BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
4.2. Deskripsi Hasil Penelitian
4.2.1. Deskripsi Variabel Current Ratio / Rasio Lancar (X1)
Rasio lancar adalah kemampuan perusahaan memenuhi hutang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancarnya.
Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai ukuran perusahaan tekstil dan produk tekstil yang go public di Bursa Efek Indonesia hingga 2008 diperoleh data sebagai berikut :
Tabel 4.1. Data Current Ratio / Rasio Lancar (X1) Perusahaan Tekstil dan Produk Tekstil yang go public Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2004 – 2008
No Nama Perusahaan 2004 2005 2006 2007 2008 1 PT Roda Vivatex Tbk. 2,23 1,2 0,85 0,82 0,75
2 PT Sunson Textile Manufacture Tbk 0,86 0,72 0,69 0,92 1,09 3 PT Eratex Djaja Tbk. 1,12 0,79 0,78 0,46 0,34 4 PT Century Textile Industry (CENTEK) Tbk. 1,13 0,78 0,84 1,03 0,79 5 PT Apac Citra Centertex Tbk. 0,72 0,66 0,61 0,6 0,46 6 PT Indo-Rama Syntetics Tbk. 1,31 1,43 1,12 1,18 1,05 7 PT Karwell Indonesia Tbk. 0,63 0,61 0,5 0,77 0,3 8 PT Pan Brothers Tax Tbk. 2,42 1,22 1,04 1,13 1,02 9 PT Sepatu Bata Tbk. 2,5 1,93 2,9 2,29 2,21 10 PT Ricky Putra Globalindo Tbk. 3,08 2,75 2,06 1,94 1,63
Sumber: Data Bursa Efek Indonesia (diolah peneliti) pada lampiran 1
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui nilai total aktiva yang dicapai oleh 10 perusahaan tekstil dan produk tekstil yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia yang diamati selama periode tahun 2004 hingga tahun 2008. Dari tabel di atas nampak bahwa dari beberapa perusahaan tekstil dan produk tekstil yang memiliki nilai current ratio terbesar adalah PT. Ricky Putra Globalindo Tbk pada tahun 2004 yaitu sebesar 3,08. Hal ini berarti bahwa perusahaan mampu membayar hutang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancarnya.
Sedangkan yang memiliki nilai current ratio terkecil adalah pada PT. Karwell Indonesia pada tahun 2008 yaitu sebesar 0,3, yang berarti bahwa perusahaan lebih sedikit dalam menggunakan aktiva lancarnya dalam membayar hutang jangka pendeknya.
4.2.2. Deskripsi Variabel Fixed Assets Turn Over / Perputaran aktiva Tetap (X2)
Fixed assets turn over mengukur kemampuan perusahaan berdasarkan aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. Rasio ini memperlihatkan sejauh mana efektivitas perusahaan menggunakan aktiva tetapnya.
Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai ukuran perusahaan tekstil dan produk tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia hingga 2008 diperoleh data sebagai berikut :
Tabel 4.2. Data Fixed Assets Turn Over / Perputaran aktiva Tetap (X2) Perusahaan Tekstil dan Produk Tekstil yang go public Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2004 – 2008
No Nama Perusahaan 2004 2005 2006 2007 2008 1 PT Roda Vivatex Tbk. 7,24 0,53 0,3 0,28 0,42 2 PT Sunson Textile Manufacture Tbk 1,02 1,1 1,09 1,34 1,23 3 PT Eratex Djaja Tbk. 4,02 4,85 5,14 10,13 8,01 4 PT Century Textile Industry (CENTEK) Tbk. 1,83 1,51 1,72 1,2 1,65 5 PT Apac Citra Centertex Tbk. 1,22 1,38 1,41 1,73 1,36 6 PT Indo-Rama Syntetics Tbk. 1,5 1,65 1,42 1,48 1,57 7 PT Karwell Indonesia Tbk. 14,08 14,36 7,97 10,36 12,35 8 PT Pan Brothers Tax Tbk. 15,78 18,03 11,39 10,22 7,87 9 PT Sepatu Bata Tbk. 7,74 6,35 6,28 7,45 3,88 10 PT Ricky Putra Globalindo Tbk. 5,5 2,32 2,2 2,17 2,62
Sumber: Data Bursa Efek Indonesia (diolah peneliti) pada lampiran 1
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui nilai total aktiva yang dicapai oleh 10 perusahaan tekstil dan produk tekstil yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia yang diamati selama periode tahun 2004 hingga tahun 2008. Dari tabel di atas nampak bahwa perusahaan tekstil dan produk tekstil yang memiliki nilai
fixed assets turn over terbesar adalah PT. Pan Brothers Tax Tbk pada tahun 2005 sebesar 18,03. Hal ini berarti bahwa aktiva dapat lebih cepat berputar dan meraih laba. Perputaran persediaan yang tinggi menandakan semakin tingginya persediaan berputar dalam satu tahun dan ini menandakan efektivitas manajemen persediaan.
