
komunikasi, hubungan masyarakat, hubungan dengan media (media
Komunikasi merupakan penyampaian pengertian antarindividu, Semua
masyarakat manusia dilandasi kapasitas manusia untuk menyampaikan
maksud, hasrat, perasaan, pengetahuan dan pengalaman dari orang yang satu
kepada orang lainnya. Pada pokoknya komunikasi adalah pusat minat dari
situasi perilaku dimana suatu sumber menyampaikan suatu pesan kepada
seorang penerima dengan tujuan mempengaruhi perilaku si penerima.
Hubungan masyarakat adalah hubungan dengan masyarakat luas,
seperti melalui publisitas, khususnya fungsi koperasi, organisasi , organisasi
dan sebagainya yang berhubungan dengan usaha untuk menciptakan opini
publik dan citra yang menyenangkan diri sendiri.
Setelah teori-teori dijabarkan diatas, maka kemudian masuk pada
paradigma yang dipakai dalam penelitian. Paradigma yang digunakan penulis
adalah paradigma konstruktivisme. Setelah tujuan penelitian, teori-teori dan
paradigma yang digunakan telah dijabarkan maka tahap selanjutnya adalah
hasil dari penelitian yang kemudian menjadi kesimpulan dalam penelitian
tersebut. Kesimpulan pertama, Humas DPR RI Secara State being
(kelembagaan) dilakukan oleh Biro Humas dan Pemberitaan. Sedangkan
communication method dilakukan oleh bagian pemberitaan . Tugas pokok
dan fungsinya di kesekretariatan adalah membina hubungan dengan media
Kesimpulan kedua hubungan dengan media massa ( media relations )
adalah hubungan yang terjalin dengan media massa dan wartawan, DPR dengan
anggota DPR RI dan bagian pemberitaan hanya mewujudkan motif komunikasi
yang dimiliki oleh anggota DPR RI dengan memfasilitasinya melalui
kebijakan-kebijakan yang tertuang dalam strategi media relation yang dihasilkan adalah
kebijakan-kebijakan memfasilitasi.
Kesimpulan ketiga Peran bagian pemberitaan DPR didalam mengelola
relasi adalah dengan memfasilitasi kebutuhan media massa dan wartawan yang
tergabung dalam koordinatoriat wartawan DPR terhadap informasi yang memiliki
nilai berita. Kemudian mengimplikasikan mengelola relasi dengan mengadakan
press release, mengadakan acara press gathering, mengadakan konferensi pers,
mengadakan diskusi dengan narasumber yaitu anggota DPR, sedangkan dalam
mengembangkan strategi sudah dilakukan dalam bentuk memfasilitasi dewan
untuk tampil di media elektronik dalam rangka mensosialisasikan kegiatan
dewan.
2).Penelitian yang dilakukan oleh Saudari Septarida pada tahun 2010 yang memilih
lokasi penelitian dengan judul Evaluasi Special Event sebagai Strategi Media
Relations untuk Memperoleh Publisitas Studi pada Anugerah Telkomsel bagi
Jurnalis Indonesia ( Periode Mei 2010 - 20 Juni 2010).
Dengan tujuan penelitian untuk mengevaluasi pelaksanaan special event yang dikemas dalam acara “Anugerah Telkomsel bagi Jurnalis Indonesia 2010 sebagai strategi media relations mampu menghasilkan publisitas bagi perusahaan.
Setelah tujuan penelitian dipaparkan diatas maka penulis masuk pada teori
yang dipakai dalam penelitian tersebut, teori yang dipakai adalah teori Media
Relations, Special Event, Publisitas.
Media Relations adalah menjaga hubungan baik dengan media baik secara
professional maupun personal yang dapat mempercepat penyebaran informasi dari
perusahaan ke media dan memudahkan publikasi namun tidak menjamin
pemberitaan akan positif.
Special Event merupakan keadaan istimewa yang dirayakan dengan
rangkaian upacara dan kegiatan untuk memberi kepuasan atas kebutuhan tertentu.
Publisitas diartikan sebagai teknik PR, pesan yang sengaja direnakan,
dilaksanakan, dan didistribusikan melalui media yang dipilih untuk kepentingan
organisasi tanpa pembayaran khusus kepada media
Setelah teori-teori dijabarkan diatas, maka kemudian masuk pada paradigma
yang dipakai dalam penelitian. Paradigma yang digunakan penulis adalah
paradigma konstruktivis.
Setelah tujuan penelitian, teori-teori dan paradigma yang digunakan telah
dijabarkan diatas maka tahap selanjutnya adalah hasil dari penelitian yang
kemudian menjadi kesimpulan dalam penelitian tersebut yaitu :
Peran PR dalam Telkomsel dipegang oleh divisi Corporate Communication
(Corcomm). Anugerah Telkomsel bagi jurnalis Indonesia merupakan media event
penghargaan kepada jurnalis. Penyelenggaraan Anugerah Telkomsel bagi Jurnalis
Indonesia sebagai bentuk Media Relations dari Telkomsel kepada Jurnalis atas
kerjasamanya selama ini.
