BAB IV HASIL PENELITIAN
4.3 Deskripsi Hasil Penelitian
Pembahasan dan analisis dalam penelitian ini merupakan data dan fakta yang peneliti dapatkan langsung dari lapangan serta disesuaikan dengan teori yang peneliti gunakan yaitu menggunakan teori fungsi-fungsi manajemen yang dikemukakan oleh Luther Gullick dalam Handayadiningrat (1990:24). Dimana dalam teori ini memberikan tolak ukur atas komponen-komponen penting yang harus dipertimbangkan dalam melaksanakan peranan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Pembahasan hasil penelitian dengan Didasari Data Yang Peneliti Peroleh Melalui Hasil Observasi, Wawancara, Dokumentasi, Serta Studi Kepustakan Mengenai Manajemen Penataan Pedagang Kaki Lima Di Kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang, diantaranya adalah sebagai berikut:
4.3.1 Gambaran Umum Pedagang Kaki Lima (PKL) di Stadion Maulana Yusup Kota Serang
Stadion Maulana Yusuf Kota Serang merupakan stadion sepak bola yang merupakan kandang resmi dari klub sepak bola asal serang yaitu Perserang Serang, selain itu juga Stadion Maulana Yusuf Kota Serang digunakan sebagai tempat untuk melakukan kegiatan resmi kedinasan maupun acara untuk umum.
Secara kewenangan, wilayah Stadion Maulana Yusuf Kota Serang adalah kewenangan dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Serang. Namun, berbeda dengan Pedagang Kaki Lima yang berjualan di sekitar kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang. Secara kewenangan Pedagang Kaki Lima di Kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang bukan kewenangan dari Dinas
Pariwisata, pemuda dan Olahraga Kota serang melainkan tugas dan kewenangan dari di Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang. Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak JK selaku Perwakilan dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Serang , menjelaskan bahwa :
“kita tidak punya kewenangan untuk mengelola PKL yang berada dilingkungan Stadion, itu adalah kewenangan dari Disperindagkop Kota Serang, kewenangan kita hanya mengurus sarana dan prasarana Stadion nya saja, terlepas dari semua itu kita tidak ikut campur tangan”. (Wawancara dengan Bapak JK Kepala Bidang Olahraga Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Serang. Kamis 21 Desember 2017 Pukul 11.00 di Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Serang)
Berdasarkan hasil wawancara diatas dengan Dinas Periwisata , Pemuda dan Olahraga Kota Serang, bahwa Dinas Periwisata , Pemuda dan Olahraga Kota Serang tidak mempunyai kewenangan untuk mengelola dan mengatur para Pedagang Kali Lima yang berjualan di wilayah Stadion Maulana Yusuf Kota Serang, karena bukan ranah dari Dinas Periwisata , Pemuda dan Olahraga Kota Serang dan hanya bertugas untuk mengelola wilayah sarana dan Prasarana Stadion nya saja.
Hal serupa juga di sampaikan oleh I1-1 Kasi Penataan Pasar dan Pedagang
Kaki Lima Dinas Perdagangan, Industri, dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang menyatakan bahwa :
“iya memang untuk masalah Pedagang kaki Lima atau pasar kita yang mengelola, akan tetapi kawasan stadion itu tidak termasuk dalam data kami bahwa stadion itu bukan tempat untuk berjualan maelainkan stadion itu adalah tempat atau pusat tempat untuk melangsungkan kegiatan olahraga kota serang. Jadi, kadang kita juga bingung kenapa di stadion itu penuh dengan pedagang kaki lima”. (Wawancara dengan Kasi Penataan Pasar dan Pedagang
Kaki Lima Dinas Perdagangan, Industri, dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang. Rabu 2 Mei 2018 Pukul 14.00 di Dinas Perdagangan, Industri, dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang)
Dari hasil wawancara keduanya di atas bahwa sebenarnya Kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota serang bukanlah tempat yang di sediakan oleh Pemerintah Kota Serang untuk djadikan lokasi berjualan bagi para pedagang kaki lim melainkan tempat untuk berlangsunga nya kegiatan olahraga dan acara resmi lainnya di lingkup Kota Serang maupun Provinsi Banten. Terlebih lagi Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Serang tidak ikut campur untuk mengelola pedagang kaki lima yang berada di stadion. Namun, tidak hanya diam begitu saja bahwa permasalahan ini harus cepat di atasi agar tidak terjadi penumpukan pedagang sehingga dapat mengganggu aktivitas serta kegiatan yang seharusnya di lakukan di kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota serang ini.
