BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2. Deskripsi hasil Penelitian
4.2.1. Deskripsi Hasil Penelitian Mengenai Pertambahan
Bantuan Pendidikan Berprestasi.
Anak anggota yang kuliah : Rp. 300.000,-
4.1.4. Prestasi yang Dicapai.
1. Tahun 2001 mendapatkan penghargaan sebagai koperasi berprestasi di Kabupaten Sampang Madura.
2. Koperasi berprestasi harapan II tahun 2005 tingkat propinsi Jawa Timur, kelompok koperasi usaha.
3. Juara I lomba koperasi berprestasi dalam rangka peringatan hari koperasi ke-58 tahun 2005 di Kabupaten Sampang Madura.
4. Pada tahun 2005 ditetapkan sebagai koperasi pengusaha kecil dan menengah Kabupaten Sampang Madura berpredikat sehat.
4.2. Deskripsi hasil Penelitian.
Berikut ini data-data yang dimiliki KPRI ”Guru Jaya” selama 10 tahun mulai periode tahun 2000 sampai dengan 2009, dan disajikan pada lampiran 1 sampai 3.
4.2.1. Deskripsi Hasil Penelitian Mengenai Pertambahan Dana.
Pertambahan dana adalah pertambahan jumlah dana atau simpanan-simpanan yang terdiri dari simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela yang diterima dari anggota.
Tabel 4.1. Pertambahan Dana KPRI ”Guru Jaya” Sampang Tahun 2000 sampai dengan Tahun 2009.
No Tahun Total Kenaikan/Penurunan prosentase
(%) 1 2000 Rp 71.427.000.00 2 2001 Rp 70.202.000.00 Rp (1.225.000.00) -1,72 3 2002 Rp 69.078.000.00 Rp (1.124.000.00) -1,60 4 2003 Rp 67.077.000.00 Rp (2.001.000.00) -2,90 5 2004 Rp 66.990.050.00 Rp (86.950.00) -0,13 6 2005 Rp 69.300.000.00 Rp 2.309.950.00 3,45 7 2006 Rp 75.600.000.00 Rp 6.300.000.00 9,09 8 2007 Rp 74.499.500.00 Rp (1.100.500.00) -1,46 9 2008 Rp 85.540.500.00 Rp 11.041.000.00 14,82 10 2009 Rp 87.603.500.00 Rp 2.063.000.00 2,41 Sumber : Lampiran 1 (diolah).
Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui bahwa pertambahan dana terbesar terjadi pada tahun 2008 dengan total dana sebesar Rp85.540.500,- dan kenaikan sebesar Rp. 11.041.000,- atau prosentase sebesar 14,82%. Sedangkan pertambahan dana terendah terjadi pada tahun 2003dengan total dana sebesar Rp. 67.077.000,- dengan penurunan sebesar Rp. 2.011.000,- atau prosentase sebesar -2.90%. Tingginya pertambahan dana yang dimiliki koperasi ”Guru Jaya” membuktikan bahwa koperasi dapat menghimpun dana dan menyalurkan melalui kegiatan simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela serta dana kesejahteraan yang diterima dari anggota koperasi.
4.2.2. Deskripsi Hasil Penelitian Mengenai Besarnya Gaji.
Besarnya gaji adalah besarnya pendapatan atau gaji yang dipreoleh oleh anggota koperasi.
Tabel 4.2. Besarnya Gaji Anggota KPRI ”Guru Jaya” Tahun 2000 sampai dengan Tahun 2009.
No Tahun Besarnya Gaji Anggota Kenaikan/Penurunan Prosentase
(%) 1 2000 Rp 1.197.000.000.00 2 2001 Rp 1.350.000.000.00 Rp 153.000.000.00 12,78 3 2002 Rp 1.507.500.000.00 Rp 157.500.000.00 11,67 4 2003 Rp 1.597.500.000.00 Rp 90.000.000.00 5,97 5 2004 Rp 1.710.000.000.00 Rp 112.500.000.00 7,04 6 2005 Rp 2.263.800.000.00 Rp 553.800.000.00 32,39 7 2006 Rp 2.299.080.000.00 Rp 35.280.000.00 1,56 8 2007 Rp 2.322.600.000.00 Rp 23.520.000.00 1,02 9 2008 Rp 2.550.000.000.00 Rp 227.400.000.00 9,79 10 2009 Rp 2.640.000.000.00 Rp 90.000.000.00 3,53 Sumber : Lampiran 2 (diolah)
Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa prosentase kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2005 sebesar 32,39 %, dimana gaji anggota koperasi pada tahun 2004 sebesar Rp. 1.710.000.000,- meningkat manjadi 2.263.800.000,- dengan kenaikan sebesar Rp. 553.800.000,-. Sedangkan prosentase terkecil terjadi pada tahun 2007 yaitu sebesar 1.02 % dengan gaji anggota pada tahun 2006 sebesar Rp. 2.299.080.000,- meningkat menjadi 2.322.600.000,- atau terjadi peningkatan sebesar Rp. 23.520.000,-
4.2.3. Deskripsi Hasil Penelitian Mengenai Jumlah Pemberian Kredit
Simpan Pinjam.
Jumlah pemberian kredit simpan pinjam adalah suatu keputusan mengenai jumlah atau besarnya suatu kredit yang akan diberikan kepada anggota dan disetujui oleh pihak koperasi.
Tabel 4.3. Mengenai Jumlah Pemberian Kredit Simpan Pinjam KPRI ”Guru Jaya” Sampang Tahun 2000 sampai dengan Tahun 2009.
Sumber : Lampiran 3 (diolah).
Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui bahwa prosentase jumlah pemberian kredit simpan pinjam tertinggi terjadi pada tahun 2007 sebesar 45,66 % dimana pada tahun 2006 penyaluran kredit simpan pinjam diberikan sebesar Rp. 1.015.275.000,- meningkat menjadi Rp. 1.478.803.292,- atau terjadi peningkatan sebesar Rp. 463.528.292,-. Untuk prosentase terkecil terjadi pada tahun 2006 sebesar -22,31 % dimana pada tahun 2005 Rp. 1.306.803.220,- menurun menjadi Rp. 1.015.275.000,- atau terjadi penurunan sebesar Rp. 291.528.220,-.
No Tahun Penyaluran Kedit Kenaikan/Penurunan Prosentase
(%) 1 2000 Rp 696.234.500.00 2 2001 Rp 686.954.400.00 Rp (9.280.100.00) -1,33 3 2002 Rp 834.954.400.00 Rp 148.000.000.00 21,54 4 2003 Rp 997.504.580.00 Rp 162.550.180.00 19,47 5 2004 Rp 1.002.000.000.00 Rp 4.495.420.00 0,45 6 2005 Rp 1.306.803.220.00 Rp 304.803.220.00 30,42 7 2006 Rp 1.015.275.000.00 Rp (291.528.220.00) -22,31 8 2007 Rp 1.478.803.292.00 Rp 463.528.292.00 45,66 9 2008 Rp 1.424.657.014.00 Rp (54.146.278.00) -3,66 10 2009 Rp 1.626.900.000.00 Rp 202.242.986.00 14,2
4.3. Teori Analisis dan Uji Hipotesis
4.3.1. Uji Normalitas.
Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah suatu data mengikuti sebaran normal atau tidak, yang dapat dilakukan dengan berbagai metode diantaranya adalah Kolomogrov Smirnov.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa nilai statistik Kolomogrov Smirnov dan Shapiro Wilk yang diperoleh nilai signifikan variabel Pertambahan Dana (X1) sebesar 0,670, variabel Besarnya Gaji (X2) sebesar 0,675 dan variabel Jumlah Pemberian Kredit (Y) sebesar 0,778 (Lampiran 4) ketiga variabel tersebut mempunyai taraf signifikan yang lebih besar dari 0,05. Hal ini membuktikan bahwa semua variabel yang diteliti berdistribusi normal.
4.3.2. Uji Asumsi Klasik.
Pengujian asumsi klasik ini perlu dilakukan untuk mengetahui apakah hasil estimasi regresi yang dilakukan betul-betul terbatas dari adanya gejala autokorelasi, gejala multikolinearitas, dan gejala heterokedastisitas. Hasil pengujiannya disajikan sebagai berikut :
4.3.2.1. Autokorelasi.
Dapat didefinisikan sebagai korelasi antara anggota serangkaian observasi yang diurutkan menurut waktu (Gujarati, 1995: 201).
Gambar 4.1. : Uji Durbin Watson
ada Daerah daerah ada auto kore
auto keraguan keraguan lasi negatif
korelasi
tidak ada autokorelasi positif dan tidak ada autokore
lasi negatif
dL dU 4-dU 2,706 4-dL
0,697 1,641 2,359 2.538
Dari tabel Durbin Watson untuk n=10 (jumlah sampel) dan k=2 (banyaknya variabel bebas) diketahui nilai dU sebesar 1,641, 4-dU sebesar 2,359. Dari tabel durbin Watson untuk n=10 (jumlah sampel) dan k=2 (banyaknya variabel bebas) diketahui Nilai dL 0,697 dan 4-dL sebesar 3,303. dari hasil perhitungan regresi linier berganda lampiran 6 pada tabel model summary diperoleh nilai uji Durbin Watson sebesar 2,706. Dimana nilai tersebut lebih tinggi dari 4-dU yaitu 2,359 berarti berada di daerah keraguan sehingga dapat dikatakan tidak terjadi autokorelasi positif maupun negatif.
4.3.2.2. Multikolinearitas.
Uji asumsi multikolinieritas digunakan untuk mengetahui adanya hubungan linear yang sempurna atau pasti di antara beberapa atau
semua variabel yang menjelaskan dari model regresi (Gujarati, 1995: 157).
Salah satu cara yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya multikolinieritas yaitu dengan melihat besarnya nilai Variance Inflation Faktor (VIF). Jika VIF melebihi angka 10 maka variabel tersebut mengindikasikan adanya multikolinieritas.
Dalam pengujian asumsi klasik terhadap analisi regresi linier berganda ini menyatakan bahwa hasil analisis penelitian ini menunjukkan tidak adanya gejala multikolinearitas pada semua variabel dimana nilai VIF pada variabel nilai VIF untuk Pertambahan Dana (X1) = 2,188, Besarnya Gaji (X2) = 2,188. (nilai VIF < 10)
Tabel 4.4. Hasil Pengujian Multikolinier.
No Variabel VIF
1. Pertambahan Dana (X1). 2,188
2. Besarnya Gaji (X2). 2,188
Sumber : Lampiran 5
4.3.2.3. Heterokedastisitas.
Adapun hasil korelasi Rank Spearman pada variabel Pertambahan Dana (X1), Besarnya Gaji (X2) adalah sebagai berikut : Tabel 4.5. Hasil Korelasi Rank Spearman.
No Variabel Bebas KoefisienKorelasi
Rank Spearman Tingkat Signifikan 1. Pertambahan Dana (X1) -0,079 0,829 2. Besarnya Gaji (X2) 0,248 0,489 Sumber : Lampiran 6.
Hasil uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa tingkat signifikan pada variabel Pertambahan Dana (X1) dan Besarnya Gaji (X2) diatas 5%
(sig > 5%) maka dapat disimpulkan bahwa antar variabel bebas dengan residual tidak terjadi heteroskedastisitas.