BAB IV: HASIL PENELITIAN
4.2 Deskripsi Informan Penelitian
Dalam penelitian ini penulis melakukan wawancara dengan cara mendatangi dan menanyai langsung kepada para informan mengenai hal-hal yang menjadi kepentingan dalam penelitian. Dari pengumpulan data yang diperoleh penulis, informan pada penelitian ini berjumlah 6 (enam) orang yang terdiri dari 5 (lima) orang key informan yang sesuai dengan kriteria informan dan 1 (satu) informan pendukung atau narasumber yang merupakan Guru Besar Komunikasi Lintas Budaya FISIP UNTIRTA.
Dalam pencarian key informan, penulis memerlukan waktu yang tidak sebentar dikarenakan mahasiswa rantau dari Sumatera tidak sebanyak mahasiswa
pada informan dikarenakan kesibukan mereka yang tengah melakukan ujian akhir semester. Dalam penelitian ini, data diri key informan menggunakan identitas asli.
Penelitian dilakukan melalui kegiatan wawancara yang dimulai dari awal bulan Desember 2015 sampai akhir bulan Januari 2016. Penulis melakukan pendekatan terlebih dahulu pada key informan setelah itu penulis melakukan wawancara secara langsung pada key informan. Wawancara dilakukan dengan menggunakan alat bantu penelitian yaitu perekam suara handphone untuk mempermudah penulis dalam pengelolaan data.
Sebelum melakukan wawancara, penulis terlebih dahulu melakukan pendekatan kepada para key informan melalui Line Messenger dan Whatsapp
Messenger. Pada bulan November, penulis sudah mulai mencari dan melakukan
pendekatan terlebih dahulu pada key informan, setelah itu barulah penulis melakukan wawancara. Wawancara dengan key informan pertama yaitu dilakukan pada tanggal 10 Desember 2015 bertempat di Kantin Belakang Untirta Serang dimulai pukul 16:49 s.d 17:43 WIB. Kemudian wawancara key informan kedua pada tanggal 14 Desember 2015 di tempat yang sama seperti key informanpertama yang dimulai dari pukul 17.10 s.d 18.05 WIB. Wawancara dengan key informan ketiga dan keempat dilakukan bersama di Laboratorium Teknik Industri Untirta Cilegon pada tanggal 24 Desember 2015 dimulai pukul 13:55 s.d 15.10 WIB dan wawancara key informan terakhir dilakukan di halaman PKM B Untirta Serang pada tanggal 28 Desember 2015 mulai pukul 17:30 s.d 18.20 WIB. Untuk informan pendukung, wawancara dilakukan setelah peneliti selesai melakukan wawancara
FISIP UNTIRTA dilakukan pada tanggal 20 Januari 2016 mulai pukul 13:55 WIB s.d 14:37 WIB di Gedung LPPM Kampus Untirta Serang.
Tabel 4.1
Identitas Key Informan
NO Nama Asal Status
1 Fauziah Nur Utami Pematang Siantar Informan 1 2 Risda Sinaga Pematang Siantar Informan 2 3 Rienny Yurike Sianipar Bengkulu Informan 3
4 Aslam Daniel Lampung Informan 4
5 Ferdinand Putra Riau Informan 5
1. Key Informan 1 Tami
Fauziah Nur Utami atau yang biasa dipanggil Tami ini lahir pada tanggal 14 Maret 1994 di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Perempuan yang mempunyai darah Batak dari ibunya ini pernah tinggal di Bengkulu ketika duduk di Sekolah Dasar, selebihnya ia tinggal di Pematang Siantar. Tami merupakan teman satu angkatan dan jurusan dengan penulis, juga pernah berada di suatu organisasi internal kampus yang sama. Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2011 ini sangat aktif mengikuti organisasi internal maupun eksternal. Oleh karena Tami lahir dan besar di Pulau Sumatera dan sedang menempuh studi di Kampus Untirta maka penulis memilih Tami sebagai key informan penelitian.
perempuan beerhijab ini sedikit malu pada awalnya, namun karena penulis memberikan penjelasan yang lebih detail akhirnya Tami bersedia melakukan wawancara. Wawancara dilakukan di Kantin Belakang Kampus Untirta Serang pada sore hari. Menurut penulis, anak pertama dari 3 bersaudara ini memiliki sifat yang ramah, open minded dan termasuk orang yang menyukai tantangan.