3). Penelian skripsi yang dilakukan oleh saudari Monica Lovenia A.P pada tahun
2012 yang memilih lokasi penelitian pada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Republik Indonesia dengan judul skripsi Aktivitas Media relations
Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia ( Analisis
Deskriptif Mengenai Upaya Pencapaian Publisitas Sebagai Pendukung Promosi
Pariwisata Dalam Negeri.dengan tujuan penelitian :
1. Mengidentifikasi, mendeskripsikan dan menganalisa peran, tugas dan fungsi
humas dalam menjalankan aktivitas Media Relations untuk mencapai
publisitas sebagai pendukung promosi pariwisata dalam negeri
2. Mengidentifikasi, mendeskripsikan dan menganalisa aktivitas media relations
yang dilakukan humas untuk mencapai publisitas sebagai pendukung promosi
pariwisata dalam negeri
3. Mengidentifikasi, mendeskripsikan dan menganalisa apa saja yang menjadi
hambatan humas dalam menjalankan aktivitas dalam menjalankan aktivitas
media relations untuk mencapai publisitas sebagai pendukung promosi
pariwisata Indonesia.
Setelah tujuan penelitian dipaparkan diatas maka penulis masuk pada teori
yang dipakai dalam penelitian tersebut, teori yang dipakai adalah teori hubungan
Hubungan masyarakat adalah pada dasarnya merupakan fungsi manajemen
yang menilai sikap publik, mengidentifikasi kebijaksanaan dan tata cara seseorang
ataupun organisasi demi kepentingan publik , serta merencanakan dan melakukan
suatu program kegiatan untuk meraih dukungan publik.
Humas Pemerintahan, juga dapat diartikan sebagai badan publik yang
berkewajiban menyediakan informasi yang berorientasi pada informasi yang
dibutuhkan public untuk memenuhi kepentingan publik. Penyediaan informasi ini
merupakan ekspresi dari upaya memenuhi hak atau kebebasan masyarakat untuk
memperoleh informasi (public’s right to know)
Media Relation, merupakan suatu usaha untuk mencapai publikasi atau
penyiaran yang maksimum atas suatu pesan atau informasi humas dalam rangka
menciptakan pengetahuan dan pehaman bagi khalayak dari organisasi atau
perusahaan yang bersangkutan.
Publisitas, merupakan teknik dalam Public Relations dimana sebuah pesan di
eksekusi secara terencana dan bertujuan disebarkan melalui media tertentu untuk
memperluas kepentingan tertentu tanpa ada pembayaran spesifik kepada media
tersebut.
Setelah teori-teori dijabarkan diatas, maka kemudian masuk pada paradigma
yang dipakai dalam penelitian. Paradigma yang digunakan penulis adalah
Setelah tujuan penelitian, teori-teori dan paradigma yang digunakan telah
dijabarkan diatas maka tahap selanjutnya adalah hasil dari penelitian yang
kemudian menjadi kesimpulan dalam penelitian tersebut.
Kesimpulan dalam penelitiannya yaitu humas melakukan aktivitas media
relations secara konvensional dan juga special treatment yang berbeda dari konsep media relations. Aktivitas media relations konvensional yang dilakukan oleh
Humas Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang secara tidak langsung
berpengaruh pada promosi dalam negeri yaitu Press Conference, Press Release
dan juga press tour , namun aktivitas press gathering, wawancara, media visit,
special event dalam bentuk Apresiasi Pesona Pariwisata Indonesia sebagai bentuk
penghargaan yang ditujukan kepada para jurnalis. Dan untuk special treatment
yang seperti Forum Wartawan Kebudayaan Koordinator Wartawan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif yang diusulkan oleh wartawan menjadi faktor terwujudnya
hubungan yang harmonis dengan media.
Sedangkan untuk publisitas yang ingin dicapai adalah publisitas yang
bermuatan pemahaman dan dapat mengajak masyarakat untuk berpartisipasi
seperti halnya mengunjungi tempat-tempat wisata di seluruh Indonesia.
Perbedaan dengan penelitian yang tengah dilakukan :
Dari ketiga penelitian tersebut walaupun sama-sama menyinggung media
relations, namun menggunakan kerangka teori yang berbeda, serta lokasi
penelitian yang berbeda. Penelitian tersebut ada yang menyinggung tentang
dalam negeri serta membahas kegiatan tentang penghargaan terhadap para jurnalis
melalui Anugerah Telkomsel. Sedangkan penelitian yang tengah peneliti lakukan
adalah penelitian tentang kegiatan strategi media relations humas yang dapat
berpengaruh terhadap pencitraan organisasi, yaitu khususnya pada Bandara
Internasional Soekarno-Hatta
Ketiga penelitian tersebut dapat dijabarkan melalui table :
Peneliti I Peneliti II Peneliti III
Nama Peneliti Hasanul Kabri Septarida Monica Lovenia A.P
Judul Penelitian Strategi Media Relations
Lembaga Tinggi Negara dalam membangun kredibilitas.
