• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA

4.2 Deskripsi Hasil Wawancara

Metode wawancara yang dipilih oleh penulis adalah tipe wawancara

terstruktur, dimana sebelum memulai wawancara terlebih dahulu penulis

menyusun daftar pertanyaan yang diajukan. Namun, di dalam prosesnya sendiri

tidak menutup kemungkinan akan munculnya pertanyaan-pertanyaan baru yang

dapat menggali informasi lebih dalam dari para informan.

Adapun pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan oleh para informan antara

lain sebagai berikut :

1. Bagaimana pembinaan yang dilakukan terhadap UMKM?

“Pembinaan itu adalah usaha dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk kemajuan dan tujuan yang mau dicapai. ”

(Sumber : Bapak Drs. Lismulyadi Nasution, MM. 07 September 2016)

“Pembinaan itu seperti misalnya kami selaku bidang koperasi dan UKM berusaha dan membuat kegiatan yang dilakukan bertujuan meningkatkan apa yang sudah ada kepada yang lebih baik (sempurna) baik terhadap yang sudah ada (yang sudah dimiliki)”.

(Sumber : Bapak Edy Hamzah Putra, SE. 06 September 2016)

2. Bagaimana bentuk pembinaan pemerintah untuk meningkatkan dan

mengembangkan UMKM ?

“Kami selaku pemerintah sudah pasti bertanggung jawab terhadap UMKM. Ya seperti pembinaan yang kami lakukan juga bertujuan untuk mempertahankan motto yang sudah ada. Misalnya lagi seperti dalam menghadapi MEA nanti tentu saja harus ada daya saing dan kami selaku pemerintah akan membenahi dari higenis dan tradisional menjadi lebih modern. Maksud higenis ini dilihat dari dapur industrinya dan bagaimana pengolahannya”.

(Sumber : Bapak Drs. Lismulyadi Nasution, MM. 07 September 2016)

“Pembinaan yang dilakukan pemerintah terhadap kami sudah baik, misalnya saja seperti kami yang diundang ketika ada penyuluhan terkait kegiatan UMKM dan kegiatan tersebut berpengaruh terhadap usaha kami.

bagaimana agar usaha dapat berjalan lebih maju dan dapat memenuhi kebutuhan pasar sehingga kami juga semakin berkembang seiring dengan zaman yang semakin modern seperti saat ini”.

(Sumber : Bapak H. Daulat Tanjung. 10 September 2016)

3. Apa tujuan yang hendak dicapai dan bagaimana manfaat yang dirasakan

oleh UMKM setelah adanya pembinaan tersebut?

“Setiap kegiatan tentu saja memiliki tujuan manfaat. Di kegiatan ini, pembinaan dilakukan untuk mempertahankan motto yang sudah dibuat sebelumnya selain itu disini juga kami terselip harapan bahwa apabila bahan baku milik pengusaha habis kami selaku pemerintah itu ya bisa menyediakan bahan baku tersebut. Kalau ditanya soal manfaat yang di dapatkan dari kegiatan ini ya apabila kegiatan ini berhasil maka dapat menguatkan modal usaha dan mampu bersaing dengan produk lainnya”.

(Sumber : Bapak Drs. Lismulyadi Nasution, MM. 07 September 2016)

“Kalau misalnya ditanya tujuan dari kegiatan pembinaan menurut saya itu dapat memperlancar produksi produk sehingga kami dapat memenuhi kebutuhan pasar. Kalau manfaat yang didapat kami mendapatkan banyak ilmu selama kegiatan tersebut berlangsung”.

(Sumber : Bapak H. Daulat Tanjung. 10 September 2016)

4. Apa indikator-indikator keberhasilan dari pembinaan UMKM tersebut?

“Indikator-indikator berhasilnya program pembinaan ini, bisa dilihat dari hasil produksi yang terus meningkat, lebih mudah memasarkan hasil produksi, dan dari segi informasi dapat lebih mudah diakses”.