Menarik juga yang di sampaikan oleh I2-1 Kordinator PKL di Kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang bahwa :
“disini kami tidak meminta uang sewa sepeser pun kepada pedagang yang berjualan disini, kalau misalkan ada okum yang berani meminta uang kita akan tindak lanjuti kedepannya. Untuk masalah izin padagang iya kita yang mengatur tempat dimana yang masih kosong agar tidak menggangu pedagang yang sudah ada”. (Wawancara dengan Kordinator PKL di Kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang. Senin 30 April 2018 Pukul 20.00 di Stadion Maulana Yusuf Kota Serang)
Berdasarkan hasil wawancara diatas, bahwa pedagang yang berada di Kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang ini tidak di pungut biaya sewa sepeser pun baik itu dari Dinas terkait maupun dari pengelola Stadion itu sendiri.
Namun, berberbeda dengan yang di sampaikan oleh I2-3 selaku pedagang yang bejualan di Kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang mengatakan bahwa:
“ada mba saya seharinya saya bayar Rp 8.000 untuk bayar sewa, itu ada 3 macam ada uang sewa tempat Rp 5.000 uang kebersihan Rp 2.000 dan kebersihan lagi Rp 1.000”. (Wawancara dengan PKL di Stadion Maulana Yusuf Kota Serang. Selasa 1 Mei 2018 Pukul 14.00 di Stadion Maulana Yusuf Kota Serang)
Berdasarkan hasil wawancara keduanya di dapatkan kekeliruan pendapat bahwansanya kordinator PKL berpendapat bahwa pedagang di kawasan stadion maulana yusuf kota serang itu tidak di pungut biaya sepeser pun namun dalam faktanya itu tidak benar ada saja oknum yang mengatas namakan dirinya perwakilan dari Dinas, Pihak ketiga maupun yang lainnya menarik pungutan kepada pedagang yang berjualan di stadion tersebut. Namun dalam hal ini, pemerintah maupun kordinator pedagang kaki lima yang berada di kawasan stadion maulana yusuf Kota Serang tidak membenarkan hal itu dan bagi siapa saja yang memungut biaya sewa kepada para pedagang kaki lima akan di tindak lanjuti oleh para kordinator lapangan tersebut. Namun hal itu belum terjadi sampai sekarang karena faktanya sampai saat ini masig saja aja oknum yang meminta uang sewa serta uang kemanana dan kebrsihan yang menatasnamakan Dinas maupun pihak ke tiga.
Kedepanya, pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang rencananya akan direlokasi secara bertahap. Berdasarkan hasil keterangan dari I1-1 selaku Kasi Penataan Pasar dan Pedagang
Kaki Lima (PKL) di Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang, menjelaskan:
“rencananya kedepan kami akan berusaha untuk memindahkan PKL atau pedagang-pedagang yang berada di stadion ke pandean, namun itupun tidak bisa kami lakukan sepenuhnya karena kita juga masih kekurangan tempat untuk memindahkan pedagang tersebut,, mungkin satu atau dua minggu kedepan kita akan merelokasikan atau memindahkan 50 pedagang ke panden, kenapa tidak semua karena kita baru bisa menyediakan 50 tenda.” (Wawancara dengan Kasi Penataan Pasar dan Pedagang Kaki Lima Dinas Perdagangan, Industri, dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang. Rabu 2 Mei 2018 Pukul 14.00 di Dinas Perdagangan, Industri, dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang)
Berdasarkan hasil dari wawancara di atas, bahwa Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang, berencana merelokasi Pedagang Kaki Lima yang berada di kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang ke tempat yang sudah disediakan yakni Kepandean yang rencananya kawasan tersebut akan di jadikan pusat berjualan bagi para Pedagang Kaki Lima oleh Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang. Namun, semua itu tidak bisa dilakukan sendiri oleh Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang, harus ada keterlibatan dari berbagai pihak untuk menyelesaikan permasalahan tersbut. Hal tersebut di sampaikan oleh I1-2 selaku Kasi Sarana Prasarana di Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang. Yaitu :
“memang kita akui kita tidak bisa menghadapi permasalahan mengenai PKL yang berada di stadion secara sendiri. Jika kita itung ada puluhan bahkan ratusan jumlah PKL yang berada di
stadion. Kalau kita mengurus dan mengawasi secara langsung kita butuh orang banyak dong, makanya untuk mengatasi hal tersebut kita berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Serang untuk mengawasi, mentertibkan dan juga menjaga supaya tertata dengan
baik”. (Wawancara dengan Kasi Sarana Prasarana Dinas