Evaluasi Special Event sebagai Strategi Media
Relations untuk Memperoleh
Publisitas Studi pada Anugerah Telkomsel bagi Jurnalis Indonesia ( Periode Mei 2010 - 20 Juni 2010).
Aktivitas Media relations Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia ( Analisis Deskriptif Mengenai Upaya Pencapaian Publisitas Sebagai Pendukung Promosi Pariwisata Dalam Negeri. Tahun Penelitian 2009 2010 2012 Tujuan Mengetahui bagaimana bagian pemberitaan DPR mengelola relasi dengan media Mengetahui bagaimana bagian pemberitaan DPR mengembangkan strategi di dalam hubungan dengan
mengevaluasi pelaksanaan special
event yang dikemas dalam acara
“Anugerah Telkomsel bagi Jurnalis Indonesia 2010 sebagai strategi media relations mampu menghasilkan publisitasbagi perusahaan.
Mengidentifikasi, mendeskripsikan dan menganalisa peran, tugas dan fungsi humas dalam menjalankan aktivitas
Media Relations untuk
mencapai publisitas sebagai pendukung promosi pariwisata dalam negeri
media Mengetahui bagaimana bagian pemberitaan DPR mengembangkan jaringan di dalam hubungan dengan media mendeskripsikan dan menganalisa aktivitas media relations yang dilakukan humas untuk mencapai publisitas sebagai pendukung promosi pariwisata dalam negeri .
Mengidentifikasi, mendeskripsikan dan menganalisa apa saja yang menjadi hambatan
humas dalam
menjalankan aktivitas dalam menjalankan aktivitas media relations untuk mencapai publisitas sebagai pendukung promosi pariwisata Indonesia.
Paradigma Konstruktivisme Konstruktivis Post Positivisme
Teori Komunikasi
Hubungan masyarakat
Hubungan dengan media (media relation).
Media Relations,
Special Event,
Publisitas.
Hubungan masyarakat (Public Relation)
Humas Pemerintahan
Media Relation,
B. Kajian Literatur
a. KOMUNIKASI
i. Pengertian Komunikasi
Komunikasi dalam komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasal dari kata Latin communis yang berarti “sama,”communico,
communication, atau communicare yang berarti “membuat sama” ( to make common). Istilah pertama (communis) paling sering disebut sebagai asal
kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata Latin lainnya yang
mirip. Komunikasi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau
suatu pesan dianut secara sama. Akan tetapi definisi-definisi kontemporer
menyarankan bahwa komunikasi merujuk pada cara berbagi hal-hal tersebut, seperti dalam kalimat “Kita berbagi pikiran,” “Kita mendiskusikan makna,” dan kita mengirimkan pesan” (Judi C.Pearson dan Paul E.Nelson.Understanding and Sharing: An introduction to Speeach
Communication, 1979:3)
Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),
secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin
communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis. Dalam
kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan
Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses
penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi
dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia.
Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward (1998:16)
mengenai komunikasi manusia yaitu:
Human communication is the process through which individuals–in relationships, group, organizations and societies—respond to and create messages to adapt to the environment and one another. Bahwa
komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain.
Definisi komunikasi secara umum adalah suatu proses pembentukan,
penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi di dalam diri
seseorang dan atau di antara dua atau lebih dengan tujuan tertentu. Definisi
tersebut memberikan beberapa pengertian pokok yaitu komunikasi adalah
suatu proses mengenai pembentukan pesan, penyampaian, penerimaan dan
pengolahan
Membentuk pesan artinya menciptakan sesuatu ide atau gagasan. Ini terjadi dalam benak kepala seseorang melalui proses kerja sistem syaraf.
Pesan yang telah terbentuk ini kemudian disampaikan kepada orang lain.
Baik secara langsung ataupun tidak langsung. Bentuk dan mengirim pesan,
seseorang akan menerima pesan yang disampaikan oleh orang lain. Pesan
yang diterimanya ini kemudian akan diolah melalui sistem syaraf dan
diinterpretasikan. Setelah diinterpretasikan, pesan tersebut dapat
Sedangkan menurut Bernard Berelson dan Gary A. Steiner (1978:5)
Komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan, dan
sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol , kata-kata , gambar,
figure, grafik dan sebagainya. Tindakan atau transmisi itulah yang biasanya
disebut komunikasi
Sehingga dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah penyampaian
pesan baik verbal maupun non verbal dari komunikator (orang yang
menyampaikan pesan) kepada komunikan (orang yang menerima pesan)
melalui media sehingga dapat menimbulkan feedback.
b. Public Relations
1) Definisi Public Relations
Public Relations menyangkut kepentingan setiap organisasi, pada
intinya PR senantiasa berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman
melalui pengetahuan dan melalui kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan
akan muncul perubahan yang berdampak. Usaha yang direncanakan secara
terus-menerus dengan sengaja, guna membangun dan mempertahankan
pengertian timbal balik antara organisasi dan masyarakatnya. Pendapat ini
menunjukkan bahwa public relations dianggap sebuah proses atau aktivitas
yang bertujuan untuk menjalin komunikasi antara organisasi dan pihak luar
Pengertian public relations adalah interaksi dan menciptakan opini
publik sebagai input yang menguntungkan untuk kedua belah pihak, dan
merupakan profesi yang profesional dalam bidangnya karena merupakan
faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi dengan
secara tepat dan dengan secara terus menerus karena public relation
merupakan kelangsungan hidup organisasi yang bersangkutan (Maria,
2002, p.7).