Sedangkan yang memiliki nilai fixed assets turn over terkecil adalah PT> Roda Vivatex Tbk pada tahun 2006 yaitu sebesar 0,3, yang berarti bahwa perputaran aktiva yang rendah menandakan tanda- tanda mis-manajemen seperti kurangnya pengendalian yang efektif.
4.2.3. Deskripsi Variabel Gross Profit Margin (X3)
Gross Profit Margin menunjukkan sejauhmana kemampuan perusahaan menghasilkan laba kotor pada tingkat penjualan tertentu.
Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai ukuran perusahaan tekstil dan produk tekstil yang go public di Bursa Efek Indonesia hingga 2008 diperoleh data sebagai berikut :
Tabel 4.3. Data Gross Profit Margin (X3) Perusahaan Tekstil dan Produk Tekstil yang go public Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2004 – 2008
No Nama Perusahaan 2004 2005 2006 2007 2008 1 PT Roda Vivatex Tbk. 0,17 0,21 0,28 0,27 0,46 2 PT Sunson Textile Manufacture Tbk 0,04 0,04 0,02 0,08 0,02 3 PT Eratex Djaja Tbk. 0,13 0,13 0,1 0,14 0,06 4 PT Century Textile Industry (CENTEK) Tbk. 0,11 0,16 0,21 0,06 0,08 5 PT Apac Citra Centertex Tbk. 0,08 0,08 0,07 0,09 0,02 6 PT Indo-Rama Syntetics Tbk. 0,1 0,09 0,09 0,09 0,08 7 PT Karwell Indonesia Tbk. 0,14 0,1 0,02 0,13 0,01 8 PT Pan Brothers Tax Tbk. 0,14 0,1 0,08 0,11 0,11 9 PT Sepatu Bata Tbk. 0,43 0,42 0,43 0,44 0,44 10 PT Ricky Putra Globalindo Tbk. 0,29 0,23 0,26 0,27 0,17
Sumber: Data Bursa Efek Indonesia (diolah peneliti) pada lampiran 2
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui nilai total aktiva yang dicapai oleh 10 perusahaan tekstil dan produk tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang diamati selama periode tahun 2004 hingga tahun 2008. Dari tabel di atas nampak bahwa perusahaan tekstil dan produk tekstil yang memiliki nilai
gross profit margin terbesar ada pada PT. Roda Vivatex Tbk pada tahun 2008 yaitu sebesar 0,46. Hal ini perusahaan tersebut tidak sensitive terhadap para pesaingnya.
Sedangkan yang memiliki nilai gross profit margin terkecil ada pada PT. Karwell Indonesia Tbk pada tahun 2008 yaitu sebesar 0,01, yang berarti bahwa perusahaan tersebut tidak menghasilkan laba kotor yang cukup besar pada penjualan tertentu sehingga mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut sensitiv terhadap pesaingnya.
4.2.4. Deskripsi Variabel Market to Book Ratio / Price Book Value / Rasio Harga Pasar Terhadap Nilai Buku (X4)
Market to Book ratio yaitu menunjukkan bahwa nilai buku merupakan biaya histories dari harta fisik perusahaan. Perusahaan yang sehat dengan manjemen dan organisasi yang kuat dan berfungsi secara efisien akan memiliki nilai pasar yang lebih tinggi sama dengan nilai buku dari harta fisiknya.
Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai ukuran perusahaan tekstil dan produk tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia hingga 2008 diperoleh data sebagai berikut :
Tabel 4.4. Data Market to Book Ratio / Price Book Value / Rasio Harga
Pasar Terhadap Nilai Buku (X4) Perusahaan Tekstil dan Produk Tekstil yang Go public Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2004 – 2008
No Nama Perusahaan 2004 2005 2006 2007 2008 1 PT Roda Vivatex Tbk. 0,81 0,76 0,76 0,94 0,81
2 PT Sunson Textile Manufacture Tbk 0,43 1,21 0,75 1,48 1,04 3 PT Eratex Djaja Tbk. 8,85 -0,68 -0,73 -0,82 -0,15 4 PT Century Textile Industry (CENTEK) Tbk. 0,02 0,34 0,23 0,28 20,21 5 PT Apac Citra Centertex Tbk. 0,71 0,82 0,6 1,06 12,7 6 PT Indo-Rama Syntetics Tbk. 0,19 0,13 0,15 0,22 0,12 7 PT Karwell Indonesia Tbk. 5,39 2,55 -2,2 -10,98 -0,75 8 PT Pan Brothers Tax Tbk. 1,98 1,52 1,43 1,11 0,55 9 PT Sepatu Bata Tbk. 1,07 1,07 0,96 1,44 0,98 10 PT Ricky Putra Globalindo Tbk. 1,05 0,64 1,05 1,08 0,49
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui nilai total aktiva yang dicapai oleh 10 perusahaan tekstil dan produk tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang diamati selama periode tahun 2004 hingga tahun 2008. Dari tabel di atas nampak bahwa perusahaan tekstil dan produk tekstil yang memiliki nilai harga pasar terhadap nilai buku terbesar adalah PT Century Textile Industry (CENTEK) Tbk pada tahun 2008 yaitu sebesar 20,21. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dalam keadaan yang sehat dengan manjemen dan organisasi yang kuat dan berfungsi secara efisien akan memiliki nilai pasar yang lebih tinggi sama dengan nilai buku dari harta fisiknya.
Sedangkan yang memiliki nilai harga pasar terhadap nilai buku terkecil adalah pada PT. Karwell Indonesia Tbk pada tahun 2007 yaitu sebesar -10,98, yang berarti bahwa perusahaan dalam keadaan yang tidak sehat. Keadaan manajemen dan organisasi tidak berfungsi secara efisien, sehingga memiliki nilai pasar yang lebih rendah dari nilai buku dari harta fisiknya.
4.2.5. Deskripsi Variabel Ukuran Perusahaan / Firm’s Size (X5)
Ukuran perusahaan menunjukkan besar kecilnya suatu perusahaan. Ukuran perusahaan ditunjukkan dengan melihat total penjualan, total aktiva dan rata- rata total aktiva.
Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai ukuran perusahaan tekstil dan produk tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia hingga 2008 diperoleh data sebagai berikut :
Tabel 4.5. Data Ukuran Perusahaan / Firm’s Size (X5) Perusahaan Tekstil dan Produk Tekstil yang go Public Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2004 – 2008
No Nama Perusahaan 2004 2005 2006 2007 2008 1 PT Roda Vivatex Tbk. 0,4 0,39 0,37 0,36 0,36 2 PT Sunson Textile Manufacture Tbk 0,34 0,34 0,34 0,34 0,34 3 PT Eratex Djaja Tbk. 0,4 0,4 0,4 0,4 0,45 4 PT Century Textile Industry (CENTEK) Tbk. 0,42 0,4 0,3 0,38 0,38 5 PT Apac Citra Centertex Tbk. 0,29 0,3 0,3 0,3 0,3 6 PT Indo-Rama Syntetics Tbk. 0,27 0,27 0,27 0,27 0,26 7 PT Karwell Indonesia Tbk. 0,37 0,37 0,4 0,4 0,46 8 PT Pan Brothers Tax Tbk. 0,47 0,39 0,36 0,34 0,34 9 PT Sepatu Bata Tbk. 0,41 0,4 0,41 0,4 0,38 10 PT Ricky Putra Globalindo Tbk. 0,4 0,38 0,37 0,36 0,36
Sumber: Data Bursa Efek Indonesia (diolah peneliti) pada lampiran 3
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui nilai total aktiva yang dicapai oleh 10 perusahaan tekstil dan produk tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang diamati selama periode tahun 2004 hingga tahun 2008. Dari tabel di atas nampak bahwa perusahaan tekstil dan produk tekstil yang memiliki ukuran perusahaan terbesar adalah PT Pan Brothers Tax Tbk pada tahun 2004 yaitu sebesar 0,47. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat penjualan, jumlah tenaga kerja atau jumlah aktiva yang dimiliki perusahaan tergolong besar jika dibandingkan dengan perusahaan lainnya.