Perdagangan, Industri, dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang. Rabu 2 Mei 2018 Pukul 15.00 di Dinas Perdagangan, Industri, dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang)
Hasil wawancara di atas dapat di simpulkan bahwa, Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Peraja Kota Serang untuk menjaga, mengawasi, dan mentertibkan keamanan wilayah PKL di stadion Maulana Yusuf Kota Serang, Dinas Perhubungan selaku yang mengatur lalulintas di kawasan Stadion mulana Yusuf, Polres Kota Serang dan pihak terkait lainnya. Hal serupa juga di sampaikan oleh I1-4 selaku Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang, yaitu:
“kita bertugas untuk mengawasi di tugaskan untuk mengawasi atau mejaga kemanan dan ketertiban PKL di lingkungan Stadion Maulana Yusuf. Yang sifatnya kaya gitu mah kita di intruksikan langsung sama kepala Disperindagkop nya mereka memberikan surat tugas ke kita dan menerjunkan langsung personil ke
lapangan”. (Wawancara dengan Kepala Bidang Keamanan dan
Ketertiban Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang. Kamis 3 Mei 2018 Pukul 10.00 di Kantor Satpol PP Kota Serang)
Hasil dari wawancara di atas bahwa untuk menjaga dan menertibkan kawasan stadion Maulana Yusuf Kota Serang, Satuan Polisi Pamong Peraja Kota Serang harus ada instruksi dari Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang Kota Serang. Namun, untuk merelokasikan
pedagang-pedagang yang berada di Kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang, sampai saat ini Satpol PP Kota Serang masih menunggu instruksi dari Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang, karena kawasan tersebut merupakan wewenang pihak Disparpora Kota Serang sebagai sarana olah raga. “Jadi, nanti tidak ada lagi pedagang yang mangkal di tembok-tembok sekitar stadion” kata I1-4 Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Serang.
Sampai saat ini, baru beberapa pedagang yang ditertibkan. Sementara, untuk pedagang di bolehkan untuk berjualan pada jam sore sampai malam hari sementara untuk jam pagi sampai sore hari Kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang di usahakan untuk di kosongkan. Sementara hanya itu yang dianggap bisa memecahkan pemasalahan yang ada. Berdasarkan penuturan dari I1-1 selaku Kasi Penataan Pasar dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang, menjelaskan bahwa :
“kita juga bingung sebenarnya Stadion itu bukan di peruntukan buat berjualan, karena kawasan itu pusat berkumpul banyak orang jadi awalnya beberapa pedangang saja dan makin hari makin bertambah. Sifatnya sama seperti di alun-alun saja banyak orang pasti ada pedagang. Untuk saat ini kita sudah melakukan antisipasi bekerja sama dengan beberapa instansi bagaimana caranya supaya tidak terjadi kemacetan ataupun penumpukan pedagang dan pedagang boleh berjualan itu hanya bisa mulai pada sore hari dan malam hari dan di awasi oleh Satpol PP”. (Wawancara dengan Kasi Penataan Pasar dan Pedagang Kaki Lima Dinas Perdagangan, Industri, dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang. Rabu 2 Mei 2018 Pukul 14.00 di Dinas Perdagangan, Industri, dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang)
Senada yang di sampaikan oleh I1-1 Kasi Penataan Pasar dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang,hal serupa juga di sampaikan oleh I1-4 selaku Kabid Kemanan dan Ketertiban Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang, yaitu :
“sampai saat ini untuk permasalahan mengenai PKL yang berada di Stadion Maulana Yusuf kita hanya menunggu instruksi dari Disperindagkop selaku dinas yang mempunyai kewenangan. Dan untuk saat ini ada instruksi dari dinas bahwa pedagang boleh berjualan pada sore sampai malam hari saja itupun kalau tidak ada aktifitas di kawasan stadion ini, kalu misalkan ada acara maupun sebagainya kita instruksikan untuk mengosongkan titik yang akan digunakan untuk acara tersebut. Untuk yang bertugas di lapangan kita bagi ada sift yang pagi dan sift yang siang hari”. (Wawancara dengan Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang. Kamis 3 Mei 2018 Pukul 10.00 di Kantor Satpol PP Kota Serang)
