BAB III METODE PENELITIAN
4.2. Deskripsi Hasil Penelitian
Sumber data yang digunakan berasal dari jawaban kuisioner yang disebar pada 29 Manajer PT. Dipo Valasindo dan kuesioner tersebut terdiri dari 10 pernyataan yang dibagi menjadi 3 bagian.
Untuk memperjelas uraian di atas, maka berikut ini adalah hasil dari jawaban kuisioner untuk masing masing variabel, yaitu sebagai berikut:
1 Bagian I berkaitan dengan pernyataan mengenai “Sistem
Pengendalian Manajemen (X1)”
Pengendalian manajemen merupakan proses dimana para manajer mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan strategi organisasi.
Berdasarkan dari hasil jawaban kuesioner mengenai Sistem Pengendalian Manajemen, dapat dsajikan pada tabel 4.1, sebagai berikut:
Tabel. 4.1. Rekapitulasi Jawaban Responden Mengenai : Sistem Pengendalian Manajemen (X1)
Jawaban Kuesioner
1 2 3 4 5 6 7 Item
Resp % Resp % Resp % Resp % Resp % Resp % Resp %
1 7 36,84 3 15,79 1 5,26 2 10,53 1 5,26 2 10,53 3 15,79
2 6 31,58 3 15,79 3 15,79 2 10,53 2 10,53 0 - 3 15,79
3 10 52,63 0 - 2 10,53 2 10,53 1 5,26 1 5,26 3 15,79
Mean 36,84 15,26 10,53 8,42 7,89 3,68 17,37 Sumber : Lampiran. 1
Berdasarkan dari tabel 4.1, dapat diketahui bahwa nilai rata – rata (mean) tertinggi berada pada skor 1 atau jawaban samgat tidak setuju yaitu sebesar 36,84%, hal ini berarti dari 29 Manajer PT. Dipo Valasindo beranggapan bahwa tingkat Sistem Pengendalian Manajemen PT. Dipo Valasindo adalah sangat rendah.
2 Bagian II berkaitan dengan pernyataan mengenai “Kinerja Kualitas (X2)”
Kinerja Kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang selalu berubah. Kualitas harus diperbaiki setiap waktu karena produk yang dianggap berkualitas pada saat ini mungkin akan dianggap kurang berkualitas pada masa mendatang.
Berdasarkan dari hasil jawaban kuesioner mengenai Kinerja kualitas, dapat dsajikan pada tabel 4.2, sebagai berikut:
Tabel. 4.2. Rekapitulasi Jawaban Responden Mengenai : Kinerja Kualitas (X2)
Jawaban Kuesioner
1 2 3 4 5 6 7 Item
Resp % Resp % Resp % Resp % Resp % Resp % Resp %
1 7 36,84 3 15,79 1 5,26 2 10,53 1 5,26 2 10,53 3 15,79 2 6 31,58 3 15,79 3 15,79 2 10,53 2 10,53 0 - 3 15,79 3 4 10 52,63 0 - 2 10,53 2 10,53 1 5,26 1 5,26 3 15,79 Mean 36,84 15,26 10,53 8,42 7,89 3,68 17,37 Sumber : Lampiran. 2
Berdasarkan dari tabel 4.2, dapat diketahui bahwa nilai rata – rata (mean) tertinggi berada pada skor 1 atau jawaban samgat tidak setuju yaitu sebesar 36,84%, hal ini berarti dari 29 Manajer PT. Dipo Valasindo beranggapan bahwa tingkat Kinerja Kualitas PT. Dipo Valasindo adalah sangat rendah.
3 Bagian III berkaitan dengan pernyataan mengenai “Kinerja
Keuangan (Y)”
Kinerja keuangan berhubungan dengan kinerja keuangan yang ditingkatkan untuk perusahaan menyusul kepuasan pelanggan. Kinerja
keuangan diukur berdasarkan pada instrumen yang mengukur perbandingan apakah kinerja perusahaan berada pada baik di bawah atau di atas industri.
Berdasarkan dari hasil jawaban kuesioner mengenai Kinerja keuangan, dapat dsajikan pada tabel 4.3, sebagai berikut:
Tabel. 4.3. Rekapitulasi Jawaban Responden Mengenai : Kinerja keuangan (X3)
Jawaban Kuesioner
1 2 3 4 5 6 7 Item
Resp % Resp % Resp % Resp % Resp % Resp % Resp %
1 7 36,84 3 15,79 1 5,26 2 10,53 1 5,26 2 10,53 3 15,79
2 6 31,58 3 15,79 3 15,79 2 10,53 2 10,53 0 - 3 15,79
3 10 52,63 0 - 2 10,53 2 10,53 1 5,26 1 5,26 3 15,79
Mean 36,84 15,26 10,53 8,42 7,89 3,68 17,37 Sumber : Lampiran. 3
Berdasarkan dari tabel 4.3, dapat diketahui bahwa nilai rata – rata (mean) tertinggi berada pada skor 1 atau jawaban samgat tidak setuju yaitu sebesar 36,84%, hal ini berarti dari 29 Manajer PT. Dipo Valasindo beranggapan bahwa tingkat Kinerja keuangan PT. Dipo Valasindo adalah sangat rendah.