Dengan demikian PR adalah suatu bentuk komunikasi yang berlaku
untuk semua jenis organisasi baik itu yang bersifat komersial maupun
non-komersial, di sektor publik (pemerintah) maupun privat ( pihak swasta).
Definisi menurut (British) Institute of Public Relation ( IPR) ‘PR adalah keseluruhan upaya yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik (good will) dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya’ (Frank Jefkins, Public Relations 2002:9)
Upaya yang terencana dan berkesinambungan ini berarti PR adalah
suatu rangkaian kegiatan yang diorganisasikan sebagai suatu rangkaian
kampanye atau program terpadu, dan semuanya ini berlangsung secara
berkesinambungan dan teratur jadi PR sama sekali bukanlah kegiatan yang
sifatnya sembarangan atau dadakan.
Tujuan utamanya adalah menciptakan dan memelihara saling
pengertian. Maksudnya adalah untuk memastikan bahwa organisasi
tersebut senantiasa dimengerti oleh pihak-pihak lain yang turut
Sedangkan menurut Frank Jefkins, PR adalah semua bentuk
komunikasi yang terencana, baik itu kedalam maupun keluar, antara satu
organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai
tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan saling pengertian.
2) Fungsi Public Relation
Menurut Rex F. Harlow (1976:36), Public Relation adalah fungsi manajemen tertentu yang membantu membangun dan menjaga lini komunikasi, pemahaman bersama, penerimaan mutual dan kerjasama antara organisasi dan publiknya, PR melibatkan manajemen problem atau manajemen isu , PR membantu manajemen agar tetap responsif dan mendapatkan informasi terkini tentang opini publik.
PR mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab manajemen
untuk melayani kepentingan publik, PR membantu manajemen tetap
mengikuti perubahan dan memanfaatkan perubahan secara efektif, dan PR
dalam hal ini adalah sebagai sistem peringatan dini untuk mengantisipasi
arah perubahan (trends) dan PR menggunakan riset dan komunikasi yang
sehat dan etis sebagai alat utamanya.
Sehingga Public Relation adalah fungsi manajemen yang
membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat
antara organisasi dengan publik yang memenaruhi kesuksesan atau
kegagalan organisasi tersebut.
3) Humas Sebagai Fungsi Manajemen (Cultip Center, 2006:11)
Sasaran Hubungan masyarakat adalah sasaran komunikasi
manajemen. Dalam usaha mencapai tujuan secara efektif, yang
menjadi sasaran hubungan masyarakat dibagi menjadi dua kelompok
besar, khalayak dalam dan khalayak luar.
Khalayak dalam (internal public) adalah khalayak yang bergiat
di dalam organisasi yang pada umumnya merupakan karyawan.
Hubungan kedalam pada umumnya adalah hubungan dengan para
karyawan “ Employee Relation”
b. Hubungan ke Luar
Hubungan ke luar atau biasa disebut dengan External Public
Relation, dilakukan dengan khalayak diluar organisasi. Ada beberapa
khalayak yang sama-sama menjadi sasaran kegiatan semua organisasi,
sehingga harus senantiasa menjalin hubungan, yakni:
a) hubungan dengan masyarakat sekitar (Community Relation) b) hubungan dengan jawatan pemerintah (Government
Relation)
c) hubungan dengan pers (Press Relation)
a. Hubungan dengan masyarakat sekitar (Community Relation),
Hubungan dengan masyarakat sekitar senantiasa perlu
dipelihara dan dibina, misalnya dengan RW, RT, Poliklinik,
instansi. Pembinaan dapat dilakukan dengan mengundang mereka
saat organisasi berulang tahun, memberikan kalender, maupun
memberikan bantuan atau sumbangan.
b. Hubungan dengan jawatan pemerintah (Government Relation)
Sebuah organisasi kekaryaan tidak bisa tidak akan mempunyai
hubungan dengan jawatan-jawatan pemerintah seperti kantor kota
madya, kecamatan, kantor pajak dan lain-lain. Komunikasi dengan
pimpinan jawatan dapat dilakukan dengan mengirimkan surat
ucapan selamat bila instansi ulang tahun, mengadakan olahraga
bersama.