Dari hasil wawancara di atas dengan Kabid Kemanan dan Ketertiban Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang bahwasanya mereka bekerjasesuai dengan apa yang di instruksikan saja oleh Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang selaku dinas yang mempunyai kewenangan untuk mengelola dan mengatur pedagang dan pasra yang berada di Kota Serang. Disamping itu masyarakat menganggap bahwa Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang dinilai kurang tegas dalam menanggapi permasalahan pedagang kaki lima di kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang. Ini terbukti dilihat dari keseriusan Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang untuk menyediakan tempat yang layak untuk pedagang kaki lima yang belum
terealisasi sampai sekarang. Jika dilihat kebelakang bahwa sebagian besar pedagang yang berada di kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang itu adalah pedagang pindahan Alun-alun Kota Serang. Berdasarkan hasil wawancara dengan I2-1 selaku Kordinator PKL Stadion Maulana Yusuf Kota Serang, menyampaikan bahwa :
“kondisi pedagang di sini rame mungkin sekitar 1-2 tahun kesini saja mba, dulu mah mana ada pedagang yang berjualan di sini tempatnya aja sepi. Karena alun-alun tidak bisa menapung banyak nya pedagang sedikit-sedikit mulai ada yang pindah kesini, 2-3 bulan mulai rame kita aja sama paguyuban yang mengelola ini makanya jadi tertib kaya gini dinas mah mana ada yag kesini malahan yang ada pedagang mau di pindahkan ke pandean yang saya tau tempatnya aja kecil ga bakalan bisa menampung pedagang semua”. (Wawancara dengan Kordinator PKL. Senin 30 April 2018 Pukul 20.00 di Stadion Maulana Yusuf Kota Serang)
Hal senada juga di sampaikan oleh I2-4 selaku Pedagang Kaki Lima di Kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang, menyampaikan :
“saya sebelum berjualan disini awalnya berjualan di alun-alun karena sudah tidak ada lapak dan jumlah pedagang yang makin banyak makanya saya pindah kesini dan malah sekarang kabarnya mau di pindahkan lagi kabarnya dekat-dekat ini”. (Wawancara dengan PKL di Stadion Maulana Yusuf Kota Serang. Selasa 1 Mei 2018 Pukul 14.00 di Stadion Maulana Yusuf Kota Serang)
Dari kedua penjelasan di atas membuktikan bahwa pedagang menilai bahwa Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang tidak serius menangani permasalahan pedagang kaki lima ini. Pedagang merasa mereka itu selalu di buat tidak nyaman dengan keputusan yang di keluarkan oleh Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang. Pedagang kaki lima yang berada di Stadion Maulana
Yusuf Kota Serang menginginkan tempat mereka itu di permanenkan dan walaupun mereka harus di relokasi mereka meminta di pindahkan ke tempat yang lebih strategis.
Sampai saat ini, data terakhir menunujan bahwa jumlah pedagang kaki lima yang berada di Kawasan stadion maulana Yusuf Kota Serang berada diangka berkisaran 241, angka ini akan bertambah di setiap minggunya karena di tempat ini dirasa cukup ramai. Berdasarkan data terahir yang di miliki oleh Dinas Periwisata , Pemuda dan Olahraga Kota Serang, yakni :
Tabel 4.2
Pedagang Kaki Lima yang berada di Kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang
No Jenis Usaha Jumlah
1 Pedagang Tas 8
2 Pedagang Pakaian 84
3 Pedagang Aksesoris 25
4 Pedagang sendal 8
5 Pedagang makanan 35
6 Pedagang Peralatan rumah tangga 8
7 Pedagang kosmetik 1
8 Pedagang mainan 19
9 Pedagang peralatan memancing 2
10 Pedagang minuman 3
11 Pedagang peralatan alat tulis 14
12 Pedagang angkringan 1
13 Pedagang sepatu 5
14 Pedagang parfum 2
No Jenis Usaha Jumlah
16 Pedagang handuk 3
17 Pedagang kaos kaki 3
18 Pedagang perabotan 2
19 Pedagang aksesoris motor 5
20 Odong-Odong 1
21 Warung Kopi 9
241 (Sumber : Disperindagkop Kota Serang, 2016)
Dari tabel diatas menunjukan bahwa jumlah PKL yang berada di kawasan Stadion Maulana Yusuf menunjukan angka yang sangat banyak, jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah banyak di setiap harinya karena disana tidak ada peraturan yang mewajibkan bagi pegawai untuk mengajukan persyaratan dan sifatnya juga tidak tetap artinya barang dagangan nya tidak di tinggalkan di lapak berjualannya melainkan di bawa pulang. Dengan jumlah sebanyak itu seharusnya pemerintah kota serang harus sudah siap menyediakan tempat yang khusus di peruntukan untuk berjualan pedagang kaki lima. Pedagang kaki kaki lima ini adalah pindahan dari alun-alun sejak tahun 2016, yang seharusnya di relokasikan ke daerah Kepandean dan malah memilih untuk ke Stadion Maulana Yusuf Kota Serang yang seharusnya tempat tersebut khusus untuk di jadikan tempat sarana dan prasarana Olahraga Kota Serang.
