HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Penelitian
4.2.1 Analisis Deskriptif Responden
4.2.1.5 Deskripsi Jawaban
Panjang kelas Interval menurut Sudjana (2005:79) diperoleh dengan penghitungan sebagai berikut:
Rentang Nilai Panjang kelas Interval =
Banyak Kelas Interval
Dimana:
Rentang Nilai = Nilai Tertinggi-Nilai Terendah Banyak Kelas Interval = 5
Berdasarkan rumus di atas, maka panjang kelas Interval adalah: 5 -1
Panjang kelas Interval = 5 = 0,8
Maka interpretasi nilai rata-rata jawaban responden atas pernyataan-pernyataan setiap variabel adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1
Interpretasi Nilai Rata-rata Tanggapan Responden Mengenai Variabel
No. Skala Kategori
Jawaban Skor Kategori Skor
1 1,00 – 1,80 1 Sangat Tidak Setuju
2 1,81 – 2,60 2 Tidak Setuju 3 2,61 – 3,40 3 Kurang Setuju 4 3,41 – 4,20 4 Setuju 5 4,21 – 5,00 5 Sangat Setuju Sumber : Sudjana (2005:79) Hasilpengolahandata primeryangmerupakandeskriptifpenelitian berdasarkanpertanyaanyang terdapatdalamkuesionerdapatdijelaskan dalamtabel
Tabel 4.2
Distribusi PendapatResponden terhadap Variabel Seleksi
Sumber: Hasil Penelitian (2016), data diolah
Berdasarkan nilai rata-rata jawaban responden terhadap setiap item pernyataan kuesioner variabel seleksi dinyatakan bahwa seluruh jawaban responden berada pada kutub negatif 2,32, atau berada pada kategori skor “Tidak Setuju”. Dengan kata lain, responden kurang menyetujui sistem seleksi yang dilakukan PT. Bank SUMUT. Kutub negatif yang paling ekstrem terjadi pada jawaban item pernyataan ke-3, 4, 5 dan 6, yang membicarakan permasalahan
No
Pernyataan STS TS Netral S SS Total
Rata-rata F % F % F % F % F % F % 1 Perusahaan melakukan pemeriksaan latar belakang pendidikan 0 0,0 0 0,0 0 0,0 26 46,4 30 53,6 56 100 3,41 2 Perusahaan menanyakan hal mengenai pengalaman kerja 0 0,0 5 8,9 7 12,5 25 44,6 19 33,9 56 100 2,41 3 Prestasi akademik membantu karyawan diterima bekerja 2 3,5 8 14,2 12 21,4 15 26,7 20 35,7 56 100 1,69 4
Tes psikologi penting untuk diikuti oleh calon karyawan
3 5,3 10 17,8 15 26,7 20 35,7 8 14,2 56 100 1,63
5
Pekerjaan saat ini merupakan cita-cita sejak kecil
16 28,5 11 19,6 5 8,9 15 26,7 9 16,1 56 100 1,22
6 Pewawancara
bersikap objektif 6 8,5 7 12,5 9 16,1 19 33,9 15 26,7 56 100 1,44 7 Suasana yang nyaman
saat wawancara 0 0,0 0 0,0 2 3,5 29 51,7 25 44,6 56 100 3,23 8 Pertanyaan yang diajukan berhubungan dengan pekerjaan yang ditawarkan 0 0,0 3 5,3 9 16,1 25 44,6 19 33,9 56 100 2,44 9 Perusahaan meminta data mengenai riwayat kesehatan 0 0,0 0 0,0 0 0,0 26 46,4 30 53,6 56 100 3,41 Total 2,32
Hal ini karena praktik nepotisme yang sering terjadi di PT. Bank SUMUT, sehingga pegawai merasa kurang puas dengan sistem seleksi yang dilakukan PT. Bank SUMUT. Selain itu pegawai PT. Bank SUMUT mengakui bahwa pekerjaan yang digelutinya saat ini bukan merupakan bakat atau cita-cita mereka sejak kecil. Karena alasan pekerjaan yang menetap, gaji yang pasti, dan adanya jaminan hari tua serta alasan harga diri (gengsi), maka akhirnya mereka memilih untuk bekerja sebagai pegawai di PT. Bank SUMUT.