4.3. Teknik Analisis dan Uji Hipotesis 4.3.1. Uji Analisis Data
4.3.1.1. Uji Validitas, Reliabilitas dan Normalitas 4.3.1.1.1.Uji Validitas
Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2007 : 135)
Dasar analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jika nilai rhitung > rtabel dan nilai r positif, maka butir atau item pertanyaan tersebut adalah valid (Ghozali, 2007 : 135)
Berdasarkan dari hasil uji validitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan program SPSS.16.0, dapat disajikan pada tabel 4.4, sebagai berikut :
Tabel. 4.4. Hasil Uji Validitas
Nilai r hitung Variabel Item
(Corrected Item - Total Correlation) r tabel Ket
Sistem Pengendalian Butir_1 0.918 Valid
Manajemen (X1) Butir_2 0.882 Valid
Butir_3 0.837 Valid
Kinerja Kualitas (X2) Butir_1 0.867 Valid
Butir_2 0.907 Valid
Butir_3 0.842 Valid
Butir_4 0.915 Valid
Kinerja Keuangan (Y) Butir_1 0.817 Valid
Butir_2 0.862 Valid
Butir_3 0.786
0,311
Valid Sumber : Lampiran. 4 – 5 dan Lampiran. 10
Berdasarkan pada tabel 4.4, dapat diketahui bahwa seluruh butir atau item pertanyaan kuesioner yang terdiri dari 10 item pernyataan, mempunyai nilai r hitung > r tabel, dan sesuai dengan dasar analisis yang digunakan, hal ini berarti bahwa butir atau item pertanyaan tersebut seluruhnya valid dan dapat digunakan dalam penelitian
4.3.1.1.2.Uji Reliabilitas
Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2007 : 132).
Dasar analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jika nilai Cronbach Alpha > 0,60, maka butir atau item pertanyaan tersebut adalah reliabel (Ghozali, 2007 : 133)
Berdasarkan dari hasil uji reliabilitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan program SPSS.16.0, dapat disajikan pada tabel 4.5, sebagai berikut :
Tabel. 4.5. Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Nilai
Cronbach Alpha Keterangan
Sistem Pengendalian Manajemen (X1) 0,941 Reliabel
Kinerja Kualitas (X2) 0,951 Reliabel
Kinerja Keuangan (Y) 0,908
0,60
Reliabel Sumber : Lampiran 4 - 6
Berdasarkan pada tabel 4.5 dapat diketahui bahwa besarnya nilai Cronbach Alpha pada seluruh variabel baik X1, X2, dan Y lebih besar dari 0,60, dan sesuai dengan dasar analisis yang digunakan dalam penelitian ini, hal ini berarti bahwa seluruh variabel baik X1, X2, dan Y yang terdiri dari 10 item pernyataan tersebut adalah reliabel dan dapat digunakan dalam penelitian.
4.3.1.1.3.Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah suatu data mengikuti sebaran normal atau tidak.
Untuk mengetahui apakah data tersebut mengikuti sebaran normal dapat dilakukan dengan metode Kolmogorov Smirnov (Sumarsono, 2004: 40).
Dasar analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jika nilai signifikansi atau nilai probabilitasnya (Asymp sig (2-tailed) > 5%, maka butir atau item pertanyaan tersebut adalah berdistribusi normal (Sumarsono, 2004 :40)
Berdasarkan dari hasil uji normalitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan program SPSS.16.0, dapat disajikan pada tabel 4.6. sebagai berikut :
Tabel. 4.6. Hasil Uji Normalitas
Variabel Nilai Asymp.
Sig. (2-tailed) Keterangan
Sistem Pengendalian Manajemen (X1) 0,256 Berdistribusi Normal
Kinerja Kualitas (X2) 0,156 Berdistribusi Normal
Kinerja Keuangan (Y) 0,117 Berdistribusi Normal
Sumber : Lampiran 7
Berdasarkan pada tabel 4.6 dapat diketahui bahwa besarnya nilai signifikansi atau nilai probabilitasnya (Asymp sig (2-tailed) pada seluruh variabel baik X1, X2, dan Y lebih besar dari 5%, dan sesuai dengan dasar analisis yang digunakan, hal ini berarti bahwa butir atau item pertanyaan yang terbagi atas 3 bagian dan terdiri dari 10 item pernyataan tersebut adalah berdistribusi normal, sehingga dapat digunakan dalam penelitian.
4.3.2. Teknik Analisis
Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh langung dan tidak langsung (dengan melalui Kinerja Kualitas) dari Sistem Pengendalian Manajemen terhadap Kinerja Keuangan, maka teknik analisis yang digunakan dalam adalah Analisis Pemetaan Jalur (Path Analysis).