c. Hubungan dengan Pers ( Press Relation)
Yang dimaksud dengan pers disini adalah pers dalam arti luas
, yakni semua media massa. Media massa banyak sekali
bantuannya kepada organisasi kekaryaan untuk mencapai khalayak
yang tersebar luas. Hubungan baik yang senantiasa terpelihara
4). Tugas Public Relation
Dalam bukunya Konsep Dasar Public Relation Maria Asumpta
(2002:39) maka dapat dilihat lima tugas pokok dari seorang Humas yaitu
diantaranya :
1 Menyelenggarakan dan memiliki tanggung jawab atas penyampaian informasi baik secara lisan, tertulis, melalui gambar (visual) kepada public mendapat pengertian yang benar tentang organisasi atau perusahaan, tujuan, serta kegiatan yang dilakukan 2 Humas bertugas memonitor, merekam, dan mengevaluasi
tanggapan serta pendapat umum atau masyarakat. 3 Bertugas untuk memperbaiki citra organisasi 4 Mengemban tanggung jawab sosial
5 Komunikasi, dimana humas mempunyai bentuk komunikasi khusus seperti halnya komunikasi timbal balik. Maka pengetahuan komunikasi menjadi modalnya dan menjadi suatu hal yang sentral dalam kerja seorang humas.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa tugas seorang Public Relations
adalah fungsi komunikasi, bagaimana mengkomunikasikan kepada
masyarakat serta membangun citra organisasi yang positif.
5). Perencanaan Strategis PR
Ronald D. Smith dalam bukunya Strategic Planning for Public
Relation (2002:19) menerangkan empat poin utama dalam menyusun
rencana strategis humas. Point tersebut adalah Formative Research,
langkahnya masing-masing. Langkah dalam menjalankan rencana strategis
humas ini kemudian disebut dengan Nine Step of Strategic Public
Step 1: Analyzing Situation. Your analysis of the situation is the
crucial beginning to the process. It is imperative that all involved-planner,clients,supervisors, key colleagues and the ultimate decision makers—are in solid agreement about the nature of the opportunity or obstacle to be addressed in this program.
Step 2: Analyzing the Organization. This step involves a careful and
candid look at three aspects of the organization ( 1) its internal environment ( mission, performance and resources) , (2) its public perception (reputation) and (3) its external environment (competitors and opponents, as well as supporters).
Step 3: Analyzing the publics. In this step you identify and analyze
your key publics—the various groups of people who interact with your organization on the issue at hand. Strategic Planning for Public Relations provides an objective technique for setting priorities among the various publics, helping you select those most important on the particular issue being dealth with. This step includes an analysis of each public in terms of their wants, need and expectations about the issue, their relationship to the organization, their involvement in communication and with various media, and a variety of social, economic, political, cultural and technological trends that may affect them.
Strategy
The second phase of the planning process, strategy, deals with the heart of planning: making decisions dealing with the expected impact of the communication, as well as the nature of the communication itself.
Step 4: Establishing Goals and Objectives. Step 4 focuses on the
ultimate position being sought for the organization and for the product or service. This step helps you develop clear, specific and measurable objectives that identify the organization’s hoped-for impact on the awareness, acceptance and action of each key public. A good deal of attention is given to objectives dealing with acceptance of the message. Because this is the most crucial area for public relations and marketing communication strategists.
Step 5: formulating action and Response Strategies. A range of
actions is available to the organization, and in this step you consider what you might do in various situations. This section includes typologies of initiatives and responses.
Step 6: Using Effectives Communication. Step 6 deals with the
various decisions about the message, such as the sources, who will present the message to the key publics, the content of the message, its tone and style, verbal and nonverbal cues and related issues. Lessons from research about persuasive communication and dialogue will be applied for the ultimate purpose of designing a message that reflects the information gained through Step 3.
Tactics
During the Tactics phase, various communication tools are consideres and the visible elements of the communication plan are created
Step 7: Choosing Communication Tactics options. Specifically, the
planner consider for categories: (1) face-to-face communication and opportunities for personal involvement, (2) organizational media (sometimes called controlled media), (3) news media (uncontrolled media) and (4) advertising and promotional media (another form of controlled media). While all of these tools can be usd by any organization, not every tool is appropriate for each issue. Following the menu review, the planner packages the tactics into a cohesive communication program.
Step 8: Implementing the strategic plan. In Step 8, you develop
budgets and schedules and otherwise prepare to implement the communication program. This step turns the raw ingredients identified in the previous step into a recipe for successful public relations and marketing communication.
Evaluative research
The final phase, Evaluative Research, deals with evaluation and assessment, enabling you to determine the degree to which the stated objectives have been met and thus to modify or continue the communication activities.
Step 9: Evaluating the strategic plan. This is the final planning
element, indicating specific methods for measuring the effectiveness of each recommended tactic in meeting the stated objectives.
Dalam terjemahan bahasa Indonesia :
Sebagaimana dalam Nine Step of Strategic Public Relations atau Sembilan Langkah dalam Humas. Kesembilan langkah tersebut adalah :
1. Formative Research, langkah pertama dalam menyusun sebuah
strategi adalah penelitian formatif, penelitian ini berfokus pada kinerja awal, dalam membuat rencana komunikasi dimana ini membutuhkan pencarian informasi sebanyak-banyaknya dan menganalisis situasi yang ada. Dalam formative research ini terdapat tiga langkah. Penelitian pada tahap awal ini akan menggambarkan informasi yang sudah ada di dalam organisasi dan pada saat yang bersamaan membuat program penelitian untuk menambah informasi yang berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan proses berikutnya.