Tabel 4.3
Distribusi PendapatResponden Terhadap Variabel Pelatihan
Sumber: Hasil Penelitian (2016), data diolah
No Pernyataan STS 2 KS 4 SS Total
Rata-rata
F % F % F % F % F % F %
1
Program pelatihan mengajari tips bekerja agar tidak mudah mengalami gangguan fisik saat bekerja
0 0,0 0 0,0 2 3,5 28 50 26 46,4 56 100 3,22 2 Program pelatihan sangat membantu efektivitas bekerja 0 0,0 0 0,0 0 0,0 29 51,7 27 48,3 56 100 3,40 3 Program pelatihan membuat pegawai termotivasi dalam bekerja 0 0,0 0 0,0 6 10,7 20 35,7 30 53,6 56 100 2,99 4 Program pelatihan memperbaiki kualitas diri pegawai 0 0,0 0 0,0 15 26,8 17 30,5 24 42,8 56 100 2,48 5 Program pelatihan mengubah karakter pegawai menjadi lebih baik 0 0,0 0 0,0 15 26,8 18 32,1 23 41,1 56 100 2,45 6 Program pelatihan mengajari pegawai cara bekerja dengan cerdas 0 0,0 0 0,0 5 8,9 21 37,5 30 53,6 56 100 3,04 7 Program pelatihan menambah wawasan pegawai 0 0,0 0 0,0 6 10,7 23 41,1 27 48,3 56 100 2,91 Total 2,92
Pada Tabel 4.3dapat diketahui bahwa rata-rata jawaban responden terhadap item pernyataan-pernyataan kuesioner mengenai variabel pelatihan berada pada kutub negatif yakni pada kategori skor “Kurang Setuju”. Nilai negatif yang ekstrem terjadi pada item pernyataan ke-4 dan 5 yang berada pada skor “Tidak Setuju”, di mana pernyataan tersebut adalah indikator dimensi pelatihan afektif yakni mengenai perasaan, nilai-nilai dan sikap.
Hal ini terjadi karena pegawai tidak merasa bahwa program pelatihan yang dilakukan oleh PT. Bank SUMUT hanyalah berfokus pada kompetensi karyawan dalam bekerja, tidak kepada pelatihan perbaikan kualitas diri dan karakter mereka. Perbaikan kualitas diri dan karakter pribadi mereka dapatkan melalui kehidupan pribadi mereka masing-masing serta dengan pengembangan diri melalui berbagai kegiatan ibadah, pendidikan dan hubungan sosial.
Tabel 4.4
Distribusi PendapatResponden Terhadap Variabel Pengembangan Karir
Sumber: Hasil Penelitian (2016), data diolah
No Pernyataan
STS 2 KS 4 SS Total
Rata-rata
F % F % F % F % F % F %
1
Saat ini pegawai sedang berusaha membenahi diri untuk meningkatkan karir
0 0,0 0 0,0 0 0,0 24 42,8 32 57,2 56 100 3,44
2
Saudara adalah orang kepercayaan atasan dan partner kerja Saudara
0 0,0 0 0,0 2 3,5 25 44,6 27 48,2 56 100 3,01
3
Saudara berkeinginan untuk menjadi salah seorang pimpinan di perusahaan ini
0 0,0 0 0,0 3 5,3 28 50 25 44,7 56 100 3,14
Berdasarkan tabel tersebut, nilai rata-rata jawaban responden terhadap pernyataan kuesioner mengenai Variabel Pengembangan Karir adalah 3,19, artinya jawaban responden berada pada kutub Negatif dengan kategori skor “Kurang Setuju”. Jawaban negatif yang paling ekstrem terjadi pada pernyataan ke-2 yaitu mengenai indikator Personal Traits yang menyatakan tentang kepercayaan atasan dan partner kerja terhadap responden.
Hal ini dikarenakan pegawai mengalami komunikasi yang kurang baik terhadap atasan karena seringnya atasan mengkomplain hasil pekerjaan mereka yang belum sesuai dengan keinginan atasannya. Komplain hasil pekerjaan yang dilakukan atasan terjadi karena kurangnya kompetensi pegawai atas pekerjaan yang mereka lakukan, sehingga mereka tidak dapat bekerja dengan baik.
Tabel 4.5
Distribusi PendapatResponden Terhadap Variabel Kompensasi
No Pernyataan
STS 2 KS 4 SS Total
Rata-rata
F % F % F % F % F % F %
1
Gaji yang diberikan perusahaan
mencukupi kebutuhan pegawai dan keluarga
0 0,0 2 3,5 7 12,5 22 39,2 25 44,6 56 100 2,46
2
Gaji pokok yang diterima pegawai sesuai dengan beban pekerjaannya 0 0,0 0 0,0 6 10,7 26 46,4 24 42,8 56 100 2,90 3 Pegawai merasa terpacu dan termotivasi karena gaji pokok yang diterima 0 0,0 4 7,1 15 26,7 24 42,8 13 23,2 56 100 2,22 4 Insentif yang diberikan menambah semangat bekerja 0 0,0 0 0,0 10 17,8 26 46,4 20 35,7 56 100 2,67 5
Bonus yang diberikan perusahaan sesuai dengan prestasi kerja
Sumber: Hasil Penelitian (2016), data diolah
Berdasarkan tabel di atas dinyatakan bahwa nilai rata-rata jawaban responden terhadap pernyataan-pernyataan kuesioner mengenai Variabel Kompensasi yaitu 2,26. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa jawaban responden berada pada kutub negatif, yakni dengan kategori skor “Tidak Setuju”. Rata-rata nilai negatif yang paling ekstrem terjadi pada item pernyataan ke-8 dan 9, di mana pernyataan tersebut membicarakan mengenai indikator Lingkungan Kerja pada dimensi Kompensasi Non-Finansial, dimana ditanyakan tentang suasana dan lingkungan kerja serta keramahtamahan atasan terhadap bawahan.