Ini menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi Dinas Periwisata , Pemuda dan Olahraga Kota Serang, untuk menata pedagang kaki lima dan mencipatakan kota serang yang bebas dari Pedagang yang liar dan berjualan sembarangan.
4.3.1 Planning (Perencanaan)
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengelompokan indikator-indikator utama dari Planning (Perencanaan) yang di gunakan oleh Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang selaku Dinas yang berwenang untuk mengelola dan mengatur PKL ( Pedagang Kaki Lima) di Kota Serang. Adapun indikator-indikator tersebut yaitu mengenai Tujuan dan Program Kerja.
Tujuan dari adanya perencanaan adalah untuk menentukan tujuan, program kerja serta target kinerja yang ingin dicapai. Selain itu juga dari perencanaan adalah agar kegiatan-kegiatan dapat dilakukan secara teratur dan bertujuan. Dengan adanya perencanaan, juga bisa merencanakan anggaran bagi pelaksanaan layanan kantor, kemudian menjelaskan akan kebutuhan personil yang tepat dan menjelaskan kebutuhan akan ruang dan peralatan yang diperlukan
Berkaitan denga Tujuan dari Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang dalam pengelolaan pedagang kaki lima di Kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang, seperti yang di sampaikan oleh I1-1 selaku Kasi Penataan Pasar dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang, adalah :
“tentu saja kita menginginkan bahwa kawasan stadion itu bebas dari pedagang kaki lima, harus di ketahui juga sebenarnya kita tidak menyediakan tempat stadion itu bukan untuk berjualan, tidak ada dalam data lokasi pasar kita. Bahwa stadion maulana yusuf itu tidak termasuk dalam pengelolaan kami. Namun, kami juga tidak lepas begitu saja karena pedagang atau kumpulan pedagang kalau kebanyakan kan bisa dikatakan pasar juga makanya kami juga
disini ingin merelokasi atau memindahkan ke tempat yang stategis, tidak mengangu tempat yang lain juga. Sejauh ini kita sudah menyediakan tempat kalau mba mau liat kita sudah siapkan di wilayah pandean, kita juga sudah menyediakan beberapa tenda untuk dijadikan tempat bagi para pedagang tersebut. Tujuan nya agar kota serang ini tertata dengan rapih”. (Wawancara dengan Kasi Penataan Pasar dan Pedagang Kaki Lima Dinas Perdagangan, Industri, dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang. Rabu 2 Mei 2018 Pukul 14.00 di Dinas Perdagangan, Industri, dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang)
Hal serupa juga di sampaikan oleh I1-3 selaku Kepala UPT Pasar di Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang, menyampaikan :
“tujuan kita adalah supaya tata kelola pedagang kaki lima tersusun dengan rapih, bukan hanya PKL di stadion saja seluruh lokasi pasar tempat berjualan pedagang di kota serang kita kelola tujuan nya untuk apa yakni untuk terciptanya pasar yang rapih, bersih bahkan moderan sehingga menarik minat masyatakat untuk berbelanja di pasar untungnya kan buat pedagang juga dagangan nya laku di samping itu juga kan kota menjadi bersih dilihatnya juga nyaman”. (Wawancara dengan Kepala UPT Pasar Dinas Perdagangan, Industri, dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang. Rabu 2 Mei 2018 Pukul 08.00 di Kantor UPT Pasar Kota Serang)
Kedua penjelasan di atas menunjukan bahwa Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang ingin membebaskan Kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang dari Pedagang Kaki Lima (PKL), mengembalikan Stadion menjadi Kawasan khusus sarana dan prasarana olahraga, menyediakan tempat yang strategis untuk tempat berjualan Pedagang Kaki Lima.