Dari hasil pengujian dengan menggunakan alat bantu komputer dengan program SPSS.16.0, For Windows, dapat digambarkan kedalam sebuah paradigma dalam bentuk diagram jalur, yang disajikan pada gambar 4.2, sebagai berikut
Gambar. 4.2 Diagram Jalur Path Analisis
= 0,449 = 0,637 = 0,319 Kinerja Kualitas (X2) Kinerja Keuangan (Y) Sistem Pengendalian Manajemn (X1)
Sumber ; Lampiran. 8 dan Lampiran. 9
Berdasarkan pada gambar 4.2. diagram jalur di atas dapat diinterprestasikan,: sebagai berikut :
1. Persamaan struktural untuk diagram jalur I :
Berdasarkan gambar 4.2. diagram jalur di atas, dapat diketahui bahwa untuk diagram jalur I, dapat diketahui nilai koefisien jalur dari variabel Sistem Pengendalian Manajemen dengan variabel Kinerja Kualitas adalah sebesar 0,637, dan berdasarkan nilai koefisien jalur tersebut, dapat dibentuk persamaan jalur, yaitu :
X2 = 0,637 X1
2. Persamaan struktural untuk diagram jalur II :
Berdasarkan gambar 4.2. diagram jalur di atas, dapat diketahui bahwa untuk diagram jalur II, dapat diketahui nilai koefisien jalur dari variabel Sistem Pengendalian Manajemen dengan variabel Kinerja Keuangan adalah sebesar 0,449, sedangkan untuk variabel Kinerja Kualitas dengan Kinerja Keuangan adalah sebesar 0,319.
Setelah diketahui nilai koefisien jalur dari masing masing variabel, dapat diambil kesimpulan bahwa variabel Sistem Pengendalian Manajemen mempunyai nilai koefisien jalur yang paling besar dengan Variabel Kinerja Keuangan dibandingkan dengan variabel Kinerja Kualitas dan berdasarkan nilai koefisien jalur tersebut, dapat dibentuk persamaan jalur, yaitu :
Y = 0,449 X1 + 0,319 X2
4.3.3. Uji Hipotesis
Dari hasil uji Analisis Pemetaan Jalur (Path Analysis) dengan menggunakan alat bantu komputer dengan program SPSS.16.0, For Windows, dapat disajikan pada tabel 4.7, yaitu sebagai berikut
Tabel 4.7 : Hasil Analisis Pemetaan Jalur (Path Analysis)
Diagram Jalur I Diagram Jalur II Variabel Koefisien (K1) Sig Koefisien (K2) Sig (K1) x (K2) Kinerja Kualitas (X2) 2,750 0,001 Sistem Pengendalian Manjemen (X1 2,478 0,020 3,563 0,001 8,829
Sumber ; Lampiran. 8 dan Lampiran. 9
Berdasarkan dari tabel 4.7, dapat diinterprestasikan, yaitu sebagai berikut :
1. Untuk Variabel Sistem Pengendalian Manajemen (X1)
Berdasarkan tabel 4.7 dapat diketahui bahwa nilai koefisien jalur dari variabel Sistem Pengendalian Manajemen dengan variabel Kinerja Kualitas adalah sebesar 2,478, dengan taraf signifikan 0,020 (lebih kecil dari 0,05), sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, maka hal ini menunjukkan adanya pengaruh langsung signifikan dan positif Sistem Pengendalian Manajemen terhadap Kinerja Kualitas
Sedangkan nilai koefisien jalur dari variabel Sistem Pengendalian Manajemen dengan variabel Kinerja Keuangan adalah sebesar 3,563, dengan taraf signifikan 0,001 (lebih kecil dari 0,05), sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, maka hal ini menunjukkan adanya pengaruh langsung signifikan dan positif variabel Sistem Pengendalian Manajemen terhadap variabel Kinerja Keuangan, sehingga hipotesis 1 teruji kebenarannya.
Dari tabel 4.7 di atas juga dapat diketahui bahwa variabel Sistem Pengendalian Manajemen mempunyai pengaruh tidak langsung signifikan terhadap Kinerja Keuangan, dengan melalui Kinerja Kualitas, yaitu sebesar (2,478) X (3,563) = 8,829, hal ini berarti bahwa variabel Sistem Pengendalian Manajemen mempunyai pengaruh tidak langsung signifikan terhadap Kinerja Keuangan, dengan melalui Kinerja Kualitas yaitu sebesar 5,403, sehingga hipotesis 2 teruji kebenarannya..
2. Untuk Variabel Kinerja Kualitas (X2)
Berdasarkan tabel 4.7, dapat diketahui bahwa nilai koefisien jalur dari variabel Kinerja Kualitas dengan variabel Kinerja Keuangan adalah sebesar 3,563, dengan taraf signifikan 0,001 (lebih kecil dari 0,05), sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, maka hal ini menunjukkan adanya pengaruh variabel Kinerja Kualitas terhadap variabel Kinerja Keuangan, sehingga hipotesis 3 teruji kebenarannya.
4.4. Pembahasan