Langkah pertama : Analisis Situasi
Analisis situasi ini adalah permulaan yang krusial untuk menuju sebuah proses. Ini melibatkan seluruh tim, mulai dari perencana, klien, supervisor, key colleagues, dan para pengambil keputusan. Pihak-pihak ini secara bersama-sama memutuskan peluang dan hambatan apa yang akan dihadapi di dalam suatu perencanaan humas. Langkah kedua : Analisis Organisasi
Langkah ini termasuk sebuah penglihatan yang hati-hati mengenai tiga aspek dalam organisasi yaitu kondisi internal (misi, kinerja dan sumber daya), persepsi publik terhadap organisasi yang dalam hal ini adalah reputasi, dan kondisi eksternal ( kompetitor dan pendukung)
Langkah ketiga : Analisis Publik
Pada langkah ini adalah proses mengidentifikasi dan menganalisa publik kunci, yaitu berbagai kelompok yang berinteraksi dengan organisasi pada saat terjadi isu. Langkah ini juga termasuk menganalisis setiap publik yang berdasarkan apa yang menjadi keinginan, kebutuhan dan ekspektasi mereka terhadap
sebuah isu. Kemudian juga menganalisis public berdasarkan hubungan mereka dengan organisasi, kecenderungan komunikasi mereka melalui media dan keragaman social, ekonomi, politik, budaya dan kecenderungan teknologi yang dapat mempengaruhi mereka.
Strategy : poin kedua dalam proses perencanaan adalah strategi. Poin ini
merupakan inti dari sebuah perencanaan, yaitu membuat keputusan dengan memprediksi dampak atau efek yang akan muncul.
Langkah keempat : menentukan sasaran dan tujuan
Pada langkah ini berfokus pada tujuan akhir yang ingin dicapai dari sebuah produk atau jasa sebuah organisasi. Pada langkah ini menentukan tujuan yang jelas, spesifik dan dapat diukur yang mengidentifikasikan harapan organisasi untuk menghasilkan sebuah
awareness, acceptance dan action dari publik kunci. Banyak
perhatian yang diberikan kepada suatu tujuan dengan menentukan penerimaan pesan, karena itu merupakan area yang sangat krusial bagi humas dam strategi komunikasi pemasaran.
Langkah kelima : Memformulasikan strategi kegiatan dan respon Pada langkah ini organisasi menyiapkan berbagai strategi dan mempertimbangkan apa yang akan dilakukan pada situasi yang berbeda.
Langkah keenam : Penggunaan komunikasi yang efektif
Pada langkah ini menentukan penentuan pesan yang beragam, seperti siapa yang akan menyampaikan pesan kepada publik kunci, konten pesan itu sendiri, nada dan intonasinya, penggunaan bahasa verbal dan non verbal, dan hubungan dengan isu.
Tactics : pada saat poin ini organisasi menentukan berbagai sarana komunikasi
yang akan digunakan dan menentukan elemen nyata pada rencana komunnikasi
Langkah ketujuh : Memilih taktik komunikasi
Pada langkah ini menentukan berbagai pilihan komunikasi. Secara khusus, perencana memikirkan empat kategori utama, yaitu komunikasi tatap muka dan kesempatan pada pendekatan personal, media organisasi atau terkadang disebut dengan controlled media, media atau uncontrolled media, dan periklanan atau media promosi (bentuk lain dari controlled media). Semua sarana ini dapat digunankan organisasi, namun tidak setiap tools cocok digunakan di
setiap isu. Perencana harus menentukan berbagai taktik menjadi sebuah kesatuan program komunikasi.
Langkah kedelapan : mengimplementasikan Rencana Strategis Pada langkah ini, menentukan anggaran dan jadwal kegiatan. Selain itu, ditahap ini juga menyiapkan berbagai persiapan untuk mengimplementasikan program komunikasi. Pada langkah ini, seluruh ‘bahan mentah’ dari langkah sebelumnya diubah menjadi bentuk nyata untuk sebuah program humas yang baik.
Evaluation Research : poin terakhir dalam melakukan evaluasi. Pada poin ini
melakukan evaluasi dan penilaian serta melihat sejauh mana tujuan dapat tercapai. Pada poin ini organisasi juga dapat menentukan sebuah rencana strategis perlu dimodifikasi atau dapat dilanjutkan pada masa mendatang.
Langkah kesembilan : Mengevaluasi Rencana Strategis
Pada langkah terakhir ini, mengindikasikan metode untuk pengukuran efektifitas dari setiap taktik komunikasi dengan melakukan suatu pertemuan untuk membahas seberapa jauh tujuan organisasi dapat tercapai.