2. Key Informan 2 Risda
Metode snowball sampling digunakan dalam penarikan informan penelitian ini, dimana penentuan informan diawali dengan pemilihan yang sesuai dengan kriteria informan, kemudian informan tersebut diminta untuk menunjuk kenalannya untuk dijadikan informan yang selanjutnya (Sugiyono, 2001:61), Risda terpilih. Pemilik nama lengkap Risda Sinaga ini merupakan teman satu kost Tami juga teman satu kampung halamannya. Perempuan yang bersuku Batak Simalungun ini lahir pada tanggal 26 November 1992 di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Anak pertama dari 2 bersaudara ini merupakan mahasiswa jurusan Administrasi Negara angkatan 2011 yang sedang menunggu panggilan sidang. Oleh karena Risda lahir dan besar di Pulau Sumatera dan masih menjadi mahasiswa Untirta, penulis menjadikannya sebagai key informan.
Sebelumnya Risda pernah berkuliah di Medan namun hanya 1 tahun pertama saja. Sebagai anak yang merantau jauh dari rumah, Risda memiliki materi yang lebih dari cukup dilihat dari penampilannya saat pertama kali bertemu dengan penulis. Risda juga cukup ramah dan terbuka ketika bercerita tentang pengalamannya merantau, tapi karena tidak pernah tinggal jauh sebelumnya ia
selama tinggal di Serang. Risda juga aktif dalam organisasi di kampus baik internal maupun eksternal. Suasana ketika wawancara sebenarnya tidak begitu kondusif dikarenakan dilakukan di Kantin Belakang Kampus UNTIRTA Serang yang dimana banyak mahasiswa lain yang sedang berada di sana, namun Risda cukup kooperatif sehingga wawancara berjalan dengan lancar.
3. Key Informan 3 Rienny
Rienny Yurike Sianipar atau yang biasa dipanggil Rienny ini lahir di Bengkulu, 2 April 1993. Anak ke-3 dari 4 bersaudara ini memiliki kedua orang tua yang berasal dari Sumatera Utara dan bersuku Batak, namun karena adanya faktor pekerjaan yang mengharuskan orang tua Rienny untuk pindah ke Bengkulu jauh sebelum Rienny lahir. Perempuan berkacamata dan berbehel ini merupakan mahasiswa jurusan Teknik Industri UNTIRTA angkatan 2012. Penulis menjadikan Rienny sebagai key informan dikarenakan Rienny lahir dan besar di Pulau Sumatera dan merupakan mahasiswa Untirta.
Rienny merupakan mahasiswa yang aktif dalam organisasi baik internal maupun eksternal, bahkan ia merupakan salah satau mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Beswan Djarum. Rienny merupakan junior dari teman penulis. Rienny memiliki sifat yang ramah, percaya diri dan menyambut baik ketika penulis memintanya untuk menjadi informan, namun karena kesibukannya sebagai
assistant laboratorium membuat penulis harus menunggu waktu luang yang
dimiliki Rienny. Wawancara berlangsung di Laboratorium Teknik Industri dan berjalan sangat kondusif karena pada hari itu perkuliahan sedang libur.
Pemilik nama lengkap Aslam Daniel atau biasa dipanggil Aslam ini merupakan teman dekat dari Rienny yang juga teman satu angkatan dari jurusan yang sama yaitu Teknik Industri 2012. Aslam dikenalkan Rienny kepada penulis karena sebelumnya penulis meminta Rienny untuk mencarikan temannya yang berasal dari Sumatera dan bersedia dijadikan informan penelitian ini. Kebetulan pada hari penulis ingin mewawancarai Rienny, Aslam sedang berada di Laboratorium Teknik Industri. Terpilihnya Aslam sebagai key informan juga didasari dari tempat lahir dan tinggal Aslam yang berada di Pulau Sumatera serta ia merupakan mahasiswa Untirta.