(Sumber : Bapak Drs. Lismulyadi Nasution, MM. 07 September 2016)

Kalau mengenai berhasilnya pembinaan yang berikan untuk UMKM saya rasa itu bisa terlihat dari hasil produksi yang semakin meningkat yang didukung oleh semakin banyaknya permintaan”.

(Sumber : Bapak H. Daulat Tanjung. 10 September 2016)

5. Bagaimana peran Bidang Perindustrian dalam pengembangan dan

peningkatan UMKM?

“Kami yang berada di Bidang Perindustrian hanya bisa melakukan kegiatan yang berhubungan dengan perindustrian. Sejauh ini kegiatan yang telah kami buat adalah bagaimana caranya agar dapat memperluas

dan memperbanyak home industri di daerah ini. Home industri itu dapat berupa apa saja yang dalam bentuk kerajinan ataupun yang dapat dikonsumsi. Kami juga berupaya untuk meningkatkan hasil industri yang sudah ada bahkan kami juga berupaya untuk menumbuhkan industri- industri yang belum ada, misalnya saja ada kecamatan yang tidak memiliki industri tahu tempe, nah disini kami berupaya agar ada produksi tahu dan tempe dikecamatan tersebut”.

(Sumber : Bapak Drs. Hemansyah Lubis. 06 September 2016)

“Bidang Perindustrian disini berperan sebagai pemberi arahan agar produk yang kami hasilkan mendapatkan hasil yang baik. Bidang Perindustrian juga memperhatikan apa yang menjadi kekurangan dari sektor industri. Belakangan ini saya dengar, mereka ingin memperluas industri rumahan yang ada di daerah ini...”.

(Sumber : Bapak H. Daulat Tanjung. 10 September 2016)

6. Apa tujuan dari kegiatan yang diberikan Bidang Perindustrian dan

bagaimana manfaat yang dirasakan oleh UMKM tersebut?

“Dari kegiatan yang kami buat, kami memiliki tujuan yang tentunya mengarah kearah yang lebih baik. Jika ditanya secara rinci, salah satu manfaat yang kami inginkan agar masyarakat rasakan itu ya seperti pendapatan meningkat, dan kami dapat membuat lapangan pekerjaan sehingga masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan, dapat bekerja di industri rumahan yang ada. Untuk tujuan kami mengingkan masyarakat memiliki kehidupan yang lebih baik dan mereka merasa ada jaminan kehidupan walaupun itu hanya dari industri rumahan yang ada”.

(Sumber : Bapak Drs. Hemansyah Lubis. 06 September 2016)

Saya kurang tahu banyak mengenai ini sebenarnya, cuma menurut pendapat saya sudah pasti mereka memiliki tujuan yang baik untuk kemajuan industri yang ada di daerah ini. Yang saya rasakan bidang industri telah membantu UMKM yang ada di daerah ini. Dan mereka bisa memperbaiki apabila ada usaha yang kurang cocok untuk industri di daerah ini, karena pada dasarnya mereka yang mengerti bidang tersebut”.

(Sumber : Ibu Nita. 10 September 2016)

7. Apa saja indikator keberhasilan atas program kerja Bidang Perindustrian

“Bisa dibilang berhasil kalau terlihat peningkatan taraf hidup masyarakat, selain itu juga terjadi penyerapan tenaga kerja. Misalnya membuka lapangan kerja sehingga masyarakat dapat lebih mandiri lagi…”.

(Sumber : Bapak Drs. Hemansyah Lubis. 06 September 2016)

“Menurut saya peran bidang perindustrian dapat dikatakan berhasil ya kalau usaha UMKM yang ada di daerah ini menjadi lebih baik dari semua bagian…”.

(Sumber : Bapak H. Daulat Tanjung. 10 September 2016)

8. Bagaimana peran Bidang Perdagangan dalam upaya meningkatkan

produktivitas UMKM dengan memasarkan hasil produksi?