6). Mengimplementasikan Strategi ( 7C )
7C dalam komunikasi PR (Cultip Center Broom 2011:408)
1. Credibility (kredibilitas), komunikasi dimulai dengan iklim rasa saling
percaya. Iklim ini dibangun melalui kinerja di pihak institusi, yang
merefleksikan keinginan untuk melayani stakeholder dan publik. Penerima
harus percaya kepada pengirim informasi dan menghormati kompetensi
sumber informasi terhadap topik informasi.
2. Context (konteks). Program komunikasi harus sesuai dengan kenyataan
lingkungan. Media massa hanyalah suplemen untuk ucapan dan
berpartisipasi dan umpan balik. Konteks harus mengonfirmasikan, bukan
menentang, isi pesannya. Komunikasi yang efektif membutuhkan
lingkungan sosial yang mendukung yang sebagian besar dipengaruhi media
massa.
3. Content (Isi). Pesan harus mengandung makna bagi penerimanya dan harus
sesuai dengan sistem nilai penerima. Pesan harus relevan dengan situasi
penerima. Pada umumnya orang memilih item informasi yang menjanjikan
manfaat yang besar bagi mereka. Isi pesan menentukan audiens.
4. Clarity (kejelasan). Pesan harus diberikan dalam istilah sederhana. Kata
harus bermakna sama menurut si pengirim dan penerima. Isu yang
kompleks harus dipadatkan kedalam tema, slogan, atau stereotip yang
mengandung kesederhanaan dan kejelasan. Semakin jauh pesan akan
dikirim, pesan itu seharusnya semakin sederhana. Organisasi harus
berbicara dengan satu suara, tidak banyak suara.
5. Continuity and consistency (kontinuitas dan konsistensi). Komunikasi
adalah proses tanpa akhir.ia membutuhkan repetisi agar bisa masuk.
Repetisi – dengan variasi – berperan untuk pembelajaran dan persuasi.
Beritanya harus konsisten.
6. Channel (saluran). Saluran komunikasi yang sudah ada harus digunakan,
sebaiknya saluran yang dihormati dan dipakai oleh si penerima.
Saluran yang berbeda punya efek berbeda dan efektif pada tingkat yang
berbeda-beda dalam proses difusi informasi. Dibutuhkan pemilihan saluran
yang sesuai dengan publik sasaran.
7. Capability of the audience (kapabilitas atau kemampuan audien).
Komunikasi harus mempertimbangkan kemampuan audien. Komunikasi
akan efektif apabila tidak banyak membebani penerima untuk
memahaminya. Kemampuan ini dipengaruhi oleh faktor- faktor seperti
waktu yang mereka miliki, kebiasaan, kemampuan membaca dan
pengetahuan yang mereka punya.
Dalam berkomunikasi seorang Humas harus memperhatikan 7C, hal
ini dimaksudkan agar setiap pemberitaan yang disampaikan efektif.
c. Hubungan Pers (Press Relation)
1. Pengertian Hubungan Pers
Hubungan pers atau biasa disebut dengan Press Relations atau
Media Relations adalah usaha untuk mencapai publikasi atau penyiaran
yang maksimum atas suatu pesan atau informasi PR dalam rangka
menciptakan pengetahuan dan pemahaman bagi khalayak dari organisasi
atau perusahaan yang bersangkutan.
Media Relations memiliki beberapa definisi sebagaimana
yang dikemukakan oleh Rusady Ruslan dalam bukunya Manajemen PR, yang menerangkan bahwa,” hubungan pers adalah suatu kegiatan humas
dengan maksud menyampaikan pesan ( komunikasi mengenai aktivitas
yang bersifat kelembagaan, perusahaan atau institusi, produk serta
kegiatan yang sifatnya perlu dipublikasikan melalui kerjasama dengan
media massa untuk menciptakan publisitas dan citra positif di mata masyarakat”. Sedangkan menurut Yosal Iriantara (2008:28) mengartikan media relations sebagai bagian dari Public Relations (PR) eksternal yang
dan mengembangkan hubungan baik dengan media massa sebagai sarana
komunikasi antara organisasi dengan publik untuk mencapai tujuan
organisasi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Media Relations merupakan
kegiatan yang dijalankan oleh humas perusahaan dalam rangka
memaksimalkan penyebaran informasi atau pesan kepada publik yang
berkaitan dengan kegiatan perusahaan melalui media massa sehingga
tercapainya tujuan dan menciptakan citra yang positif. Menjalin dan
berhubungan hubungan baik dengan media merupakan cara yang efektif
untuk membangun, menjaga dan meningkatkan citra atau reputasi dimata
stakeholder
Berdasarkan definisi hubungan pers, analisis Frank Jefkins pada tujuan pokok diadakannya hubungan pers adalah menciptakan pengetahuan dan pemahaman’ jadi bukan semata-mata menyebarkan suatu pesan sesuai dengan organisasi atau klien demi mendapatkan citra produk atau sosok yang lebih indah daripada aslinya di mata umum. Tidak seorangpun yang berhak untuk mendikte apa yang harus diterbitkan atau disiarkan oleh media massa, setidak-tidaknya di suatu masyarakat yang demokratis”.