No Pernyataan
STS 2 KS 4 SS Total
Rata-rata
F % F % F % F % F % F %
6
Pegawai merasa puas dengan fasilitas yang diberikan perusahaan
0 0,0 4 7,1 9 16,1 20 35,7 23 41,1 56 100 2,32
7
Fasilitas yang ada di PT. Bank SUMUT lebih lengkap daripada perusahaan lain 3 5,3 5 8,9 24 42,8 15 26,7 9 16,1 56 100 2,02 8 Suasana dan lingkungan kerja membuat pegawai bersemangat dalam bekerja 3 5,3 6 10,7 10 17,8 17 30,3 20 35,7 56 100 1,77 9 Pimpinan perusahaan dan atasan selalu bersikap ramah terhadap pegawai
3 5,3 5 8,9 20 35,7 13 23,2 15 26,7 56 100 1,75
10
Sesama rekan kerja selalu menjalin komunikasi dengan baik
0 0,0 4 7,1 15 26,7 20 35,7 17 30,3 56 100 2,07
Hal ini terjadi karena hubungan komunikasi yang kurang baik antara atasan dengan bawahan sebagaimana telah dinyatakan pada penjelasan Tabel 4.3 mengenai Variabel Pengembangan Karir di atas. Komunikasi yang kurang baik ini terjadi karena kurangnya kompetensi karyawan dalam bekerja sehingga sering membuat atasan mereka kecewa. Keadaan komunikasi yang kurang baik tersebut menciptakan suasana kerja yang tidak nyaman pula.
Tabel 4.6
Distribusi PendapatResponden Terhadap Variabel Kinerja
No Pernyataan STS 2 KS 4 SS Total Rata-rata F % F % F % F % F % F % 1 Saudara selalu sanggup melakukan tugas yang diberikan atasan dengan baik
5 8,9 7 12,5 12 21,4 20 35,7 12 21,4 56 100 1,01 2 Saudara tidak memiliki kendala dalam mengerjakan tugas-tugas 6 10,7 13 23,2 10 17,8 15 26,7 12 21,4 56 100 1,01 3 Pekerjaan yang saudara lakukan saat ini terlalu berat
26 46,4 14 25 7 12,5 9 16,1 0 0,0 56 100 2,26
4
Pekerjaan yang saudara lakukan tidak sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan saudara
19 33,9 14 25 6 10,7 12 21,4 5 8,9 56 100 1,49
5
Saudara selalu dipuji oleh atasan karena pekerjaan saudara 3 5,3 9 16,1 5 8,9 27 48,2 13 23,2 56 100 2,23 6 Saudara mampu memprediksi kebutuhan atasan Saudara sebelum diminta 0 0,0 0 0,0 3 5,3 28 50 25 44,6 56 100 3,14 7 Target pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan terlalu tinggi 5 8,9 13 23,2 5 8,9 20 35,7 13 23,2 56 100 1,69 8 Saudara membutuhkan partner jerja untuk mencapai target kerja
Sumber: Hasil Penelitian (2016), data diolah
Berdasarkan tabel di atas ditemukan bahwa pernyataan kuesioner mengenai Variabel Kinerja memiliki nilai rata-rata 1,85. Maka dari itu, jawaban responden berada pada kutub negatif dengan kategori skor “Tidak Setuju”. Jawaban negatif paling ekstrem terjadi pada pernyataan ke-1 dan 2 yang membicarakan tentang indikator Kesempurnaan Tugas pada dimensi Kualitas Kerja. Pada pernyataan tersebut responden menyatakan ketidaksanggupannya dalam mengerjakan tugas dengan baik, serta tidak setuju pada pernyataan bahwa mereka tidak memiliki kendala dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka. Hal tersebut terjadi karena kurangnya kompetensi sehingga pegawai di PT. Bank SUMUT tidak dapat bekerja dengan baik dan maksimal.
4.2.2 Analisis Statistik Inferensial
Analisis statistik inferensial adalah jenis analisis yang mengharuskan adanya pengujian hipotesis yang bertujuan untuk melihat apakah ukuran statistik yang digunakan dapat ditarik menjadi kesimpulan yang lebih luas dalam populasinya. Metode yang digunakan dalam statistik ini adalah analisis regresi linier berganda. No Pernyataan STS 2 KS 4 SS Total Rata-rata F % F % F % F % F % F % 9 Saudara memiliki waktu luang dalam jam kerja saudara
20 35,7 24 42,8 8 14,2 4 7,1 0 0,0 56 100 2,40
10
Waktu deadline pekerjaan yang saudara terima terlalu cepat
5 8,9 9 16,1 10 17,8 13 23,2 19 33,9 56 100 1,37