“Dalam hal ini kami berperan sebagai bidang yang memperkenalkan hasil industri keluar dari daerah kami. Misalnya ada event di PRSU (Pekan Raya Sumatera Utara) di event itulah kami berkesempatan memasarkan hasil industri rumahan yang ada didaerah kami ini. Kan biasanya di PRSU itu ada rumah daerah-daerahnya nah disitulah salah satu jalan kami memasarkannya. Sejujurnya kami tidak bisa memasarkan terlalu luas dikarenakan adanya keterbatasan dana kami untuk memasarkannya lebih luas. Itu mengapa jika ditanya tujuan kami menjalankan program kerja yang ada itu untuk meningkatkan perekonomian karena keterbatasan dana yang kami rasakan untuk memasarkan hasil industri dari daerah kami ini...”

(Sumber : Bapak Pangidoan, ST, MM. 06 September 2016)

“Bidang Perdagangan berperan sebagai pelaku yang memperluas pemasaran, misalnya saja keluar dari daerah kami ini. agar usaha industri yang ada didaerah ini semakin berkembang dan maju”.

(Sumber : Bapak H. Daulat Tanjung. 10 September 2016)

9. Apa tujuan dan manfaat dari kegiatan yang telah dilakukan oleh Bidang Perdagangan?

“Tujuan dari kegiatan yang telah kami lakukan yaitu meningkatkan perekonomian karena keterbatasan dana. Untuk manfaat, secara tidak langsung kegiatan yang telah kami lakukan selain meningkatkan ekonomi, juga dapat memperkenalkan produk-produk UMKM keluar daerah”.

“Tujuannya tentunya mengarah kearah produktivitas UMKM yang semakin baik. Misalnya saja mengembangkan serta memperluas daerah pemasaran. Dan manfaat yang kami rasakan yaitu masyarakat luar daerah cepat atau lambat akan mengenal produk dari UMKM kami”.

(Sumber : Bapak H. Daulat Tanjung. 10 September 2016)

10. Apa indikator keberhasilan kinerja dari Bidang Perdagangan?

“Belum adanya keberhasilan yang dibuat oleh Bidang Perdagangan karna keterbatasan modal, tapi disatu sisi kami dari Bidang Perdagangan masih terus berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk UMKM yg sudah ada dengan memperkenalkan produk tersebut di dalam daerah maupun keluar daerah”.

(Sumber : Bapak Pangidoan, ST, MM. 06 September 2016)

“keberhasilan yang diberikan oleh Bidang Perdagangan belum semuanya kami rasakan, tapi kami selaku UMKM terbantu dengan di pasarkan produk kami di dalam daerah maupun keluar daerah”.

(Sumber : Bapak H. Daulat Tanjung. 10 September 2016)

11. Bagaimana peran Bidang Koperasi UKM apakah ada alokasi modal yang

diberikan Bidang Koperasi UKM untuk memperlancar kegiatan produksi

UMKM bahkan sampai pemasaran produk?

“Selaku Bidang Koperasi UKM kami bisa dikatakan sebagai fasilitator UMKM untuk mendapatkan kemudahan dalam hal simpan pinjam. Untuk alokasi modal guna memperlancar produksi, seperti yang saya katakan di awal bahwa kami bisa memberikan pinjaman modal kepada pemilik UMKM yang membutuhkan tambahan modal. Selain itu kami juga memperhatikan permasalahan SDM, pemasaran dan teknologi.

(Sumber : Bapak Edy Hamzah Putra, SE. 06 Setember 2016)

“Kalau pemberian modal secara cuma-cuma tidak diberikan Bidang Koperasi hanya saja mereka itu memberikan pinjaman modal bagi pengusaha yang membutuhkan modal atau bahkan sebagai perantara atau penghubung antara kami dengan pihak yang meminjamkan modal atau bisa dikatakan seperti bank gitu”.

12. Apa tujuan dan manfaat dari kegiatan Bidang Koperasi UKM terhadap

peningkatan produktivitas?

“…adapun tujuan dari kegiatan kami yaitu kami ingin menjalankan usaha ekonomi yang aktif agar dapat berjalan dengan baik dan meningkatkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian di Mandailing Natal dengan program-program kerja yang telah kami buat”.