Seperti yang dikemukakan oleh pelopor konsultasi PR di Amerika
Serikat, Ivy Ledbetter Lee dalam bukunya yang berjudul Declaration of
Principles terbitan tahun 1906 bahwa semua jenis materi pers harus bebas
dari nilai-nilai dan dan kepentingan sepihak. Kriteria kejujuran dan
kenetralan itu juga harus dipegang teguh oleh kalangan praktisi PR. Setiap
pesan atau berita yang mereka sampaikan kepada masyarakat melalui pers
haruslah sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya. Baik dan buruknya
suatu upaya PR diukur berdasarkan kejujuran dan sikap netralnya.
2. Fungsi dan Sasaran Kegiatan Hubungan Pers
Philip Lesley, penulis buku Public Relations Handsbook mengemukakan fungsi humas dalam hubungan dengan pers , yaitu sebagai berikut:
1). Fungsi Pasif dan pelayanan
Fungsi pasif dan pelayanan berarti pihak humas hanya menanggapi permintaan pers dan tidak melakukan inisiatif tertentu
2). Fungsi Setengah aktif
Secara kontinyu humas mempersiapkan penyebaran info tentang berbagai kejadian di organisasi kepada berbagai media
3). Fungsi aktif
Dalam fungsi aktif, humas menggunakan inisiatif dalam mendekati kalangan media.
Menurut Glen dan Denny Griswold dalam buku Handbook Of Public
Relations Ardianto (2011) manyatakan bahwa fungsi media relations
1. Menilai sikap publik terhadap organisasi
2. Mengindentifikasikan kebijakan & prosedur individu / organisasi
terhadap kepentingan public
3. Menjalankan program tindakan untuk meraih pengertian dan
pengakuan publik
Rachmadi. F dalam bukunya PR dalam Teori dan Praktek (
1994:56), lima sasaran dalam kegiatan Hubungan Pers atau Media
Relations yang dapat dicapai oleh Humas (Public Relations) memiliki
sasaran diantaranya :
1. Memperoleh publisitas seluas mungkin terkait kegiatan serta
langkah organisasi yang baik, yang ingin diketahui oleh
masyarakat.
2. Memperoleh tempat dalam pemberitaan pers yang objektif, wajar
dan seimbang yang menguntungkan perusahaan/ organisasi
3. Memperoleh umpan balik mengenai kegiatan perusahaan/
4. Melengkapi data atau informasi bagi pimpinan perusahaan untuk
pembuatan penilaian secara tepat mengenai situasi yang
mempengaruhi keberhasilan kegiatan perusahaan/ organisasi
5. Mewujudkan dukungan yang stabil dan berkelanjutan dilandasi
rasa saling percaya dan menghormati
Tujuan pokok dari hubungan pers / hubungan media adalah “menciptakan pengetahuan dan pemahaman”, jadi bukan hanya semata – mata untuk menyebarkan suatu pesan yang sesuai dengan keinginan
perusahaan demi mendapatkan suatu sosok / citra yang lebih indah dari
aslinya.
Menurut Al & Laura Ries dalam buku The Fall of Advertising and
The Rise of PR, untuk dapat memenangi kompetisi atau satu-satunya cara
untuk mengalahkan kompetitor adalah dengan cara memenangkan “pertempuran” di media massa.
Media Relations wajib dilakukan Humas (Public Relations) sebuah
lembaga agar berdampak pada meningkatnya brand image atau
popularitas. Liputan atau pemberitaan yang baik di media akan
memberikan pencitraan yang baik pula bagi perusahaan, meningkatkan
kepercayaan pelanggan dalam memakai produk perusahaan, dan akhirnya
menumbuhkan minat pemodal untuk menginvestasikan modalnya pada
3. Prinsip-prinsip Hubungan Pers yang baik
Beberapa prinsip umum yang perlu diperhatikan oleh setiap
praktisi PR dalam rangka menciptakan dan membina hubungan pers yang
baik (Jefkins 1991:95)
a. Memahami dan melayani media. Seorang praktisi PR akan mampu
menjalin kerjasama dengan pihak media, Ia juga akan dapat
menciptakan suatu hubungan timbal balik yang saling
menguntungkan
b. Membangun reputasi sebagai orang yang dapat dipercaya. Para
praktisi PR harus senantiasa siap menyediakan materi-materi yang
akurat dimana saja dan kapan saja hal itu dibutuhkan. Hanya
dengan cara inilah ia akan diakui sebagai suatu sumber informasi
yang akurat dan dapat dipercaya oleh para jurnalis. Bertolak dari
kenyataan itu, maka komunikasi timbal balik yang saling
menguntungkan akan lebih mudah diciptakan dan dipelihara.
c. Menyediakan salinan yang baik. Misalnya menyediakan reproduksi
foto-foto yang baik, menarik dan jelas. Dengan adanya teknologi
pemasukan data langsung melalui komputer ( teknologi ini sangat
memudahkan koreksi dan penyusunan ulang dari suatu terbitan
seperti siaran berita, penyediaan salinan naskah dan foto-foto yang