Sedangkan yang memiliki ukuran perusahaan terkecil adalah PT. PT Indo-Rama Syntetics Tbk pada tahun 2008 yaitu sebesar 0,26, kecilnya ukuran perusahaan menandakan bahwa tingkat penjualan, jumlah tenaga kerja atau jumlah aktiva yang dimiliki perusahaan tersebut tergolong kecil. Ukuran perusahaan ini mempunyai pengaruh yang berarti dalam struktur keuangan, perusahaan yang lebih besar biasanya lebih mudah memasuki pasar, menerima penilaian kredit yang lebih tinggi untuk hutang- hutang.
4.2.6. Deskripsi Variabel Kinerja Keuangan (Y)
Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai ukuran perusahaan tekstil dan produk tekstil yang go public di Bursa Efek Indonesia hingga 2008 diperoleh data sebagai berikut :
Tabel 4.6. Data Kinerja Keuangan (Y) Perusahaan Tekstil dan Produk Tekstil yang go public Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2004 – 2008
Kinerja Keuangan Perusahaan
No Nama Perusahaan Tahun EBIT
(Y) 2004 13,451 1 2005 18,717 1 2006 24,655 1 2007 27,047 1 1 PT Roda Vivatex Tbk. 2008 80,736 1 2004 (14,987) 0 2005 (11,190) 0 2006 (19,585) 0 2007 18,763 1 2 PT Sunson Textile Manufacture Tbk. 2008 (24,653) 0 2004 12,477 1 2005 19,997 1 2006 2,830 1 2007 18,062 1 3 PT Eratex Djaja Tbk. 2008 (29,099) 0
2004 (4,546) 0 2005 9,857 1 2006 25,753 1 2007 (18,659) 0 4 PT Century Textile Industry (CENTEK) Tbk. 2008 (17,826) 0 2004 (18,252) 0 2005 3,934 1 2006 10,035 1 2007 49,019 1
5 PT Apac Citra Centertex Tbk. 2008 (200,676) 0 2004 111,240 1 2005 102,870 1 2006 59,698 1 2007 101,575 1 6 PT Indo-Rama Syntetics Tbk. 2008 89,382 1 2004 30,322 1 2005 29,052 1 2006 (64,293) 0 2007 21,219 1 7 PT Karwell Indonesia Tbk. 2008 (17,247) 0 2004 7,428 1 2005 20,214 1 2006 20,016 1 2007 51,520 1
8 PT Pan Brothers Tax Tbk.
2008 58,970 1 2004 60,550 1 2005 43,324 1 2006 36,301 1 2007 61,694 1 9 PT Sepatu Bata Tbk. 2008 56,103 1 2004 26,177 1 2005 54,999 1 2006 63,453 1 2007 63,770 1 10 PT Ricky Putra Globalindo Tbk. 2008 27,544 1
Sumber: Data Bursa Efek Indonesia (diolah peneliti) pada lampiran 4
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui nilai total aktiva yang dicapai oleh 10 perusahaan tekstil dan produk tekstil yang go public di Bursa Efek Indonesia yang diamati selama periode tahun 2004 hingga tahun 2008. Dari tabel
di atas nampak bahwa perusahaan tekstil dan produk tekstil yang memiliki nilai angka 1 pada kinerja keuangan menandakan bahwa perusahaan tersebut memiliki kinerja perusahaan yang sehat, sedangkan perusahaan yang memiliki angka 0 pada kinerja perusahaannya menandakan bahwa perusahaan tersebut keadaan kinerja peusahaannya dalam keadaan tidak sehat. Kineja perusahaan yang berada dalam keadaan sehat dilihat dari nilai laba sebelum pajak perusahaan memiliki nilai yang positif sehingga mampu membayar beban pajak perusahaan. Sedangkan kinerja perusahaan yang dalam keadaan tidak sehat memiliki nilai laba sebelum pajak yang negatif.
4.3. Deskripsi Hasil Pengujian