Aslam lahir pada tanggal 1 Januari 1994 di Lampung, walaupun terlihat lebih pendiam dan lugu tapi ia cukup ramah ketika pertama kali bertemu dengan penulis dan sangat kooperatif ketika melakukan wawancara. Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini juga aktif dalam organisasi baik internal maupun eksternal, selain itu Aslam juga disibukan oleh tugasnya menjadi assistant laboratorium. Saat SMA, Aslam pernah hidup mandiri dengan menge-kost karena jarak rumah dan sekolahnya yang cukup jauh namun masih di daerah Lampung. Wawancara terhadap Aslam berlangsung di Laboratorium Teknik Industri Untirta.
5. Key Informan 5 Ferdi
Ferdinand Putra atau yang biasa dipanggil Ferdi ini lahir di Perawang-Riau pada tangga l 7 Oktober 1993. Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2013 ini merupakan teman dari teman penulis yang juga merupakan junior penulis di kampus. Orang tua Ferdi berasal dari Sumatera Utara dan bersuku Batak, namun
karena itu, penulis memilih Ferdi sebagai key informan. Anak ke-2 dari 7 bersaudara ini aktif dalam kegiatan di kampus maupun di luar kampus. Ferdi tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMAKOM) dan UKM Olahraga UNTIRTA. Selain itu juga Ferdi turut bergabung di sebuah komunitas sepeda fixie yang berada di Serang karena kegemarannya terhadap olahraga sepeda. Butuh waktu cukup lama untuk penulis bisa melakukan wawancara dengan Ferdi dikarenakan kesibukannya dalam mengerjakan tugas perkuliahan dan kegiatan organisasinya. Wawancara dengan Ferdi dilakukan di halaman depan PKM B Untirta Serang karena saat itu Ferdi sedang ada kegiatan bersama teman organisasinya. Wawancara berlangsung dengan baik walaupun suasana tidak begitu kondusif dikarenakan sangat ramai. Pada awal melakukan wawancara, Ferdi terilhat kaku dan menutup diri namun seiring berjalannya waktu ia tidak sungkan untuk berbagi ceritanya selama merantau ke Serang.
6. Deskripsi Identitas Informan Pendukung Prof. Dr. Ahmad Sihabudin., M.Si.
Informan pendukung dalam penelitian ini yakni seorang Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Lintas Budaya pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNTIRTA. Prof. Dr. Ahmad Sihabudin dipilih penulis sebagai informan pendukung dikarenakan merupakan seorang ahli di bidangnya terutama komunikasi antarbudaya yang juga merupakan fokus dalam penelitian ini. Prof. Sihab lahir di Serang Banten pada tanggal 4 Juli 1965, ia menyelesaikan pendidikan di SD Negeri 4, SMPN 1, dan SMAN 1 Kota Tangerang. Meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (Drs) di FIKOM IISIP Jakarta pada tahun 1989, Magister Sains bidang Ilmu
Ilmu Penyuluhan Pembangunan (Dr) 2009 di Institut Pertanian Bogor.
Saat ini Prof. Sihab mengajar di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, profesi sebagai dosen ia tekuni sejak tahun 1992. Hingga saat ini Prof. Sihab telah banyak menghasilkan karya-karya ilmiah, baik yang dipublikasikan maupun tidak. Di
antaranya, yaitu buku “Saatnya Baduy Bicara” diterbitkan oleh PT Bumi Aksara (2010). “Implikasi Era Informasi Terhadap Gaya Hidup dan Budaya Massa” dimuat majalah ilmiah “Social Polites” di FISIP Universitas Kristen Indonesia. “Pendapat
-Pendapat Antaretnik di Kalangan Mahasiswa” karya ilmiah finalis PPMI 1999 Biro Pemasaran IPTEK LIPI 1999, “Prasangka Sosial KAT Baduy dimuat majalah
ilmiah Mediator Jurnal Komunikasi Vol.9/No.1 Juni 2008, dan masih banyak lagi karya-karya lainnya. Dalam penelitian ini Prof Sihab berperan sebagai informan yang memberikan informasi terkait fenomena gegar budaya dalam komunikasi antarbudaya. Wawancara dengan informan pendukung berlangsung secara kondusif di Gedung LPPM Kampus Untirta Serang pada tanggal 20 Januari 2016 mulai pukul 13:55 WIB s.d 14:37 WIB.