(Sumber : Bapak Edy Hamzah Putra, SE. 06 Setember 2016)

“…dan manfaat yang kami dapatkan itu seperti kami memiliki kesempatan untuk memperkembang usaha kami dengan adanya pemberian pinjaman modal kepada kami selaku pengusaha industri rumahan. ”

(Sumber : Bapak H. Daulat Tanjung. 10 September 2016)

13. Apa indikator keberhasilan dari kegiatan yang telah dilakukan oleh Bidang

Koperasi UKM?

“…dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan seperti semakin banyak koperasi yang aktif yang mampu menjalankan usaha, serta semakin banyak koperasi yang melaksanakan aturan-aturan seusai dengan tata aturan koperasian. Sehingga dengan hal-hal tersebut dapat meningkatkan produktivitas yang ada”.

(Sumber : Bapak Edy Hamzah Putra, SE. 06 Setember 2016)

“Bidang Koperasi UKM menjembatani modal ke beberapa bank, bank tersebut bekerja sama dengan Bidang Koperasi untuk memperoleh modal yang di inginkan oleh UMKM dengan kata lain UMKM juga harus bekerja sama ataupun yang bina oleh Bidang Koperasi UKM.

(Sumber : Bapak H. Daulat Tanjung. 10 September 2016)

14. Apa saja hal-hal yang dilakukan Bidang Pasar untuk mempertahankan

penjualan produk yang dihasilkan UMKM?

“Hal yang paling utama kami perhatikan adalah mengenai tata kelola pedagang yang ada di pasar. Tata kelola disini maksudnya itu seperti peralatan dan perangkat sama-sama sejalan”.

(Sumber : Bapak Mangatas Tua Nst.,ST. 09 September 2016)

“Bidang Pasar bisa dibilang menjual produk kepasaran. Selain itu setau saya mereka juga memantau kondisi pasar apakah sudah sesuai dengan

(Sumber : Bapak H. Daulat Tanjung. 10 September 2016)

15. Apa tujuan dan manfaat dari kegiatan yang buat oleh Bidang Pasar?

“Kami bertujuan agar antar pedagang dan pembeli itu dapat berinteraksi dengan nyaman. Sehingga akan muncul anggapan bahwa pelayanan yang diberikan merupakan pelayanan yang baik jika tata kelolanya juga baik. Selain itu kami ingin memunculkan perasaan masyarakat bahwa mereka aman, nyaman dan merasa terfasilitasi dengan adanya program tata kelola yang baik ini”.

(Sumber : Bapak Mangatas Tua Nst.,ST. 09 September 2016)

“Manfaat yang kami rasakan itu seperti lebih baik dari segi pelayanan sehingga meningkatkan produktivitas produk UMKM yang kami pasarkan”.

(Sumber : Bapak H. Daulat Tanjung. 10 September 2016)

16. Apa saja indikator keberhasilan dari kegiatan yang dilakukan Bidang

Pasar?

“Kalau bicara soal indikator keberhasilan, adapun acuan kami kalau program kami dapat dikatakan berhasil itu misalnya seperti manajemen terhadap pasar sudah baik serta sistem tata kelola itu sudah mengikuti Perda mengenai pasar yang berlaku yaitu Perda No. 8 dan No.9 Tahun 2014”.

(Sumber : Bapak Mangatas Tua Nst.,ST. 09 September 2016)

“Bidang Pasar sangat membantu UMKM untuk bisa menjual produk di pasar tradisional, mereka menyediakan tempat atau lapak yang layak untuk UMKM yang bekerja sama dengan pemerintah terutamanya dengan Bidang Pasar”.

(Sumber : Bapak H. Daulat Tanjung. 10 September 2016)

17. Bagaimana usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas

UMKM?

“Usaha kami untuk meningkatkan produktivitas sudah pasti kami ingin terus meningkatkan kualitas. Meningkatnya kualitas berhubungan dengan kinerja para pengrajin yang sudah sesuai dengan target atau belum. Selain itu kami selalu rutin mengikuti penyuluhan-penyuluhan yang diadakan oleh pemerintah setempat agar kami bisa terus paham dan

mengikuti aturan-aturan serta mengikuti kebutuhan pasar. Apalagi didukung dengan segala hal yang berbau lebih modern, mau tidak mau kami harus terus mengikuti alur yang ada agar kami menjadi lebih maju. Usaha yang kami lakukan itu seperti memasarkannya keluar dari daerah Madina ini. Misalnya saja ada event bazaar daerah kami turut memperkenalkan kerupuk kipang. Selain itu kami juga meletakkan kerupuk daerah di tempat oleh-oleh yang ada didaerah ini. Kami ingin memunculkan asumsi bahwa kerupuk kipang ini adalah ciri khas dari Mandailing Natal.

(Sumber : Bapak H. Daulat Tanjung. 10 September 2016)

“Biasanya hal pemasaran ini juga dibantu oleh bidang di dinas ini. Pemasaran kami targetkan harus bisa keluar daerah. Langkah awal yang kami lakukan itu kami meletakkan produk kerupuk kipang tersebut di Bazar Daerah, misalnya Di PRSU (Pekan Raya Sumatera Utara). Tapi di luar dari itu semua kami juga memfokuskan kepada penjualan dalam daerah. Biar proses pemasaran produk itu seimbang...”.

(Sumber : Bapak Drs. Lismulyadi Nasution, MM. 07 September 2016)

18. Apa tujuan dan manfaat dari usaha peningkatan produktivitas UMKM?

“Tujuan dari usaha tersebut ya sudah pasti untuk meningkatkan dan mengembangkan UMKM. Agar peningkatan UMKM ini dapat membantu pendapatan ekonomi baik pemerintah, pemilik dan sekaligus pegawai”.

(Sumber : Bapak H. Daulat Tanjung. 10 September 2016)

“Manfaat yang saya dapat kalo usaha ini laris dan banyak pesanan, tentunya saya mendapatkan komisi lebih karena sudah pasti kami bekerja lebih lama dari pada biasanya. Kalau dapat gaji lebih saya bisa mencukupi kebutuhan keluarga saya”.

(Sumber : Ibu Yani. 10 September 2016)

“Kalau ditanya soal manfaat, manfaat yang terasa sama saya itu ya pendapatan saya pasti lebih dari hari biasanya. Kalo orang bilang itu seperti dapat uang lembur. Tapi yang paling terlihat sih semakin bertambah pengrajin seperti kami. jadi yang mengangur itu ada yang mendapat pekerjaan lah. Soalnya kalau semakin banyak permintaan apabila kami ga bisa menanganinya maka pemilik biasanya mencari pegawai baru”.

BAB V ANALISIS DATA

Dalam bab ini peneliti akan melakukan analisis terhadap semua data yang

diperoleh dari hasil penelitian seperti yang disajikan dalam bab sebelumnya.

Adapun analisa yang dilakukan adalah teknik analisa kualitatif dengan metode

deskriptif dengan tetap mengacu pada hasil interpretasi data dan informasi sesuai

rumusan masalah dalam penelitian ini.

Dari seluruh data dan informasi yang telah dikumpulkan, baik melalui

studi pustaka, wawancara dengan informan yang hanya diwakilkan oleh beberapa

saja seperti dari Pemerintah Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi UKM

dan Pasar Kabupaten Mandailing Natal hingga Pemilik UMKM beserta beberapa

pegawainya. Data yang telah diperoleh oleh penulis telah disusun secara

sistematis pada bab sebelumnya, baik melalui wawancara, observasi di lokasi

penelitian, dan juga data sekunder berupa berkas maupun catatan-catatan yang

diperoleh penulis dilapangan sebagai data pendukung dari penelitian ini.

Selanjutnya data tersebut akan diberikan analisis tentang peranan pemerintah desa

dalam pemberdayaan kelompok tani. Dalam melakukan analisis, data yang telah

disajikan pada bab selanjutnya akan disesuaikan dengan menggunakan teori-teori

yang berhubungan dengan tujuan kegiatan penelitian ini sehingga analisis yang

5.1 Pembinaan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi UKM, dan Pasar Kabupaten Mandailing Natal terhadap UMKM Kerupuk Kipang di Mandailing Natal

Industri kecil dalam perekonomian suatu negara memiliki peran dan

perkembangan yang sangat penting karena memiliki nilai strategi dalam

memperkokoh perekonomian nasional (ekonomi rakyat), maka selayaknya

pemerintah memberikan perhatian yang layak untuk memberdayakannya, yaitu

dipandang sebagai suatu kelompok unit usaha yang seharusnya terintegrasi dalam

dunia usaha secara nasional yang nantinya dapat meningkatkan taraf hidup dan

daya saing. Tambunan (dalam Ahimsa-Putra,2003:254) mengemukakan, bahwa

kontribusi langsung industri kecil kepada pembangunan ekonomi antara lain

penciptaan lapangan kerja untuk memproduksi barang-barang.

Di Indonesia hasil survei yang dilakukan oleh Ahimsa (dalam Ahimsa-

Putra, 2003:254) tentang usaha-usaha kecil menunjukkan bahwa setengah dari

usaha-usaha kecil ini bermula dari usaha industri rumah tangga. Selanjutnya

dikatakan pula bahwa produk-produk industri kecil tersebut berasal dari kerajinan

yang berkembang terbatas pada keterampilan dan keahlian lokal, serta

menggunakan bahan lokal.

Menurut (Prasetyo, 2008) tujuan adanya usaha pembinaan dan

pengembangan UMKM antara lain :

1. Meningkatkan akses pasar dan memperbesar pangsa pasar,

2. Meningkatkan akses terhadap sumber-sumber modal dan memperkuat

struktur modal,

4. Meningkatkan akses dan penguasaan teknologi.

Untuk meningkatkan produktivitas UMKM, usaha yang dilakukan tidak

hanya dari UMKM tesebut. Perlu adanya partisipasi dari pemerintah daerah yang

terkait. Sejak lama Pemerintah sudah melakukan pembinaan terhadap UMKM.

Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah di atas untuk membina dan

mengembangkan UMKM ternyata tidak membawa dampak yang signifikan. Hal

ini terlihat dari pertumbuhan UMKM yang masih jauh dari harapan arena masih

selalu terjebak pada masalah klasik dan kompleks yang dihadapi. Dari sisi

internal, antara lain kualitas sumber daya manusia, modal kerja, penyediaan bahan

baku, kewirausahaan, organisasi, dan manajemen usaha. Dari sisi eksternal,

meliputi pengadaan bahan baku, akses ke lembaga pembiayaan/kredit, pemasaran,

persaingan, birokrasi, dan dukungan kebijakan ekonomi yang belum sepenuhnya

berpihak pada UMKM.

Namun hambatan-hambatan tersebut haruslah menjadi acuan agar

produktivitas UMKM yang ada semakin meningkat. Pembinaan yang diberikan

oleh Pemerintah haruslah lebih mendorong para pengusaha industri untuk dapat

lebih berkembang dari sebelumnya.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai Pembinaan Dinas

Perindustrian, Perdagangan, Koperasi UKM dan Pasar Kabupaten Mandailing

Natal terhadap UMKM Kerupuk Kipang di Mandailing Natal sudah cukup baik.

Hal ini dilihat dari keterlibatan masyarakat yang terlibat dalam UMKM pada saat

ada penyuluhan yang berlangsung di Desa tersebut. Pemerintah bertanggung

jawab terhadap UMKM yang ada. Pembinaan yang berlangsung berdasarkan

Indonesia terhadap UMKM dibahas dalam Peraturan Menteri Negara Koperasi

dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia yang menyebutkan.

1. Bahwa dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan Usaha Kecil,

Menengah, dan Koperasi perlu dukungan permodalan dan investasi dari

program Penyediaan Modal Awal dan Padanan melalui Lembaga Modal

Ventura ;

2. Bahwa penyelenggaraan program sebagaimana dimaksud dalam huruf a,

perlu disesuaikan dengan perkembangan masyarakat dan lingkungan yang

semakin dinamis;

3. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan

huruf b, perlu mengganti Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha

Kecil dan Menengah Republik Indonesia tentang Petunjuk Teknis

Perkuatan Permodalan Usaha Kecil, Menengah, Koperasi dan Lembaga

Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan melalui

Lembaga Modal Ventura dengan Peraturan Menteri.

Selain Bidang Koperasi UKM yang memang bertanggung jawab terhadap

kemajuan produktivitas industri bidang lainnya, seperti perdagangan,

perindustrian dan pasar juga turut serta untuk memajukan UMKM yang ada.

Seperti bidang perindustrian yang berperan untuk melakukan pembinaan agar

hasil industri yang mereka dapat lebih baik. Akan tetapi tidak hanya itu, bidang

perindustrian juga berperan untuk menumbuhkan industri-industri baru yang

belum ada dibeberapa daerah di Mandailing Natal dengan mengusulkan kepada

masyarakat dengan membuat home industri home industri baru agar industri

Kemudian Bidang Perdagangan yang berperan sebagai yang

memperkenalkan hasil industri keluar daerah. Tapi hal tersebut kurang maksimal

dikarenakan keterbatasan dana anggaran yang mereka miliki. Dan bidang pasar

yang berperan sebagai berhubungan dengan kondisi pasar secara langsung. Baik

dari segi tata kelola pasar yang baik, manajemen pasar, penjualan produk ke

pasaran, hingga pelayanan terhadap konsumen yang baik. Sehingga pembeli

merasa aman dan nyaman Hal tersebut sesuai dengan ketentuan Perda No. 8 dan

No. 9 Tahun 2014.

Kerjasama antar bidang ini membuat pembinaan yang dilakukan tidak sia-

sia karena bisa mempengaruhi semangat pengusaha industri untuk terus maju dan

berkembang. Hal ini terlihat dari antusias pengusaha industri dalam mengikuti

kegiatan-kegiatan penyuluhan yang diadakan oleh dinas terkait. Karena muncul

pemikiran bahwa mereka harus bisa mengikuti kebutuhan pasar yang semakin

berkembang.

5.2 Cara untuk meningkatkan produktivitas UMKM Kerupuk Kipang agar mampu bersaing dengan produk lain di pasar

Produktivitas merupakan salah satu faktor penting dalam kesejahteraan

UMKM. Produktivitas merupakan salah satu aspek yang menentukan

keberhasilan suatu UMKM dalam persaingan dunia usaha yang semakin ketat.

Tingkat produktivitas yang dicapai UMKM merupakan indikator seberapa efisien

UMKM tersebut dalam mengkombinasikan sumber daya ekonomisnya saat ini.

Dalam rangka memajukan usaha kecil yang memiliki daya saing yang kuat

mengingat pemasaran merupakan upaya mengatur strategi dan cara agar

konsumen mau mengeluarkan uang yang mereka miliki untuk menggunakan

produk atau jasa yang dimiliki sebuah perusahaan, dalam hal ini adalah UMKM.

Strategi pemasaran berkaitan dengan bagaimana cara meyakinkan

pembeli/pelanggan terhadap produk yang akan dijual. Strategi pemasaran

merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan karena strategi pemasaran

merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan sehingga dalam

menjalankan usaha kecil diperlukan adanya pengembangan melalui strategi

pemasarannya karena pada saat kondisi kritis justru usaha kecil lah yang mampu

memberikan pertumbuhan terhadap pendapatan masyarakat.

Dengan demikian, tingkat produktivitas menjadi sebuah patokan dalam

UMKM agar kegiatan

ditindaklanjuti dengan pemasaran karena strategi pemasaran yang baik

menyebabkan posisi UMKM menjadi kuat dalam kegiatan ekonomi nasional

yang akhirnya membawa keuntungan bagi usaha tersebut sehingga kesejahteraan

masyarakat menjadi lebih terjamin karena mereka memiliki tingkat pendapatan

yang layak.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Cara untuk meningkatkan

produktivitas UMKM Kerupuk Kipang agar mampu bersaing dengan produk lain

di pasar antara lain dengan memasarkannya keluar dari daerah Mandailing Natal.

Dokumen terkait